Beranda blog Halaman 623

PEPADI Kab Kebumen Gelar Ketoprak ” Babad Kebumen ” Di Gedung Seni Krida Bhakti.

KEBUMEN – PEPADI Kab Kebumen yang diketuai oleh R. Suman Sri Husodo menggelar Seni Budaya ketoprak dengan judul Babad Kebumen hari sabtu 8 April 2023 di Gedung Krida Bhakti.

Dalam acara tersebut dihadiri Dra Sri Kuntarti Msi kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kab kebumen, ketua DPRD kab kebumen H .Sarimun,S.Sy , Anggota DPR RI Ir, KRT H.DARURI Wonodipuro, M.M, IPU , DPR Provinsi Jawa Tengah Saeful Hadi,S.Kom Ketua DKD Kab Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo ,S.Pd.MPd , Wahyu Setiawan,S.Sy.MM Korps Komando Pusat DPP RI LIN Lembaga Investigasi Negara, Muspika Kecamatan Karang Anyar dan seluruh tokoh budayawan Kebumen dan sebagai sebagai Tamu Kehormatan Diantaranya Agus Gunawan, SH.MH Ketua Umum Dewan Pers Nusantara, Komisaris SCMI Cleopatra Natalie Aggazy S.H, M.H, Wadan III Korps Komando D. Silalahi.

Acara di awali dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan memberikan penghargaan Seni Budaya kepada R. Suman Sri Husodo sebagai Tokoh Budayawan Kab Kebumen.
Dalam sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Kebumen Dra Sri Kuntarti Msi menyampaikan pesan Bupati agar Seni Budaya lokal seperti ketoprak harus dilestarikan dan kita harus silih asah, silih asih dan asuh dalam Seni tradisional.

Setelah sambutan selesai acara Ketoprak ” Babad Kebumen ” pun dimulai yang semua pemain ketopraknya adalah dalang-dalang binaan R. Suman Sri Husodo.

(Mardani Lubis)

DPC LIN Kota Bekasi Selenggarakan BASAR AMAL RAMADAN Dengan Tema BERSAMA KITA BISA,

DPC LIN Kota Bekasi kembali melakukan Aksi Giat Sosial ditengah masyarakat, kali ini DPC LIN Kota Bekasi menyelengarakan BAZAR AMAL RAMADHAN dengan Tema BERSAMA KITA BISA yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 16 April 2023 nanti.

Hasil yang akan kami kumpulkan lewat giat ini sepenuhnya akan didonasikan untuk adik adik Yatim Piatu dilingkungan tempat penyelengaraan Bazar tersebut, tepatnya area sekitar Kantor Kecamatan Bekasi Utara” Ujar Frits Saikat Ketua DPC LIN Kota Bekasi saat ditemui rekan Media.

Kolaborasi ini didukung oleh segenap element baik dari teman teman Jurnalis, Pemerintah Kota Bekasi dan Organisasi lainya
Pak Tri Adhianto PLT Walikota melalui Pak Sumpono Brahma selaku Camat Bekasi Utara sangat mendukung giat giat positif yang bisa mendorong majunya UMKM lewat Bazar Amal tersebut.

Bentuk sinergritas lintas elemen Pemerintah dan Organisasi Masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa Organisasi Masyarakat yang ada di Kota Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi mampu menyentuh ke akar rumput, kami hadir dari Masyarakat dan untuk Masyarakat”.
tutup Frits Saikat

Fenomena ‘MENDADAK JADI ALIM’ Jelang Pemilu 2024* Oleh : Dede Farhan Aulawi (Pengamat Perilaku Sosial)

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi yang rencananya akan digelar pada tahun 2024, ada fenomena yang sangat menarik di sekitar kita. Tiba – tiba jalanan dan tempat – tempat publik banyak dihiasi oleh aneka spanduk, poster, dan berbagai media publik lainnya yang menampilkan sosok diri seolah -olah peduli dengan rakyat. Seolah – olah mereka sangat peduli dengan kesulitan rakyat. Padahal saat rakyat menjerit dan berteriak tentang kesulitan yang dideritanya, kebanyakan mereka seolah menutup mata dan tidak peduli.

Bukan itu saja, di tahun politik ini nampaknya banyak fenomena “mendadak jadi alim”. Lihat saja mereka yang sehari – harinya tidak pakai kerudung, kopiah, surban, baju koko, dan lain – lain, kok tiba-tiba di berbagai spanduk, poster, dan media lainnya jadi alim. Kenapa mereka tidak tampil apa adanya ? Inilah fenomena politik yang penuh dengan intrik dan kepalsuan. Inilah politik penyamaran identitas untuk mengelabui sebagian rakyat yang bisa ia kelabui.

Ada juga mereka yang membangun ‘Citra Diri’ seolah – olah dekat dengan orang kecil. Menyuapi makan fakir miskin, merangkul nenek sepuh, dan peduli pada yatim. Padahal selama ini jalan fikiran dan jalan perbuatan dalam membuat produk politik banyak yang menyusahkan rakyatnya dan melahirkan yatim – yatim baru. Kalau hal ini dipertanyakan oleh rakyatnya sendiri, biasanya sebagian mereka pada jurus menghindar dengan berbagai dalih dan argumen politik sebagai pembenaran diri.

Rakyat kita perlu terus diajarkan pendidikan politik yang cerdas dan berintegritas. Meskipun tentu bukan perkara yang mudah, karena politik transaksional telah berlangsung lama dan seolah seperti sudah mengakar dan membudaya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa panggung politik banyak dihiasi oleh mereka kaum ‘pemilik modal’. Meskipun sebenarnya ada banyak kader anak bangsa yang potensial namun karena mereka tidak memiliki modal finansial akhirnya tersisihkan dan terdampar di pinggir kehidupan.

Memilih calon pemimpin dan calon wakil kita bukanlah perkara ringan. Ingatlah siapapun yang akan kita pilih akan berdampak pada masa depan kita dan generasi yang akan datang. Intelektualitas saja tidaklah cukup karena ia pun harus memiliki. ‘standar moral dan akhlaq ‘ yang harus dan patut diteladani. Begitu nilai moralnya rendah, maka ia akan melahirkan kebijakan – kebijakan yang tidak berlandaskan pada nilai moral yang luhur.

Siapapun kandidat yang akan kita pilih, pastikan bahwa ia bukanlah kader pengkhianat bangsa yang hanya akan menjual kekayaan negara untuk keuntungan pribadi dan golongannya. Ingatlah kandidat yang akan kita pilih bisa berpengaruh pada keimanan dan ketaqwaan anak cucu kita di masa yang akan datang. Jika mereka yang dipilih jauh dari nilai – nilai ajaran agama, maka kebijakan yang akan dia buat setelah mendapatkan kekuasaan bisa dipastikan akan berpotensi jauh dari nilai – nilai keagamaan. Ingatlah bahwa saat kita berada di bilik-bilik pencoblosan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Jangan serampangan memilih calon pemimpin hanya karena dia sudah berbagi uang.

Jika kita memilih seseorang karena uang yang telah dibagikannya, maka kita telah berkontribusi memelihara praktek kecurangan, manipulasi dan korupsi. Lihatlah jejak langkah pengabdian mereka selama ini kepada masyarakat. Jangan hanya dilihat dekat kepada rakyat hanya saat mau pemilu saja. Jika mereka dekat dan turun ke masyarakat hanya saat mendekati pemilu saja, maka itulah kedekatan semu yang hanya melahirkan para pemimpin yang tidak memiliki ikatan batin dengan rakyatnya. Bagaimana kita bisa berharap mereka bisa menyalurkan aspirasi rakyatnya jika mereka tidak memiliki ikatan batin dengan rakyat yang diwakilinya?

Coba tataplah mereka yang di poster – poster itu tampak ramah tersenyum sumringah, padahal terkadang sebagian saat menerima keluh kesah rakyatnya dihadapi dengan wajah ketus penuh kebencian. Itulah di berbagai kesempatan, para kaum cerdik cendekia memiliki kewajiban moral untuk membuka wawasan politik rakyat yang mencerdaskan dan mencerahkan. Jangan malah terjebak turut mewarnai ‘dusta politik ‘ dengan perilaku dan ucapan yang membodohi rakyat. Kaum cerdik cendekia memiliki kapasitas intelektual berlandaskan nilai-nilai moral untuk membangun peradaban manusia yang luhur dan berkarakter.

Mari kita semua gaungkan tekad untuk memperbaiki peradaban bangsa dengan cara sederhana, yaitu pilihlah calon pemimpin dan calon wakil kita yang bermoral, cerdas dan berintegritas sebagai bentuk kecintaan kita terhadap bangsa dan negara.

Delapan Ormas dan Salah satu pengusaha CV Syahrul kota bitung Berkolaborasi membagikan Takjil gratis buat umat Muslim di kota bitung.

Bitung – 1444 Takjil di bagikan ke masyarakat umat muslim di kota bitung di beberapa Titik . Ada pun Titik pembagian Takjil tersebut patung kuda Tangkoko Girian,pusat kota bitung Dan di pateten (Ruko)

Alhamdulillah dengan Ada nya kegiatan Seperti ini adalah ajang silaturahmi buat kami untuk bisa saling ber jabat tangan dan saling bertatap muka di Acara ini sehingga Qt bisa Saling kenal Satu sama lain dengan ketua2 ormas yang ada di kota bitung.ungkap ketua DPC Lin kota bitung.
Ada pun pejabat2 Tinggi kota bitung Sulawesi Utara yang Hadir ya itu wakil walikota Bitung Hengki Honandar, SE beserta staf. Dan dari pihak polres Bitung ,bahkan Dari anggota Dandim 1013 pula ikut Hadir di acara Tersebut yang di buat oleh beberapa ormas2 dan LSM yang ada di kota Bitung yang di kordinir oleh Soeyadi Aipda Duhe.S.Sos yang Termaksut juga Anggota kepolisian Ri.

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh dengan keberkahan, di dalamnya kita tidak hanya di didik tentang potensi Ruhani melainkan juga di didik tentang potensi sosial dalam bingkai kemanusiaan. Seperti yang dilakukan oleh Lembaga Investigasi Negara (LIN) dan beberapa organisasi yang sempat hadir dalam rangka membagikan Takjil buka puasa di beberapa titik sebanyak 1444 takjil.

Lin tidak hanya bergerak dalam urusan Negara, tetapi juga melalui gerakan kemanusiaan .ungkap ketua DPC Lembaga investigasi Negara Republik Indonesia Frelly Hamzah.

Selesai pembagian Takjil di beberapa Titik Tersebut Maka delapan ormas dan Salah satu pengusaha balik ke Wangurer kampung Ramadhan untuk Berbuka bersama Sambil menunggu kedatangan wakil walikota Bitung beserta beberapa Sataf beliau.

Identitas Terungkap, Mayat yang ditemukan di Tengah Laut Ayah, adalah Nelayan Asal Kabupaten Karawang Jabar

Kebumen – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung oleh nelayan di Laut Samudra Indonesia, dengan jarak kurang lebih 2 mil dari lepas Pantai Pasir, masuk Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen pada hari Sabtu 8 April 2023, telah diketahui.

Mayat identik dengan warga Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang bernama M. Zet Sartono (43), yang dilaporkan hilang sejak hari Minggu 2 April 2023.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, terungkapnya identitas korban dari foto selebaran yang dibagikan Polres Kebumen melalui medsos ataupun pesan berantai Whatshaap.

“Ada anggota keluarga yang mengenali tato dan celana dari foto korban yang kita bagikan. Lalu keluarga menghubungi Sat Polairud Polres Garut untuk mencoba menghubungi kami (Polres Kebumen),” jelas AKP Heru, Minggu 9 April 2023.

Setelah menghubungi Polres Kebumen, lanjut AKP Heru, keluarga korban juga mengirimkan foto korban semasa masih hidup, dengan tato serta celananya identik dengan korban yang ditemukan lepas Pantai Pasir Ayah.

Dengan terungkapnya identitas korban, AKP Heru mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang bergerak cepat membagikan informasi dari Polres Kebumen sehingga kurang dari 1×24 jam jenazah bisa dikenali.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang ikut aktif berpartisipasi dalam pengungkapan jati diri korban, dengan membagikan informasi dari kami,” pungkasnya.

Lanjut AKP Heru, menurut keterangan dari Sat Polairud Polres Garut, korban yang juga berprofesi sebagai nelayan dinyatakan hilang sejak hari Minggu 2 April 2023.

Saat itu korban pergi berlayar mencari benih lobster di perairan laut garut dengan menggunakan kapal seorang diri. Namun setelah berangkat, korban tidak pernah kembali.

Saat ini jenazah masih di RSUD Kebumen menunggu pihak keluarga menjemput untuk dimakamkan.

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung oleh Nelayan di Ayah Kebumen

Kebumen – Sesosok mayat laki-laki ditemukan terapung di Laut Samudra Indonesia, dengan jarak kurang lebih 2 mil dari lepas Pantai Pasir, Masuk Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Mayat yang belum diketahui identitasnya ditemukan oleh nelayan saat ia tengah pulang melaut mencari ikan, sekitar pukul 17.30 WIB, Sabtu 8 April 2023.

Kapolres kebumen AKBP Burhanuddin saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres AKP Heru Sanyoto mengungkapkan, temuan oleh nelayan itu selanjutnya dilaporkan ke Tim SAR Rukun Nelayan Pasir.

“Setelah mendapatkan laporan, lalu korban dievakuasi ke daratan. Informasi yang kami terima, korban dievakuasi oleh Tim SAR Lawet Perkasa dengan mendatangi titik sesuai informasi dari SAR Rukun Nelayan Pasir,” jelas AKP Heru.

Adapun ciri-ciri korban, lanjut AKP Heru, usia kurang lebih 35 tahun, tinggi badan 170 cm, rambut lurus, dengan perawakan gemuk.

Saat ditemukan, ciri-ciri lain korban mengenakan kaos lengan panjang warna biru pada bagian punggung bertuliskan Hilaman Putra Mandiri, bercelana pendek boxer warna hitam bergaris merah dan biru, serta menggunakan celana dalam warna biru.

Lebih lanjut diungkapkan AKP Heru, sidik jari korban serta wajah sudah mulai rusak sehingga mengalami kendala identifikasi.

“Saat ini jenazah dibawa ke RSUD Kebumen guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Heru.

Adanya kejadian itu, Polres Kebumen mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa melaporkan ke Polres Kebumen untuk mempercepat proses identifikasi korban.

Polres Kebumen Bagi Takjil 380 Paket kepada Pengguna Jalan

Kebumen – Momen bulan suci Ramadhan digunakan oleh jajaran Polres Kebumen untuk melakukan sedekah bagi-bagi takjil kepada warga yang melintas di depan Mapolres.

Kegiatan ini digelar secara rutin selepas sholat ashar saat warga tengah ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Pada hari ini, sedikitnya 380 paket habis dibagikan kepada warga masyarakat, Sabtu 8 April 2023.

Kapolres kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas AKP Heru Sanyoto saat dikonfirmasi mengungkapkan, takjil yang dibagikan merupakan sedekah dari para personel Polres Kebumen.

“Ini merupakan kegiatan rutin Polres Kebumen. Bagi-bagi takjil ini juga sebagai sarana silaturahmi dengan masyarakat,” jelas AKP Heru.

Salah satu warga masyarakat Tri Rujati menyambut positif kegiatan bagi takjil yang dilakukan Polres Kebumen.

“Iya seneng Pak. Saya mau COD-an terus dapat takjil dari Polres. Alhamdulillah,” kata Tri Rujati.

Senada diungkapkan Heni, salah satu pengguna jalan. Ia mengaku senang setelah mendapatkan nasi kotak dari Polres Kebumen.

“Bisa buat buka puasa. Semoga Polres Kebumen semakin maju, dan semakin jaya,” kata Heni yang saat itu menerima takjil dari Polres, sembari menggendong anak balitanya.

Selain di Polres, bagi takjil juga dilakukan Polsek jajaran Polres Kebumen. Petugas piket Polsek membagikan takjil melalui kegiatan patroli sore hari.

Mandi di Laut, Bocah 12 Tahun Terbawa Ombak dan Meninggal Dunia

Kebumen – Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia terseret ombak Pantai Pandan Kuning, Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jumat 17 April 2023.

Korban diketahui berinisial KB, warga Desa Karanggadung, RT 01/02 Kecamatan Petanahan. Peristiwa nahas terjadi saat korban tengah mandi di pantai bersama dua teman lainnya, inisial SF (10) dan WA (9), sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolres kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto mengungkapkan, korban berhasil dievakuasi saat jenazah korban terdampar ke daratan setelah kurang lebih 1 jam mengambang di laut.

“Saat ditemukan, korban telah meninggal dunia. Lalu, korban dievakuasi ke Puskesmas Petanahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKP Heru.

Lanjut AKP Heru, keterangan teman korban, korban sempat diingatkan untuk tidak terlalu ke tengah. Namun saat itu korban tidak menghiraukan.

Selanjutnya Kapolsek Petanahan AKP Sugeng Riyadi mengungkapkan, pihaknya sudah sering mengimbau warga untuk tidak mandi di laut karena sangat berbahaya.

Sejumlah papan peringatan agar tidak mandi di laut juga dipasang di sejumlah titik, karena banyaknya kejadian kecelakaan laut yang merenggut korban jiwa.

“Patroli ke laut juga menjadi prioritas kami untuk mengimbau warga. Selanjutnya papan peringatan mandi di laut juga kami pasang,” kata Kapolsek.

Namun terkadang warga tetap melanggar, memaksakan mandi di laut sehingga kembali terjadi kecelakaan laut.

Adanya hal tersebut, Polres Kebumen mengimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anaknya supaya tidak mandi di laut.

Warga juga diminta untuk selalu mengetahui ke mana anak bermain, untuk memastikan selalu berada di tempat yang aman.

Prihatin Mendengar Keluh Kesah Masyarakat Desa Hurung Tampang, Ketum Ormas DPP PLB Akan Mempasilitasi Pertemuan Bersama Pihak Perusahaan Tambang PT STP

PALANGKA RAYA – Keluh Kesah penderitaan Masyarakat Desa Hurung tampang Kecamatan Kapuas hulu Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah hingga kini belum juga ada titik temu, dalam hal sengketa lahan tanah adat leluhur, yang mana lahan tersebut masih di kuasai oleh pihak perusahaan tambang batubara PT STP ( Sembilan Tiga Perdana) Pernah satu kali diadakannya pertemuan di Bulan Januari dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk di adakannya pertemuan kembali yang di rencanakan Awal Bulan Februari, Tahun 2023.

Akan tetapi apa yang sudah di sepakati bersama , ternyata pihak perusahaan P.T STP ingkar janji dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Akhirnya pertemuan yang kedua tidak diadakan.

Akan tetapi Selang beberapa Minggu kemudian, Pihak perusahaan tambang batubara PT STP tiba tiba menghubungi Suparman selaku Kuasa resmi Perwakilan Warga Masyarakat Desa Hurung Tampang. Dalam percakapan keduanya di Hp seluler terdengar suara dari pihak perusahaan tambang PT STP mengajak Suparman diadakannya pertemuan kembali untuk menindaklanjuti pertemuan Awal. Yang ternyata juga menemui jalan Buntu.

Mendengar penderitaan Masyarakat Desa Hurung Tampang, Ketua Umum Ormas Dayak DPP PLB ( Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Lawang Bahandang ) Bapak Silo, terketuk hatinya yang paling dalam sehingga menawarkan diri untuk Mempasilitasi Pertemuan Antara Masyarakat Desa Hurung Tampang bersama Pihak Perusahaan Tambang batubara PT STP.
Agar segera Sengketa kedua belah pihak bisa terselesaikan dengan baik..

Langkah awal yang di lakukan oleh Ketum Ormas DPP PLB Bapak Silo mencoba menghubungi pihak perusahaan tambang PT STP dalam hal ini Bapak Yandi Setiawan selaku Direksi Perusahaan Tambang tersebut.

Dalam percakapan keduanya, Yandi Setiawan menanyakan kepada Silo maksud dan tujuannya untuk apa, dan Silo menjelaskan bahwa dia ingin Mempasilitasi polemik yang dialami oleh Masyarakat Desa Hurung Tampang bersama Pihak perusahaan tambang batubara PT STP.

