Beranda blog Halaman 83

Komenwa Indonesia (KI) Mengikuti Kirab Hari Nasional Veteran 2025* Minggu,10 Agustus 2025.

Jakarta_ 100 (personil) atau 1 SSK terdiri dari senior dan organik yon 9 AMD Komando Resimen Mahasiswa Indonesia (KI) yang dipimpin langsung oleh Komandan Komenwa Indonesia Dr Datep Purwa Saputra S.Sos., MM.,MH.,MBA mengikuti Kirab Hari Veteran Nasional pada hari Minggu tanggal 10 Agustus 2025.

Peserta Kirab terdiri dari para Legeun Veteran Republik Indonesia (LVRI) seperti PKRI, Trikora,Dwikora, Seroja dan Pasukan Perdamaian Internasiknal (PBB) yang juga didukung oleh Komenwa Indonesia, PPM, Pramuka dan IPSI.

Kirab di lepas oleh Ketum LVRI
Letnan Jenderal TNI (Purn) H.B.L. Mantiri. Dimulai dari Patung Kuda Kencana sd Bundaran HI dan dilanjukan dengan acara pertunjukan sejarah perjuana dalam mempertahankan Kemerdekaan pada saat agresi meliter belanda di Solo tanggal 7-10 Agustus 1948 yang di jadikan titik tolak Hari Veteran Nasional berdasarkan Keppres Nomor 30 Tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Datep menyampaikan pada media bawa hari veteran nasional berangkat dari pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Solo pada tahun 1948 itu perlawanan terhadap agresi militer Belanda dengan TKR/TNI yang di dalamnya ada TRIP (TP/TGP dan CM) atau Brigade 17 TRIP yang nilai-nilai semangat kejuanganya dilanjutkan oleh Resimen Mahasiswa seperti kami organisasi Komando Resimen Mahasiswa (Komenwa) Indonesia. Jadi Komenwa Indonesia wajib memahami sejarah ini. Agar tidak salah arah bahwa Komenwa itu lahir untuk melanjutkan nilai kejuangan TRIP bukan untuk kepentingan politik praktis tapi melaksankan politik negara dalam mempertahankan NKRI, Pancasila dan UUD45 serta menjaga keutuhan dan kerukunan masyarakat Indonesia dalam bingkai Bineka Tunggal Ika pungkas Datep Dankomenwa Indonesia mengakhiri wawancara dengan media.
@red.

#LVRI
#KomenwaIndonesia
#Pramarin
#MatraLaut

Jaga Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif,Polsek Serang Baru Patroli dan Himbau Warga di Taman Wisata Palem Indah

Bekasi – Dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polsek Serang Baru melaksanakan Patroli Preventif dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) di kawasan wisata.

Kegiatan patroli yang berlangsung pada Minggu (10/8/2024) pukul 13.00 WIB ini dipimpin oleh IPTU Sopyan ES selaku Padal/Kanit Bimas, didampingi Aipda Ahmad SY, Briptu Sinyo W., dan personel keamanan setempat Ahmad. Lokasi yang menjadi sasaran adalah Taman Wisata Palem Indah, Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Dalam patroli tersebut, petugas memberikan imbauan kepada pengelola agar memperkuat sistem keamanan internal, menambah personel security, memasang CCTV di titik-titik strategis, serta menyediakan spanduk imbauan Kamtibmas.

Selain itu, personel kepolisian juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang sedang berkunjung, termasuk mengingatkan orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak di area wisata.

Hingga patroli berakhir, situasi di kawasan Taman Wisata Palem Indah terpantau aman dan kondusif. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polsek Serang Baru untuk mencegah potensi tindak kriminal, khususnya di lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat pada akhir pekan.

(Red)

Judi Sabung Ayam Kembali Marak di Putussibau, Dugaan Kebal Hukum Menguat

Putussibau Kapuas Hulu, Kalbar – 10 Agustus 2025

Aktivitas judi sabung ayam kembali mencuat di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memicu kekhawatiran publik terkait lemahnya penegakan hukum di daerah tersebut. Beredar video di sejumlah grup WhatsApp yang memperlihatkan persiapan pengiriman ayam jantan dari Kabupaten Sintang menuju arena sabung ayam di Putussibau, diduga berlangsung pada 8–10 Agustus 2025.

Dalam video yang diterima redaksi, terlihat beberapa pria mengangkat kotak-kotak berlubang berisi ayam jantan ke sebuah mobil berwarna silver. Setidaknya tujuh kotak berisi ayam dipindahkan dari sebuah kandang di wilayah Sintang. Pesan singkat yang menyertai video menyebutkan, “Bos dari Sintang siap OTW arena yang baru arah Putussibau.”

Kapolsek Putussibau Utara, IPTU Jauhari, sebelumnya pernah menyebut kepada media identitas seorang terduga pelaksana kegiatan ini, yakni AP. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan tegas yang diambil oleh aparat penegak hukum (APH) terhadap para pelaku maupun lokasi arena yang disebut-sebut beroperasi kembali.

Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa para pelaku merasa kebal hukum, sehingga aktivitas terlarang tersebut bisa berjalan tanpa hambatan. Tokoh masyarakat di Putussibau menilai, jika praktik ini terus dibiarkan, dampaknya akan merusak kondisi sosial warga, meningkatkan potensi kriminalitas, dan menjerumuskan generasi muda ke lingkungan negatif.

Landasan Hukum dan Potensi Jerat Pidana
Perjudian sabung ayam masuk kategori tindak pidana sebagaimana diatur dalam:

Pasal 303 ayat (1) KUHP: Pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta bagi yang menawarkan atau memberi kesempatan bermain judi tanpa izin.

Pasal 303 bis ayat (1) KUHP: Pidana penjara maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp10 juta bagi yang ikut serta bermain judi di tempat yang dapat dikunjungi umum tanpa izin.

Pasal 55 ayat (1) KUHP: Setiap pihak yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta dapat dipidana setara pelaku utama.

Pasal 421 KUHP: Pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk membiarkan tindak pidana dapat diancam penjara hingga 5 tahun.

Pengamat hukum pidana menegaskan, selain pelaku di arena, pihak yang mengetahui tetapi sengaja membiarkan praktik perjudian juga bisa dijerat hukum.

Publik kini menunggu langkah nyata aparat untuk menutup arena sabung ayam di Putussibau dan memproses hukum semua pihak yang terlibat. Tanpa tindakan tegas, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Penulis : Tim Aktivis 98

kirab hari Veteran Nasional 2025,akandihadiri baik pejuang Trikora, dwikora, dan seroja pada acara havetnas.

Jakarta, beberapa sosok pejuang sesepuh yang terlibat dalam pejuang kemerdekaan RI baik Trikora, dwikora dan seroja akan berkumpul dihari Veteran Nasional, (10/08/2025).

Kirab yang dilaksanakan pada saat car free day (CFD) dijakarta dari patung Arjuna Wijaya ,patung kereta kuda di jalan medan merdeka barat dan finish di bundaran HI jakarta.

Sekitar 500 orang Veteran RI akan mengikuti kirab, selain itu juga ada paskibra, piveri ( persatuan istri Veteran) PPM ( pemuda Panca Marga), dan pimpinan Komenwa Dr. Datep PS sebagai (danKomenwa Indonesia) pramuka dari Ka. Kwarda DKI jaya Dr Isnawa Adie, IPSI/PPS putra Betawi dengan ketua umum nya Mayjend. TNI (P) H. Nachorwi Ramli, S.E dan komunitas sepeda Onthel.

Demikian dikatakan oleh kepala departemen Kominfo DPP LVRI irjen pol (P) Drs. Jackie Uly, M.H selaku ketua kirab Harvetnas 2025.

Kirab didahului oleh Drumband, barisan membawa bendera merah putih karya dharma, dan seluruh peserta ( -+) 1.000 orang “ucap kepada awak media”.(9/08/2025).

Dengan adanya kirab ini, maka diharapkan untuk penerus bangsa ini akan mengetahui para pejuang yang telah melakukan perlawanan terhadap penjajah sehingga Indonesia merdeka”,.

Acara dihadirkan :
1. Ketua Umum DPP LVRI
2. DanKomenwa Indonesia.
3. Parah tokoh pejuang berusia 80 tahun, 95 tahun
4. dll.

