Beranda blog Halaman 651

PERESMIAN PENGGUNAAN BANTUAN SARANA PENDIDIKAN DI SMA NEGRI (1) DONDO.

Sulteng; Rabu 08 Pebruari 2023 Bupati Tolitoli Amran Hi, Yahya Kunjungan Kerja Ke Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Rangkah Acara Peresmian Di SMA Negri (1) Satu Dondo.

Peresmian ini Di Hadiri Sekab, Perwakilan Kejari, Asisten 1,2 Dan 3 yang juga Selaku Plt. Kadisdikbut Kabupaten Tolitoli, Kepala BPKAD, Kepala BPPEDA, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Toitoli, Bagian Humas, Protokol Pemkab Tolitoli, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Dan 10, Sepulus Kepala Dinas (OPD) Yang Hadir Bersama Rombongan, Kepala Dinas Dikbud Provinsi Di Wakili Oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA, Camat Dondo,Kapolsek Dondo, Danramil Dondo, ASN Kecamatan Dondo, Kepala SMP Sekecamatan Dondo, Dan Kepala Desa Sekecanatan Dondo.

Ada 5 Lima Pasilitas Yang Di Resmikan Oleh Pak Bupati, Terdiri Dari Ruang Guru, Ruang Kelas, Ruang UKS, Ruang Lab, Kimia Dan Toilet.

Kepala Sekolah SMA Negri 1, Satu Dondo Abd.Basit Sy.Hi. Mustafa, S.Pd. M,Pd. Dalam Pidatonya Menyampaikan Terimakasih Yang Sebesar besarnya Kepada Bapak Bupati Atas Waktu Dan Kehadirannya Dalam Rangkah Peresmian Pasilitas Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pisik SMA Thn, Anggaran 2022; Yang Di Bangun Di SMA Negri 1, Satu Dondo Ini Tuturnya.

Dalam Pidatonya Bupati Tolitoli Amran Hi, Yahya Menyampaikan Bahwa Betapa Pentingnya Pendidikan Di Kalakkan Demi Kenerasi Kenerasi Kita Kedepan Nanti Ia Juga Menyampaikan Bahwa 5, Lima Sampai 10, Sepuluh Tahun Kedepan Mau Jadi Pemimpi itu Tidak Tergantun Pada Garis Tangan Akan Tetapi Akan Tergantung Dari Pendidikan Olehnya itu Marilah Kita Bersama Sama Mendorong Agar Pendidikan Di Kecamtan Dondo Ini Lebih Maju Dan Menghasilkan Siswa Siswa Yang Berpotensi Untuk Masa Depan Imbuhnya.

Peresmian Di Lakukan Oleh Bupati Tolitoli Amran Hi, Yahya Dengan Menggunting Vitah.( AMRAN)

Buronan Harun Masiku Belum Tertangkap, Aktivis KAKI: Sepertinya Ketua KPK Kurang Niat Memburu dan Menangkapnya

JAKARTA – Beredar berita Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap buronan kasus korupsi Harun Masiku.

Menurutnya, salah satu kesulitan dalam penangkapan karena Harun Masiku melakukan perubahan identitas. Meski demikian, Firli menegaskan bahwa KPK tidak akan menyerah untuk memburu buronan tersebut.

Lebih lanjut, Firli mengatakan, terdapat beberapa buron yang sudah diketahui keberadaannya dan dilakukan upaya penangkapan. Akan tetapi Firli menegaskan, penangkapan terhadap seseorang harus berdasarkan hukum.

“Dan ternyata pada saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan atas namanya sudah berubah. Jadi kalau awalnya namanya adalah PT, di saat dilakukan penangkapan namanya sudah berubah jadi TTP,” jelasnya.

Menurut dia, hal itu menyulitkan KPK untuk melakukan penangkapan. Namun ia menegaskan KPK tidak akan menyerah untuk memburu para buron kasus korupsi itu.

“Empat orang kita paham masih melakukan upaya kita untuk melakukan penangkapan yang bersangkutan,” terang Firli.

Moh Hosen Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menilai Ketua KPK kurang niat untuk memburu dan menangkap Harun Masiku, ada apa. Dan Alasan karena adanya perubahan identitas itu tidak masuk akal karena untuk mencari tahu Dispenduk di Indonesia masih aktif dan tidak mungkin dia berdomisili tampa legalitas.

