Beranda blog Halaman 69

Tinjauan Psikologi Dalam Pengamanan Massa Demonstrasi

(Dede Farhan Aulawi)

Setelah terjadinya rangkaian demonstrasi di beberapa kota, ada baiknya menambah literasi demo dalam perspektif psikologi. Tinjauan psikologi dalam pengamanan massa demonstrasi penting untuk memahami perilaku kelompok dan individu dalam situasi tersebut, serta bagaimana faktor-faktor psikologis dapat mempengaruhi dinamika massa. Beberapa aspek psikologis yang relevan dalam konteks pengamanan massa demonstrasi ada beberapa hal yang patut dijelaskan dibawah ini.

Deindividuasi, yaitu ketika individu berada dalam kerumunan besar, mereka cenderung kehilangan identitas pribadi dan merasa kurang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan perilaku agresif atau destruktif. Dalam konteks demonstrasi, deindividuasi bisa menjelaskan mengapa orang yang biasanya tenang bisa terlibat dalam kerusuhan.

Norma Sosial dan Tekanan Kelompok. Dalam massa, individu sering kali merasa tertekan untuk mengikuti norma kelompok, bahkan jika norma tersebut tidak rasional atau bertentangan dengan nilai pribadi mereka. Hal ini dapat memperburuk situasi jika ada provokasi atau aksi kekerasan dari sebagian kecil orang dalam demonstrasi.

Efek Konformitas. Dalam kerumunan besar, orang cenderung mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Konformitas ini bisa terjadi baik dalam tindakan damai maupun kekerasan, tergantung pada dinamika kelompok dan bagaimana pemimpin atau pihak yang memimpin aksi berperan.

Pengaruh Pemimpin dalam banyak demonstrasi, baik yang damai maupun yang anarkis, pemimpin atau figur yang berpengaruh memainkan peran besar dalam mengarahkan arah massa. Pemimpin ini bisa menginspirasi atau memanipulasi emosi massa, baik untuk menenangkan suasana atau sebaliknya, memicu eskalasi ketegangan.

Pesan dan Simbolisme. Pemimpin seringkali menggunakan pesan yang kuat dan simbol-simbol tertentu untuk memperkuat identitas kelompok dan memperkuat semangat para demonstran. Penggunaan simbol ini bisa berpotensi meredakan atau meningkatkan ketegangan.

Stres dan Ketegangan Sosial. Ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan sering kali disertai dengan peningkatan stres psikologis. Ketika pihak berwenang menggunakan taktik yang represif, seperti penggunaan gas air mata atau kekerasan fisik, hal ini bisa memicu respons emosional yang lebih ekstrem dari massa, yang bisa berujung pada eskalasi konfrontasi.

Faktor Ketakutan. Ketika massa merasa terancam atau diserang, mereka bisa bereaksi dengan cara yang sangat defensif atau agresif. Ketakutan akan penindasan bisa memperburuk ketegangan dan memicu reaksi yang lebih besar.

Strategi Pengendalian Emosi. Aparat keamanan perlu memahami bahwa kerumunan massa sering kali tidak dipengaruhi oleh alasan rasional, tetapi lebih dipengaruhi oleh emosi kelompok. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih humanistik dan dialogis lebih cenderung efektif daripada kekerasan langsung. Polisi atau aparat pengamanan yang terlatih dalam pengendalian massa harus bisa menilai suasana hati kerumunan, membaca tanda-tanda ketegangan, dan merespons dengan cara yang meminimalkan risiko eskalasi.

Kesiapan Mental dan Profesionalisme. Aparat pengamanan juga harus menjaga kestabilan emosi mereka agar tidak terprovokasi oleh tindakan demonstran. Jika aparat bertindak dengan tenang dan profesional, ini bisa meredakan ketegangan dan membantu memecah potensi kerusuhan.

