Beranda blog Halaman 467

Polsek Kota Agung Dibantu Warga Tangkap Pencuri Motor di Masjid Teba

Tanggamus – Dibantu warga, Polsek Kota Agung dan Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Tanggamus berhasil mengungkap kasus dengan menangkap tersangka pencurian sepeda motor di halaman parkir masjid Attobah Pekon Teba Kecamatan Kota Agung Timur, Kamis, 11 April 2024, pukul 13.30 WIB.

Kapolsek Kota Agung, AKP Amsar, S.Sos mengatakan, tersangka yang berhasil ditangkap adalah NR alias Wan (23), warga Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus.

“Penangkapan tersangka atas bantuan dan kejasama warga setelah pelaku mencuri sepeda motor Honda Beat warna merah putih dengan nomor polisi B 3989 CMU milik korban, Agus Riansyah (35) warga Pekon Teba,” kata AKP Amsar mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rinaldo Aser, S.H., S.I.K., M.Si., Sabtu 13 April 2024.

Kapolsek mengungkapkan, penangkapan tersangka setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut yang diterima dari Junaidi selaku Kepala Pekon Teba, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Lalu, Unit Reskrim Polsek Kota Agung bersama Tekab 308 Polres Tanggamus dan Pers Pos Pam Kota Agung segera menuju TKP dan sampai di lokasi kejadian, tersangka NR berhasil diamankan di rumah kepala Pekon.

“Setelah diamankan, pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Kota Agung untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Kapolsek menjelaskan, kronologi kejadian bermula korban memarkirkan sepeda motornya di halaman Masjid Attobah dan pergi ke seberang jalan untuk membeli pulsa di kios/konter.

Saat korban berada di kios, ia melihat tersangka bersama dua orang temannya, berhenti di halaman masjid dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam dan salah satu dari pelaku langsung mengambil sepeda motor korban dengan menggunakan kunci leter T.

Korban mencoba menghalangi pelaku, namun salah satu pelaku turun dari sepeda motor Yamaha Nmax dan mencoba melawan dengan mengeluarkan/mencabut senjata tajam jenis pisau garpu yang diselipkan di pinggangnya.

“Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan salah satu pelaku beserta sepeda motor korban di dekat jalan raya, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib,” jelasnya.

Atas kejadian itu, korban Agus Riansyah, juga telah melaporkan secara resmi ke Polsek Kota Agung sebab ia mengalami kerugian sebesar Rp12 juta kepada Polsek Kota Agung Polres Tanggamus.

“Barang bukti yang diamankan meliputi sepeda motor Honda Beat warna merah putih dengan nomor polisi B 3989 CMU, STNK, kunci kontak, dan sebilah senjata tajam jenis pisau garpu bergagang kayu bersarung kulit warna kecoklatan,” ujarnya.

AKP Amsar mengungkapkan, berdasarkan keterangan tersangka NR alias Wan bahwa ia beraksi bersama dua temannya, awalnya datang dari Bandar Negeri Semuong mencari sasaran ke arah Kota Agung.

Ketika melihat sasaran di Masjid Attobah, Pekon Teba, mereka berpura-pura ke kamar kecil sambil melihat situasi, setelah dipastikan aman satu pelaku inisial A membobol motor korban.

“Pelaku berperan melihat situasi, satu rekannya sebagai eksekutor dan satu rekannya stanby di motor,” ungkapnya.

Kesempatan itu, Kapolsek mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat dalam mendukung Kamtibmas hingga berhasil menangkap pelaku.

“Terima kasih atas peran serta masyarakat pekon teba sehingga pelaku berhasil ditangkap,” ucapnya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolsek Kota Agung Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka NR alias Wan dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun. Terhadap 2 rekannya ditetapkan DPO,” tandasnya.

Sementara itu, menurut tersangka NR alias Wan bahwa ia telah tiga kali beraksi melakuan pencurian diantaranya 2 di Kecamatan Semaka, namun motor ditebus oleh korban dan ia mendapatkan bagian Rp200 ribu.

“Udah 3 kali, di Semaka 2 kali. Cuma ditebus orangnya dan saya biasanya dikasih Rp200 ribu,” kata tersangka NR sebelum dijebloskan ke penjara. (*)

Red”yus

One Way Arus Balik Resmi Dimulai, Pengemudi Diminta Jaga Toleransi di Jalan

Semarang | Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa one way atau sistem satu arah di arus balik libur Lebaran 2024 telah dimulai. One way diterapkan dari Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali.