KPK harus mampu melakukan penangkapan kepada Harun Masiku, Karena jika tidak segera ditemukan dan ditangkap. Maka Publik Menilai KPK ada indikasi kerjasama dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menutupi Kasus yang tidak menutup kemungkinan melibatkan banyak orang besar.

Kami sebagai Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) menyarankan kepada Ketua KPK FIRLI BAHURI untuk memundurkan diri dari jabatannya. Karena sudah dinilai tidak mampu mengemban Amanah negara. Sebagaimana 5 asas kinerja KPK yang menjadi Patokan pokok sistem kerja dalam memberantas persoalan tindak pidana Korupsi di negeri ini seakan diabaikan,” Ungkap Aktivis KAKI, Kamis (09/02/2023).

Seperti diketahui, Harun Masiku merupakan eks calon legislatif PDIP yang menyuap mantan Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan terkait Penetapan Anggota DPR RI terpilih 2019-2024 di KPU. Harun Masiku masuk dalam DPO sejak 17 Januari 2020.

Sedangkan Kirana Kotama alias Thay Ming merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pada PT PAL. Dia ditetapkan sebagai buron sejak 15 Juni 2017. Lalu, Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin yang telah masuk DPO sejak 19 Oktober 2021. Dia merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik tahun 2011-2013.

Terakhir, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. Dia adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang/jasa di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua.

Ini Pesan Ny. Fera Muhammad Ali Saat Dikukuhkan Sebagai Ibu Taruna Akademi Angkatan Laut

Jakarta, 8 Februari 2023 — “Kalian semua adalah calon-calon pemimpin TNI AL di masa mendatang. Oleh karena itu, seberat apapun beban kalian dalam mengikuti pendidikan ini jangan pernah menyerah namun hendaknya kalian jadikan sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi dalam rangka membangkitkan semangat dan motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik”, pesan Ny. Fera Muhammad Ali kepada seluruh Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) saat dikukuhkan sebagai Ibu Taruna AAL di Lapangan Aru, Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Selasa (7/2).

Ibu Taruna AAL merupakan gelar yang diberikan kepada Ketua Umum (Ketum) Jalasenastri selaku istri Kasal sebagai bentuk penghormatan, sesuai dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/294/II/Tahun 2023 tentang Pengukuhan Ibu Taruna Akademi TNI Angkatan Laut.

Prosesi acara tradisi Pengukuhan Ibu Taruna AAL ini, diawali dengan penampilan kolone senapan Taruna AAL, yang dilanjutkan dengan pengalungan medali Ibu Taruna AAL dan penyerahan stik tambur mayor.

Saat tiba di Mako AAL, Ny. Fera Muhammad Ali bersama Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali disambut Gubernur AAL Laksda TNI Denih Hendrata yang didampingi Ny. Kiki Denih Hendrata dengan pengalungan bunga oleh Komandan Resimen Korps Taruna (Danmenkortar) Sermatutar (P) Firel Surya Baskara serta pemberian handbouquet oleh Komandan Batalyon Taruna (Danyontar) 4 Sermatutar (P) Elvira Dei Rahmawati.

Usai acara pengukuhan sebagai Ibu Taruna AAL Ny. Fera Muhammad Ali juga menyampaikan pesan-pesan lainnya sebagai amanat kepada seluruh Taruna AAL, agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME dengan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, konsisten terhadap yang cita-citakan para taruna ketika pertama kali memasuki pendidikan di Bumimoro, tunduk, taat dan patuhi segala peraturan yang berlaku dilingkungan belajar mengajar maupun kehidupan di mess.

Selain itu Ibu Taruna AAL pun mengingatkan dalam kehidupan taruna untuk budayakan saling asah asih dan asuh dalam hubungan kehidupan senior dan junior sehingga akan terbentuk budaya kerja yang harmonis kelak dalam penugasan.

“Jauhkan sikap atau sifat arogan yang mengakibatkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain, selalu memotivasi diri dengan hal-hal yang positif serta tingkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan membudayakan gemar membaca guna menambah wawasan dalam mengisi waktu luang serta senantiasa menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” tandas Ny. Fera Muhammad Ali kepada Taruna AAL.

