Beranda blog Halaman 440

Kapolda Jateng Bersama Petani Temanggung, Bersinergi Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Temanggung-Polda Jateng| Irjen Pol Ahmad Lutfhi hadir di tengah tengah para Petani tembakau di Temanggung melaksanakan Wiwit Tembakau dan Festival Kesenian Kabupaten Temanggung tahun 2024, kegiatan berlangsung di Alun-alun Kabupaten Temanggung. Sabtu (4/5/24)

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Zainul Bahar, PJU Polda Jateng, Forkompimda Kab. Temanggung, Kapolres jajaran ekswil Kedu, tokoh Agama dan tokoh Masyarakat

Kegiatan diawali sambutan Ketua Panitia, Agus Sujarwo mengatakan terkait jumlah peserta yang hadir dan tujuan di adakan nya kegiatan.

“ Wiwit tembakau kita selenggarakan untuk melestarikan adat budaya juga untuk menjaga kearifan local, semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung “ kata Agus Sujarwo

“ Diikuti oleh seluruh kelompok tani se wilayah Kabupaten Temanggung terdiri kurang lebih dari 700 kelompok tani dan yang hadir 7000 (tujuh ribu) orang “ ungkap Agus Sujarwo

Dalam sambutannya PJ Bupati Kabupaten Temanggung, Drs Hari Agung Prabowo memberikan apresiasi kepada Kapolda Jateng atas kepeduliannya kepada Petani Tembakau

“ kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Kapolda Jawa Tengah yang turut serta berdoa bersama-sama dengan kita yang sudah sangat peduli kepada para petani tembakau “ ungkap PJ Bupati Temanggung

Sementara itu dalam kesempatan sambutan, Irjen Pol Ahmad Lutfhi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sangat baik menumbuhkan rasa kebersamaan dan dapat memecahkan berbagai permasalahan (Kamtibmas)

“ saya Kapolda Jateng sangat bangga tradisi Wiwit itu kalau istilah TNI Polri adalah “es prit de corp” (Jiwa kebersamaan), sehingga tidak ada lagi timbul friksi (perpecahan), di situ tercipta kerukunan, di situ tercipta kebersamaan dengan berbagai identitas “ kata Irjen Pol Ahmad Lutfhi

“ Bapak Ibu adalah pahlawan devisa negara, mari kita berdoa semoga Doa kita tembus langit kepada Allah, sehingga tembakau kita menjadi sangat luar biasa, Temanggung menjadi Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo “ harap Irjen Pol Ahmad Lutfhi

Dalam sesi jumpa Pers Irjen Pol Ahmad Lutfhi mengungkapkan bahwa setelah Pilpres situasi Jawa tengah dalam keadaan aman.

“ Kondisi Jawa Tengah saat ini sangat kondusif setelah Pemilu, negara kita adalah negara Demokrasi, adanya perbedaan merupakan rahmat dan ini menjadi potensi bagi kita semua. keberagaman Indonesia apalagi Jawa Tengah dasarnya adalah gotong royong jadi Clear and Clean semuanya (Kamtibmas aman terkendali tidak ada Konflik di Jawa Tengah)“ Pungkas Irjen Pol Ahmad Lutfhi

Red”

Tim Satgas SIRI Kejagung RI Berhasil Mengamankan Buronan (DPO) Perkara Korupsi Atas Nama Terpidana HAYATI GANI.

Riau- Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (Satgas SIRI) berhasil mengamankan Terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Riau, bertempat l. Adi Sucipto Gg. Amal No. 78, Kelurahan Sidumulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Kamis (02/05/2024) sekitar Pukul 17:00 Wib.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Dr.Ketut Sumedana saat menggelar siaran persnya di kantor KeJaksaan Agung RI,
Jln. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,Jum’at (03/05/2024).