Sosial dan Identitas Kelompok. Ketika orang bergabung dalam suatu kelompok besar yang memiliki tujuan bersama, mereka cenderung merasa memiliki rasa solidaritas yang kuat. Hal ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan mereka, termasuk cara mereka merespons atau bertindak dalam menghadapi otoritas atau ancaman.

Pengaruh Media Sosial. Media sosial seringkali berperan penting dalam mengorganisir massa dan menyebarkan informasi. Pesan yang tersebar melalui media sosial dapat mempengaruhi mood dan perilaku kelompok, serta merespons tindakan atau kebijakan pihak berwenang dengan lebih cepat.

Emosi yang Mengarah pada Proses Dialog. Emosi seperti marah, kecewa, atau frustrasi sering kali mendasari alasan seseorang terlibat dalam demonstrasi. Memahami emosi ini dan mengakui keberadaannya bisa membuka jalur untuk negosiasi yang lebih efektif antara demonstran dan pihak berwenang.

Membangun Kepercayaan. Salah satu tantangan terbesar dalam pengamanan massa adalah membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan demonstran. Dialog yang terbuka dan sikap yang empatik dari aparat bisa membantu meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Pemulihan Emosional. Setelah demonstrasi, baik yang berlangsung damai maupun yang penuh kekerasan, penting untuk mengelola dampak psikologis pada semua pihak, baik peserta maupun aparat keamanan. Stres pasca demonstrasi bisa berlanjut dalam bentuk kecemasan, trauma, atau perasaan ketidakadilan.

Kebutuhan untuk Penyembuhan Sosial. Proses penyembuhan sosial yang melibatkan rekonsiliasi dan dialog bisa menjadi cara yang efektif untuk meredakan ketegangan jangka panjang setelah demonstrasi besar.

Jadi, tinjauan psikologi dalam pengamanan massa demonstrasi mencakup berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku kelompok, termasuk dinamika emosional, identitas sosial, pengaruh pemimpin, serta reaksi terhadap stres dan ketegangan. Pemahaman mendalam tentang faktor-faktor ini sangat penting dalam merancang strategi pengamanan yang efektif dan humanis, guna mengurangi risiko eskalasi kekerasan dan menciptakan suasana yang lebih aman bagi semua pihak yang terlibat.

Semoga bermanfaat.

Korelasi Genetika Antara Bangsa Indonesia dengan China

(Dede Farhan Aulawi)

Korelasi genetika antara bangsa Indonesia dan China dapat dipahami melalui studi genetika populasi, yang melihat bagaimana variasi genetik tersebar di berbagai populasi di dunia. Meskipun kedua bangsa ini memiliki perbedaan budaya dan sejarah yang signifikan, secara genetik, ada beberapa hubungan yang dapat ditemukan.

Secara umum, orang-orang Indonesia dan China termasuk dalam kelompok besar populasi Asia Timur dan Asia Tenggara. Beberapa studi genetika menunjukkan bahwa ada hubungan genetik yang lebih dekat antara populasi yang tinggal di Asia Timur (seperti China) dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dibandingkan dengan populasi dari benua lain.

Secara antropologis, sebagian besar orang Indonesia dan China termasuk dalam kelompok ras Mongoloid. Populasi ini memiliki pola distribusi genetik tertentu yang lebih banyak ditemukan di Asia Timur dan Asia Tenggara, meskipun dengan variasi yang lebih besar di masing-masing wilayah.

Berdasarkan bukti arkeologis dan studi genetika, diyakini bahwa migrasi manusia pertama kali keluar dari Afrika menuju Asia terjadi sekitar 60.000 hingga 70.000 tahun yang lalu. Setelah itu, manusia purba menyebar ke berbagai wilayah di Asia.

Salah satu teori yang diterima adalah bahwa nenek moyang orang Indonesia dan China berasal dari migrasi yang sama, meskipun jalur dan waktu migrasi mereka berbeda. Orang Indonesia, yang sebagian besar berasal dari kelompok Austronesia, kemungkinan besar bermigrasi ke wilayah ini sekitar 4.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Sedangkan, di China, kelompok Han yang dominan memiliki sejarah yang lebih panjang di wilayah tersebut.

Studi genetika modern, termasuk analisis haplogroup mitokondria dan Y-chromosome, dapat menunjukkan hubungan genetik antara populasi Indonesia dan China. Beberapa haplogroup mitokondria yang ditemukan pada orang Indonesia juga ditemukan pada orang China, terutama yang tinggal di wilayah selatan China. Haplogroup ini menunjukkan migrasi manusia yang terjadi ribuan tahun yang lalu.

Pada sisi laki-laki, analisis Y-chromosome juga menunjukkan adanya hubungan antara populasi Indonesia dan China. Beberapa penanda genetik ditemukan pada kedua populasi ini, yang mengindikasikan adanya hubungan leluhur yang lebih jauh.

Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman genetik yang sangat tinggi, berkat keberagaman etnis dan suku bangsa yang ada di sana. Dalam konteks ini, terdapat variasi genetik yang lebih besar di Indonesia dibandingkan dengan China, karena Indonesia dihuni oleh banyak kelompok etnis dan budaya yang berbeda.

Selain migrasi awal, pengaruh sejarah juga berperan. Misalnya, pada periode kerajaan-kerajaan di Indonesia, terutama pada masa kerajaan Majapahit, ada hubungan perdagangan dan pertukaran budaya dengan China. Ini bisa saja mempengaruhi genetik beberapa kelompok di Indonesia, meskipun pengaruhnya lebih pada aspek budaya dan sosial dibandingkan genetik.

Meskipun ada kesamaan genetik antara orang Indonesia dan China, ada juga perbedaan yang jelas. Genetika orang China, terutama yang tinggal di wilayah utara, cenderung memiliki variasi yang lebih besar dalam hal ketahanan terhadap iklim dingin dan adaptasi terhadap makanan tertentu (seperti fermentasi), sementara orang Indonesia lebih cenderung menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis dan pola makan yang berbeda.

Jadi secara keseluruhan, ada korelasi genetik antara bangsa Indonesia dan China, meskipun tingkat kedekatannya lebih terlihat dalam kelompok Asia Timur dan Asia Tenggara secara umum. Namun, perbedaan yang signifikan juga ada, terutama dalam hal keragaman genetik yang sangat tinggi di Indonesia akibat perbedaan etnis dan sejarah migrasi yang kompleks.

Red”

TEKNIK DAN TAKTIK PENGENDALIAN CHAOS

*Dasar Pemikirtan*
Pengendalian chaos mengacu pada berbagai pendekatan untuk mengelola dan mengurangi kondisi kekacauan, yang dapat berarti mengelola turbulensi dalam keadaan kacau. Secara umum, pengendalian chaos melibatkan adaptasi, fleksibilitas, dan pemahaman pola kompleks untuk mencapai stabilitas keamanan dan ketrtiban masyarakat.

Pengendalian chaos, khususnya dalam konteks keamanan, kerusuhan massa, atau situasi darurat lainnya memerlukan kombinasi teknik dan taktik yang terencana dengan baik agar efektif dan tetap sesuai dengan hukum serta etika.

*Tujuan Pelatihan*
Memberikan pembekalan kepada peserta terkait pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik dan taktik pengedalian kekacauan (chaos).

*Subjek Pembahasan*
1. Teknik Pengendalian Chaos
Teknik adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam mengelola atau mengendalikan situasi kacau (chaos). Beberapa teknik utama meliputi:
a. Disiplin Formasi
Membentuk barisan terorganisir (misalnya, formasi tameng atau barisan berlapis). Digunakan oleh aparat keamanan (seperti polisi anti huru-hara) untuk menjaga barisan dan menahan massa.
b. Penggunaan Peralatan Non-Mematikan
Gas air mata, Semprotan merica, Peluru karet, Granat kejut (flash bang), dimana alat-alat ini digunakan untuk membubarkan kerumunan tanpa membahayakan jiwa.
c. Negosiasi dan Komunikasi
Pendekatan awal untuk meredam konflik. Bisa juga menggunakan mediator atau negosiator untuk menenangkan massa dan mencegah kekerasan.
d. Penghalang Fisik
Menggunakan barikade, kawat berduri, atau kendaraan sebagai penghalang untuk mengendalikan arah pergerakan massa.
e. Identifikasi dan Isolasi Provokator
Menggunakan intelijen atau pemantauan CCTV untuk mengidentifikasi individu yang memprovokasi. Kemudian bisa menangkap atau mengisolasi mereka dari massa.

