Beranda blog Halaman 51

HUKUM MANDUL di JAGAKARSA: Penjual Pil Koplo Leluasa Bebas, Diduga Bos Besar DAMAR Main Mata dengan Polres dan Dinas Kesehatan

JAKARTA SELATAN,
19/10/2025. Praktik jual beli Pil Koplo atau Obat Keras daftar G tanpa izin resmi kembali terendus di wilayah Jakarta Selatan. Di balik warung kelontong sederhana di kawasan Jagakarsa, tersimpan bisnis gelap penjualan obat-obatan keras jenis Tramadol dan Hexymer yang dikemas dalam klip plastik kecil dan dijual bebas kepada siapa saja.

Dalam wawancara langsung tim media dengan penjaga toko bernama Reja (Eksimal), terungkap bahwa kegiatan ilegal ini telah berjalan setidaknya dua bulan terakhir. Ia mengaku hanya sebagai pekerja dengan upah Rp1 juta per bulan, termasuk uang makan.

“Minimal udah dua bulan,” ujar Reja. “Saya cuma kerja di sini, gajinya satu juta sebulan sama uang makan.”

Satu klip Hexymer berisi enam butir dijual Rp7.000, sementara satu lempeng Tramadol dilepas seharga Rp30.000. Dalam sehari, omzet toko bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, terutama di akhir pekan.

Yang lebih mengejutkan, Reja menyebut bahwa aktivitas ini diketahui oleh pihak lingkungan setempat, bahkan diduga mendapat “perlindungan” dari oknum aparat dan pihak lain.

“Dari RT-nya, RW-nya itu tahu,” katanya.

“Ada inisial IM oknum dari Polres Jakarta Selatan. Saya sudah kordi bang,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia mengaku bahwa oknum dari Dinas Kesehatan juga kerap datang dan menerima “uang rokok” saat melakukan kunjungan rutin.

“Sebulan sekali datang, pakai baju batik. Dikasih seratus ribu,” ujarnya.

Reja juga sempat diamankan pihak kepolisian, namun selalu dilepaskan kembali tanpa proses hukum.

“Pernah ditangkap orang Polsek Jagakarsa, tapi dilepas lagi. Mungkin urusan bos,” katanya.

Ia menyebut bos besar bernama Damar, yang mengendalikan jaringan penjualan obat keras di beberapa titik wilayah Jagakarsa.

“Bosnya dengan sebutan Bang Damar. Banyak toko lain juga, beda-beda tempat,” jelasnya.

Praktik penjualan obat keras tanpa izin melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 196 dan Pasal 197, yang menegaskan bahwa setiap orang yang memperjualbelikan obat keras tanpa izin edar atau tanpa keahlian dapat dipidana hingga 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Selain itu, kegiatan semacam ini juga menyalahi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2017, yang menegaskan bahwa obat keras hanya boleh dijual di apotek dengan resep dokter dan di bawah pengawasan tenaga farmasi.

Lebih ironis lagi, bila benar ada keterlibatan oknum aparat, maka hal itu merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menegaskan dalam Pasal 13 dan Pasal 14 bahwa tugas utama kepolisian adalah melindungi, mengayomi, dan menegakkan hukum, bukan melindungi pelaku kejahatan.

Jika terbukti, keterlibatan tersebut juga dapat dijerat dengan Pasal 421 KUHP, yakni penyalahgunaan wewenang oleh pejabat yang melakukan tindakan bertentangan dengan hukum demi keuntungan pribadi atau pihak lain.

Kasus ini memperlihatkan celah pengawasan yang lemah serta dugaan adanya “main mata” antara oknum aparat, oknum dinas, dan pelaku lapangan. Alih-alih diberantas, bisnis obat keras justru terus tumbuh di tengah masyarakat.

Tim Media akan terus menelusuri jaringan di balik praktik ilegal ini serta meminta Polda Metro Jaya sampai ke Mabes Polri, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan BPOM untuk segera menindaklanjuti temuan di lapangan.