Pada acara kirab, panitia mengadakan lomba membuat konten dengan latar belakang kirab Harvetnas 2025. ” Ucapnya”.

Redaksi”

kirab hari Veteran Nasional 2025,akandihadiri baik pejuang Trikora, dwikora, dan seroja pada acara havetnas.

Jakarta, beberapa sosok pejuang sesepuh yang terlibat dalam pejuang kemerdekaan RI baik Trikora, dwikora dan seroja akan berkumpul dihari Veteran Nasional, (10/08/2025).

Kirab yang dilaksanakan pada saat car free day (CFD) dijakarta dari patung Arjuna Wijaya ,patung kereta kuda di jalan medan merdeka barat dan finish di bundaran HI jakarta.

Sekitar 500 orang Veteran RI akan mengikuti kirab, selain itu juga ada paskibra, piveri ( persatuan istri Veteran) PPM ( pemuda Panca Marga), dan pimpinan Komenwa Dr. Datep PS sebagai (danKomenwa Indonesia) pramuka dari Ka. Kwarda DKI jaya Dr Isnawa Adie, IPSI/PPS putra Betawi dengan ketua umum nya Mayjend. TNI (P) H. Nachorwi Ramli, S.E dan komunitas sepeda Onthel.

Demikian dikatakan oleh kepala departemen Kominfo DPP LVRI irjen pol (P) Drs. Jackie Uly, M.H selaku ketua kirab Harvetnas 2025.

Kirab didahului oleh Drumband, barisan membawa bendera merah putih karya dharma, dan seluruh peserta ( -+) 1.000 orang “ucap kepada awak media”.(9/08/2025).

Dengan adanya kirab ini, maka diharapkan untuk penerus bangsa ini akan mengetahui para pejuang yang telah melakukan perlawanan terhadap penjajah sehingga Indonesia merdeka”,.

Acara dihadirkan :
1. Ketua Umum DPP LVRI
2. DanKomenwa Indonesia.
3. Parah tokoh pejuang berusia 80 tahun, 95 tahun
4. dll.

Pada acara kirab, panitia mengadakan lomba membuat konten dengan latar belakang kirab Harvetnas 2025. ” Ucapnya”.

Redaksi”

Kirab Harvetnas 2025

Jakarta – Beberapa sosok pejuang sepuh yang terlibat dalam perjuangan Indonesia, baik Pejuang Kemerdekaan RI, Trikora, Dwikora, dan Seroja dihadirkan pada acara Kirab Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2025, Minggu (10/8/2025).

Hingga kini jumlah

Pejuang Kemerdekaan RI semakin berkurang, sehingga kehadiran para Veteran RI sangatlah langka.

Kirab yang akan dilaksanakan pada saat car free day (CFD) Jakarta start dari Patung Arjuna Wijaya (Patung Kereta Kuda) Jl Medan Merdek Barat, Jakarta dan finish di Bundaran HI, Jakarta.

Sekitar 500 orang Veteran RI akan mengikuti Kirab, selain Paskibra, Piveri (Persatuan Istri Veteran RI), Pemuda Panca Marga (PPM), Komenwa Indonesia dibawah pimpinan Dr.Datep PS /Danko, Pramuka dari Kwarda DKI JAYA dgn Ka Kwarda Dr.Isnawa Adie , IPSI /PPS PUTRA BETAWI dgn Ketum nya Mayjen.TNI(P) H Nachrowi Ramli,SE, dan Komunitas Sepeda Onthel Jakarta.

Demikian dikatakan oleh Kepala Departemen Kominfo DPP LVRI Irjen Pol Purn Drs. Jacki Uly, M.H. selaku Ketua Kirab Harvetnas 2025.

“Kirab akan didahului dengan Drumband. kemudian barisan yang membawa Bendera Merah Putih dan Bendera Karya Dharma. Jadi sangat meriah sekali.Peserta Kirab seluruhnya lebih dari 1.000 orang,” katanya kepada pers, di Mabes LVRI, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025) siang.

