Beranda blog Halaman 395

Menyambut Hari Bhayangkara ke 78, Polres Kebumen Gelar Ziarah Makam Pahlawan

Menyambut Hari Bhayangkara ke 78, Polres Kebumen Gelar Ziarah Makam Pahlawan

Polres Kebumen – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-78, Polres Kebumen menggelar kegiatan ziarah makam ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti Kebumen, Selasa 24 Juni 2024.

Ziarah makam diikuti seluruh personel Polres Kebumen, Kapolsek jajaran, perwakilan personel Polsek jajaran, PP Polri, Bhayangkari, ASN dan dipimpin Kapolres Kebumen AKBP Recky.

Ziarah rombongan diawali dengan penghormatan kepada para arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa dan tabur bunga di makam.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Recky, ziarah ini perlu dan wajib dilaksanakan sehingga generasi sekarang tidak lupa dengan perjuangan para pahlawan pendahulu.

“Ziarah ini sebagai wujud implementasi penghormatan kepada para pahlawan pendahulu kita yang sudah berjuang mengharumkan nama bangsa, serta menjadi tauladan bagi kita,” ucap Kapolres.

Pada momen rangkaian Hari Bhayangkara ke-78, AKBP Recky berharap Polres Kebumen semakin dekat dan lebih dicintai masyarakat.

Selanjutnya sinergitas yang telah terbangun antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kebumen, serta masyarakat, bisa semakin erat untuk kemajuan Kebumen.

“Semoga kita semakin solid, semakin kuat, sehingga kepolisian mendapatkan kepercayaan yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Ziarah Makam Pahlawan juga termasuk agenda rutin tahunan yang digelar Polres Kebumen selain pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Para personel berkesempatan melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan secara bergantian sembari mendoakan.

Tak lupa, Kapolres Kebumen AKBP Recky turut menaburkan bunga di pusara Briptu Anumerta Syukron Fadhli, satu dari lima anggota Kepolisian yang gugur pada hari Selasa (8/5/2018) silam, dalam kerusuhan antara narapidana terorisme dengan sejumlah anggota Kepolisian di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Kita semua mendoakan arwah para pahlawan, semoga tenang dan mendapat tempat terbaik di sisiNya,” tandas Kapolres Kebumen AKBP Recky.

Red”

Trabas Kamtibmas Bareng Kapolda Jateng, Polresta Banyumas Gelar Bakti Sosial, Bakti Kesehatan hingga Sembako Murah

Polresta Banyumas Polda Jateng menggelar “Trabas Kamtibmas bareng Kapolda Jateng” yang digelar di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Minggu (23/6/24). Pada kegiatan tersebut Polresta Banyumas juga menggelar aksi bakti sosial, bakti kesehatan hingga bazar sembako murah untuk masyarakat.

Ditandai dengan pengibaran bendera start, seribu lebih peserta diberangkatkan oleh Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, SIK, MH, bersama jajaran Forkopimda Banyumas serta tamu undangan lainnya.

“Hari ini kami melaksanakan trabas kamtibmas yang di prakarsai bapak Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78”, kata Kapolresta Banyumas di sela-sela kegiatan.

Kapolresta menjelaskan trabas kamtibmas ini diikuti lebih dari seribu peserta pecinta trabas dari berbagai wilayah yang akan melakukan trabas sejauh hampir 50 km dengan start dan finish di terminal Wangon.

“Untuk peserta tidak hanya dari Banyumas saja tapi dari wilayah lain seperti Pemalang Tegal, Brebes, Cilacap, Purbalingga, bahkan ada dari wilayah dari Jawa Barat yaitu Pangandaran”, ungkap Kapolresta.

Setelah mengikuti trabas, nantinya akan ada pembagian hadiah tanjakan Kapolda Jateng dan hadiah tanjakan lainya. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan adanya hiburan musik, doorprize dan undian menarik diantaranya dua buah motor tril, lima buah sepeda dan hadiah menarik lainya.

Selain trabas kamtibmas, Kapolresta menyebutkan bahwa pihaknya juga menggelar bakti sosial diantaranya bantuan kepada anak yatim dan anak difabel. Kemudian ada bakti kesehatan yaitu berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pengobatan gratis.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapakan 500 paket sembako yang dapat ditebus dengan harga murah untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Tentunya di HUT Bhayangkara ke-78 ini kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat, agar Polri bersama dengan TNI dan pemerintah daerah dapat menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Banyumas”, pungkas Kapolresta Banyumas.

Red”

Tentang Pabrik Fraud di Trunojoyo

_Oleh: Wilson Lalengke_
Jakarta – Dalam sebuah acara di Mabes Polri, saya diminta jadi narasumber terkait pentingnya peran media dalam mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan citra Polri. Acara itu diselenggarakan oleh Divisi Humas Polri yang berkantor di Jl. Trunojoyo No. 3 Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Seingat saya, kegiatan yang dilaksanakan pada Februari 2014 tersebut adalah Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divhumas Polri dengan tema besar persiapan menghadapi pelaksanaan Pilpres pada tahun itu.

