April 12, 2024

Kebumen – Sungai bukan tempat yang aman untuk bermain bagi anak-anak. Arusnya yang deras bisa menjadi petaka bagi mereka yang bermain tanpa pengawasan di sana.

Baru-baru ini sebuah sungai irigasi kembali merenggut korban jiwa di Kebumen. Korban pertama adalah Ahmad Alzam bocah 7 tahun warga Desa Babadsari Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.

Korban ditemukan meninggal dunia pada hari Senin 16 Januari 2023 sekitar pukul 14.30 WIB saat ia sedang mandi di sungai irigasi Bedegolan, Dukuh Gumenter, Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha mengatakan, dari hasil penyelidikan oleh Polsek Kutowinangun dan keterangan para saksi di lapangan, kuat dugaan korban kurang begitu bisa berenang sehingga terbawa arus.

“Arus airnya cukup deras. Kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Jadi ini sangat berbahaya,” jelas Aiptu Catur, Selasa 17 Januari 2023.

Awal mula kejadian, korban datang ke
pintu air tempatnya dis amping selatan Jalan Raya Kebumen – Purworejo atau di depan lapangan futsal.

Sesampainya di lokasi, korban bersama dua teman sepermainannya Gibran dan Dimas langsung masuk ke sungai irigasi.

Namun hanya berselang beberapa saat, korban hanyut terbawa arus dan ditemukan 30 menit setelah kejadian dalam kondisi meninggal dunia.

Lalu oleh warga sekitar korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun untuk dilakukan pertolongan namun hasilnya sia-sia.

Di waktu yang hampir bersamaan, juga terjadi kejadian yang serupa. Sungai irigasi Wadaslintang, Desa Jembangan Kecamatan Poncowarno Kebumen juga memakan korban jiwa.

Bocah laki-laki 9 tahun, Wardani Ramadhan warga desa setempat dilaporkan meninggal dunia terbawa arus saat mandi di aliran sungai.

Saat itu ia mandi di sungai bersama dua temannya, namun korban tidak bisa menguasai derasnya aliran air irigasi sedalam 2 meter hingga terbawa arus.

Kini para jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara adat.

Adanya kejadian itu, Polres Kebumen mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih mengawasi anaknya saat bermain. Jangan sampai hal semacam itu kembali terjadi karena kurangnya pengawasan sar anak bermain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *