Beranda blog Halaman 24

JPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Prosedur Tender dalam Sidang Tipikor Pertamina

0

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan sejumlah fakta dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023, yang berlangsung Selasa 30 Desember 2025 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Fokus persidangan mengarah pada dugaan kebocoran data rahasia dan pelanggaran prosedur pendaftaran mitra usaha.

Ketua Tim JPU, Andi Setyawan, mengungkapkan adanya komunikasi personal yang intens antara pihak Trafigura dengan panitia pengadaan serta Terdakwa Agus Purwono. Berdasarkan fakta persidangan, ditemukan percakapan melalui WhatsApp yang membahas hal-hal bersifat rahasia:

Permintaan Nilai HPS: Saksi Martin Haendra Nata (Eks Senior Manager Trafigura) terungkap melakukan komunikasi pribadi terkait Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Pelanggaran Rahasia Negara: Nilai HPS merupakan data rahasia yang dilarang diberikan kepada Daftar Mitra Usaha Terseleksi (DMUT).

Penggunaan Sarana Tidak Resmi:

Komunikasi dilakukan melalui telepon pribadi dengan pihak panitia pengadaan (Rian dan Ari Febrian) serta terdakwa. Padahal, aturan internal mengharuskan seluruh komunikasi tender dilakukan melalui telepon resmi kantor dan di dalam ruang tender.

JPU juga menyoroti proses pendaftaran Trafigura Asia Trading sebagai DMUT Pertamina yang dinilai menabrak aturan. Beberapa poin utama yang terungkap meliputi:

Status DMUT Bersyarat: Trafigura Asia Trading dimasukkan sebagai DMUT bersyarat meskipun pihak induknya (Trafigura PTTEP-LTD) diketahui masih memiliki kewajiban atau sanksi yang belum dibayarkan.

Pelanggaran TKO: Berdasarkan Tata Kerja Organisasi (TKO) yang berlaku, jika sebuah induk perusahaan atau anak perusahaannya sedang dikenai sanksi, maka entitas tersebut tidak diperbolehkan masuk dalam daftar DMUT maupun diundang dalam pelelangan.
Pertemuan Non-Formal: Terungkap adanya pertemuan antara pihak Trafigura dengan beberapa individu (Yogi, Martin, dan Bob) dalam proses pendaftaran tersebut, di tengah klaim sanksi yang belum tuntas.

Fakta-fakta ini memperkuat indikasi adanya pengaturan pemenang tender dan pengabaian prosedur formal demi menguntungkan pihak tertentu.

.
Jakarta, 30 Desember 2025
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

Revitalisasi Pasar Ploso Jombang: Proyek Megah yang “Mengusir” Pedagang Kecil?

0

JOMBANG – Proyek revitalisasi Pasar Ploso Kabupaten Jombang menyisakan duka bagi para pedagang kecil. Alih-alih membawa kesejahteraan, pembagian kios di gedung baru justru dinilai sarat ketimpangan dan jauh dari asas transparansi.

Terjadi aksi protes oleh pedagang buah Pasar Ploso yang merasa terpinggirkan dari proses pembagian kios hasil revitalisasi. Para pedagang membentangkan spanduk bernada pilu sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang yang dianggap diskriminatif.

Pedagang buah asal Desa Rejoagung yang menjadi motor aksi protes.

Pihak yang mengeluarkan surat edaran pembongkaran lapak tanpa memberikan kepastian kios yang setara.

Kuasa hukum yang mengadvokasi pedagang dan menduga adanya praktik tidak transparan dalam birokrasi daerah.

Pihak yang dituju oleh pedagang untuk melakukan intervensi kebijakan.

Aksi ini berlangsung di lapak pedagang Pasar Ploso, Jombang, Jawa Timur. Lokasi konflik berfokus pada pembagian gedung baru di sisi timur jalan, sementara pedagang kecil “dibuang” ke pasar komunitas di sisi barat jalan.

Ketegangan memuncak pasca terbitnya surat edaran pembongkaran lapak tertanggal 24 Desember 2025. Hingga akhir Desember 2025, ketidakpastian nasib pedagang terus berlanjut tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah.

Pedagang menuntut keadilan dan transparansi. Mereka mempertanyakan kriteria pembagian kios yang terkesan hanya memihak pedagang bermodal besar.

Apakah karena kami dianggap tidak punya modal besar sehingga harus dipindah ke pasar komunitas yang berbeda fungsi? Ini bukan solusi, ini pengusiran secara halus,” tegas Yusuf Effendi.

Karena komunikasi di tingkat kabupaten menemui jalan buntu, para pedagang menempuh dua jalur perjuangan:

Mengajukan surat hearing (dengar pendapat) kepada DPRD Jawa Timur dan melaporkan dugaan penyimpangan ke Inspektorat Jawa Timur.

Jika di tingkat provinsi tetap bungkam, para pedagang bertekad melakukan aksi “Long March” atau pengaduan langsung ke Pemerintah Pusat di Jakarta.

Rilis ini menyoroti adanya aroma diskriminasi ekonomi. Revitalisasi fisik pasar tidak dibarengi dengan revitalisasi manajemen yang manusiawi. Pemindahan pedagang buah ke pasar sayur/ikan di lokasi yang berbeda bukan hanya soal pindah tempat, tapi berisiko mematikan ekosistem dagang yang sudah mereka bangun bertahun-tahun.

Lembaga Bantuan Hak Asasi Manusia (LBHAM)

Tim Redaksi

Rilis Akhir Tahun 2025, Polres Purbalingga Sampaikan Capaian Kinerja Satu Tahun

0

Polres Purbalingga – Polres Purbalingga menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025. Kegiatan dipimpin oleh Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar di Aula Wicaksana Laghawa, Mapolres Purbalingga, Selasa (30/12/2025) siang.

Kapolres Purbalingga menyampaikan paparan tentang jumlah gangguan kamtibmas yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun meliputi kriminalitas, bentuk pelanggaran, gangguan dan bencana.

“Khusus untuk kriminalitas terjadi kenaikan 1,16 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Termasuk bencana alam ada kenaikan cukup tinggi sebesar 17,13 persen,” ungkap Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Agus Amjat beserta para kasat dan Kasi Humas.

Disampaikan bahwa adanya bentuk kriminalitas yang cukup tinggi khususnya pada bentuk penipuan online. Kasus ini cukup banyak terjadi dan membawa korban masyarakat di Kabupaten Purbalingga.

“Kami sampaikan pesan agar masyarakat lebih cermat dan tidak mudah tergiur iklan atau pesan yang sumbernya tidak valid sehingga akan menjadi korban penipuan online,” pesan Kapolres.

Dijelaskan klasifikasi kasus yang terjadi tahun 2025 mulai dari pencurian dengan pemberatan (Curat) sebanyak 25 kasus dengan ungkap kasus mencapai 53. Artinya ada kasus-kasus tahun sebelumnya yang juga berhasil diungkap Satreskrim.

“Kemudian kasus lainnya yang berhasil diungkap seperti pencurian biasa, curanmor, tiga kasus pembunuhan, penganiayaan dan kasus perlindungan anak,” katanya.

Terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba pada tahun 2025 sudah ada 31 penindakan, mengalami kenaikan dalam penindakan sebesar 15 persen. Ada 43 pelaku yang sudah dalam proses hukum dan sejumlah barang bukti yang disita.

“Jumlah barang bukti yang disita jenis narkotika sebesar 82,27 gram, ganja 11,07 gram, psikotropika sebanyak 409 butir dan obat daftar G sebanyak 45.619 butir,” lanjutnya.

Selanjutnya terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada tahun 2025, jumlahnya mengalami penurunan sebesar 2,34 persen. Tetapi dari jumlah itu, terjadi kenaikan untuk jumlah korban meninggal dunia.

“Oleh karena kami akan terus mengupayakan spot hitam yang menjadi lokasi kerawanan laka lantas untuk dilakukan treatmen sehingga tidak ada lagi lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Kapolres menjelaskan upaya-upaya Polres Purbalingga dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Yang pertama renovasi ruang SPKT yang saat ini menjadi layanan terpadu dalam satu tempat terdiri dari laporan polisi, laporan kehilangan, izin keramaian dan SKCK.

“Kami juga memiliki inovasi layanan SKCK Delivery bekerja sama dengan Kantor Pos. Dengan biaya sebesar Rp. 7 ribu, SKCK bisa diantar sampai ke rumah,” ucapnya.

Optimalisasi pelayanan juga dilakukan di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Purbalingga. Ruang Unit PPA dipisahkan agar proses pemeriksaan terhadap anak dan perempuan, tidak tercampur dengan penyidikan umum.

“Kami juga menyediakan rumah aman, sebagai lokasi perlindungan terhadap korban anak maupun perempuan yang perlu untuk diantisipasi dampak lanjutan dari peristiwa yang terjadi,” jelasnya.

Terakhir disampaikan peran aktif Polres Purbalingga mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Salah satunya dengan pendirian tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari.

“Satu SPPG di tangsi sudah beroperasi pada bulan November 2025, kemudian SPPG di Karangreja yang mulai beroperasi bulan Desember ini, satu lagi SPPG di Karangmoncol masih menunggu operasional,” tegasnya.

Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah memberikan dukungan dalam pemberitaan selama ini dan tetap jalin silaturahmi serta kebersamaan.

Red”(Humas Polres Purbalingga)

Kapolsek Tambelang Gelar Ngopi Kamtibmas,Pererat Tali Silaturahmi Dengan Warga

0

Bekasi – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat,Kapolsek Tambelang berserta Anggota Fiket Pungsi menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas,kegiatan tersebut bertempat di kediaman rumah ketua RT Kp Gombang RT 03 RW 06 Kadus lll Desa Sukakerta kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi. Senin (29/12/2025) Malam.

Dalam kegiatan ngopi Kamtibmas tersebut dipimpin AKP Firdaus M.D
Kapolsek Tambelang didampingi Iptu Setyo Pujiono Kanit Binmas, Aiptu Eko Priyanto Piket Bhabinkamtibmas,Aipda Malik Piket Bhabinkamtibmas dan dihadiri Ketua RT 03 RW 06 Misnan, Ketua RT 02 RW 06 Nijan,Ketua RT 03 RW 05 Joyo dan Warga Kampung Gombang.

AKP.Firdaus M.D Kapolsek Tambelang dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar berperan aktip dalam menjaga Kamtibmas diwilayah dilingkungannya masing – masing dan tetap menjaga kamtibmas dengan mengaktifkan ronda dilingkungan masing masing.

“Serta peduli terhadap lingkungan untuk antisipasi guantibmas. Antisipasi tawuran Ingatkan ke warga agar lebih mengawasi anak-anak kita agar tidak nongkrong,begadang agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan,”pesan.Kapolsek

Sambungnya Kapolsek Tambelang menjelang pelaksanaan tahun baru 2026 disampaikan himbauan agar melaksanakan kegiatan dengan dzikir atau pengajian dirumah dan agar mengawasi anak-anaknya.

“Untuk tidak merayakan dengan hura- hura dan tidak melakukan konvoi sepeda motor yg bisa menimbulkan kemacetan, serta tidak menyalakan kembang api maupun petasan,”ucapnya Kapolsek.

Sementara itu Misnan Ketua RT 03 mengatakan kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada Kapolsek Tambelang beserta Personil untuk berkunjung dalam rangka kegiatan ngopi kamtibmas,sehingga terjalin silaturahmi yang erat serta memberikan himbauan dan pesan kamtibmas kepada kami.

“Betul-betul sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat dan Allhamdulillah Polsek Tambelang selalu aktif dalam melaksanakan Patroli siang dan malam sampai dini hari,”ujarnya.Misnan.

(Red)

Polres Kebumen Musnahkan 1.717 Botol Miras Jelang Tahun Baru

0

Polres Kebumen — Polres Kebumen memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal pergantian tahun. Sebanyak 1.717 botol miras dari berbagai merek tersebut diamankan selama rangkaian Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.

Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolres Kebumen. Botol-botol miras tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat, dipimpin langsung Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama turut hadir dan secara simbolis mengikuti proses pemusnahan, Senin 29 Desember 2025.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri mengatakan, peredaran minuman keras kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal dan gangguan keamanan. Karena itu, KRYD dengan sasaran penyakit masyarakat, termasuk miras, terus diintensifkan selama Operasi Lilin Candi 2025.

“Harapannya, upaya ini dapat menekan angka kejahatan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif, selama Natal dan menjelang tahun baru,” ujar Eka Baasith.

Menurut Kapolres, pengamanan menjelang malam pergantian tahun menjadi salah satu fokus utama kepolisian. Polres Kebumen berupaya meminimalkan potensi gangguan kamtibmas melalui penindakan terhadap peredaran miras dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Selain penegakan hukum, Kapolres juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing saat perayaan Tahun Baru. Ia meminta warga merayakan pergantian tahun secara sederhana dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Lanjut Kapolres, pemusnahan miras tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam menciptakan situasi aman, sekaligus sebagai pesan bahwa Polres Kebumen akan bertindak tegas terhadap peredaran penyakit masyarakat di wilayah Kebumen.

Red”(Humas Polres Kebumen)

Dinas Luar Negeri Pertama MAI ke Malaysia, Sekjen Dianugerahi Darjah Kerabat Undang Naning

0

MALAYSIA — Majelis Adat Indonesia (MAI) mencatatkan sejarah penting melalui pelaksanaan dinas luar negeri pertamanya ke Malaysia. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menguatkan hubungan adat, budaya, dan peradaban serumpun Nusantara–Melayu, sekaligus mendapatkan pengakuan kehormatan lintas negara terhadap tokoh adat Indonesia.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Baginda Berdaulat Agung Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza F.W., Ph.D., Maharaja Kutai Mulawarman, selaku Yang Dipertuan Agung Diraja Nusantara dan Dewan Pendiri MAI. Dia menyampaikan bahwa agenda kunjungan juga dirangkaikan dengan pencanangan dan peresmian toko tas bermerek pertama di Malaysia yang juga menjadi yang pertama di dunia dalam konsep dan pelaksanaannya.

“Agenda ini mencerminkan sinergi antara adat, budaya, dan ekonomi kreatif Nusantara yang mampu menembus panggung global,” ungkap Maharaja Kutai Mulawarman.

Sekretaris Jenderal MAI, M. Rafik Datuk Rajo Kuaso yang juga pemangku gelar adat Datuak Rajo Kuaso Cumati Koto Piliang Langgam Nan Tujuh Kerajaan Pagaruyung, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kunjungan bersejarah tersebut. “Alhamdulillah, ini merupakan dinas luar negeri pertama Majelis Adat Indonesia. Kehadiran MAI di Malaysia bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar mempererat persaudaraan adat, budaya, dan nilai-nilai peradaban Nusantara,” ujarnya di sela kegiatan.

Puncak kehormatan dalam kunjungan ini ditandai dengan penganugerahan Darjah Kerabat Undang Naning kepada M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, yang diberikan oleh Yang Amat Mulia Dato’ Undang Wilayah Naning, Melaka ke-22. Anugerah ini merupakan penghargaan atas dedikasi, jasa bakti, dan peran aktifnya dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai adat Pepatih serta persaudaraan serumpun.

Penganugerahan dilaksanakan berdasarkan ketetapan Perlembagaan Negeri Melaka pada tanggal 7 Rejab 1447 Hijriah atau 28 Desember 2025 di Wilayah Naning, Melaka. Anugerah ini tidak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga pengakuan internasional terhadap eksistensi MAI sebagai lembaga adat nasional yang berperan aktif dalam diplomasi budaya, etika, dan peradaban Nusantara.

MAI menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama lintas negara, memperkuat jaringan adat dunia, serta menghadirkan nilai-nilai luhur kearifan lokal sebagai pilar moral dan kebudayaan bangsa di tingkat global.(Red)

Polresta Banyumas Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kamtibmas Kondusif

0

Polresta Banyumas menggelar patroli skala besar dalam rangka cipta kondisi dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah Kabupaten Banyumas saat berlangsungnya Operasi Lilin Candi 2025, Minggu (28/12/2025) malam.

Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00 wib hingga 22.15 wib tersebut melibatkan personel gabungan Polresta Banyumas, TNI dari Kodim 0701/Banyumas, serta Satpol PP Kabupaten Banyumas. Patroli difokuskan pada lokasi lokasi rawan gangguan keamanan, khususnya rumah ibadah yang tengah melaksanakan rangkaian kegiatan keagamaan.