Sejumlah pejabat hadir di Gerbang Tol Kalikangkung saat membuka one way. Para pejabat itu mulai Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hingga Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan, Kapolda Jateng Irjenpol Ahmad Luthfi serta sejumlah PJU Polda Jateng.

“Hari ini sesuai dengan rakor yang dilaksanakan di Km 70, kita sepakati bahwa hari ini diberlakukan one way satu jalur,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat jumpa pers di GT Kalikangkung, Sabtu (3/4/2024) siang.

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan dan Menhub Budi Karya secara resmi membuka one way tersebut. Dengan pengawalan petugas, kendaraan dari Tol Kalikangkung mulai berjalan mengarah ke arah Jakarta tanpa hambatan.

Sebagai langkah persiapan, Polisi juga telah melakukan sterilisasi jalur tol dari barat ke timur sebelum one way arus balik dimulai.

“Sterilisasi kendaraan itu dilakukan sejak pukul 13.00 WIB. One way kita laksanakan pada pukul 15.00 WIB start dari Kalikangkung,” terang Kakorlantas.

Selain sistem one way, Korlantas juga akan menerapkan sistem contra flow hingga Km 47. Pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap juga akan diberlakukan.

Guna mengatur kecepatan kendaraan dalam batas aman saat contra flow, petugas juga akan melaksanakan patroli sepanjang jalur dengan interval 30 menit.

“Pembatas dan water barier pemisah jalur juga akan diperbanyak untuk menjaga keamanan dan keselamatan kendaraan di jalur contra flow,” tambahnya.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak berhenti di bahu jalan saat beristirahat, namun memanfaatkan rest area dan pos polisi yang tersebar di sepanjang jalur baik tol maupun arteri.

Faktor kelelahan juga berpotensi meningkatkan potensi pemudik mudah temperamental di jalan. Untuk itu dirinya meminta agar sesama pengguna jalan untuk menjaga toleransi dan saling menghormati pemakai jalan lainnya.

“Mudah-mudahan perjalanan ke barat bisa lancar, selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Red”

SILENT WARRIOR: SUNYI DI DALAM KERAMAIAN”

Pernahkah Anda melihat orang-orang yang berjuang di dalam kediamam atau ketenangan dalam konteks kepentingan orang banyak, tanpa Anda tahu mereka itu siapa? Ya, mereka adalah para Silent Warrior. Silent Warrior adalah sebuah istilah yang merupakan gabungan antara kata “silent” (tenang/diam) dan “warrior” (pejuang/pendekar), yang secara bebas bisa diterjemahkan sebagai “pejuang dalam diam” atau orang yang bekerja untuk kepentingan orang banyak namun sosoknya tetap tersembunyi, nyaris tak ada yang mengenalnya.

Silent Warrior memang unik. Mereka bagaikan bergelap-gelap di dalam terang, bersepi-sepi di dalam keramaian. Mereka berjuang melakukan tugasnya secara total, lalu pihak lain menikmati perjuangannya, tanpa pernah melihat siapa yang berjuang itu. Silent Warrior tak pernah berteriak mengklaim hasil pekerjaannya, mereka sudah cukup bahagia ketika pihak lain menerima dan menikmati apa yang dikerjakannya. Silent Warrior hampir tak pernah dipuji ketika berhasil, tetapi bersiap menerima sanksi atas segala bentuk kegagalan.
Di sekeliling kita — sadar atau tidak — seringkali kita bertemu dengan para Silent Warrior tersebut. Tukang sapu jalanan, misalnya. Kita marah ketika jalanan dipenuhi oleh sampah, namun kita tak pernah tahu — apalagi memberikan apresiasi — kepada orang yang telah membuat jalanan menjadi bersih. Sebahagian kita menganggap biasa saja para pekerja kebersihan, seraya berucap dalam hati “toh mereka sudah dibayar untuk itu”. Atau contoh lain adalah tentang perjuangan para guru , tenaga medis, anggota TNI/Polri di daerah perbatasan atau terluar Indonesia. Mereka tercerabut dari sistem pergaulan sosial kota untuk hidup di tengah pegunungan atau sisi laut, yang sama sekali tidak menawarkan kemudahan atau hal-hal yang sifatnya modern. Mereka berjuang dengan segala keterbatasan, di mana terkadang nyawa pun harus mereka pertaruhkan. Kita yang sibuk di tengah keriuhan kota besar pastilah tak sempat membayangkan bagaimana perjuangan luar biasa para Silent Warrior itu.

