Juli 17, 2024

Cimahi – Yayasan Islah Bina Umat Indonesia di setiap Bulan Ramadan selalu memberikan Bantuan sosial berupa 100 paket Sembako atau kalau di uangkan senilai 21 juta,Semenjak tahun 2011 kepada pondok pesantren ( ponpes ) Al-Fauziyyah pimpinan K.H. Nanang Fauzi yang beralamat di Jl Pesantren No 1 A RT 03 RW 08 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi utara Kota Cimahi dan sampai sekarang bantuan tersebut sudah berjalan 10 tahun.

Pada tahun 2023 sampai sekarang pihak yayasan ponpes Al-Fauziyyah menerima bantuan tersebut, namun terdapat keganjilan dalam pemberian sumbangan tersebut, dikarenakan ada pihak ke tiga yang berinisial M yang diduga merekayasa bantuan tersebut,sehingga bantuan tersebut masuk kenomor rekening pribadi bukan ke nomor rekening yayasan al fauziyyah. semenjak pimpinan pondok pesantren tersebut meningal dunia beberapa tahun silam maka pondok pesantren saat ini di pimpin oleh anaknya yang sekarang menjadi Ketua yayasan Robiatul Fauziah.

Saat di temui Awak media Ketua yayasan Pondok pesantren Al-Fauziyyah,Robiatul Fauziah, menjelas kan,
Selama ini pihak pimpinan Al-Fauziyyah sudah menunjuk orang yang bisa dianggap sebagai sesepuh di pondok pesantren ini, untuk mengecek sembako yang setiap tahunnya didistribusikan yang merupakan pemberian dari Yayasan Islah Bina Umat Indonesia.

“Karena saya ingin setiap tahunnya pemberian sembako bisa ini bisa tersalurkan, jangan sampai tidak dapat.
Selama ini saya sudah menanyakan kepada pengurus disini dan dia bilang kepada saya ada.

“Namun yang saya menjadi tanda tanya disini kenapa tiba-tiba ada barangnya yang datang ke ponpes ini, disini saya mulai curiga dalam pencarian dana ini bukan melalui pihak yayasan, tapi masuknya ke nomor rekening pribadi, dari pihak yayasan tersebut tidak ada kontak pada kami, yang artinya dana tersebut masuknya ke rekening pribadi.

Setelah tahu bahwa dana tersebut sudah turun, saya melakukan konfirmasi kepada pengurus disini dan sesepuh disini, bagaimana caranya bantuan tersebut bisa turun, padahal dari pihak kami tidak tau sama sekali.

Kemudian orang yang kami anggap sesepuh disini menjelaskan kepada kami dan masuk nya dana tersebut melalui pribadi,karena mengajukan proposal dulu,tapi saya selaku pimpinan disini tidak merasa membuat proposal tersebut dan tidak merasa menandatangani.

Memang dulu kami juga sudah menunjuk anggota untuk mengurus proposal tersebut, tapi sekarang sudah tidak disini lagi, artinya Disini kami tidak merasa mengeluarkan proposal.
Jika ditahun 2022 saya sendiri yang mengurus sumbangan dari yayasan Dana yang di berikan berjumlah 21 juta, sekarang pas yang mengurusnya sesepuh disini kenpa bisa kurang hanya 15 juta,” imbuhnya.

Pembina ponpes Al-Fauziyyah Muhamad Takiyudin Subqi membenarkan,Yayasan Islah Bina Umat Indonesia di setiap tahun nya di bulan Ramadan selalu memberikan sumbangan berupa sembako 100 pak atau setara dengan 21 juta, sembako tersebut di antaranya, Beras, sirop,Minyak goreng, Indomie,dan lainnya untuk santriwan dan santriwati yang ada di yayasan ponpes Al-Fauziyyah.

“Di tahun 2023 pihak yayasan pun tidak tau tiba-tiba datang bantuan sembakonya dan kami lihat ternyata tidak berjumlah 21 juta, tapi pihak pengelola di sini atau yang di sepuhkan bilang samua total yang di kirim dari Yayasan Islah Bina Umat Indonesia berjumlah 15 juta, tapi jangan kan 21 juta 15 juta juga tidak ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *