Beranda blog Halaman 596

Bermula dari Laporan Warga, “Makam Baru” Dibongkar Polres Kebumen

Kebumen – Gundukan tanah menyerupai makam di Desa Surotrunan, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, dibongkar Polres Kebumen. Penemuan gundukan tanah lengkap dengan patok menyerupai batu nisan yang berada di ladang pekarangan warga, siang ini membuat warga sekitar geger, Sabtu 24 Juni 2023.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, dibongkarnya gundukan tanah bentuk tindak lanjut laporan warga yang masuk ke Polsek Alian lalu diteruskan ke Polres Kebumen.

“Setelah kita bongkar, di dalam tanah tersebut kita tidak menemukan apapun. Sekilas jika kita perhatikan, gundukan tanah tersebut mirip dengan makam baru. Sedangkan warga setempat tidak pernah merasa menguburkan warganya di lokasi tersebut,” jelas AKP Heru.

Penemuan gundukan tanah menyerupai makam bermula dari salah seorang warga sekitar pergi ke ladang untuk mencari burung sekitar pukul 09.30 WIB. Di tengah perjalanan, warga tersebut mendapati gundukan tersebut.

Jika diukur dari makam desa setempat kurang lebih berjarak 1 Km. Lalu temuan tersebut dilaporkan ke Polsek Alian untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Pembongkaran ini untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Karena letaknya yang tak lazim. Apakah itu benar-benar makam, atau jika benar makam, apakah merupakan korban tindak pidana. Jadi perlu dilakukan pembongkaran untuk menjawab teka-teki di tengah warga,” pungkasnya.

Meski hanya sebuah gundukan tanah biasa, lanjut AKP Heru, Polres Kebumen sangat mengapresiasi laporan warga. Karena sekecil bentuk laporan sangat bermanfaat bagi Polres Kebumen dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.

Red:

Polda Sulteng Komitmen ungkap TPPO, Puluhan pelaku ditangkap, Modus Terbanyak Jadi PSK hingga Eksploitasi Anak

PALU, Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Sulteng dan Polres jajaran yang dibentuk Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho terus melakukan penindakan terhadap para pelaku TPPO.

Mulai tanggal 5 Juni hingga 22 Juni, Satgas telah menangani sebanyak 27 Laporan Polisi (LP). Dari puluhan LP tersebut, sebanyak 20 tersangka telah diamankan.

Kabid Humas Polda Sulteng KBP Djoko Wienartono mengatakan, berbagai macam modus dilakukan para tersangka untuk menjerat para korban TPPO.

“Terbanyak yakni mengiming-imingi korban bekerja sebagai PSK 13 kasus, PMI/Pekerja Rumah Tangga 8 kasus dan Eksploitasi anak 6 kasus,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/6/2023).

Modus PSK, salah satunya kasus yang baru diungkap oleh Polres Tolitoli pada tanggal 22 Juni 2023 di sebuah penginapan di Kelurahan Baru Kec. Baolan, Tolitoli, dimana terungkap adanya pratek prostitusi denfan tarif Rp 500.000,

Kasus lain terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diungkap tgl 20 Juni 2023 oleh Ditreskrimum Polda Sulteng, 4 Korban Warga Kab. Sigi dijanjikan bekerja sebagai ART di Arab Saudi dan ditampung disalah satu di Sukabumi, korban tidak diberikan pelatihan dan pembekalan. Setelah di Arab Saudi mereka bekerja tidak sesuai perjanjian sebelumnya.

Modus lainnya TPPO adalah Eksploitasi anak, contoh kasus yang baru diungkap Polres Buol tanggal 19 Juni 2023 di Kelurahan Leok II Kec. Biau Kab. Buol, dimana dari 4 korban PSK, 3 diantaranya masih berusia belasan tahun.

“Dari puluhan kasus yang ditangani Satgas TPPO Polda Sulteng dan Polres jajaran telah menyelamatkan korban sebanyak 50 Orang,” kata Djoko

Dari puluhan korban tersebut, Djoko merinci ada 41 korban perempuan dewasa dan 9 perempuan anak.

Lebih lanjut, Djoko juga mengatakan, dari puluhan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 12 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 15 kasus dalam tahap penyidikan.

