Beranda blog Halaman 410

4 Personil Polres Metro Bekasi Dapatkan Penghargaan Berupa Kenaikan Pangkat Pengabdian

Bekasi – WakapolresMetro Bekasi AKBP Saufi Salamun memimpin apel pagi sekaligus pemberian kenaikan pangkat pengabdian bagi personil yang dihadiri oleh seluruh jajaran Perwira dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Metro Bekasi di lapangang apel Polres Metro Bekasi JL. Ki Hajar Dewantara, Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kamis (6/6/2024).

Dalam apel pagi tersebut, AKBP Saufi Salamun juga memimpin upacara pemberian pangkat pengabdian kepada beberapa Perwira dan PNS yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang luar biasa dalam menjalankan tugas mereka. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari institusi kepolisian atas pengabdian dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh anggota yang bersangkutan.

“Hari ini merupakan hari penting sekaligus saya ucapkan selamat kepada personil kita yaitu Kompol Parokhan, Kompol Tri Mulyono, Penata TK I Rahayu Fitriasih dan Pengatir TK I Sutarbi atas dedikasinya di istitusi kepolisian khususnya di Polsek Metro Bekasi,” Kata AKBP. Saufi Salamun.

Wakapolres memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Metro Bekasi bahwa pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. AKBP Saufi Salamun juga mengingatkan agar seluruh personel selalu siap siaga dan responsif terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi, serta menjaga komunikasi dan kerjasama yang baik antar anggota.

“Kita harus selalu ingat bahwa tugas kita adalah melayani dan melindungi masyarakat. Oleh karena itu, setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil harus selalu didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan,” Ujarnya.

Ia menambahkan, kepada seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan melalui berbagai pelatihan dan pendidikan, guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di masa depan. Selain itu, AKBP Saufi Salamun menekankan

“Saya mengajak kepada rekan-rekan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran fisik agar dapat menjalankan tugas dengan optimal,” Tambahnya.

Apel pagi dan upacara pemberian pangkat pengabdian ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, menunjukkan komitmen Polres Metro Bekasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan adanya pemberian pangkat pengabdian ini, diharapkan dapat memotivasi seluruh personel untuk terus berprestasi dan mengabdikan diri dengan sepenuh hati.Red

Satgas SIRI Kejaksaan Agung Berhasil Mengamankan Buronan (DPO) Tindak Pidana Korupsi

Atas Nama Terpidana MOKHAMMAD ZAHLI
Rabu 5 Juni 2024 sekitar pukul 23.05 WIB bertempat di Perumahan Bumi Sani Permai, Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Satgas SIRI) berhasil mengamankan Terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Negeri Rembang berdasarkan surat permohonan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah perihal pengamanan Terpidana. Identitas Terpidana yang diamankan, yaitu: Nama
: Mokhammad Zahli Tempat lahir
Usia/tanggal lahir Jenis kelamin
Kewarganegaraan Agama
Tempat tinggal
Pekerjaan Pendidikan
: Rembang
: 54 Tahun/8 April 1970 : Laki-Laki
: Indonesia : Islam
: Desa Pandean, RT.02/RW.01, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang
: Pegawai Negeri Sipil (PNS) : S1
Bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1129 K/Pid.Sus/2009 tanggal 18 Februari 2010 jo. Nomor: 378/Pid/2008/PT.Smg tanggal 21 Januari 2009 jo. Nomor: 13/Pid.B/2008/PN.Rbg tanggal 5 Agustus 2008, menyatakan bahwa Terpidana Mokhammad Zahli melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan uang kas Sekretariat Daerah Rembang Tahun Anggaran 2005.
Atas perbuatan tersebut, Terpidana Mokhammad Zahli mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp823.486.620 dan Terpidana Mokhammad Zahli dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun serta denda Rp50 juta susbsidair selama 3 bulan kurungan.
Berdasarkan pemantauan hari Rabu tanggal 05 Juni 2024, Terpidana Mokhammad Zahli sekitar pukul 18.00 WIB terpantau berada di sekitar wilayah Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Setelah itu, Tim melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan. Saat diamankan, Terpidana bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Terpidana dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk kemudian dilakukan serah terima kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Rembang. Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman. (K.3.3.1)
Jakarta, 6 Juni 2024 KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

Mantan Polisi Ancam Saka Tatal, Wilson Lalengke: Ini Bentuk Kebobrokan Mental Polri

Jakarta – Dalam sebuah wawancara di televisi swasta, oknum mantan Kabareskrim Polri, Ito Sumardi, diminta memberi komentar atas pernyataan dan keterangan yang diberikan warga Cirebon, Saka Tatal, terkait wajah DPO yang ditunjukkan polisi kepadanya dengan seorang kuli bangunan yang ditangkap polisi. Merespon permintaan dari pembawa acara televisi tersebut, Ito lebih banyak memberikan pernyataan yang cenderung membela korps-nya, bahwa para penyidik kasus pembunuhan Vina dan Eky yang menjadi pangkal kasus ini sudah bekerja dengan benar.

Selain membela kinerja lembaganya yang dianggap sudah perfect, Ito juga melayangkan keraguan atas apa yang disampaikan Saka Tatal tentang perbedaan wajah DPO yang ditunjukkan polisi kepadanya dengan wajah kuli bangunan bernama Pegi Setiawan yang saat ini sedang diproses oleh Polda Jabar. Bahkan, dalam keterangannya, Ito Sumardi dengan lantang mengatakan bahwa para pihak yang memberikan keterangan terkait kinerja polisi yang dianggap sembrono dapat diancam pidana dengan delik memberikan keterangan palsu serta pelanggaran UU ITE.

Menanggapi pernyataan oknum polisi yang sempat digadang-gadang jadi Kapolri di masa lalu itu, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, mengatakan bahwa dirinya amat menyayangkan sikap, pola pikir, dan mentalitas para pimpinan Polri yang dinilainya bobrok selama ini. Semestinya, kata wartawan nasional yang getol membela warga terzolimi itu, Ito Sumardi menjelaskan pola kerja yang sudah dilakukan oleh aparatnya saat menangani perkara Vina dan Eky serta para terduga pelaku pembunuhan tersebut.

“Publik tidak bodoh-bodoh amatlah, mereka juga sudah sangat mahfum jika Polri selama belasan tahun terakhir tidak lagi dapat diandalkan, apalagi dipercaya, sebagai penegak hukum yang benar dan berkeadilan. Rekayasa kasus massif terjadi bertebaran dimana-mana, kriminalisasi warga sudah tidak terhitung banyaknya, yang diawali dari kinerja aparat kepolisian yang buruk dan sewenang-wenang. Semestinya seorang polisi berpangkat jenderal menjaga integritasnya sebagai panutan penegak hukum yang benar dan adil, bukan justru main ancam-ancam warga dengan berbagai pasal-pasal pidana yang dapat direkayasa oleh mereka,” sebut Wilson Lalengke dalam keterangan persnya kepada media ini, Rabu, 05 Juni 2024.

Dalam wawancara yang sama, Ito Sumardi juga menyarankan bahwa semua pihak dipersilahkan membuktikan kebenaran keterangan dan fakta hukum di persidangan. Dan jika pengadilan justru membenarkan kerja-kerja polisi, maka para pihak dan atau saksi yang memberikan keterangan dapat dipersangkakan dengan pasal menghambat penegakan hukum, obstruction of justice, memberikan keterangan palsu, dan lain sebagainya.

“Pak Ito Sumardi seperti tidak tahu saja kinerja pengadilan Indonesia selama ini. Semua bisa diatur boss! Meminjam pernyataan Prof Mahfud MD, yang mengatakan polisi, jaksa, hakim, semua bermain. Tambah diperparah oleh sejumlah pengacara yang bekerja dengan prinsip maju tak gentar membela yang bayar. Mahkamah Agung yang diharapkan jadi benteng keadilan, ternyata tidak lebih dari sebuah pasar gelap jual-beli perkara. Kebenaran apa yang bisa diharapkan dari ruang pengadilan pada kondisi seperti ini?” tambah Wilson Lalengke dengan nada tanya.

Wartawan nasional yang pernah jadi korban kriminalisasi Polri itu menambahkan bahwa keruwetan hukum di negeri ini dimulai dari institusi Polri, karena pintu masuk sebuah kasus pelanggaran pidana adalah SPKT Polri. “Saat laporan pengaduan suatu kasus masuk ke SPKT, mulailah proses akal-akalan hukum berjalan. Uang dan kekuasan backing-membacking diawali dari unit SPKT itu. Berlanjut ke penyidik yang menangani kasus. Mereka melakukan rekayasa demi rekayasa, pemalsuan keterangan saksi, pemalsuan dokumen dan alat bukti dihalalkan. Proses manipulasi itu amat sering melibatkan oknum-oknum pengacara, baik yang disiapkan polisi maupun pengacara terlapor dan pelapor. Obstruction of justice sesungguhnya merupakan keahlian polisi, bukan orang kampung seperti Saka Tatal itu,” jelas lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, The United Kingdom, ini.

Wilson Lalengke juga mengatakan bahwa semestinya Ito Sumardi meminta agar petugas SPKT dan penyidik yang menangani kasus Vina dan Eky 8 tahun lalu itu membuka kembali proses penanganan yang mereka lakukan pada saat itu. Selanjutnya ke proses P-21 di Kejaksaan dan pengadilan.

“Hampir pasti banyak kejanggalan dalam proses yang dilakukan aparat pada saat itu, yang bermuara ke ruang pengadilan dengan hakim yang bisa diatur-atur siapa menjadi hakim untuk siapa, bahkan besaran vonispun bisa dipesan,” sebut tokoh pers yang sering jadi target operasi oknum-oknum polisi dan para mafia hitam yang menjadi sasaran kritiknya.

Terhadap ancaman pidana yang disampaikan oknum mantan polisi Ito Sumardi itu, Wilson Lalengke menyerukan agar warga masyarakat jangan takut, jangan gentar untuk terus bersuara lantang, meyampaikan apa yang mereka dengar, mereka lihat, mereka rasakan, dan mereka inginkan. “Ini negara demokrasi, tidak boleh ada orang yang mentang-mentang diberi kewenangan menjalankan hukum, boleh seenaknya mengancam rakyat yang notabene sudah membiayai hidup mereka, dengan pasal-pasal hukum,” tegasnya sambil menambahkan bahwa akibat pelaksanaan hukum yang buruk oleh Polri selama ini, dia memastikan maksimal hanya 20 persen saja para penghuni penjara yang benar-benar layak dipidana, selebihnya adalah warga baik-baik yang menjadi korban kriminalisasi dan rekayasa kasus yang dimulai dari pintu masuk pelaporan kasus pelanggaran hukum di SPKT Polri. (TIM/Red)

AS Sampaikan Penghargaan kepada Raja Maroko atas Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, menyampaikan “rasa terima kasih” Amerika Serikat kepada Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI atas kontribusi kemanusiaan Maroko di Gaza. Antony juga sekaligus menekankan pentingnya dukungan Maroko terhadap usulan Presiden Amerika Serikat, Joseph R. Biden, untuk mewujudkan gencatan senjata permanen di Gaza dan menjamin pembebasan semua sandera.

“Menteri Antony Blinken menyampaikan rasa terima kasihnya kepada King Mohammed VI atas kontribusi kemanusiaan Maroko di Gaza,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Washington pada hari Senin, 3 Juni 2024, setelah percakapan telepon antara Antony Blinken dengan Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita.

Menteri Luar Negeri AS juga menekankan pentingnya dukungan Maroko terhadap usulan Presiden Biden sebagai “cara membangun kawasan Timur Tengah yang lebih terintegrasi, damai dan stabil”, kata Juru Bicara tersebut.

“Sekretaris menggarisbawahi bahwa usulan tersebut akan sangat bermanfaat bagi warga Palestina dan Israel, memungkinkan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza, memungkinkan kembalinya para pengungsi ke daerah-daerah di seluruh Gaza, dan memungkinkan dimulainya upaya rekonstruksi internasional,” tambah pernyataan itu.