Sumber : Dinas Penerangan Angkatan Laut.(Mardani Lubis)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Kalimanah Purbalingga

Purbalingga – Mayat pria tanpa identitas ditemukan di parit depan Fakultas Teknik Univeritas Jenderal Soedirman (Unsoed) Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Rabu (8/2/2023). Mayat ditemukan pertama kali oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.

Kapolsek Kalimanah AKP Setiadi mengatakan mayat ditemukan pertama kali sekira jam 10.00 WIB oleh saksi bernama Sardjono (71) warga desa setempat. Saat itu, saksi melihat korban tergeletak kemudian bersama warga lain mengeceknya.

“Saat dilakukan pengecekan diketahui pria tersebut sudah meninggal dunia. Kemudian kejadian dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Kalimanah,” jelasnya.

Disampaikan bahwa pria meninggal dunia tersebut tidak diketahui identitasnya. Berdasarkan keterangan warga setempat, pria tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang biasa berkeliaran di sekitar lokasi.

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Kalimanah bersama dengan Inafis Polres Purbalingga kemudian mendatangi TKP. Selanjutnya bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalimanah melakukan pemeriksaan jenazah.

“Hasil pemeriksaan fisik terhadap korban tidak ditemukan tanda penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya,” kata kapolsek.

Dari keterangan warga setempat, sudah sekitar seminggu korban terlihat sakit. Bahkan saat diberi makan oleh warga sekitar tidak mau dimakan.

Kapolsek menambahkan untuk sementara jenazah korban masih berada di kamar mayat RSUD Goeteng Taroenadibrata PurbaIingga. Sambil menunggu identitas diketahui melalui pemeriksaan sidik jari.

Target! 2024 Turun Menjadi 14%, Kapolres Kebumen Ikut Sosialisasikan Pencegahan Stunting pada Balita

Kebumen – Masalah kesehatan gizi pada bayi usia di bawah lima tahun (Balita) tergolong tinggi di Indonesia. Salah satunya masalahnya stunting.

Stunting adalah kondisi di mana anak tinggi di bawah standar menurut usia anak. Stunting ini merupakan salah satu indikator gagal tumbuh pada Balita akibat kekurangan asupan gizi kronis pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni dari anak masih dalam bentuk janin hingga berusia 23 bulan.

Sosialisasi pencegahan stunting dan edukasi pentingnya makan makanan sehat dan bergizi, penting dilakukan agar kasus ini semakin teratasi.

Seperti yang dilakukan oleh Polres Kebumen, kepada guru dan murid-murid Kelompok Bermain Harapan Bunda, Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan dan TK Siti Khodijah, Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan saat kegiatan polisi sahabat anak (Polsanak) di Polres Kebumen, Rabu 8 Februari 2023.

Guru serta orangtua yang mendampingi para murid diajak lebih selektif dalam memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak. Selanjutnya anak-anak juga diajarkan agar membiasakan minum susu minimal segelas dalam satu hari.

“Harapannya adik-adik mampu berkembang secara fisik, serta maupun secara intelektualnya,” jelas Kapolres Kebumen di sela kegiatan Polsanak didampingi Wakapolres Kompol Bakti Kautsar Ali.

Saat Kapolres datang di lapangan indoor Polres Kebumen, di mana acara berlangsung, murid-murid dengan kompak menyanyikan lagu selamat datang.

“Ayok siapa yang mau susu? Pak Kapolres ada susu buat adik-adik di sini. Siapa yang suka minum susu?,” tanya Kapolres mengawali kegiatan perkenalan kepada para murid.

“Saya mau susu. Saya suka susu,” sahut murid-murid. Lalu murid-murid berbaris serta antre untuk mendapatkan susu formula dari Sat Lantas Polres Kebumen.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi Balita stunting sebesar 24,4% pada 2021.

Artinya, hampir seperempat Balita Indonesia mengalami stunting pada tahun lalu. Namun demikian, angka tersebut lebih rendah dibanding 2020 yang diperkirakan mencapai 26,9%.

Dalam upaya penanganan stunting di Indonesia, pemerintah sendiri sudah menargetkan Program Penurunan Stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.

Memenuhi target tersebut merupakan sebuah tantangan besar bagi pemerintah dan rakyat Indonesia sehingga dibutuhkan kekompakan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Setelah diajarkan agar suka minum susu dan makan makanan sehat serta bergizi, anak-anak diajarkan tentang rambu-rambu lalu lintas, serta dikenalkan tugas kepolisian.

