Beranda blog

Ketanggungan Darurat Banjir, Pemerintah Gagal Evaluasi Saluran Air Ke Sungai Babakan

0

Brebes, – Ini perlu peran Bupati Hj.Paramita Widiya Kusuma sebagai pakar Brebes Beres.Minggu 29/03/2026

Ungkap Mbah Anton Tokoh Masyarakat Brebes menyatakan, sejak mantan bupati Brebes Idza hingga 2.Priode gagal dalam menyikapi Ketanggungan Darurat Banjir.

Hingga saat ini bertambah parah kota ketanggungan Kabupaten Brebes. Ini perlu menghadirkan sosok Sang Ratu Pakar Beres. Supaya Brebes Beres tanpa keluhan Warga Masyarakatnya. Tandas Mbah Anton.

Sangat dibutuhkan peran Bupati Brebes Hj.Paramita Widiya Kusuma Untuk berkolaborasi dengan Pemerintahan Propinsi serta Pemerintahan Pusat.

Demikian yang menjadi keinginan Masyarakat khususnya Wilayah Kecamatan Ketanggungan yang sampai saat ini merindukan sosok Pemimpin Daerah yang dapat mengevaluasi Wilayah yang terdampak banjir.

Bukan sekedar banjir langganan. Namun disetiap turunya hujan Kota Ketanggungan Mencekam.

Keluh Kesah Puluhan tahun tidak satupun Pemimpin Daerah yang dapat mengevaluasi Ketanggungan sebagai kota darurat Banjir.

Semoga dengan adanya aspirasi dan apresiasi untuk Bupati Brebes Hj.Paramita Ini dapat mengevaluasi Ketanggungan menjadi Ketanggungan Beres.Pungkasnya.

Tim.Redaksi

Dede Farhan Aulawi Jelaskan Peran Arsitek dan Engineer pada Tahap Pra-Konstruksi

0

” Tahap pra-konstruksi merupakan fase awal yang sangat menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan. Pada tahap ini dilakukan berbagai proses perencanaan, perancangan, analisis teknis, serta penyusunan dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan konstruksi. Dua profesi yang memegang peranan sangat penting dalam fase ini adalah arsitek dan engineer (insinyur) “, ujar Dewan Penasihat DPP Asosiasi Seluruh Tenaga Teknik Infrastruktur ( ASTTI) Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (11/3).

Hal tersebut ia jelaskan saat menjadi narasumber training online yang diselenggarakan oleh LPKTI. Menurutnya, keduanya bekerja secara kolaboratif untuk memastikan bahwa proyek yang dirancang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga aman, efisien, serta dapat dibangun secara teknis dan ekonomis.

Arsitek merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam merumuskan konsep desain bangunan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, kondisi lingkungan, serta karakteristik lokasi proyek. Pada tahap pra-konstruksi, peran arsitek dimulai dari proses memahami kebutuhan klien hingga menghasilkan desain konseptual.

Pertama, arsitek melakukan analisis kebutuhan dan studi kelayakan desain. Dalam tahap ini arsitek mengidentifikasi fungsi bangunan, kapasitas ruang, hubungan antar ruang, serta persyaratan estetika yang diinginkan. Arsitek juga mempertimbangkan aspek lingkungan, orientasi bangunan terhadap matahari dan angin, serta integrasi dengan konteks kawasan sekitar.

Kedua, arsitek menyusun konsep desain dan perencanaan tata ruang. Konsep ini mencakup bentuk bangunan, komposisi massa, sirkulasi ruang, serta pemilihan material yang sesuai dengan fungsi dan karakter bangunan. Desain yang dihasilkan biasanya berupa sketsa, gambar konsep, hingga model digital yang memberikan gambaran visual proyek secara menyeluruh.

Ketiga, arsitek menyusun gambar kerja arsitektural yang menjadi pedoman pelaksanaan konstruksi. Gambar tersebut meliputi denah, tampak, potongan, detail konstruksi, serta spesifikasi material. Dokumen ini sangat penting karena menjadi dasar bagi kontraktor dan engineer untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan.

Selain itu, arsitek juga berperan dalam koordinasi desain dengan berbagai disiplin teknik lainnya seperti struktur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Koordinasi ini diperlukan agar seluruh sistem dalam bangunan dapat terintegrasi secara baik tanpa terjadi konflik desain.

Engineer atau insinyur memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan bahwa desain arsitektural dapat direalisasikan secara teknis dengan aman dan efisien. Peran engineer pada tahap pra-konstruksi meliputi berbagai bidang keahlian, seperti teknik sipil, struktur, geoteknik, mekanikal, dan elektrikal.

