Beranda blog Halaman 84

Skandal Penyelundupan BBM Bersubsidi Diduga Libatkan PT Bintang Terang Delapan Sembilan.

PALU, SULTENG – 22/08/2025-Aroma busuk dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali tercium di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah.

Skandal ini mencuat ke permukaan dengan dugaan keterlibatan sebuah perusahaan, PT Bintang Terang Delapan Sembilan, dan bahkan menyeret nama oknum pejabat kepolisian.

Investigasi mendalam yang dilakukan tim jurnalis menemukan dugaan praktik ilegal yang terstruktur dan masif.

PT Bintang Terang Delapan Sembilan diduga kuat menjadi aktor utama dalam menampung dan mendistribusikan solar bersubsidi secara tidak sah, merampas hak masyarakat yang membutuhkan.

*Modus Operandi dan Jaringan Tersembunyi*

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa PT Bintang Terang Delapan Sembilan menggunakan modus yang terbilang berani.

Gudang penampungan mereka diduga berada di sebuah rumah pribadi di kawasan Wotu Luwu Timur, Sulsel. yang seharusnya menjadi hunian, bukan tempat penyimpanan bahan bakar berbahaya.

Yang lebih mengkhawatirkan, para pengemudi yang terlibat dalam operasi ini dengan santai menyebutkan nama “petinggi di Polda Sulteng” sebagai beking.

Salah satu pengemudi berinisial Adi secara gamblang mengungkapkan bahwa adik dari seorang petinggi Polda Sulteng, berinisial A, adalah sosok yang mengendalikan bisnis ilegal ini.

Tak hanya menampung, perusahaan ini juga disinyalir melakukan pengiriman solar secara ilegal ke luar wilayah.

Mobil tangki siluman diduga beroperasi, mengirimkan BBM bersubsidi ke Morowali, Morowali Utara, dan Luwuk Banggai,seolah-olah penegakan hukum di wilayah tersebut tak berdaya.

*Korban dan Kerugian Publik*

Praktik kotor ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga secara langsung merugikan rakyat kecil. Dugaan penyelundupan BBM bersubsidi ini berpotensi menyebabkan kelangkaan dan memaksa masyarakat menengah ke bawah untuk menghadapi kesulitan ekonomi demi memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Saat rakyat berjuang, segelintir oknum dan pengusaha diduga menimbun keuntungan dari hasil kejahatan ini.

*Desakan kepada Penegak Hukum*

Publik kini menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji. Diharapkan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah segera melakukan penyelidikan menyeluruh. Audit faktur pembelian solar PT Bintang Terang Delapan Sembilan menjadi langkah awal yang krusial untuk membongkar tuntas jaringan gelap ini.

Pihak-pihak yang dikonfirmasi dalam laporan ini memilih bungkam. Pimpinan PT Bintang Terang Delapan Sembilan tidak merespons pertanyaan yang diajukan. Demikian pula dengan inisial A, yang disebut sebagai penanggung jawab, memilih untuk tidak memberikan keterangan.

Sementara itu, Humas Polda Sulteng membantah keras dugaan ini. “Itu tidak benar,” ujar Humas, seraya menambahkan bahwa informasi tersebut akan segera diteruskan ke satuan kerja terkait untuk penyelidikan.

Tantangan Bagi Institusi Penegak Hukum
Kasus ini menjadi ujian berat bagi integritas institusi penegak hukum di Sulawesi Tengah. Publik menanti keberanian aparat untuk mengusut tuntas, tanpa pandang bulu, dan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk jika ada oknum di internal mereka.

Akankah kasus ini berakhir di laci tanpa kejelasan, ataukah aparat berani membongkar borok yang sudah menjadi rahasia umum?

Hanya waktu dan tindakan nyata yang bisa menjawab.

Red”

Syamsul Bahri Ketua GWI :​Kekerasan terhadap Pers di Serang: Demokrasi di Ujung Tanduk?

Serang,
Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami sejumlah jurnalis saat meliput penyegelan pabrik milik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kampung Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.pada Kamis (21/8/2025).

Syamsul Bahri Ketua DPD GWI (Gabungnya wartawan Indonesia) menyatakan sikap mengutuk keras tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum keamanan pabrik.

“Kami mendesak Polres Serang dan Polda Banten agar mengungkap serta menangkap para pelaku kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas keamanan PT GRS,” Cetus Syamsul.

