Beranda blog Halaman 504

Mulai Tanggal 4 Maret, Polres Kebumen Gelar Operasi Keselamatan Candi 2024

Kebumen – Untuk menurunkan angka kecelakaan lalu-lintas serta meningkatkan kualitas keselamatan berlalu-lintas, selama 14 hari ke depan, dari tanggal 4 hingga 17 Maret 2024, Polres Kebumen menggelar Operasi Keselamatan Candi 2024.

Ditandai dengan pemasangan pita tanda operasi saat apel gelar di Mapolres Kebumen, maka operasi yang juga digelar di seluruh Indonesia, Polres Kebumen meminta dukungan kepada seluruh masyarakat agar juga ikut mendukung kegiatan tersebut.

“Tujuan digelarnya operasi ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunnya angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas. Operasi ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil positif dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Wakapolres Kompol Muhammad Nurkholis saat memimpin apel, Sabtu 2 Maret 2024.

Melalui apel gelar, Kompol Muhammad Nurkholis mengungkapkan jika angka pelanggaran lalu-lintas di Jawa Tengah cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Polda Jateng, pelanggaran lalu lintas tahun 2023 sebanyak 664.480 pelanggaran, dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 750.656 pelanggaran, turun 11% atau (86.176 pelanggaran).

Lalu untuk jumlah tilang tahun 2023 sebanyak 278.022 lembar, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 485.368 lembar, mengalami penurunan sebanyak 43% atau (207.346 lembar).

Teguran pada tahun 2023 sebanyak 386.458 dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 265.288, mengalami kenaikan sebanyak 46% atau (121.170 teguran).

Sehingga dengan meningkatnya kesadaran dalam berlalu-lintas menghindari pelanggaran, Polres Kebumen berharap dapat menekan angka kecelakaan di tengah masyarakat.

“Sesuai dengan tema Operasi Keselamatan tahun ini yaitu ‘Keselamatan berlalu lintas guna terwujudnya indonesia maju’. Maka penting sekali, kami mohon kepada seluruh masyarakat agar juga mendukung operasi yang sedang kita gelar,” pungkasnya.

Selanjutnya Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Koyim Maturrohman mengungkapkan ada 5 sasaran prioritas dalam Operasi Keselamatan .

Sasaran prioritas pertama yakni berkendara menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan Spektek, lalu berkendara pada jalan yang bukan peruntukannya, selanjutnya berkendara tidak menggunakan helm dan atau menggunakan hand phone.

Sasaran selanjutnya parkir tidak pada tempat yang ditentukan atau melanggar rambu larangan parkir dan sasaran yang ke lima yakni mengemudi kendaraan melebihi batas kecepatan yang diijinkan.

“Operasi keselamatan lalu lintas candi tahun 2024 mengedepankan giat preemtif, preventif disertai gakkum dengan humanis dan edukatif. Juga dalam mewujudkan cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelaskan Ramdhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah,” ungkap AKP Koyim.

Menurut AKP Koyim, selama operasi berlangsung pihaknya juga akan melakukan pembinaan dan penyuluhan tentang berlalu-lintas kepada masyarakat.

Selanjutnya, patroli dan penjagaan pada lokasi macet serta rawan kecelakaan juga akan lebih ditingkatkan lagi. Juga penindakan pelanggaran lalu-lintas menggunakan ETLE statis maupun mobile serta blangko teguran juga akan dilakukan.

Pada akhir apel gelar yang juga dihadiri Forkopimda, Pelajar dan komunitas motor dilakukan ikrar deklarasi aksi keselamatan jalan.

Tiap-tiap perwakilan juga menandatangani ikrar sebagai bentuk mendukung aksi keselamatan bersama di Kebumen.

Red”

Dandim 1715 dan Forkopimda Yahukimo Dampingi Tim Wasev TMMD Ke-119 Tinjau Lokasi di Kabupaten Yahukimo

Yahukimo – Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudisty, S.Sos.,M.Han dan Forkopimda Yahukimo mendampingi Tim Wasrik Evaluasi (Wasev) TMMD ke-119 dalam peninjauan lokasi pembukaan dan pembersihan jalan sepanjang 2500 meter, pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus), pengobatan gratis, dan pemberian sembako kepada masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (01/03/24).

Dandim 1715/Yahukimo secara langsung memimpin rombongan dalam meninjau lokasi kerja tim TMMD. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program TMMD yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat,” kata Dandim.

Menurut Dandim, pembangunan infrastruktur di desa-desa terpencil seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. “Kami berkomitmen untuk selalu mendukung program TMMD dan turut serta dalam proses peninjauan untuk memastikan proyek-proyek ini berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

“Selain pembukaan dan pembersihan jalan, Tim TMMD juga akan melaksanakan pembangunan MCK sebagai upaya meningkatkan sanitasi lingkungan. Selain itu, kegiatan pengobatan gratis juga dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran Dandim 1715 dan Forkopimda Yahukimo bersama Tim Wasev TMMD ke-119 diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat setempat untuk terus bersinergi dalam memajukan desa mereka. Upaya yang dilakukan ini senantiasa mengedepankan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih baik dan sejahtera.

Dalam peninjauan lokasi TMMD ke-119, Dandim 1715 dan Forkopimda Yahukimo serta Tim Wasev turut berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan yang mereka miliki. Hal ini penting sebagai upaya untuk memastikan bahwa program-program pembangunan yang dilakukan dapat benar-benar memberikan dampak positif dan relevan bagi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, kegiatan seperti pengobatan gratis dan pemberian sembako juga mencerminkan kepedulian TNI dan Forkopimda Yahukimo terhadap kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Mendorong kesehatan dan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian integral dari upaya pembangunan yang berkelanjutan dan berarti bagi kesejahteraan bersama. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi aparat TNI dan Forkopimda Yahukimo untuk mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Dengan adanya sinergi antara Dandim 1715 dan Forkopimda Yahukimo serta masyarakat setempat, diharapkan bahwa upaya pembangunan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Yahukimo secara keseluruhan. Semangat gotong royong dan kerja sama yang terjalin dalam pelaksanaan program TMMD ini diharapkan akan menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam memajukan kesejahteraan masyarakatnya. (Pen Kodim 1715/Yahukimo)

Red”

Jelang Rapat Pleno di KPU Sulteng, Polda Sulteng Setting Pengamanan

Palu – Dipimpin Kasatgas Preemtif Operasi Mantap Brata Tinombala AKBP Satria Adrie Vibrianto, Polda Sulteng melakukan setting pengamanan kesiapan pleno terbuka perhitungan suara Pemilu 2024 di KPU Provinsi Sulteng, Sabtu (2/3/2024).

Seluruh Kasatgas Operasi dihadirkan untuk mengatur pola pengamanan selama berlangsung rapat pleno terbuka di KPU Sulteng, mulai tanggal 4 hingga 10 Maret 2024.

Kasatgas Humas Kombes Pol. Djoko Wienartono mengungkapkan, setting pengamanan KPU Provinsi Sulteng sebagai wujud komitmen Kepolisian untuk mengamankan tahapan Pemilu 2024.

“Ini sebagai bagian komitmen Kepolisian untuk mengamankan tahapan Pemilu 2024 di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Sabtu (2/3/2024).

Setting pengamanan dilakukan agar proses rapat pleno terbuka di KPU dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, harapnya.

Djoko juga menyebut, KPU nantinya juga akan menyiapkan layar monitor berupa videotron di halaman luar, agar masyarakat dapat menyaksikan rapat pleno terbuka perhitungan suara Pemilu 2024.

“Jadi nantinya hanya pihak undangan dengan menggunakan ID Card dan yang berkepentingan saja yang memasuki ruang rapat pleno di KPU Sulteng,” tegas Djoko.

Tamu dan undangan yang hadir diminta saat akan mengikuti rapat pleno terbuka agar melalui pintu utama KPU yang akan dipasang security door dan metal detector untuk memudahkan pengawasan petugas kami, tandasnya.

Djoko juga mengatakan, selama pelaksanaan rapat pleno terbuka di KPU Sulteng, Jalan S. Parman Kota Palu akan ditutup sementara mulai pukul 08.00 wita s.d 22.00 wita, mohon maaf bila mengganggu perjalanan anda.

“Silahkan masyarakat untuk mengambil jalan alternatif lain, agar pelaksanaan rapat pleno dan pengamanan kantor KPU dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” pungkasnya.

Red”

Dede Farhan Aulawi dan Mantan Menkes RI Bahas Potensi Ancaman SENJATA BIOLOGI

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada banyak perubahan sudut pandang kepentingan. Ada yang melihat dari sisi pemanfaatan untuk tujuan positif, dan ada juga yang melihat dari sisi negatif. Contohnya kemajuan bioteknologi, oleh sebagian orang ternyata dikembangkan menjadi senjata biologis, yang tentu saja sangat berbahaya bagi kelangsungan dan keselamatan umat manusia. Oleh karenanya pemahaman yang komprehensif terkait dengan senjata biologis dan upaya pencegahannya harus benar – benar dipahami untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara. Dalam konteks ini, penguatan SDM Intelijen Medik (Kesehatan) harus diperkuat baik dari sisi jumlah maupun kompetensi. Inilah tantangan pertempuran masa depan yang akan berbasis pada senjata biologi “, ujar Pemerhati Intelijen Dede Farhan Aulawi di Jakarta, Jum’at (1/3).

Hal tersebut ia sampaikan setelah dirinya bersilaturahmi dan berdiskusi dengan mantan Menteri Kesehatan RI ibu DR. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP di kediamannya Kawasan Jakarta Timur. Pada kesempatan tersebut, terjadi perbincangan ringan membahas subjek – subjek yang sangat menarik yaitu Senjata Biologis (Biological Weapon) dan Intelijen Kesehatan / Medik (Medical Intelligence). Kedua subjek bahasan tersebut diintegrasikan dalam suatu konsep dasar apa yang disebut dengan Pertahanan Sumber Daya Hayati (Biodefence).

Menurutnya, salah satu jenis ancaman yang sedang mengemuka saat ini adalah ancaman terhadap penyalahgunaan sumber daya hayati. Disamping bermanfaat, sumber daya hayati juga dapat digunakan sebagai bahan senjata pemusnah masal, yaitu senjata biologi (bioweapons). Senjata biologi adalah mikroorganisme yang meyebabkan penyakit, digunakan untuk melumpuhkan musuh, yang target serangannya tidak saja manusia tetapi juga digunakan untuk melumpuhkan perekonomian suatu negara melalui penyebaran wabah penyakit, juga menciptakan ketakutan dan kekacauan. Misalnya berupa flu burung, antrax, cacar, ebola, Mers CoV, dan lain-lain.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa saat ini, intensitas ancaman dari sumber daya hayati semakin meningkat dengan kemajuan di bidang rekayasa genetika, teknologi nuklir, biologi-khusus bioteknologi, dan kimia. Kekhawatiran ini terjadi apabila sumber daya hayati dimanfaatkan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab dan digunakan sebagai senjata biologi (bioweapons), bioterorism dan lain-lain. Karena senjata biologi tidak hanya digunakan untuk perang tetapi juga dapat digunakan tujuan terorisme. Keunggulan senjata biologi adalah kemampuan produksi yang tinggi, kemudahan penyimpanan, potensi proliferasi, kesulitan untuk melacak individu atau kelompok yang menggunakannya.

Dalam konteks ini Indonesia selalu turut aktif mengikuti perkembangan tentang penggunaan senjata biologi Internasional sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB No.1540 Tahun 2004 khususnya dalam rangka mencegah proriferasi, Weapon of Mass Destruction (Chemical, Biological Radiological, Nuclear) dan penggunaannya oleh aktor non negara (non state actor). Dalam konteks ini maka semua pengemban fungsi intelijen diharapkan mampu secara efektif melakukan tugas pendeteksian dini, identifikasi,dan analisis dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasional.

Sementara saat berdiskusis terkait dengan Intelijen Medik, ditekankan pentingnya penguatan kompetensi dan SDM intelijen dalam menghadapi potensi ancaman penggunaan senjata biologis sebagai instrumen agresi yang bisa mengancam keamanan negara. Di Indonesia istilah ini belum dikenal banyak oleh masyarakat, dan kelihatannya seperti tidak nyambung. Padahal di luar hal tersebut sudah dilakukan sejak lama, misalnya saja bagaimana Pasukan Elit Israel bernama Sayeret Matkal bertugas mengamankan data pasien Covid-19. Lalu intelijen Mossad Israel bertugas menyediakan fasilitas kesehatan dan medis guna mengatasi pandemi Covid-19.

Intelijen Medik pada dasarnya bertugas untuk menyelenggarakan kegiatan Intelijen di bidang kesehatan dalam merespon potensi ancaman yang berbahay,a khususnya ancaman biologis atau bio-threat. Oleh karena itu, Intelijen Medik menjadi lini terdepan dalam melakukan respon terhadap segala bentuk ancaman biologis dengan melaksanakan deteksi dan peringatan dini terhadap ancaman biologis yang berpotensi mengancam keselamatan negara.

Kemudian saat ini muncul juga apa yang disebut dengan senjata biologis sintetis (Synthetic bioweapon, SBW) yang merupakan hasil modifikasi biologi sebagai senjata melalui proses biologi sintetis untuk menciptakan efek, mekanisme, atau proses baru. Misalnya, CRISPR-Cas9 (clustered regularly interspaced short palindromic repeats) dan Protein Asosiasi CRISPR 9 yang memungkinkan lahirnya senjata biologi berkemampuan baru, karena sulit dideteksi, tidak memiliki perbandingan setara konvensional, dan lebih sulit dilawan.

Itulah sebabnya, kemajuan ilmu bioteknologi (terutama rekayasa genetika) dapat disalahgunakan untuk mengembangkan senjata biologis yang sangat berbahaya, contohnya adalah menghasilkan organisme makroskopis yang secara genetik sudah dimodifikasi untuk memproduksi toksin atau racun berbahaya. Berbagai agen biologis patogenik juga dapat direkayasa secara genetik agar lebih tahan atau stabil pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan dan memiliki resistensi terhadap antibiotik, vaksin, dan terapi yang sudah ada. Selain itu, bioteknologi juga dimanfaatkan untuk pembuatan agen biologis yang tidak dapat dikenali oleh sistem imun atau antibodi tubuh karena profil imunologisnya telah diubah.

“ Dalam perspektif sejarah, senjata biologis sudah muali digunakan sejak tahun 400 SM, ketika orang Iran Kuno (scythians) menggunakan panah yang dicelupkan ke dalam feses (kotoran) dan mayat makhluk hidup yang telah membusuk. Hal serupa juga dilakukan oleh bangsa Roma yang mencelupkan pedangnya ke dalam pupuk dan sisa hewan yang telah membusuk sebelum berperang dengan musuhnya. Apabila musuhnya terluka oleh senjata tersebut, maka terjadi infeksi penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Begitupun ketika bangsa Mongol mengusir bangsa Genoa dari kota Kaffa di Laut Hitam dengan memanfaatkan mayat-mayat manusia yang terinfeksi wabah pes sehingga menimbulkan “kematian hitam” (black death) di wilayah Eropa. Kemudian ketika pasukan Britania Utara memberikan pakaian dan selimut dari rumah sakit yang merawat penderita cacar kepada bangsa Indian untuk memusnahkan bangsa tersebut. Dan banyak lagi sejarah peperangan yang telah menggunakan senjata biologis yang tumbuh berdasarkan ilmu pengetahuan yang berkembang saat itu “, pungkas Dede mengakhiri keterangan.

Red”

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan Berbagai Fasilitas Pada Rangkaian Kunjungan Kerja Ke IKN

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto kembali mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau Kantor Presiden dan peletakan batu pertama (Groundbreaking) Gedung BPJS, Groundbreaking Gedung Bank Kaltimtara, Groundbreaking Telkom Smart Office, meresmikan Jalan Inpres serta melakukan seremoni penyelesaian akhir atau topping off hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Personel Pertahanan Keamanan (Hankam) di Kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jum’at. (1/3/2024)

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yakni Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono.

Hadir juga Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, Kurator Pembangunan IKN Ridwan Kamil, dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia Ririek Adriansyah.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Polda Sulteng Gelar Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan, Berikut ini Ikrar yang diucapkan

PALU, Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Tinombala tahun 2024 ini, Polda Sulteng melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) sekaligus melaksanakan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan, Jumat (1/3/2024)

Selain unsur dari TNI, Kepolisian, Jasa Raharja, terdapat barisan Pelajar (SD, SMP, SMA), Mahasiswa, Driver Ojol, Komunitas kendaraan bermotor, pengusaha angkutan barang dan penumpang serta Organda.

Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan ditandai dengan pembacaan ‘Ikrar Deklarasi Aksi Keselamatan Jalan’ oleh salah seorang komunitas kendaraan bermotor dan diikuti seluruh peserta Apel.

Adapun Isi Ikrar Deklarasi Keselamatan Jalan yang diucapkan adalah sebagai berikut :

Kami Duta Pelopor Keselamatan Berikrar dan Berjanji

1. Setia Kepada Pancasila, Undang Undang Dasar 1945 dan Siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

2. Saling menghargai dan menghormati Hak Pengguna Jalan sesuai amanat Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009;

3. Bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia Ikut memberikan sosialisasi, edukasi, partisipasi untuk mewujudkan lalu lintas aman, tertib dan berkeselamatan.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono mengatakan, Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan ini untuk menindak lanjuti Surat Telegram Bapak Kapolri yang ditanda tangani Kakorlantas Polri tanggal 23 Februari 2024,

“Diperlukan peran semua pihak untuk mewujudkan keselamatan di jalan,” kata Kabidhumas Polda Sulteng

Kombes Pol. Djoko juga menyebut, Dengan dilaksanakannya ikrar dan jani ini akan membentuk kesadaran dan rasa tanggung jawab pihak terkait untuk berperan aktif dalam mewujudkan keselamatan di jalan

Semoga dengan Ikrar Deklarasi Keselamatan Jalan ini dapat mewujudkan masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih tertib dalam berlalu lintas sehingga mampu menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dimasa akan datang, pungkasnya.

Red”

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Kunjungan Kerja Ke IKN

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melaksanakan peresmian Pabrik Amonium Nitrat di Bontang, peletakan batu pertama/groundbreaking kantor Bank Mandiri IKN, groundbreaking BNI 46, groundbreaking Gedung BRI Internasional Microfinance Center dan meninjau Lapangan Upacara yang akan digunakan dalam Peringatan HUT RI ke-79 tahun 2024, serta meninjau Istana Presiden di Kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis (29/2/2024).

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yakni Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Agus Harimurti Yudhoyono, dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

Hadir juga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto, Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Kurator Pembangunan IKN Ridwan Kamil, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama Bank BNI 46 Royke Tumilaar dan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Ditemui Tim Ops NCS Polri, KH Nasaruddin Umar: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Pemersatu Bangsa

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Polri dalam mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai. Beliau menuturkan bahwa Masjid Istiqlal menjadi rumah besar dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu diungkapkan Nasaruddin usai menerima Tim Operasi Nusantara Cooling System (NCS) Polri yang dipimpin oleh Wakaops NCS Polri Brigjen Pol Yuyun Yudhantara di Perkantoran Masjid Istiqlal, Jumat (1/3/2024). Menurutnya pemilu telah berlangsung aman dan damai.

“Terima kasih atas apresiasinya yang telah diberikan oleh Polri. Masjid Istiqlal menciptakan kesejukan dan kedepannya terus bersatu. Istiqlal bisa menjadi penyambung jembatan antara pemerintah dengan masyarakat, antar sesama warga masyarakat, lintas negara, lintas bangsa dan lintas agama,” kata Nasaruddin Umar.

Nasaruddin berujar bahwa, selama periode ini, Masjid Istiqlal membuktikan bahwa mampu memberikan kesejukan, ketenangan dan ketertiban. Menurutnya, masjid merupakan tempat untuk beribadah, bukan untuk menghujat satu sama lain

“Melalui media-media yang sangat canggih yang dimiliki oleh Istiqlal bisa dikutip oleh seluruh masjid di Indonesia, maka melalui corong-corong masjid ini kita menciptakan ketenangan, kesejukan dalam berbangsa dan bernegara, Alhamdulillah pemilu telah berlangsung dengan baik,” ujarnya

Dirinya berharap, pasca Pemilu 2024 masyarakat terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk melanjutkan pembangunan dan menyelesaikan persoalan-persoalan di masa depan. “Terima kasih atas kedatangan teman-teman dari Polri untuk tugasnya mewujudkan Pemilu aman dan damai serta terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa pasca pemilu,” tambah Nasaruddin Umar.

Sementara, Brigjen Yuyun yang didampingi Kasatgas Banops Brigjen Eko Rudi Sudarto dan Wakasatgas Humas Kombes Iroth Lauren Recky menyampaikan terima kasih kepada Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar. Atas dukungan dan doa dari Masjid Istiqlal, Pemilu 2024 bisa berjalan aman dan damai.

“Kami berharap para tokoh-tokoh agama terus menyampaikan pesan kepada seluruh umat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Red”

Miliki Sabu, Kuli Bangunan Diringkus Satresnarkoba Polres Purbalingga

Purbalingga – Polda Jateng |Satresnarkoba Polres Purbalingga kembali mengungkap kasus kepemilikan narkotika jenis sabu. Seorang pria yang bekerja sebagai kuli bangunan diamankan berikut barang buktinya.

Wakapolres Purbalingga Kompol Donni Krestanto dalam konferensi pers, Jumat (1/3/2024) mengatakan Satresnarkoba kembali mengungkap kasus kepemilikan narkotika jenis sabu. Seorang tersangka berinisial NR (27) warga Kecamatan Bukateja, Purbalingga diamankan berikut barang bukti 0,34 gram narkotika jenis sabu.

“Modus tersangka yaitu membeli narkotika jenis sabu secara online. Setelah melakukan transaksi kemudian barang diambil di suatu tempat untuk selanjutnya dikonsumsi,” ungkap Wakapolres didampingi Kasatresnarkoba AKP Achirul Yahya dan Plt Kasihumas Ipda Uky Ishianto.

Menurut Wakapolres pengungkapan kasus dilakukan pada Selasa (20/2/2024) sekira jam 21.00 WIB. Saat itu, petugas dari Satresnarkoba Polres Purbalingga sedang melakukan observasi di daerah-daerah yang diduga sebagai lokasi transaksi narkotika jenis sabu.

Saat berada di wilayah Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, petugas mendapati seorang pria yang gerak geriknya mencurigakan. Saat didekati dan dilakukan pemeriksaan didapati barang yang diduga narkotika jenis sabu ada padanya.

“Saat dilakukan pemeriksaan telepon genggamnya ditemukan juga bukti komunikasi dan transaksi jual beli narkotika jenis sabu. Selanjutnya tersangka diamankan berikut barang buktinya untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya 1 paket plastik klip transparan berisi serbuk putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,34 gram, 1 buntalan tisu warna putih, 1 bungkus bekas rokok dan 1 unit handphone.

Tersangka mengaku sudah dua kali membeli narkotika jenis sabu yang ditawarkan melalui aplikasi Facebook. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan membeli narkotika jenis sabu seharga Rp. 150 ribu pada pembelian pertama dan Rp. 280 ribu pada pembelian kedua.

Tersangka mengaku mengkonsumsi sabu untuk menghilangkan masalah pribadi dan masalah keluarga yang dimilikinya. Terakhir dia mengkonsumsi sabu pada Senin (19/2/2024) sehari sebelum diamankan saat mengambil kembali narkotika jenis sabu.

Wakapolres menambahkan kepada tersangka dikenakan Wakapolres menambahkan kepada tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku diancam pidana pidana mati, seumur hidup, ataupun penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 8 Miliar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Purbalingga jangan dekat-dekat dengan narkoba. Apabila melihat dan mendengar terkait permasalahan narkoba bisa dilaporkan ke Polres Purbalingga akan kami ditindaklanjuti,” pesan Wakapolres.

Red”

ASPEPARINDO Nilai Kemenhub Lambat Tindaklanjuti SKKNI Bidang Perparkiran

Jakarta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (ASPEPARINDO) Taufiq Rachman SH, Sos, mempertanyakan keseriusan Kementrian Perhubungan Republik Indonesia menindaklanjuti sertifikasi kompetensi di bidang perparkiran pasca diterbitkannya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 219 Tahun 2020 Tentang Penetapan SKKNI Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pengangkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa Bidang Perparkiran Sub Bidang Parkir Di Luar Ruang Milik Jalan (Off Street Parking).

Taufiq menandaskan, SKKNI tentang Perparkiran itu terbit karena pihak Kemenhub yang menyusunnya dan mengajukan ke Kemenaker untuk disahkan, namun sangat disayangkan empat tahun berlalu SKKNI bidang perparkiran itu hanya didiamkan saja.

“Padahal kami sudah berinisiatif mendorong pihak Kemenhub dan berusaha menindaklanjuti SKKNI itu dengan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi di bidang Parkir sejak dua tahun lalu, namun respon Dirjen Darat Kemenhub sangat lambat dan tidak professional,” ujar Taufiq di Setneg Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Ia menambahkan, sejak 2 tahun lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan penerbitan Peta Okupasi kepada Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat. Peta Okupasi itu, lanjut Taufiq, sangat penting diterbitkan karena menjadi salah satu syarat utama kelengkapan administrasi di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga yang memberi lisensi bagi setiap permohonan yang diajukan pihak Lembaga Sertifikasi Profesi.

“Seharusnya pihak Kemenhub paham dan mengerti turunan administrasi yang harus dibuat setelah SKKNI bidang Perparkiran terbit. Peta Okupasi dan Skema Kompetensi sesuai SKKNI hingga kini belum dibuat oleh Kemenhub. Kalau gak ngerti cara menyusun dan menetapkannya, bisa aja mencontoh dari kementrian lainnya yang sudah menetapkannya, atau minta petunjuk di Bappenas,” kata Taufiq menyarankan.

Dampak dari lambannya Kemenhub menyikapi SKKNI bidang perparkiran tersebut, tegas Taufiq, permohonan lisensi LSP Parkir yang diajukan ke BNSP menjadi terkendala karena dokumen turunan sesuai SKKNI dari Kemenhub tidak ada.

Faktanya, Taufiq juga mengaku pihaknya sudah beberapa kali menemui pihak aparat Ditjen Darat Kemenhub untuk memastikan dua dokumen penting (Peta Okupasi dan Skema Kompetensi) segera dipersiapkan. “Bahkan sudah dua kali dilakukan pertemuan secara daring untuk membahas masalah ini dan dihadiri oleh pejabat terkait di Kemenhub, serta dari pihak komisioner BNSP. Namun tetap saja dua tahun gak selesai-selesai dengan alasan masih dilakukan pengkajian,” kata Taufiq mempertanyakan.

Meski begitu, Taufiq tidak lupa menyampaikan apresiasi atas pemberian dukungan Dirjen Darat kepada ASPEPARINDO untuk mendirikan LSP di bidang parkir. Ia pun berharap Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub segera menindaklanjuti permohonan penerbitan Peta Okupsi dan Skema Sertifikasi terkait jabatan di bidang perparkiran sesuai SKKNI.

Sebagai informasi, Skema Kompetensi atau disebut Skema Sertifikasi adalah paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan dengan kategori jabatan atau keterampilan dari seseorang. Skema disusun sesuai dengan kebutuhan dari penggunanya.

Sementara definisi Peta Okupasi Nasional dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah merupakan dokumen yang disusun untuk memetakan jenis-jenis jabatan/okupasi/profesi yang ada di berbagai bidang, sub bidang maupun area fungsi di semua jenis pekerjaan.

Pengembangannya menggunakan pendekatan area fungsi dari proses kerja atau okupasi/jabatan/profesi suatu kegiatan usaha/industri/pekerjaan sejenis. Tampilannya berbentuk katalog yang memberikan deskripsi keahlian dan unit kompetensi di setiap okupasi/jabatan/profesi.

Sedangkan SKKNI merupakan salah satu pilar untuk menciptakan link and match antara dunia pendidikan dengan industri, yang berperan sebagai acuan bagi Pengembangan kurikulum dan program pelatihan, dan Pengembangan karir dan profesionalisme tenaga kerja di tempat kerja.

SKKNI masih banyak bersifat curah/umum (tanpa kemasan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)/Okupasi), sehingga belum bisa digunakan untuk pengembangan paket pembelajaran dan skema sertifikasi nasional. Lebih jauh umumnya, SKKNI tidak mengandung skills for employability yang membuat skema tidak employable, dan hasil pelatihan dan sertifikasi belum sesuai kebutuhan industri. Oleh karena itu, diperlukan peta okupasi untuk melengkapi SKKNI. (Diyat)

Red”