Kapuspenkum Dr.Ketut Sumedana menjelaskan bahwa Identitas Terpidana yang diamankan, yaitu:
Nama : Hayati Gani
Tempat lahir : Binjai
Usia/tanggal lahir : 69 tahun/6 Agustus 1955
Jenis kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Pensiunan
Alamat : Jl. Adi Sucipto Gg. Amal Nomor 78, Kelurahan Sidumulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 500K/Pid.Sus/2013 tanggal 26 Juni 2013, menyatakan bahwa Hayati Gani merupakan TERPIDANA pada tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan program penanggulangan kemiskinan Kota Pekanbaru di lingkungan badan pemberdayaan masyarakat dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2008. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp146.630.000 (seratus empat puluh enam juta enam ratus tiga puluh juta rupiah), ucapnya Ketut Sumedana.

Adapun Terpidana Hayati Gani dijatuhi hukuman pidana perjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan. Saat diamankan, Terpidana Hayati Gani bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Terpidana Hayati Gani dilakukan serah terima ke Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman. (Red).

Berikan Kenyamanan Paskah Oikumene 2024, Polda Sulteng turunkan 365 personel pengamanan

PALU, “Hidup sebagai alat kebenaran NYA” tema yang akan diangkat dalam perayaan Paskah Oikumene Gereja-Gereja se Sulawesi Tengah. Perayaan akan digelar di Stadion Gawalise, Kota Palu, Sabtu (4/5/2024) sore.

Perayaan Paskah Oikumene sendiri akan dihadiri puluhan ribu jemaat dan para pendeta di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Mendukung pelaksanaan perayaan paskah Oikumene yang akan dipusatkan di Kota Palu, Polda Sulteng berkomitmen untuk berikan jaminan keamanan dan kenyamanan dengan mengerahkan setidaknya 365 personel pengamanan.

“Rencana Pengamanan tentang Paskah Oikumene Gereja-Gereja se Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinsi telah disiapkan Polda Sulteng,” ungkap Kabidhumas Kombes Pol Djoko Wienartono di Palu, Sabtu (4/5/2024) pagi.

Ia juga menyebut, Polda Sulteng akan mengerahkan 365 personel pengamanan yang akan bertugas di sekitar Stadion Gawalise Kota Palu.

“Acaranya sendiri akan dilangsungkan hari ini (Sabtu, 4/5) sore. Sehingga Polda Sulteng berkewajiban memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan perayaan Paskah Oikumene,” ujarnya

Puluhan ribu jemaat dan pendeta se Sulawesi Tengah diprediksi akan turut hadir untuk mengikuti acara Paskah Oikumene, sehingga potensi kerawanan dan gangguan kamtibmas juga sudah kita petakan, jelas Djoko Wienartono.

Djoko mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait kiranya dapat membantu dan mendukung perayaan paskah Oikumene, sehingga berlangsung dengan tertib, lancar, aman dan kondusif,

“Kepada masyarakat dan stakeholder terkait mari kita dukung dan hormati pelaksanaan Perayaan Paskah Oikumene 2024 di Kota Palu, Sulteng, sebagai wujud moderasi Agama di Negeri Seribu Megalith ini,” pungkasnya

Red”

Cybers Academy Beri Beasiswa pada Launching Warung NKRI Digital di Kota Salatiga

Salatiga – Peluncuran Warung NKRI Digital yang digelar Badan Kesbangpol Kota Salatiga bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diwarnai pemberian beasiswa pelatihan berbasis digital senilai 15 Juta Rupiah oleh Cybers Academy. Penyerahan beasiswa dari Cybers Academy tersebut diberikan dalam bentuk voucer kepada 5 orang pengunjung pada saat peresmian Warung NKRI Digital di Kota Salatiga, Selasa (2/5/2024).

Perwakilan dari Cyber Academy yang juga merupakan Tenaga Ahli BNPT, Ir. Soegiharto Santoso, SH menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Salatiga atas sukses penyelenggaraan peluncuran Warung NKRI Digital bentukan BNPT di Kota Salatiga. “Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, kami turut memberikan bantuan voucer pelatihan ketrampilan berbasis digital kepada 5 orang pengunjung yang berhasil mengikuti kuis. Masing-masing akan mendapat voucer paket pelatihan senilai tiga juta rupiah,” ujar Soegiharto yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS).

Menariknya, sebelum voucer pelatihan ini diserahkan, ke 5 peserta wajib mengikuti kuis dan harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Roedy Widodo. Pada saat acara kuis berlangsung, 5 orang pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan Mayjen TNI Roedy Widodo dari BNPT berhak menerima voucer pelatihan dari Cybers Academy.