Insiden kekerasan terjadi saat wartawan sedang melakukan peliputan atas penyegelan pabrik PT GRS oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Beberapa wartawan mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kekerasan terhadap jurnalis di Serang bukanlah insiden biasa, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik. Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami jurnalis saat meliput penyegelan pabrik PT GRS oleh oknum keamanan menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan hukum bagi insan pers di Indonesia.

Ironisnya, insiden ini terjadi saat jurnalis sedang menjalankan tugas yang dijamin oleh Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.

​Pertanyaannya, mengapa masih ada oknum yang berani melakukan tindak kekerasan sebrutal itu di tengah tugas yang dilindungi undang-undang? Jawabannya terletak pada lemahnya penegakan hukum. ujar Syamsul Bahri.

Desakan dari Ketua GWI DPD Banten untuk mengusut tuntas kasus ini seharusnya tidak perlu terjadi jika aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Serang dan Polda Banten, proaktif dalam melindungi kebebasan pers. Jika pihak berwenang tidak segera bertindak, ini akan mengirimkan sinyal berbahaya: bahwa kekerasan terhadap pers adalah hal yang bisa ditoleransi, dan pelaku kekerasan akan lolos dari jerat hukum.

*​Kekerasan sebagai Ancaman terhadap Demokrasi*

​Tindakan oknum keamanan PT GRS ini bukan hanya serangan fisik terhadap individu jurnalis, melainkan juga serangan langsung terhadap pilar demokrasi.

” Pers adalah pilar keempat yang bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dan kepentingan publik. Ketika jurnalis dihalang-halangi, bahkan dipukuli, saat meliput penyegelan sebuah pabrik—sebuah isu yang sangat relevan dengan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat—itu berarti ada upaya untuk membungkam kebenaran.
​Tindakan ini jelas merupakan bentuk arogansi kekuasaan, di mana pihak-pihak yang merasa terganggu oleh liputan media menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mengendalikan narasi,” Tegas Syamsul

Jika kekerasan seperti ini dibiarkan, maka kebebasan pers akan mati secara perlahan. Jurnalis akan hidup dalam ketakutan, dan masyarakat akan kehilangan akses terhadap informasi yang akurat dan berimbang. Inilah mengapa kasus ini tidak boleh dianggap remeh; ini adalah ujian bagi komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

“Kami meminta seluruh rekan-rekan jurnalis untuk bersolidaritas dan bersama-sama melawan kekerasan terhadap pers. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kebebasan pers secara keseluruhan,” tutup Syamsul. Jumat (22/8/25).

(RedaksiTim)

Tambang Emas Ilegal di Ketapang Diduga Dibiarkan Aparat, Publik Tagih Komitmen Presiden

Ketapang, Kalimantan Barat | 21 Agustus 2025 –

Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di aliran sungai Desa Tanjung Labai dan Desa Pandulangan, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, masih berlangsung tanpa tersentuh aparat penegak hukum (APH). Temuan investigasi awak media pada Kamis (21/8) mendokumentasikan langsung aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

Seorang warga berinisial AW yang nama disamarakan bukan sebenarnya namaun dapat dipertanggung jawabkan demi keselamatan dan keamanan pribadi serta keluarganya mengungkapkan bahwa praktik PETI sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan maupun peringatan dari aparat. “Tidak pernah ada teguran. Tambang ini jalan terus,” ujarnya. Pernyataan serupa disampaikan beberapa warga lain di sekitar lokasi.

Dugaan kuat menguat di kalangan masyarakat bahwa operasi PETI ini mendapat “beking” dari oknum aparat dan pihak terkait di Ketapang. Publik mempertanyakan kinerja Polres Ketapang, jajaran Polsek, serta Polda Kalbar yang dinilai tutup mata terhadap kerusakan lingkungan akibat praktik tambang ilegal tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI menegaskan komitmennya memberantas tambang ilegal beserta para bekingnya. Namun, masyarakat kini menantikan realisasi janji itu. “Presiden harus membuktikan ucapannya, jangan hanya sebatas retorika. Jika aparat di daerah tidak mampu menindak, segera copot pejabatnya, termasuk Kapolda, bahkan Kapolri bila perlu,” tegas seorang pemerhati lingkungan nasional saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon.