Salah satu peserta forum, Kombespol Rikwanto (kini telah pensiun dengan pangkat terakhir Irjenpol, mengajukan pertanyaan menarik. “Apakah cukup dengan memainkan media agar terlihat bahwa Polri baik, ataukah harus didukung oleh perilaku anggota Polri yang baik juga?” tanya Kombespol Rikwanto yang saat itu menjabat sebagai Kabidhumas Polda Metro Jaya.

Ini tentu saja bukan sebuah pertanyaan yang perlu jawaban dari saya. Tapi hanya sekadar untuk meminta penegasan tentang bagaimana sebaiknya unit Humas Polri menjalankan perannya dengan baik agar citra Polri dipandang baik oleh publik. Pertanyaan itu juga mencerminkan sebuah kegalauan di hati penanya terhadap perilaku sejumlah anggota Polri yang secara faktual buruk di lapangan.

Kita menyadari bahwa tidaklah mungkin semua anggota Polri yang adalah manusia biasa dapat diharapkan baik seluruhnya seratus persen. Pasti ada saja oknum yang terlibat dalam tindak kejahatan yang kemudian menjadi perusak citra institusi pelaksana hukum itu. Terutama mereka yang bertugas di dua satuan kerja khusus Polri, yakni Diretktorat Lalulintas dan Reserse Kriminal, yang rawan penyalahgunaan kewenangan karena terkait penegakan hukum dan mereka bersentuhan langsung dengan warga pencari keadilan.

Menjawab pertanyaan Kabidhumas Rikwanto saat itu, saya menggarisbawahi dua hal penting. Pertama: Humas bukan perlu ‘memainkan media’, tetapi mesti ‘menggunakan media’. Diksi memainkan media merujuk kepada pemanfaatan media semata-mata untuk membagus-baguskan sesuatu yang faktanya bertentangan dengan apa yang dimediakan. Sementara, menggunakan media adalah sebuah upaya memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi kepada publik tentang apa yang dikerjakan Polri dan berbagai peristiwa sesuai fakta lapangan.

Kedua, pemanfaatan media oleh Humas Polri bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kinerja Polri kepada masyarakat umum, terutama tentang pelayanan, pengayoman, dan perlindungan yang menjadi tugas pokok Polri. Upaya itu juga dimaksudkan sebagai penyeimbang, bahkan diharapkan lebih dominan, terhadap pemberitaan negatif tentang perilaku oknum-oknum anggota Polri yang terlibat kejahatan atau tindak pidana. Dengan demikian, citra Polri tetap terjaga baik di mata publik.

Ini berarti, Polri harus mengakui bahwa benar ada oknum-oknum anggotanya yang buruk laku, namun secara umum masih ada anggota Polri yang bekerja dengan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya. Polri tidak perlu alergi untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada oknum, bahkan mungkin jumlahnya sangat masif – dari tingkat kepangkatan terendah hingga mereka yang berbintang lima – yang bermental korup, hedonis, arogan, menyalahgunakan kewenangan, pembunuh, perampok, pemain judi, mafia hukum, herder mafia tambang, bandar narkoba, dan berbagai perilaku kriminal lainnya.

Satuan kerja (Satker) Humas Polri, dari tingkatan teratas yakni Kapori, Divhumas, Bidhumas, Baghumas, hingga unit-unit penerangan masyarakat di tataran paling bawah, semestinya ‘menggunakan media’ dalam rangka menyampaikan sekaligus mengedukasi publik terkait segala sesuatu yang diprogramkan, sedang dikerjakan, dan akan dilakukan Polri bersama jajarannya sesuai tuntutan masyarakat yang membutuhkan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan. Satker Humas Polri dilarang keras ‘memainkan media’ untuk mengelabui publik melalui penyebaran informasi fraud (tipuan), apalagi bluffing (mengintimidasi/menggertak) yang tujuannya agar Polri terlihat bagus, baik, tegas, dan telah menjalankan tugasnya dengan benar.

Satker Humas Polri menempati posisi yang amat strategis dalam pengembangan bangsa ke masa depan. Perannya sebagai gerbang penegakan hukum menjadikannya sebagai pusat perhatian seluruh rakyat di negeri ini. Setiap informasi kepolisian yang digaungkan ke masyarakat melalui Humas Polri akan menjadi asupan nutrisi bagi otak-nya rakyat yang menghuni nusantara ini.

Oleh sebab itu, ketika Humas Polri memproduksi berita bohong, dusta, hoax, fraud, bluffing, dan sejenisnya, ini artinya Polri sedang memberi asupan informasi sampah beracun jenis B3 bagi rakyat. Dapat dibayangkan, dengan tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang relatif masih belum memadai (62,1 persen lulusan SMP, tertinggi di dunia menurut UNESCO 2023), maka informasi dan pemberitaan sampah beracun dari institusi Polri menjadi penghancur dasyat bagi bangsa dan negara Indonesia. Jika akhirnya Indonesia hancur, baik dari sisi perdaban, moralitas, perilaku, serta persatuan dan kesatuannya, Polri merupakan salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas kehancuran negeri ini.