“Masyarakat yang akan menerima voucher tersebut dapat memanfatkannya untuk belanja paket pelatihan untuk diri sendiri atau untuk kerabat keluarga,” ujar Soegiharto.

Di platform digital Cybers Academy, lanjut Soegiharto, peraih voucer dapat memilih platform pelatihan prakerja sesuai kebutuhan. “Cyber Academy memiliki metode yang khas, mudah diikuti, bisa disesuaikan, dan menghibur, serta dapat diakses oleh siapa pun dari mana pun di seluruh Indonesia,” terang Hoky sapaan akrabnya.

Pada kesempatan ini juga, Soegiharto mengatakan, peluncuran Warung NKRI Digital akan sangat berguna bagi para pelaku usaha, dan nantinya Cybers Academy akan berperan sebagai penghubung bagi warga dan pengunjung Warung NKRI Digital yang ingin mempelajari keterampilan berwirausaha menggunakan platform dari Cybers Academy.

Beragam jenis konten akan disediakan, termasuk pendidikan formal dan informal, yang disampaikan melalui pendekatan kreatif oleh para pelatih berkualitas. “Cybers Academy akan hadir di setiap Warung NKRI Digital dan menjadi salah satu platform digital yang ditawarkan di sana. Keberadaannya dapat membantu menggerakkan ekonomi desa melalui pendekatan digital,” terangnya.

Red”

Musda Kwarda Gerakan Pramuka DKI: Ajang Silaturahmi Semangat Kemajuan”

Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jakarta akan mengadakan musyawarah daerah (musda) pada tanggal 4 Mei 2024. Sebuah kegiatan yang sangat penting bagi perjalanan dan perkembangan organisasi Pramuka DKI Jakarta. Tentu saja banyak hal yang akan dibahas pada musda tersebut, termasuk di antaranya adalah soal pemilihan Ketua Kwarda yang baru. Sebagaimana kegiatan musda, munas, kongres atau apa pun yang sejenis, isyu tentang pemilihan ketua dan pengurus Kwarda sangat menyita perhatian, bahkan menjadi isyu utama yang dibicarakan, meski pun itu tidak berarti mengesampingkan isyu-isyu atau tema-tema lain yang juga tak kalah penting, misalnya program kerja organisasi dan lainnya.
Pramuka Kwarda Jakarta memang telah beberapa waktu kehilangan ketua, setelah Ka kwarda Pramuka DKI Fajar Panjaitan meninggal dunia pada bulan Februari 2024 lalu. Sepeninggal Alm.Fajar Panjaitan, maka Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji yang kemudian terpilih menjadi Ketua (PAW) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta. Karena di bulan Mei ini akan diadakan Musda, maka tentu saja sangat wajar jika ada agenda pemilihan Kakwarda baru.

Adalah hal yang wajar juga di dalam menjelang pemilihan ketua baru lalu bermunculan nama-nama yang digadang sebagai calon ketua. Memang setiap orang memiliki hak yang sama untuk ikut di dalam konteks memilih dan dipilih. Masalahnya tinggal apakah setiap bakal calon yang mengajukan diri atau diajukan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni untuk bisa memimpin Gerakan Pramuka Kwarda DKI untuk periode 2024-2029 Persoalannya bukan hanya sekedar “mau atau tidak mau” tetapi yang paling utama adalah, apakah seseorang yang digadang sebagai bakal calon ketua itu mampu membawa organisasi untuk lebih berkembang lagi. Jika titik beratnya di hal yang demikian, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, bukan lagi menyangkut soal personal.

Sebuah organisasi di Indonesia secara umum memang “diharuskan” memiliki kedekatan hubungan dengan birokrasi, baik secara personal mau pun kelembagaan. Hubungan tersebut terutama berhubungan demgan berjalannya roda organisasi, baik itu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat administratif mau pun finansial. Kemandiran organisasi — terlebih pada organ-organ cabangnya — memang secara mayoritas masih belum terlihat kuat. Ketika kepengurusan pusat kurang mampu memenuhi sepenuhnya kebutuhan kepengurusan cabang di daerah maka kerjasama dengan birokrasi adalah sebuah solusi yang kerapkali dilakukan.
Kwartir Daerah DKI pun selayaknya memiliki kerjasama secara formal atau informal dengan birokrasi, dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah Jakarta. Secara formal, adalah menjalin interaksi dengan pemda di dalam kegiatan, sementara secara informal adalah mendudukkan kalangan birokrat sebagai pengurus. Hal kedua ini dimaksudkan agar kerjasama dengan birokrasi bisa berjalan lancar. Akan lebjh baik lagi jika pengurus dimaksud adalah dalam posisi ketua.

Selain alternatif memilih ketua dari kalangan birokrasi, rasanya perlu juga bicara soal regenerasi di dalam organisasi. Tantangan yang makin besar, pastilah membutuhkan sosok yang memiliki energi dan pemikiran yang sejalan dengan perkembangan zaman itu. Selain itu, seperti kita ketahui bersama, gambaran baik sebuah organisasi salah satunya adalah dari bagaimana organisasi itu mampu melakukan regenerasi di dalam kepengurusan.

Regenerasi pasti tidak dimaksudkan untuk menafikan eksistensi para senior, sebab bagaimana pun para senior memiliki andil yang kuat di dalam membesarkan organisasi. Namun alangkah baiknya jika para senior melebarkan fokus pengabdian dan perhatiannya ke wilayah yang lebih tinggi, misalnya di Kwarnas. Sementara pada level Kwarda tetap dijadikan kawah candradimuka bagi munculnya sosok-sosok baru yang memiliki kompetensi yang kuat. Di Kwarda Jakarta, potensi itu besar sekali. Ada banyak para pelatih muda yang sanggup mengemban tugas mulia di organiasi kwarda daerah.

Hal lain yang kiranya menjadi pegangan bagi semua peserta Musda Kwarda DKI kali ini adalah, bagaimana musyawarah daerah menjadi ajang silaturahim. Bukan saja silaturahim dalam konteks hubungan antar pengurus dsm anggota, tetapi secara lebih jauh adalah silaturahim semangat kemajuan. Setiap individu memiliki semangat bagi kemajuan organisasi, maka semangat itu perlu dipersatukan di dalam jalinan silaturahim. Kenapa hal ini dianggap penting, karena jika semangat kemajuan itu tidak dipersatukan di dalam tali silaturahim maka ada kemungkinan akan timbul persaingan atau kompetisi di dalam organisasi yang cenderung kurang sehat dan berpotensi melambatkan gerak roda organisasi.

Kepada semua yang hadir dalam Musda Kwarda DKI kali ini, selamat menjalankan musyawarah. Semoga musda ini mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi insan Pramuka khususnya dan umumnya bagi Indonesia. *M.ZARKASIH*/ *PELATIH PEMBINA KWARCAB JAKBAR*

Eks Napiter ini Apresiasi Polri berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Tojo Una Una – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Satgas Madago Raya kembali melakukan kegiatan humanis, kali ini digelar di Dusun Kainyole, Desa Podi, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Jumat (3/5/2024).

Sambang kesehatan door to door, merupakan upaya pendekatan Polri untuk meraih simpatik dan kepercayaan publik dengan memberikan pelayanan pemeriksaan gratis.

Kasubsatgas Dokkes Ops Madago Raya Iptu Muhajir Wanto memimpin langsung sambang kesehatan door to door, puluhan warga mengikuti pemeriksaan kesehatan umum serta pemberian obat-obatan dan vitamin.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, Subsatgas Dokkes juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup sehat kepada warga.

Salah satu warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan adalah Bapak Ardianto, seorang mantan narapidana teroris (napiter) Poso pada tahun 2006.

Ardianto mengaku sangat senang dengan kegiatan ini dan memberikan apresiasi atas kegiatan pelayanan kesehatan gratis oleh Polri.

“Terima kasih kepada Polri yang telah peduli dengan kesehatan kami, termasuk saya sebagai mantan napiter.” Ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tukasnya.

Kasubsatgas Dokkes Iptu Muhajir Wanto mengatakan, bahwa kegiatan sambang kesehatan door to door ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polri untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil.

“Kami ingin memastikan bahwa semua warga mendapatkan akses yang mudah terhadap pelayanan kesehatan,” ujar Iptu Muhajir Wanto.

Kasubsatgas Dokkes juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat, khususnya dengan para mantan napiter.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelayan masyarakat,” terang Iptu Muhajir Wanto.

Kegiatan sambang kesehatan door to door ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Dusun Kainyole. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan dapat menjangkau lebih banyak warga di wilayah mereka.

Red”

Rekomendasi DK PWI Pusat Dicuwekin Ketua PWI Pusat Terkait Korupsi Dana Hibah BUMN Rp.2.9 Milyar

Jakarta — Miris Rekomendasi Dewan Kehormatan (DK) PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat dicuekin oleh Ketua PWI Pusat, Hendri Ch. Bangun terkait korupsi dan atau penggelapan dana hibah Kementerian BUMN untuk pelaksanaan UKW (Uji Kompetensi Wartawan) Rp.2,9 milyar dari total Rp.6 milyar.

Sebagaimana diketahui publik dan viral, Ketua DK PWI Pusat, Sasongko Tedjo membongkar dugaan korupsi dan atau penggelapan dana hibah BUMN Rp. 2,9 milyar yang dilakukan empat oknum PWI Pusat yaitu Ketua, Hendri Ch. Bangun, Sekjen Sayid Iskandarsyah, Wabendum, M.Ihsan dan Direktur UKM, Syarif Hidayatulloh

Setelah itu DK PWI Pusat, mengambil keputusan yaitu memberi peringatan keras Ketua PWI Pusat, Hendi Ch. Bangun dan mengembalikan uang dana hibah yang digelapkan Rp.1,7 milyar dalam jangka waktu 30 hari. Kemudian merekomendasikan Sekjen, Sayid Iskandarsyah, Wabendum, M.Ihsan dan Direktur UKM, Syarif Hidayatulloh untuk diberhentikan dari jabatannya.

Tetapi nampaknya Rekomendasi DK PWI Pusat dicuekin. Dianggap tidak penting, karena Sekjen yang seharusnya sudah diberhentikan masih diberi karpet merah oleh Ketua PWI Pusat, Hendri Ch. Bangun dengan menyertakan Sayid Iskandarsyah, audiensi dengan Mendagri, Tito Karnavian.

“Ini merupakan pelecehan terhadap eksistensi DK PWI Pusat. Seolah-olah rekomendasi yang diterbitkan DK PWI Pusat tidak dianggap penting untuk dijalankan. Terus temuan penggelapan atas nama Casback dan Fee dianggap angin lalu,” tegas HM. Jusuf Rizal, SH, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kepada media di Jakarta.

Lebih lanjut menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak penggiat anti korupsi itu, kondisi ini menunjukkan organisasi PWI Pusat sudah tidak sehat. Bagaimana mungkin rekomendasi DK PWI Pusat tidak dianggap. Padahal semua sanggahan PWI Pusat terhadap korupsi dana hibah, telah dibantahkan oleh DK PWI Pusat.

Untuk itu, sebaiknya Ketua DK PWI Pusat, Sasongko Tedjo menyikapi sikap membangkang Ketua PWI Pusat, Hendri Ch. Bangun yang dinilai otak dari penggelapan dana hibah BUMN untuk pelaksanaan UKW. Kementerian BUMN sedianya menyediakan dana hibah Rp.18 milyar untuk tiga tahun kedepan. Tapi baru Rp. 6 milyar sudah jadi bancaan.

“Saat ini para wartawan dan organisasi profesi wartawan mendukung DK PWI Pusat, karena kasus ini bukan merupakan pelanggaran etika, tapi merupakan kasus kriminal. Hendri Ch. Bangun cs, telah merampok hak para wartawan untuk UKW,” tegas Jusuf Rizal, Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Ketika disinggung laporan ke Bareskrim Mabes Polri, menurut Jusuf Rizal, penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti dengan memanggil para pihak terkait guna dimintai keterangan. Maksimal 30 hari akan diperoleh kesimpulan. Laporan kasus ini disampaikan wartawan Edison Siahaan dan LSM LIRA tanggal 19 April 2024.

Red”

Ormas GRIB JAYA DPC Banyumas Melakukan Aksi Damai Sekaligus Tabur Bunga Atas Anggotanya Yang Menjadi Korban Penembakan di Hotel Braga Purwokerto.

Banyumas – Nasib tragis dialami oleh salah satu anggota Gerakan Indonenesia bersatu ( GRIB – JAYA ) PAC Purwokerto utara yang bernama Fajar subekti pada hari sabtu pagi 27/4/24 menjadi korban penembakan secara brutal oleh pengunjung klub malam Braga karoke, akibat peristiwa tersebut korban meninggal dunia.

Atas peristiwa tersebut maka Ketua DPC GRIB JAYA Banyumas yang di nahkodai oleh Anto Begog menggelar aksi damai sekaligus tabur bunga dilokasi kejadian penembakan salah satu anggotanya pada Jum’at 3/5/24.

Acara yang dingelar dihalaman parkir Hotel Braga yang diikuti oleh kurang lebih 1000 anggota Ormas GRIB JAYA baik dari jajaran DPP maupun PAC se Kabupaten Banyumas .

Anto Begog selaku Kordinator aksi sekaligus Ketua DPC GRIB JAYA Banyumas dengan didampingi para ketua PAC sebanyumas menyampikan kegiatan ini kami lakukan sebagai wujud solidaritas kami atas musibah yang menimpa salah satu anggota kami selain aksi damai mengutuk keras atas aksi koboi di banyumas kami pun mengadakan kegiatan tabur bunga diplataran parkir hotel braga seraya berdo’a untuk mendiang Fajar subekti semoga usnul khotimah ungkapnya.

Red”

Dukung Yudo, Jajaran Pengurus MPC Serahkan Surat Resmi ke PDIP

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Banyumas, Yudo F Sudiro SH MH, diyakini sangat siap untuk menjalankan peran dengan dedikasi dan integritas yang tinggi, dan telah beliau buktikan selama memimpin Pemuda Pancasila di Kabupaten Banyumas.

Bermula dari keyakinan ini, segenap Jajaran Pengurus dan Anggota KOTI Mahatidana PP Kabupaten Banyumas mendukung sepenuhnya dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banyumas tahun 2024.

Wakil Ketua MPC PP Kabupaten Banyumas, Edi Sarwono didampingi Dan Koti MPC, Hadjat Sudaryadi dan Andar Praptono selaku Sekretaris MPC menyambangi kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas, Kamis (2/5/2024).

Kedatangan mereka adalah guna menyerahkan surat resmi dengan Nomor : 013.14/MPC-PP/KAB.BANYUMAS/IV/2024, Perihal

Menurut Edi Sar, surat dukungan tersebut dibuat setelah struktur badan dan lembaga mengadakan rapat kordinasi. Keputusan kami selaku kelembagaan mengusulkan dan meminta agar ketua kami mencalonkan diri.

“Bung Yudo sudah 4 kali menjadi ketua kami. Elektabilitas dan popolaritasnya sangat layak untuk mencalonkan diri dalam konstelasi politik yang akan digelar bulan November tahun ini”, tegas Edi Sar.

Bung yudo, lanjut Edi, selain sudah 25 tahun mengabdi dengan baik sebagai ASN, beliau juga aktif di beberapa paguyuban yang ada di Banyumas.

Andar Praptono, selaku Sekretaris MPC, menilai Yudo layak untuk segera melakukan pendataran.

“Kami memilih PDIP sebagai partainya”, kata Andar.

Akan tetapi, lanjut Andar, pengambilan formulir penjaringan calon bupati dan wakil bupati di sekretariat DPC PDI Perjuangan Banyumas belum terlaksana, dikarenakan kami belum membawa surat kuasa pengambilan formulir dari bung Yudo.

Hadjat Sudaryadi, Komandan KOTI MPC berharap bung Yudo segera mengambil formulir.

“Harapan kami, bung Yudo segera datang ke PDIP untuk mendatar. Jangan ragu! Sesuai dengan slogan kami, “Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang!”, tandas Hadjat.