Selama percakapan ini, kedua pejabat “sepakat tentang pentingnya terus berkoordinasi erat untuk memajukan perdamaian dan keamanan di kawasan”, kata sumber yang sama.

Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Al Quds, telah memberikan Instruksi Tertingginya untuk mengerahkan operasi bantuan pangan kemanusiaan melalui darat untuk penduduk Palestina di Gaza dan Kota Suci Al Quds.

Maroko adalah negara pertama yang menggunakan jalur darat untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan langsung kepada penerima manfaat sejak pecahnya pertikaian bersenjata di Jalur Gaza. Operasi kemanusiaan berskala besar yang memberikan manfaat bagi penduduk Palestina ini menegaskan komitmen dan kepedulian King Mohammed VI terhadap perjuangan Palestina.

Kerajaan Maroko juga menekankan pentingnya proposal yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Joseph R. Biden, yang bertujuan untuk mendorong gencatan senjata yang langgeng di Gaza, akses terhadap bantuan kemanusiaan, perlindungan warga sipil, pemulangan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, dan rekonstruksi daerah-daerah yang hancur.

“Kerajaan Maroko berharap berbagai pihak terkait akan mematuhi inisiatif ini dan berkomitmen untuk melaksanakan berbagai tahapannya,” kata Nasser Bourita. (PERSISMA/Red)

Ditangkap Warga di Kutasari, Terduga Pencuri Sepeda Motor Diamankan Polisi

Purbalingga – Polisi dari Polsek Kutasari mengamankan seorang pria yang ditangkap warga setelah kepergok mencuri sepeda motor, Rabu (5/6/2024) sore. Pria tersebut kemudian diamankan polisi ke Polsek Kutasari.

Kapolsek Kutasari Iptu Heru Riyanto mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang pria yang ditangkap warga karena kepergok mencuri sepeda motor. Lokasinya ada di Desa Munjul, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

“Anggota kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan pria tersebut untuk mencegah aksi main hakim sendiri,” jelasnya.

Disampaikan bahwa pria yang diamankan berinisial N (28) warga Desa Banjarsari Kidul, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Pria tersebut hendak membawa kabur sepeda motor jenis Vario warna putih bernomor polisi R-3068-RF.

Pemilik sepeda motor yaitu Yoga Agus Setyobudi (20) warga Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Korban merupakan pemilik warung nasi Padang Damai Bana yang lokasinya di Desa Munjul.

“Menurut pemiliknya, sebelum kejadian sepeda motor sedang diparkir di depan warung nasi Padang dengan kuncinya masih menggantung. Tiba-tiba seorang pria tidak dikenal menuntun sepeda motor hendak dibawa kabur,” ungkap kapolsek.

Pemilik motor kemudian lari mengejar dan berhasil memegang bagian belakang sepeda motor hingga sepeda motor roboh. Kemudian pemilik berteriak ada maling, hingga pelaku kemudian kabur.

Warga kemudian yang berdatangan kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. Selanjutnya melaporkan kejadian ke Polsek Kutasari. Polisi yang datang kemudian mengamankan ke Polsek Kutasari.

Kapolsek menambahkan pria yang ditangkap warga diduga melakukan pencurian sepeda motor saat ini sudah diamankan di Polsek Kutasari. Masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Red”

Sinergitas Pemimpin Inspirasi dari Diskusi Publik Bekasi Mencari Pemimpin

Bekasi ||Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) telah sukses menyelenggarakan acara Diskusi Publik dengan tema “Bekasi Mencari Pemimpin” di Distrik 1 Maikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut diadakan pada Rabu, 5 Juni 2024 dan dihadiri oleh empat tokoh nasional, antara lain Dr. M. Qodari, S.Psi, M.A, Ketua Umum Bara JP Utje Gustaaf Patty, Ketua Umum Solmet Silfester Matutina, S.H, dan Ketua Umum Tim Hukum Merah Putih Suhadi, S.H., M.H. Mereka memberikan pemaparan mengenai sinergitas antara pimpinan pusat dan pimpinan daerah dalam menuju pembangunan Indonesia emas 2045, membuat acara tersebut semakin menarik.