Silent Warrior ada di berbagai sisi kehidupan kita, pada berbagai profesi dan jenis perjuangan mereka. Mereka bukan hanya sosok yang berjuang lewat eksistensinya secara pribadi, tetapi juga ada yang berjuang dengan membawa nama kelompok, komunitas atau institusi. Penyebutan Silent Warrior pun bisa datang dari masyarakat, bisa pula diciptakan oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Penyebutan Silent Warrior oleh masyarakat atau kalangan di luar diri mereka misalnya pernah dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di tahun 2019 lalu yang menyebut para anggota security atau satuan pengamanan (satpam) sebagai Silent Warrior. Sebuah penyebutan yang membawa rasa bangga di baliknya. Contoh penyebutan yang berasal dari diri mereka sendiri misalnya kita mengenal ada satuan Silent Warrior (SW) di Densus 88. SW Densus 88 yang karena tugasnya memang mengharuskan mereka berdiam-diam di dalam keriuhan, bergelap-gelap di dalam terang, sebab ada pola intelejen yang harus dilaksanakan.

Lalu apakah seseorang yang sosoknya bisa disebut sebagai Silent Warrior itu akan surut jiwa kejuangannya lantaran merasa kurang diapresiasi eksistensi dirinya, sebab orang lebih melihat hasil perjuangannya? Tentu tidak. Meski secara manusiawi ada dari mereka yang merasa diperlakukan kurang fair oleh orang lain, oleh komunitasnya, atau oleh institusi di mana ia bertugas. Ada sebuah contoh kasus di mana seseorang yang telah berjuang selama puluhan tahun, mengukir prestasi pribadi dan institusinya, namun justru mendapatkan apresiasi yang minim. Apresiasi dimaksud tentu saja bukanlah uang atau materi, tetapi adalah bentuk-bentuk penghargaan lain yang bukan bersifat kebendaan.

Contoh dimaksud adalah tentang seorang anggota Polri yang telah menorehkan prestasi, baik secara nasional mau pun internasional. Ia pernah bekerja di daerah terpencil di antara lebatnya hutan, lalu ikut membangun dan membesarkan salah satu satuan atau detasemen yang sangat disegani di dunia internasional, lalu juga bertugas di luar negeri dalam banyak jenis ragam penugasan, mulai dari menjadi bagian pasukan penjaga perdamaian PBB hingga bertugas pada kedutaan besar Republik Indonesia di beberapa negara. Ikut membina Pencak Silat Indonesia, juga melatih /membina di Gerakan Pramuka. Jika melihat catatan tersebut di atas, maka laiklah kita menganggap bahwa ia bukanlah pejuang biasa, ia layak disebut sebagai seorang pejuang istimewa secara kapasitas. Lalu hal apa yang ia anggap sebagai kurang fair dalam mengapresiasi perjuangan dan prestasinya?

Sang polisi tersebut tidak berbicara tentang seberapa besar uang yang ia dapat, namun secara manusiawi yang tengah bicara tentang jenjang karir atau hirarki di dalam institusinya. Seperti diketahui, seorang anggota Polri jika akan menaiki karir atau hirarki yang lebih tinggi haruslah melalui proses pendidikan lanjutan yang pada setiap level kepangkatan atau jabatan berbeda satu sama lain. Nah, proses pendidikan itulah yang luput didapatkan oleh sang anggota Polri yang sedang kita bicarakan ini.

Pola rekrutmen pengisi jabatan tertentu lewat proses pendidikan sebenarnya sudah baik secara sistem. Bukan hanya di institusi TNI/Polri, tetapi juga di institusi sipil. Namun sistem yang sudah baik itu dalam beberapa kasus kerap dirusak oleh insan-insan yang sarat dengan kepentingan yang sifatnya subyektif. Misalnya kedekatan secara personal atau — yang lebih menyedihkan — menggunakan uang sebagai kendaraan untuk masuk ke pintu pendidikan. Maka tak heran jika ada komentar yang nuansanya menyalahkan, seperti “kamu sih kurang pendekatan sama boss” atau “kenapa tidak berusaha kasih uang untuk melancarkan keinginanmu?” Karena itulah yang terjadi, maka sang anggota Polri itu harus dengan ikhlas merasakan dirinya seperti kurang dihargai, seraya ia menyaksikan orang-orang yang secara kapasitas dan kapabilitas berada di bawahnya sekarang justru memikiki karir di atas dirinya. Sebuah kegetiran yang mau tak mau harus ia kecap dan bawa sepanjang hidup. Pernah sekali ia berpikir untuk ikut ke dalam kecenderungan yang keliru itu, yaitu dengan memberikan upeti agar ia bisa menjalani pendidikan lanjutan, namun hati nuraninya menolak secara keras. Ia tak ingin menodai institusi yang sangat ia cintai dan kagumi.

