Beranda blog Halaman 78

Pemaparan 2 jam : Pemetaan Potensi Ancaman Kedaulatan dan Keamanan NKRI

*Dasar Pemikiran*
Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri dari belasan ribu pulau dan banyak suku, serta keragaman agama dan budaya. Untuk mengelola negara dengan karakteristik seperti di atas tentu tidak mudah. Perlu kerjasama yang baik antar seluruh elemen bangsa. Salah satu hal krusial adalah mengenali potensi ancaman kedaulatan dan keamanan NKRI. Disinilah pentingnya kemampuan dalam membuat pemetaan potensi ancaman tersebut.

Peta Ancaman Kedaulatan Indonesia mengacu pada gambaran atau pemetaan terhadap berbagai bentuk ancaman—baik dari dalam maupun luar negeri—yang dapat mengganggu atau merusak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ancaman ini bisa bersifat militer, non-militer, maupun hibrida.

*Tujuan Pemaparan*
Memberikan gambaran secara utuh seluruh potensi ancaman dan kedaulatan NKRI, dengan demikian bisa membangkitkan kesadaran dan kewaspadaan nasional dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

*Subjek Pembahasan*
1. Ancaman Militer (Hard Threats)
a. Pelanggaran Wilayah
– Laut Cina Selatan (LCS): Klaim Tiongkok melalui “Ten Dash Line” mencaplok sebagian wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara.
– Penyusupan kapal asing: Termasuk kapal nelayan ilegal, kapal militer, dan kapal survei.
– Penerbangan ilegal di wilayah udara Indonesia.

b. Separatisme dan Gerakan Bersenjata
– Kelompok separatis Papua (OPM, TPNPB): Aksi kekerasan terhadap TNI/Polri dan warga sipil.
– Kelompok teroris bersenjata

c. Ancaman Teroris Global
– Afiliasi ISIS dan Al-Qaeda di Indonesia.
– Radikalisasi melalui media sosial

2. Ancaman Non-Militer (Soft Threats)

a. Ancaman Ideologi
– Penyebaran radikalisme dan ekstremisme agama.
– Proxy war melalui infiltrasi budaya dan ideologi asing.
– Intoleransi dan polarisasi politik.

b. Ancaman Politik
– Campur tangan asing dalam Pemilu atau kebijakan dalam negeri melalui media sosial atau dana asing.
– Disinformasi, hoaks, dan propaganda untuk memecah belah masyarakat.

c. Ancaman Ekonomi
– Ketergantungan pada investasi dan utang asing.
– Perang dagang global yang memengaruhi ekspor-impor.
– Eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan asing tanpa pengawasan ketat.

d. Ancaman Sosial Budaya
– Degradasi nilai-nilai lokal dan nasional akibat arus budaya luar (westernisasi, konsumtivisme, hedonisme).
– Krisis identitas nasional generasi muda.
– Bahaya narkoba yang merusak generasi bangsa.

3. Ancaman Siber dan Teknologi
– Serangan siber terhadap sistem pertahanan, perbankan, dan data pemerintah.
– Penyadapan dan spionase digital.
– Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian online untuk mengganggu stabilitas nasional.

4. Ancaman Lingkungan dan Bencana
– Krisis iklim yang mengancam wilayah pesisir dan ketahanan pangan.
– Eksploitasi hutan dan pertambangan ilegal.
– Kebakaran hutan dan asap lintas batas.

5. Strategi Menghadapi Ancaman
– Penguatan TNI dan Polri secara profesional dan modern.
– Diplomasi aktif di kawasan Asia-Pasifik.
– Pembangunan ketahanan nasional di semua aspek: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM).
– Pendidikan wawasan kebangsaan sejak dini.

*Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :*
– Pak Tata : 0815 7897 7777
– Ibu Ines : 0813 2498 5928
– Pak Anan : 0822 1982 1388

Yayasan Rehab Bina Nusantara Mengadakan lomba Untuk klien Pengguna Narkotika Dirumah Rehabilitasi YBN.

Depok- yayasan rehabilitasi narkotika bina Nusantara mengadakan lomba untuk klien pengguna narkotika dirumah rehab 18/08/2025.

Klien yang dirawat di rehabilitasi narkotika bina Nusantara tetap bisa mengikuti lomba peringatan HUT RI ke 80 mereka juga rakyat Indonesia” tegas Agus “.

Susunan acara tersebut di isi dengan :
1. Menyanyikan lagu Indonesia raya.
2. Doa kedamaian.
3. Lomba makan kerupuk
4. Lomba kelereng disendok
5. Lomba joget balon
6. Menyanyikan lagu 17 Agustus 1945
7. Mengheningkan cipta.
8. Remisi serta mengurus kepulangan keluarga tidak mampu.
9. Selesai

Dalam acara tersebut klien rehabilitasi ada yang gembira dan Isak tangis yang bergemuruh karena bagi beberapa residivis dan juga klien yang pernah menjalankan rehabilitasi baru kali ini rehabilitasi sangat memanusiakan manusia “ujar klien yang pernah menjalankan rehabilitasi sebut saja “dopeng”.

Klien berterima kasih kepada ketua yayasan Agus Gunawan S.H,M.H,C.LE dan para staff rehabilitasi.

Disamping itu mereka diberikan siraman rohani dan juga wejangan tentang bahayanya pengguna narkotika.

Akal Bulus Utomo Dari Jerat Hukum, Mengetahui Akan Ditetapkan Tersangka Lakukan Gugat Perdata

Pati, Jawa Tengah 19/08/25  . Sidang perdata buntut akan ditetapkannya Utomo sebagai tersangka kasus dugaan penipuan kembali digelar di Pengadilan Negeri Pati, namun karena Anis Subiyanti pihak tergugat ke enam tidak hadir akhirnya sidang ditunda hingga bulan depan.  Sidang  musuh bebuyutan antara Utomo (Kaji Tomo) melawan  Siti Fatimah Al Zana Nur Fatimah ( Zana) diduga akal bulus Kaji Tomo guna mengulur ulur waktu,  dengan mengatakan alat bukti sebagai  “kwitansi kadaluwarsa”  Utomo gugat perdata Zana dan 5 tergugat lainnya guna melawan penyelidikan Polda Jawa Tengah yang sudah pro yustitia.

Lelaki asal Kota Juwana yang akrab dipanggil kaji Tomo dilaporkan Zana dengan dugaan penipuan atau penggelapan uang senilai 1, 75 Miliar Rupiah dengan bukti kwitansi dan hingga kini proses sudah pada tahap Pro Yustitia oleh Polda Jateng. Namun dengan dalih kasus tersebut (5.5 Milyar) Utomo merasa sudah menjalani hukuman penjara selama 8 bulan maka kasus dianggap selesai, sedangkan Zana mengatakan bahwa kasus ini berbeda dengan kasus 5.5 Milyar, kasus 1.75 Milyar bukan bagian dari kasus 5.5 M .

“Untuk kasus 1.75 Milyar ini berbeda dengan kasus 5.5 Milyar  yang lalu, kalau yang lalu adalah kasus perbekalan kapal Sedangkan ini adalah kasus saham kepemilikan kapal dengan bukti bukti yang berbeda, memang yang 5.5 Milyar dia sudah menjalani penjara selama 8 bulan karena terbukti bersalah,  kata-kata kwitansi kadaluwarsa, dia korban kriminalisasi itu jurus lamanya. Dulu juga bilang dia dikriminalisasi oleh lintah darat hingga geger demo,”  ucap Zana saat jumpa pers.

Sementara itu Kuasa hukum Zana  dari LBH Teratai mengatakan jika Utomo ini memang banyak akal, “Pak Tomo menggugat bu Zana dan lima lainnya ini hanya untuk bikin kisruh aja, misalnya Karyono ini kan di pihaknya lho kenapa ikut digugat, sepertinya hanya untuk mengulur  ulur waktu karena sudah tahu akan ditetapkan sebagai tersangka, ” ujar Maulana Ababil, S.H. anggota tim LBH Teratai.

Dari pantauan media ini, perseteruan antar keduanya bermula dari investasi di bidang kapal ikan, hingga kini keduanya masih terus saling gugat dan mengisahkan cerita drama yang berjilid jilid dengan memakan waktu lima tahun lebih. /Tim.

Dede Farhan Aulawi Bicara Pembangunan Kekuatan Maritim Indonesia

“ Mencermati perkembangan situasi dan perubahan lingkungan strategis yang sdangat dinamis saat ini, maka perlu segera melakukan langkah – langkah terkait dengan Integrasi sistem pertahanan masa depan. Sistem ini menekankan pada penggabungan teknologi modern dengan aset tradisional, serta kolaborasi antara berbagai pihak (pemerintah, industri, akademisi, dan media) untuk menciptakan sistem pertahanan yang kuat, adaptif, dan mandiri. Fokusnya adalah pada kesadaran situasional yang lebih baik, efisiensi operasional, dan fleksibilitas strategis, didukung oleh penguasaan teknologi seperti perang siber, drone, dan kecerdasan buatan “, ujar Pemerhati Hankam Dede Farhan Aulawi di Tasikmalaya, Senin (18/8).

Hal tersebut ia sampaikan saat ngobrol santai dengan para koleganya di kawasan pengrajin Tasikmalaya. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan perlunya penguatan konsep pertahanan depan (forward defence) dan peperangan terpadu serupa Air Sea Battle. Menurutnya, Air Sea Battle pada dasarnya merupakan doktrin operasi terpadu dari matra udara dan matra laut. Doktrin ini muncul sebagai perkembangan dari konsep Air Land Battle. Berfokus di ranah maritim, Air Sea Battle terutama ditujukan untuk “mengatasi lawan yang memiliki kemampuan anti akses atau area-denial”, sehubungan dengan kemampuan peluncuran rudal jelajah/balistik, operasi udara jarak jauh, dan perang siber.

“ Dengan demikian doktrin Air Sea Battle menekankan peperangan berbasis jaringan, demi memungkinkan operasi skala besar yang dilakukan pada jarak jauh dan dalam waktu bersamaan untuk menihilkan keunggulan lawan. Dalam konteks ini, muncul beberapa pertanyaan terkait kemampuan mewujudkan strategi pertahanan depan ini. Pertama, kurangnya rekam jejak dalam melakukan proyeksi militer ke luar batas negara. Di luar pengiriman pasukan perdamaian, penggunaan militer Indonesia ke luar batas negara baru sebatas mengirimkan pasukan khusus dalam menangani masalah non konvensional (terorisme dan pembajakan) dan latihan bersama dengan negara tetangga. Belum ada lagi penggelaran serupa misi deterrence jarak jauh yang diemban pembom strategis Tupolev di masa Orde Lama “, tambahnya.

Kedua, berdasarkan dasar pertahanan negara, Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) lebih menekankan pertahanan menyeluruh yang dilakukan masyarakat bila mendapat serangan dari luar. Adapun Perpres No. 97 Tahun 2015 bisa dikatakan baru merintis prinsip dasar untuk melakukan proyeksi kemampuan di ranah maritim Asia Timur, dengan memprioritaskan penguatan ranah maritim dalam batas teritorial hingga tahun 2019. Dalam konteks ini, ancaman non konvensional seperti separatisme, terorisme, dan perang siber lebih diutamakan ketimbang perang konvensional, alias negara melawan negara lainnya.

Ketiga, doktrin peperangan terpadu di Indonesia terkesan masih berupa rintisan. Dari segi doktrin, Indonesia mengenal apa yang disebut dengan konsep Trimatra Terpadu. Konsep ini muncul di dekade 2000-an awal sebagai dasar integrasi antara matra darat, laut, dan udara dalam mewujudkan pertahanan nasional. Hanya saja ketergabungan ini kesannya masih belum terwujud, misalnya dengan pengadaan alutsista yang memiliki interoperabilitas terbatas dan belum tersambung melalui jaringan informasi.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa saat berbicara mengenai perang modern dimana seluruh objek vital serentak menjadi sasaran dalam suatu operasi militer, tentunya bisa dipahami bahwa menunggu musuh masuk ke dalam batas wilayah merupakan tindakan yang membahayakan. Memang tidak mudah untuk merumuskan kebijakan di tengah persepsi dan kepentingan tetangga yang berbeda-beda, selain juga berada di bawah pengaruh besar dari great power di kawasan. Hanya saja sebagai dasar yang lebih konkret untuk melakukan pembangunan kekuatan maritim Indonesia, kebijakan luar negeri, kepentingan nasional, serta definisi tujuan pertahanan dan ancaman eksternal rasanya bisa dirumuskan dengan lebih gamblang.

Perlu diingat bahwa saat ini medan tempur telah berkembang dalam lingkungan yang sangat kompetitif, kompleks dan serba cepat di 5 (lima) lini secara simultan atau bersamaan meliputi darat, laut, udara, ruang angkasa dan siber. Hal ini semakin didukung dengan kemudahan pengumpulan berbagai data dari sensor platform baik berawak maupun tidak berawak. Faktor penentu perang modern dalam lingkungan yang semakin kompetitif dan kompleks membutuhkan perspektif dan prediksi secara terintegrasi dengan tetap menjaga efisiensi dan kredibilitasnya.