Selain itu tercatat ada 9 Balon figur yang ditampilkan diacara tersebut diantaranya :
1 Ulung Purnama,SH., MH
2.H.Wada Suhada SE
3.Kapten (Purn) H.Nalib Zaenuddin
4.HK.Damin Sada
5.H.Faizal Havan Fariz.SE.M
Si
6.BN.Holik Qodratullah.S E.MS.i
7.H.Jampang Jendra Atmaja S.Sos
8.Hadi Mustofa
9.Hj.Siti Qomriah
10.Ade Kuswara Kunang.

Dari10 Balon figur H
Siti Qomariah dan Ade Kuswara Kunang berhalangan hadir.

Ketua panitia pelaksana (Panpel), Dr. Weldi Jevis Saleh, SH.,MH, menyatakan kepuasannya atas kesuksesan acara Diskusi Publik ini. Dia berterima kasih atas kerjasama yang baik di bawah komando Sekertaris panitia, Suryo Sudharmo, yang telah membuat para calon pemimpin Bekasi dan tokoh hadir di acara tersebut menjadi sangat antusias. Dr. Weldy juga memberikan apresiasi kepada ketua Panpel 2, Raja Simatupang, Bendahara Suhaeb Rizal, Sekertaris 2 Affandi, serta jajaran panitia lainnya

Selain itu Dr. Weldy juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Merah Putih, RJ2, IMG Bara JP, Relawan Garuda 08 serta pihak Maikarta yang telah mendukung sukses acara tersebut.

“Semoga acara ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat Bekasi tentang pentingnya mencari pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bekasi,” tambahnya.

Ketua AWIBB DPD Jawa Barat, Raja Simatupang, menegaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan tanpa ada kepentingan tertentu, namun semata-mata untuk meningkatkan peran media dalam membangun Bekasi ke depan. Salah satunya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencari pemimpin yang berkualitas dan mampu membawa perubahan Bekasi menjadi lebih baik.

Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak terkait, diharapkan Bekasi dapat memiliki pemimpin yang amanah dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan. Terima kasih kepada semua yang telah turut serta dalam acara Diskusi Publik ini, semoga hasilnya dapat memberikan manfaat yang besar bagi Kabupaten Bekasi.

Sementara itu tanggapan juga diberikan oleh modertor acara Dr.Hasrul Buamana SH.
Menurut Dr Hasrul Buamona SH MH selaku moderator dalam acara diskusi tersebut, bahwa kegiatan ini sangat menarik dan harus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Tujuannya untuk sinergitas kebijakan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang seringkali terjadi pertentangan hukum, pungkasnya.

SMSI Kabupaten Bekasi Apresiasi AWIBB dan Tim Hukum Merah Putih Gelar Diskusi ‘Bekasi Mencari Pemimpin’

BEKASI – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi mengapresiasi Tim Hukum Merah Putih dan Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama (AWIBB) dalam gelaran acara diskusi nasional Bekasi Mencari Pemimpin.

Apresiasi disampaikan langsung Ketua SMSI Kabupaten Bekasi Doni Ardon, sekaligus menutup acara yang digelar sejak pagi hingga siang di District 1 Meikarta Lippo Cikarang, Senin, 5 Juni 2024.

“Kami mengapresiasi diskusi ‘Bekasi Mencari Pemimpin’, ini acara positif, minimal sejak dini masyarakat dapat menilai kapabilitas para calon pemimpin di Kabupaten Bekasi,” kata Doni Ardon didampingi Sekretaris SMSI Kabupaten Bekasi, Suryo Sudharmo selaku panitia.

Melalui Diskusi Bekasi Mencari Pemimpin, lanjutnya membuktikan keberadaan AWIBB sebagai insan media telah ikut berkontribusi dan berperan terhadap pembangunan di Kabupaten Bekasi.

“Dimulai dengan diskusi-diskusi seperti ini, menghadirkan para calon pemimpin Kabupaten masa depan dan menghadirkan nara sumber tokoh nasional”.