Kabidhumas Polda Sulteng juga menegaskan bahwa Polda Sulteng dan Polres jajaran komitmen untuk terus mengungkap dan menindak TPPO di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan ini, Djoko juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur tawaran bekerja dengan gaji tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.

Ia meminta masyarakat memastikan apakah perusahaan penyalur tenaga kerja ini resmi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan hak-hak perlindungan sosial, kesejahteraan dan hukum, pungkasnya

Red:

SMPN 2 Palu Juara I Lomba PBB Hari Bhayangkara ke 77 di Polda Sulteng

PALU, Mempunyai gerakan yang indah kekompakan dan kerapian serta yel-yel yang menarik, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Palu akhirnya meraih predikat Juara I lomba Persatuan Baris Berbaris (PBB) dalam rangka Hari Bhayangkara ke 77 tahun 2023 di depan Mako Ditlantas Polda Sulteng, Kamis (22/6/2023)

Seragam yang dikenakanpun memberikan nilai tambah tim PBB dibawah asuhan Kepala SMPN 2 Palu Ramlah M. Siri, A.Ma.pd., S.Pd, M.Si yang datang langsung mengawal siswa-siswinya bertanding untuk pertama kalinya dihelat Polda Sulteng.

Pelaksana tugas Wakil Direktur Lalulintas (Plt. Wadirlantas) Polda Sulteng AKBP Hasanuddin, SH, MH mengatakan, lomba PBB berlangsung dari pagi hingga siang hari, ucapnya di Palu, Jumat (23/6/2023)

“Lomba PBB dalam rangka Hari Bhayangkara berlangsung cukup meriah, walaupun tidak semua SMP dan SMA turut berpartisipasi, karena memasuki musim liburan” ungkap Hasanuddin.

Tetapi mereka semua yang tampil berusaha menunjukan kemampuan, kekompakan, kerapian dan penuh semangat. Itu yang patut kita apresiasi, sebutnya

Dan sebagai pemenangnya kata Plt. Wadirlantas, Kategori SMP Juara I SMPN 2 Palu, Juara II SMPN 3 Palu dan Juara III SMPN 5 Palu. Sementara untuk kategori SMA Juara I MAN 1 Palu dan Juara II PKS Binaan Polresta Palu. Sementara Danton terbaik diraih SMPN 2 Parigi.

Adapun kriteria penilaian sebutnya, meliputi kekompakan gerakan PBB, kerapian, yel-yel dan Danton yang memimpin. Kepada para juara kemarin langsung diserahkan tropi, untuk piagam dan bonus akan diserahkan saat syukuran Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023.

Terima kasih dan apresiasi kepada sekolah yang telah berpartisipasi dalam lomba PBB dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77 semoga Polri dapat semakin dekat dan dicintai masyarakat, pungkasnya.

Red:

Waspada, Iming-iming Gaji Tinggi Bekerja di Luar Negeri Jadi Salah Satu Modus TPPO

Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengungkap ratusan kasus TPPO. Dalam pengungkapannya, beberapa modus dilakukan para tersangka. Salah satunya yakni mengiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji besar.

Salah satu kasus yang diungkap dengan modus tersebut diungkap Polres Brebes, Polda Jawa Tengah. Korban dijanjikan bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) dengan gaji yang tinggi.

Namun kenyataannya, korban hanya berada di penampungan dan selanjutnya di jual ke Arab Saudi sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT). Selama bekerja di Arab Saudi, korban tidak menerima gaji serta dipekerjakan tanpa mengenal waktu.

Korban pun minta dipulangkan ke Indonesia, namun baru dipulangkan setelah membayar Rp 20 juta.

Kasus lainnya dengan modus mengimingi kerja di luar negeri juga diungkap Polres Boyolali, Polda Jateng. Korban diimingi bekerja sambil kuliah dengan gaji SGD 2.700 per bulan. Namun pada kenyataannya empat korban yang telah membayar sejumlah uang tak kunjung diberangkatkan.

Akhirnya salah satu korban diberangkatkan namun di sana korban tak sesuai kenyataan yang dijanjikan pelaku.

Melihat modus tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan pun mengingatkan masyarakat untuk tak tergiur dengan iming-iming gaji tinggi bekerja di luar negeri. Ia juga meminta masyarakat tak mudah membayar sejumlah uang untuk bekerja di luar negeri.

“Masyarakat harus waspada dan hati-hati. Lebih baik gunakan jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri agar terjamin keamanan, hak dan lainnya,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/6/2023).

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan bahwa sejak dibentuk Satgas TPPO, hingga kini sudah menangani sebanyak 511 Laporan Polisi (LP). Dari ratusan LP tersebut, sebanyak 598 tersangka telah dibekuk.

Ramadhan menuturkan, berbagai macam modus para tersangka menjerat para korban TPPO. Terbanyak yakni mengiming-imingi korban bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT). Modus ini tercatat ada 386 kasus.

Modus lainnya yang terbanyak yakni para korban dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Angka dalam kasus ini yakni sebanyak 136. Dua modus lainnya TPPO ini yakni mempekerjakan korban sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan 6 kasus dan eksploitasi anak sebanyak 34 kasus.

“Dari ratusan kasus yang ditangani Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda jajaran, telah menyelamatkan korban sebanyak 1.744,” kata Ramadhan.

Dari ribuan korban tersebut, Ramadhan merinci ada 777 korban perempuan dewasa dan 99 perempuan anak. Kemudian untuk korban laki-laki dewasa ada 819 dan laki-laki anak ada 49 orang.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 100 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 384 di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara, yang akan memberantas segala bentuk TPPO. Ia pun berjanji akan melindungi dan menjaga WNI dari korban TPPO.

Red:

Sempat Pamit ke Ibunya, Pemancing Ditemukan Meninggal di Waduk Sempor

Kebumen – Seorang pemancing, warga Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang ditemukan meninggal terapung di Waduk Sempor.

Pria 43 tahun inisial NG tersebut, pertama kali ditemukan oleh warga dalam posisi mengambang di air sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat 23 Juni 2023.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto mengungkapkan, korban meninggal bukan karena penganiayaan atau tindak pidana.

“Kuat dugaan korban mengalami kejang, lalu jatuh ke waduk saat mancing. Karena informasi dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit epilepsi,” jelas AKP Heru.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, korban sempat berpampitan kepada ibunya yang tinggal di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kebumen pada hari Rabu 21 Juni 2023, sekitar pukul 09.30 WIB untuk memancing di waduk.

Namun kekhawatiran ibunya muncul ketika hingga hari ini belum juga pulang sehingga meminta bantuan saudara untuk mencarikan korban. Tak lama dicari, seseorang melihat benda terapung di tengah waduk lalu dicek menggunakan kapal kecil.

“Saat warga mendekat, ternyata benda yang terapung tersebut adalah korban yang sedang dicari. Lalu kejadian itu dilaporkan ke Polsek, dan Polres,” jelas AKP Heru.

Lebih lanjut diungkapkan AKP Heru, saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara adat istiadat.

Red:

Ratusan Kasus TPPO Diungkap Polri, Modus Terbanyak Jadi PMI Ilegal hingga PSK

Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polri dan Polda jajaran yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus melakukan penindakan terhadap para pelaku TPPO.

Hingga per tanggal 22 Juni, Satgas telah menangani sebanyak 494 Laporan Polisi (LP). Dari ratusan LP tersebut, sebanyak 580 tersangka telah dibekuk.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, berbagai macam modus para tersangka menjerat para korban TPPO.

“Terbanyak yakni mengiming-imingi korban bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT). Modus ini tercatat ada 375 kasus,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/6/2023).

Salah satunya kasus yang diungkap oleh Polda Kepri. Dua orang korban yang akan dijadikan PMI diamankan oleh Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang, Polda Kepri. Dalam pengakuannya, korban yang masih di bawah umur diimingi kerja di tempat biliard di Malaysia dengan gaji Rp 10 juta per 10 hari.

Lalu ada lagi kasus yang diungkap Polsek Kualuh Hili, Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara. Dalam kasus ini, aparat mengamankan beberapa TKI yang pulang dari Malaysia tidak sesuai prosedur.

Bahkan, untuk kepulangan ke Indonesia, para TKI ini harus dengan cara masuk ke dalam air laut untuk menuju perahu motor. Tak hanya di situ, para korban setelah berangkat naik perahu motor ditempatkan ke pinggir pantai yang banyak semak-semak, sebelum dijemput menggunakan motor.