Pertama, engineer melakukan analisis teknis dan studi kondisi lapangan. Insinyur geoteknik misalnya melakukan investigasi tanah untuk mengetahui daya dukung tanah, karakteristik lapisan tanah, serta potensi risiko seperti penurunan tanah atau likuifaksi. Hasil analisis ini sangat penting dalam menentukan jenis dan desain fondasi bangunan.

Kedua, engineer menyusun perencanaan struktur bangunan. Insinyur struktur merancang sistem struktur yang mampu menahan berbagai beban seperti beban mati, beban hidup, beban angin, maupun beban gempa. Perhitungan struktur dilakukan secara detail agar bangunan memiliki tingkat keamanan dan stabilitas yang memadai.

Ketiga, engineer merancang sistem utilitas dan instalasi bangunan, termasuk sistem listrik, ventilasi, pendingin udara, sistem air bersih, pembuangan air limbah, serta sistem proteksi kebakaran. Perencanaan ini harus memperhatikan efisiensi energi, keselamatan pengguna, serta kemudahan pemeliharaan.

Selain itu, engineer juga berperan dalam penyusunan estimasi biaya dan analisis konstruktabilitas. Analisis ini bertujuan untuk memastikan bahwa desain yang dibuat dapat dibangun dengan metode konstruksi yang realistis serta biaya yang terkendali.

Keberhasilan tahap pra-konstruksi sangat bergantung pada kolaborasi yang efektif antara arsitek dan engineer. Arsitek berfokus pada aspek desain, fungsi, dan estetika bangunan, sementara engineer memastikan bahwa desain tersebut dapat diwujudkan secara teknis dengan tingkat keamanan dan efisiensi yang tinggi.

Kolaborasi ini biasanya dilakukan melalui proses integrated design, di mana seluruh tim perencana bekerja bersama sejak awal proyek. Melalui pendekatan ini, berbagai potensi konflik desain dapat diidentifikasi dan diselesaikan sejak tahap perencanaan, sehingga meminimalkan perubahan desain dan risiko pembengkakan biaya saat konstruksi berlangsung.

Selain itu, penggunaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) juga semakin memperkuat koordinasi antara arsitek dan engineer. Dengan BIM, seluruh komponen bangunan dapat dimodelkan secara digital sehingga memudahkan analisis teknis, simulasi konstruksi, serta koordinasi antar disiplin.

Tahap pra-konstruksi sering disebut sebagai fase yang menentukan sekitar sebagian besar keberhasilan proyek konstruksi. Perencanaan yang matang pada tahap ini dapat mengurangi risiko kesalahan desain, keterlambatan proyek, serta pembengkakan biaya.
Peran arsitek dan engineer dalam tahap ini juga menentukan kualitas akhir bangunan. Desain yang baik tidak hanya menghasilkan bangunan yang indah secara visual, tetapi juga aman, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, investasi waktu dan sumber daya dalam tahap pra-konstruksi menjadi sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang suatu proyek.

Jadi, arsitek dan engineer memiliki peran yang saling melengkapi dalam tahap pra-konstruksi proyek pembangunan. Arsitek bertanggung jawab dalam merancang konsep dan desain bangunan yang memenuhi kebutuhan fungsi, estetika, dan kenyamanan pengguna. Sementara itu, engineer memastikan bahwa desain tersebut dapat diwujudkan secara teknis melalui analisis struktur, perencanaan sistem utilitas, serta evaluasi kondisi lapangan.
Kolaborasi yang efektif antara kedua profesi ini akan menghasilkan perencanaan proyek yang komprehensif, efisien, dan aman. Dengan demikian, tahap pra-konstruksi tidak hanya menjadi fase awal pembangunan, tetapi juga fondasi utama yang menentukan keberhasilan keseluruhan proyek konstruksi.

Keteguhan Iran Menginspirasi Arti Keteguhan dalam Menjaga Kedaulatan Negara

0

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Keteguhan dalam menjaga kedaulatan negara merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlangsungan suatu bangsa. Dalam dinamika geopolitik dunia modern, tidak banyak negara yang mampu mempertahankan sikap konsisten menghadapi tekanan internasional yang kompleks. Republik Islam Iran sering dijadikan contoh bagaimana sebuah negara berusaha mempertahankan kedaulatannya melalui kombinasi ketahanan politik, ideologi, diplomasi, dan kekuatan pertahanan. Keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan global memberikan pelajaran penting mengenai makna kemandirian nasional dan keberanian mempertahankan integritas negara.

Sejak lahirnya Iranian Revolution, Iran mengalami transformasi besar dalam sistem politik dan arah kebijakan luar negerinya. Revolusi tersebut menggulingkan pemerintahan monarki dan membentuk Republik Islam yang menekankan kemandirian politik serta penolakan terhadap dominasi kekuatan asing. Peristiwa ini menjadi titik awal terbentuknya doktrin politik Iran yang menekankan pentingnya mempertahankan kedaulatan nasional dan martabat bangsa. Sejak saat itu, Iran berulang kali menghadapi berbagai tekanan, termasuk konflik militer, sanksi ekonomi, dan isolasi diplomatik.

Pengalaman historis tersebut membentuk karakter ketahanan nasional Iran. Salah satu contoh penting adalah Iran–Iraq War, yang berlangsung selama delapan tahun dan menimbulkan kerugian besar bagi Iran. Perang tersebut tidak hanya menguji ketahanan militer, tetapi juga memperkuat kesadaran nasional mengenai pentingnya mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara. Trauma konflik tersebut mendorong Iran untuk mengembangkan strategi pertahanan yang lebih mandiri serta membangun sistem keamanan yang kuat agar tidak bergantung pada kekuatan luar.

Dalam perkembangan selanjutnya, Iran memperkuat kemampuan pertahanan melalui pengembangan teknologi militer domestik, termasuk sistem rudal dan drone. Strategi ini merupakan bagian dari upaya membangun daya tangkal terhadap ancaman eksternal. Pendekatan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa kedaulatan negara tidak hanya dijaga melalui diplomasi, tetapi juga melalui kemampuan pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, Iran juga mengembangkan strategi perang asimetris dan jaringan aliansi regional untuk memperkuat posisi geopolitiknya.

Keteguhan Iran juga terlihat dalam sikap politiknya ketika menghadapi tekanan internasional, terutama terkait program nuklir dan berbagai sanksi ekonomi. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan Iran sering menekankan pentingnya mempertahankan martabat nasional dan tidak menyerah pada tekanan eksternal. Bagi Iran, kedaulatan negara bukan hanya soal wilayah geografis, tetapi juga mencakup kemandirian dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi, dan teknologi.

Perkembangan geopolitik terbaru menunjukkan bahwa ketegangan antara Iran dan beberapa negara besar masih terus berlangsung. Konflik dan tekanan militer di kawasan Timur Tengah menegaskan bahwa Iran tetap berusaha mempertahankan integritas wilayah dan hak kedaulatannya di tengah situasi yang tidak stabil. Para pemimpin Iran menegaskan bahwa negara mereka siap mempertahankan kedaulatan sekaligus menjaga stabilitas regional melalui kombinasi pertahanan dan diplomasi.

Keteguhan Iran memberikan pelajaran penting bagi banyak negara berkembang mengenai arti kemandirian nasional. Keteguhan tersebut menunjukkan bahwa kedaulatan negara tidak dapat dipertahankan tanpa kesatuan nasional, kekuatan institusi negara, serta keberanian politik untuk menghadapi tekanan internasional. Negara yang ingin menjaga kedaulatannya harus mampu membangun sistem pertahanan yang kuat, ekonomi yang tangguh, dan diplomasi yang cerdas.

Pada akhirnya, keteguhan Iran mengajarkan bahwa kedaulatan negara bukan sekadar konsep hukum internasional, tetapi juga nilai yang harus diperjuangkan secara konsisten. Dalam dunia yang penuh persaingan geopolitik, hanya negara yang memiliki ketahanan politik, keberanian strategis, dan solidaritas nasional yang mampu mempertahankan kedaulatannya. Keteguhan tersebut menjadi inspirasi bahwa menjaga kedaulatan bukanlah tugas sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang menuntut keteguhan sikap dan komitmen nasional yang kuat.

Doktrin Superioritas Udara Tertunduk Malu di Depan Keteguhan Juang Militer Iran

0

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Dalam doktrin militer modern Barat, kemenangan perang hampir selalu diasosiasikan dengan satu prasyarat utama: superioritas udara. Sejak Perang Dunia II hingga konflik kontemporer, negara-negara dengan teknologi militer maju seperti Amerika Serikat dan Israel meyakini bahwa penguasaan langit merupakan kunci untuk melumpuhkan lawan secara cepat. Dengan menghancurkan pusat komando, infrastruktur militer, dan sistem pertahanan lawan melalui serangan udara presisi, perang diharapkan dapat dimenangkan bahkan sebelum operasi darat dimulai.

Namun dinamika konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa doktrin tersebut tidak selalu berlaku secara mutlak. Dalam beberapa eskalasi konflik dengan Israel dan sekutunya, militer Iran justru memperlihatkan bahwa keteguhan strategi, daya tahan sistem pertahanan, serta inovasi asimetris mampu menantang bahkan mempermalukan konsep klasik superioritas udara.

Konsep superioritas udara lahir dari keyakinan bahwa siapa pun yang menguasai langit akan menguasai medan perang. Negara seperti Israel membangun kekuatan militernya dengan armada pesawat tempur generasi modern seperti F-15, F-16, dan F-35 yang dilengkapi teknologi stealth dan sistem intelijen canggih. Dalam teori militer Barat, kekuatan udara tersebut digunakan untuk menekan pertahanan lawan, menghancurkan radar dan pangkalan militer, serta menciptakan dominasi psikologis di medan perang. Dalam kerangka teori ini, negara yang tidak memiliki angkatan udara modern biasanya diprediksi akan cepat lumpuh ketika menghadapi serangan udara intensif.

Iran sejak lama memahami bahwa mereka tidak mungkin menandingi keunggulan udara Amerika Serikat atau Israel secara konvensional. Embargo teknologi militer selama puluhan tahun membuat armada pesawat tempur Iran relatif tua dibandingkan negara-negara Barat. Alih-alih mengejar kesetaraan yang mahal dan sulit dicapai, Iran mengembangkan doktrin perang asimetris yang bertujuan bukan untuk menandingi kekuatan musuh secara langsung, tetapi mengganggu dan merusak efektivitas superioritas tersebut.

Strategi ini diwujudkan melalui beberapa pendekatan utama :
• Dominasi rudal balistik dan drone. Iran membangun salah satu arsenal rudal terbesar di Timur Tengah, dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 km serta pengembangan rudal hipersonik.
• Pertahanan mosaik terdesentralisasi. Sistem militer Iran didesain agar tetap dapat bertempur meskipun pusat komando atau infrastruktur utama dihancurkan oleh serangan udara. Unit-unit regional memiliki otonomi untuk melanjutkan perang secara mandiri.
• Perang gesekan jangka Panjang. Alih-alih memenangkan perang secara cepat, strategi Iran berfokus pada memperpanjang konflik sehingga biaya politik dan militer bagi lawan menjadi semakin besar.

Dalam beberapa peristiwa eskalasi militer, serangan balasan Iran dengan rudal balistik dan drone menunjukkan bahwa dominasi udara tidak lagi selalu bergantung pada pesawat tempur. Bahkan sejumlah pengamat menilai serangan tersebut telah mengguncang teori klasik tentang penguasaan udara, karena Iran mampu menciptakan efek strategis tanpa armada udara modern.

Fenomena ini menandai perubahan penting dalam teori perang modern. Superioritas udara yang dahulu dianggap sebagai syarat mutlak kemenangan kini harus berhadapan dengan realitas baru, dimana teknologi rudal, drone murah, dan sistem pertahanan terdesentralisasi dapat menantang dominasi udara negara yang lebih maju secara teknologi.

Yang paling mencolok dari strategi Iran bukan sekadar teknologi, melainkan keteguhan doktrin pertahanannya. Selama lebih dari dua dekade, Iran secara sistematis mempelajari pola operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya, lalu merancang sistem pertahanan yang mampu bertahan bahkan ketika negara tersebut diserang secara besar-besaran. Keteguhan ini menciptakan paradigma baru dalam peperangan: bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari daya tahan, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap tekanan strategis.

Doktrin superioritas udara masih tetap menjadi pilar penting dalam strategi militer modern. Namun pengalaman konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa dominasi teknologi tidak selalu menjamin kemenangan mutlak. Keteguhan strategi militer Iran melalui perang asimetris, dominasi rudal, serta sistem pertahanan mosaik—telah memperlihatkan bahwa konsep klasik superioritas udara dapat dipertanyakan. Dalam konteks ini, yang tertunduk bukan hanya sebuah doktrin militer lama, tetapi juga asumsi bahwa kekuatan teknologi selalu mampu menundukkan semangat perlawanan yang gigih.

Geger Temuan ‘Buku Hijau’ di Warung Obat Ilegal Tegal: Catat Dugaan Setoran ke Oknum dan Media

0

TEGAL – Aksi pembongkaran warung obat-obatan keras golongan G di Kota Tegal mengungkap fakta mengejutkan. Tak sekadar praktik jual beli ilegal, petugas menemukan bukti kuat adanya dugaan aliran dana koordinasi atau “setoran” kepada sejumlah pihak.

Bukti tersebut berupa sebuah buku kas berwarna hijau yang ditemukan tim gabungan saat melakukan penertiban di Jalan Kolonel Sugiono, tepatnya di depan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (26/3/2026).

Daftar Nama dan Nominal Mencurigakan

Dalam penggeledahan tersebut, buku kas itu mencatat secara rinci daftar nama individu, institusi, hingga nama media. Di samping nama-nama tersebut, tertera angka nominal yang bervariasi:

Skala Besar: Sejumlah nama dan institusi diikuti angka 15 hingga 20.

Skala Kecil: Beberapa nama lain tercatat dengan angka berkisar antara 1 hingga 3.

Meski angka tersebut belum dipastikan konversinya ke dalam nilai rupiah, kuat dugaan catatan ini merupakan daftar “upeti” untuk mengamankan operasional warung dari jangkauan hukum.

Langkah Tegas Penertiban

Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tegal dan aparat penegak hukum untuk membersihkan peredaran obat keras tanpa izin yang kian meresahkan warga. Temuan buku kas ini kini menjadi pintu masuk untuk mendalami sejauh mana keterlibatan oknum-oknum yang namanya tercantum dalam daftar tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sumber: @teropongpantura

#Tegal #TegalHariIni
#KriminalTegal
#BeritaTegal
#ObatIlegal

Teka-teki Angka Rp20,9 Triliun di Laporan PLN, Kasihhati Ketum PTN: Jangan Rakyat Menanggung Beban

0

JAKARTA,
Kinerja keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) kembali menjadi sorotan publik. Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara (PTN), Dra. Kasihhati, menilai perusahaan listrik pelat merah tersebut belum siap menghadapi potensi krisis energi global, khususnya yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan perang.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Jumat (27/3/2026), Kasihhati mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi keuangan PLN yang dinilai mengalami tekanan.

“Total utang PLN pada 2024 mencapai Rp711,2 triliun, meningkat dari Rp655 triliun pada tahun sebelumnya. Dalam satu tahun terjadi kenaikan Rp56,2 triliun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penurunan laba bersih PLN dari Rp22 triliun pada 2023 menjadi Rp17,7 triliun pada 2024. Menurutnya, kondisi ini dapat menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap efisiensi dan tata kelola perusahaan.

“PLN memiliki posisi strategis dalam penyediaan listrik nasional. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan transparan,” kata Kasihhati.

*Soroti Indikasi Laporan Keuangan*

Selain itu, Kasihhati menyebut adanya indikasi awal ketidaksesuaian pencatatan dalam laporan keuangan dengan nilai sekitar Rp20,9 triliun pada 2026. Ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat indikatif dan memerlukan audit investigatif oleh otoritas berwenang.

“Perlu dilakukan verifikasi dan audit lanjutan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” ujarnya.

*Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi*

Kasihhati juga mendesak pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PLN dan kementerian terkait.

Ia menilai perlu adanya langkah tegas jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pengelolaan perusahaan, termasuk evaluasi terhadap Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah taat membayar listrik justru menanggung dampak dari persoalan manajemen,” tegasnya.

*Kritik Pernyataan Menteri ESDM*

Dalam kesempatan yang sama, Kasihhati turut mengkritisi pernyataan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai kurang berpihak kepada masyarakat dalam menyikapi potensi dampak krisis energi.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi publik pemerintah perlu lebih sensitif terhadap kondisi masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.

*PLN dan Pemerintah Belum Beri Tanggapan*

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN, Kementerian BUMN, maupun Kementerian ESDM belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan yang disampaikan Ketua Umum PTN tersebut.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

*Konteks Lebih Luas*

Sejumlah pengamat energi sebelumnya juga menyoroti besarnya kebutuhan investasi sektor kelistrikan nasional serta tantangan global, termasuk fluktuasi harga energi akibat konflik internasional. Di sisi lain, pemerintah dan PLN menyatakan bahwa pembiayaan yang dilakukan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur listrik jangka panjang untuk menjaga pasokan nasional.

Red(Tim)

Tim Penyidik JAM PIDSUS Tetapkan Beneficial Owner PT AKT Tersangka Korupsi Pertambangan di Kalteng

0

27Maret 2026, Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan 1 orang Tersangka yakni ST selaku Beneficial Owner PT AKT dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pengelolaan pertambangan PT AKT di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2016 s.d. 2025.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah Tim Penyidik memperoleh bukti cukup, melalui serangkaian tindakan penyidikan yaitu pemeriksaan saksi dan penggeledahan yang dilakukan di provinsi DK Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dilakukan secara profesional, dan akuntabel, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan asas praduga tidak bersalah
Adapun kasus posisinya sebagai berikut:
Bahwa Tersangka ST selaku beneficial ownership PT AKT yang merupakan kontraktor penambang batu bara yang didasarkan kepada Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) dalam rangka Penanaman Modal dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Nomor: 198/A.1/1999 tanggal 31 Mei 1999, yang secara fakta telah dicabut dengan dikeluarkannya Surat Terminasi dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 3714 K/30/MEM/2017 tentang Pengakhiran Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara antara Pemerintah Republik Indonesia dengan PT Asmin Koalindo Tuhup di Kabupaten Murung Raya tertanggal 19 Oktober 2017;
Dengan telah berakhirnya terminasi sebagaimana dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 3714 K/30/MEM/2017, seharusnya PT AKT tidak memiliki hak untuk melakukan pertambangan batu bara yang berada di dalam wilayah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), sehingga dalam rentang waktu dari berakhirnya terminasi sampai dengan tahun 2025 penambangan dan penjualan hasil tambang PT AKT dilakukan secara tidak sah dan melawan hukum;
Tersangka ST melalui PT AKT dan afiliasinya secara melawan hukum tetap melakukan pertambangan dan penjualan dengan menggunakan dokumen perizinan yang tidak sah dengan bekerja sama dengan penyelenggara negara yang bertugas melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan pertambangan sehingga merugikan keuangan negara dan/atau perekonomian negara;

Kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut masih dalam proses penghitungan oleh Tim Auditor.

Tersangka ST disangka melanggar Pasal:
Primair: Pasal 603 jo. Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidiair: Pasal 604 jo. Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 618 jo. Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.S

Selanjutnya, Tersangka ST tersebut dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Jakarta, 27 Maret 2026
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

Red”ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO Hadiri Halalbihalal di Rumah Dinas Menko Perekonomian RI

0

Momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan di Rumah Dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tradisi sosial-keagamaan nasional telah berevolusi menjadi instrumen strategis dalam memperkuat konsolidasi elite, stabilitas nasional, serta arah kebijakan ekonomi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat namun sarat makna strategis tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, baik dari unsur pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi masyarakat.
Di antaranya I Gusti Putu Suryawirawan selaku Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan, Anindya Novyan Bakrie selaku Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran Wakil Ketua Umum, serta Ilham Akbar Habibie, putra Presiden ke-3 RI B. J. Habibie.

Turut hadir pula Solon Sihombing selaku tokoh nasional, bersama para pengurus Wushu Indonesia, antara lain Rudy Hutagalung dan Ronny. Selain itu, hadir pula rekan-rekan alumni SMA Kolese Kanisius Jakarta satu angkatan dengan Airlangga Hartarto, di antaranya Singgih Baskoro, Marnala MC Simanjuntak, dan Linardi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN serta Wakil Ketua Umum SPRI, Soegiharto Santoso (Hoky), hadir didampingi oleh Ketua Komtap Hukum DPP APTIKNAS dan APKOMINDO, Vincent Suriadinata, serta turut berinteraksi secara aktif dengan para pemangku kepentingan lintas sektor dalam membangun komunikasi strategis.

Dalam keterangannya, Hoky menegaskan bahwa Halalbihalal tidak lagi dapat dipandang semata sebagai tradisi seremonial, melainkan telah bertransformasi menjadi platform strategis untuk membangun strategic alignment antar pemangku kepentingan nasional.

“Halalbihalal hari ini harus diposisikan sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi lintas sektor, konsolidasi kebijakan, serta sinkronisasi kepentingan nasional dalam menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi teknologi dan tekanan geopolitik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam konteks transformasi digital global, Indonesia tidak dapat bergerak secara parsial. Diperlukan orkestrasi kolaborasi yang kuat dan terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha, serta komunitas teknologi guna memastikan percepatan transformasi digital nasional yang berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia terhadap penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai regional hub pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan Asia–Oseania.

Kegiatan internasional yang akan diselenggarakan di Raffles Hotel Jakarta pada 29–31 Juli 2026 tersebut diproyeksikan menjadi forum strategis yang mempertemukan sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota ASOCIO, yang terdiri dari pemimpin industri teknologi, regulator, akademisi, peneliti, serta inovator digital.

Press Conference & Soft Launch ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award telah diselenggarakan di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026, yang dihadiri oleh Deputi III Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ali Murtopo Simbolon, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan forum tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab.

“Indonesia terus mendorong pemanfaatan AI yang inovatif namun tetap bertanggung jawab. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama regional di bidang teknologi dan transformasi digital,” ujarnya.

Hoky menambahkan, “Dukungan pemerintah terhadap ASOCIO Digital AI Summit 2026 harus dimaknai sebagai bagian dari strategi besar nasional dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia, sekaligus mendorong transfer pengetahuan, investasi teknologi, serta penguatan ekosistem inovasi nasional,” tegasnya.

Forum ini akan mengangkat berbagai isu strategis global, antara lain perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital lintas sektor industri, ketahanan siber, serta peluang kolaborasi teknologi di kawasan Asia–Oseania. Dalam perspektif kebijakan, forum internasional tersebut memiliki nilai strategis sebagai policy convergence platform, yang memungkinkan terjadinya harmonisasi kebijakan, pertukaran praktik terbaik (best practices), serta pembentukan kemitraan strategis lintas negara.

Lebih luas, rangkaian kegiatan Halalbihalal yang juga berlangsung di berbagai pusat kekuasaan nasional, termasuk di lingkungan Istana dan kementerian, menunjukkan bahwa Indonesia secara konsisten mengedepankan pendekatan budaya, dialog, dan silaturahmi sebagai instrumen soft diplomacy dalam menjaga stabilitas nasional.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah kondisi global yang ditandai oleh fragmentasi geopolitik, disrupsi teknologi, serta meningkatnya kompetisi antarnegara dalam penguasaan ekonomi digital.