Maka hari ini para Silent Warrior tetaplah hadir di sekeliling kita, terlepas dari kita menyadari atau tidak keberadaan mereka. Mereka bekerja dalam senyap, mereka berada di ruang kecil yang sunyi, pada saat keramaian ada di sekitarnya. Mereka berjuang dan mengabdi untuk bangsa dan negara, di mana tidak setiap orang mau melakukan apa yang ia lakukan. Semua orang ingin menjadi pahlawan, ingin menjadi pendekar, tetapi hanya sedikit yang ikhlas namanya tak dikenal. Silent Warrior hanya memiliki satu keikhlasan yaitu berjuang untuk bangsa dan negara RI tercinta. *Muhamad Zarkasih/ Pengamat Sosbudkum*

Peduli Dengan Kesehatan Warga Binaan, Babinsa Koramil 1710-05/Jila Bersama Satgas Yonif 116 Laksanakan Pendampingan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Jila

Timika – Para Bintara pembina desa dari jajaran Kodim 1710/Mimika di tingkat Koramil kian intens melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat di wilayah tugasnya. Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 1710-05/Jila yang dipimpin oleh Sertu Lambertus secara intensif dan kali ini Babinsa bersama Satgas Yonif 116 mendampingi Puskesmas Jila untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat, Sabtu (13/04/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kampung Jila, Distrik Jila, Kabupaten Jila dan pendampingan layanan kesehatan ini merupakan bentuk dukungan TNI untuk mewujudkan kesehatan di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Babinsa tidak hanya mendampingi petugas kesehatan namun juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat dengan cara membacakan buku edukasi kesehatan mengingat masih banyak masyarakat setempat yang tidak bisa membaca.

Warga pun mengaku senang dan menyampaikan terima kasih kepada Babinsa yang senantiasa mendampingi masyarakat. Mereka pun senang karena selain mendapatkan pelayanan kesehatan juga mendapatkan pengetahuan baru melalui edukasi yang diberikan. (Pen Kodim 1710/Mimika)

Red”

Abah Maksum Sosok Relawan Tanpa Pamrih Warga Tasik

Tasikmalaya- Abah Markun (68), warga desa Cikubang kecamatan Taraju Tasikmalaya, sosok relawan yang tulus dan tanpa pamrih melakukan perbaikan jalan rusak yang menghubungkan desa Singasari-Cikubang di wilayah Taraju kabupaten Tasikmalaya.

Jalan penghubung yang dikerjakan oleh Abah, dengan membentangkan bebatuan dan memberi batu pengeras, tepatnya di jalan Citilu yang menuju ke desa Cikubang yang juga tembus ke desa Cukangkawung kecamatan Sodong.

Saat awak media bersama teman melewat pada jumat pekan lalu, menemui Abah di jalan yang rusak sedang memperbaikinya.

Abah Maksun mengatakan bahwa, ini adalah bentuk partisipasi dan inisiatif saya sebagai masyarakat kepada pemerintah untuk memperbaiki jalan rusak.

Bagaimana pun juga ini adalah salah satu jalan yang sangat strategis dan hidup sebagai pertumbuhan ekonomi yang digunakan oleh masyarakat desa Singasari, Cikubang dan Cukang Kawung,” katanya senang.

“Bahkan warga juga memakai jalan ini dari Taraju, Sodong sering lewat sini, ” katanya.

Dirinya (Maksum) meneruskan, sebenarnya ini tanggung jawab pemerintah setempat, tapi kalau pemerintah tidak bisa cepat mengatasi jalan yag rusak tentu akan berpengaruh terhadap keamanan.

Jalan rusak ini harus dijamin, bukan hanya keamanannya tetapi juga kelancaran lalulintas jika jalan ini cepat diiperbaiki keamanan, kecelakaan lalu lintas terhindar dan perekonomian pun akan lancar, ujarnya.