Satker Humas Polri yang terindikasi telah berkolusi hanya dengan para pekerja media konstituen Dewan Pers, seperti PWI peternak koruptor dan beberapa organisasi wartawan yang dianggap ‘resmi’ karena terdaftar di Dewan Pers, dapat dipandang sebagai sebuah unit di lembaga Polri yang jauh dari tujuan pembentukan satuan kerja tersebut. Pola kerja diskriminatif semacam itu membuka ruang yang sangat besar bagi perkembangan informasi fraud, hoax, dan bluffing yang mempercepat kerusakan bangsa. Instruksi Dewan Pers untuk hanya mengutip ‘informasi resmi’ dari Polri dalam kasus pembunuhan Brigadir Josua oleh Irjenpol Ferdy Sambo beberapa waktu lalu adalah contoh nyata dari sekian banyak kasus kolusif Polri dengan media-media tertentu binaan Dewan Pers.

Kasus informasi bohong Kabidhumas Polda Lampung, Kombespol Umi Fadhilah, terkait penanganan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap wartawan Lampung Timur, Sopyanto, yang terkesan dipeti-eskan hanyalah satu contoh lainnya dari sekian ribu informasi fraud alias hoax jahat yang dilakukan unit humas di lingkungan Polri. Kebohongan demi kebohongan yang diproduksi oleh humas-humas kepolisian di Polda, Polres, Polsek, dan unit-unit kerja Polri di berbagai sudut negeri, terus saja bertebaran di beragam media massa. Tujuannya hanya satu: agar Polri terlihat kerja bagus di mata publik, jauh dari tujuan untuk menyajikan fakta lapangan demi membangun peradaban, moralitas, dan perilaku yang baik di bangsa ini.

Fenomena kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 8 tahun lalu menjadi batu ujian bagi Polri. Apakah carut-marut penanganan kasus yang disinyalir dipicu oleh perdagangan narkotika skala mafia Pablo Escobar itu dapat diselesaikan dengan benar dan adil sesuai peraturan dan koridor hukum yang berlaku? Semua mata rakyat, juga dunia internasional sedang memelototi Polri terkait tragedi mengenaskan tahun 2016 itu.

Jika menilik dari gelagat Divisi Humas Polri, akhir dari kasus tersebut bakal selesai sesuai keinginan Polri semata untuk tetap dianggap sebagai institusi yang berisi para malaekat suci yang tidak pernah salah. Kita tidak dapat berharap banyak dari Polri menghadirkan fakta yang benar sebagai basis melahirkan keadilan bagi para korban dan keluarganya.

Lihat saja pernyataan Kadivhumas, Irjenpol Shandi Nugroho, baru-baru ini yang dengan pongahnya mengatakan bahwa kuli bangunan Pegi Setiawan sebagai otak pembunuhan dengan modal alat bukti foto Pegi diapit 2 wanita, tanpa menjelaskan dengan pasti hubungan foto itu dengan peristiwa pembunuhan Vina dan Eky. Kadivhumas Polri mencoba menutup mata dengan fakta-fakta lapangan yang didapatkan dan diviralkan oleh para jurnalis waga alias pewarta warga dan netizen yang terang-benderang bertolak-belakang dengan pernyataan dari internal Polri selama ini. Kadivhumas Polri juga terkesan tidak punya hati nurani empati senoktahpun terhadap para terpidana yang disiksa hancur-hancuran oleh gerombolan oknum polisi Cirebon dan Jawa Barat walaupun sang Kadivhumas bergelar Master Humaniora.

Saya sebagai salah satu rakyat pemilik negara Indonesia merasa sangat dirugikan karena harus membiayai hidup seseorang Kepala Divisi Humas Polri yang kerjanya memproduksi fraud, hoax, dan bluffing, informasi sampah beracun bagi bangsa ini. Apalagi, dia menggunakan peralatan press conference dan publikasi menggunakan anggaran negara untuk menyebarkan produk fraud-nya itu. Sebaiknya Kapolri memecat dia segera sebelum terlambat. (*)

_Penulis adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)_

Temuan Mabes Polri saat pantau penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat

Yudi Purnomo Harahap Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri kepada Media menyatakan bahwa tim bersama Polres Manggarai dan Polres Manggarai Barat memantau penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat NTT. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 18-22 Juni 2024. Tim terdiri dari Hotman Tambunan selaku Ketua Tim, Herbert Nababan selalu Wakil Ketua Tim, dengan beranggotakan Yudi Purnomo Harahap, Yulia Anastasia Fuada, Waldy Gagantika dan Erfina.

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini menambahkan pemantauan ini penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara serta memastikan petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi benar benar mendapatkannya tepat waktu sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi isu kelangkaan pupuk lagi.

Herbert Nababan Wakil Ketua Tim yang merupakan mantan Penyidik senior KPK memimpin langsung pertemuan antara Satgassus, Kementerian Pertanian dengan Bupati Manggarai dan Bupati Manggarai Barat beserta jajaran termasuk dihadiri juga dari pihak PT Pupuk Indonesia, Distributor Pupuk dan Kelompok Petani. Dalam pertemuan tersebut Herbert Nababan menekankan kembali bahwa jangan sampai ada penyelewengan terhadap penggunaan pupuk subsidi dan distribusi harus lancar sampai ke petani yang berhak. Selain itu Satgassus juga memonitoring tindak lanjut pemkab dalam melakukan perubahan alokasi pasca penambahan kuota pupuk subsidi dari 4,7 ton menjadi 9,5 juta ton *(total nilai subsidi sebesar Rp54 Triliun)*

Herbert juga mengatakan bahwa Tim juga melakukan kunjungan ke Kios Pupuk untuk memastikan ketersediaan stock pupuk dan juga penyaluran dilakukan dengan benar sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Hotman tim ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat karena penebusan pupuk bersubsidi di kedua wilayah ini menggunakan 2 (dua) metode penebusan yaitu dengan kartu tani dan KTP dan mengecek bagaimana dinas pertanian melakukan pendataan petani penerima pupuk bersubsidi.

Kemudian, Hotman selaku Ketua tim menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan tim menemukan

1. Di kedua kabupaten tersebut masih banyak petani bahkan mencapai ribuan yg seharusnya secara kriteria berhak mendapatkan pupuk bersubsidi tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena belum terdaftar di E-RDKK. Hal ini salah satunya disebabkan oleh belum padu padannya nomor NIK petani dengan data dukcapil dan tidak cukupnya waktu untuk melakukan peng input an data di E-RDKK. Satgassus menyarankan agar segera data NIK petani dipadupadankan dgn data Dukcapil dan kemudian segera mendaftarkan mereka di data Simluhtan dan data E-RDKK. Dalam hal ini juga Satgassus menyarankan kepada Kementerian Pertanian RI utk memberi waktu yg cukup pada Kabupaten utk melakukan peng input an data di E-RDKK dan memberi kebebasan pada Dinas Pertanian Kabupaten melakukan perubahan E-RDKK nya dlm batas yg diperbolehkan oleh Permentan menyesuaikan dengan kemampuan pendataan masing2 kabupaten.
2. Sampai dengan Juni 2024, masih banyak kartu tani yg belum disalurkan oleh bank kepada petani sehingga petani tidak bisa menebus jatah pupuk bersubsidinya. Dari hasil pengamatan Satgassus dan berdasarkan persepsi petani di NTT akan kartu tani, maka Satgassus menyarankan untuk tahun depan agar penebusan pupuk bersubsidi di NTT cukup menggunakan satu mekanisme yaitu penebusan dengan menggunakan KTP.
3. Masih belum terdistribusinya secara merata keberadaan kios, bahkan ada petani yg harus menebus pupuk dgn jarak lebih kurang 80km. Untuk itu Satgassus menyarankan pada Kementerian Pertanian RI utk mengatur dalam petunjuk teknis jarak maksimum keberadaan kios dari petani. Satgassus juga menyarankan untuk mempertimbangkan BUMDes dan KUD menjadi kios sehingga dekat dengan lokasi petani.
4. Para distributor dan kios masih belum memahami petunjuk teknis penyaluran secara utuh dan untuk itu Satgassus menyarankan agar PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) secara intens melakukan sosialisasi akan aturan-aturan teknis penebusan kepada para distributor dan kios di propinsi NTT.
5. Kios dan distributor juga belum memahami kewajiban stok minimum di masing-masing gudang distributor dan kios. Untuk itu diharapkan Dinas Perdagangan Kabupaten untuk mengawasi secara intens keberadaan stok ini dan juga agar PIHC segera memberikan akses jumlah stok di kios dan distributor kepada dinas perdagangan dan dinas pertanian kabupaten sehingga mereka bisa melakukan pengawasan dan melakukan antisipasi jk stok tidak ada di kios dan distributor.
6. Masih banyaknya penolakan transaksi penebusan oleh Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Kecamatan karena ketidaklengkapan administrasi. Hal ini sangat merugikan kios jk benar pupuk tersebut sudah disalurkan kepada petani. Untuk itu Satgassus menyarankan kepada Kementerian Pertanian RI utk membuat petunjuk verval dimana sebelum transaksi penebusan diverifikasi oleh Tim Verval kecamatan, agar terlebih dahulu transaksi ini di verval oleh Tim PIHC utk memperbaiki dan melengkapi administrasi yg diperlukan sesuai standar yg ada sehingga memastikan tidak adanya lagi penolakan keabsahan transaksi oleh Tim Verval Kecamatan.

Dalam kesempatan ini juga Satgassus mendapatkan keluhan dari petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bahwa mereka tidak lagi didukung operasional yang memadai ketika melaksanakan tugas pendataan petani dan verifikasi validasi transaksi penebusan pupuk bersubsidi. Pada kesempatan tersebut Satgassus meminta pada Pemerintah kabupaten dan Kementerian Pertanian RI untuk memberikan dukungan operasional yg cukup mengingat strategisnya peran PPL dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi program pupuk bersubsidi ini yg menggunakan metode digitalisasi dalam pendataan, penebusan, serta verifikasi dan validasi transaksi.