Patroli diawali dengan apel kesiapan di Mapolresta Banyumas yang dipimpin AKP Santo, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas) I. Setelah apel, tim bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Purwokerto dan sekitarnya, termasuk Jalan Letjen Pol Soemarto, Jalan A. Yani, Jalan Dr. Angka, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, hingga kembali ke Mapolresta Banyumas.

Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung ke beberapa gereja, di antaranya Gereja Katedral Kristus Raja, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Gatot Subroto, serta GKI Martadiredja. Selain memastikan situasi aman dan terkendali, petugas juga memberikan imbauan kepada personel pos pengamanan agar tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr Ari Wibowo, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas AKP Siti Nurhayati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah aktivitas masyarakat yang meningkat.

“Patroli skala besar ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi. Kami ingin memastikan seluruh kegiatan masyarakat, khususnya ibadah, dapat berlangsung dengan aman, tertib dan nyaman,” ujarnya.

Kasi Humas Polresta Banyumas menambahkan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman di masyarakat.

Kegiatan patroli diakhiri dengan apel konsolidasi sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan tugas. Secara umum, situasi selama patroli berlangsung terpantau aman, kondusif dan terkendali.

Red” (PID Presisi Humas Polresta Banyumas).

Ustadz Zaky Mubarok Menjadikan Haul Sebagai Simpul Kekuatan Iman Warga Jakarta Timur

0

JAKARTA TIMUR,
Ustadz Zaky Mubarok Mengajak jemaah memberikan Lantunan salawat dan doa membubung tinggi ke langit kawasan Pondok Kelapa saat ribuan masyarakat bersatu dalam kekhusyukan Peringatan Haflah Haul ke-6, Minggu (28/12/2025). Acara yang digelar di Jalan Pondok Kelapa Selatan tidak sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi kerinduan umat terhadap sosok teladan yang telah berpulang dan wadah pemupukan nilai spiritual.

Keluarga besar dan jemaah menggelar peringatan Haflah Haul ke-6 Almaghfurlah H. Niman Bin H. Ahmad, sebagai bentuk penghormatan serta doa bersama untuk almarhum.

​Acara inti akan diisi dengan ceramah agama (tausiyah) yang disampaikan oleh Ustadz Zaki Mubarok. Selain mendengarkan tausiyah, rangkaian acara biasanya meliputi pembacaan surah Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

​Peringatan haul ini diharapkan menjadi momentum silaturahmi bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi pengingat akan jasa dan kebaikan almarhum semasa hidup.

Sejak ba’da Isya, arus jamaah yang didominasi pakaian putih dan peci tampak mengalir memenuhi lokasi. Kehadiran para ulama sepuh dan tokoh masyarakat Lampiri memberikan nuansa keagungan, mempertegas bahwa warisan spiritual almarhum masih melekat kuat di hati warga.

Di panggung utama, Ustadz Zaky Mubarok menjadi narasumber utama yang memberikan tausiyah memukau. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun menyentuh, beliau mengajak jamaah untuk merefleksikan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan sang tokoh.

“Haul ini bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah tiada, tapi tentang bagaimana kita menghidupkan kembali semangat perjuangan dan kesalehan mereka dalam nadi kehidupan kita sehari-hari,” tegas Ustadz Zaky di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.

Antusiasme warga Lampiri dan sekitarnya sangat bahagia menyaksikan penyampaian dari Ustadz Zaky. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Haul tetap menjadi magnet pemersatu di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

Selain tahlil dan tahmid, acara juga menjadi ajang silaturahmi akbar. Dokumentasi menunjukkan kerumunan yang tertib, di mana warga dari berbagai usia duduk bersimpuh mendengarkan wejangan agama yang menyejukkan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama setempat, memohon keberkahan untuk Pondok Kelapa dan keselamatan bangsa. Cahaya lampu panggung dan kilatan kamera menjadi saksi betapa syiar Islam tetap hidup dan bercahaya di sudut Jakarta Timur malam itu.

(Red/tim)

Catatan Silaturahmi denga Pembina Komenwa Indonesia Ir Teddy Kardin.

0

Oleh Dr Datep
Purwa Saputra Dankomenwa Indonesia.

Meneladani Jejak Sang Maestro “Sanjak”, Senior Komenwa Indonesia Komenwa ITB 71 dan Pembina Komenwa Indonesia Bid Pertahanan Negara kang Teddy Kardin (T.Kardin). Aggota kehormatan Kopasus era Danjen Kopasus Letjen TNI Prabowo Subianto. Penerima Bintang Mahaputra Nararya di Istana Negara dari Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 25 Agustus 2025.

​Tepat pukul 10.15 WIB, saya Dankomenwa Indonesia bersama tim tiba di kediaman Senior Kang Teddy Kardin. Meski sedikit terlambat dari jadwal jam 10.00 Wib karena kendala lalu lintas, sambutan hangat beliau segera mencairkan suasana.

Mengawali diskusi sebelum kami menyampaikan tujuan kedatangan belia menyatakan bahwa :
“Komenwa itu melanjutkan nilai nilai semangat kejuangan Tentara Pelajar dan Corps Mahasiswa (TRIP/CM) dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.” ini harus dipahami oleh setiap anggota Komenwa, baret unggu itu adalah bukti latihan bawa Komenwa telah selesia mengikuti latihab dasar militer (Latsarmil), jadi tidak sembarangan” “dan ingat Komenwa bukan ormas apa lagi melaksanakan Politik Praktis, Komenwa harus fokus Bela Negara sesuai Konsitusi” Kata beliau tegas.

​Dalam diskusi yang mengalir akrab, beliau mengisahkan perjalanan hidupnya yang bermula dari bangku kuliah sebagai mahasiswa Geologi ITB 71. Dengan nada rendah hati, beliau berkelakar menyebut dirinya “mahasiswa abadi” karena menempuh studi selama 10 tahun demi menuntaskan pengabdian di Walawa, Menwa, dan Wanadri ITB.

​Sebagai seorang geolog, Kang Teddy bukan sekadar peneliti di laboratorium. Beliau memilih hidup menyatu dengan alam, tinggal bertahun-tahun bersama Suku Dayak di pedalaman Kalimantan Selatan. Di sanalah beliau menjiwai kultur dan menyerap kearifan lokal tentang cara bertahan hidup serta membaca tanda-tanda alam.

​Keahlian langka inilah yang kemudian mempertemukan beliau dengan Mayor Prabowo Subianto (saat itu). Kopassus membutuhkan sosok pengajar ilmu Pencarian Jejak (Sanjak) di hutan rimba. Didorong oleh rasa cinta pada bangsa dan negara, Kang Teddy menerima amanah tersebut.

Beliau tidak hanya menjadi Guru Militer (Gumil) Sanjak, tetapi juga terjun langsung mendampingi operasi di Timor-Timur (1988), hutan Papua, hingga Aceh.

​Rekam jejak kontribusi beliau bagi militer Indonesia sangat fenomenal, di antaranya:
​Pembekalan Pra-Tugas Analisa Peta: Untuk jajaran Yonif Linud 328, 330, 312, 327, dan 321.
​Instruktur Spesialis (1987-2004): Melatih Brimob Jabar, Paskhas (sekarang Kopasgat), Kopassus, hingga Satgas Rajawali.
​Operasi Tempur & Kemanusiaan: Bertugas sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) dan Analis Ops Yonif Linud 328 di Timor-Timur (1988), serta Analis Ops dalam Pembebasan Sandera Mapenduma, Papua.
​Kerjasama Internasional: Menjadi Instruktur Survival dan Sanjak dalam latihan gabungan antara Kopassus dengan Special Air Service (SAS) Australia (1991-1993).
​Ekspedisi & Analis Strategis: Memimpin Ekspedisi Mahakam-Barito serta menjadi Analis Ops untuk Koopskam Aceh (Satgas I) dan Raider 300 pada tahun 2004.

​Satu penggalan kisah yang menyentuh adalah ketika beliau menceritakan kesetiaan seorang sahabat. Menjelang keberangkatan Bapak Prabowo Subianto ke Yordania di masa awal reformasi, Pak Prabowo sempat tinggal selama beberapa hari di kediaman Kang Teddy di Bandung.

Persahabatan di atas, adalah nilai kesetiaan yang terus terjaga hingga kini.

​Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalita, pengorbanan, dan kesetiaan mutlak kepada NKRI, pada tanggal 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada kang T.Kardin di Istana Negara.

​Pertemuan dari jam 10.15 diselang sholat jumat dilanjutkan kembali sambil makan suang dan diakhiri sd jam 17.00.Wib selanjutnya ditutup dengan sebuah pesan bijak dari beliau:
*​”Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya; ia adalah buah dari kerja keras dan ketekunan atas apa yang kita kerjakan”*

Dari silaturahmi ini Dankomenwa Indonesia Dr Datep Purwa Sapauta menyampaikan pesan bahwa kami perlu figur Menwa yang berjiwa kesatri dan bertakwa pada tuhan Yang Maha Esa dengan tidak mengenal menyerah yang belandaskan pakan pada korsa WCDS Sejati, alhamdulillah ada pada beliau Kang Tendi Kardin, sebagai rasa hormat dan bangga maka kami jadikan beliau sebagai contoh dan tauladan (panutan) setiap Anggota Komenwa Indonesia dan kami tetapkan beliau sebagai Dewan Pembina Komenwa Indonesi bidang Pertahanan negara.

Terima kasih, Senior Kang Teddy Kardin yang didampingi oleh senior Mahawarman Kompi UNPAR Prof. Dr. Iman, S.H., M.H., atas inspirasi dan teladan yang diberikan bagi kami generasi penerus Komando Resimen Mahasiswa Indonesia.

#BelaNegara
#KomenwaIndonesia
#wcds

LIN Riau Kritisi Kebijakan Parkir Gratis di Ritel Modern, Khawatirkan Nasib Pedagang Kecil

0

PEKANBARU, 28 Desember 2025 – Ketua Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPD Provinsi Riau, Toni Supriadi, memberikan tanggapan kritis terkait beredarnya kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru mengenai penggratisan biaya parkir di ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.

Toni menyayangkan kebijakan tersebut karena dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan ekonomi di masyarakat. Menurutnya, fasilitas parkir gratis di swalayan besar secara tidak langsung dapat memicu perpindahan pelanggan dari pedagang kecil atau warung kelontong ke ritel modern.

“Kebijakan ini bisa membuat pedagang kaki lima dan warung warga kehilangan pelanggan. Masyarakat akan lebih memilih belanja di swalayan besar karena fasilitas parkir gratis tersebut, sementara pedagang kecil di pinggir jalan semakin terhimpit,” ujar Toni saat ditemui di sebuah kafe di Pekanbaru, Minggu (28/12).

Selain dampak terhadap pedagang kecil, Toni juga menyoroti nasib para juru parkir yang selama ini menggantungkan hidup di area tersebut. Ia mengkhawatirkan kebijakan ini akan menambah angka pengangguran di Kota Pekanbaru jika tidak dibarengi dengan solusi bagi para pekerja lapangan tersebut.

Meski demikian, pihak LIN DPD Riau masih berupaya menelusuri kebenaran serta visi-misi di balik surat edaran yang dikeluarkan oleh Walikota Agung Nugroho tersebut.

“Kami sedang menelusuri apa tujuan sebenarnya dari kebijakan ini. Dalam waktu dekat, kami akan menyurati secara resmi dan melakukan kunjungan ke kantor Walikota untuk bersilaturahmi sekaligus berkomunikasi langsung dengan Bapak Agung Nugroho mengenai dampak dari keputusan ini,” tambah Toni.

Lebih lanjut, Toni berharap Pemerintah Kota Pekanbaru bisa lebih memprioritaskan kebijakan yang memberikan perhatian khusus bagi peningkatan penghasilan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM lokal.

“Harapan kami, pemerintah lebih memikirkan bagaimana pedagang kecil di Pekanbaru bisa mendapatkan penghasilan yang layak demi terciptanya ekonomi masyarakat yang lebih baik dan berkeadilan,” tutupnya.

(Sumber DPP LIN DPD
Provinsi Riau)