Karena ini adalah wilayah desa Singasari yang banyak kegiatan ekonomi dan sosial dipergunakan oleh desa Cikubang, kata sungguh.

” Kami mohon kepada birokrat dan tokoh masyarakat segera memusyawarahkan perbaikan jalan jalan yang rusak di wilayah desa tersebut, ujar Abah Maksum menutup.Ris

Red”

Wisata di Pantai, Satgas Operasi Ketupat Tinombala Imbau Orang tua Agar Awasi Anaknya

PALU, Aktifitas masyarakat terus meramaikan setiap pagi di hari libur Lebaran Idul Fitri 1445 H di pantai talise, Kota Palu, Sulteng, Sabtu (13/4/2024) pagi.

Masyarakat tua muda laki-laki perempuan dan anak-anak berbaur, ada yang bertujuan untuk mandi-mandi, merendam diri di air laut dan sekedar melihat fenomena pantai di teluk Palu ini.

Tim Search And Rescue (SAR) Satbrimobda Sulteng yang tergabung dalam Satgas Operasi Ketupat Tinombala-2024 di Siagakan di Pantai untuk berikan pertolongan segera bila terjadi insiden yang tidak diharapkan.

“Tim SAR Satgas Operasi Ketupat Tinombala bersiaga di lokasi pantai sejak pukul 06.00 wita,” ungkap Kasatgas Humas Operasi Ketupat Kompol Sugeng Lestari di Palu, Sabtu (13/4/2024)

Keberadaan tim SAR tentunya untuk membantu melakukan pencarian dan pertolongan/penyelamatan apabila terjadi insiden di pantai, ujarnya

Kasatgas humas juga menyebut, libur lebaran obyek wisata pantai memang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Sehingga keberadaannya perlu diamankan.

Selain mengamankan obyek wisata di hari ke-4 lebaran, Satgas operasi ketupat tinombala juga rutin melaksanakan patroli subuh, patroli perumahan kosong yang ditinggal mudik lebaran, pemantauan arus balik dan melaksanakan kegiatan harkamtibmas lain, bebernya

Diimbau kepada masyarakat yang berwisata di pantai agar mengawasi anak-anaknya dan tidak dibiarkan main sendiri. Mohon kerjasamanta untuk keamanan dan kenyamanan dalam menjalani libur Idul Fitri 1445 H ini, pungkasnya.

Red”

Sempat di Keroyok Masa,Polsek Pebayuran Gerak Cepat Amankan Diduga Pelaku Curanmor

Bekasi – Mendapat laporan dari warga. Polsek Pebayuran gerak cepat mengamankan diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Kampung Kp Kobak Rotan RT.03 RW 04 Desa Karangpatri Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.Jum’at (12/04/2024) Pukul : 10.30 Wib.

AKP Hotma Portugu Sitompul S.H Pebayuran, menjelaskan kepada awak media.Anggota Polsek Pebayuran Aiptu Dwi piket Binmas,Aiptu Ismail Piket Isak,Bripka Hendra Piket Binmas dan Bripka Mardi Piket Binmas,berhasil mengamankan diduga pelaku curanmor kendaraan bermotor,yang sempat di keroyok masa berinisial AN alamat Kp Jati Mulya Desa Mekarjati Karawang Barat Kabupaten Karawang dan alamat domsili pelaku Kp Jujuluk Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi.

“Pelaku mengambil 1 Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit tahun 2005, Warna Hitam Merah, No.Pol.B- 6199- FGF, No.Ka: MH1HB411X5K091697, No.Sin: HB41E1087309,milik korban bernama Sah Kp Pengasinan Desa Bantarsari Kecamatan Pebayuran,yang pada saat itu sedang nyambut rumput di sawah, sedangkan saksi Sedang memanen kangkung,”terangnya AKP Hotma Portugu Sitompul S.H Pebayuran.

Lanjutnya AKP Hotma Portugu Sitompul S.H Pebayuran, mengatakan,menurut saksi bernama Umi yang melihat pelaku sedang menghidupkan motor korban, namun kendaraan korban tidak bisa hidup, kemudian pelaku mendorong motor korban, setelah tidak bisa di ambil, pelaku pindah ke kendaraan yang lain milik saksi, kemudian saksi menayangkan ke korban ” Mang itu motor milik amang bukan.

“Kemudian korban pun menjawab ” iya itu motor saya ” kemudian saksi berteriak ” Maling ”
Kemudian pelaku langsung kabur.
Saksi berusaha mengejar sambil berteriak sehingga warga sekitar ikut membantu mengejar dan berhasil menangkap Pelaku dan di amankan di rumah sdr.Supriyanta alias Danton alamatkan Kp Lembang Desa Karangpatri Kec. Pebayuran dan sekarang pelaku sudah kami amankan di Polsek Pebayuran,”tutup AKP Hotma Portugu Sitompul S.H Pebayuran.

(Red:Misnan)

Indonesia Kirim Wakil di Semua Sektor Bulu Tangkis pada Olimpiade Paris 2024

JAKARTA, 12 APRIL 2024 – Indonesia memastikan akan mengirim wakil pada semua
sektor cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Paris 2024. Walaupun pertandingan
Badminton Asia Championship (BAC) 2024 masih berlangsung di Ningbo, Tiongkok,
namun perolehan poin dan peringkat atlet-atlet Indonesia sampai saat ini telah
mengamankan tiket mereka ke perhelatan olahraga terbesar sejagat tersebut.

Indonesia akan diwakili Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra,
Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di
ganda putra, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda putri, dan Rinov
Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran.

Ketua Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024 PBSI M. Fadil Imran mengatakan,
“Alhamdulillah, kita telah mencapai satu tonggak penting dalam perjalanan menuju
Olimpiade. Ini adalah buah ketekunan menjalankan proses dari para atlet, pelatih,
official, dan tim pendukung. Capaian ini juga merupakan hasil strategi yang jitu dalam
menyusun peta jalan atlet dalam mengikuti berbagai turnamen sepanjang tahun ini. Ini
adalah hasil kerja kolektif.”

Bulu tangkis menyusul sejumlah cabang olahraga Indonesia lain yang telah
memastikan keikutsertaan mereka dalam Olimpiade tahun ini, yakni panahan, senam
artistik, menembak, panjat tebing, selancar, angkat besi, dan atletik.

Fadil menambahkan, setelah mengamankan kualifikasi di Olimpiade, atlet-atlet
bulutangkis masih harus berjuang untuk memperbaiki seeded atau posisi unggulan
yang menguntungkan. Ini yang akan dikejar di ajang BAC yang tengah berlangsung,
Thomas & Uber Cup, hingga Indonesia Open pada awal Juni mendatang.

“Ini juga butuh strategi yang jitu serta kesiapan para atlet. Semoga kepastian tiket ini
memberi semangat baru bagi para atlet dan seluruh tim,” ujar Fadil. Di Paris nanti akan ada total 172 atlet bertarung di lima sektor bulu tangkis. Pada
Olimpiade Tokyo 2020 yang dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19, Indonesia
membawa pulang medali emas ganda putri yang dimenangkan Greysia Polii/Apriani
Rahayu dan medali perunggu tunggal putra yang diperoleh Anthony Sinisuka Ginting.

“Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam persiapan Olimpiade ini karena
telah bergerak dalam satu visi, satu semangat, memberikan yang terbaik untuk Merah
Putih. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan
doa, dukungan, kritik, dan saran kepada kami,” kata Fadil.

Red”

Kapan Lagi Bisa Menikmati Liburan Bersama Keluarga di Wisata Alam Gunung Dago

Parungpanjang, – Memasuki Hari Raya Idul Fitri, Wisata Vila Gunung Dago setiap tahunya membeludak hingga mencapai ribuan pengunjung, banyak wisatawan berdatangan dari berbagai wilayah, karna suasana objek wisatanya begitu indah bila dipandang dari atas pegunungan yang begitu segar di mata.

Menurut seorang wisatawan, Vila Gunung Dago merupakan wisata yang nyata. Maka tak heran bila banyak orang penasaran ingin melihat dan berkunjung mendatanginya.

Dengan keindahan alam yang menakjubkan, didapati juga tempat-tempat gajebo untuk bersantai, ini sangat cocok untuk traveler yang ingin datang bersama dengan keluarga dan teman, khususnya bagi mereka yang sangat gemar berfoto.

“Karena pada tempat ini selain menyuguhkan indahnya pemandangan alam juga menyediakan spot-spot foto yang siap untuk menjadi ornamen pendukung saat traveler berfoto seperti foto prewedding bersama keluarga atau sahabat juga dan kekasih terangnya” katanya.

Diketahui, Objek Wisata Gunung Dago memiliki 17 villa. Bermacam-macam tipe ada baik full ac maupun non ac, biaya penginapannya pun sangat terjangkau.

Ditempat yang sama, saat awak media mewawancarai salah satu pengunjung dari Cimone Tangerang mengatakan, “Saya sengaja berkunjung ketempat wisata ini karna saya sangat penasaran bagai mana sih, dan seperti apa wisata alam gunung Dago itu, teryata memang benar-benar saya kagum dengan keindahan wisata alam ini saya merasa betah sejuk indah di tempat ini” ungkapnya.

“Tempat wisata Gunung Dago ini sangat cocok bagi kita yang ingin datang bersama dengan keluarga dan teman. Tempat wisata ini memiliki banyak fasilitas diantaranya ada villa, saung, kampung adat, wahana ATV, flying fox, spot foto yang indah, menyediakan sepeda ontel, tempat mainan anak anak dan lain-lain” sambungnya.

Di tempat yang sama, saat awak media dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Jakarta Barat dan FWJI Wilayah Khusus Bogor Barat berbincang-bincang dengan Jaenudin selaku Pengelola Wisata Alam Gunung Dago.

Pada kesempatan itu, Jaenudin menerangkan dan menjelaskan tempat wisata alam Gunung Dago dalam perjalanan dan perjuangan proses mengelola Gunung Dago yang dahulu.

“Kawasan Gunung Dago sebelumnya gersang dan tidak tertata ekosistemnya, seiring waktu sekarang alam Gunung Dago terjaga dengan baik oleh pihak pengelola kawasan wisata alam Gunung Dago, ini bisa dibilang masih cukup baru di Parungpanjang Desa Dago Kabupaten Bogor, karena baru diresmikan bulan januari tahun 2018. Luas wilayah 17,86 hektar, pasti akan sangat menyenangkan apabila dapat menginap atau bermalam di kawasan yang memiliki pesona alam yang sangat menakjubkan ini. Gunung Dago merupakan destinasi wisata alam baru yang menawarkan keindahan alam dan keasriannya” terangnya.

(Tim)

Jelang Arus Balik 2024: Pastikan kondisi Kendaraan dan fisik dalam keadaan Baik

Polda Jateng, Kota Semarang | Penerapan Sistem One Way Arus Balik 2024 akan dimulai besok Sabtu (13/4/2024) siang. Rencananya pada pukul 14.00 WIB, rombongan arus balik akan dilepas langsung oleh Kakorlantas di GT Kalikangkung.

Demikian penyampaikan Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu dalam keterangannya di Mapolda Jateng pada Jumat, (12/4/2024) pagi.

“Hal ini berdasarkan Rakor yang dipimpin Bapak Menko PMK dan Menhub di KM 70 Cikampek pada Kamis (11/4) kemarin,” jelas Kabidhumas.

Penerapan Sistem One Way Arus balik disebut akan menyesuaikan jumlah dan kepadatan arus kendaraan yang melintas. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 13 dan 14 April 2024.

Guna menghindari kemacetan, pihaknya menghimbau masyarakat yang akan kembali untuk mengatur jadwal kepulangan.

“Persiapkan diri dan kendaraan dengan baik. Pastikan kartu tol terisi cukup agar tidak terjadi kemacetan di gerbang tol,” lanjutnya.

Terkait masyarakat yang pulang dengan kendaraan travel, dirinya meminta agar masyarakat selektif dalam memilih kendaraan dan pengemudi. Pengemudi juga dianjurkan tidak menyopir terlalu lama untuk menghindari berkendara dalam kondiai mengantuk akibat kelelahan.

“Pilih kendaraan yang fit dan sopir yang bugar untuk menghindari resiko kecelakaan akibat kelelahan. Ingatkan sopir untuk istirahat setelah 4 jam berkendara. Silahkan gunakan pos polisi yang tersebar sepanjang jalur untuk beristirahat sejenak bila lelah,” pesannya.

Sementara bagi masyarakat yang masih memanfaatkan waktu liburan dengan berkunjung ke tempat wisata, pihaknya menyebut keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Tetap patuhi himbauan dan arahan petugas di lapangan, prinsip kami keamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas selain kelancaran dan ketertiban berlalu lintas,” pungkasnya.

Red”