Kegiatan Polsanak ini disambut positif oleh Kepala Sekolah Kelompok Bermain Harapan Bunda Sri Winarni, yang secara langsung mendampingi murid-murid saat di Polres Kebumen.

Ia mengaku mendapatkan banyak materi pelajaran dari Polres Kebumen untuk murid-muridnya.

“Harapan kami dari kegiatan ini, bisa memotivasi anak-anak agar memiliki cita-cita sejak dini. Tadi diajarkan tentang ilmu lalu lintas, ada stunting juga, kegiatan sangat bermanfaat sekali,” jela Sri Winarni.

Sampaikan Arahan pada Rapim TNI-Polri, Presiden: Harus Samakan Visi

Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan agar TNI dan Polri memiliki visi yang sama untuk menciptakan pembagian tugas yang jelas dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah serta menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.

“Dalam rapim TNI Polri ini saya ingin agar visi itu sama, tugas TNI dan Polri itu menjaga di sebelah mana itu menjadi jelas, jadi arahnya ke sana,” jelas Presiden dalam keterangannya usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2023 di The Sultan Hotel, Jakarta, pada Rabu, 8 Februari 2023.

Presiden Jokowi juga memberikan arahan agar TNI dan Polri dapat menjaga proses berjalannya hilirisasi industri. Hal itu sejalan dengan tema yang diangkat dalam Rapim TNI-Polri 2023, yakni “TNI Polri Siap Mendukung Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

“Tugas TNI Polri adalah menjaga agar yang namanya industrialisasi, hilirisasi itu agar bisa berjalan dengan baik, di lapangan tidak terjadi gangguan-gangguan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa salah satu gangguan yang terjadi dalam proses hilirisasi adalah pertambangan dan ekspor ilegal. Presiden menilai hal tersebut dapat berdampak kepada penurunan penerimaan negara.

“Iya tadi saya sampaikan kalau yang namanya ekspor ilegal masih berjalan, yang namanya tambang ilegal masih berjalan ya proses industrialisasi, proses hilirisasi menjadi terganggu, dan tugas TNI dan Polri ada di situ,” ungkapnya.

Sementara itu, berkenaan dengan tahun politik, Kepala Negara menekankan agar TNI-Polri tidak terlibat politik aktif dan dapat bekerja sama untuk menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.

“Saya rasa TNI dan Polri sudah tahu apa yang harus dikerjakan, yang paling penting menjaga kondusivitas di tahun politik dan tidak terlibat di dalam politik aktif,” tuturnya.

Rapim TNI-Polri, Presiden Jokowi : Jaga Kondusifitas di Tahun Politik

Jakarta, – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Pimpinan TNI dan Polri Tahun 2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Dalam arahannya, Jokowi menekankan perihal tugas TNI dan Polri dalam konteks ekonomi hingga politik.

“Jadi tadi saya sampaikan mengenai yang namanya investasi, yang namanya hilirisasi, kemudian yang berkaitan dengan kebakaran hutan, berkaitan dengan menjaga kondusifitas di tahun politik. Secara garis besar itu,” ujarnya kepada wartawan.

Akan tetapi, lantaran topik yang dipilih TNI-Polri berkaitan dengan peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Jokowi lebih banyak menyampaikan urgensi hilirisasi.

“Dan tugas TNI dan Polri adalah menjaga agar yang namanya industrialisasi dan hilirisasi berjalan dengan baik di lapangan, tidak terjadi gangguan,” katanya.

Presiden Jokowi mengaku tidak memberikan arahan khusus kepada TNI-Polri perihal soliditas kedua institusi di tahun politik.

“Saya kira TNI-Polri sudah tahu apa yang dikerjakan. Yang paliing penting menjaga kondusifitas tahun politik dan tidak terlibat politik praktis,” ujar Jokowi.

Kendalikan Harga Layanan Penerbangan, Mendagri Minta Pemda Bantu Jaga Keterisian Penumpang

Jakarta- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnvian meminta pemerintah daerah (Pemda) membantu pemerintah pusat menjaga tingkat keterisian penumpang (load factor) pada sektor layanan penerbangan. Upaya ini dilakukan untuk menekan inflasi yang disebabkan tingginya harga avtur sehingga membuat tiket penerbangan menjadi mahal.