2. Taktik Pengendalian Chaos
Taktik adalah strategi operasional di lapangan yang dipakai untuk mengimplementasikan teknik secara efektif. Beberapa taktik utama:
a. Taktik Pengepungan dan Penekanan (Encirclement)
Mengelilingi kerumunan untuk membatasi gerak dan menekan mereka agar membubarkan diri.
b. Taktik Pendorongan dan Pemecahan
Membagi massa menjadi kelompok-kelompok kecil dengan mendorong maju secara perlahan menggunakan tameng dan tongkat.
c. Taktik Manuver Cepat
Menggunakan unit bergerak (misalnya kendaraan lapis ringan atau sepeda motor) untuk mengintervensi titik-titik krusial dengan cepat.
d. Taktik Dispersi Bertahap
Membubarkan massa secara perlahan, memberi waktu untuk keluar dengan aman, dan bertujuan guna menghindari bentrokan langsung.
e. Taktik Kejut dan Kejutan (Shock & Awe)
Menggunakan alat yang menimbulkan efek kejut psikologis (seperti flashbang atau sirene keras) untuk mengacaukan koordinasi massa.
f. Penggunaan Drone atau Teknologi Pengintai
Untuk memantau situasi secara real-time dari udara dan mengarahkan pasukan dengan data akurat.

3. Aspek Etika dan Hukum
Semua teknik dan taktik harus mematuhi hukum HAM dan protokol kepolisian. Jangan lupa harus ada proporsionalitas dan perlindungan terhadap warga sipil. Penggunaan kekerasan harus selalu menjadi opsi terakhir, bukan pertama.

*Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :*
– Pak Tata : 0815 7897 7777
– Ibu Ines : 0813 2498 5928
– Pak Anan : 0822 1982 1388
– Pak Ibnu : 0852 2009 7889

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Unjuk Rasa di KPK Esok

Pati ~ 31 Agustus 2025 Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu merencanakan demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Jakarta pada Senin 2 September 2025.

Hingga beberapa hari lalu, mereka terus melakukan penggalangan donasi untuk mendukung keberangkatan dan kebutuhan aksi tersebut. Tuntutan utama aliansi adalah agar KPK segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.

Posko penggalangan donasi berlokasi di depan Kantor Bupati Pati. Lokasi yang sama sebelumnya digunakan untuk pengumpulan logistik saat aksi unjuk rasa menuntut Sudewo mundur dari jabatan bupati pada 13 Agustus 2025. Posko itu berdiri di sisi tenda polisi. Sejak demonstrasi yang berujung ricuh pekan lalu, puluhan aparat masih bersiaga di Pati dengan mendirikan tenda di sekitar Kantor Bupati dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.

Aliansi memberi nama posko tersebut “Posko Penggalangan Donasi Rp 5.000”. “Tuntutannya kami mendesak KPK segera menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di DJKA,” ujar Fatih Surajaya, petugas posko, Rabu, 20 Agustus 2025.

Donasi dapat disalurkan langsung melalui posko atau lewat transfer. “Menerima donasi bisa uang, bisa armada, bisa truk, bisa pick up, bus, dan lain-lain,” kata Fatih. Aliansi menjadwalkan keberangkatan massa ke Jakarta pada 31 Agustus 2025, sebelum menggelar unjuk rasa pada 1 September.

Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi mengenai rencana aksi sekaligus tempat masyarakat menyampaikan aduan terkait kebijakan Bupati Sudewo. Posko tersebut dijadwalkan buka 24 jam hingga hari keberangkatan warga menuju Jakarta.

Sudewo diduga terjerat kasus korupsi terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada tahun anggaran 2022–2024. Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Bupati dari Partai Gerindra itu menerima aliran dana dari proyek tersebut.

“Uang yang diterima SDW diduga komitmen fee atas pengadaan proyek,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, ketika ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Budi menegaskan bahwa penyidik akan mendalami temuan tersebut. Ia juga berjanji menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penyidikan terhadap Sudewo.

Sementara itu, sebanyak 1.245 personel kepolisian diterjunkan saat masyarakat Pati menggelar aksi serentak mengirim surat ke KPK pada Senin, 25 Agustus 2025. “Kami memastikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal agar kegiatan penyampaian aspirasi, khususnya pengiriman surat ke KPK, berjalan damai tanpa gangguan,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Pati, Komisaris Besar Jaka Wahyudi, pada hari yang sama.

KPK sebelumnya menyebut Sudewo diduga memiliki peran besar dalam pengadaan proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada 2021–2022. “Yang bersangkutan, yang kami duga sejauh ini, perannya tidak hanya yang di Solo Balapan sampai Kadipiro,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Agustus 2025.

Asep menduga Sudewo juga terlibat dalam proyek pembangunan jalur ganda kereta api di sejumlah wilayah, seperti Jawa Barat, Jakarta, Semarang, hingga Tegal. Proyek tersebut berlangsung ketika Sudewo masih menjabat sebagai anggota Komisi Perhubungan DPR. “Sehingga untuk dia, bisa nanti sekaligus untuk penanganannya,” ujar Asep. /Red

Presiden Kunjungi Polisi Korban Kerusuhan, Polri Janji Pulihkan Keamanan dan Tangkap Pelaku

Jakarta – Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri menjenguk anggota Polri yang menjadi korban saat mengamankan aksi kerusuhan baru-baru ini. Kunjungan tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., usai mendampingi Presiden pada Senin (25/8/2025).

Kapolri menyampaikan bahwa Presiden memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para korban serta keluarga mereka.

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Presiden menyempatkan diri untuk mengunjungi keluarga besar Polri yang kemarin menjadi korban pada saat terjadi aksi kerusuhan. Beliau menemui satu per satu keluarga korban dengan penuh empati,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan, Polri akan memberikan penghargaan terbaik kepada para prajurit yang telah menunjukkan dedikasi dan pengorbanan dalam menjalankan tugas negara.

“Kami berkomitmen memberikan penghargaan terbaik bagi prajurit-prajurit kita yang sudah bekerja keras dan mengorbankan jiwa raganya dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai arahan Presiden. Polri berkomitmen memulihkan keamanan, menjaga ketertiban, serta memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali normal.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri akan segera mengembalikan keamanan dan ketertiban. Para pelaku kerusuhan akan ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” jelas Kapolri.

Ia juga memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang menjadi aktor intelektual maupun yang membiayai aksi kerusuhan.

“Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Kita akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Kapolri menyebut sudah cukup banyak pelaku yang berhasil diamankan dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.

Red”

Datangi Polda Jateng, Ratusan Orang Tua Jemput Anak yang Terlibat Aksi Anarkis

0

Semarang – Polda Jateng | Momen mengharukan terjadi saat Polda Jateng mempertemukan para orang tua dengan anak-anak mereka yang diamankan petugas usai melakukan aksi anarkis di Mapolda Jateng pada Sabtu, (30/8/2025) petang kemarin. Pertemuan itu digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada hari Minggu (31/8/2025) sore usai seluruh anak-anak menjalani pendataan dan pemeriksaan.

Para orang tua menangis ketika bertemu dengan anaknya. Raut wajah sedih dan kecewa nampak jelas di wajah mereka mengetahui sang buah hati diamankan polisi karena terlibat aksi anarkis.

