Beranda blog Halaman 91

Presiden Kunjungi Polisi Korban Kerusuhan, Polri Janji Pulihkan Keamanan dan Tangkap Pelaku

Jakarta – Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri menjenguk anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan aksi kerusuhan baru-baru ini. Kunjungan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., usai mendampingi Presiden pada Senin (25/8/2025).

Kapolri menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para korban serta keluarga mereka.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin menjadi korban pada saat terjadi aksi kerusuhan. Beliau menemui satu per satu keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan, Polri akan memberikan penghargaan terbaik kepada para prajurit yang telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

“Kami berkomitmen memberikan penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai arahan Presiden. Polri berkomitmen memulihkan keamanan, menjaga ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali normal.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolri.

Ia juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang menjadi aktor intelektual maupun yang membiayai aksi kerusuhan.

“Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolri menyebut sudah cukup banyak pelaku yang berhasil diamankan dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.

Red”

Datangi Polda Jateng, Ratusan Orang Tua Jemput Anak yang Terlibat Aksi Anarkis

0

Semarang – Polda Jateng | Momen mengharukan terjadi saat Polda Jateng mempertemukan para orang tua dengan anak-anak mereka yang diamankan petugas usai melakukan aksi anarkis di Mapolda Jateng pada Sabtu, (30/8/2025) petang kemarin. Pertemuan itu digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada hari Minggu (31/8/2025) sore usai seluruh anak-anak menjalani pendataan dan pemeriksaan.

Para orang tua menangis ketika bertemu dengan anaknya. Raut wajah sedih dan kecewa nampak jelas di wajah mereka mengetahui sang buah hati diamankan polisi karena terlibat aksi anarkis.

Salah satunya dialami ibu Misih (53) warga sayung Kab. Demak. Dirinya tak kuasa menahan air mata saat bertemu dengan anaknya, A (15) dalam momen tersebut. Sang anak pun tak kuasa menahan haru ketika bertemu dan didampingi orang tuanya.

A sendiri merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dan satu-satunya laki-laki di rumah. Sehari-hari ia tinggal bersama ibunya, sehingga diharapkan bisa menjadi pelindung sekaligus teladan bagi keluarga kecil mereka.

Dengan tulus, dirinya meminta maaf kepada sang ibu dan berjanji untuk tidak lagi terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang salah. Permohonan maaf itu diterima dengan tulus oleh Bu Misih, sebagai wujud besarnya rasa cinta dan kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

Momen haru itu dialami oleh ratusan anak yang dipertemukan dengan orang tua dan keluarga mereka. Dalam kesempatan tersebut Polda Jateng memfasilitasi pemulangan 327 anak yang diamankan usai terlibat aksi anarkis.

Di hadapan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan hari ini Polda Jateng melakukan kegiatan penegakan hukum terhadap pelaku aksi anarkis di Polda Jateng. Pihaknya menghimbau untuk semua pihak dalam hal ini Orang tua maupun Anak – anak yang diamankan untuk tidak melakukan pembiaran maupun mencegah perbuatan merusak / Destruktif.

“Ada aturan yang mengatur terkait dengan tidak diperkenankan siapapun berbuat pengerusakan, pemukulan dan melukai orang lain di aturan undang – undang ada maupun aturan agama ada, jangan dibiarkan perbuatan merusak kalau dibiarkan sekali dan seterusnya masa depannya akan tidak jelas,” pesan Kombespol Dwi Subagyo kepada seluruh Orang tua dan anak yang hadir.

Kombespol Dwi Subagio menambahkan ada beberapa orang yang akan diproses lebih lanjut karena yang bersangkutan melakukan pelemparan, pemukulan dan pengerusakan dengan alat bukti yang ada, namun tetap kita kembalikan kepada orang tua untuk selanjutnya akan kami panggil untuk proses lebih lanjut.

“Ada 7 orang yang akan diproses lebih lanjut dengan barang bukti yang sudah kami amankan, berani berbuat harus bertanggung jawab, jika sudah masuk dalam proses penyidikan nantinya akan lanjut ke pengadilan sangat disayangkan semoga tidak terulang Kembali,” imbuh Dirreskrimum Kombespol Dwi Subagio.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jateng Kombespol Artanto menambahkan seluruh pelaku yang diamankan meskipun dikembalikan ke orang tua akan tetap diminta wajib lapor setiap hari selasa dan kamis.

“Setiap pelaku diamankan rata-rata karena melakukan pelemparan, pengerusakan, gangguan ketertiban umum merusak fasilitas umum di sekitar Polda, sebanyak 327 pelaku yang Sebagian besar anak-anak kita lakukan pembinaan dan dikembalikan orang tua dengan melakukan wajib lapor pada hari selasa dan Kamis termasuk 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang terdiri dari 6 orang anak dan 1 orang dewasa nantinya akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuh Kabidhumas.

Red”

Rawan Ditunggangi Kericuhan, AMI Minta Aksi Demo 3 September di Surabaya Ditunda

0

SURABAYA,- Aliansi Madura Indonesia (AMI) berharap agar rencana aksi elemen Jawa Timur Menggugat tanggal 3 September nanti ditunda. Alasan, kondisi keamanan di Jawa Timur khususnya di Surabaya rawan ricuh.

“Kami berharap dan menghimbau ditunda terlebih dahulu pasca ada pembakaran gedung Grahadi Surabaya. Kalau nekat menggelar aksi, maka rawan akan ditunggangi aksinya dari kelompok yang menginginkan aksi anarkis di dalam aksi tersebut,”ujar Ketum AMI Baehaqi Akbar, senin 1 September 2025.

Menurut dia, pihaknya menghormati penyampaian aspirasi dari masyarakat di jalur terbuka, namun untuk saat ini lebih baik ditunda.”Demi menjaga kondisi yang kondusif, lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai kondisi keamanan di Jawa Timur benar-benar aman, “terangnya.

Sebelumnya, dalam aksi beberapa hari lalu, gedung grahadi Surabaya dibakar oleh massa yang anarki. Dalam pembakaran tersebut, massa yang anarki sempat melakukan penjarahan terhadap ruang wartawan di gedung cagar budaya tersebut.

Sekedar diketahui, elemen Jawa timur Menggugat merencanakan aksi besar untuk melakukan pemakzulan terhadap gubernur Khofifah. Dalam aksi tersebut mereka mengeluarkan beberapa tuntutan diantaranya antaranya meminta Khofifah menghapus pajak dan tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, baik roda dua maupun roda empat.

Kemudian yang kedua mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim triliunan rupiah yang diduga melibatkan Khofifah Gubernur Jatim. Dan ketiga, hapus dugaan pungli di SMA/ SMK Negeri di Jawa Timur.

Red”

Situasi Kondusif, LIN Turun Memantau Aksi Mahasiswa

Lampung – Situasi aksi mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Lampung akhirnya berjalan kondusif setelah sebelumnya sempat terjadi ketegangan. Lembaga Investigasi Negara (LIN) memastikan jalannya aksi tetap dalam koridor hukum dan berlangsung aman.

Ketua LIN Lampung, Ahmad Rizkie turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung aspirasi mahasiswa selama dilakukan dengan damai tanpa menimbulkan kericuhan.

“Kami dari LIN hadir untuk memastikan agar aksi mahasiswa berjalan dengan aman dan kondusif. Mahasiswa menyampaikan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi harus tetap menjaga ketertiban umum,” ujar Ketua LIN Lampung.

Dengan kehadiran LIN bersama aparat keamanan, massa aksi dapat diarahkan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib. Situasi pun tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.
Pihak Pemerintah Gubernur Lampung, Forkopimda Pangdam,Kapolda , danrem dan DPRD menemui aksi massa dan menerima dengan baik

Red”

ketua umum dewan pers Nusantara Agus Gunawan S.H,M.H,” menghimbau Kondusifitas Keamanan dan Jangan CARI PANGGUNG

*Jakarta* ” Mencermati perkembangan kondisi Indonesia dalam seminggu terakhir ini, tentu membuat prihatin kita semua. Demo yang tadinya damai sebagai cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, tiba – tiba menjadi rusuh dan anarkis serta serentak di beberapa kota di tanah air tercinta ini. 31/08/2025.

Tentu semua ini menimbulkan tanda tanya, apakah mungkin semua terjadi hanya spontanitas saja ? Atau ada pengkondisian sebelumnya ? Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta – fakta objektif yang ditemukan di lapangan “, ujar Pemerhati Keamanan Agus Gunawan S.H,M.H di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan para awak media yang menemuinya untuk bertanya mengenai perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini.

Dirinya menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan jangan mudah terprovokasi informasi di medsos demi menjaga kondusifitas keamanan, serta diharapkan tidak ada orang yang mencari PANGGUNG dengan memanfaatkan situasi,serta kondisi sekarang ini ” tegas Agus”

Dalam kondisi seperti ini, semua harus bersatu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian serta menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya ” Agus “, kondisi yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu menjaga ucapan dan tindakan yang bisa memperkeruh suasana. Ini semua jadi pembelajaran bersama.

Disamping itu, mudah – mudahan kondisi seperti ini tidak dijadikan panggung politik dengan memanfaatkan kekacauan, krisis, atau kegaduhan sosial-politik untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas serta tidak ada adu domba” tegasnya”.

Ciri-ciri perilakunya adalah :
– Muncul tiba-tiba saat krisis, meskipun biasanya tidak aktif.
– Mengeluarkan pernyataan kontroversial atau bombastis agar diliput media.
– Mengambil posisi ekstrem (misalnya menyalahkan pemerintah, membela kelompok tertentu secara berlebihan).
– Membagikan bantuan atau dukungan di depan kamera, bukan semata-mata untuk menolong, tapi untuk pencitraan.
– Menggunakan media sosial secara agresif untuk membentuk opini publik.

Hal tersebut tentu perlu dihindari, karena akan berdampak negatif seperti :
– Menambah kegaduhan, bukan menyelesaikan masalah.
– Mengganggu upaya penyelesaian krisis yang dilakukan pihak berwenang.
– Menyulut emosi publik untuk keuntungan pribadi / kelompok.

” Mari kita jaga NKRI ini yang kita cintai ini dengan kehidupan yang rukun. Pemerintah yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang menyayangi para pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia “, pungkasnya.

Dalam situasi kondisi sekarang ini perlu kita jaga bersama kondusifitas dan kedamaian untuk tidak mudah di provokasi “ucap Agus Gunawan S.H,M.H”.

Redaksi”

Dede Farhan Aulawi Himbau Jaga Kondusifitas Keamanan dan Jangan CARI PANGGUNG

” Mencermati perkembangan kondisi Indonesia dalam seminggu terakhir ini, tentu membuat prihatin kita semua. Demo yang tadinya damai sebagai cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, tiba – tiba menjadi rusuh dan anarkis serta serentak di beberapa kota di tanah air. Tentu semua ini menimbulkan tanda tanya, apakah mungkin semua terjadi hanya spontanitas saja ? Atau ada pengkondisian sebelumnya ? Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta – fakta objektif yang ditemukan di lapangan “, ujar Pemerhati Keamanan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan para awak media yang menemuinya untuk bertanya mengenai perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini. Dirinya menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan jangan terprovokasi informasi di medsos demi menjaga kondusifitas keamanan, serta diharapkan tidak ada orang yang CARI PANGGUNG dengan memanfaatkan situasi. Dalam kondisi seperti ini, semua harus bersatu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian.

Menurutnya, kondisi yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu menjaga ucapan dan tindakan yang bisa memperkeruh suasana. Ini semua jadi pembelajaran bersama.

Disamping itu, mudah – mudahan kondisi seperti ini tidak dijadikan panggung politik dengan memanfaatkan kekacauan, krisis, atau kegaduhan sosial-politik untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas.

Ciri-ciri perilakunya adalah :
– Muncul tiba-tiba saat krisis, meskipun biasanya tidak aktif.
– Mengeluarkan pernyataan kontroversial atau bombastis agar diliput media.
– Mengambil posisi ekstrem (misalnya menyalahkan pemerintah, membela kelompok tertentu secara berlebihan).
– Membagikan bantuan atau dukungan di depan kamera, bukan semata-mata untuk menolong, tapi untuk pencitraan.
– Menggunakan media sosial secara agresif untuk membentuk opini publik.

Hal tersebut tentu perlu dihindari, karena akan berdampak negatif seperti :
– Menambah kegaduhan, bukan menyelesaikan masalah.
– Mengganggu upaya penyelesaian krisis yang dilakukan pihak berwenang.
– Menyulut emosi publik untuk keuntungan pribadi / kelompok

” Mari kita jaga republik yang kita cintai ini dengan kehidupan yang rukun. Pemerintah yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang menyayangi para pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia “, pungkasnya.

Red”

Wilson Lalengke Desak Reformasi Rekrutmen Pemimpin: “Jangan Biarkan Orang Seadanya Masuk Senayan”

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, melontarkan kritik keras terhadap sistem politik dan kepemimpinan di Indonesia. Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu menegaskan, bangsa ini membutuhkan perbaikan mendasar dalam sistem seleksi calon pemimpin agar kursi parlemen maupun eksekutif tidak diisi oleh figur-figur tanpa kapasitas yang memadai.

Menurut Wilson Lalengke, lemahnya sistem rekrutmen membuka jalan bagi siapa saja untuk menduduki jabatan strategis hanya bermodal kekuatan uang dan dukungan politik. “Kalau sistem rekrutmen calon pemimpin tidak diperbaiki, maka orang-orang ‘seadanya’, tanpa ilmu pengetahuan, tanpa wawasan kenegaraan, plus minus akhlak, bisa masuk Senayan hanya karena punya uang dan bekingan,” tegas dia dalam percakapan via grup WhatsApp, Minggu (31/8/2025).

Wilson Lalengke menilai, fenomena rendahnya kualitas pemimpin saat ini menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Demokrasi yang seharusnya melahirkan pemimpin visioner justru sering menghasilkan pejabat publik yang minim integritas dan kompetensi.

“Fenomena ini sangat berbahaya. Bagaimana bangsa bisa maju jika yang duduk di kursi legislatif maupun eksekutif hanyalah mereka yang lolos karena kekuatan uang dan sponsor politik, bukan karena visi dan kemampuan individaualnya?” ujarnya.

Ia memperingatkan, buruknya kualitas pemimpin berdampak langsung pada kegagalan kebijakan publik, lemahnya legislasi, hingga maraknya praktik korupsi yang merugikan rakyat. Wilson Lalengke menilai akar persoalan korupsi yang marak menjerat pejabat publik tidak bisa dilepaskan dari buruknya sistem rekrutmen politik di Indonesia.

“Jangan heran kalau banyak anggota DPR, kepala daerah, bahkan menteri tertangkap KPK. Itu konsekuensi dari sistem yang membolehkan siapa saja masuk hanya karena punya modal finansial. Mereka terpaksa mencari cara mengembalikan biaya politik yang mahal, salah satunya lewat praktik korupsi,” tutur Wilson Lalengke dan menambahkan bahwa selama rekrutmen politik masih bertumpu pada politik uang, maka rakyat akan terus menanggung kerugian.

Sebagai solusi, mantan dosen Universitas Bina Nusantara Jakarta itu menegaskan perlunya mekanisme seleksi berbasis kompetensi, integritas, dan wawasan kebangsaan. Partai politik, lembaga pendidikan politik, hingga Lemhannas harus mengambil peran lebih besar dalam mencetak calon pemimpin berkualitas.

“Negara ini butuh pemimpin yang punya visi, karakter, dan pemahaman mendalam tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa itu, jangan harap kita bisa keluar dari krisis multidimensi yang terus berulang,” katanya.

Wilson Lalengke juga mengingatkan rakyat agar tidak terjebak dalam politik uang yang hanya melahirkan “pemimpin dadakan” tanpa kapasitas. “Rakyat jangan lagi jadi korban money politics. Jangan jual suara hanya karena sembako atau uang recehan. Pilihlah pemimpin yang betul-betul bisa membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Wilson Lalengke dikenal luas sebagai aktivis pers dan demokrasi yang konsisten menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara, terutama yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Sebagai Ketua Umum PPWI, ia aktif membela kebebasan pers warga dan kerap turun langsung mengadvokasi jurnalis maupun masyarakat sipil yang mendapat tekanan.

Pendidikan akademiknya pun terbilang mumpuni. Wilson Lalengke merupakan lulusan S-1 Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan dari Universitas Riau, kemudian melanjutkan studi pasca sarjana bidang Global Ethics di Birmingham University, England; dan Applied Ethics di Consortium of Utrecht University, The Netherlands, and Linkoping University, Sweden. Puncaknya, ia mengikuti PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, program strategis yang mencetak kader pemimpin bangsa.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman advokasi tersebut, kritik Wilson Lalengke dinilai merefleksikan keprihatinan mendalam terhadap kualitas demokrasi Indonesia yang masih dikuasai kepentingan uang dan oligarki. (SAD/Red)

Dede Farhan Aulawi Bicara Tren Senjata Pertahanan Masa Depan

“ Tren senjata pertahanan masa depan berfokus pada penggunaan Kecerdasan Buatan (AI), sistem otonom, dan senjata hipersonik untuk meningkatkan efektivitas dan presisi serangan, terutama dalam bentuk drone dan senjata laser. Selain itu, fokus juga bergeser pada keamanan siber dan konsep C4ISR (komando, kontrol, komunikasi, komputer, intelijen, pengawasan, dan pengintaian) untuk mengintegrasikan informasi di medan perang “, Ujar Pemerhati Teknologi Hankam Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan saat diskusi santai bersama rekan – rekannya. Menurutnya, tren senjata masa depan mencerminkan perkembangan teknologi militer yang semakin canggih dan fokus pada efisiensi, otomatisasi, serta pengurangan risiko terhadap personel. AI memungkinkan sistem senjata menjadi lebih cerdas, mampu belajar, dan melakukan analisis data besar untuk mendapatkan wawasan strategis. Sistem otonom, termasuk “mothership drone” dan “swarm drone,” dapat meningkatkan efektivitas taktik serangan dan pengumpulan intelijen secara signifikan.

Pada kesempatan tersebut iapun menjelaskan rudal dengan kecepatan lebih dari Mach 5 dan jalur terbang yang tidak terduga memberikan keunggulan besar karena kemampuannya bermanuver dan sulit dicegat. Begitupun dengan teknologi laser yang terus dikembangkan untuk menghancurkan atau menonaktifkan drone, rudal, dan pesawat terbang. Ada lagi Senjata Berbasis Elektromagnetik, dimana proyektil jarak jauh dan berkecepatan tinggi menjadi lebih efektif dengan teknologi senjata rel elektromagnetik.

Untuk itu saat ini terjadi perubahan paradigma pertahanan yang berfokus pada Informasi dan konektivitas, keamanan siber, efisiensi dan presisi. Medan perang masa depan akan lebih bergantung pada kekuatan informasi dan cara menghubungkan berbagai kekuatan militer melalui konsep C4ISR, bukan hanya pada kekuatan senjata tradisional. Begitupun dengan keberadaan perang siber berbasis AI yang semakin nyata mendorong kebutuhan akan kapabilitas teknis, doktrin yang kuat, dan tindakan proaktif dalam pertahanan digital. Tak lupa juga untuk lebih menekankan pada efisiensi, presisi tinggi dalam operasi, dan kemampuan untuk mengurangi kerusakan kolateral. Jadi senjata masa depan cenderung makin otonom, presisi tinggi, dan mengandalkan teknologi non-konvensional (laser, AI, hipersonik). Perang masa depan bisa terjadi tanpa keterlibatan langsung manusia di medan tempur.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan Senjata Energi Terarah (Directed Energy Weapons), misalnya Laser, microwave, dan senjata partikel yang memiliki kelebihan tidak menggunakan amunisi konvensional, serangan secepat cahaya, dan biaya per tembakan sangat rendah. Contohnya U.S. Navy’s Laser Weapon System (LaWS), dan Iron Beam (Israel). Ada juga Senjata Otonom dan Robot Tempur, misalnya Drone pembunuh (kamikaze drones), dan robot darat bersenjata. Kecerdasan Buatan (AI) dipakai untuk identifikasi target dan pengambilan keputusan.

Kemudian ada Drone Tempur dan Swarm Drones, dimana terjadi penggunaan drone dalam jumlah besar (swarm) yang bisa bekerja sama secara terkoordinasi. Fungsinya pengintaian, serangan presisi, dan gangguan elektronik. Negara pelopornya AS, China, Turki, dan Israel. Termasuk Integrasi AI dalam Sistem Senjata yang digunakan untuk deteksi target, optimalisasi rute serangan dan prediksi taktik musuh. Contoh penerapan sistemnya, AI di jet tempur generasi ke-6 seperti Tempest (UK) dan NGAD (AS).

Lebih lanjut iapun menguraikan senjata hipersonik yang dapat bergerak lebih dari Mach 5. Jenisnya, Glide Vehicle (HGV), dan Cruise Missile hipersonik. Negara terdepan adalah Rusia (Avangard), China (DF-ZF), AS (masih dalam pengembangan). Kelebihannya sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan saat ini. Ada lagi senjata Bioteknologi dan Genetika dimana memiliki kemampuan untuk melakukan penyebaran penyakit yang sudah dimodifikasi. Pengembangannya memang masih rahasia dan sangat terbatas karena terikat ketentuan hukum internasional.

Terakhir senjata Elektromagnetik & EMP (Electromagnetic Pulse) yang dapat digunakan untuk melumpuhkan sistem elektronik musuh tanpa membunuh manusia langsung, dan bisa menjatuhkan pesawat, mematikan radar, atau merusak komunikasi. Disinilah pentingnya membangun sistem Pertahanan Aktif, yaitu sistem yang dapat mencegat roket, peluru, atau drone secara otomatis. Contohnya Trophy (Israel) untuk tank dan Iron Dome untuk serangan rudal.

“ Itulah sedikit gambaran tren perkembangan senjata pertahanan di masa depan yang bisa disampaikan pada kesempatan ini. Seiring dengan waktu tentu, jenis dan modelnya akan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam konteks pertahanan, disinilah pentingnya pengemban fungsi perencanaan dapat memprediksi kebutuhan jenis senjata di masa depan. Lengkap dengan paket perawatannya agar senjata yang dibeli memiliki utilitas yang tinggi “, pungkas Dede mengakhiri obrolan.

FORMAS Dukung Sikap Tegas Presiden Prabowo, Serukan Masyarakat Jaga Keamanan dan Perekonomian

JAKARTA – Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Yohanes Handoyo Budhisedjati, menyatakan dukungannya terhadap sikap tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi aspirasi masyarakat. Dukungan ini disampaikan menyusul pernyataan resmi Presiden pada Minggu, 31 Agustus 2025, yang menegaskan langkah-langkah konkret dalam menanggapi tuntutan publik.

Dalam keterangan persnya, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa para ketua umum partai telah mengambil langkah tegas. “Langkah tegas yang dilakukan Ketua Umum Partai Politik adalah mereka (anggota bermasalah-red) masing-masing dicabut keanggotaannya dari DPR RI,” ungkap Presiden. Selain itu, Presiden juga menyampaikan adanya pencabutan beberapa kebijakan DPR, termasuk pembatalan kenaikan tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Presiden juga menegaskan pentingnya menghormati aspirasi murni masyarakat dan kebebasan berpendapat, namun di sisi lain, ia memerintahkan aparat untuk bertindak tegas terhadap tindakan anarkis. “Kepada pihak Kepolisian dan TNI, saya perintahkan untuk ambil tindakan yang setegas-tegasnya, terhadap perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah individu, dan sentra-sentra ekonomi, sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

FORMAS: Keputusan Serius Pemerintah Wujudkan Aspirasi Rakyat

Menanggapi pernyataan Presiden, Yohanes Handoyo Budhisedjati menilai langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah mendengar dan menindaklanjuti suara rakyat. “Kami melihat Presiden Prabowo telah mengambil langkah yang tepat dan tegas. Ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan suara rakyat,” ujar Handoyo.

Handoyo menambahkan, Presiden Prabowo juga sudah memerintahkan seluruh Kementerian dan Lembaga Negara untuk membuka akses komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat. “Ini keputusan serius pemerintah dan merupakan hasil positif dari penyampaian aspirasi yang sesungguhnya sangat ditunggu-tunggu masyarakat selama ini,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa langkah ini menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen pemerintah dalam mewujudkan aspirasi rakyat. “Bukan sekadar janji, tapi tindakan nyata. Kami percaya, dengan kolaborasi dan transparansi, pemerintah dan rakyat bisa bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.

Langkah ini adalah sebuah sinyal kuat dari pemerintah. Di era digital ini, keterbukaan informasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk membuka akses seluas-luasnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa transparansi adalah fondasi utama dari tata kelola pemerintahan yang baik. Ini juga menjadi pengingat bagi para penyelenggara negara bahwa mereka harus patuh pada hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu.

Selain itu, Handoyo menekankan bahwa pemerintah perlu segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat terkait keringanan beban pajak. Menurutnya, ini adalah langkah krusial untuk membantu meringankan beban ekonomi rakyat, yang secara langsung akan berdampak positif pada kesejahteraan. FORMAS meyakini bahwa langkah-langkah konkret terkait kebijakan fiskal akan sangat diapresiasi oleh masyarakat luas.

Lebih lanjut, Handoyo menyerukan kepada 78 organisasi masyarakat yang berada di bawah naungan FORMAS untuk bersatu mendukung langkah pemerintah. Ia juga mengimbau seluruh pimpinan organisasi di FORMAS agar membuat pernyataan dukungan serupa. Hal ini, menurutnya, penting untuk menciptakan ketenangan di tengah masyarakat dan meyakinkan bahwa aspirasi mereka telah terpenuhi.

Selain itu, FORMAS juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin melakukan aksi anarkis. Handoyo menegaskan bahwa penyampaian aspirasi sudah cukup, mengingat pemerintah, DPR, dan pimpinan partai politik telah mengambil kebijakan yang tegas dan memenuhi tuntutan rakyat.

“Mari kita jaga keamanan dan situasi kondusif. Jangan biarkan aksi anarkis yang menunggangi demonstrasi merusak perekonomian kita. Persatuan dan ketenangan adalah kunci untuk memastikan Indonesia terus maju,” pungkas Handoyo. (***)

Red”

Polda Jateng Amankan 39 Pelaku Aksi Anarkis yang Serang Mapolda Jateng pada Minggu Dini Hari

Polda Jateng, Kota Semarang | Polda Jateng kembali menindak tegas aksi anarkis yang dilakukan kelompok anarko pada Minggu (31/8/2025) dini hari tadi. Dalam aksinya mereka secara bergerombol dengan sepeda motor mendatangi Mapolda Jateng pada pukul 03.30 WIB dan langsung melakukan pelemparan terhadap petugas yang berjaga dan merusak fasilitas umum.

Menanggapi aksi tersebut, petugas kepolisian tidak tinggal diam. Melalui serangkaian tindakan kepolisian yang tegas dan terukur, petugas langsung membubarkan dan menangkap puluhan pelaku aksi anarkis tersebut.

Dalam keterangannya dihadapan media, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa petugas berhasil mengamankan 39 orang. Para pelaku tersebut tertangkap tangan saat melakukan aksi anarkis oleh petugas intel dan reserse yang masih bersiaga di sekitar lokasi.

“Para pelaku dari kelompok anarko pada Minggu dini hari sekira pukul 03.30 WIB kembali melakukan penyerangan. Dengan sarana motor, mereka mendatangi Mapolda Jateng dan langsung merangsek memasuki pagar dan melakukan pelemparan terhadap petugas. Berkat kesigapan petugas intel dan reserse yang bersiaga di sekitar lokasi, aksi tersebut berhasil dibubarkan dan sebanyak 39 pelaku berhasil ditangkap saat melakukan tindakan anarkis,” jelasnya.

Terhadap para pelaku yang diamankan, saat ini masih menjalani proses pemeriksaan dan pendataan oleh petugas dari Ditreskrimum Polda Jateng. Untuk mencegah terulangnya aksi tersebut, Kabid humas menyampaikan kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas putra-putrinya, terutama pada malam hari.

“Sayangi anak-anak anda, jangan sampai aktivitas mereka di luar rumah pada malam hari tidak terpantau sehingga menjadi korban atau bahkan pelaku dari tindak kejahatan. Mari kita jaga bersama anak-anak yang akan menjadi generasi penerus kita di masa depan dan melindungi mereka dari pengaruh dan pergaulan yang negatif,” tandas Kabid Humas..*

*Kelompok Anarko Kembali Ditangkap Usai Serang Polda Jateng pada Minggu Dini Hari, Kabid Humas Himbau Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anaknya.*

Polda Jateng, Kota Semarang | Polda Jateng kembali menindak tegas aksi anarkis yang dilakukan kelompok anarko pada Minggu (31/8/2025) dini hari tadi. Dalam aksinya mereka secara bergerombol dengan sepeda motor mendatangi Mapolda Jateng pada pukul 03.30 WIB dan langsung melakukan pelemparan terhadap petugas yang berjaga dan merusak fasilitas umum.

Menanggapi aksi tersebut, petugas kepolisian tidak tinggal diam. Melalui serangkaian tindakan kepolisian yang tegas dan terukur, petugas langsung membubarkan dan menangkap puluhan pelaku aksi anarkis tersebut.

Dalam keterangannya dihadapan media, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut bahwa petugas berhasil mengamankan 39 orang. Para pelaku tersebut tertangkap tangan saat melakukan aksi anarkis oleh petugas intel dan reserse yang masih bersiaga di sekitar lokasi.

“Para pelaku dari kelompok anarko pada Minggu dini hari sekira pukul 03.30 WIB kembali melakukan penyerangan. Dengan sarana motor, mereka mendatangi Mapolda Jateng dan langsung merangsek memasuki pagar dan melakukan pelemparan terhadap petugas. Berkat kesigapan petugas intel dan reserse yang bersiaga di sekitar lokasi, aksi tersebut berhasil dibubarkan dan sebanyak 39 pelaku berhasil ditangkap saat melakukan tindakan anarkis,” jelasnya.

Terhadap para pelaku yang diamankan, saat ini masih menjalani proses pemeriksaan dan pendataan oleh petugas dari Ditreskrimum Polda Jateng. Untuk mencegah terulangnya aksi tersebut, Kabid humas menyampaikan kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas putra-putrinya, terutama pada malam hari.

“Sayangi anak-anak anda, jangan sampai aktivitas mereka di luar rumah pada malam hari tidak terpantau sehingga menjadi korban atau bahkan pelaku dari tindak kejahatan. Mari kita jaga bersama anak-anak yang akan menjadi generasi penerus kita di masa depan dan melindungi mereka dari pengaruh dan pergaulan yang negatif,” tandas Kabid Humas.

Red”