Hal ini membutuhkan integrasi, akurasi waktu dan sinergitas respon. Integrasi Lintas Medan (Multi-Domain Integration) merupakan kemampuan dalam mengintegrasikan penggunaan teknologi digital yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Teknologi telah menjadi bagian dari medan pertempuran modern dan penggunaannya secara efektif dapat memberikan informasi intelijen, meningkatkan kewaspadaan personel dilapangan hingga menyelamatkan nyawa manusia pada medan yang sulit dijangkau. Integrasi Lintas Medan pada 5 (lima) bidang dapat menjadi landasan yang diperlukan bagi pasukan dalam pengambilan keputusan atau mengkomunikasikan langkah-langkah selanjutnya.

Kemudian Dede juga menegaskan bahwa Integrasi Lintas Medan juga dapat meng-counter berbagai potensi ancaman masa depan seperti penggunaan senjata hipersonik hingga serangan Cyber and Electromagnetic Activities (CEMA) Integration. Ruang pertempuran telah diperluas dengan mengaburkan perbedaan konseptual tradisional antara perang dan damai, terbuka dan tertutup, dalam dan luar negeri serta fisik dan virtual. Aktor negara dan non-negara keduanya terus mengembangkan cara dan sarana baru demi mencapai tujuan melalui media ruang angkasa, siber, spektrum elektromagnetik dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi seperti kecerdasan buatan dan berbagai teknologi baru lainnya ikut memfasilitasi Integrasi Lintas Medan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut iapun menjelaskan bahwa Integrasi Lintas Medan khususnya pada sektor pertahanan membutuhkan berbagai teknologi modern yang sesuai dengan karakteristik revolusi teknologi Industri 4.0 diantaranya kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, machine learning, sistem otomatis, teknologi robot, nanoteknologi, penggabungan teknologi kedalam serangkaian sistem senjata baru yang inovatif, seperti senjata elektromagnetik (railgun), senjata energi terarah, proyektil kecepatan tinggi, rudal hipersonik, serta teknologi rahasia yang digunakan pada saat terjadinya perang.

Pembangunan Integrasi Lintas Medan sektor pertahanan di Indonesia diharapkan dapat terlaksana dengan Trimatra Terpadu. Konsep ini sebagai langkah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang berkembang secara simultan atau bersamaan baik di darat, laut, udara, ruang angkasa serta spektrum elektromagnetik dan ruang siber. Salah satu langkah mewujudkan Trimatra Terpadu dengan penguatan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III dan Komando Operasi Khusus TNI.

“ Termasuk di dalamnya pembentukan satuan TNI terintegrasi di Natuna, Saumlaki, Morotai, Biak dan Merauke sebagai satuan pelaksana operasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan yang dilengkapi penguatan sensor terintegrasi ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) TNI dengan membangun radar pantai dan kamera jarak jauh (long range camera). Pembangunan Industri Pertahanan diarahkan untuk mewujudkan Industri Pertahanan yang maju, kuat, mandiri dan berdaya saing. Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan (Defend ID) merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut “, pungkasnya mengakhiri obrolan ringan di sore hari.

Ketua umum dewan pers Nusantara menghadiri undangan keistana untuk upacara HUT RI ke 80

Jakarta – HUT RI ke 80 ketua umum dewan pers Nusantara menghadiri undangan keistana merdeka jakarta untuk peringatan Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke – 80 17/082025.

Ketua umum dewan pers Nusantara Agus Gunawan S.H,M.H,C.LE sangat Bahagia dizaman kepemimpinan presiden RI Prabowo Subianto sangat meriah dan banyak beranekaragam budaya dan suku Nusantara,lengkap rasanya.” Ucap ketum dewan pers Nusantara”.

Dari pasukan berkuda,tarian – tarian tradisional Nusantara dan juga tidak kalah menarik adanya atraksi pesawat tempur milik negara Republik Indonesia,”Tegasnya”.

Sangatlah berkesan saat mengikuti peringatan HUT RI ke 80 diistana merdeka jakarta dari budaya – Budaya Nusantara semua berkumpul diistana merdeka dan membuat suatu fenomena yang jarang sekali dilihat.