Modus lainnya yang terbanyak yakni para korban dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Angka dalam kasus ini yakni sebanyak 132. Modus ini mempekerjakan korban wanita bahkan ada yang di bawah umur sebagai PSK melalui telepon atau aplikasi Online.

Salah satu kasus yang diungkap terjadi Bengkulu. Satgas TPPO Polda Bengkulu mengamankan pelaku yang sedang mengeksploitasi seksual terhadap anak yang masih berumur 14 tahun.

Ada juga kasus yang diungkap Polres Kutai Timur, Polda Kalimantan Timur yang menangkap seorang pria yang mempekerjakan wanita dengan modus open BO di salah satu tempat hiburan malam (THM) dengan tarit mencapai jutaan rupiah.

Dua modus lainnya TPPO ini yakni mempekerjakan korban sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan 6 kasus dan eksploitasi anak sebanyak 32 kasus.

“Dari ratusan kasus yang ditangani Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda jajaran, telah menyelamatkan korban sebanyak 1.671,” kata Ramadhan.

Dari ribuan korban tersebut, Ramadhan merinci ada 762 korban perempuan dewasa dan 96 perempuan anak. Kemudian untuk korban laki-laki dewasa ada 764 dan laki-laki anak ada 49 orang.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 92 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 375 di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.

Dalam kesempatan ini, Ramadhan mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah tergiur dengan tawaran bekerja dengan gaji tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Ia meminta masyarakat memastikan apakah perusahaan penyalur tenaga kerja ini resmi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan hak-hak perlindungan sosial, kesejahteraan dan hukum.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara, yang akan memberantas segala bentuk TPPO. Ia pun berjanji akan melindungi dan menjaga WNI dari korban TPPO.

Red:

Intervensi Kemiskinan Ektrem dan Stunting, Pj Bupati Dani Ramdan Tinjau Proyek Rutilahu dan SPALD-S

CIBITUNG – Sebagai elemen terpenting dalam mengintervensi dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Bekasi, Pemkab Bekasi konsisten membantu warga kurang mampu melalui pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hal tersebut disampaikan Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan usai meninjau lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan), Muspika Kecamatan Cibitung dan Kelurahan Wanasari di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, pada Kamis (22/06/23).

“Jadi kita memang sasarannya masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem dan stunting baik yang sudah ataupun yang mencegah, itu yang kita ingin fokuskan lagi dan diprioritaskan. Kedua itu yang kita kerjakan dulu karena yang diukur saat ini adalah penyelesaian masalah miskin ekstrem dan stunting,” katanya.

Dani Ramdan mengatakan, Pemerintah Kabupaten bekasi melalui dinas terkait terus menjalankan program-program strategisnya, khususnya yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka panjang secara konsisten dan terus berkelanjutan dari tahun ke tahun.
“Kita Rutilahu tahun ini 2.500, tahun sebelumnya juga sebanyak 2.500. Jadi kalau dijumlah dari tahun ke tahun sudah puluhan atau ratusan ribu rumah yang kita perbaiki seperti ini. Demikian juga SPALD-S yang setiap tahunnya sebanyak 1.600 jadi kita harapkan ini bisa membantu masyarakat miskin untuk hidup lebih layak,” ucap Dani Ramdan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir menambahkan, tahun ini pihaknya secara masif menjalankan program Rutilahu dan SPALD-S yang tersebar di hampir seluruh kecamatan se – Kabupaten Bekasi.

“Jadi untuk SPALD-S di Kabupaten Bekasi di tahun 2023 itu kurang lebih ada sebanyak 1.825 titik yang tersebar di 22 desa di 12 kecamatan. Sedangkan untuk program Rutilahu tahun 2023 kurang lebih 2.500 teresebar di 180 desa,” jelas Chaidir.

Sepanjang bergulirnya kedua program tersebut, pihaknya terus bekerjasama dengan dinas atau SKPD terkait dalam menentukan warga-warga yang masuk kategori tidak mampu atau daerah yang stuntingnya tinggi sehingga jangkauan dari kedua program ini dapat tepat sasaran.

“Oleh sebab itu kita coba eksekusi di sarana dan prasananya, mudah-mudahan angka kemiskinan ektrem dan stunting ini bisa ditangani,” terangnya.
Red:

Kompolnas Award, Kapolri Serukan Polri Siap Jadi Organisasi Modern yang tidak anti kritik

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan bahwa, Polri siap untuk menjadi organisasi modern yang beradaptasi dengan perkembangan zaman demi memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman, terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan Penganugerahan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Award Tahun 2023, di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu, 21 Juni 2023, malam.

“Tentunya yang bisa kami lakukan bahwa, Polri harus mempersiapkan diri sebagai organisasi modern untuk siap membuka diri, menerima koreksi dan tentunya tidak anti-kritik,” kata Sigit.

Dalam kesempatan itu, awalnya Sigit mengakui bahwa, setiap elemen warga berhak mengawasi seluruh personel Kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pelayan dan pengayom serta pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Terkadang, seluruh hal itu tidaklah mudah sebalik membalikan telapak tangan dalam pelaksanaan nyata dilapangan.

“Kami sadari bahwa kami memiliki tugas pokok yang tentunya dalam keseharian selalu diikuti. Dan tidak mudah untuk melaksanakan apa yang namanya harkamtibmas, perlindungan, pelayanan, pengayoman serta melakukan penegakan hukum,” ujar Sigit.

Selain tugas pokok tersebut, Sigit mengungkapkan, Polri bersama dengan TNI dan seluruh stakeholder terkait juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan seluruh kebijakan program Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Khususnya di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian seperti saat ini.

“Kita harus memastikan bahwa program itu berhasil untuk mempersiapkan agar kita bisa lepas landas menuju Indonesia Emas tahun 2045. Disisi lain kita dihadapkan dinamika kegiatan operasional yang tentunya disamping ada hal yang tentunya menjadi hal-hal bisa dinilai positif, namun juga ada hal kemudian menjadi negatif manakala itu terjadi penyimpangan yang dilakukan di era digital, Hyper Connectivity,” ujar Sigit.

Sigit menyebut, saat ini Indonesia sudah memasuki era Citizen Journalism atau Jurnalisme warga. Dimanapun, kapanpun, dan siapapun bisa menjadi sumber berita, sehingga semua menjadi lebih terbuka.

“Setiap apa yang kita lakukan, masyarakat tahu pada saat baik, maka apabila masyarakat kemudian ingin angkat menjadi baik. Demikian pula sebaliknya pada saat kita buruk, apabila masyarakat angkat dan viralkan maka wajah kita menjadi buruk. Ini adalah risiko yang kita hadapi didalam era seperti ini,” ucap Sigit.

Demi semakin menjadikan Polri sebagai organisasi modern, Sigit menegaskan, seluruh insan Korps Bhayangkara dewasa ini, harus bisa menerima segala bentuk kritik, masukan dan koreksi untuk dijadikan bahan evaluasi demi menjadi lebih lagi kedepannya.

Oleh karena terjadinya perkembangan zaman saat ini, Sigit menekankan kepada seluruh personel untuk bisa meninggalkan kebiasaan lama dan keluar dari zona nyaman demi perubahan organisasi yang lebih lagi.

“Karena hanya itu langkah yang bisa kita lakukan, upaya yang bisa kita lakukan, supaya kita tidak tergulung oleh situasi yang ada. Ada jatuh, kita perbaiki dan kita bangkit lagi, saya melihat semangat itu ada pada seluruh anggota yang saat ini hadir di tengah-tengah kita,” tutur Sigit disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.

Lebih dalam, Sigit sedikit mengulas dinamika yang berkembang di internal Polri dalam kurun waktu belakangan. Gejolak yang dihadapi Korps Bhayangkara sempat membuat kehilangan tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian.

Namun, menurut Sigit, dengan bergandengan tangan dan kerja keras seluruh personel Kepolisian, saat ini, berdasarkan hasil lembaga survei, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri kembali meningkat.

“Kita pernah dititik tertinggi namun kita juga pernah jatuh dan berada di angka terendah. Dan Alhamdulillah dengan kerja keras dari rekan-rekan semua kita terus bergerak dan tentunya dari beberapa lembaga survei yang tetus mengikuti proses perjalanan yang ada saat ini kita sudah berada di rapor, kalau rapor ada merah dan biru, Alhamdulillah kita sudah kembali masuk ke rapor biru,” papar Sigit.