Red”

Drs, H Moh Saleh Asnawi MA MH Hadirin Khitanan Cucu Batin Matnuri di Padangratu

Tanggamus, Drs. H Moh Saleh Asnawi MA, MH Bakal Calon (Bacalon) Bupati Kabupaten Tanggamus periode 2024-2029 menghadiri Acara Khitanan Anak Yudi Hendra cucu batin Matnuri. Di Kediaman nya, kehadiran Saleh Asnawi di sambut Hangat Warga Pekon/Desa Padangratu Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Minggu 23 Juni 2024

Begitu Juga ucapan matnuri rasa terimakasih atas kehadiran Bacalon Bupati Kabupaten Tanggamus Drs, H Moh Saleh Asnawi MA MH, juga menjabat Anggota DPRD Tanggerang Selatan tersebut

Dalam kesempatan itu Bacalon Bupati Tanggamus Drs, H Moh Saleh Asnawi MA MH menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan selama menjabat sebagai anggota DPRD di Tanggerang Selatan dan dari pengalaman sebelumnya

“Dengan jejak pengalaman saya sebagai politisi dan pengusaha di Tangerang Banten, Hampir 40 tahun saya merantau Alhamdulillah dari properti dan objek wisata dan juga pernah menjadi legislatif nawaitu saya menegaskan lagi bahwa saya Siap untuk maju Menjadi Bupati Tanggamus kedepan,” katanya di atas panggung dan antusiasnya warga setempat di tempat hajatan tersebut

Kemudian dilanjutkan Drs, H Moh Saleh Asnawi MA MH berpesan kepada kedua putra supaya bisa menjadi anak yang berguna baik untuk orang tua, bangsa dan negara.

“Kuatkan tekad dan niat dalam hati, bahwa kedua putra adalah penerus orang tua. Kelak menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negaranya,” ucapnya

Sementara itu Najaruddin Gustam mengajak kalangan masyarakat untuk kedepannya Tanggamus akan ada perubahan dan jangan sampai salah pilih

“Jangan salah pilih pemimpin terbaik yang paling layak dan mudah-mudahan Tanggamus lima tahun kedepan benar-benar membawa perubahan menjadi lebih baik untuk masyarakat Tanggamus yang sebenarnya,” (YSRMTLB)

Tepis Stigma Negatif, DPD LIRA Mojokerto Gelar Baksos Bantu Penderita Tumor Mata

MOJOKERTO ~ DPD LIRA Mojokerto Dibawah pimpinan Muhamad Arif SH, Sebagai Bupati LIRA, hari ini menggelar Kegiatan Bakti sosial Berupa berupa pemberian sembako dan bantuan Uang dari anggota LIRA dan para donatur.

Acara di awalali dari Kantor balaidesa Candiharjo Kecamatan Ngoro, mulai jam10, langsung bergeser kerumah Mbak Wiwit Winarti, penderita kanker mata akut, kegiatan ini dilakukan DPD LIRA Mojokerto, untuk menepis stigma negatif tentang LSM dan wartawan.

Muhamad Arif SH Bupati LIRA Mojokerto, mengatakan, Kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan saat Ini adalah wujud nyata kehadiran LIRA ditengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan serta uluran tangan, lebih khusus yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto, Insya Alloh giat seperti ini akan berkelanjutan,” ungkap Arif

Kehadiran LIRA di tengah masyarakat sangat dibutuhkan sekali, terlebih saat ini untuk menepis anggapan masyarakat tentang keberadaan LSM dan Wartawan. Tepis stigma negatif di masyarakat terhadap eksistensi ormas.

Gerakan kepedulian (BAKSOS) DPD LiIRA Mojokerto dengan membantu saudara kita yang sangat membutukan uluran tangan dari para dermawan. Bentuk kegiatan ini sebagai upaya untuk menunjukan kepada publik bahwa LSM juga memiliki kepedulian terhadap umat.

Kami ingin menepis stigma negatif di masyarakat bahwa LSM atau ormas itu premanisme, pemerasan dan mafia kasus. Sehingga reputasi LSM identik dengan berbau sumbang saja. Padahal itu opini sangat salah.

BAKSOS kali ini menyerahkan Beras 10 kg, Mie instan 3 dos, Gula 5 kg
Minyak Goreng Filma 4 liter fan berupa uang Rp 8,475,000, Kegiatan ini atas swadaya anggota dan para Donatur yang sangat konsens dan peduli pada masyarakat.

Di acara pemberian bantuan tersebut, selain anggota LIRA Mojokerto, hadir pula Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, aparat pemerintahan Desa Candiharjo (tiga pilar). Kehadiran mereka menunjukkan kerjasama yang baik antara LIRA dan pemerintah Desa setempat dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dan koordinasi antara berbagai pihak.