“Kita tadi melihat para tokoh menyampaikan aspirasinya di depan para bakal cakon Bupati Bekasi, ini harus dicatat, dijadikan notulensi dan pada waktunya disampaikan ke para kandidat pemimpin yang hari ini dihadirkan, Insya Allah salah satunya sukses menjadi Bupati Bekasi periode tahun 2024-2029,” ungkap Doni Ardon.

Baca Juga: SMSI Kabupaten Bekasi Rilis Tahap I Survey 36 Top Person Bakal Calon Bupati 2024-2029

Hadir dalam acara diskusi tersebut para tokoh nasional, seperti pengamat politik nasional Dr. M. Qodari, S.Psi, M.A, Ketua Umum Bara JP Utje Gustaaf Patty, Ketua Umum Solmet Silfester Matutina, S.H, dan Ketua Umum Tim Hukum Merah Putih Suhadi, S.H., M.H.

Turut hadir sejumlah kandidat calon Bupati Bekasi yakni BN Holik Qodratulloh dari Partai Gerindra (saat ini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bekasi), H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.Si (anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Bekasi), H. Nalib Zainuddin, Ulung Purnama, S.H, HK Damin Sada (Ketua Umum Jawara Jaga Kampung Nusantara), H. Obon Tabroni (anggota DPR RI), H. Wada Suhada (profesional).

Para ketua ormas, LSM, tokoh masyarakat dan ulama terlihat hadir dan mengapresiasi pelaksanaan Diskusi Bekasi Mencari Pemimpin hingga selesai pukul 13.00 wib.

Hadir juga Dewan Pembina SMSI Kabupaten Bekasi, Laksma TNI Dr. H. Mohammad Ikhwan Syahtaria, S.T., S.E., M.Si bersama jajaran Forum Musyawarah Ulama dan Tokoh Masyarakat (FORMAT) Bekasi Raya dan Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi, H. Zaenal Abidin.

Dalam pantauan media, acara bertemakan “Sinergitas Pimpinan Pusat dan Pimpinan Daerah untuk Indonesia Emas” dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hyme Bekasi.

Lalu usai tarian daerah, acara dilanjutkan dengab pemaparan nara sumber dari pusat mengenai program nasional Indonesia Emas dan memberikan pandangan politik skala nasional dan daerah.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi para Bakal Calon Bupati Bekasi.

“Kita ingin membangun Indonesia lebih baik di Kabupaten Bekasi dengan inovasi dan kreatifitas, menggerakkan perekonomian pedesaan melalui Bumdesa, mengentaskan pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal, menerapkan konsep smart city di wilayah yang dikenal sebagai kawasan industry terbesar se-Asia Tenggara dan program-program peningkatan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang diperlukan masyarakat saat ini,” papar H. Faizal Hafan Farid, bakal calon Bupati Bekasi dari PKS.

Kemudian BN Holik Qodratulloh menyampaikan keinginannya memajukan potensi putra daerah.

“Saya ingin bocah Bekasi maju dan berkembang, berguna bagi bangsa dan negara,” papar H. Nalib Zainuddin.

Senada disampaikan H. Wada Suhada yang menyuarakan aspirasi masyarakat selama ini dia terima perlu untuk direalisasikan.

Selanjutnya Ulung Purnama menyatakan dirinya maju sebagai kandidat calon Bupati Bekasi semata-mata bentuk pengabdian membangun Kabupaten Bekasi yang dicintainya. (***)

Kapolda Sulteng Hadiri Rakernis Baharkam Polri T.A 2024 di Makassar

Makassar – Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, SIK, SH, MH menghadiri Rapat Kerja Tehnis (Rakernis) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri yang diselenggarakan di Ballroom Lily hotel Four Point Keraton Makassar, Rabu (5/6/2024)

Dalam pelaksanaan Rakernis Baharkam Polri Tahun anggaran 2024 ini, Kapolda Sulteng didampingi Direktur Binmas, Direktur Polisi Perairan dan Udara, Direktur Samapta dan Direktur Pengamanan Obyek Vital.

Mengangkat tema “Baharkam Polri yang proaktif dan adaptif siap mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan” bertujuan untuk mengevaluasi serta mengukur implementasi tugas-tugas Baharkam Polri.

Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si membuka langsung pelaksanaan Rakernis Baharkam dan turut dihadiri oleh Asops Kapolri, AsSDM Polri, Kabareskrim, Kadivhumas dan para Kapolda se- Sulawesi.

Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas prestasi dan penghargaan yang telah diraih oleh Baharkam Polri.

“Teruslah memberikan pengabdian terbaik sebagaimana transformasi menuju Polri yang Presisi,” ungkap Kapolri,

Sementara itu, Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., menjelaskan bahwa Rakernis Baharkam Polri Tahun Anggaran 2024 tahap kedua ini merupakan kesempatan bagi jajarannya untuk mengevaluasi dan mengukur hasil pelaksanaan tugas serta tindak lanjut dari Rakernis tahap pertama yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Sementara itu Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho mengatakan, hari ini kita dapat arahan penting dari Bapak Kapolri dan Kabaharkam Polri mengenai dukungan Polri dalam mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sesuai tema kegiatan.

Semoga dengan berlangsungnya Rakernis ini, diharapkan Baharkam Polri semakin siap dan adaptif dalam mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi Polri Presisi, harap Kapolda Sulteng

Sebagaimana tujuan dari Rakernis ini intinya untuk menciptakan modernisasi di lingkungan Polri guna mendukung transformasi ekonomi wilayah dan menjaga rasa aman di tengah masyarakat, pungkasnya.Red”

Kapolri Diberi Gelar Adat-Pusaka oleh Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianugerahi gelar Raja atau Karaeng dan Pusaka Supakala dari Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Penghargaan diberikan berbarengan dengan kegiatan pembukaan Rakernis Baharkam Polri, di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulsel, Rabu (5/6/2024).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penghargaan pertama yang diberikan kepada Kapolri yakni gelar I Mannaungi Daeng Parani dari dewan adat Kerajaan Gowa. Gelar ini mempunyai arti pemimpin yang senantiasa mengayomi dan melindungi masyarakat serta pemberani dalam melaksanakan tugas.

“Gelar untuk Kapolri ini sebagai tanda pengakuan menjadi keluarga besar Kerajaan Gowa dan Masyarakat Adat Gowa. Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Sungguminasa pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Raja Gowa ke-38,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/6/2024).

Penghargaan kedua datang dari Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone. Berdasarkan surat keputusan nomor 1.024/l.a Bone menganugerahkan gelar nama Bugis yaitu La Pateddungi Daeng Pasampo kepada Kapolri, yang artinya seorang pemimpin yang arif dan melindungi Bangsa dan Negara.

“Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Watampone pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Ketua Adat Saoraja Kabupaten Bone,” ujarnya.

Selain itu, Kapolri juga diberikan pin emas, sertifikat dan pusaka Luwu yang berjenis sapukala dengan nama La Sumange’ Getteng yang artinya semangat yang tegas, konsisten, tidak ragu dan bimbang dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pemberian pusaka ini diiringi doa untuk Kapolri semoga dipanjangkan umurnya dan diberikan kelimpahan berkah kesehatan dan kesejahteraan agar bsia menjadi suri tauladan bangsa.

“Hal ini tertuang dalam sertifikat yang ditetapkan di Palopo 5 Juni 2024 oleh Datu Luwu ke-40 Yang Mulia H La Maradang Mackulau, S.H., M.kn Opu To bau,” katanya.

Trunoyudo menuturkan, pemberian gelar dan pusaka kepada Kapolri adalah wujud kecintaan masyarakat terhadap institusi Polri. Hal ini juga menjadi penyemangat institusi Polri agar tetap bekerja melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Prosesi penyerahan gelar ditandai dengan pembacaan narasi oleh MC, pembacaan SK penganugerahan gelar kebangsawanan, serta pemberian gelar kebangsawanan dan simbolik kerajaan kepada Kapolri. Acara ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan penghargaan dari Kapolri kepada kepala daerah, diikuti dengan foto bersama penerima penghargaan.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri, Kapolda dari berbagai daerah, Forkopimda Provinsi Sulsel, rektor universitas se-Sulsel, serta tokoh adat dan masyarakat yang turut menyaksikan momen bersejarah ini.Red”

Bea Cukai Batam Diduga Memperlancar Kinerja Pengusaha Expedisi Batam : Penghilangan Pajak

Batam, Segala macam cara teknik para pengusaha “EXPEDISI BATAM” yang jejak historinya mengambil keuntungan lebih, dengan mengalihkan “menghilangkan pembayaran Kepabeanan/Bea Cukai/Pajak dari daerah KPBPB kota Batam ke daerah Nusantara (seluruh Indonesia) menjadi keuntungan Pribadi, dengan membuka cabang usaha di Tanjungpinang Kepulauan Riau, Rabu ( 06/06/2024)”.

Giat ini sudah berlangsung lama, seakan tak tercium publik dan tidak asing bagi Pemain expedisi Kota Batam.

Pengusaha Expedisi cabang, yang bertempat di Tanjung Pinang sebagai tujuan bayangan dimana sebenarnya tujuan “ASLI PENGIRIMAN BARANG” diluar Tanjung pinang. Tetapi untuk menghilangkan nilai kepabeanan/bea dan cukai/pajak, barang kiriman harus melalui Tanjung Pinang dan dari sanalah pengiriman ke tujuan pengiriman aslinya barang tersebut ( ke seluruh Indonesia).

“Selamat siang bude, gimana bisnis expedisi nya, bude?, Semoga lancar dan sukses ya!!. Gimana cara pengiriman barang nya?, Bude selalu mengantar barang ke Punggur, padahal barang itu ke Jawa dan lainnya. Kok bisa seperti itu?,” tanya awak media.

Ya, begitulah cara kami. Seperti ada tas produk luar hari itu, harganya Rp. 4.5 juta, kalau pengiriman langsung dari Batam ke pulau jawa pajak yang harus dibayar di luar ongkos perkilo Rp.500 ribu. Jadi kami hantar via Ferry ke Tanjung Pinang, dan dari sanalah (Pinang) group kami mengirim barang itu ke Jawa, masalah beacukai itu urusan group kami. Yang jelas pajaknya tak ada pembayaran, hanya bayar ongkosnya ke Jawa per kilonya yang dibuat group kami,” jawab Bude, Usahawan Expedisi.

Antik, unik dan eksotis dalam meraih keuntungan lebih, dari pengirim barang, dengan teknik menghilangkan kepabeanan/bea dan cukai/pajak dari daerah KPBPB Kota Batam (FTZ).

Pembayaran/Pelunasan Kepabeanan/Bea Cukai/Pajak adalah tarif dasar yang diberlakukan Pemerintah khususnya dalam daerah FTZ pada pengiriman barang keluar KPBPB yang diatur dalam UU PMK no.96 tahun 2023.. Ini suatu dasar pendistribusian keuangan ke Pemerintah melalui PMK sebagai dasar pendapatan Negara.

Diduga para Pengusaha dan usahawan expedisi Kota Batam bekerja sama dengan Direktorat Bea dan Cukai Kota Batam dalam melancarkan pengiriman barang via Tanjungpinang ke Tujuan sebenarnya di seluruh Indonesia.

Pemerintah Indonesia berupaya melakukan persuasif kepada Pengusaha untuk mempermudah perizinan segala bentuk usaha, khususnya Perusahaan Expedisi Kota Batam. Tetapi tak pelik juga pengusaha dan Usahawan “EXPEDISI KOTA BATAM” bermain dalam meraih keuntungan Pribadi yang Eksotis.

Dalam pengiriman barang dari daerah KPBPB Kota Batam keseluruhan Indonesia (Nusantara) telah ditetapkan kan pelaksanaan nya didalam UU PP 41 tahun 2021 pasal 31 tentang Pendaftaran perusahaan nya ke ‘Badan Pengusaha’, (bila di Kota Batam disebut BP Batam) dan Kepabeanan/Bea Cukai/Pajak, pelaksanaan nya dalam Undangan-undang PMK no.96 tahun 2023 Pasal 19 tentang Pembayaran/Pelunasan Pajak.

ES/Red.