Sigit mengatakan, Polri siap menerima apapun hasil lembaga survei terkait tingkat kepercayaan publik. Menurutnya, hasil buruk ataupun positif akan dijadikan bahan evaluasi kedepannya.

“Karena memang itu adalah kewajiban kita terkait hal tersebut tentunya kami terus lakukan upaya untuk memperbaiki tingkat kepercayaan publik. Rekan-rekan saya kira sudah berjuang luar biasa dalam berbagai program Quick Wins dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik,” jelas Sigit.

Sigit menyebut, saat ini, Polri tidak takut ataupun risih apabila mendapatkan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat. Bahkan, tak jarang, apabila ada keluhan dari masyarakat terhadap Polri, maka hal itu kerap melibatkan peran dari Kompolnas.

“Kadang-kadang untuk meyakinkan masyarakat bahwa polisi transparan kami membawa masyarakat yang sedang memiliki masalah untuk ke Kompolnas. Untuk tunjukan polisi tidak ada yang ditutup-tutupi, polisi netral, transparan dan terima kasih pak Benny Mamoto (Kompolnas) karena memang kami butuhkan itu,” kata Sigit.

“Banyak hal yang sudah diberikan kepada kita dari Kompolnas dan saat ini saya kira tidak ada lagi dari anggota kami takut apabila diperiksa Kompolnas. Justru kami bersyukur bahwa bisa mendapatkan koreksi dan koreksinya dalam rangka perbaiki dan membangun Polri,” tambah Sigit.

Sementara itu, Sigit kembali mengingatkan kepada seluruh personel kepolisian untuk terus menebar kebaikan dan mengukir prestasi. Ia pun menyampaikan jangan pernah lelah untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengarkan dan menyerap seluruh aspirasi.

“Jangan pernah lelah itu adalah bagian dari kehormatan kita selaku pelayan publik jangan jadikan itu sebagai beban. Jadikan kebanggaan, jadikan kehormatan. Dan alhamdulillah kerja keras rekan-rekan tentunya membuahkan hasil, dan saya harapkan bahwa tidak berhenti sampai disini tapi terus tingkatkan kualitas, terus berikan pelayanan terbaik ke masyarakat, buka mata, telinga dengarkan apa keluhan masyarakat, diinginkan masyarakat tentang kehadiran Polri. Sehingga kemudian pada saat rekan-rekan datang kehadiran rekan-rekan betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan sosok Polri,” ungkap Sigit.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sigit menyampaikan, apabila kerja keras dan semangat untuk melakukan perubahan yang lebih baik, maka personel Kepolisian akan semakin dicintai dan disayangi oleh masyarakat luas. Hal itu juga akan menjadi kunci dalam menghadapi segala situasi sesulit apapun.

“Kami tentunya terus memerlukan masukan koreksi dan evaluasi untuk perbaikan Polri. Sehingga bisa menjadi lebih dekat, humanis dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.

Red:

Intervensi Kemiskinan Ektrem dan Stunting, Pj Bupati Dani Ramdan Tinjau Proyek Rutilahu dan SPALD-S

CIBITUNG – Sebagai elemen terpenting dalam mengintervensi dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Bekasi, Pemkab Bekasi konsisten membantu warga kurang mampu melalui pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hal tersebut disampaikan Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan usai meninjau lokasi pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan), Muspika Kecamatan Cibitung dan Kelurahan Wanasari di Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, pada Kamis (22/06/23).

“Jadi kita memang sasarannya masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem dan stunting baik yang sudah ataupun yang mencegah, itu yang kita ingin fokuskan lagi dan diprioritaskan. Kedua itu yang kita kerjakan dulu karena yang diukur saat ini adalah penyelesaian masalah miskin ekstrem dan stunting,” katanya.

Dani Ramdan mengatakan, Pemerintah Kabupaten bekasi melalui dinas terkait terus menjalankan program-program strategisnya, khususnya yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka panjang secara konsisten dan terus berkelanjutan dari tahun ke tahun.

“Kita Rutilahu tahun ini 2.500, tahun sebelumnya juga sebanyak 2.500. Jadi kalau dijumlah dari tahun ke tahun sudah puluhan atau ratusan ribu rumah yang kita perbaiki seperti ini. Demikian juga SPALD-S yang setiap tahunnya sebanyak 1.600 jadi kita harapkan ini bisa membantu masyarakat miskin untuk hidup lebih layak,” ucap Dani Ramdan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir menambahkan, tahun ini pihaknya secara masif menjalankan program Rutilahu dan SPALD-S yang tersebar di hampir seluruh kecamatan se – Kabupaten Bekasi.

“Jadi untuk SPALD-S di Kabupaten Bekasi di tahun 2023 itu kurang lebih ada sebanyak 1.825 titik yang tersebar di 22 desa di 12 kecamatan. Sedangkan untuk program Rutilahu tahun 2023 kurang lebih 2.500 teresebar di 180 desa,” jelas Chaidir.

Sepanjang bergulirnya kedua program tersebut, pihaknya terus bekerjasama dengan dinas atau SKPD terkait dalam menentukan warga-warga yang masuk kategori tidak mampu atau daerah yang stuntingnya tinggi sehingga jangkauan dari kedua program ini dapat tepat sasaran.

“Oleh sebab itu kita coba eksekusi di sarana dan prasananya, mudah-mudahan angka kemiskinan ektrem dan stunting ini bisa ditangani,” terangnya.

Red:

Kembangkan Penemuan Tulang Bayi di Tanjung, Polresta Banyumas Kembali Temukan 3 Kerangka Tulang.

PURWOKERTO- Sat Reskrin Polresta Banyumas terus melakukan pengembangan kasus terhadap temuan kerangka tulang di Rt 1 Rw 4 Kelurahan Tanjung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Sebelumnya, penemuan tulang ini pertama kali didapati oleh Slamet (44) dan Purwanto (42) saat sedang mencangkul gundukan tanah milik Tomo (46) warga Tanjung untuk diratakan, Kamis (15/6/2023).

Berdasarkan laporan tersebut, Kapolsek Purwokerto Selatan, Kompol Puji Nurochman, bersama Tim INAFIS Polresta Banyumas dan tenaga medis Puskesmas Purwokerto Selatan melaksanakan penggalian untuk mengumpulkan tulang belulang yang diduga tulang bayi itu.

Dan dari hasil pemeriksaan tim dokter forensik, diketahui tulang belulang tersebut ternyata merupakan bayi manusia.

“Berdasarkan pembungkus tulang berupa baju diperkirakan terkubur kurang dari 12 bulan,” ungkap Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Supriadi S, SIK, MH.

Untuk kepentingan penyidikan, Kompol Agus Supriadi menuturkan, saat ini dilakukan tes DNA untuk mendalami pelaku dan orang tua korban.

“Untuk kepentingan penyidikan dilaksanakan penyisihan tulang untuk dilakukan tes DNA dan mendalami pelakunya,” jelasnya.

Sementara dari hasil pengembangan yang dilakukan, Sat Reskrim Polresta Banyumas kembali melalukan penggalian di lahan milik Tomo Rabu (21/6/2022) tadi dan didapati kembali 3 kerangka manusia.

“Tadi jam 12.00 WIB (setelah dilakukan penggalian kembali, red) ditemukan ada 3 lagi kerangka manusia,” jelas Kasat Reskrim

Tiga kerangka tulang tersebut pun akan kembali diperiksa oleh tim dokter forensik.

“Masih di lab (untuk pemeriksaan, red), 2 hari lagi hasilnya, untuk tulang yang kemarin dipastikan tulang bayi,” tambahnya.

Adapun tulang yang dipastikan kerangka bayi yang ditemukan pada Kamis (15/6/2023) lalu. Menurut Kompol Agus, tulang bayi tersebut diduga korban aborsi.

“Ada dugaan tulang bayi yang ditemukan tersebut merupakan korban aborsi. Namun, kami masih terus mendalaminya,” paparnya.

Dituturkannya, dalam pengembangan kasus tersebut, pihaknya saat ini juga telah memeriksa sejumlah saksi.

“Sejauh ini masih kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi, ada empat orang saksi yang sudah kami periksa,” tutupnya.

Red: