Beranda blog Halaman 2

Ketua DPRD Humbang Hasundutan Hadiri Peresmian Koperasi PROGIB di Desa Lumban Purba

0

Humbang Hasundutan | Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Parulian Simamora, menghadiri perayaan Natal SPPG Yayasan Karya Indonesia Emas yang dirangkaikan dengan peresmian Koperasi PROGIB (Koperasi Pemasaran Garda Kesehatan PROGIB Indonesia) di Desa Lumban Purba, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu, (3/12026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bupati Humbang Hasundutan, Bapak M. Panjaitan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan, yang secara resmi meresmikan Koperasi PROGIB. Kehadiran Ketua DPRD Parulian Simamora menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan program pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan dan pendidikan.

Dalam suasana penuh kebersamaan Natal, Parulian Simamora menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Karya Indonesia Emas dan PROGIB yang dinilai mampu menghadirkan program nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan Koperasi PROGIB di Desa Lumban Purba diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Perayaan Natal dipimpin oleh Pdt. Yudhi Simangunsong, M.Th, yang dalam siraman rohaninya menekankan bahwa kehadiran program MBG di Desa Lumban Purba merupakan berkat bagi masyarakat karena mampu merangkul potensi desa, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta memberikan manfaat langsung bagi anak-anak mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, Madrasah hingga SMA.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Penasihat DPP PROGIB Abednego Panjaitan, SH, Dewan Pembina PROGIB Kombes Pol (Purn) Dr. Tuankus Harianja, MH, Ketua Yayasan Karya Indonesia Emas Dimpos Simamora, S.E., S.H, Kepala Desa Lumban Purba Marlon Silaban, Korwil BGN Humbang Hasundutan, Kepala SPPG, relawan Yayasan Karya Indonesia Emas, ahli gizi dan akuntan, Ketua Koperasi PROGIB, serta perwakilan Danramil Kecamatan Onan Ganjang dan Kecamatan Dolok Sanggul.

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan dalam acara ini menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, sejalan dengan semangat kebersamaan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Red”

Fosil Pertama dari Periode Evolusi Manusia Ditemukan di Maroko

0

Casablanca – Fosil pertama dari periode evolusi manusia yang selama ini masih belum terpahami yang ditemukan di Maroko dipandang dapat membantu para ilmuwan memecahkan misteri yang telah lama ada: Siapa yang hidup sebelum kita?

Tiga tulang rahang, termasuk satu dari seorang anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan dari sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko, baru-baru ini. Fosil purba tersebut diketahui berasal dari 773.000 tahun yang lalu. Fosil-fosil ini menarik bagi para ilmuwan karena merupakan fosil hominin pertama dari periode ini yang ditemukan di Afrika.

“Ada banyak fosil hominin di Afrika hingga sekitar satu juta tahun yang lalu, tetapi setelah itu ada lompatan ke sekitar 500.000 tahun yang lalu, dan dalam celah ini kita hampir tidak memiliki informasi apa pun,” kata Jean-Jacques Hublin, penulis studi yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal ilmiah Nature.

“Sangat menggembirakan menemukan fosil tepat di tengah celah ini,” tambah Hublin, seorang paleoantropolog di Collège de France dan Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, Jerman.

Pemindaian CT dan analisis fitur fosil mengungkapkan nenek moyang yang memiliki “mozaik” fitur primitif dan yang lebih berevolusi. Misalnya, ia tidak memiliki dagu yang jelas, tidak seperti Homo sapiens, tetapi gigi dan fitur gigi lainnya cukup mirip dengan spesies kita sendiri dan Neanderthal.

Sebagian besar fosil digali pada tahun 2008 dan 2009, tetapi penanggalannya dipastikan jauh lebih baru, kata Hublin, menggunakan teknik yang dikenal sebagai paleomagnetisme, yang mendeteksi tanda geologis dari pembalikan medan magnet Bumi pada mineral tertentu dengan sifat magnetik.

Kekuatan medan magnet Bumi berfluktuasi, dan, kadang-kadang, kutub utara dan selatan magnet telah berbalik. Tim peneliti menemukan bahwa lapisan tempat fosil ditemukan bertepatan dengan transisi Matuyama-Brunhes, penanda kronologis terkenal yang berasal dari 773.000 tahun yang lalu dan merupakan pembalikan kutub utama terakhir.

