Beranda blog Halaman 90

Prabowo: Polisi Terluka Saat Ricuh Akan Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menjenguk sejumlah anggota Polri yang mengalami luka saat mengamankan aksi unjuk rasa. Para personel yang dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur itu dijanjikan akan memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).

“Semua petugas dinaikin pangkat, dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” ujar Prabowo kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Prabowo menegaskan bahwa aparat berkewajiban melindungi massa aksi yang taat aturan. Menurutnya, hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Kalau demonstran murni yang baik justru oleh aparat harus dilindungi, hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, tapi ada ketentuannya, demonstrasinya harus damai, harus sesuai undang-undang,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, ketentuan undang-undang mengatur bahwa demonstrasi harus melalui izin resmi dan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

“Jadi undang-undang mengatakan kalau mau demonstrasi harus minta izin dan izin harus dikasih dan berhentinya 18.00,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut dirinya mendapat laporan adanya pihak yang sengaja memicu kericuhan dengan melakukan pembakaran dan menggunakan petasan berdaya ledak tinggi. Akibatnya, banyak polisi yang mengalami luka bakar.

“Di berbagai tempat saya dapat laporan datang truk-truk di situ ada petasan-petasan yang besar dan ini anggota banyak kena petasan, ada yang terbakar leher, ada paha, kebanyakan laki-laki terbakar alat vitalnya, ini menurut saya sudah perusuh, niatnya bakar,” katanya.

Red”

Tanggap Situasi, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Apel Kesiapsiagaan

Makassar – Menyikapi perkembangan situasi sekaligus mengantisipasi potensi aksi demonstrasi yang dapat terjadi di wilayah Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han. memimpin langsung apel kesiapsiagaan di Apron Galaktika, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (2/9/2025).

Apel diikuti oleh seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin untuk memastikan kesiapan personel, materiil, serta prosedur pengamanan berjalan optimal.

Danlanud Sultan Hasanuddin dalam amanatnya menekankan untuk bersikap profesional dalam pelaksanaan tugas dan mengingatkan kepada seluruh personel untuk mengedepankan sikap humanis dan koordinasi terpadu dengan seluruh pihak, sehingga suasana kondusif di wilayah Makassar tetap terjaga.

Apel siaga ini sekaligus menjadi wujud kesiapan Lanud Sultan Hasanuddin dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah sekitar Lanud Sultan Hasanuddin. (Pen Hnd)

LIN Lampung : Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Lampung Duduk Lesehan Bersama Massa Aksi

Lampung – Suasana aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung berlangsung penuh keakraban setelah Gubernur Lampung, Pangdam II/Sriwijaya, serta Kapolda Lampung turun langsung menemui massa aksi. Ketiga pejabat tersebut memilih duduk lesehan bersama para demonstran, menciptakan momen kebersamaan yang jarang terjadi dalam aksi unjuk rasa.

Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) Lampung, Ahmad Rizkie, SH menyampaikan apresiasi atas langkah dialogis yang dilakukan pimpinan daerah. “Ini adalah bentuk nyata pendekatan humanis dari pemimpin kita, sehingga aspirasi masyarakat bisa didengar tanpa harus menimbulkan gesekan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, massa aksi menyampaikan berbagai tuntutan dan aspirasi secara langsung, sementara para pejabat mendengarkan dengan seksama. Situasi yang awalnya tegang berubah menjadi kondusif dan penuh rasa kekeluargaan.

LIN Lampung berharap pola komunikasi terbuka dan humanis ini dapat menjadi contoh penyelesaian setiap permasalahan masyarakat di Lampung.

Red

Strategi Komprehensif Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Potensi perpecahan bangsa di Indonesia muncul dalam berbagai format, termasuk berbagai kerusuhan yang serentak terjadi di beberapa kota. Hal ini tentu tidak baik jika dibiarkan karena perpecahan bisa melebar dan berpotensi mengorbankan masyarakat yang tidak berdosa. Semua itu tentu dapat memicu disintegrasi bangsa. Begitupun ancaman berbagai pemberitaan yang cenderung provokatif/ hoaks dari berbagai platform media sosial dan kurangnya rasa patriotisme atau nasionalisme di kalangan generasi muda. Untuk mencegahnya, penting untuk menumbuhkan toleransi, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan masyarakat, serta memahami Indonesia dalam satu kesatuan melalui Wawasan Nusantara.