Kades Candiharjo yang juga anggota LIRA, saat ditemui wartawan menyampaikan ucapan terima kasih pada Bupati LIRA Mojokerto Muhamd Arif SH, beserta seluruh anggota LIRA, yang sudah sangat peduli pada warga saya yang saat ini telah menderita sakit kanker mata, juga saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah menyumbangkan hartanya. Semoga medapatkan balasan yang berlipat,” ungkap Kades Candiharjo. (har)

Hadiri Pemilihan Ketua Pokdar Kamtibmas, Kapolsek Pebayuran Minta Jaga Situasi Kamtibmas

Polsek Pebayuran – Kapolsek Pebayuran menghadiri acara pemilihan ketua Pokdar Kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran,periode 2024-2027 bertempat di Aula Mako Polsek Pebayuran Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.Sabtu (22/06/2024).

Dalam acara tersebut dihadiri AKP Hotma Sitompul S.H.M.H Kapolsek Pebayuran,Ito Ketua Pokdar Polres Metro Bekasi dan Kader-kader Serta Anggota Pokdar kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran dan sebelum acara dimulai menyanyikan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu dan lagu mars Pokdar

AKP Hotma Sitompul S.H.M.H Kapolsek Pebayuran,dalam sambutannya mengatakan assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh,yang saya hormati wakil ketua dan rekan-rekan anggota Pokdar Kamtibmas,jadi malam hari ini kita melaksanakan pemilihan KSB atau pengurus baru,seperti kita ketahui bersama bahwa karena pengurus yang lama Pa Agus Salim sudah almarhum.

“Dan saya meminta untuk pemilihan ketua Pokdar Kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran ini benar-benar dilaksanakan secara aklamasi,tadi di sampaikan oleh sekertaris bahwa yang maju untuk melaksanakan pemilihan ada lima orang,jadi pemilihan pertama itu menyisikan dua orang nanti di tinggalkan tiga orang,setelah tiga orang itu di pilih lagi itu lah KSB nya ketua,sekretaris dan bendahara untuk wakil di pilih oleh ketua yang terpilih nanti,”ucap AKP Hotma Sitompul S.H.M.H.

Lanjutnya AKP Hotma Sitompul S.H.M.H”Saya meminta nanti bapak/ibu dan rekan-rekan sekalian anggota Pokdar Kamtibmas bisa memilih sesuai hati nurani,jangan sampai Pokdar itu yang sudah lama di tinggalkan oleh ketuanya nanti di pilih terpilih ketua yang baru tidak aktif karena ini untuk kemajuan kita bersama.

“Harapan saya kepada anggota Pokdar kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran kalau sudah ada yang terpilih sebagai ketua nanti,harus aktif untuk membantu dan menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Pebayuran.

“Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Pak Tri Widodo Sebagai
Ketua Pokdar kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran Periode tahun 2024 -2027, mudah-mudahan ini semakin memperkokoh persaudaraan, mewujudkan kader-kader Pokdar kamtibmas Sektor Polsek Pebayuran yang solid, kuat dan militan serta harmonis, bersinergi dan terintegritas,”pungkasnya AKP Hotma Sitompul S.H.M.H.

(Misnan/Ling)

Jurnalis Ramaikan Olahraga Bersama Hari Bhayangkara ke-78, Koresponden TVOne dapatkan Undian Sepeda Motor

Palu – Olahraga bersama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) turut diramaikan puluhan jurnalis di Kota Palu, Sabtu (22/6/2024).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, unsur forkopimda, keluarga besar Polda Sulteng, keluarga besar TNI dan stakeholder terkait berlangsung di lapangan apel Polda Sulteng.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho, dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda Sulteng, Pejabat Utama (PJU), Bhayangkari, Pemerintah Daerah, TNI, Awak Media, dan masyarakat umum.

Suasana kemeriahan terlihat jelas di lapangan apel Mapolda Sulteng. Para peserta antusias mengikuti berbagai olahraga yang diadakan, seperti jalan santai dan senam aerobik.

Salah satu momen menarik dalam acara ini adalah pengundian doorprize. Hadiah utama berupa 8 unit sepeda motor, salah satunya berhasil dibawa pulang oleh Abdi Marie Koresponden TV One Sulteng.

Terkejut campur bahagia terlihat jelas di wajah Abdi Marie saat nomornya diumumkan sebagai pemenang.

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan hadiah utama ini, terima kasih kepada Kapolda Sulteng yang telah mengadakan acara ini, ” ujar Abdi Marie.

Ini merupakan momen yang sangat berkesan bagi saya,, apalagi kupon undian saya mendapatkan sepeda motor, jelasnya.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan wujud komitmen Polri untuk meningkatkan sinergi dan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri selalu siap bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah,” jelas Kapolda.

Kapolda juga berharap agar kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani para personel TNI, Polri, dan masyarakat.

“Mari kita jadikan momen Hari Bhayangkara ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” pungkas Kapolda.

Red”

Ketua DPP harian AMI Alex Cowboy Minta Kades Benaya Dipecat Karena Tak Beradap Ucapannya

Pekanbaru – Salah satu tugas Wartawan adalah Sosial Control disetiap kerjaan khusus nya yang menggunakan Anggaran Negara atau Daerah, seperti yang saat ini Pembangunan Box Culver (BC) yang berada dijalan Mohamad Syeh disamping kantor kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten siak, tentunya masyarakat atau pun insan pers sangat berperan untuk mengontrol pembangunan tersebut agar pengerjaannya sesuai dengan RAB. Sabtu (22/6/2024)

Dari investasi Tim awak media saat melakukan pengecekan lapangan, di linkungan proyek pembangunan BC tersebut bahwa pemasangan cerocok nya tidak sesuai dengan gambar dan RAB yang ada.

Hasil pantauan dan investasi Tim awak media di lapangan benar adanya, sehingga Tim tersebut menghubungi oknum Penghulu (Kades) kampung Benayah melalui hp untuk meminta keterangan tentang pembangunan box CULVER tersebut,

Kata oknum penghulu (Kades) ok bang nanti saya di lapangan dan jawab awak media ya saya tunggu infomasinya.

Selanjutnya, sekitar jam 4 sore Selasa tanggal 18 Juni 2024 oknum penghulu kampung meminta awak media atas nama Nz menemui beliau langsung kelokasi proyek pembangunan. Setelah sampai di lokasi Nz mempertanyakan dapat laporan dari masyarakat tadinya tentang pemasangan cerocok.

Dengan sedikit perdebatan, oknum penghulu mengatakan pakai cerocok kita bang dan awak media Nz tanya apakah cerocokn ya di pasang sesuai RAB sementara kayu cerocok nya cuma ada 19 batang dan oknum penghulu menjawab sudah kata nya dan di tanya sama seorang pekerja (tukang) jawab tukang ada cerocok nya cuma jaraknya 50cm per titik apakah sesuai dengan gambar tukang tidak menjawab alias bungkam.

Kemudian lanjut di tanya lagi ke penghulu mengapa pak penghulu?,dan di jawab oknum penghulu dengan emosi dengan tidak sopan katanya kalau Abang tak percaya “potong K*NT*L saya” ucap kades berulang – ulang mengucapkan nya serta menunjuk ke arah alat vital nya dan di dengar oleh beberapa orang pekerja, tukang, bendahara yang ada dilokasi box CULVER.

Kemudian awak media Nz mengatakan kepada oknum penghulu tersebut tolong pak penghulu jaga bahasa atau tutur bahasanya, dengan siapa bapak berbicara, masa seorang Kades bahasanya seperti itu hargailah orang lain.

Keesokan hari Rabu jam 10 siang tanggal 19 – 06 – 2024 awak media Nz menghubungi kasi PMK kecamatan Pusako pak Darus untuk konfirmasi tentang pembangunan box CULVER itu jawaban pak kasi PMK ” iya nanti saya cek” kalau sampai di lokasi saya hubungi Abang.

Jam 1 siang pak kasi menghubungi awak media, bang saya sudah di lokasi, yang mana lokasi nya dekat dengan kantor Desa dan saya langsung meluncur kesana.

Sampai kelokasi langsung masuk ruangan kantor penghulu kampung Benayah mengadakan rapat membahas permasalahannya dipimpin kasi PMK, Tim teknis, kerani, kepala tukang, sementara penghulunya sedang ke kabupaten.

Kasi PMK menekankan kepada tukang supaya mengerjakannya sesuai dengan Rab dan juru teknis nya bahwa di dalam Rab cerocok nya 37 batang dan titik yang harus di pasang cerocok 52 titik sementara keterangan tukang titik yang di pasang cuma 21 titik berarti masih kurang 31 titik selain sayapnya.

Setelah pengeejaan lantai, antara besi juga di pasang plastik hitam,
Kemudian kasi PMK juga mengatakan supaya bahan di lengkapi sesuai Rab kayu cerocok nya harus di tambah dari 19 batang menjadi 37 batang sesuai Rab yang ada tutur nya.

Selanjutnya sekitar jam 3 sore di hari yang sama Nz juga menghubungi PKA (Pelaksana kegiatan anggaran) melalui hp jawaban nya “saya lagi luar bang ke Bangkinang saya belum tahu nantilah saya cek katanya”.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP AMI (aliansi media Indonesia) Alexander atau lebih akrab disapa Alex Cowboy, kepada awak media ini menerangkan bahwa hal ini jelas sudah melanggar aturan sehingga pengerjaan proyek tersebut rentan terjadi penyelewengan anggaran.

” Pembangunan proyek ini yang mengunakan anggaran APBN diharapkan supaya lebih baik, malah duga di manipulasi sehingga pembangunan nya asal-asalan saja,” papar Alex

Kami meminta agar oknum Kades Benaya tersebut agar segera diperiksa oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak serta mengevaluasi Oknum Kades Benaya yang tidak punya adab dalam bertutur kata

Kades ini juga diduga melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. kalau perlu di copot saja dari jabatannya sebab tidak pantas menjadi pemimpin, dan tidak mencerminkan adab, etika, dan sopan santun yang baik selaku pemimpin masyarakat…(bersambung)

Sumber : DPP AMI

Ketua DPP harian AMI Alex Cowboy Minta Kades Benaya Dipecat Karena Tak Beradap Ucapannya

Pekanbaru – Salah satu tugas Wartawan adalah Sosial Control disetiap kerjaan khusus nya yang menggunakan Anggaran Negara atau Daerah, seperti yang saat ini Pembangunan Box Culver (BC) yang berada dijalan Mohamad Syeh disamping kantor kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten siak, tentunya masyarakat atau pun insan pers sangat berperan untuk mengontrol pembangunan tersebut agar pengerjaannya sesuai dengan RAB. Sabtu (22/6/2024)

Dari investasi Tim awak media saat melakukan pengecekan lapangan, di linkungan proyek pembangunan BC tersebut bahwa pemasangan cerocok nya tidak sesuai dengan gambar dan RAB yang ada.