Jean-Paul Raynal dan Jean-Jacques Hublin di depan rahang bawah ThI-GH-10717 saat bergelut pada Mei 2008 (Foto A. Mohib, Program Prasejarah Casablanca)

Penulis bersama studi, Serena Perini, seorang ahli geologi dan paleomagnetis di Universitas Milan, Italia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa teknik tersebut memungkinkan tim untuk “menetapkan keberadaan hominin ini dalam kerangka kronologis yang sangat tepat.”

Sisa-sisa Homo sapiens tertua yang diketahui di dunia juga telah ditemukan di Maroko di situs yang dikenal sebagai Jebel Irhoud, dan berasal dari 400.000 tahun yang lalu. Namun, Hublin mengatakan bahwa akan keliru jika menganggap wilayah ini sebagai tempat persis munculnya spesies kita. Kemungkinan besar, itu adalah hasil dari kondisi geologis di wilayah tersebut yang memungkinkan fosil terawetkan dengan sangat baik.

Hublin mencatat bahwa gua tempat tinggal individu-individu ini pasti merupakan tempat yang berbahaya. Tulang kaki tersebut dipenuhi bekas gigitan predator, kemungkinan besar hyena, dan ada banyak bukti bahwa karnivora mendiami gua tersebut.

Fosil-fosil yang baru dideskripsikan ini penting karena memberikan pencerahan tentang spesies leluhur dari tiga jenis manusia yang hidup paling baru: Neanderthal, Denisovan, dan tentu saja, Homo sapiens, satu-satunya spesies manusia yang masih hidup.

Neanderthal dan Denisovan diperkirakan punah sekitar 40.000 tahun yang lalu, meskipun waktu kepunahan Denisovan, populasi misterius yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2010, kurang jelas.

Nenek moyang terakhir dari ketiga kelompok manusia tersebut, terkadang disebut nenek moyang x, adalah “sosok yang sulit dipahami,” menurut Antonio Rosas, seorang peneliti di departemen paleobiologi di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam di Madrid.

“Perdebatan tentang fosil mana yang mungkin mewakili titik evolusi penting ini masih berlanjut, dan mengidentifikasi nenek moyang ini dengan benar sangat penting untuk memahami arah perubahan evolusi selanjutnya,” tulis Rosas, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dalam sebuah komentar yang diterbitkan bersamaan dengan penelitian baru tersebut.

Bukti genetik menunjukkan bahwa nenek moyang ini hidup sekitar 550.000 hingga 765.000 tahun yang lalu sebelum terpecah menjadi tiga spesies saudara yang terpisah, catat penelitian tersebut, tetapi tidak jelas spesies leluhur apa itu atau di mana ia hidup.

Kandidatnya termasuk Homo antecessor, sekelompok fosil yang ditemukan di sebuah gua di Atapuerca, Spanyol, yang berasal dari waktu yang hampir sama dengan fosil Maroko, dan spesies yang dikenal sebagai Homo heidelbergensis, yang fosilnya telah ditemukan di Afrika dan Eurasia.

Meskipun para peneliti belum memberikan nama ilmiah formal pada fosil Maroko tersebut, Hublin mengatakan bahwa sisa-sisa tersebut menyerupai spesies lain yang disebut Homo erectus tetapi juga tampak sebagai nenek moyang dekat manusia modern.

“Pertanyaannya kemudian adalah apakah populasi Homo erectus secara langsung melahirkan semuanya, termasuk manusia, Neanderthal, dan Denisovan, atau apakah ada garis keturunan yang dapat ditelusuri dengan perubahan yang dapat diamati di sepanjang jalan,” kata Ryan McRae, seorang paleoantropolog di Smithsonian Institute of Technology. (PERSISMA/Red)

Tingkatkan Akselerasi Pelayanan, Pemdes Cinyawang Resmi Lantik Sekdes dan Kadus Magersari

0

PATIMUAN, CILACAP – Pemerintah Desa Cinyawang resmi memperkuat struktur organisasinya melalui Upacara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Perangkat Desa baru.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cinyawang, Bapak Wasikun Budianto, bertempat di Aula Pertemuan Desa Cinyawang dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.

Dua posisi strategis kini telah resmi terisi oleh pejabat baru hasil seleksi penyaringan, yaitu:
Aprisetyo Pambudi sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Cinyawang.

Untung Purwanto sebagai Kepala Dusun (Kadus) Magersari.

1. Arahan Kades Wasikun Budianto: Integritas dan Inovasi
Dalam sambutan pertamanya, Kepala Desa Wasikun Budianto menekankan bahwa pelantikan ini adalah langkah strategis untuk mempercepat akselerasi pelayanan publik di Desa Cinyawang.

“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap Saudara Aprisetyo dan Saudara Untung segera membaur dengan tim yang ada.

Dengan kolaborasi yang solid, saya yakin kita mampu membawa Desa Cinyawang menjadi desa yang lebih maju, transparan, dan inovatif,” ujar Wasikun.

2. Pesan Camat Patimuan: Loyalitas dan Pamong Masyarakat
Camat Patimuan, Bapak Asep Kuncoro, memberikan penguatan dari sisi kedisiplinan birokrasi.

Beliau mengingatkan bahwa perangkat desa adalah “pamong” yang menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat bawah.

“Perangkat desa harus memiliki loyalitas tinggi dan kedisiplinan.

Sekdes harus menjadi motor penggerak administrasi yang tertib, sementara Kadus harus peka terhadap dinamika warga di lapangan.

Jadilah pelayan masyarakat yang responsif dan selalu bersinergi dengan Forkopimcam demi menjaga kondusivitas wilayah,” tegas Camat Asep.

3. Arahan Dispermades Cilacap: Tata Kelola Digital dan Regulasi
Menutup rangkaian sambutan, Bapak Cahyo Wismoyo, Kabid Bidang 1 Dispermades Kabupaten Cilacap, memberikan pembekalan teknis mengenai standar tata kelola pemerintahan di tingkat kabupaten.

“Kami menekankan pentingnya penguasaan regulasi dan adaptasi terhadap sistem birokrasi digital.

Transparansi dalam pengelolaan keuangan desa adalah hal utama.

Saya berharap perangkat yang baru dilantik mampu menjaga akuntabilitas kerja sehingga Desa Cinyawang dapat menjadi contoh tertib administrasi di Kabupaten Cilacap,” jelas Cahyo Wismoyo.

Sinergi Lintas Sektoral
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Patimuan, Korwil Pendidikan, Korwil Kesehatan (Puskesmas), Paguyuban Kades dan Sekdes se-Kecamatan Patimuan, BPD Cinyawang, serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan komitmen Desa Cinyawang untuk bersinergi lintas sektoral dalam meningkatkan kualitas SDM dan taraf kesehatan masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama sebagai simbol kekompakan seluruh elemen pimpinan di Kecamatan Patimuan.

Redaksi”Tugiman

PPWI dan Dubes Aljazair Gelar Pertemuan Silaturahmi Bahas Kerja Sama Sosial Budaya

0

Jakarta – Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menggelar pertemuan khusus dengan Duta Besar Republik Demokratik Rakyat Aljazair untuk Indonesia, Yang Mulia Dr. Abdelouahab Osmane. Pertemuan berlangsung pada Rabu malam, 7 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, di Jakarta, dengan format makan malam bersama yang berlangsung selama dua jam.

Hadir mewakili PPWI, Ketua Umum Wilson Lalengke dan Wakil Ketua III Dewan Pengurus Nasional PPWI, Abdul Rahman Dabbousi. Kedua tokoh ini menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Kedutaan Besar Aljazair dan menegaskan komitmen PPWI untuk memperkuat hubungan antarbangsa melalui jalur pemberitaan, pendidikan, dan kegiatan sosial budaya.

Pertemuan tersebut bertujuan membangun silaturahmi dan membuka ruang diskusi mengenai berbagai program kerja sama yang dapat dijalankan antara PPWI dan Kedutaan Besar Aljazair. Beberapa agenda yang dibahas meliputi kolaborasi dalam bidang pemberitaan, pertukaran informasi dan liputan lintas negara, kegiatan sosial budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi masing-masing bangsa, serta program pendidikan dan pelatihan bagi warga kedua negara.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian khusus adalah rencana kunjungan muhibah atau program home-stay antar masyarakat Indonesia dan Aljazair. Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga, memperluas pemahaman lintas budaya, dan membuka peluang kerja sama di tingkat akar rumput.

Yang Mulia Dr. Abdelouahab Osmane menyambut baik pertemuan tersebut dan menyampaikan rasa gembira atas inisiatif PPWI. Ia menilai silaturahmi semacam ini sangat penting untuk membangun jembatan komunikasi yang kuat antara masyarakat sipil kedua negara. “Saya sangat senang bisa bertemu dengan PPWI. Pertemuan ini membuka peluang besar untuk kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam bidang sosial budaya dan pendidikan, juga ekonomi-perdagangan,” ujar Dr. Osmane.

Dalam suasana penuh kehangatan, kedua pihak saling bertukar kartu nama sebagai simbol komitmen untuk menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan kelembagaan. Ketum PPWI juga menyematkan PIN PPWI sebagai tanda persaudaraan ke baju batik hitam yang dikenakan sang Dubes. Ucapan terima kasih pun disampaikan satu sama lain, menandai berakhirnya pertemuan dengan semangat positif dan harapan besar akan kolaborasi yang berkelanjutan.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal yang strategis dalam membangun diplomasi warga. “Kami percaya bahwa hubungan antarbangsa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat sipil. PPWI siap menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama antara Indonesia dan Aljazair,” tegas Wilson.

Dengan semangat silaturahmi dan kolaborasi, pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan pemberitaan yang inklusif dan partisipatif. (TIM/Red)

Digaji Selangit, Putusan Justru Melukai Rasa Keadilan Rakyat

0

Tembilahan — Di tengah gencarnya negara menggelontorkan gaji dan tunjangan fantastis bagi hakim hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan, kepercayaan publik terhadap wajah keadilan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), justru terasa gelap. Berdasarkan dokumen resmi Referensi Tunjangan PNS Kementerian Keuangan RI (PP Nomor 42 Tahun 2025), tunjangan hakim berada di level tertinggi dalam struktur penggajian Aparatur Sipil Negara.

Untuk jabatan tertentu, tunjangan hakim tercatat mencapai Rp110,5 juta per bulan, dengan usia pensiun hingga 67 tahun. Angka ini menempatkan hakim sebagai profesi dengan penghargaan finansial paling tinggi di jajaran birokrasi negara.

Namun, besarnya penghargaan itu berbanding terbalik dengan persepsi publik tentang kinerja hakim di negara ini, khususnya di Inhil. Sejumlah putusan dan proses hukum dinilai belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan masyarakat. Publik mempertanyakan: apakah tunjangan besar benar-benar melahirkan keberanian moral, atau justru memperlebar jarak antara palu hakim dan nurani rakyat?

Tingginya tunjangan hakim sejatinya adalah investasi moral. Negara ingin memastikan hakim berdiri tegak, berani, dan tidak tergoda oleh suap atau tekanan politik. Dengan tunjangan selangit, diharapkan hakim mampu menjaga integritas, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta melindungi kepentingan rakyat kecil.

Namun di Indragiri Hilir, investasi itu justru memantik pertanyaan publik. Sejumlah perkara yang pernah dipublikasikan media memperlihatkan putusan yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. Memori kolektif warga merekam kasus-kasus konkret yang menimbulkan luka keadilan, antara lain dicatatkan bertikut ini.

1. Korupsi BPR Gemilang Inhil (2022–2024)

Kasus korupsi BPR Gemilang menjadi contoh paling menonjol. Pada 2023, majelis hakim tingkat pertama menjatuhkan putusan bebas terhadap tiga terdakwa, meski perkara tersebut menyangkut kerugian keuangan daerah dan menjadi perhatian luas publik.

Putusan ini memicu kritik tajam dari masyarakat dan media. Keraguan publik akhirnya menemukan pembenaran ketika pada 2024, Mahkamah Agung membatalkan putusan bebas tersebut dan menyatakan terdakwa bersalah. Fakta ini meninggalkan luka kepercayaan: jika MA bisa melihat kesalahan, mengapa pengadilan di bawahnya gagal?

2. Korupsi Dana Desa (2021–2023)

Sejumlah perkara korupsi dana desa di Inhil yang menyeret kepala desa dan perangkat desa juga menuai sorotan. Vonis yang dijatuhkan dinilai ringan dan tidak sebanding dengan dampak sosial yang dirasakan warga.

Media lokal mencatat bagaimana pembangunan desa terhenti, hak masyarakat terampas, namun hukuman yang dijatuhkan tidak memberi efek jera. Publik pun bertanya: di mana keberpihakan hukum ketika korban sesungguhnya adalah warga desa sendiri?

3. Sengketa Lahan Masyarakat vs Korporasi (2019–2024)

Dalam sengketa lahan, masyarakat kecil yang telah mengelola tanah turun-temurun kerap kalah ketika berhadapan dengan perusahaan bermodal besar. Putusan pengadilan dinilai lebih mengutamakan dokumen administratif dibanding fakta penguasaan fisik dan sejarah pengelolaan lahan oleh warga.

Kasus-kasus ini, yang berulang kali diberitakan media, memperkuat persepsi publik bahwa hukum lebih ramah kepada pemilik modal dibanding rakyat kecil.

Ketika hakim menerima tunjangan puluhan juta rupiah per bulan, publik berharap ada keberanian ekstra dalam melindungi yang lemah. Namun rangkaian perkara di atas justru melahirkan kesan sebaliknya: hukum terasa kaku ke atas, tetapi berat ke bawah.

Tokoh HAM internasional, Wilson Lalengke, yang juga adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), menilai besarnya tunjangan hakim seharusnya sejalan dengan keberanian moral dan keberpihakan terhadap keadilan substantif, bukan sekadar kepatuhan administratif.

“Tunjangan besar yang diberikan negara kepada hakim bukan untuk membeli kepatuhan pada prosedur kaku, tetapi untuk memastikan hakim punya keberanian moral berpihak pada kebenaran dan keadilan rakyat. Jika rakyat kecil terus kalah dan keadilan hanya ramah kepada pemilik modal, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya putusannya, tetapi juga integritas sistem peradilan itu sendiri,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Menurutnya, ketika Mahkamah Agung mampu membatalkan putusan keliru di tingkat bawah, itu menandakan adanya persoalan serius pada sensitivitas keadilan di daerah. “Hakim di daerah harus sadar, palu yang mereka ketuk bukan hanya memutus perkara, tapi menentukan hidup, masa depan, dan kepercayaan publik terhadap negara. Jika keadilan terus melukai rasa keadilan masyarakat, maka tunjangan setinggi langit pun kehilangan makna etiknya,” tambahnya.

Wilson Lalengke menegaskan bahwa kritik publik terhadap putusan hakim bukan bentuk pelecehan lembaga peradilan, melainkan alarm demokrasi yang sah. “Mengkritik putusan yang melukai rasa keadilan adalah hak warga negara. Justru berbahaya bila hakim anti-kritik, karena di situlah keadilan berubah menjadi kekuasaan yang dingin dan jauh dari nurani rakyat,” pungkasnya.

Publik hari ini tidak sedang menyerang pribadi hakim, melainkan menagih makna dari tunjangan besar yang diberikan negara. Tunjangan itu bukan hadiah, melainkan amanah moral. Hakim dituntut untuk menjadikan keadilan sebagai pedoman, bukan sekadar prosedur.

Jika keadilan terus dirasakan jauh dari rakyat kecil, maka wajar bila publik mempertanyakan: apakah tunjangan tinggi benar-benar melahirkan keberpihakan, atau justru memperlebar jurang antara palu hakim dan rasa keadilan masyarakat? (RML/Red)

Upaya Penanganan Bencana Banjir Bandang Desa Adisana Bumiayu Brebes.

0

Brebes,Bumiayu 7/1/2026 Satgas Kebencanaan desa adisana dan pemerintah desa Adisana mengundang beberapa anggota DPRD Brebes untuk berkonsolidasi membahas terjadi nya bencana banjir yang terjadi di desa Adisana.
Rapat konsolidasi di kantor pemerintah desa Adisana kec. Bumiayu, kab.Brebes Jawa Tengah

Dalam pertemuan nya Anggota dewan dari komisi lll fraksi PAN Ade Apriyanto,S.Si. menawarkan ide dan berinisiatif untuk memecahkan solusi nya agar melibatkan pihak ketiga untuk normalisasi titik utama masuknya banjir yaitu sungai keruh yang kerap kali menimbulkan banjir bandang di setiap musim hujan yang mengalir deras dan meluap ke desa adisana yang menimbulkan banyak dampak kerugian baik dari infrastruktur, pertanian dan sejumlah lintas jalan utama

Tiga anggota dewan fraksi Gerindra H.Nur Endro, fraksi PDIP hj nur bintang, fraksi PAN Ade Apriyanto dan perwakilan dewan provinsi dari fraksi PKS sururul Fuad apipudin berdialog langsung dengan satgas bencana dan pemerintah desa Adisana.

Atas usulan anggota dewan Apriyanto untuk melibatkan pihak ketiga satgas mengundang pengusaha kontraktor dan jasa Alat berat fajar karya Slamet faka dan dedy , mengingat saat ini pemerintah daerah sedang mengefisiensi pengeluaran anggaran,

Inisiatif pemerintah desa dan peran seluruh masyarakat dan juga wakil rakyat perlu di wujudkan

Ketua satgas bencana desa adisana Masrukhan Fauzi memberikan penjelasan nya di depan forum konsolidasi dalam rangkaian terjadi nya bencana banjir yang memperhatikan melalui rekaman layar monitor yang disaksikan langsung oleh seluruh forum tersebut.

Kepala desa Ahmad Yani dan seluruh jajaran perangkat desa mengapresiasi inisiatif dari salah satu dewan dari fraksi PAN Ade Apriyanto yang telah memberikan solusi terhadap langkah yang telah diberikan dalam penanggulangan bencana banjir.

harapkan satgas kebencanaan dan pemerintah desa terhadap anggota dewan agar bisa menjembatani langkah koordinasi dengan pemerintah provinsi seperti Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi, BWS ( balai wilayah sungai ) dan dinas dinas terkait

Red”Eko

Android Anak Wakil Ketua Umum Salah Satu DPP Organisasi Pers Dicuri, Polisi Diminta Segera Bertindak Tegas

0

KAMPAR, RIAU — Kasus kehilangan satu unit telepon genggam Android merek Infinix G70 yang dialami Aldo Alfredo Saragih kini menjadi perhatian publik. Aldo, anak dari Pajar Saragih—pengurus Perkumpulan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Solidaritas Wartawan Indonesia (SWI)—secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tapung Hulu, Rabu, 7 Januari 2026.

Kehilangan diketahui saat korban terbangun dari tidurnya di rumah milik pamannya, Marupa Saragih, yang beralamat di Dusun I Handayani RT/RW 001/003, Desa Sukaramai, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Ponsel yang disimpan sebelumnya diketahui telah raib, menyebabkan kerugian sekitar Rp1,7 juta, termasuk hilangnya data-data penting pelajaran.

Pajar Saragih menilai peristiwa ini bukan sekadar pencurian biasa. Ia menegaskan, kejadian serupa kerap berulang di wilayah tersebut dan hingga kini belum pernah terungkap secara terang.

“Saya tidak menilai dari besar kecilnya kerugian. Yang saya persoalkan adalah rasa aman warga yang dirampas. Pencurian di lingkungan ini sudah berulang, pelaku seolah bebas, dan masyarakat hidup dalam ketidaknyamanan,” ujar Pajar dengan nada geram.

Ia bahkan menduga kuat bahwa rangkaian pencurian yang terjadi selama ini dilakukan oleh pelaku yang sama, namun belum tersentuh hukum. Menurutnya, dengan teknologi kepolisian saat ini, pelacakan perangkat elektronik semestinya bukan perkara sulit.

“Jangan sampai kasus ini dibiarkan mengendap. Pers dan kepolisian adalah mitra strategis dalam menjaga keadilan dan keterbukaan. Jika hukum kalah oleh maling kecil, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan warga, tetapi juga marwah pers dan kepolisian itu sendiri,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tapung Hulu IPTU Riko Riki Mazri, SH, MH menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengungkap kasus pencurian tersebut secara profesional dan sesuai aturan hukum.