Dengan demikian, konsolidasi yang terbangun melalui forum informal seperti Halalbihalal tidak hanya berfungsi sebagai perekat sosial, tetapi juga menjadi fondasi strategis dalam menjaga stabilitas politik, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta mempercepat transformasi digital yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. (Hndr)

Red”

OPINI: Krisis Hormuz dan Alarm Rapuhnya Kedaulatan Energi Maritim Indonesia

0

​Oleh: Dr. Datep Purwa Saputra
Ketua Umum Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin)

​Konflik terbuka antara Iran dan Israel/Amerika yang kian memanas di Timur Tengah bukan sekadar gejolak politik regional. Bagi Indonesia, ini adalah alarm bahaya yang menelanjangi titik lemah kedaulatan kita:

*Ketahanan Energi yang Rapuh:* Sebagai bangsa kepulauan yang urat nadi ekonominya bergantung pada logistik laut, gangguan pada pasokan energi global adalah ancaman langsung terhadap stabilitas nasional.

​1. Jebakan Ketergantungan pada Kilang Tetangga
​Sudah saatnya Dewan Energi Nasional (DEN) melakukan evaluasi radikal terhadap strategi pemenuhan BBM nasional. Selama ini, Indonesia terjebak dalam ketergantungan semu pada kilang-kilang di Singapura dan Malaysia. Ini adalah paradoks keamanan yang nyata. Kita harus sadar bahwa negara-negara tetangga tersebut bukanlah produsen minyak, melainkan hanya pengolah (processor).
​Ironisnya, bahan baku minyak mentah mereka juga diimpor dari negara-negara Arab yang melewati Selat Hormuz. Jika jalur tersebut lumpuh akibat perang, Singapura dan Malaysia akan menghadapi risiko pasokan yang sama dan pasti akan memprioritaskan kebutuhan domestik mereka sendiri sebelum mengekspor ke Indonesia. Bergantung pada mereka berarti kita menggantungkan nasib kedaulatan energi kita pada “tangan kedua”.

​2. Urgensi Memperkuat Kilang Domestik
​Kekuatan energi kita lemah karena kita kurang memiliki daya tawar dalam pengolahan. Memperkuat dan membangun kilang mandiri di dalam negeri seperti percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery) bukan lagi sekadar proyek ekonomi, melainkan Strategi Pertahanan Nasional.
​Dengan memperkuat kilang sendiri, kita memiliki kendali penuh atas stok nasional tanpa harus didikte oleh kebijakan ekspor negara tetangga. Selain itu, kilang yang tersebar di lokasi strategis wilayah Indonesia akan menciptakan efisiensi logistik maritim, memastikan armada niaga dan pangkalan militer tetap bergerak meski jalur internasional bergejolak.

​3. Dampak Domino bagi Sektor Maritim
​Jika Selat Hormuz tertutup, lonjakan harga minyak dunia akan langsung mengerek biaya bahan bakar (bunker cost). Mengingat komponen ini menyerap hingga 60% biaya operasional kapal, tarif angkut (freight rate) otomatis akan naik drastis. Hal ini akan memicu inflasi harga barang pokok di seluruh pelosok nusantara, yang pada akhirnya mengganggu ketahanan pangan dan stabilitas sosial.

*Kenyataan Kekuatan Energi yang Lemah :*
​Kita harus jujur pada diri sendiri: kekuatan energi Indonesia saat ini masih lemah dan sangat bergantung pada pasar global. Penurunan produksi (lifting) minyak domestik membuat kita kehilangan “bantalan” saat krisis terjadi. Di sisi lain, cadangan operasional BBM kita yang hanya berkisar 21 hari sangat riskan jika terjadi hambatan pada jalur pasokan internasional. Tanpa cadangan penyangga energi (Strategic Petroleum Reserve) yang memadai, kedaulatan maritim kita berada di ujung tanduk.

*Rekomendasi Strategis Untuk Kedaulatan Bangsa:*
​Untuk keluar dari jebakan ini, Pramarin mendesak langkah-langkah strategis berikut:

1.​Kemandirian Kilang:
DEN harus mendorong percepatan kemandirian kilang domestik agar kita mampu mengolah minyak mentah sendiri secara maksimal.

2​Pembangunan Strategic Petroleum Reserve (SPR): Pemerintah perlu membangun cadangan penyangga strategis berbasis maritim, baik dalam tangki darat maupun unit penyimpanan terapung (Floating Storage) di titik-titik aman ALKI.

3.​Kedaulatan Armada (TKDN): Memastikan distribusi energi di perairan Indonesia wajib menggunakan kapal-kapal berbendera Indonesia demi menjamin keberlangsungan distribusi saat krisis.

4.Transisi Bahan Bakar Kapal: Mempercepat riset bahan bakar alternatif (seperti Bio-LNG atau Green Ammonia) agar armada niaga kita tidak sepenuhnya didikte oleh harga fosil global.

*​Penutup:*
​Krisis energi adalah isu kedaulatan bangsa. Sebagai praktisi maritim, saya melihat bahwa tanpa kemandirian pengolahan energi di dalam negeri, cita-cita kita sebagai Poros Maritim Dunia menuju Indonesia Emas 2045 akan selalu rapuh di hadapan dinamika geopolitik global.
Saatnya kita berhenti bergantung pada pihak luar dan mulai membangun kekuatan energi dari rumah send​iri.

#KetahananEnergiNasional
#IndonesiaMaju
#PorosMaritimDunia

Mobilisasi Kekuatan AS-Arab: Menuju Berakhirnya Era Provokasi IRGC

0

Timur Tengah – Ketegangan di kawasan Timur Tengah telah mencapai titik didih baru seiring dengan pengerahan unit-unit paling elit dari militer Amerika Serikat. Kekuatan tempur yang terdiri dari Divisi Lintas Udara ke-82, Resimen Ranger ke-75, Delta Force, Resimen Operasi Penerbangan Khusus (SOAR) ke-160, dan Navy SEALs kini berada dalam posisi siap tempur sepenuhnya. Fokus operasi ini diarahkan secara spesifik terhadap infrastruktur dan komando Korps Garda Revolusi Islam (_Islamic Revolutionary Guard Corps_ – IRGC) Iran.

Sekitar 3.000 personel berpengalaman dari Pasukan Respons Cepat Divisi Lintas Udara ke-82 telah dimobilisasi ke kawasan tersebut. Unit ini memiliki kapabilitas proyeksi kekuatan yang memungkinkan mereka menyerang target operasi di titik mana pun di dunia dalam waktu kurang dari 18 jam. Penempatan strategis ini diproyeksikan untuk mengamankan pusat-pusat energi vital, termasuk Pulau Kharg, serta melakukan penetrasi jauh ke belakang garis pertahanan lawan, segera setelah instruksi komandan telah diberikan.

Mobilisasi ini bukan sekadar unjuk kekuatan semata. Langkah ini sebagai kelanjutan dari serangkaian serangan presisi yang dilakukan oleh Israel terhadap markas Angkatan Laut IRGC, fasilitas kedirgantaraan, serta depot amunisi di Teheran. Serangan-serangan tersebut telah melemahkan struktur komando rezim dan memicu respons asimetris dari pihak Iran.

Sebagai reaksi atas tekanan yang semakin meningkat, IRGC dilaporkan telah melancarkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) terhadap posisi strategis di Arab Saudi dan target-target sipil di Israel. Namun, langkah ini justru memicu konsolidasi kekuatan regional dunia Arab yang lebih solid.

Arab Saudi kini secara aktif meningkatkan kerja sama pertahanan dengan memberikan akses luas bagi pasukan AS ke Pangkalan Udara King Fahd. Negara-negara Teluk tampaknya telah mencapai titik jenuh terhadap provokasi sistematis Teheran terhadap infrastruktur minyak dan stabilitas regional. Aliansi ini menandakan berakhirnya era kebijakan “menahan diri” dan dimulainya fase penegakan hukum internasional yang lebih tegas.

Setelah bertahun-tahun kebijakan diplomasi dianggap gagal membendung ambisi nuklir dan pendanaan proksi (Hezbollah dan Hamas) oleh Iran, kini kekuatan militer konvensional dan khusus Amerika kembali menjadi instrumen utama dalam menjaga ketertiban dunia. Upaya IRGC untuk memaksakan supremasi melalui teror dan ancaman nuklir kini berhadapan langsung dengan kekuatan tempur yang memiliki teknologi dan kemampuan taktis tak tertandingi.

Dunia internasional kini menyaksikan pergeseran dari strategi bertahan menjadi strategi ofensif yang terukur. Ambisi penindasan dan teror yang selama ini menjadi instrumen kekuasaan IRGC kini berada di ambang konfrontasi head to head yang menentukan.

Di tengah dentuman senjata dan ketidakpastian perang, doa dan dukungan menyertai setiap pasukan yang berjuang demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan. Besar harapan kita agar konflik ini dapat segera berakhir dengan resolusi yang permanen. Semoga kemenangan berpihak pada perjuangan rakyat Iran dalam meraih kemerdekaan sejati, sehingga penindasan berakhir dan fajar kebebasan dapat segera menyingsing di tanah Persia.

Dunia telah menunjukkan komitmennya untuk tidak lagi berkompromi dengan terorisme negara. Kemenangan total bagi kebebasan adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dunia yang berkelanjutan. (*)

_Note: Diramu dari berbagai sumber_