Ketua umum dewan pers Nusantara juga berfoto bersama dengan beberapa metro kabinet merah putih dan para jendral TNI dan polri ” tegasnya.

Acara berjalan lancar dan sukses karena safety/pangamanan yang sangat baik dari kepolisian,TNI dan Paspampres yang selalu siaga dalam pengamanan proses HUT RI ke 80.”ucap ketum dewan pers Nusantara.

Tidak kalah menarik acara peringatan HUT RI dilanjutkan dengan adanya pesta rakyat dimonas ( monumen nasional ).

Terima kasih pak presiden Prabowo Subianto kali ini sangat memberikan nilai tambah untuk rakyat Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara.” Ucap ketum dewan pers Nusantara.

Redaksi

Warga Pertanyakan Kinerja Satreskrim Polres Blora Terkait Laporan Dugaan Penganiayaan

Blora – Kinerja Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora kembali menuai sorotan publik. Hal ini terkait laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan oleh M. Oktavian Nurul Yudha sejak 20 April 2024 lalu. Hingga kini, kasus tersebut belum menemukan titik terang meski sudah berjalan lebih dari setahun.

Padahal, pihak penyidik telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pemanggilan saksi-saksi hingga mengamankan barang bukti, termasuk hasil visum dari RSUD dr. R. Soetijono Blora. Namun, ketika dikonfirmasi, penyidik beralasan masih minim keterangan saksi.

Ironisnya, menurut keterangan warga, saat peristiwa terjadi, terlapor sempat diamankan langsung oleh masyarakat dan dibawa ke SPKT Polres Blora untuk dimintai keterangan. Bahkan, terlapor dikabarkan telah mengakui perbuatannya.

Saat awak media menanyakan perkembangan perkara pada 16 Mei 2025 kepada salah satu anggota Tipidum (Tindak Pidana Umum) Unit 1, Aipda Kukuh Anjar S., S.Sos, ia menyampaikan bahwa kasus tersebut belum dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Perkara belum dapat naik sidik karena minim keterangan saksi. Perlu menghadirkan saksi yang lain,” jelas Anjar (16/5/2025).

Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mereka menilai terdapat kejanggalan dalam proses penanganan perkara, terlebih kasus ini telah berjalan cukup lama tanpa perkembangan berarti.

Sejumlah pihak mendesak agar Kapolres Blora turun tangan memberikan perhatian khusus terhadap perkara tersebut. Masyarakat berharap penegakan hukum berjalan transparan, adil, dan tidak menimbulkan kesan adanya keberpihakan.

Red”

Warga Proto Protes, Tak Diberi Akses LPJ Dana Desa – Camat Masyarakat Tidak Boleh Meminta SPJ Dana Desa Udah Aturan PMD.

Pekalongan , Warga Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan melayangkan protes keras setelah permintaan mereka untuk melihat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan Dana Desa ditolak oleh perangkat desa dan Camat Kedungwuni.

Penolakan itu menimbulkan kecurigaan adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran Dana Desa di Proto. Warga menilai transparansi pemerintah desa semakin diragukan.

Saat dikonfirmasi warga,Bambang Dwi Yuswanto, s.IP. Selalu Camat Kedungwuni menyampaikan bahwa masyarakat memang tidak diperbolehkan meminta dokumen SPJ Dana Desa. “Itu sudah aturan dari Dinas PMD,” tegasnya.(15/08/25)

Pernyataan tersebut justru bertolak belakang dengan regulasi yang berlaku. Sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kepala Desa wajib menyelenggarakan pemerintahan desa termasuk pengelolaan keuangan dan pertanggungjawabannya.

Bahkan, Permendagri No. 46 Tahun 2016 Pasal 7 ayat (1) mewajibkan Kepala Desa menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat setiap akhir tahun anggaran. Laporan ini dikenal sebagai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) dan Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) yang juga harus disampaikan kepada BPD.

Transparansi ini merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran. Laporan penggunaan Dana Desa seharusnya dapat diakses publik melalui papan pengumuman, media sosial desa, atau media informasi lain yang mudah dijangkau masyarakat.

Jika kewajiban itu diabaikan, Kepala Desa bisa dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Protes warga Proto ini menjadi sinyal kuat bahwa akuntabilitas pemerintah desa perlu diperkuat. Mereka menegaskan akan terus menuntut keterbukaan informasi agar pengelolaan Dana Desa tidak disalahgunakan dan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan desa.