“Laporan sudah kami terima secara resmi. Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti. Saat ini anggota kami tengah melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas IPTU Riko Riki Mazri.

Ia menekankan, Polsek Tapung Hulu tidak memberikan toleransi terhadap pelaku kejahatan yang mengganggu rasa aman masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi pelaku pencurian di wilayah hukum kami. Apabila ditemukan unsur pidana, pelaku akan diproses sesuai hukum. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Kapolsek juga menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan insan pers.

“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kritik dan kontrol sosial adalah bagian dari demokrasi. Polsek Tapung Hulu berkomitmen bekerja secara transparan, profesional, dan berkeadilan demi menjaga kepercayaan publik,” pungkasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Tapung Hulu, Polres Kampar, dan menjadi ujian nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam menjawab keresahan masyarakat. (Tim Redaksi).

Ungkap 3.140 Butir Psikotropika, Sat Resnarkoba Polresta Banyumas Kembangkan Dugaan Jaringan Lain

0

Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan peredaran obat terlarang. Seorang pria berinisial YKS alias Dao (35), warga Kecamatan Kembaran, Banyumas, diamankan petugas karena diduga terlibat tindak pidana psikotropika.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Minggu, (4/1/2026), sekitar pukul 08.15 wib, di wilayah Desa Sokaraja Kidul, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H., menjelaskan, pengungkapan berawal dari rangkaian penyelidikan yang telah dilakukan.

“Saat petugas Sat Resnarkoba mengamankan tersangka dan melakukan pemeriksaan, ditemukan barang bukti obat psikotropika sebanyak 3.140 butir yang dikuasai tersangka,” ujar Kompol Willy Budiyanto, Selasa (6/1/2026).

Selain ribuan butir obat psikotropika, petugas juga menyita satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran obat terlarang tersebut. Saat ini YKS alias Dao kami amankan di Mapolresta untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengembangan guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran psikotropika tersebut.

“Penyidikan tidak berhenti pada satu orang saja. Kami masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri asal barang bukti dan kemungkinan adanya pihak lain yang berperan sebagai pemasok maupun bagian dari jaringan peredaran,” jelas Kompol Willy.

Polresta Banyumas memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara transparan dan berkeadilan. Sekaligus kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba maupun psikotropika di lingkungannya, tutupnya.

Red”(PID Presisi Humas Polresta Banyumas).

​Diduga Mark-Up Bantuan Sapi Aspirasi di Cilacap: Anggaran Rp194 Juta, Fisik Ternak Memprihatinkan.

0

​WANAREJA – 06-1-2026

Program penguatan ekonomi kerakyatan melalui bantuan ternak di Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, bantuan 12 ekor sapi indukan yang disalurkan melalui dana aspirasi Anggota DPRD Dapil 4 berinisial F, dinilai tidak sebanding dengan anggaran fantastis senilai Rp194.000.000.

​Kesenjangan Antara Anggaran dan Kualitas

​Secara matematis, pengadaan tersebut mematok harga rata-rata sekitar Rp16,1 juta per ekor. Dengan nilai setinggi itu, secara teknis peternak seharusnya mendapatkan sapi indukan kualitas super, sehat, dan memiliki bobot tubuh yang ideal sesuai standar bibit unggul.

​Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik. Pantauan tim di lokasi menunjukkan kondisi 12 ekor sapi yang diterima Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya dalam keadaan:

​Kondisi Fisik Buruk: Tubuh sapi terlihat kurus hingga menonjolkan struktur tulang.
​Kesehatan Meragukan: Ternak tampak tidak terawat dan lemas.

​Spekulasi Spek-Down: Muncul dugaan kuat adanya penurunan spesifikasi (spec-down) barang untuk meraup keuntungan pribadi.
​Kepasrahan Kelompok Tani
​Ketua Poktan Mekar Jaya, Daryono, tidak menampik kondisi sapi yang jauh dari standar ideal tersebut. Meski merasa kecewa, pihaknya memilih bersikap defensif demi menjaga kelangsungan bantuan di masa depan.

​”Walaupun kurus-kurus tetap kami terima. Masalah harga kami tidak akan mempertanyakan, yang penting kami petani mendapatkan bantuan,” ungkap Daryono dengan nada pasrah saat ditemui media.
​Sikap “nerimo” ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Sebab, anggaran ratusan juta tersebut merupakan uang negara yang bersumber dari pajak rakyat, sehingga setiap rupiahnya harus dipertanggungjawabkan kualitasnya, bukan sekadar asas “asal sampai”.

​Anggota Dewan Bungkam, Transparansi Dipertanyakan

​Hingga berita ini diturunkan, Saudara F selaku Anggota Dewan pengampu aspirasi tersebut masih belum memberikan penjelasan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp hingga sambungan telepon tidak membuahkan hasil. Sikap bungkam sang legislator ini justru memperkeruh spekulasi publik mengenai transparansi pemilihan vendor dan penentuan harga satuan yang dianggap tidak wajar.

​Desakan Audit Investigatif

​Kasus ini kini memicu desakan agar dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian atau Inspektorat, segera melakukan langkah konkret:
​Audit Fisik: Mencocokkan kondisi sapi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

​Audit Vendor: Memeriksa kredibilitas penyedia jasa yang ditunjuk oleh oknum dewan tersebut.

​Evaluasi Program: Memastikan tidak ada kerugian negara akibat praktik dugaan korupsi atau mark-up.
​Masyarakat menanti keberanian instansi terkait untuk membongkar kejanggalan ini agar program bantuan rakyat tidak dijadikan ladang keuntungan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

(Team)

Belum genap selesai masa jabatan kepala desa benda sirampok Brebes mengundurkan diri

0

BREBES, Lin-ri.com

Sirampok Senin 5/1/2025 Kepala desa benda sirampok kabupaten Brebes hari ini secara resmi mengundurkan diri dari jabatan nya sebagai kepala desa,Baitusl amri sebelum nya menjabat kepala desa yang baru satu periode ini yang belum genap menyelesaikan masa jabatan nya akhirnya mengundurkan diri dengan disaksikan warga nya.

Atas desakan warga nya kepala desa membacakan surat pengunduran diri nya dan disampaikan secara tertulis dihadapan warga nya

Sebelum nya warga sempat menggeruduk kantor desa benda mendesak agar kepala desa turun dari jabatan nya,semua dipicu karena kekecewaan warga nya atas tindakan dan serangkaian perbuatan yang tidak selayak nya dilakukan seorang kepala desa.

Aparat keamanan dari kepolisian dan TNi juga instansi lain mendampingi dan mengantisipasi agar tidak terjadi nya aksi anarkis,warga desa benda menilai bahwa kepala desa benda sering melakukan tindakan yang sering merugikan warga nya bahkan berulang kali,dari mulai permasalahan pribadi dengan warga,pajak bumi dan bangunan ( PBB ),dana desa bahkan mobil operasional pun pernah digadaikan menurut sejumlah warga

Baitsul Amri menyampaikan permohonan maaf dihadapan masa dan mengakui atas keterbatasan nya selama menjabat sebagai kepala desa ,mohon untuk dimaafkan ungkap nya.

Dari aksi masa yang menyaksikan penyataan pengunduran diri nya,koordinator aksi imadudin menyalami Baitsul Amri dan merelakan punggung nya untuk alas penandatanganan surat pengunduran diri.

Setelah selesai dibacakan dan disampaikan kepala desa warga bersorak ria dan disambut tepuk tangan,tidak lama setelah pembacaan surat pengunduran diri kepala desa warga berangsur angsur membubarkan diri,camat sirampok Slamet Budi Raharjo bersama Dinpermades mendampingi kepala desa disaat aksi demo berlangsung, dan menjumpai para aksi masa yang menuntut agar kepala desa segera mengundurkan diri

Beberapa saat yang lalu camat sirampok sempat menjelaskan bahwa penanganan persoalan kepala desa harus sesuai dengan aturan yang berlaku,tetapi penjelasan camat sirampok tidak direspon banyak warga nya,tetap menginginkan kepala desa cepat mundur segera ungkap para warga desa tersebut.

Warga kini menunggu pemerintah daerah untuk mengisi jabatan kepala desa benda sirampok agar lebih baik dalam pembenahan dan pengelolaan pemerintahan desa tersebut

” Team Brebes”
Red”Eko