“Pemda diminta untuk membantu terutama kepala daerah keterisian penumpang agar load factor-nya cukup. Istilahnya semacam dibuat block seat, jadi dijamin seat-nya akan terisi,” katanya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Lebih lanjut, load factor tersebut menjamin dan menentukan Break Even Point (BEP) agar operator atau maskapai tidak rugi. Karenanya, hal tersebut perlu menjadi perhatian Pemda agar daerah-daerah yang memiliki bandara pesawatnya bisa beroperasi. Jika bandara beroperasi, Mendagri menyampaikan yang diuntungkan tidak hanya maskapai, tetapi juga Pemda dan masyarakat.

“Masyarakat tidak diberatkan karena (angkutan udara) berdampak kepada inflasi penyumbang nomor satu, (sebesar) 1,81 persen,” tuturnya.

Mendagri menyampaikan, pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), dan Kementerian Perdagangan telah melakukan upaya intervensi terkait dengan kenaikan harga avtur tersebut. Tak hanya soal harga, tetapi juga soal penyediaan spare part pesawat dan relaksasi pajak.

“Juga kalibrasi stimulus penerbangan. Di antaranya adalah relaksasi pajak untuk operator. Ini upaya-upaya yang sedang dilakukan, permasalahan yang sedang dilakukan di tingkat pusat oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Memperjelas paparan Mendagri, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah Murni menegaskan, biaya operasional pesawat yang paling tinggi untuk pesawat adalah penggunaan avtur. Jika tingkat keterisian kursi penumpang rendah, maka akan menyebabkan mahalnya harga tiket. Hal ini disebabkan, maskapai akan menaikkan harga mendekati tarif batas sebagaimana yang telah pemerintah tetapkan.

Lebih lanjut, jika dalam satu rute angka load factor kurang dari 65 persen, dipastikan harga tiket akan lebih mahal. Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa gubernur dan bupati untuk membantu keterisian penumpang dalam satu pesawat di satu rute.

“Yang sudah berhasil itu Bapak Gubernur Sulawesi Selatan ya, yang sudah bisa mengisi atau memenuhi keterisian penumpang di daerah Toraja. Kemudian di Jawa Tengah juga, Bupati Ngloram, itu juga beberapa waktu yang lalu sudah berhasil menjaga keterisian penumpang sehingga rute atau bandara tersebut dapat diterbangi,” tandasnya.

Satgas Ops Keselamatan Tinombala masuk Pasar Tradisional, Chek Apa yang dikerjakan

PALU: Upaya sosialisasi dan edukasi disiplin berlalulintas hari kedua, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Keselamatan Tinombala-2023 Polda Sulteng menyasar Pasar Tradisional di Kelurahan Lasoani, Palu, Rabu (8/2/2023)

Dipimpin Kasatgas Preemtif Kompol Abu Bakar Djafar, pedagang dan pengunjung pasar tradisonal ditemui untuk menyampaikan aturan disiplin berlalulintas baik dengan memberikan brosur, sticker dan menggelar spanduk imbauan

“Tujuan operasi Keselamatan Tinombala adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas,” ungkap Kompol Abu Bakar Djafar

Sehingga hari ini sengaja kami masuk pasar tradisonal karena ditempat inilah banyak orang baik pedagang atau pembeli yang berdatangan, sebutnya

Berkumpulnya masyarakat di pasar inilah kami manfaatkan untuk melakukan sosialisasi Ops Keselamatan Tinombala dan edukasi disiplin berlalulintas, kata Kompol Abu Bakar Djafar yang juga Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulteng

Semoga upaya ini dapat meningkatkan disiplin berlalulintas kepada masyarakat dan menekan terjadinya kecelakaan dan pelanggaran lalulintas, pungkas Kasatgas Preemtif

Dede Farhan Aulawi Jelaskan Pandangannya Terkait ‘Manuver Perang’

Seaman apapun suatu kondisi, peluang kemungkinan terjadinya perang itu akan selalu ada sehingga pada dasarnya kita harus selalu siap jika peperangan terjadi. Industri – industri persenjataan mungkin akan gulung tikar jika tidak ada konsumen yang membutuhkan dan membeli produknya. Konsumen membeli berbagai produk persenjataan karena peluang terjadinya perang selalu ada, meskipun dengan alasannya masing – masing.

“ Perang sebenarnya merupakan suatu fenomena yang kompleks, dan ada banyak variabel yang mempengaruhi sebuah keputusan untuk menyatakan PERANG, termasuk variabel yang berpengaruh terhadap kemenangan ataupun kekalahan dalam perang. Termasuk melakukan ‘manuver perang’ sebagaimana disampaikan oleh Prof. James J. Schneider dengan Teori Militer-nya dan juga Prof. Robert R. Leonhard dalam buku The Principles of War for The Information Age “, ujar Pemerhati Hankam Dede Farhan Aulawi di Bandung, Selasa (7/2).

Menurutnya, untuk lebih memahami hal – hal yang terkait dengan manuver perang ini bisa belajar dari teori Sun-Tzu dalam bukunya The Art of War yang mengatakan bahwa manuver merupakan tindakan pengerahan pasukan dan memahami tentang musuh untuk mendapatkan keuntungan. Dimana jenis pengerahan pasukan ini dibedakan menjadi 4 berdasarkan jenis area-nya, yaitu :

1. Pengerahan pasukan di pegunungan. Cari medan/wilayah yang layak untuk diperjuangkan dan dipertahankan, kemudian kuasai ketinggian. Jika musuh menguasai ketinggian jangan diserang.
2. Pengerahan pasukan di sungai. Jaga jarak dengan musuh dan jangan menyerang mereka ketika berada dalam air. Keuntungan akan datang saat setengah dari pasukan musuh telah menyeberang sungai
3. Pengerahan pasukan di rawa dan lahan basah. Konsentrasikan pasukan untuk keluar dari wilayah tersebut. Jika harus menyerang musuh harus berada di daerah rawa yang banyak rumputnya
4. Pengerahan pasukan pada tanah yang datar. Posisikan pasukan membelakangi daerah yang permukaannya lebih tinggi.

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa jika melihat konteks berperang saat periode Sun-tzu, keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing kerajaan membuat para ahli strategi berusaha membuat setiap konfrontasi menjadi lebih ekonomis. Manuver cerdik suatu negara akan menghemat biaya, akan tetapi tetap dapat menang. Sun-tzu berkata, ”Meraih seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah kesempurnaan tertinggi. Kesempurnaan tertinggi adalah menaklukkan pasukan musuh tanpa bertempur sama sekali ”.

Sementara itu menurutnya ada 4 prinsip utama dalam manuver perang, yaitu pertama, susunlah rencana bercabang. Perencanaan dibuat dengan beberapa alternative pilihan rencana, berakar dari analisa situasi yang rinci sehingga memungkinkan bagi pemimpin untuk memutuskan pilihan rencana yang akan digunakan, tergantung dari situasi peperangan. Rencana yang bercabang akan selalu menempatkan pasukan dalam posisi unggul, karena respon terhadap perubahan situasi lebih cepat dan lebih rasional.

Kedua, beri diri sendiri ruang bermanuver. Tidak membebani diri dengan komitmen-komitmen yang membatasi pilihan diri sendiri. Kita membutuhkan ruang terbuka yang menguntungkan, bukan posisi buntu untuk menyelesaikan masalah.

Ketiga, memberi musuh dilemma, bukan masalah. Memberikan lawan sebuah masalah hanya akan membuat lawan mudah untuk mengatasinya. Namun jika lawan diberikan dilemma, hal tersebut akan menyulitkan lawan sehingga meresponnya dengan pilihan-pilihan strategi yang buruk. Berusaha menempatkan lawan dalam posisi yang tampaknya menguntungkan, namun sebenarnya itu adalah perangkap.

Keempat, ciptakan ketidakteraturan maksimal. Musuh tentu juga akan berusaha membaca niat kita dalam peperangan. Namun jika kita menciptakan ketidakteraturan pada pilihan manuver yang diambil tapi tetap mempunyai maksud yang jelas, maka hal terebut akan menciptakan ketidakteraturan pula pada sistem berpikir musuh.

Sementara itu, Martin van Creveld mengatakan bahwa manuver adalah sebuah gaya berperang, sebuah usaha untuk meminimalisir pertempuran sesungguhnya. Menempatkan musuh dalam posisi yang tidak menguntungkan sebelum pertempuran dimulai, dan ketika pertempuran berakhir baru dimulai pencarian keuntungan semaksimal mungkin dengan mengejar musuh, membuat musuh tetap kehilangan keseimbangan, dan menyerang bagian vital-nya.

Kemudian Dede juga menambahkan bahwa dalam operasi militer masa kini, manuver tidak hanya dapat diterapkan pada unit sebesar korps, namun manuver dapat diterapkan pada unit yang kecil. Dalam operasi kecil unit, manuver dapat membuat unit kecil lebih mudah untuk mengeksploitasi medan, menjaga, menutup, dan perebutan posisi, sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang tiba. Dalam hal ini, unit tersebut berfungsi seperti pemburu. Bahkan, unit pemburu adalah sumber dari banyak taktik yang dipraktekkan dalam perang manuver. Dalam prakteknya, taktik menuver sering digunakan untuk menjepit musuh dari depan dan menyerang samping serta belakang posisi musuh. Sedangkan manuver unit yang lebih besar tentu lebih sulit dikarenakan banyaknya logistik yang dibutuhkan.

Ada juga pendapat dari Robert Greene yang mengatakan bahwa Perang Manuver merupakan salah satu gaya perang, dimana penekanan bukan pada menghancurkan musuh saat peperangan, melainkan melemahkan dan menjadikan kondisi musuh tidak seimbang sebelum pertempuran dimulai. Musuh ditempatkan pada posisi yang buruk, seperti bertempur saat harus mendaki bukit, menghadap matahari yang terik, melawan angin yang kencang, atau berada di ruang yang sesak.

Dalam prakteknya, untuk melakukan manuver harus memperhatikan beberapa elemen, yang pertama adalah tempo. Berbeda dengan kecepatan, tempo tidak hanya mengandalkan aksi. Tempo adalah lingkaran proses observasi – orientasi – keputusan – aksi, yang dikenal dengan lingkaran OODA (observation-orientation-decesion-action). Inti dari lingkaran itu adalah membuat suatu pihak dapat berpindah dari satu aksi ke aksi berikutnya lebih cepat daripada lawannya, sehingga lawan pun kehilangan keseimbangan.

Kedua adalah Schwerpunkt, dari bahasa Jerman yang berarti titik berat. Dalam hal manuver berarti menyerang center of gravity atau titik vital musuh pada lokasi dan waktu yang tepat dengan kekuatan penuh. Namun jika mengasumsikan bahwa musuh juga memiliki kecerdasan yang tinggi, maka manuver perlu tambahan elemen, yaitu kejutan yang merupakan elemen ketiga dalam praktek manuver. Kejutan bisa dilakukan dengan membuat penipuan terhadap musuh, membuat musuh bingung, tidak seimbang, dan mendapatkan ketidakpastian dalam setiap rencananya. Ketika musuh telah dikondisikan sedemikian rupa, maka itulah saatnya menyerang.

Keempat adalah kekuatan kombinasi. Kekuatan masing-masing kesatuan dalam pasukan jika digabungkan dan dikerahkan, akan menutupi kelemahan dan melengkapi kekuatan pasukan satu sama lain. Dalam mongkombinasikan kekuatan, keberagaman sangat penting, proporsional sesuai misi yang diemban.

Kelima adalah fleksibilitas. Untuk menjadi fleksibel, organisasi militer harus dibangun dengan baik, mandiri, dan tidak terlalu khusus. Hal tersebut untuk mencegah standarisasi kemampuan yang berlebihan pada pasukan.

Keenam adalah desentralisasi komando. Adanya distribusi tanggung jawab antara berbagai tingkat komando akan membuat pasukan lebih fleksibel. Tingkat yang lebih rendah harus diberikan hak dan sarana untuk melaksanakan inisiatif mereka sendiri, menyesuaikan diri dengan situasi, dan mendapatkan saat yang tepat untuk menyerang. Dalam manuver perang, unit dan komandan yang hanya mengikuti perintah atau menunggu perintah menjadi tidak berguna.

“ Itulah sekilas gambaran dan pengetahuan dasar mengenai manuver perang. Meskipun penjelasannya sangat singkat, tetapi mudah – mudahan bisa membuka cakrawala literasi berfikir dan bertindak. Semoga bermanfaat “, pungkas Dede.