Beranda blog Halaman 619

37 Pelajar Diamankan ke Polsek Sruweng saat Akan Melakukan Tawuran

Kebumen – Aksi tawuran antar pelajar berhasil dibubarkan. Sebanyak 37 pelajar setingkat SMA diamankan Polsek Sruweng saat akan melakukan tawuran di Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, kejadian tersebut sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa 9 Mei 2023.

“Ada dua kelompok pelajar saling kejar di Desa Purwodeso, Sruweng. Dua kelompok itu diduga akan melakukan tawuran. Lalu ada warga yang melihat membubarkan serta melaporkan ke Polsek Sruweng,” jelas AKP Heru, Rabu 10 Mei 2023.

Dari hasil pemeriksaan para pelajar yang dipimpin Kapolsek Sruweng AKP Mardi, dua kelompok itu adalah pelajar sebuah SMK di Purworejo, dan gabungan pelajar setingkat SMA di Kebumen.

Menurut salah satu pelajar dari Purworejo, kelompoknya sebelumnya datang dari Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, menggunakan truk lalu turun di sebuah SPBU di Sruweng Kebumen.

Lalu tak lama kemudian saat pelajar Purworejo jalan ke arah timur bertemu dengan kelompok pelajar Kebumen kurang lebih 8 orang dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam menyerupai parang.

“Kemungkinan aksi tawuran yang semula akan dilakukan dipicu dari sebuah postingan di group WA ataupun di Medsos,” jelas AKP Heru berdasarkan hasil pemeriksaan para pelajar.

Setelah diamankan di Polsek Sruweng, para pelajar tersebut dilakukan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan Polsek Sruweng, lanjut AKP Heru, akan dilakukan pemanggilan pihak sekolah masing-masing, serta para orang tua pelajar untuk dilakukan pembinaan lebih mendalam di lingkungan sekolah dan keluarga.

Penyidik Mulai Periksa Saksi Terkait Keterangan Palsu Perkara APKOMINDO

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mulai serius menangani laporan polisi terkait perkara Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO). Pemanggilan saksi-saksi terkait perkara APKOMINDO ini, sudah mulai dilakukan pihak penyidik.

Salah satu saksi kunci yakni Rudi Rusdiah, ternyata telah diperiksa penyidik. Rudi Rusdiah memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi pada hari Rabu (3/5/2023) pekan lalu di Mapolres Jakarta Selatan, dalam rangka membantu pelapor Soegiharto Santoso alias Hoky mengungkap fakta yang sebenarnya.

Keterangan Rudi Rusdiah selaku saksi yang hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan Munaslub APKOMINDO tanggal 2 Februari 2015 kepada pihak penyidik ini, telah membuka tabir kebenaran terkait perkara APKOMINDO.

Penyelidikan kasus tersebut dilakukan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan atas laporan polisi yang dilayangkan Ketua Umum APKOMINDO yang sah versi Munas Tahun 2015, Soegiharto Santoso. Terlapor kasus ini adalah eks pengurus APKOMINDO yakni Hidayat Tjokrodjojo, Henkyanto Tjokroadhiguno, serta Chris Irwan Japari.

Ketiganya dipolisikan karena diduga memberikan keterangan palsu di bawah sumpah saat menjadi saksi di sidang perkara APKOMINDO di PN Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Ditemui usai mendampingi Rudi memberikan keterangannya, Hoky menegaskan, kesaksian ketiga terlapor inilah yang menyebabkan Majelis Hakim perkara Nomor. 633/Pdt.G/2018/ PN.JKT.Sel menganggap benar bahwa pengurus yang terpilih pada saat Munaslub APKOMINDO tanggal 2 Februari 2015 adalah Rudy Dermawan Muliadi sebagai Ketum, Faaz Ismail sebagai Sekjen, dan Adnan sebagai Bendahara.

Sehingga, kata Hoky, putusan itu dimenangkan oleh pihak penggugat atas nama Rudy Dermawan Muliadi sebagai Ketum dan Faaz Ismail sebagai Sekjen baik di PN JakSel dan di PT DKI Jakarta maupun di tingkat kasasi Mahkamah Agung RI.

Padahal keterangan para saksi tersebut, menurut Hoky, sudah dibantah oleh saksi kunci yaitu Rudi Rusdiah. Saksi Rudi Rusdiah, lanjut Hoky, telah memastikan kepada penyidik bahwa dirinya yang terpilih sebagai Ketum pada saat penyelenggaraan Munaslub tanggal 2 Februari 2015 dan pada saat itu Rudy Dermawan Muliadi sebagai Sekjen, serta Suharto Jowono sebagai Bendahara.

Hal itu dibenarkan Rudi Rusdiah saat memberikan keterangan pers kepada awak media usai diperiksa penyidik. “Saya adalah Ketum terpilih pada pelaksanaan Munaslub APKOMINDO 2015 bukan Rudy Dermawan Muliadi. Karenanya, hingga saat ini masih ada jejak digital pemberitaan yang masih dapat dengan mudah ditemukan dengan kata kunci ‘Rudi Rusdiah, Chairman Apkomindo Hasil Munaslub 2015’ di mesin pencarian google,” ungkap Rudi.

Rudi juga mengatakan, selain dari itu para saksi sesungguhnya mengetahui dirinyalah Ketum terpilih karena para terlapor dalam kasus ini ikut hadir dalam peristiwa tersebut.

Rudi juga menerangkan, setelah terpilih sebagai Ketum pada saat Munaslub tersebut, dirinya lalu mengundurkan diri pada tanggal 03 Desember 2015 dan digantikan oleh Rudy Dermawan Muliadi. “Jadi sangat tidak benar jika para saksi memberikan keterangan bahwa Rudy Dermawan Muliadi terpilih sebagai Ketum dalam peristiwa Munaslub, bahkan sesungguhnya saya juga telah hadir dan memberikan keterangan dalam sidang perkara di PN JakSel, ” ujar Rudi.

Menanggapi keterangan Rudi tersebut, Hoky selaku pelapor mengaku yakin setelah kebenaran ini terungkap, maka menjadi boomerang bagi seluruh pihak yang turut terlibat dalam rekayasa hukum selama ini, termasuk pihak Notaris yang membuat Akta No. 55 tanggal 24 Juni 2015 hasil Munaslub Apkomindo.

“Dalam akta itu ada pemalsuan keterangan bahwa pihak notaris yang menerbitkan akta menyebutkan Rudi Rusdiah ikut menghadap notaris. Padahal kepada penyidik Rudi Rusdiah mengaku belum pernah berjumpa dengan notarisnya,” ungkap Hoky

Belum lagi menurut Hoky, pihak Rudy Dermawan Muliadi dan kelompoknya juga melakukan rekayasa kepengurusan dengan pembuatan akta notaris No. 35 tertanggal 27 Desember 2016, dengan cara atau modus operandi membuat akta pengurusan badan hukum perseroan bukan organisasi perkumpulan. Dan menurut Hoky, tidak pernah ada dokumen pendukung dilakukannya Munas ataupun Munaslub, sebagai syarat perubahan kepengurusan sebuah organisasi, sehingga saat ini tidak memiliki SK MenkumHAM RI.

Anehnya, terdapat fakta hukum bahwa kepengurusan APKOMINDO versi Akta Notaris No. 35 yang hanya berjumlah 4 halaman tersebut mengalahkan APKOMINDO versi SK Menkumham RI. Padahal, ungkap Hoky, pihaknya sudah pernah mengantongi putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap sampai di tingkat MA untuk perkara No. 483 K/TUN/2016 yang menolak gugatan dari para pengurus versi Munaslub 2015, mengenai pembatalan SK Menkumham RI Nomor AHU -16.AH.01.07.Tahun 2012, tentang badan hukum APKOMINDO.

Menurut Hoky kondisi peradilan di Indonesia sedang diuji, terbukti telah banyak hakim agung di MA yang dijadikan tersangka oleh KPK, bahkan ironisnya beberapa hari yang lalu Sekretaris MA juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap.

Hoky yang juga menjabat sebagai Wartawan dan sering meliput di MA serta sedang menggalang para sahabat sesama wartawan untuk mendirikan Forum Wartawan Mahkamah Agung (FORWAMA) yang telah dicita-citakan bersama sejak tahun 2017, mengatakan, pihak terlapor harus membuktikan kepada penyidik tentang dokumen Munaslub yang menghasilkan Rudy Dermawan Muliadi sebagai Ketum tanggal 02 Februari 2015. “Jika tidak mampu maka silahkan mempertanggungjawabkan itu di depan hukum,” tandasnya.

Hoky juga menambahkan para Terlapor sesungguhnya telah menjadi bagian kelompok pihak Rudy Dermawan Muliadi dan juga kelompok dari Sonny Franslay serta Agus Setiawan Lie yang telah dilaporkan di Bareskrim Polri dengan laporan Polisi No. LP/B/0117/11/2021/Bareskrim, sejak tanggal 17 Februari 2021 dengan pokok laporan yaitu memberikan keterangan palsu di Bareskrim Polri dan di PN Bantul.

Perkara terkait APKOMINDO saat ini sedang menunggu putusan Majelis Hakim yakni perkara No. 258/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst yang rencananya diputus pada hari Rabu, tanggal 10 Mei 2023. Hoky juga mengaku akan menungg salinan puntusan perkara ini untuk kembali membuat laporan polisi, karena para terlapor yaitu Hidayat Tjokrodjojo dan Chris Irwan Japari juga telah meberikan keterangan diduga palsu dalam persidangan tersebut.

Aktivis KAKI Apresiasi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina Tidak Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum

SURABAYA,- Kasus meninggalnya Abdul Kadir tahanan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus bergulir sampai ke Polda Jatim.Terbaru, polisi menetapkan 13 tahanan lainnya sebagai tersangka. Selain itu, ada 4 polisi diduga langgar kode etik kepolisian republik Indonesia.

Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan 13 orang tahanan Polres Tanjung Perak Surabaya sebagai tersangka atas penganiayaan seorang tahanan kasus narkotika berinisial AK (45) hingga tewas, beberapa waktu lalu.

Selain itu, seorang perwira yang menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Tanjung Perak Surabaya berpangkat AKP, beserta tiga orang bintara anggotanya berpangkat Aipda, ditetapkan sebagai terduga pelanggar disiplin kode etik Polri, atas kasus tersebut, oleh Bidang Propam Polda Jatim.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto. Empat orang oknum anggota kepolisian tersebut, ditengarai lalai dalam menjalankan tugasnya. Dan oknum anggota kepolisian tersebut, ditengarai lalai dalam menjalankan tugasnya.

Sehingga tidak dapat mengantisipasi adanya keributan yang berujung pada penganiayaan korban di dalam area tahanan Mapolres Tanjung Perak Surabaya, hingga korban tewas dengan mendera sejumlah luka.

“4 anggota polisi ini yang jelas tidak melakukan tugas pokok sesuai kewenangannya. 3 bintara ini kan sebagai penjaga tahanan yang harusnya melakukan pemeriksaan, melakukan pengawasan terhadap tahanan. Yang satu kasat tahti yang seharusnya memimpin pelaksanaan pengawasan atau penjagaan tahanan,” ujarnya di Mapolda Jatim, Selasa (9/5/2023).

Hingga saat ini, Dirmanto menambahkan, keempat oknum anggota tersebut, sedang menjalani serangkaian pemeriksaan internal yang dilakukan oleh anggota Bidang Propam Polda Jatim. “Masih diperiksa,” ungkap mantan Kapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya itu.

Disinggung mengenai adanya dugaan keterlibatan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Herlina, dalam kasus tersebut. Dirmanto enggan menjawabnya, dan meminta awak media menanti perkembangan proses penyelidikan yang masih terus bergulir beberapa waktu ke depan ditunggu saja,” terangnya.

Mengenai penyebab tewasnya korban, Dirmanto mengungkapkan, korban tewas setelah dianiaya oleh 13 orang sesama tahanan di dalam Ruang Tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Setelah hasil pemeriksaan sementara tim Reskrim Polda Jatim dan Propam Polda Jatim, didapatkan sementara ini ada 13 tersangka sipil. Ini para tahanan yang ada di sana (Perak). Melakukan tindak kekerasan terhadap korban,” pungkasnya.

Sementara Aktivis Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Moh Hosen Mengapresiasi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina karena tidak tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum. Dalam artian AKBP Herlina tidak pandang bulu dalam penegakan hukum meski jajarannya terlibat didalamnya harus diproses secara hukum yang berlaku.

Ketegasan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Herlina ini patut diacungi jempol oleh segenap masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Karena tidak mau melindungi oknum anggota pelanggar kode etik kepolisian.

Sikap Kapolres AKBP Herlina mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menegakkan hukum di internal mabes polri keterkaitan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan kadiv Propam Ferdy Sambo.

Semoga dalam kasus ini mendapatkan hikmah luar biasa dan yang meninggal diampuni segala kekhilafannya serta diterima amal kebaikannya. Dan juga kami berpesan kepada segenap anggota kepolisian republik Indonesia khususnya bagian tahanan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para tahanan dengan baik, karena bagaimanapun Hak Asasi Manusia (Ham) Masih berlaku di Indonesia,” ungkap Aktivis KAKI.

Operasi Ketupat Candi 2023, Polres Kebumen Peroleh Juara Dua dari Polda Jateng

Kebumen – Kabar menggembirakan untuk Polres Kebumen datang dari Polda Jateng. Pos Terpadu Alun-alun Kebumen Operasi Ketupat Candi 2023 memperoleh reward dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi.

Reward diberikan melalui Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho saat pelaksanaan analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Kemanusiaan Ketupat Candi 2023 dalam rangka pengamanan rangkaian libur lebaran 1444 Hijriyah, di Mapolda Jateng, Selasa 9 Mei 2023.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto mengungkapkan, Polres Kebumen mendapat juara 2 di tingkat Polda Jateng setelah Polres Purbalingga di urutan pertama, lalu disusul Polresta Banyumas pada urutan juara 3.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2023 di Polres Kebumen. Sinergitas, serta kegigihan melayani masyarakat dalam rangkaian libur lebaran akhirnya mendapat apresiasi atau reward dari Polda Jateng,” jelas AKP Heru.

Selanjutnya Kasat Lantas Polres AKP Tejo Suwono menambahkan, reward diterima Polres Kebumen karena kelengkapan sarana-prasarana serta kekompakan seluruh instansi yang terlibat, di Pos Terpadu Alun-alun Kebumen dalam Operasi Ketupat Candi 2023.

AKP Tejo menambahkan, meski mendapatkan reward pihaknya tak langsung berpuas diri, tetapi akan selalu meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami bersyukur karena kerja keras rekan-rekan semua membuahkan hasil yang maksimal. Namun demikian, kita tetap harus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” jelas AKP Tejo yang menjadi perwakilan Polres Kebumen saat menerima reward di Polda Jateng.

Selain itu, menurut AKP Tejo, lancarnya arus lalu-lintas selama arus mudik maupun balik juga memperoleh apresiasi dari Polda Jateng. Kerja keras serta sinergi seluruh petugas yang terlibat menjadi salah satu penyumbang terbesar sehingga arus lalu-lintas secara umum berjalan lancar di Kebumen.

Kasat Lantas juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kebumen untuk selalu patuh terhadap rambu-rambu lalu-lintas karena ETLE masih beroperasi sebagai kontrol terhadap pelanggar.