Hasil pantauan dan investasi Tim awak media di lapangan benar adanya, sehingga Tim tersebut menghubungi oknum Penghulu (Kades) kampung Benayah melalui hp untuk meminta keterangan tentang pembangunan box CULVER tersebut,

Kata oknum penghulu (Kades) ok bang nanti saya di lapangan dan jawab awak media ya saya tunggu infomasinya.

Selanjutnya, sekitar jam 4 sore Selasa tanggal 18 Juni 2024 oknum penghulu kampung meminta awak media atas nama Nz menemui beliau langsung kelokasi proyek pembangunan. Setelah sampai di lokasi Nz mempertanyakan dapat laporan dari masyarakat tadinya tentang pemasangan cerocok.

Dengan sedikit perdebatan, oknum penghulu mengatakan pakai cerocok kita bang dan awak media Nz tanya apakah cerocokn ya di pasang sesuai RAB sementara kayu cerocok nya cuma ada 19 batang dan oknum penghulu menjawab sudah kata nya dan di tanya sama seorang pekerja (tukang) jawab tukang ada cerocok nya cuma jaraknya 50cm per titik apakah sesuai dengan gambar tukang tidak menjawab alias bungkam.

Kemudian lanjut di tanya lagi ke penghulu mengapa pak penghulu?,dan di jawab oknum penghulu dengan emosi dengan tidak sopan katanya kalau Abang tak percaya “potong K*NT*L saya” ucap kades berulang – ulang mengucapkan nya serta menunjuk ke arah alat vital nya dan di dengar oleh beberapa orang pekerja, tukang, bendahara yang ada dilokasi box CULVER.

Kemudian awak media Nz mengatakan kepada oknum penghulu tersebut tolong pak penghulu jaga bahasa atau tutur bahasanya, dengan siapa bapak berbicara, masa seorang Kades bahasanya seperti itu hargailah orang lain.

Keesokan hari Rabu jam 10 siang tanggal 19 – 06 – 2024 awak media Nz menghubungi kasi PMK kecamatan Pusako pak Darus untuk konfirmasi tentang pembangunan box CULVER itu jawaban pak kasi PMK ” iya nanti saya cek” kalau sampai di lokasi saya hubungi Abang.

Jam 1 siang pak kasi menghubungi awak media, bang saya sudah di lokasi, yang mana lokasi nya dekat dengan kantor Desa dan saya langsung meluncur kesana.

Sampai kelokasi langsung masuk ruangan kantor penghulu kampung Benayah mengadakan rapat membahas permasalahannya dipimpin kasi PMK, Tim teknis, kerani, kepala tukang, sementara penghulunya sedang ke kabupaten.

Kasi PMK menekankan kepada tukang supaya mengerjakannya sesuai dengan Rab dan juru teknis nya bahwa di dalam Rab cerocok nya 37 batang dan titik yang harus di pasang cerocok 52 titik sementara keterangan tukang titik yang di pasang cuma 21 titik berarti masih kurang 31 titik selain sayapnya.

Setelah pengeejaan lantai, antara besi juga di pasang plastik hitam,
Kemudian kasi PMK juga mengatakan supaya bahan di lengkapi sesuai Rab kayu cerocok nya harus di tambah dari 19 batang menjadi 37 batang sesuai Rab yang ada tutur nya.

Selanjutnya sekitar jam 3 sore di hari yang sama Nz juga menghubungi PKA (Pelaksana kegiatan anggaran) melalui hp jawaban nya “saya lagi luar bang ke Bangkinang saya belum tahu nantilah saya cek katanya”.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP AMI (aliansi media Indonesia) Alexander atau lebih akrab disapa Alex Cowboy, kepada awak media ini menerangkan bahwa hal ini jelas sudah melanggar aturan sehingga pengerjaan proyek tersebut rentan terjadi penyelewengan anggaran.

” Pembangunan proyek ini yang mengunakan anggaran APBN diharapkan supaya lebih baik, malah duga di manipulasi sehingga pembangunan nya asal-asalan saja,” papar Alex

Kami meminta agar oknum Kades Benaya tersebut agar segera diperiksa oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak serta mengevaluasi Oknum Kades Benaya yang tidak punya adab dalam bertutur kata

Kades ini juga diduga melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan. kalau perlu di copot saja dari jabatannya sebab tidak pantas menjadi pemimpin, dan tidak mencerminkan adab, etika, dan sopan santun yang baik selaku pemimpin masyarakat…(bersambung)

Sumber : DPP AMI