Tokoh pejuang yang akan hadir di antaranya I Gusti Bagus Saputera, S.H. dari Bali yang usianya 95 tahun. Beliau terlibat dalam perang Puputan Margarana yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Kemudian, AKBP Purn Soerito dari Jakarta Timur yang berusia 80 tahun, dan Dr. (HC) Hengky Suryawan dari Tanjung Pinang, Kepri yang berusia 77 tahun.

“Selain itu banyak Veteran yang menggunakan kursi roda hadir mengikuti Kirab,” kata Ketua Kirab.

Sekjen DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono menjelaskan Kirab sengaja diselenggarakan pada saat CFD Jakarta, di saat masyarakat melakukan kegiatan olahraga. “Karena tanggal 10 Agustuslah Hari Veteran Nasional (Harvetnas) diperingati. Jika dihitung, maka tanggal 10 Agustus lagi pada hari Minggu akan jatuh pada tahun 2031. Kegiatan Kirab tersebut memperoleh dukungan penuh dari Kemhan RI, Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya, termasuk TransJakarta yang akan mengajak tur para Veteran RI; Wali Kota Surabaya, dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya..

Diharapkan dengan adanya Kirab tersebut , maka generasi penerus bangsa ini akan mengetahui para Pejuang yang telah melakukan perlawanan terhadap penjajah, sehingga Indonesia merdeka.

Pada akhir acara Kirab akan digelar teatrikal dari Surabaya yang menggambarkan pertempuran empat hari di Solo, Jawa Tengah. Teatrikal akan dilaksanakan di pelataran trotoar Plaza Indonesia, Jakarta.

Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI Purn Herman Bernhard Leopold (HBL) Mantiri selain menyampaikan pidato juga akan menganugerahkan Tanda Penghargaan Bintang LVRI kepada Ketua DPC LVRI Surabaya Kolonel Laut Purn Gitoyo serta piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya Kirab 2025.

Pada acara Kirab, panitia mengadakan lomba membuat konten dengan latar belakang Kirab. Hadiah jutaan rupiah disiapkan oleh panitia untuk beberapa orang juara.
*Merdeka*!!!

Redaksi :
*Dr H M.Zarkasih, SH.,MH.MSi* Karo Bankum LVRI/ Pembina Komenwa Indonesia/Waka Kwarda DKI JAYA Bidang Sakoma.

Mafia Tanah di Gresik Terbongkar, Kades Glindah dan Sejumlah Oknum Diduga Terlibat Rampas Petok D

GRESIK – Praktik dugaan mafia tanah yang melibatkan sejumlah oknum aparatur desa dan pihak swasta di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, kini menjadi sorotan publik, Sabtu 8 Agustus 2025.

Kasus ini mencuat setelah seorang petani bernama Muanah melaporkan perampasan dokumen kepemilikan tanah (Petok D) serta penjualan lahannya secara ilegal.

Menurut hasil investigasi, kasus ini bermula saat Kepala Desa (Kades) Glindah, Sutri, diduga mengambil dokumen Petok D dari tangan Muanah. Namun, tragisnya, pengambilan dokumen tersebut dilakukan sebelum pembayaran lunas. Pj. Kepala Dusun (Kasun) Polo Molladi dan Bambang BPD juga diduga ikut terlibat dalam intimidasi terhadap korban dan keluarganya untuk membungkam kasus ini.

Investigasi juga mengungkap nama Syaiful yang disebut sebagai perantara dalam dugaan penggelapan jabatan oleh Kades Sutri. Selain itu, ada nama Agus, seorang pemborong sekaligus pemilik lahan, yang diduga sebagai otak di balik skandal mafia tanah ini.

Indikasi keterlibatan mereka semakin kuat setelah ditemukan fakta bahwa lahan pertanian milik Muanah telah diubah menjadi 12 kavling siap jual. Bahkan, dua rumah permanen sudah berdiri kokoh. Salah satu kavling bahkan telah dijual kepada warga Surabaya berinisial HN, padahal Muanah belum menerima pembayaran penuh.

Pernyataan mengejutkan datang dari Saipul, marketing proyek tersebut, yang mengakui bahwa lahan itu sudah mulai dijual meskipun belum lunas. “Memang belum lunas, tapi sudah mulai dijual,” ujarnya santai.

Muanah mengaku kecewa dan merasa dikhianati. “Kepala desa minta Petok D saya, tapi uang belum lunas. Sekarang tanah saya malah sudah dibangun jadi rumah. “Saya sudah serahkan semuanya ke kuasa hukum,” katanya.

Kasus ini dikuasakan kepada Djaka Hikmatul Aulia dan Irawan. Salah satu kuasa hukum, Gus Aulia, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran hukum agraria yang serius, terutama karena melibatkan aparatur desa.

Publik mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dan menyeret semua pihak yang terlibat ke meja hijau. Hingga berita ini diterbitkan, upaya mediasi yang dilakukan tim investigasi tidak membuahkan hasil. Pihak-pihak yang terlibat tidak memenuhi panggilan untuk pertemuan. (PRIMA)

Rakyat Pati Tetap Demo 13 Agustus Meski PBB P2 Dibatalkan

Pati, Hari ini Bupati Pati Sudewo membatalkan 2 kebijakan yang berpolemik dan sudah menimbulkan kegaduhan yang berujung pada demo tanggal 13 Agustus 2025. Meskipun dua kebijakan sudah dibatalkan namun masyarakat yang dalam aliansi masyarakat Pati bersatu akan tetap melaksanakan aksi demo pada tanggal 13 Agustus nanti.

Dua kebijakan yang dibatalkan adalah kenaikan PBB P2 250% resmi dibatalkan kembali ke posisi sebelumnya dan pembatalan yang kedua adalah anak sekolah yang masuk 5 hari kembali ke aturam lama yakni tetap 6 hari seperti biasa. Seiring dengan pembatalan dua kebijakan banyak terjadi simpang siur dan masyarakat bertanya apakah demo dilanjutkan atau tidak, saat awak media menghubungi tim kuasa hukum dari masyarakat yang akan berdemo Dr Nimerodin Gulo, S.H., M.H dari LBH Teratai mengatakan demo tetap berlanjut, “Demo tanggal 13 tetap dilaksanakan karena selama kepemimpinan Bupati Sudewo ini baru 6 bulan sudah menunjukkan arogansi seperti preman, jadi tidak pantas dia menjadi Bupati, kita ikuti kemauan masyarakat karena dari awal memang bukan cuma pajak yang menjadi permasalahan tapi arogansi dan ke sewenang-wenangannya itu yang patut di demo jadi menurut saya karakter seperti preman itu tidak pantas menjadi Bupati Pati, ” pungkasnya
“Saya dengar ada yang membatalkan demo yaitu Si Yayak gundul, dia itu siapa dia bukan bagian dari kami dia cuma mau ngikut ikut untuk demo aja kalau dia mau tidak demo Ya silakan tidak usah gembosin orang, Kenapa harus mengajak masyarakat yang bukan anggotanya untuk tidak ikut demo dia itu seperti pengamen di lampu merah, ” ungkap Bang gule saat dikonfirmasi via telepon.

Untuk klarifikasi resmi tim kuasa hukum juga hadir di posko penggalangan dana di alun alun Pati. Dalam jumpa pers dia mengatakan janji bupati sudewo hanya gombal. “Perlu diingat bahwa tanggal 13 Agustus itu tidak hanya sekedar bicara soal pajak dan masyarakat luas untuk memenuhi undangan bupati yang semula diminta 5.000 dia minta 50. 000 Jadi undangan itu yang hendak kita penuhi tanggal 13 Agustus, dan karakter-karakter yang menurut warga sangat buruk sekali karena itu maka salah satu yang harus diperbaiki di sini tidak hanya soal pajak tapi karakter kepemimpinan bupati yang sangat buruk harus diubah dan harus dituntaskan, ” ungkapnya.

“Saya pikir kata-kata minta maaf dari Bupati itu hanya gombal saja, itu gombal karena beliau bolak-balik mengatakan tidak akan menaikkan pajak begitu naik dia bilang bukan saya yang menaikkan, Saya merasakan begitu sudah ditanggapi dia bilang ini untuk kepentingan masyarakat dan berbagai macam. Hal yang berubah-ubah dan menurut kami karakter Bupati ini harus dikikis sampai habis kami belum percaya dengan kata-kata minta maaf Bupati, ” ungkapnya.

/Tim.

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek

Jumat 8 Agustus 2025, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat
Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 2
(dua) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Kementerian
Pendidikan, Budaya, Riset Teknologi (DIKBUDRISTEK) Republik Indonesia dalam Program
Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 s.d. 2022, berinisial:
1. MA selaku Direktur PT Tixpro Informatika Megah tahun 2020.
2. PI selaku Karyawan PT Tera Data Indonesia.
Adapun kedua orang saksi yang diperiksa berkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana
korupsi pada Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset Teknologi (DIKBUDRISTEK) Republik
Indonesia dalam Program Digitalisasi Pendidikan tahun 2019 s.d. 2022 atas nama Tersangka
MUL.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan
dalam perkara dimaksud.
Jakarta, 8 Agustus 2025

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H

Korupsi Riau Stadium 4: Jika Negara Masih Bungkam, Maka Keadilan Sudah Mati”

Pekanbaru –08-08-2025.

Lembaga Anti Korupsi Riau (LAKR) memuntahkan pernyataan keras bak palu godam: Korupsi di Riau sudah stadium empat! Bukan lagi sekadar kasus-kasus terselubung, tapi sudah menjadi penyakit ganas yang menyebar dari pucuk hingga akar pemerintahan. Bau busuk uang rakyat yang dihisap secara sistematis menyeruak di setiap sudut birokrasi, dari legislatif, eksekutif, hingga aparat pengawas yang seharusnya menjadi benteng terakhir.

Direktur LAKR, Armilis, menegaskan di hadapan sejumlah pimpinan redaksi media di Pekanbaru bahwa lembaganya bukan pemburu kepala, bukan alat politik, dan tidak sedang bermain drama nama besar. “Kami sedang memetakan penyakit. Dan peta itu nyaris seluruhnya berwarna gelap,” tegasnya.

Menurutnya, korupsi di Riau kini bukan lagi tindakan nakal segelintir oknum. Ia telah bertransformasi menjadi arsitektur kejahatan jaringan raksasa yang saling melindungi, mengunci rahasia, dan menjaga modus. Teori Jaringan (Network Theory) yang ia kutip menjadi gambaran: para pelaku besar tak tersentuh karena mereka memiliki jaring yang kokoh, bahkan melibatkan oknum penegak hukum itu sendiri.

Armilis menuding keras lambannya aparat penegak hukum. Laporan rakyat dibiarkan membusuk di lemari, bukti-bukti terabaikan, dan kasus besar diredam sebelum menyentuh aktor utama. “Hukum tanpa eksekusi adalah ilusi. Dan ilusi keadilan jauh lebih menyakitkan daripada ketiadaan hukum itu sendiri,” katanya menghentak.

Ia juga menembak langsung kemunafikan para politisi palsu: mereka berpose di depan kamera, menjual narasi seolah pro-rakyat, tapi di balik layar justru menjadi tikus yang menggerogoti uang negara. Hidup mewah dari hasil jarahan, lalu memaksa rakyat bersyukur atas kebijakan yang sebenarnya dirancang untuk mencuri. “Ini bukan sekadar korupsi, ini kemunafikan yang dilembagakan,” ujarnya geram.

Meski demikian, LAKR menolak menyerah pada pesimisme. Armilis menegaskan perlunya kombinasi penindakan, pencegahan, dan pembinaan. LAKR siap turun tangan membantu pendidikan antikorupsi jika negara merasa kekurangan daya. “Bukan untuk panggung, tapi demi masa depan generasi,” tegasnya.

Seruan akhirnya menampar kesadaran publik: “Selama rakyat bungkam, koruptor berpesta. Jika aparat hukum masih punya akal sehat dan hati nurani, sekaranglah saatnya bangun dan bertindak!”

LAKR menutup pernyataan dengan peringatan tajam: ini bukan ancaman, bukan drama politik, melainkan panggilan darurat bagi bangsa yang berdiri di tepi jurang. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa: Apakah kita hanya akan menonton, atau ikut bergerak melawan?**(Pajar Saragih / Tim Redaksi PRIMA).