“Hindari pelanggaran. Jangan sampai kita melanggar, lalu mendapatkan surat cinta (surat tilang). Dengan kita tertib berlalu-lintas, kita sudah termasuk menjaga keselamatan diri dan orang lain dari kecelakaan lalu-lintas saat bepergian,” pungkasnya.

Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Teras Bengkel Sepeda Motor di Padureso

Kebumen – Seorang laki-laki paruh baya ditemukan meninggal dunia di sebuah teras bengkel sepeda motor masuk Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, korban diketahui bernama Budi Santoso warga Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Korban ditemukan meninggal sekitar pukul 16.50 WIB, oleh warga yang melintas di depan bengkel, Senin 8 Mei 2023.

“Oleh warga awalnya dikira tengah tidur di depan bengkel. Namun saat itu posisinya tidak biasa. Saat dicek dan dipanggil oleh warga karena penasaran, korban tidak merespon,” jelas AKP Heru.

Mengetahui hal tersebut, lalu warga melaporkan ke Polsek Padureso. Tak lama kemudian, Polsek Padureso datang bersama dengan Inafis Polres Kebumen melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, lanjut AKP Heru, tidak diketemukan barang-barang berharga milik korban hilang, dan hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan

Hal tersebut juga diperkuat keterangan tim medis Puskesmas Padureso yang melakukan pemeriksaan kepada korban.

“Kuat dugaan korban meninggal karena sakit yang dideritanya. Keterangan keluarga, korban sakit komplikasi, serta memiliki riwayat sakit jantung,” ungkap AKP Heru.

Keterangan lain dari pihak keluarga, lanjut AKP Heru, korban habis mengantar anaknya pergi ke salah satu pondok pesantren di Kabupaten Wonosobo. Kemungkinan korban kambuh, lalu meninggal dunia.

HOAX- tidak ada pengobatan Ida Dayak di Aloen Aloen Johar Semarang

Semarang – Telah beredar melalui percakapan pesan berantai berisi poster yang mengklaim Ida Dayak akan membuka pengobatan Semarang

Poster tersebut bertuliskan Goes to SEMARANG 8 Mei 2023 sd 10 Mei 2023
Info update @ida.dayak.management

Serta pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang bertuliskan
“Pengomabatan bu Ida besok tanggal 8 sd 10 Mei di Aloen Aloen Johar baru njih, Monggo yang punya saudara sakit lumpuh. gak bisa ngomong.tangan bengkok bisa langsung di pengobatan bu Ida dayak..semoga informasinya bermanfaat bagi kita semua njeh..”

Informasi tersebut adalah Hoax atau berita bohong, untuk masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai adanya informasi terkait pengobatan bu Ida dayak yang akan diselenggarakan di Aloen Aloen Johar baru atau di Aloen Aloen Masjid Kauman Semarang.

STOP HOAX! Mari bersama untuk sebarkan pesan, dan berita positif, dengan membaca menanyakan lalu cek dan pastikan berita nya untuk pasti kebenaran nya, agak menjadi hal yang positif untuk konsumsi informasi masyarakat.
#hoax
#pengobatanalternatif #idadayak #aloenaloensemarang #kauman @polrestabes_semarang_official

Kapolri dan Panglima Sepakat Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Keamanan KTT ASEAN

NTT – TNI-Polri melaksanakan Apel Gelar Pasukan terkait pengamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan itu dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Usai apel gelar pasukan, Panglima TNI dan Kapolri melakukan pemeriksaan pasukan dam alutsista yang nantinya akan digunakan dalam pengamanan KTT ASEAN yang ke-42 ini. Selanjutnya, kedua pimpinan TNI-Polri ini melaksanakan Tactical Floor Game (TFG).

Menurut Sigit, pelaksanaan TFG menjadi hal penting guna setiap instansi yang mengamankan seperti TNI, Polri, BIN, BSSN dan instansi lain agar memiliki pemahaman yang sama.

“Semua ini harus memiliki pemahaman yang sama khususnya terkait dengan siapa harus berbuat apa. Kemudian apabila ada suatu peristiwa bagaimana kemudian itu diselesaikan terkait dengan jenjang-jenjang keputusan yang akan diambil, apakah bisa diputuskan langsung ataukah ini harus dilaporkan dan perintah datang dari atas,” kata Sigit di Labuan Bajo, NTT, minggu, 7 Mei 2023.

Dengan adanya kesamaan pemahaman tersebut, Sigit menuturkan nantinya berbagai macam persoalan mulai dari situasi normal, sampai dengan kondisi kuning, merah maupun kontijensi, seluruh anggota yang melaksanakan tugas di sektor masing-masing mengerti dan paham dengan apa yang harus dilakukan.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan antara TNI-Polri sudah mengetahui tugas dan tanggungjawab dalam pengamanan. Hal ini sangat penting agar penyelenggaraan KTT ASEAN berjalan aman dan sukses.

“Jadi tentunya kita sepakat bahwa dengan sinergisitas dan soliditas yang kita bangun, terus kita perkuat, menjadi kunci untuk bisa melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan ini dengan optimal. Itu kunci sukses dari bagaimana penyelenggaraan ini betul-betul bisa kita amankan dengan baik,” ujar Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut bahwa pihaknya sudah menyiapkan antisipasi ataupun solusi terkait dengan adanya unjuk rasa saat KTT ASEAN. Yakni, dengan menjalin komunikasi bersama pihak-pihak yang ingin menyampaikan pendapatnya.

“Tentunya harapan kita permasalahan-permasalahan yang ada bisa kita lakukan mitigasi penyelesaiannya seperti apa. Tentu kita akan bantu komunikasi kan itu terkait hal-hal yang bersifat unjuk rasa. Dan bagaimana pola penanganannya. Sehingga di satu sisi kebebasan berekspresi tetap bisa diberikan. Namun disisi lain, tidak mengganggu jalannya proses KTT ASEAN itu sendiri. Itu yang utama,” ucap Sigit.

Hal yang menjadi perhatian lainnya adalah terkait adanya ancaman gangguan aksi terorisme. Ia menyampaikan sudah melakukan rapat dan telah disiapkan satgas deteksi, yang memonitor terkait dengan orang-orang yang kita curigai.

“Jadi kita sudah pasang di beberapa sudut mulai dari Bandara sampai dengan akomodasi venue dan jalur-jalur yang dilewati, sehingga terhadap target yang memang selama ini sudah kita ikuti akan terpantau dengan alat-alat yang kita miliki dan tentunya apabila kemudian Termonitor, kita segera ambil langkah,” tutur Sigit.

Selanjutnya, kata Sigit, apabila ada ancaman terkait barang ataupun benda, yang dianggap mencurigakan, petugas keamanan sudah menyiapkan tim K-9 dan Jibom.

“Sehingga bagaimana kita bisa persiapkan evakuasi terhadap hal-hal seperti itu namun juga jangan sampai kemudian menjadi isu yang mengganggu proses KTT ASEAN,” jelas Sigit.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin ikut bersinergi bersama dengan TNI-Polri untuk mengamankan KTT ASEAN. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat juga bangga atas dipercayanya Indonesia menjadi keketuaan KTT ASEAN ke-42.

“Kita memilih tempat di Labuan Bajo ini harapannya bisa membawa ke depan kesejahteraan masyarakat di Labuan Bajo khususnya, dan membawa indonesia di kancah internasional. Tentunya tokoh agama, masyarakat adat, pemuda kita akan libatkan untuk melaksanakan pengamanan bersama TNI-Polri,” tutup Yudo di kesempatan yang sama.

Tinjau 91 Command Center, Kapolri dan Panglima TNI Pastikan Kesiapan Personel Jelang KTT ASEAN

NTT – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dengan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, meninjau langsung 91 Command Center untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan terkait pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kesempatan itu, Sigit mengungkapkan bahwa, pengecekan itu dilakukan guna memastikan kesiapan personel serta peralatan baik Body Worm Camera, Handy Talky (HT) hingga alat komunikasi lainnya yang terhubung dengan 91 Command Center terkait proses pengamanan KTT ASEAN.

“Semuanya kita sambungkan dengan Command Center. Sehingga pergerakan anggota di lapangan sekaligus juga kegiatan yang ada di lokasi, dimana anggota berada tersebut, bisa kita monitor sekaligus kita laksanakan pengecekan. Supaya kita bisa tahu terkait dengan hal-hal yang harus dievaluasi,” kata Sigit usai meninjau 91 Command Center di Labuan Bajo, NTT, Minggu, 7 Mei 2023.

Sigit menyatakan, dari peninjauan bersama Panglima TNI tersebut, seluruh personel TNI-Polri sudah melakukan evaluasi terkait dengan kendala-kendala yang ditemukan. Sehingga, pelaksaan Main Event KTT ASEAN pada tanggal 9-11 Mei, dari segi pengamanannya dapat berjalan optimal dan lancar.

“Mudah-mudahan dengan konsep operasi dan sistem kendali serta monitoring yang bisa kita pantau memudahkan proses pengamanan yang akan berjalan nanti,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menyebut, dengan terus melakukan pemantauan serta pemantapan pengamanan, nantinya penyelenggaraan KTT ASEAN dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, baik mulai dari kedatangan delegasi, lokasi penginapan hingga tempat utama berlangsungnya kegiatan tersebut.

“Kami bersama dengan Bapak Panglima sudah mengatur bagaimana proses untuk melakukan pengawalan dari mulai ketibaan di bandara sampai dengan di akomodasi hotel mereka. Kemudian pergerakan dari akomodasi ke venue utama semuanya. Tentunya sudah kita siapkan,” ucap Sigit.

Dari segi pengawalan, Sigit menuturkan bahwa, petugas keamanan nantinya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah tempat selama pelaksanaan KTT ASEAN.

Menurut Sigit, pengaturan lalu lintas itu harus dilakukan untuk menghindari terjadinya crowded. Mengingat, wilayah Labuan Bajo terdapat beberapa ruas jalan yang tidak terlalu lebar. Sehingga, kebijakan rekayasa diterapkan guna bisa terkelola dengan baik.

“Tentunya ada kondisi jalan yang memang kecil. Sehingga mau tidak mau, kita harus lakukan pengaturan rekayasa. Karena memang ini akan menimbulkan crowded apabila, tidak kita atur,” tutur Sigit.

Sebab itu, Sigit tak lelah, kembali mensosialisasikan tentang adanya kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut kepada masyarakat. Ia pun menginstruksikan kepada jajarannya terus menyampaikan komunikasi publik yang baik terkait dengan hal tersebut, demi kelancaran pelaksanaan KTT ASEAN serta masyarakat sendiri.

“Tentunya ada masyarakat mungkin akan terganggu. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya selalu menyampaikan komunikasi publik yang baik. Sehingga masyarakat terinformasi. Walaupun terganggu, namun masyarakat tetap mendukung seluruh kegiatan KTT ASEAN. Karena ini juga tentunya menimbulkan Multiplier Effect yang positif untuk masyarakat Labuan Bajo,” kata Sigit.

Disisi lain, Sigit menjelaskan, dengan terpilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi pelaksanaan KTT ASEAN, hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun Negara Indonesia. Apalagi, tema yang diusung dalam penyelenggaraan tersebut adalah, Epicentrum of Growth.

“Jadi bagaimana pertumbuhan itu bisa muncul dan terus bertumbuh di kawasan ASEAN tentunya, utamanya bagi Labuan Bajo sendiri yang saat ini menjadi destinasi wisata. Karena itu walaupun mungkin di dalam pelaksanaannya ada masyarakat yang terganggu atau kurang nyaman, kita harapkan semuanya bisa support, memaklumi bahkan mendukung,” papar Sigit.

“Dan saya juga mendapat informasi dari Pak Kapolda ada persatuan masyarakat Manggarai kurang lebih jumlahnya 100, mereka ikut terlibat dalam hal kegiatan pengamanan di venue yang ada. Tentunya ini merupakan bentuk dukungan positif dari masyarakat terhadap rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN dan juga pengamanan KTT,” tambah Sigit menegaskan.

Kesempatan yang sama, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyampaikan bahwa, masyarakat Labuan Bajo khususnya harus bangga lantaran KTT ASEAN dilaksanakan di wilayah tersebut.

Menurutnya, hal itu merupakan ukiran sejarah baru khususnya bagi Negara Indonesia. Sebab itu, Yudo berharap, semua unsur lapisan masyarakat khususnya di Labuan Bajo, dapat mendukung seluruh proses rangkaian KTT ASEAN, agar berjalan aman, lancar dan damai.

“Masyarakat tentunya juga harus bangga karena di Labuan Bajo, dilaksanakan KTT, ini merupakan sejarah baru, mengukir sejarah baru. Dan tentunya kalau ada hambatan sedikit tentang jalan-jalan ditutup ini tentunya mohon dimaklumi dan ini tidak ditutup selamanya. Artinya begitu rangkaian selesai silahkan masyarakat bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa. Harapannya tadi, karena memang jalannya sempit, ini mohon maaf tentunya supaya kegiatan ini dapat lancar. Saya ingin keterlibatan masyarakat, tokoh pemuda, agama dan adat, semuanya mendukung kegiatan ini. Karena semuanya demi Indonesia dan demi masyarakat Labuan Bajo,” tutup Yudo.

H Afan Faizin M.Pd Ketua DPC LIN (Lembaga Investigasi Negara) Kabupaten Mojokerto, mengucapkan Dirgahayu BIN tanggal 7 Mei 2023

H Afan Faizin M.Pd Ketua DPC LIN (Lembaga Investigasi Negara) Kabupaten Mojokerto, mengucapkan Dirgahayu BIN tanggal 7 Mei 2023

Wujud Penghormatan, Kapolda Sulteng sampaikan Duka Cita ke rumah (Alm) AKP Oscar J. Rorong

Palu – Sebagai wujud turut merasakan dukacita yang mendalam, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Agus Nugroho menyempatkan diri melayat ke rumah duka Almarhum Ajun Komisaris Polisi (AKP) Oscar J. Rorong di Komplek BTN Lasoani Bawah, Jalan Bulumasomba, Palu, Jumat (5/5/2023) malam

Didampingi beberapa pejabat utama, Kapolda Sulteng menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam kepada istri dan keluarga Almarhum AKP Oscar J. Rorong

“Atas nama keluarga besar Polda Sulteng, saya mengucapkan turut dukacita yang mendalam, atas meninggalnya bapak AKP Oscar J. Rorong,” ucap Irjen Agus Nugroho

“Semoga kehadiran kami dapat menjadi penghibur keluarga yang sedang berduka” harapnya.

Ditempat yang sama Kompol Lexy Gagola yang juga rekan kerja Almarhum mengungkapkan, AKP Oscar J. Rorong meninggal setelah dua minggu berusaha berjuang melawan sakit yang dideritanya,

Keluarga sudah berupaya untuk melakukan pengobatan medis, tetapi Tuhan berkehendak lain. Almarhum meninggal dalam usia 56 tahun, ujarnya

Sementara itu Dirreskrimum Polda Sulteng melalui Kabag Binopsnal AKBP M. Jufri mengatakan, Ditreskrimum Polda Sulteng merasakan kehilangan perwira terbaiknya yang bertugas di Seksi Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System)

Almarhum AKP Oscar J. Rorong menghabiskan masa tugasnya di Inafis Ditreskrimum Polda Sulteng. Beliau termasuk sosok panutan dan selalu bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya.

Tentunya kami keluarga besar Ditreskrimum juga turut berdukacita, semoga Almarhum diberikan tempat yang terbaik disisiNYA, Aamiin, pungkas AKBP M. Jufri