Salah satunya dialami ibu Misih (53) warga sayung Kab. Demak. Dirinya tak kuasa menahan air mata saat bertemu dengan anaknya, A (15) dalam momen tersebut. Sang anak pun tak kuasa menahan haru ketika bertemu dan didampingi orang tuanya.

A sendiri merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dan satu-satunya laki-laki di rumah. Sehari-hari ia tinggal bersama ibunya, sehingga diharapkan bisa menjadi pelindung sekaligus teladan bagi keluarga kecil mereka.

Dengan tulus, dirinya meminta maaf kepada sang ibu dan berjanji untuk tidak lagi terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang salah. Permohonan maaf itu diterima dengan tulus oleh Bu Misih, sebagai wujud besarnya rasa cinta dan kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

Momen haru itu dialami oleh ratusan anak yang dipertemukan dengan orang tua dan keluarga mereka. Dalam kesempatan tersebut Polda Jateng memfasilitasi pemulangan 327 anak yang diamankan usai terlibat aksi anarkis.

Di hadapan para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan hari ini Polda Jateng melakukan kegiatan penegakan hukum terhadap pelaku aksi anarkis di Polda Jateng. Pihaknya menghimbau untuk semua pihak dalam hal ini Orang tua maupun Anak – anak yang diamankan untuk tidak melakukan pembiaran maupun mencegah perbuatan merusak / Destruktif.

“Ada aturan yang mengatur terkait dengan tidak diperkenankan siapapun berbuat pengerusakan, pemukulan dan melukai orang lain di aturan undang – undang ada maupun aturan agama ada, jangan dibiarkan perbuatan merusak kalau dibiarkan sekali dan seterusnya masa depannya akan tidak jelas,” pesan Kombespol Dwi Subagyo kepada seluruh Orang tua dan anak yang hadir.

Kombespol Dwi Subagio menambahkan ada beberapa orang yang akan diproses lebih lanjut karena yang bersangkutan melakukan pelemparan, pemukulan dan pengerusakan dengan alat bukti yang ada, namun tetap kita kembalikan kepada orang tua untuk selanjutnya akan kami panggil untuk proses lebih lanjut.

“Ada 7 orang yang akan diproses lebih lanjut dengan barang bukti yang sudah kami amankan, berani berbuat harus bertanggung jawab, jika sudah masuk dalam proses penyidikan nantinya akan lanjut ke pengadilan sangat disayangkan semoga tidak terulang Kembali,” imbuh Dirreskrimum Kombespol Dwi Subagio.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jateng Kombespol Artanto menambahkan seluruh pelaku yang diamankan meskipun dikembalikan ke orang tua akan tetap diminta wajib lapor setiap hari selasa dan kamis.

“Setiap pelaku diamankan rata-rata karena melakukan pelemparan, pengerusakan, gangguan ketertiban umum merusak fasilitas umum di sekitar Polda, sebanyak 327 pelaku yang Sebagian besar anak-anak kita lakukan pembinaan dan dikembalikan orang tua dengan melakukan wajib lapor pada hari selasa dan Kamis termasuk 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang terdiri dari 6 orang anak dan 1 orang dewasa nantinya akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuh Kabidhumas.

Red”

Rawan Ditunggangi Kericuhan, AMI Minta Aksi Demo 3 September di Surabaya Ditunda

0

SURABAYA,- Aliansi Madura Indonesia (AMI) berharap agar rencana aksi elemen Jawa Timur Menggugat tanggal 3 September nanti ditunda. Alasan, kondisi keamanan di Jawa Timur khususnya di Surabaya rawan ricuh.

“Kami berharap dan menghimbau ditunda terlebih dahulu pasca ada pembakaran gedung Grahadi Surabaya. Kalau nekat menggelar aksi, maka rawan akan ditunggangi aksinya dari kelompok yang menginginkan aksi anarkis di dalam aksi tersebut,”ujar Ketum AMI Baehaqi Akbar, senin 1 September 2025.

Menurut dia, pihaknya menghormati penyampaian aspirasi dari masyarakat di jalur terbuka, namun untuk saat ini lebih baik ditunda.”Demi menjaga kondisi yang kondusif, lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai kondisi keamanan di Jawa Timur benar-benar aman, “terangnya.

Sebelumnya, dalam aksi beberapa hari lalu, gedung grahadi Surabaya dibakar oleh massa yang anarki. Dalam pembakaran tersebut, massa yang anarki sempat melakukan penjarahan terhadap ruang wartawan di gedung cagar budaya tersebut.

Sekedar diketahui, elemen Jawa timur Menggugat merencanakan aksi besar untuk melakukan pemakzulan terhadap gubernur Khofifah. Dalam aksi tersebut mereka mengeluarkan beberapa tuntutan diantaranya antaranya meminta Khofifah menghapus pajak dan tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, baik roda dua maupun roda empat.

Kemudian yang kedua mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim triliunan rupiah yang diduga melibatkan Khofifah Gubernur Jatim. Dan ketiga, hapus dugaan pungli di SMA/ SMK Negeri di Jawa Timur.

Red”

Situasi Kondusif, LIN Turun Memantau Aksi Mahasiswa

Lampung – Situasi aksi mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Lampung akhirnya berjalan kondusif setelah sebelumnya sempat terjadi ketegangan. Lembaga Investigasi Negara (LIN) memastikan jalannya aksi tetap dalam koridor hukum dan berlangsung aman.

Ketua LIN Lampung, Ahmad Rizkie turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung aspirasi mahasiswa selama dilakukan dengan damai tanpa menimbulkan kericuhan.

“Kami dari LIN hadir untuk memastikan agar aksi mahasiswa berjalan dengan aman dan kondusif. Mahasiswa menyampaikan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi harus tetap menjaga ketertiban umum,” ujar Ketua LIN Lampung.

Dengan kehadiran LIN bersama aparat keamanan, massa aksi dapat diarahkan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib. Situasi pun tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.
Pihak Pemerintah Gubernur Lampung, Forkopimda Pangdam,Kapolda , danrem dan DPRD menemui aksi massa dan menerima dengan baik

Red”

ketua umum dewan pers Nusantara Agus Gunawan S.H,M.H,” menghimbau Kondusifitas Keamanan dan Jangan CARI PANGGUNG

*Jakarta* ” Mencermati perkembangan kondisi Indonesia dalam seminggu terakhir ini, tentu membuat prihatin kita semua. Demo yang tadinya damai sebagai cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, tiba – tiba menjadi rusuh dan anarkis serta serentak di beberapa kota di tanah air tercinta ini. 31/08/2025.

Tentu semua ini menimbulkan tanda tanya, apakah mungkin semua terjadi hanya spontanitas saja ? Atau ada pengkondisian sebelumnya ? Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta – fakta objektif yang ditemukan di lapangan “, ujar Pemerhati Keamanan Agus Gunawan S.H,M.H di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan para awak media yang menemuinya untuk bertanya mengenai perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini.

Dirinya menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan jangan mudah terprovokasi informasi di medsos demi menjaga kondusifitas keamanan, serta diharapkan tidak ada orang yang mencari PANGGUNG dengan memanfaatkan situasi,serta kondisi sekarang ini ” tegas Agus”

Dalam kondisi seperti ini, semua harus bersatu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian serta menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya ” Agus “, kondisi yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu menjaga ucapan dan tindakan yang bisa memperkeruh suasana. Ini semua jadi pembelajaran bersama.

Disamping itu, mudah – mudahan kondisi seperti ini tidak dijadikan panggung politik dengan memanfaatkan kekacauan, krisis, atau kegaduhan sosial-politik untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas serta tidak ada adu domba” tegasnya”.

Ciri-ciri perilakunya adalah :
– Muncul tiba-tiba saat krisis, meskipun biasanya tidak aktif.
– Mengeluarkan pernyataan kontroversial atau bombastis agar diliput media.
– Mengambil posisi ekstrem (misalnya menyalahkan pemerintah, membela kelompok tertentu secara berlebihan).
– Membagikan bantuan atau dukungan di depan kamera, bukan semata-mata untuk menolong, tapi untuk pencitraan.
– Menggunakan media sosial secara agresif untuk membentuk opini publik.

Hal tersebut tentu perlu dihindari, karena akan berdampak negatif seperti :
– Menambah kegaduhan, bukan menyelesaikan masalah.
– Mengganggu upaya penyelesaian krisis yang dilakukan pihak berwenang.
– Menyulut emosi publik untuk keuntungan pribadi / kelompok.

” Mari kita jaga NKRI ini yang kita cintai ini dengan kehidupan yang rukun. Pemerintah yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang menyayangi para pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia “, pungkasnya.

Dalam situasi kondisi sekarang ini perlu kita jaga bersama kondusifitas dan kedamaian untuk tidak mudah di provokasi “ucap Agus Gunawan S.H,M.H”.

Redaksi”

Dede Farhan Aulawi Himbau Jaga Kondusifitas Keamanan dan Jangan CARI PANGGUNG

” Mencermati perkembangan kondisi Indonesia dalam seminggu terakhir ini, tentu membuat prihatin kita semua. Demo yang tadinya damai sebagai cara konstitusional dalam menyampaikan aspirasi, tiba – tiba menjadi rusuh dan anarkis serta serentak di beberapa kota di tanah air. Tentu semua ini menimbulkan tanda tanya, apakah mungkin semua terjadi hanya spontanitas saja ? Atau ada pengkondisian sebelumnya ? Semua tentu perlu diselidiki dengan mengumpulkan fakta – fakta objektif yang ditemukan di lapangan “, ujar Pemerhati Keamanan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (31/8).

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan para awak media yang menemuinya untuk bertanya mengenai perkembangan situasi dan kondisi keamanan terkini. Dirinya menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri, dan jangan terprovokasi informasi di medsos demi menjaga kondusifitas keamanan, serta diharapkan tidak ada orang yang CARI PANGGUNG dengan memanfaatkan situasi. Dalam kondisi seperti ini, semua harus bersatu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian.

Menurutnya, kondisi yang aman dan damai menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak perlu menjaga ucapan dan tindakan yang bisa memperkeruh suasana. Ini semua jadi pembelajaran bersama.

Disamping itu, mudah – mudahan kondisi seperti ini tidak dijadikan panggung politik dengan memanfaatkan kekacauan, krisis, atau kegaduhan sosial-politik untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan popularitas.

Ciri-ciri perilakunya adalah :
– Muncul tiba-tiba saat krisis, meskipun biasanya tidak aktif.
– Mengeluarkan pernyataan kontroversial atau bombastis agar diliput media.
– Mengambil posisi ekstrem (misalnya menyalahkan pemerintah, membela kelompok tertentu secara berlebihan).
– Membagikan bantuan atau dukungan di depan kamera, bukan semata-mata untuk menolong, tapi untuk pencitraan.
– Menggunakan media sosial secara agresif untuk membentuk opini publik.

Hal tersebut tentu perlu dihindari, karena akan berdampak negatif seperti :
– Menambah kegaduhan, bukan menyelesaikan masalah.
– Mengganggu upaya penyelesaian krisis yang dilakukan pihak berwenang.
– Menyulut emosi publik untuk keuntungan pribadi / kelompok

” Mari kita jaga republik yang kita cintai ini dengan kehidupan yang rukun. Pemerintah yang mencintai rakyatnya, dan rakyat yang menyayangi para pemimpinnya. Kita semua masih bersaudara dalam bingkai keluarga besar Indonesia “, pungkasnya.

Red”