Hanya saja percakapan tersebut Yandi Setiawan meminta agar Suparman/Onong jangan di ikut sertakan dalam pertemuan nantinya, jika tidak ada baru bisa diadakan pertemuan.

Suparman selaku penerima kuasa warga masyarakat Desa Hurung Tampang mengaku kaget setelah di konfirmasi oleh Awak media terkait tentang dirinya yang tidak di perbolehkan ikut dalam pertemuan Antara Masyarakat Desa Hurung Tampang bersama Pihak Perusahaan Tambang PT STP. Suparman bertanya, ” Atas dasar apa Pihak Perusahaan tidak memperbolehkan Saya ikut serta dalam pertemuan tersebut, kan Saya ini wakil dari masyarakat Desa Hurung Tampang yang di berikan surat kuasa, bukan Provokator seperti yang di katakan oleh Yandi Setiawan. Ucap Suparman.

Justru malah merekalah yang sengaja menghalang-halangi Para ahli waris warga masyarakat agar supaya hak mereka tidak diberikan oleh perusahaan tambang batubara PT STP. Tambah Suparman.

Sementara itu warga masyarakat Desa Hurung Tampang sangat menyesalkan sikap yang di lakukan oleh Pihak Perusahaan Tambang PT STP yang mengatakan bahwa Suparman adalah Provokator yang suka menghasut warga, padahal kami jelas jelas telah membuat surat kuasa yang kami berikan kepada Suparman bentuk dari kepercayaan kami untuk mengurus hak hak kami yang di rampas oleh Perusahaan Tambang PT STP tersebut.

Suparman adalah masih kerabat dekat kami, dalam silsilah keluarga besar Masyarakat Desa Hurung Tampang, dia adalah keturunan ke 5 dari Temanggung Tewung yang mendirikan Desa Hurung Tampang.

Oleh karena itu Warga Masyarakat Desa Hurung Tampang sangat berharap khususnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo supaya memperhatikan nasib kami warga masyarakat Desa Hurung Tampang, agar hak hak kami diberikan.

Penulis. : Team investigasi Kalteng

Pedagang di Pasar Keluhkan Sepi Pembeli, Kapolres Kebumen: Kita Dorong Personel untuk Mengutamakan Berbelanja di Pasar Tradisional

Kebumen – Kegiatan Jumat Curhat masih terus digelorakan Polres Kebumen. Kali ini Jumat Curhat atau kegiatan mendengar aspirasi langsung dari masyarakat dilakukan di Pasar Wonokriyo Gombong, dengan sasaran para pedagang dan juru parkir.

Kesempatan bisa duduk bersama dan curhat kepada Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin, digunakan sebaik mungkin oleh pedagang untuk menyampaikan unek-uneknya.

Diantaranya warga mengeluh minimnya minat beli masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.

“Penjualan petai sepi Pak, mungkin dikarenakan harga petai mahal. Selanjutnya banyak masyarakat yang menawar dengan harga murah,” kata Umi pedagang petai.

Hal sama juga dikeluhkan Sumarni penjual tempe. Ia mengeluh dagangannya sepi pembeli. “Sepi banget sekarang Pak. Menjelang lebaran masih sepi juga,” ungkap Umi kepada Kapolres.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin yang saat itu menggelar Jumat Curhat dengan para pedagang.

Mengenai sepinya pembeli, Kapolres siap mendorong personel Polres Kebumen untuk lebih mengutamakan berbelanja di pasar tradisional seperti Pasar Wonokriyo Gombong.

“Kepada pedagang yang penjualannya sepi diharapkan tetap sabar dikarenakan rejeki itu sudah diatur dan tidak akan tertukar. Setelah kegiatan ini saya dan rekan-rekan dari Polres akan membeli dagangan Bapak Ibu. Termasuk personel Polres akan kami dorong untuk lebih mengutamakan belanja di pasar tradisional,” ungkap Kapolres Kebumen didampingi PJU dan Kapolsek Gombong AKP Diyono.

Di akhir kegiatan Jumat Curhat, Polres Kebumen memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut untuk sedikit meringankan ekonomi masyarakat pasca pandemi COVID-19.