Red”

Ketua SPTI Tewas Dibacok OTK di Kasikan

Tapung Hulu,—Peristiwa tragis terjadi di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar. Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), Suryiono, tewas setelah diduga dibacok orang tak dikenal (OTK) saat tengah beristirahat di kantor SPTI, Senin dini hari (18/8/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka bacok di bagian paha kiri belakang. Suryiono sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit Tandun. Namun, sekitar pukul 04.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat.

Saksi mata yang juga rekan korban, Rendi Marbun, mengungkapkan bahwa sebelum tak sadarkan diri, korban sempat berteriak meminta pertolongan.

“Dia minta dibawa ke rumah sakit. Saya langsung mencari bantuan tetangga untuk mengevakuasi,” kata Rendi.

Mendapatkan laporan warga, Polsek Tapung Hulu segera turun ke lokasi kejadian. Personel yang terjun antara lain Kanit Reskrim Ipda Zulkarnaini, SH, MH, Bhabinkamtibmas Bripka Jasman Heri, dan Babinsa Desa Kasikan Serma A.Y. Zalukhu.

Kanit Reskrim Polsek Tapung Hulu menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini.

“Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” jelas Ipda Zulkarnaini.

Sementara itu, Kapolsek Tapung Hulu membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB di kantor SPTI Desa Kasikan. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Dari informasi awal, sempat muncul dugaan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan konflik antar kelompok bongkar muat pupuk. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga kini belum bisa memastikan motif dari kejadian tersebut, dan penyidikan masih terus dilakukan.

Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Aparat kepolisian terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan yang menewaskan Ketua SPTI itu. (Pajar Saragih / Tim Redaksi PRIMA).

Kapolri Sapa Warga Pengunjung Karnaval HUT ke-80 RI di Bundaran HI

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut meramaikan karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2025). Bersama Mensesneg Prasetyo Hadi, Jenderal Sigit menyapa langsung warga yang hadir memadati kawasan tersebut.

Kapolri menyapa masyarakat usai pertunjukan drone show dan pesta kembang api. Ia berjalan beriringan dengan Prasetyo Hadi mengitari kawasan Monumen Selamat Datang.

Kehadiran Kapolri saat itu juga diiringi penampilan artis Sintya Marisca di atas panggung karnaval. Bahkan, Jenderal Sigit sempat berjoget bersama warga yang disapanya sambil berbincang.

Dalam momen tersebut, Kapolri tampak mengenakan seragam dinas dengan balutan atribut adat Papua, berupa penutup kepala bulu, kalung etnik, hingga rok rumbai. Sementara Prasetyo Hadi tampil sederhana dengan kemeja putih dan celana hitam, terlihat tertawa saat mendampingi Kapolri menyapa masyarakat.

Selain itu, Kapolri juga didampingi Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho serta Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro. Keduanya berjalan bersama mengikuti Jenderal Sigit selama menyapa warga di arena karnaval.

Red”

Seorang Pria Tenggelam di Sungai Citanduy, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Cilacap, 18 Agustus 2025 – Seorang pria bernama Sugiono (31), warga Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan tenggelam di Sungai Citanduy pada hari Senin, 18 Agustus 2025, sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 20.30 WIB.

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, Heru Prahmono (34) dan Wagiayanti (27), kejadian bermula saat perahu penyeberangan yang dikemudikan oleh korban baru saja menurunkan penumpang.

Korban, yang merupakan seorang tekong (pengemudi perahu), berencana kembali menjemput Heru dan Wagiayanti yang menunggu di seberang.

Saat perahu tersebut mendekati lokasi penjemputan, anak dari saksi melihat bahwa perahu itu berputar-putar tanpa pengemudi, sementara mesinnya masih menyala.

Heru segera berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar oleh dua nelayan yang sedang melintas, yang kemudian membantu menepi perahu korban.

Pencarian segera dilakukan oleh warga sekitar, dibantu oleh tim SAR dari Majingklak, Jawa Barat.

Korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.30 WIB, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Hasil Penyelidikan
Berdasarkan analisa awal, diduga korban mengalami pusing dan sakit kepala karena tidak bisa tidur semalaman, yang menyebabkan ia terjatuh ke sungai saat mengemudikan perahu.

Pihak Babinsa setempat telah mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Basarnas untuk proses pencarian, serta mendata para saksi. Pihak keluarga telah diberi tahu mengenai musibah ini.

Red”