(RedaksiTim)

Penyitaan Aset Rumah Tersangka MRC di Jakarta Selatan Seluas 557 Meter Persegi Perkara Minyak Mentah Pertamina

Tim Penyidik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah melaksanakan penyitaan terhadap 1 (satu) bidang tanah beserta dan bangunan yang diduga merupakan hasil dan/atau sarana kejahatan atas nama Tersangka MRC.
Penyitaan ini dilakukan berkaitan dengan perkara Dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal perkara korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2012 sampai dengan tahun 2023.
Adapun benda/barang yang dilakukan Penyitaan yaitu berupa 1 (satu) bidang tanah beserta bangunan diatasnya dengan luas 557 m2 yang beralamat di Jalan Hang Lekir XI Blok H/2, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi Daerah Khusus Jakarta, atas hak berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1635 atas nama Kanesa Ilona Riza yang merupakan anak dari Tersangka MRC.
Terhadap barang sitaan tersebut nantinya akan dijadikan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dalam perkara Korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2012 sampai dengan tahun 2023;

Jakarta, 18 Oktober 2025
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

Red”ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

Transparansi Anggaran dipertanyakan: Undangan Diklat Koperasi Desa Merah Putih di Simalungun Menuai Kritik

Simalungun — Sebuah undangan pelatihan yang ditujukan kepada para Pangulu (Kepala Desa) se-Kabupaten Simalungun dalam acara Diklat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan diselenggarakan pada 20-22 Oktober 2025, telah memicu reaksi keras dari publik. Undangan yang dikeluarkan oleh Sarana Konsultan Diklat Nasional ini dipertanyakan terkait efektivitas dan efisiensi anggaran, serta siapa sebenarnya yang berwenang mengundang para Pangulu.

Publik menilai bahwa undangan ini tidak tepat, terutama karena yang mengeluarkannya bukan berasal dari Pemkab Simalungun. Banyak yang bertanya-tanya tentang tujuan sebenarnya dari pelatihan ini dan bagaimana penggunaan anggaran yang akan dilakukan.

“Mana mungkin Pemkab Simalungun tidak tahu tentang kegiatan ini, Rp 5 juta untuk biaya pelatihan Mahal sekali Apakah ada permainan di balik ini?” Ungkap Ketua BEM STAI Panca Budi Nia Ramadhani Damanik, CPM bersama Sekretaris Bennico Dwi Artha dan beberapa Mahasiswa STAI Panca Budi Perdagangan, kepada awak media ini di STAI Panca Budi Perdagangan. Sabtu (18/10/2025).

Masih diungkapkan Nia Ramadhani Damanik, CPM, Pangulu se-Kabupaten Simalungun diundang pelatihan, tapi siapa yang mengundang? Ini sangat tidak transparan.

“Kita butuh pelatihan yang bermanfaat, bukan hanya untuk menghabiskan anggaran, Harusnya Pemkab Simalungun yang mengawasi kegiatan ini, bukan pihak luar.”ungkap Ketua BEM STAI Panca Budi Perdagangan.

Hal senada diungkapkan Sekretaris BEM STAI Panca Budi Perdagangan Bennico Dwi Artha, Tujuan pelatihan ini apa sebenarnya, Apakah untuk kepentingan masyarakat atau hanya untuk menguntungkan pihak tertentu.

“Kita perlu meminta klarifikasi dari Pemkab Simalungun tentang kegiatan ini, ini bukan soal biaya, tapi soal transparansi dan akuntabilitas.”Ungkap Bennico Dwi Artha.

Kritik dan pertanyaan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran di Kabupaten Simalungun. Belum lama ini, terdapat kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dan KKN di beberapa Nagori yang juga menjadi perhatian publik.

Red”

Truk Tangki BBM Jenis Solar, Terjatuh ke Sungai. Seorang Sekuriti PT. SBJ Tewas Tertimpa,

Lebak ” – TB. Endin, Eks Humas PT. Samudera Banten Jaya (SBJ) mengatakan, perusahaan tambang emas tersebut, saat ini diduga sudah di kuasai oleh oknum Parcok. Berbintang pungkasnya

Selain oknum Parcok, sejumlah Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, diduga ikut membekingi dan ikut menambang. Demikian diungkapkan TB. Endin, pasca jatuh nya truk BBM jenis solar ke sungai di Blok Cipicung, Kecamatan Cibeber, baru – baru ini, hingga merengut nyawa Aldi, petugas keamanan di perusahaan tambang emas PT.SBJ, akibat tertimpa truk yang jatuh ke Sungai.

Tahun 2023 bulan November satu tahun sampai 2024, saya diperiksa sampai adanya putusan pengadilan, denda Rp.3 milyar. Sekarang SBJ sudah dikuasai oknum Parcok, yang di lokasi diberdayakan H. IKM. Cuma memang Kegiatan nya tidak sesuai SOP” ungkap TB. Endin.

Menurutnya, Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) yang digaungkan 7 kades di lahan PT. SBJ, akan dinaungi dalam wadah koperasi tambang. Menurutnya, hal tersebut, tidak akan mungkin bisa, dan pemilik lahan tidak mungkin memberikan lahan mereka.

Apalagi koperasi untuk pertambangan, ijin pertambangan itu harus pemerintah pusat yang mengeluarkan ijin nya. Di Kecamatan Cibeber itu, lahan untuk pertambangan IUP nya PT SBJ, PT. MUK, PT. FINO dan PT. CUS. Jadi mustahil IPR dinaungi koperasi. Jadi jelas saat ini yang di kuasai Parcok juga tambang ilegal,” tegas Eks Humas PT SBJ, pekan kemarin.

Dikonfirmasi pada Jum’at 17 Oktober 2025, soal adanya aktivitas tambang emas di lokasi PT. SBJ seiring adanya pasokan BBM jenis solar, hingga terjadi kecelakaan di jalur distribusi dan merengut nyawa Aldi petugas keamanan.

Nurjaya alias Ibo Humas PT. SBJ terkesan enggan memberikan keterangan dan memilih bungkam, terlebih saat disinggung soal adanya pasokan BBM jenis solar diduga ilegal, dipasok ke PT. SBJ.

Dikutip dari media online, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di lahan PT Samudera Banten Jaya (SBJ), menuai sorotan.
Pihak SBJ sendiri mengklaim, belum melaksanakan kegiatan penambangan atau belum beroperasi, baru sebatas pembenahan lahan.

Seperti disebutkan kalangan kades, ada 5 hektar lahan PT SBJ, yang diijinkan untuk penambangan rakyat.

Namun demikian, Humas PT SBJ, Nurjaya Ibo, menyatakan pihaknya tak pernah memberikan ijin kepada warga penambang atau PETI.

“Tidak benar, kami tidak pernah menyerahkan tanah kepada masyarakat atau ke pihak desa, tanya lagi ke pak Kades,” ujar Nurjaya alias Ibo, Jum’at 27 Juni 2025 lalu.

Hingga berita ini di publish, Ungkap Publik masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak – pihak terkait lainnya.(Red)

Lebih lanjut masyarkat sekitar PT SbJ mengaku, ini waktu di cikupa Desa Cibeber Kec Cibeber yang dikuasai sama H.Ikam dikordinasikan satu hari satu malam Rp 300.000.000, (tiga ratus juta rupiah) dan kita melihat bahwa ada delapan oknum Brimob . difungsikan sebagai keamanan di tambang emas tersebut. masyarakat kecil atau gurandil tidak bisa masuk hanya orang yang berduit saja ujarnya

Jurnalis | Dani saeputra

Syahwat Kerakusan Akan Berhenti Saat Ajal Sudah Sampai di Kerongkongan

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Kerakusan adalah salah satu sifat dasar manusia yang sulit dikendalikan. Ia tidak hanya berkaitan dengan harta dan kekuasaan, tetapi juga dengan ambisi yang tak pernah puas. Manusia seringkali terjebak dalam lingkaran nafsu duniawi yang tiada ujung, seolah waktu dan kesempatan akan terus tersedia untuk memuaskan semua keinginan. Namun, semua itu akan berhenti ketika ajal datang menghampiri. Saat napas sudah tersangkut di kerongkongan, dan dunia yang dikejar tak lagi berarti apa-apa.

Syahwat kerakusan tumbuh dari rasa takut kehilangan dan keinginan untuk memiliki lebih. Orang yang dikuasai oleh kerakusan tidak akan pernah puas. Setiap pencapaian hanya menjadi batu loncatan menuju keinginan berikutnya. Ia menimbun kekayaan, memperluas kekuasaan, bahkan mengorbankan moral dan kemanusiaan demi memenuhi ambisi pribadinya. Padahal, hakikat hidup bukanlah tentang seberapa banyak yang dikumpulkan, melainkan seberapa banyak yang dimanfaatkan dan dibagikan untuk kebaikan.

Ketika ajal mendekat, semua yang diburu dengan penuh keserakahan akan tampak sia-sia. Rumah megah, jabatan tinggi, atau kekayaan melimpah tidak lagi bisa menolong. Saat napas tersengal di ujung tenggorokan, barulah manusia sadar bahwa semua harta dan kedudukan hanyalah titipan yang tak bisa dibawa mati. Di hadapan kematian, kerakusan berhenti dengan sendirinya, sebab tubuh yang lemah dan jiwa yang terpisah dari raga tidak lagi memiliki daya untuk mengejar dunia.

Kesadaran ini seharusnya muncul jauh sebelum maut menjemput. Manusia perlu memahami bahwa mengendalikan syahwat kerakusan adalah bentuk tertinggi dari kebijaksanaan. Hidup yang sederhana, penuh syukur, dan bermanfaat bagi sesama jauh lebih bermakna daripada hidup dalam kejaran ambisi tanpa ujung. Karena pada akhirnya, semua manusia akan menuju ke tempat yang sama, yaitu tanah yang dingin dan sunyi di mana tak ada lagi ruang bagi kerakusan.

Data Transportasi Publik yang Menguntungkan di Dunia

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Transportasi publik merupakan salah satu sektor vital dalam pembangunan kota modern. Selain berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat, sistem transportasi publik yang efisien juga terbukti memberikan keuntungan ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi negara-negara di dunia. Data global menunjukkan bahwa investasi pada moda transportasi publik—seperti kereta bawah tanah, bus rapid transit (BRT), trem, dan kereta komuter mampu menghasilkan multiplier effect yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kota dan kualitas hidup warganya.

Salah satu contoh paling menguntungkan adalah sistem metro di Tokyo, Jepang, yang setiap harinya melayani lebih dari 8 juta penumpang. Tingkat ketepatan waktu mencapai lebih dari 99%, menjadikannya salah satu sistem paling efisien di dunia. Pendapatan utama berasal dari tarif penumpang, namun keuntungan sebenarnya datang dari integrasi bisnis properti dan ritel di sekitar stasiun. Model bisnis “rail + property” ini menghasilkan keuntungan besar bagi operator seperti Tokyo Metro dan JR East, sekaligus menciptakan kawasan ekonomi baru yang ramai dan bernilai tinggi.

Di sisi lain, Hong Kong MTR menjadi contoh terbaik transportasi publik yang benar-benar menguntungkan secara finansial. Menurut laporan keuangan tahunan MTR Corporation, lebih dari 60% laba bersihnya justru berasal dari pengelolaan properti di sekitar jaringan rel. Dengan menggabungkan transportasi dan pengembangan kota, MTR berhasil menjadi salah satu operator kereta paling menguntungkan di dunia, tanpa harus bergantung besar pada subsidi pemerintah.

Singapura juga menunjukkan efisiensi tinggi dalam pengelolaan transportasi publik. Melalui sistem integrasi tarif elektronik (EZ-Link) dan jaringan yang saling terhubung antara MRT, bus, dan taksi, produktivitas tenaga kerja meningkat karena waktu perjalanan lebih singkat. Pemerintah menghitung bahwa efisiensi waktu dari sistem ini setara dengan peningkatan PDB hingga 2–3% per tahun, sebuah nilai yang jauh melampaui biaya operasional transportasi itu sendiri.

Di Eropa, Zurich dan Copenhagen menonjol sebagai kota dengan sistem transportasi publik yang menguntungkan secara sosial dan ekologis. Meski tidak selalu mencatatkan keuntungan finansial langsung, efisiensi dan penurunan emisi karbon yang dicapai sistem transportasi mereka memberikan “keuntungan bersih” dalam bentuk kesehatan publik yang lebih baik, kualitas udara yang meningkat, serta pengurangan biaya sosial akibat kemacetan dan polusi.

Dari berbagai data tersebut, dapat disimpulkan bahwa banyak transportasi publik yang menguntungkan. Tidak hanya diukur dari sisi keuangan, melainkan juga dari return on investment terhadap ekonomi, lingkungan, dan sosial. Negara-negara yang sukses menjadikan transportasi publik sebagai motor penggerak pembangunan biasanya memiliki tiga ciri utama:

– Integrasi lintas moda dan tata ruang kota.

– Pemanfaatan data digital dan sistem pembayaran cerdas.

– Kebijakan tarif yang seimbang antara aksesibilitas publik dan keberlanjutan finansial.

Dengan pendekatan semacam itu, transportasi publik bukan lagi sekadar alat mobilitas, melainkan investasi strategis yang menguntungkan bagi masa depan kota dan generasi mendatang.

 

Adv Felix N H Mahukae S,E, S,H CTA Menyoroti Ketidak Profesionalan Polres Metro Tangersng Kota.

Adv Felix N H Mahukae S.E, S.H CTA menyoroti ketidak profesionalan Polres Metro Tangerang Kota terkait adanya Laporan Polisi dengan nomor : LP/B/1344/IX/2025/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA Tertanggal 15 September 2025 dengan dugaan tindak pidana pasal 170 KUHP yang diduga di lakukan oleh kordinator keamanan Kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap P.T.Parung Harapan secara bersama-sama diduga dibantu Anggota keamanan lain nya dan tanpa diberitahukan kepada Pelapor atau Kuasanya yang telah di limpahkan ke polsek teluk naga.

Hal itu di ketahui ketika kuasa Pelapor saat mendatangi POLRES METRO TANGERANG KOTA untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut dan petugas piket serse bp.Agung S menyatakan bahwa laporan polisi tesebut sudah di limpahkan ke POLSEK TELUK NAGA.

Setelah mendapatkan informasi tersebut kami segera ke polsek teluk naga dan saat ini kami tanyakan ke SPKT polsek teluk naga kami mendapatkan informasi bahwa Laporan polisi tersebut bener telah di limpahkan dan saat ini di tangani oleh Unit 2 serse polsek teluk naga kami pun meminta No HP para penyidik guna memudahkan koordinasi

Namun saat pelapor menghubungi penyidik melalui WA untuk mempertanyakan kasus tersebut penyidik tidak merespon WA tersebut

Pelapor dan kuasa hukum sangat menyayangkan sikap kepolisian dari tingkat Polres sampai tingkat polsek yang terkesan tidak profesional untuk itu melalui Media ini pihak pelapor meminta Pihak Propam dan Paminal POLDA METRO JAYA segera turun untuk memeriksa para petugas atau Anggota kepolisian yang bekerja tidak profesional.

Red”

Kapolres Tabanan Hadiri Ground Breaking Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Polda Bali – Polres Tabanan – Humas Tabanan. Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. menghadiri kegiatan Ground Breaking (Peletakan Batu Pertama) Pembangunan Fisik 800 Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Banjar Petiga Kangin, Desa Petiga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (17/10/2025). Acara yang mengusung tema “Bangun Koperasi Desa, Indonesia Jaya” ini dilaksanakan secara virtual (Vicon) serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh unsur Forkopimda Tabanan, tokoh masyarakat, serta perwakilan koperasi desa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono, yang dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan koperasi ini merupakan implementasi nyata program Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong. “Koperasi Merah Putih menjadi wadah bagi masyarakat desa untuk menyalurkan hasil pertanian dan produksi lokal agar nilainya tetap stabil. Kini masyarakat bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama dalam menggerakkan ekonomi nasional,” tegasnya.

Prosesi peletakan batu pertama di Tabanan dilakukan oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., didampingi Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Trijuang Danarjati, S.A.P., M.I.P., serta Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H. Turut hadir pula unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, dan perwakilan koperasi dari seluruh kecamatan di Tabanan. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, laporan progres pembangunan, serta dialog interaktif secara virtual.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa semakin kuat dalam membangun perekonomian nasional berbasis koperasi. Polres Tabanan berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program Koperasi Merah Putih dengan menjamin situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, mencerminkan semangat gotong royong menuju masyarakat Tabanan yang sejahtera dan mandiri.

Red”Humas Polres Tabanan

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, INDEF Soroti Stabilnya Inflasi sebagai Modal Penting Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA – Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia, sorotan datang dari berbagai lembaga ekonomi, salah satunya Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Dalam kesempatan memperingati satu tahun kepemimpinan nasional tersebut, INDEF melalui Wakil Direkturnya, Eko Listiyanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja pengendalian harga yang dianggap stabil.

Eko Listiyanto, yang juga menjabat sebagai Direktur Pengembangan Big Data INDEF, menekankan bahwa aspek pengendalian harga atau inflasi adalah kunci vital dalam menentukan arah perekonomian Indonesia ke depan.

“Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, kita dapat melihat bahwa pencapaian kinerja inflasi cukup stabil,” ujar Eko Listiyanto.

Menurut analis yang memiliki latar belakang pendidikan S2 Ilmu Ekonomi dengan kekhususan bidang moneter dari Universitas Indonesia ini, stabilitas harga yang terjadi merupakan indikasi adanya pengendalian harga yang baik. Eko Listiyanto menilai, kinerja ini bukan hanya pencapaian sesaat, tetapi juga menjadi fondasi kuat yang dapat menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

“Pengendalian harga yang bagus ini dapat membuat perekonomian menjadi tumbuh lebih baik ke depan,” tegas Eko, yang juga lulusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas Brawijaya serta pernah bertugas sebagai analis di Badan Supervisi Bank Indonesia.

Eko Listiyanto juga menyampaikan harapan ke depan. Ahli di bidang ekonomi, moneter, dan big data ini berharap stabilitas harga yang sudah dicapai dapat terus dipertahankan. “Tentu ke depannya, kami berharap agar stabilitas harga dapat dilanjutkan dan menjadi salah satu modal penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, demi mencapai kesejahteraan ekonomi bersama,” pungkas Eko Listiyanto.

Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan INDEF bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi akan menjadi faktor penentu utama keberlanjutan momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data INDEF.

IGX 2025 Sukses Digelar di Bandung: Merajut Kolaborasi Teknologi, Budaya, dan Kreativitas

Jakarta – Setelah mencatat kesuksesan di Tangerang, Surabaya, dan Semarang, festival game terbesar di Indonesia, Indonesia Game Experience (IGX) 2025, kembali berhasil diselenggarakan dengan gemilang, kali ini di Kota Bandung. Acara pembukaan yang mengusung tema “Digital Unity in Culture and Creativity” di Main Atrium Cihampelas Walk pada 16 Oktober 2025 lalu, berlangsung meriah dan dipadati pengunjung.

Sebagai salah satu Kota Kreatif Dunia versi UNESCO, Bandung hadir sebagai tuan rumah yang ideal untuk memperkuat ekosistem game dan konten digital di Jawa Barat. Helatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) ini mendapatkan dukungan penuh dari APTIKNAS, APGI, APKOMINDO, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

IGX 2025 Bandung berhasil mempersatukan seluruh elemen komunitas digital, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat umum dalam sebuah perhelatan akbar yang memadukan hiburan, edukasi, dan ekonomi kreatif. Festival ini mencapai tujuannya sebagai wadah kolaborasi yang inklusif dan dinamis.

IGX 2025 Bandung menawarkan beragam aktivitas menarik yang diikuti oleh pengunjung dari berbagai kalangan dan usia, antara lain:

* E-sports Tournament: Kompetisi bergengsi untuk MLBB, Free Fire, Valorant, Ayodance, Point Blank, Counter Strike 2, dan Honor of Kings dengan total hadiah yang menggiurkan.
* Exhibition Area: Menampilkan booth dari para pengembang game (game developer), penerbit (publisher), dan vendor hardware dengan inovasi terbaru.
* Creative Market: Menjadi wadah bagi UMKM lokal dan kreator konten untuk memamerkan produk-produk kreatif mereka.
* Wannabe Star Stage & Cosplay Parade: Panggung terbuka untuk penampilan musik, tari, serta parade cosplay terbaik yang berhasil memukau penonton.
* Tech Forum & Workshop: Sesi berbagi ilmu dari para ahli industri mengenai insight bisnis digital dan pengembangan game.

Pembukaan yang Meriah dan Sarat Makna
Acara yang berlangsung selama empat hari (16-19 Oktober 2025) ini dibuka dengan laporan ketua panitia, sambutan dari perwakilan institusi strategis, serta penampilan spektakuler yaitu gerakan lincah penari Gentra Lestari Buana hidup seirama dengan karakter digital dalam “Tarian Digitalisasi Ethnic Nusantara”. Sebuah kolaborasi memukau antara seni tradisi Jawa Barat dan teknologi motion capture 3D dari Castle Production.
Yusuf Maulana dari ASICI menekankan pentingnya Indonesia memanfaatkan teknologi AI dan mocap untuk mengarsipkan gerak tari Nusantara agar dapat diwariskan kepada generasi muda melalui kurikulum pendidikan.

Ratu Ratna Dewi Kartika, Ketum Gentra Lestari Buana, menyatakan urgensi katalogisasi gerak para maestro tari, wayang orang, pencak silat, dan seni budaya lainnya untuk melindungi Kekayaan Intelektual (HAKI) Indonesia dari klaim pihak asing.

Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (atau kerap disapa Hoky), selaku Ketum APTIKNAS dan Ketum APKOMINDO serta Sekjen PERATIN, menyambut baik semangat para seniman muda dalam melestarikan budaya melalui terobosan teknologi AI, mocap, dan animasi 3D.

Tak kalah menarik, tamu kehormatan yang turut memberikan sambutan antara lain; Kasumi Liao (Manager, Taiwan Trade Center Jakarta), Andi Mulja Tanudiredja (PT Masterdata Digital Cyberindo – Partner TAITRA Jakarta), Ketut Anom Jatmaika (Manager Mobile Consumer, Branch Telkomsel Bandung) dan Suci Megyanti (Marketing Communication, Cihampelas Walk Bandung), Anton Budyana (Ketua DPD APTIKNAS Jawa Barat)

Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Vera Imelda, S.Sos., M.Pd., Pamong Budaya Ahli Madya, mewakili Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI. Turut hadir sejumlah tamu kehormatan dan VIP di antaranya; Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., (Direktur Sarana dan Prasarana, Kementerian Kebudayaan RI), Y. Ahmad Brilyana, S.Sos., M.Si., (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Bandung, Hendri Andrigo Sutanto (Ketua Umum Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia – AGKDI), Fanky Christian (Sekretaris Jenderal APTIKNAS).

Hoky, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pemilihan Bandung sebagai tuan rumah adalah pernyataan strategis bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar untuk pertumbuhan industri digital, kreatif, dan esports.

“Melalui IGX 2025 di Bandung, kami tidak hanya ingin menghadirkan festival game yang meriah, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan industri game dan konten digital Indonesia. Kolaborasi antara teknologi, budaya, dan kreativitas adalah kunci untuk menciptakan inovasi yang memiliki identitas khas Indonesia dan mampu bersaing di kancah global,” ujar Hoky yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas AGKDI, Sekretaris Jenderal PERATIN, serta sejumlah posisi penasihat dan kepemimpinan di FORMAS, SPRI, LSP Pers Indonesia, dan Forum Bela Negara RI (FBN RI).

Beliau juga mengungkapkan langkah strategis global yang mendahului event ini, yaitu penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara AGKDI dengan VIDO (Video Game Industry Development Organization) dari Rusia pada 6 Oktober 2025. Proses MoU ini telah dirintis sejak kunjungan pengurus APTIKNAS ke Rusia pada akhir Desember 2023, sebelum terbetuknya AGKDI.

Kehadiran Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., selaku Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI dalam penandatanganan MoU tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah RI.

Hoky menyampaikan keyakinannya, “Teknologi adalah alat, budaya adalah jiwa. Jika digabungkan, keduanya menjadi kekuatan bangsa di masa depan.”

APTIKNAS TECHSUMMIT 2025: Mengkaji Tren dan Solusi Teknologi Mutakhir
Sebagai salah satu highlight utama, APTIKNAS TECHSUMMIT yang diselenggarakan pada hari yang sama berhasil menghadirkan para pakar untuk membahas tren dan solusi teknologi terkini. Para pembicara yang berbagi wawasan antara lain:

* Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Ketua Umum DPP APTIKNAS) – Sambutan Pembukaan.
* Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. (Kementerian Kebudayaan RI) – Revitalisasi Sarana dan Prasarana Kebudayaan.
* Fanky Christian (Sekretaris Jenderal APTIKNAS) – Pemanfaatan AI untuk Smart Nation.
* Michael Edward (Country Representative Giga Computing Indonesia) – Cloud Computing Tulang Punggung Ekosistem Al di Indonesia.
* Thomas Kurniawan (Seagate Product Specialist) – Menyimpan Data Dunia Tanpa Batas.
* Hanz Christianto (AMD Component Business Development Manager) – Era Baru Al dan Inovasi Teknologi dengan Hardware Revolusioner.
* Maulis Taufik Kosasih (CEO Hexagon Inc. dan Ketua Komtap Digital Marketing, Branding dan Pengembangan Produk Digital DPP APTIKNAS) – Digital Marketing For University.
* Miryam Ariadne Sigarlaki. M.Psi. (Psikolog-COO Jatidiri.app dan Ketua Komtap Psikologi Digital & Teknologi Kemanusiaan DPP APTIKNAS) – Psychology Services in Digital.
* Vincent Suriadinata. SH. MH. (Mustika Raja Law Office dan Ketua Komtap Hukum DPP APTIKNAS) – Psychology Services in Digital.
* Umar Alhabsyi (CEO Millennia Solusi Informatika) – Cybersecurity Awareness for SMEs and Communities
* Yulilasiane Sulistiyawatl (Ketua Komite Tetap Cyber Security Solusi DPP APTIKNAS) – Contain, Scale, Secure: Buliding the Next-Gen Data Center for Al-Powered Workloads.
* Anton Budyana (Ketua DPD APTIKNAS Jawa Barat, Ketua DPD APKOMINDO Jawa Barat) – • Sambutan dan Penutup Event.

Indonesia Game Experience (IGX) 2025 Bandung telah sukses menarik perhatian publik secara luas. Para gamer, komunitas digital, pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik dengan dunia teknologi informasi dan kreativitas digital memadati venue, merasakan pengalaman tak terlupakan dalam festival terbesar yang memadukan semangat kebudayaan dengan inovasi teknologi ini. (Hnd)