Untuk itu pada kesempatan ini, saya coba uraikan terkait strategi komprehensif untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa secara menyeluruh, mencakup aspek ideologis, sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Pertama, Pentingnya penguatan Ideologi Pancasila, misalnya melalui pendidikan Pancasila sejak usia dini hingga perguruan tinggi, baik secara formal maupun informal. Termasuk internalisasi nilai-nilai kebhinekaan, seperti toleransi, gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial. Ini semua perlu dikemas dalam format kampanye nasional tentang pentingnya persatuan melalui media massa, sosial media, dan tokoh masyarakat.

Kedua, Pembangunan Ekonomi Inklusif. Pemerataan pembangunan antar wilayah agar tidak ada daerah yang merasa terpinggirkan. Pengurangan kesenjangan sosial-ekonomi melalui bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, bantuan kredit produktif dan lapangan kerja di daerah tertinggal. Prioritas investasi di daerah luar Jawa untuk memperkuat integrasi nasional.

Ketiga, Penguatan Sistem Pendidikan dan Karakter Bangsa. Kurikulum yang menanamkan cinta tanah air, toleransi antar budaya dan agama. Pendidikan multikultural dan wawasan kebangsaan di semua jenjang pendidikan. Pelatihan karakter dan kepemimpinan kebangsaan bagi pemuda dan mahasiswa.

Keempat, Pemberdayaan Media dan Teknologi Digital. Media sebagai agen pemersatu, bukan pemecah belah. Peningkatan literasi digital untuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme. Kampanye positif di media sosial tentang keberagaman Indonesia.

Kelima, Revitalisasi Peran Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat. Kolaborasi pemerintah dengan tokoh agama dan adat dalam menjaga harmoni sosial. Dialog antarumat beragama dan antarbudaya secara rutin. Pemberdayaan lembaga adat untuk menjaga kearifan lokal yang mendorong persatuan.

Keenam, Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Politik Warga guna meningkatkan partisipasi warga dalam demokrasi secara damai dan konstruktif. Pendidikan politik yang sehat dan inklusif, khususnya bagi generasi muda. Penegakan hukum terhadap politik identitas dan provokatif yang memecah belah.

Ketujuh, Pembangunan Infrastruktur Sosial dan Konektivitas guna meningkatkan akses transportasi antar pulau dan daerah untuk mempererat koneksi fisik dan sosial. Infrastruktur digital merata untuk mendorong konektivitas nasional. Fasilitas umum yang mendukung interaksi lintas suku dan agama.

Kedelapan, Penguatan Kebudayaan Nasional. Pelestarian budaya daerah dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”. Festival budaya lintas daerah dan lintas agama. Promosi budaya lokal sebagai kekayaan nasional, bukan sebagai pembeda.

Kesembilan, Penegakan Hukum yang Adil dan Tegas. Penegakan hukum tanpa pandang bulu untuk menciptakan rasa keadilan. Termasuk, menindak tegas pelaku ujaran kebencian, provokasi SARA, dan separatisme. Untuk itu, perlu reformasi birokrasi dan perbaikan pelayanan publik agar tidak menimbulkan kecemburuan antar daerah.

Kesepuluh, Peran Aktif Generasi Muda guna mendorong gerakan anak muda untuk jadi agen perubahan sosial dan perdamaian. Fasilitasi komunitas lintas budaya dan pemuda dalam proyek sosial nasional. Penguatan identitas kebangsaan di kalangan digital native.

Perlu diingat bahwa persatuan bangsa tidak akan terwujud hanya dengan seruan semata. Diperlukan strategi komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa. Baik pemerintah, masyarakat, dan individu. Dengan menjaga nilai-nilai luhur dan mewujudkan keadilan sosial, persatuan Indonesia akan tetap kokoh di tengah dinamika zaman. Semoga bermanfaat buat masa depan masyarakat yang semakin bermartabat.

Red”

Pelatihan 1 hari : Interpolasi Politik dan Strategi Tingkatkan Peluang Kemenangan Kontestasi

*Dasar Pemikiran*

Pemenangan kontestasi politik adalah kemenangan kandidat atau partai politik dalam pemilihan umum melalui berbagai strategi, termasuk mobilisasi dukungan berbasis identitas sosial, dan penerapan strategi kampanye yang efektif.

Interpolasi politik hakikatnya merupakan strategi untuk memperbesar peluang kemenangan kontestasi. Sebuah konsep di mana strategi atau pendekatan politik diadaptasi dan disesuaikan secara dinamis dengan konteks dan kondisi yang ada untuk meningkatkan peluang meraih kemenangan dalam sebuah kompetisi politik, seperti pemilu atau pemilihan umum.

*Tujuan Pelatihan*
Membekali setiap peserta dengan wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun dan merumuskan strategi interpolasi politik guna memenangkan kontestasi politik.

*Subjek Pembahasan*
1. Pengertian Strategi Interpolasi Politik
2. Penyesuaian Strategi Kampanye
– Interpolasi politik berarti mengombinasikan atau menyesuaikan berbagai pendekatan politik berdasarkan perubahan situasi, misalnya menyesuaikan pesan kampanye, target pemilih, atau isu yang diangkat sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

3.Menggunakan Data dan Analisis Pemilih
– Dengan memanfaatkan data demografis, preferensi pemilih, dan hasil survei, calon atau partai dapat menginterpolasi pendekatan yang paling efektif untuk menjangkau kelompok pemilih tertentu, sehingga meningkatkan peluang menang.

4. Fleksibilitas dalam Koalisi dan Alianisasi
– Memperbesar peluang kemenangan juga dapat dilakukan dengan membentuk koalisi yang strategis, menyesuaikan dukungan politik sesuai dengan dinamika kontestasi.

5. Pemanfaatan Teknologi dan Media Sosial
– Interpolasi politik modern juga menggabungkan penggunaan teknologi informasi untuk menyampaikan pesan yang tepat sasaran dan real-time, sehingga kampanye lebih responsif terhadap perubahan opini publik.

6. Konsistensi dan Relevansi Pesan
– Walaupun harus fleksibel, interpolasi harus tetap menjaga konsistensi nilai dan relevansi dengan isu yang dihadapi masyarakat agar pesan kampanye tidak kehilangan kredibilitas.

*Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :*
– Pak Tata : 0815 7897 7777
– Ibu Ines : 0813 2498 5928
– Pak Anan : 0822 1982 1388
– Pak Ibnu : 0852 2009 7889

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tinjau Markas Baru di Pekanbaru

Pekanbaru, 1 September 2025 – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayor Jenderal TNI Agus Hadi Waluyo, melakukan peninjauan markas baru Kodam XIX/TT yang berkedudukan di eks gedung Korem 031/Wira Bima, Pekanbaru, Senin (1/9).

Rombongan Pangdam tiba melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan bergerak dalam iring-iringan kendaraan dinas TNI menuju markas di Jalan Sisingamangaraja. Konvoi melintasi sejumlah ruas protokol, di antaranya Jalan Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, dan Jalan Hang Tuah.

Sesampainya di lokasi, Mayjen Agus Hadi Waluyo didampingi Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Sugiyono. Penyambutan dilakukan dengan upacara penghormatan militer dan pemeriksaan pasukan. Pangdam juga melakukan inspeksi terhadap jajaran, termasuk para Komandan Kodim yang berada di bawah komando Kodam XIX/TT.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai membawahi wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Kedua provinsi ini memiliki posisi strategis dengan gugusan pulau serta laut yang berbatasan langsung dengan jalur perdagangan internasional.

Profil Pangdam XIX/TT

Mayor Jenderal TNI Agus Hadi Waluyo lahir pada 22 Agustus 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Militer 1995 dengan spesialisasi Artileri Medan. Karier militernya diawali di satuan Armed sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya:

2011–2013: Komandan Batalyon Armed 10/Brajamusti

2013–2014: Komandan Kodim 1624/Flores Timur

2018–2021: Direktur Pembinaan Kesenjataan Pussenarmed Kodiklatad

2023: Komandan Pusat Pendidikan Artileri Medan (Danpusdikarmed)

2024: Wakil Asisten Personel (Waasspers) Panglima TNI

Terakhir sebelum Kodam XIX/TT: Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed)

Dengan pengalaman panjang di bidang artileri, Mayjen Agus Hadi dikenal memiliki reputasi kuat dalam strategi pertahanan darat.

Kodam Baru

Kodam XIX/Tuanku Tambusai merupakan salah satu dari enam Kodam baru yang diresmikan TNI Angkatan Darat pada 10 Agustus 2025. Dengan kepemimpinan Mayjen Agus Hadi Waluyo, Kodam XIX/TT diharapkan mampu memperkuat pertahanan nasional sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Riau dan Kepulauan Riau sebagai pintu gerbang penting Indonesia di jalur maritim internasional.

Red”

Tinjauan Psikologi Dalam Pengamanan Massa Demonstrasi

(Dede Farhan Aulawi)

Setelah terjadinya rangkaian demonstrasi di beberapa kota, ada baiknya menambah literasi demo dalam perspektif psikologi. Tinjauan psikologi dalam pengamanan massa demonstrasi penting untuk memahami perilaku kelompok dan individu dalam situasi tersebut, serta bagaimana faktor-faktor psikologis dapat mempengaruhi dinamika massa. Beberapa aspek psikologis yang relevan dalam konteks pengamanan massa demonstrasi ada beberapa hal yang patut dijelaskan dibawah ini.

Deindividuasi, yaitu ketika individu berada dalam kerumunan besar, mereka cenderung kehilangan identitas pribadi dan merasa kurang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan perilaku agresif atau destruktif. Dalam konteks demonstrasi, deindividuasi bisa menjelaskan mengapa orang yang biasanya tenang bisa terlibat dalam kerusuhan.

Norma Sosial dan Tekanan Kelompok. Dalam massa, individu sering kali merasa tertekan untuk mengikuti norma kelompok, bahkan jika norma tersebut tidak rasional atau bertentangan dengan nilai pribadi mereka. Hal ini dapat memperburuk situasi jika ada provokasi atau aksi kekerasan dari sebagian kecil orang dalam demonstrasi.

Efek Konformitas. Dalam kerumunan besar, orang cenderung mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Konformitas ini bisa terjadi baik dalam tindakan damai maupun kekerasan, tergantung pada dinamika kelompok dan bagaimana pemimpin atau pihak yang memimpin aksi berperan.

Pengaruh Pemimpin dalam banyak demonstrasi, baik yang damai maupun yang anarkis, pemimpin atau figur yang berpengaruh memainkan peran besar dalam mengarahkan arah massa. Pemimpin ini bisa menginspirasi atau memanipulasi emosi massa, baik untuk menenangkan suasana atau sebaliknya, memicu eskalasi ketegangan.

Pesan dan Simbolisme. Pemimpin seringkali menggunakan pesan yang kuat dan simbol-simbol tertentu untuk memperkuat identitas kelompok dan memperkuat semangat para demonstran. Penggunaan simbol ini bisa berpotensi meredakan atau meningkatkan ketegangan.

Stres dan Ketegangan Sosial. Ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan sering kali disertai dengan peningkatan stres psikologis. Ketika pihak berwenang menggunakan taktik yang represif, seperti penggunaan gas air mata atau kekerasan fisik, hal ini bisa memicu respons emosional yang lebih ekstrem dari massa, yang bisa berujung pada eskalasi konfrontasi.

Faktor Ketakutan. Ketika massa merasa terancam atau diserang, mereka bisa bereaksi dengan cara yang sangat defensif atau agresif. Ketakutan akan penindasan bisa memperburuk ketegangan dan memicu reaksi yang lebih besar.

Strategi Pengendalian Emosi. Aparat keamanan perlu memahami bahwa kerumunan massa sering kali tidak dipengaruhi oleh alasan rasional, tetapi lebih dipengaruhi oleh emosi kelompok. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih humanistik dan dialogis lebih cenderung efektif daripada kekerasan langsung. Polisi atau aparat pengamanan yang terlatih dalam pengendalian massa harus bisa menilai suasana hati kerumunan, membaca tanda-tanda ketegangan, dan merespons dengan cara yang meminimalkan risiko eskalasi.

Kesiapan Mental dan Profesionalisme. Aparat pengamanan juga harus menjaga kestabilan emosi mereka agar tidak terprovokasi oleh tindakan demonstran. Jika aparat bertindak dengan tenang dan profesional, ini bisa meredakan ketegangan dan membantu memecah potensi kerusuhan.

Sosial dan Identitas Kelompok. Ketika orang bergabung dalam suatu kelompok besar yang memiliki tujuan bersama, mereka cenderung merasa memiliki rasa solidaritas yang kuat. Hal ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan mereka, termasuk cara mereka merespons atau bertindak dalam menghadapi otoritas atau ancaman.

Pengaruh Media Sosial. Media sosial seringkali berperan penting dalam mengorganisir massa dan menyebarkan informasi. Pesan yang tersebar melalui media sosial dapat mempengaruhi mood dan perilaku kelompok, serta merespons tindakan atau kebijakan pihak berwenang dengan lebih cepat.

Emosi yang Mengarah pada Proses Dialog. Emosi seperti marah, kecewa, atau frustrasi sering kali mendasari alasan seseorang terlibat dalam demonstrasi. Memahami emosi ini dan mengakui keberadaannya bisa membuka jalur untuk negosiasi yang lebih efektif antara demonstran dan pihak berwenang.

Membangun Kepercayaan. Salah satu tantangan terbesar dalam pengamanan massa adalah membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan demonstran. Dialog yang terbuka dan sikap yang empatik dari aparat bisa membantu meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pemulihan Emosional. Setelah demonstrasi, baik yang berlangsung damai maupun yang penuh kekerasan, penting untuk mengelola dampak psikologis pada semua pihak, baik peserta maupun aparat keamanan. Stres pasca demonstrasi bisa berlanjut dalam bentuk kecemasan, trauma, atau perasaan ketidakadilan.

Kebutuhan untuk Penyembuhan Sosial. Proses penyembuhan sosial yang melibatkan rekonsiliasi dan dialog bisa menjadi cara yang efektif untuk meredakan ketegangan jangka panjang setelah demonstrasi besar.

Jadi, tinjauan psikologi dalam pengamanan massa demonstrasi mencakup berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku kelompok, termasuk dinamika emosional, identitas sosial, pengaruh pemimpin, serta reaksi terhadap stres dan ketegangan. Pemahaman mendalam tentang faktor-faktor ini sangat penting dalam merancang strategi pengamanan yang efektif dan humanis, guna mengurangi risiko eskalasi kekerasan dan menciptakan suasana yang lebih aman bagi semua pihak yang terlibat.

Semoga bermanfaat.

Korelasi Genetika Antara Bangsa Indonesia dengan China

(Dede Farhan Aulawi)

Korelasi genetika antara bangsa Indonesia dan China dapat dipahami melalui studi genetika populasi, yang melihat bagaimana variasi genetik tersebar di berbagai populasi di dunia. Meskipun kedua bangsa ini memiliki perbedaan budaya dan sejarah yang signifikan, secara genetik, ada beberapa hubungan yang dapat ditemukan.

Secara umum, orang-orang Indonesia dan China termasuk dalam kelompok besar populasi Asia Timur dan Asia Tenggara. Beberapa studi genetika menunjukkan bahwa ada hubungan genetik yang lebih dekat antara populasi yang tinggal di Asia Timur (seperti China) dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dibandingkan dengan populasi dari benua lain.

Secara antropologis, sebagian besar orang Indonesia dan China termasuk dalam kelompok ras Mongoloid. Populasi ini memiliki pola distribusi genetik tertentu yang lebih banyak ditemukan di Asia Timur dan Asia Tenggara, meskipun dengan variasi yang lebih besar di masing-masing wilayah.

Berdasarkan bukti arkeologis dan studi genetika, diyakini bahwa migrasi manusia pertama kali keluar dari Afrika menuju Asia terjadi sekitar 60.000 hingga 70.000 tahun yang lalu. Setelah itu, manusia purba menyebar ke berbagai wilayah di Asia.

Salah satu teori yang diterima adalah bahwa nenek moyang orang Indonesia dan China berasal dari migrasi yang sama, meskipun jalur dan waktu migrasi mereka berbeda. Orang Indonesia, yang sebagian besar berasal dari kelompok Austronesia, kemungkinan besar bermigrasi ke wilayah ini sekitar 4.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Sedangkan, di China, kelompok Han yang dominan memiliki sejarah yang lebih panjang di wilayah tersebut.

Studi genetika modern, termasuk analisis haplogroup mitokondria dan Y-chromosome, dapat menunjukkan hubungan genetik antara populasi Indonesia dan China. Beberapa haplogroup mitokondria yang ditemukan pada orang Indonesia juga ditemukan pada orang China, terutama yang tinggal di wilayah selatan China. Haplogroup ini menunjukkan migrasi manusia yang terjadi ribuan tahun yang lalu.

Pada sisi laki-laki, analisis Y-chromosome juga menunjukkan adanya hubungan antara populasi Indonesia dan China. Beberapa penanda genetik ditemukan pada kedua populasi ini, yang mengindikasikan adanya hubungan leluhur yang lebih jauh.

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman genetik yang sangat tinggi, berkat keberagaman etnis dan suku bangsa yang ada di sana. Dalam konteks ini, terdapat variasi genetik yang lebih besar di Indonesia dibandingkan dengan China, karena Indonesia dihuni oleh banyak kelompok etnis dan budaya yang berbeda.

Selain migrasi awal, pengaruh sejarah juga berperan. Misalnya, pada periode kerajaan-kerajaan di Indonesia, terutama pada masa kerajaan Majapahit, ada hubungan perdagangan dan pertukaran budaya dengan China. Ini bisa saja mempengaruhi genetik beberapa kelompok di Indonesia, meskipun pengaruhnya lebih pada aspek budaya dan sosial dibandingkan genetik.

Meskipun ada kesamaan genetik antara orang Indonesia dan China, ada juga perbedaan yang jelas. Genetika orang China, terutama yang tinggal di wilayah utara, cenderung memiliki variasi yang lebih besar dalam hal ketahanan terhadap iklim dingin dan adaptasi terhadap makanan tertentu (seperti fermentasi), sementara orang Indonesia lebih cenderung menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis dan pola makan yang berbeda.

Jadi secara keseluruhan, ada korelasi genetik antara bangsa Indonesia dan China, meskipun tingkat kedekatannya lebih terlihat dalam kelompok Asia Timur dan Asia Tenggara secara umum. Namun, perbedaan yang signifikan juga ada, terutama dalam hal keragaman genetik yang sangat tinggi di Indonesia akibat perbedaan etnis dan sejarah migrasi yang kompleks.

Red”

TEKNIK DAN TAKTIK PENGENDALIAN CHAOS

*Dasar Pemikirtan*
Pengendalian chaos mengacu pada berbagai pendekatan untuk mengelola dan mengurangi kondisi kekacauan, yang dapat berarti mengelola turbulensi dalam keadaan kacau. Secara umum, pengendalian chaos melibatkan adaptasi, fleksibilitas, dan pemahaman pola kompleks untuk mencapai stabilitas keamanan dan ketrtiban masyarakat.

Pengendalian chaos, khususnya dalam konteks keamanan, kerusuhan massa, atau situasi darurat lainnya memerlukan kombinasi teknik dan taktik yang terencana dengan baik agar efektif dan tetap sesuai dengan hukum serta etika.

*Tujuan Pelatihan*
Memberikan pembekalan kepada peserta terkait pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik dan taktik pengedalian kekacauan (chaos).

*Subjek Pembahasan*
1. Teknik Pengendalian Chaos
Teknik adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengelola atau mengendalikan situasi kacau (chaos). Beberapa teknik utama meliputi:
a. Disiplin Formasi
Membentuk barisan terorganisir (misalnya, formasi tameng atau barisan berlapis). Digunakan oleh aparat keamanan (seperti polisi anti huru-hara) untuk menjaga barisan dan menahan massa.
b. Penggunaan Peralatan Non-Mematikan
Gas air mata, Semprotan merica, Peluru karet, Granat kejut (flash bang), dimana alat-alat ini digunakan untuk membubarkan kerumunan tanpa membahayakan jiwa.
c. Negosiasi dan Komunikasi
Pendekatan awal untuk meredam konflik. Bisa juga menggunakan mediator atau negosiator untuk menenangkan massa dan mencegah kekerasan.
d. Penghalang Fisik
Menggunakan barikade, kawat berduri, atau kendaraan sebagai penghalang untuk mengendalikan arah pergerakan massa.
e. Identifikasi dan Isolasi Provokator
Menggunakan intelijen atau pemantauan CCTV untuk mengidentifikasi individu yang memprovokasi. Kemudian bisa menangkap atau mengisolasi mereka dari massa.

2. Taktik Pengendalian Chaos
Taktik adalah strategi operasional di lapangan yang dipakai untuk mengimplementasikan teknik secara efektif. Beberapa taktik utama:
a. Taktik Pengepungan dan Penekanan (Encirclement)
Mengelilingi kerumunan untuk membatasi gerak dan menekan mereka agar membubarkan diri.
b. Taktik Pendorongan dan Pemecahan
Membagi massa menjadi kelompok-kelompok kecil dengan mendorong maju secara perlahan menggunakan tameng dan tongkat.
c. Taktik Manuver Cepat
Menggunakan unit bergerak (misalnya kendaraan lapis ringan atau sepeda motor) untuk mengintervensi titik-titik krusial dengan cepat.
d. Taktik Dispersi Bertahap
Membubarkan massa secara perlahan, memberi waktu untuk keluar dengan aman, dan bertujuan guna menghindari bentrokan langsung.
e. Taktik Kejut dan Kejutan (Shock & Awe)
Menggunakan alat yang menimbulkan efek kejut psikologis (seperti flashbang atau sirene keras) untuk mengacaukan koordinasi massa.
f. Penggunaan Drone atau Teknologi Pengintai
Untuk memantau situasi secara real-time dari udara dan mengarahkan pasukan dengan data akurat.

3. Aspek Etika dan Hukum
Semua teknik dan taktik harus mematuhi hukum HAM dan protokol kepolisian. Jangan lupa harus ada proporsionalitas dan perlindungan terhadap warga sipil. Penggunaan kekerasan harus selalu menjadi opsi terakhir, bukan pertama.

*Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :*
– Pak Tata : 0815 7897 7777
– Ibu Ines : 0813 2498 5928
– Pak Anan : 0822 1982 1388
– Pak Ibnu : 0852 2009 7889

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Unjuk Rasa di KPK Esok

Pati ~ 31 Agustus 2025 Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu merencanakan demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Jakarta pada Senin 2 September 2025.

Hingga beberapa hari lalu, mereka terus melakukan penggalangan donasi untuk mendukung keberangkatan dan kebutuhan aksi tersebut. Tuntutan utama aliansi adalah agar KPK segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

Posko penggalangan donasi berlokasi di depan Kantor Bupati Pati. Lokasi yang sama sebelumnya digunakan untuk pengumpulan logistik saat aksi unjuk rasa menuntut Sudewo mundur dari jabatan bupati pada 13 Agustus 2025. Posko itu berdiri di sisi tenda polisi. Sejak demonstrasi yang berujung ricuh pekan lalu, puluhan aparat masih bersiaga di Pati dengan mendirikan tenda di sekitar Kantor Bupati dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.

Aliansi memberi nama posko tersebut “Posko Penggalangan Donasi Rp 5.000”. “Tuntutannya kami mendesak KPK segera menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di DJKA,” ujar Fatih Surajaya, petugas posko, Rabu, 20 Agustus 2025.

Donasi dapat disalurkan langsung melalui posko atau lewat transfer. “Menerima donasi bisa uang, bisa armada, bisa truk, bisa pick up, bus, dan lain-lain,” kata Fatih. Aliansi menjadwalkan keberangkatan massa ke Jakarta pada 31 Agustus 2025, sebelum menggelar unjuk rasa pada 1 September.

Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi mengenai rencana aksi sekaligus tempat masyarakat menyampaikan aduan terkait kebijakan Bupati Sudewo. Posko tersebut dijadwalkan buka 24 jam hingga hari keberangkatan warga menuju Jakarta.

Sudewo diduga terjerat kasus korupsi terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada tahun anggaran 2022–2024. Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Bupati dari Partai Gerindra itu menerima aliran dana dari proyek tersebut.

“Uang yang diterima SDW diduga komitmen fee atas pengadaan proyek,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, ketika ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Budi menegaskan bahwa penyidik akan mendalami temuan tersebut. Ia juga berjanji menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penyidikan terhadap Sudewo.

Sementara itu, sebanyak 1.245 personel kepolisian diterjunkan saat masyarakat Pati menggelar aksi serentak mengirim surat ke KPK pada Senin, 25 Agustus 2025. “Kami memastikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal agar kegiatan penyampaian aspirasi, khususnya pengiriman surat ke KPK, berjalan damai tanpa gangguan,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Pati, Komisaris Besar Jaka Wahyudi, pada hari yang sama.

KPK sebelumnya menyebut Sudewo diduga memiliki peran besar dalam pengadaan proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada 2021–2022. “Yang bersangkutan, yang kami duga sejauh ini, perannya tidak hanya yang di Solo Balapan sampai Kadipiro,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Agustus 2025.

Asep menduga Sudewo juga terlibat dalam proyek pembangunan jalur ganda kereta api di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat, Jakarta, Semarang, hingga Tegal. Proyek tersebut berlangsung ketika Sudewo masih menjabat sebagai anggota Komisi Perhubungan DPR. “Sehingga untuk dia, bisa nanti sekaligus untuk penanganannya,” ujar Asep. /Red