Praktik PETI di Ketapang juga disebut terkait dengan mafia distribusi BBM subsidi. “Semua sudah terorganisir dengan rapi,” tambah pengamat tersebut.

Media akan terus memantau perkembangan kasus ini serta mengumpulkan data tambahan di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu konfirmasi resmi dari Polres Ketapang, Polda Kalbar, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Sebagai bentuk keberimbangan berita, redaksi tetap membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi dari seluruh pihak sesuai dengan ketentuan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Sumber : AW Warga Masyarakat

Red”

Kasihhati : Sulit Diterima Akal Waras, Utang PLN Terus Membengkak, Evaluasi Kinerja Menteri BUMN, Copot Dirut PLN..!

JAKARTA,
Kinerja keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN jadi sorotan publik. Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara (PTN) Dra.Kasihhati , mencatat hutang PLN terus membengkak di tengah penurunan laba bersih perusahaan milik negara tersebut.

“Total utang PLN pada tahun 2024 mencapai Rp711,2 triliun, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp655 triliun,berarti dalam kurun waktu satu tahun, utang perusahaan bertambah Rp56,2 triliun, atau setara dengan sekitar Rp4,7 triliun per bulan dan Rp156,7 miliar per hari.” kata Dra.Kasihhati pada Kamis,(21/8/2025) saat diwawancara awak media di bilangan Jakarta.

“Ini sulit diterima akal waras,PLN adalah perusahaan dengan hak monopoli dalam penyediaan listrik nasional, tetapi malah mengalami penurunan laba dan pembengkakan hutang secara drastis,” tegas Kasihhati.

Kasihhati memaparkan bahwa laba PLN menurun dari Rp22 triliun pada 2023 menjadi Rp17,7 triliun pada 2024, atau turun sekitar Rp4,3 triliun. Kondisi ini disebut menandakan lemahnya efisiensi dan tata kelola perusahaan.

Menanggapi temuan hasil investigasi tersebut, Kasihhati mendesak pemerintahan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi dan mencopot Direktur Utama PLN..!

“Sudah waktunya pemerintah Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto turun tangan. Jangan biarkan rakyat menanggung beban manajemen yang gagal mengelola perusahaan negara,” geramnya.

“Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto harus memberi sangsi tegas kepada Menteri BUMN Erick Tohir yang dinilai tidak becus dalam memimpin Kementrian BUMN terkait carut marutnya perusahaan milik negara yang memiliki hak monopoli dalam penyediaan listrik nasional!” pungkas Srikandi nomor satu di Perempuan Tangguh Nusantara .

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PLN maupun Kementerian BUMN belum memberikan konfirmasi resmi atas desakan pencopotan Dirut PLN Darmawan Prasojo terkait laporan keuangan yang disoroti oleh Perempuan Tangguh Nusantara .

(Tim)

Janji Tukar Guling Tak Terbukti, PN Klaten Tinjau Lahan Pasar Teloyo

Klaten – Jumat (22/8/2025). Pengadilan Negeri (PN) Klaten yang di pimpin Hakim Ananta melanjutkan sidang sengketa tanah Pasar Purwo Rahardjo, Desa Teloyo, dengan agenda pengecekan titik batas lokasi sengketa pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Perkara ini bermula dari gugatan perdata yang diajukan Sri Mulasih terkait pemanfaatan lahan pasar di Desa Teloyo dengan nilai gugatan mencapai Rp50 miliar.

Gugatan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Desa Teloyo, Pemkab Klaten, BPKPAD Klaten, serta BPN Klaten. Perkara tercatat dalam nomor registrasi 53/Pdt.G/2025/PN Kln dan hingga kini masih berproses.

Kuasa hukum penggugat, Asy’adi Rouf bersama Juned Wijayatmo, SH, MH, menegaskan bahwa gugatan ini merupakan kelanjutan dari persoalan lama yang tak kunjung selesai.

“Dulu pernah didalilkan bahwa tanah tersebut sudah diganti Pemdes. Tetapi sampai sekarang tidak jelas bukti tukar gulingnya. Seharusnya ada dokumen resmi,” ujar Asy’adi.

Ia menambahkan, status tanah hingga kini masih tercatat sebagai sertifikat hak milik (SHM) atas nama Slamet Siswosuharjo, sementara ahli waris tetap rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Ahli waris masih bayar PBB atas nama Mbah Slamet. Status tanah SHM juga masih di BPN atas nama beliau,” imbuhnya.

Meski pernah dijanjikan tanah pengganti, menurut kuasa hukum, hingga saat ini tidak ada realisasi tukar guling dari pemerintah desa. Kondisi inilah yang menjadi dasar gugatan ahli waris.

Agenda pengecekan lapangan oleh majelis hakim PN Klaten diharapkan memperjelas posisi dan batas objek tanah yang disengketakan, sebelum masuk ke tahapan sidang berikutnya. (*)

Red”

Ratusan Personel Polda Sulteng Mengamankan Kunjungan Wapres di Poso

POSO, Ratusan personel Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mengamankan kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Poso, Jumat (22/8/2025) untuk mengunjungi korban dan lokasi gempa magnitudo 5.8.

Ratusan personel tersebut merupakan gabungan Polda Sulteng, Polres Poso dan Polres Parigi Moutong yang akan mengamankan rute dan lokasi yang dikunjungi Wakil Presiden.

Pelaksana harian Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Sugeng Lestari mengatakan 664 personel Polda Sulteng dipersiapkan untuk mengamankan kunjungan kerja Wakil Presiden di Kabupaten Poso.

“Ada 664 personel gabungan Polda Sulteng, Polres Poso dan Polres Parigi Moutong yang saat ini sudah siap mengamankan kunjungan kerja Wakil Presiden di Kabupaten Poso,” kata AKBP Sugeng lestari.

Ada beberapa lokasi yang akan diamankan saat kunjungan Wapres, diantaranya Bandara Kasiguncu, SDN 1 Tangkura, Sekolah Darurat di Lapangan sepak bola Desa Tangkura, Masj8d Al Ikhlas Desa Platiwunga dan RSUD Poso, ungkapnya.

Ratusan personel Polri tersebut, nantinya akan bergabung dengan TNI dan instansi terkait lainnya untuk mengamankan kunjungan Wakil Presiden selama berada di Kabupaten Poso, pungkasnya

Red”

CERMIN PROFIL SEORANG PEMIMPIN* (Dede Farhan Aulawi)

Pada suatu malam, *Sayidina Umar bin Khattab* melakukan “blusukan” atau kunjungan tanpa pemberitahuan ke wilayah-wilayah di Madinah untuk melihat kondisi rakyatnya. Dalam sunyi ia melihat, dalam gelap ia mendengar.

Dalam perjalanannya, beliau mendengar suara tangisan anak-anak yang kelaparan. Beliau mendekati sumber suara tersebut dan menemukan seorang wanita bersama anak-anaknya di dalam sebuah gubuk yang sangat sederhana. Wanita itu sedang memasak sesuatu di atas tungku, tetapi masakannya hanyalah air yang diberi batu agar terlihat seperti sedang memasak dan anak-anaknya mengira itu adalah makanan.

Umar bertanya kepada wanita itu, mengapa dia tidak memberikan makanan kepada anak-anaknya. Wanita itu menjawab bahwa mereka tidak punya makanan dan dia hanya mencoba menenangkan anak-anaknya dengan pura-pura memasak.

Mendengar hal itu, Umar merasa sangat sedih dan prihatin. Beliau segera kembali ke Baitul Mal (kas negara) dan mengambil sendiri gandum, kurma, dan bahan makanan lainnya. Beliau membawanya kembali ke gubuk wanita tersebut dan memasaknya sendiri. Setelah makanan matang, Umar memberikan makanan tersebut kepada wanita dan anak-anaknya. Beliau juga berjanji akan membantu mereka dan memastikan mereka tidak akan kelaparan lagi.

Perut beliau tidak pernah kenyang sepanjang masih ada rakyatnya yang merasakan lapar. Beliau tidak pernah membuat istana yang megah selama masih ada rakyatnya yang tidak punya rumah atau hidup di gubuk – gubung reyot. Beliau selalu membayangkan beratnya pertanggungjawaban di hadapan Allah, jika masih ada rakyatnya yang miskin.

Masih adakah profil pemimpin seperti itu …???

Red”

Dede Farhan Aulawi Cermati Perkembangan dan Waspadai Sabotase Politik

” Politik itu sangat cair, sehingga sangat menarik untuk mencermati setiap perkembangan dan dinamikanya. Paling tidak, bisa memberikan sumbang saran pemikiran jika dinilai ada potensi yang dapat menggangu kondusifitas keamanan. Inilah core bussines dari disiplin ilmu Intelijen Politik. Untuk itulah diperlukan adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya
sabotase politik sebagai peringatan atau ajakan agar masyarakat, organisasi, atau individu berhati-hati terhadap tindakan-tindakan tersembunyi atau manipulatif yang dilakukan untuk merusak, menggagalkan, atau mengganggu politik dan keamanan “, ujar Pemerhati Politik dan Keamanan Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Jum’at (22/8).

Hal tersebut ia sampaikan dalam obrolan santai dengan beberapa awak media. Menurutnya, sabotase politik adalah tindakan disengaja yang ditujukan untuk mengganggu atau merusak stabilitas politik, reputasi pimpunan, partai politik, atau mengganggu proses demokrasi melalui cara-cara tidak etis atau ilegal. Bentuknya bisa sangat beragam, misalnya penyebaran disinformasi atau hoaks, pembocoran data pribadi atau rahasia negara, infiltrasi ke dalam organisasi politik, penggiringan opini publik melalui media sosial, mengadu domba antar kelompok atau partai, pemanfaatan institusi untuk tujuan politis (misalnya, kriminalisasi lawan politik), atau munculnya kebijakan di level pembantu pemerintah untuk merusak citra pimpinannya.

Pada kesempatan tersebut, Dede pun berharap kewaspadaan semua ekemen bangsa terhadap hal tersebut, karena sabotase politik dinilai dapat menghancurkan kepercayaan publik terhadap proses demokratis dan pemerintah itu sendiri. Mengganggu stabilitas nasional, bahkan bisa memicu konflik horizontal atau polarisasi masyarakat.

” Target sabotase bisa kehilangan reputasi, kehilangan kekuasaan, bahkan kehilangan kebebasan “, imbuhnya.

Selanjutnya Dede juga menggaris bawahi tanda-tanda ada atau tidaknya Sabotase Politik. Tanda – tanda tersebut misalnya munculnya isu sensasional, adanya kebocoran data atau dokumen yang merugikan pihak tertentu secara tiba-tiba, kampanye hitam (black campaign) tanpa dasar yang jelas, provokasi atau propaganda masif yang bertujuan memecah belah, dan tuduhan atau serangan hukum yang tidak proporsional, serta bergeraknya operasi garis dalam.

” Untuk itu dalam situasi seperti ini diperlukan sikap yang bijak, misalnya kritis terhadap informasi yang berkembang. Jangan mudah percaya, periksa sumbernya. Jaga integritas politik dan jangan ikut menyebarkan kebohongan.
Gunakan jalur hukum jika dirugikan dan jangan main hakim sendiri. Edukasi masyarakat. Bantu orang lain memahami bahaya sabotase politik “, pungkasnya.

Red”

Pengawas .SD.TK PENILIK DAN SMP kota Pekanbaru turut Meriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80.

Pekanbaru, kamis, 21 Agustus merupakan hari kenangan bagi pengawas SE kota Pekanbaru, (Pengawas SD, TK, Penilik dan SMP) yang mana bersama turut Memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80 secara kekeluargaan (Kamis, 21/08/2025)

Acara kegembiraan ini berlangsung sederhana, sebagai wujud kehormatan terhadap para pahlawan dalam memberikan Kemerdekaan kepada Rakyat Indonesia.

Selain Memeriahkan Hari kemerdekaan Republik Indonesia, Ovet juga mengatakan ini sebagai wujud untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama pengawas kota Pekanbaru. Acara berlangsung pagi hari jam 7 sampai dengan selesai tepatnya di stadiun Rumbai kota Pekanbaru.

Walaupun acara yang dibuat tak seramai seperti yang lain, tapi Kemeriahan dan keakraban yang membuat kami sebagai Pengawas Pendidikan kota Pekanbaru merasa puas dalam kegiatan tersebut ungkap Ovet selaku pengawas di kecamatan Rumbai. Karena selama menjalankan tugas terkadang ada keseriusan dalam pengawasan disekolah. Maka dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kami Pengawas Pendidikan Pekanbaru berupaya untuk menghibur diri dengan membuat kegiatan yang sederhana seiring dengan Memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga tugas selanjutnya bisa lebih santai dan rileks tapi pasti lanjut Ovet.

Ovet juga mengatakan kegiatan yang kami lakukan tentunya dengan berbagai perlombaan sederhana dan akan diberikan hadiah atau door prize untuk peserta sebagai hadiah hiburan. Sehingga ada kegiatan tentunya ada hiburan. Kegiatan sangat sederhana tapi menurut kami sangat meriah ucap Ovet pada saat memberikan penjelasan kepada awak media melalui WhatsApp.

Kegiatan Pengawasan Pendidikan kota Pekanbaru yang di ketuai oleh Ovet, menyampaikan Semoga kegiatan ini akan terus kami lakukan di hari-hari tertentu agar rasa persaudaraan antar Pengawas Pendidikan kota Pekanbaru dapat terjalin. Sehingga kami akan terus memperbaiki Pendidikan yang lebih baik khususnya untuk kota Pekanbaru tegasnya. (Tim)

 

Red”

Dede Farhan Aulawi Bicara Tokenisasi Aset dan Prospek Masa Depan Keuangan

” Saat ini dunia terus berevolusi dengan cepat dalam berbagai bidang, termasuk pada masa depan keuangan. Salah satunya muncul dalam format Tokenisasi Aset. Tokenisasi aset pada dasarnya menggambarkan perubahan besar yang dibawa oleh teknologi blockchain dan tokenisasi dalam memahami, memperdagangkan, dan memiliki aset “, ujar Pemerhati Digital Asset Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Kamis (21/8).

Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi ringan terkait Tokenisasi Aset bersama beberapa koleganya. Menurutnya, Tokenisasi Aset pada dasarnya merupakan proses untuk mengubah hak kepemilikan atas aset nyata atau digital menjadi token digital yang disimpan di atas blockchain.

Adapun aset yang bisa ditokenisasi mencakup properti (tanah, rumah, apartemen), saham dan obligasi, barang seni dan koleksi, emas dan komoditas, serta aset tidak berwujud seperti royalti atau hak cipta.

Pada kesempatan tersebut, iapun menjelaskan bagaimana Tokenisasi dapat mengubah masa depan keuangan karena aksesibilitasnya yang dinilai lebih luas dan likuiditasnya lebih tinggi, serta efisiensi transaksi. Token memungkinkan kepemilikan fraksional, misalnya, seseorang bisa memiliki 0,01% dari gedung apartemen. Disamping itu juga membuka peluang investasi ke publik yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh investor besar.

Kemudian token juga bisa diperdagangkan di platform sekunder dalam 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Aset yang sebelumnya sulit dijual (seperti properti) bisa lebih likuid. Mengurangi perantara seperti notaris atau broker. Proses kepemilikan dan transfer lebih cepat, murah, dan transparan. Blockchain menyimpan catatan transaksi yang tidak bisa diubah. Selanjutnya meminimalkan risiko manipulasi dan penipuan, dan merupakan Inovasi Produk Keuangan.

” Disamping itu, munculnya instrumen baru seperti token sekuritas, NFT keuangan, atau DeFi (decentralized finance) berbasis aset nyata. Apalagi menurut analis Mc Kensey, kapitalisasi pasar aset yang ditokenisasi bisa mencapai US$2 triliun pada 2030 (skenario moderat), bahkan US$4 triliun (skenario optimistis). Perkiraan lebih ambisius, Security Token Market (dikutip CoinDesk) memprediksi pasar bisa melesat sampai US$30 triliun di 2030 “, tambah Dede.

Perkembangan tokenisasi aset ini sudah tentu akan berdampak pada dunia keuangan, seperti :
– Bank dan lembaga keuangan harus beradaptasi dengan model baru.
– Regulator perlu mengembangkan kerangka hukum untuk tokenisasi.
– Investor ritel memiliki lebih banyak peluang dengan risiko dan keuntungan baru.

” Siap tidak siap, mau tidak mau akhirnya kita akan tiba di dunia baru lebih cepat dari prognosa sebelumnya. Siapapun yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, maka ia akan menikmati alunan dan irama zaman. Dan sebaliknya jika tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan, maja mereka akan menjadi bagian dari entitas ketertinggalan dan digilas oleh laju peradaban “, pungkas Dede dengan penuh semangat sesuai gaya khasnya.

 

Red”