Dukungan tersebut dinyatakan dalam surat resmi Nomor: 005.L3/KOTI-PP/BMS/JTG/IV/2024, Perihal Surat Permohonan Untuk Maju Pilkada, dikeluarkan oleh Komando Inti (KOTI) Mahatidana MPC PP Kabupaten Banyumas yang ditujukan kepada Ketua MPC PP Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, Ketua MPC PP Banyumas, Yudo F Sudiro SH MH yang biasa disapa Bung Iteng sejauh ini masih belum menentukan keputusan terkait adanya dorongan dari para pengurus yang secara resmi sudah mendukung dirinya dalam kontestasi Pilkada Banyumas.

“Ada pertimbangan-pertimbangan, terutama adalah persetujuan dari keluarga, karena saya saat ini juga masih menjadi ASN,” katanya.

Sebagai informasi, sampai dengan Kamis (2/5/2024), sudah ada 7 orang yang mengambil formulir penjaringan calon bupati dan wakil bupati di sekretariat DPC PDI Perjuangan Banyumas.

Dua orang mengambil Cabup, dan lima lainnya berencana maju sebagai bakal Cawabup.

_(Baldy, Humas MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas)_

Wartawan Terlibat Korupsi, Pemberantasan Tipikor Pasti Gagal Total

Jakarta – Napoleon bilang, “Saya lebih baik menghadapi seribu bayonet musuh daripada menghadapi satu pena wartawan”. Pemimpin Prancis yang hidup di abad 19 itu bukanlah panglima perang kaleng-kaleng alias abal-abal – meminjam istilah orang-orang PWI korup binaan Dewan Pers. Napolen Bonaparte amat terkenal hingga kini sebagai pemenang perang Eropa ratusan kali.

Pemimpin diktator Husni Mubarak dari Mesir telah membuktikan perkataan Napoleon itu. Kekuatan kekuasaan tak terbatas di genggaman tangannya tidak kuasa menyelamatkan sang Kolonel itu dari kejatuhannya hanya oleh tulisan di media sosial. Husni Mubarak yang diisyukan punya ribuan gundik usia belasan harus mati di tangan rakyatnya sendiri. Dia ditemukan terkapar bersimbah darah tak bernyawa bak anjing kurap kelaparan di gorong-gorong dalam sebuah momentum yang dinamakan Arab Spring belasan tahun lalu. Pemicunya adalah sebuah tulisan yang bertema ‘perubahan’ di Facebook.

Bahkan Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat harus menerima nasib buruk, diberhentikan di tengah perjalanan pemerintahannya karena skandal hubungan gelapnya dengan Monica Lewinsky dibongkar habis oleh Washington Post. Media mendapatkan bahan pemberitaan dari teman Lewinsky bernama Linda Tripp. Tanpa sepengetahuan Lewinsky, Linda merekam percakapan ketika sang mantan anak magang di Gedung Putih itu menceritakan skandal seksnya dengan Bill Clinton. Tidak kurang dari 10 rekaman ‘hasil karya’ Linda Tripp yang kemudian diberikan kepada jaksa investigator Ken Starr dan dijadikan alat bukti di pengadilan.

Tindakan Linda yang merekam percakapannya dengan Lewinsky di seputaran tahun 1997-1998 itu kemudian secara luas dianggap sebagai awal lahirnya Citizen Journalist atau dibahasa-indonesiakan sebagai Pewarta Warga. Hak setiap orang untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi atau data yang sebelumnya hanya dapat dilakukan para jurnalis mulai diakui keberadaannya. Kemampuan ini kemudian berkembang cepat kepada hak untuk mengolah informasi dan mempublikasikan melalui berbagai sarana publikasi dan media yang ada.

Suharto dan orde baru tumbang juga tidak lepas dari keberadaan pewarta warga, terutama yang berkembang di kalangan mahasiswa. Inspirasi Linda Tripp mendorong adanya gerakan berbagi informasi untuk pergantian pemerintahan di Indonesia. Informasi dikumpulkan dari para intelijen dan dibagikan secara massif oleh mahasiswa dan diviralkan di kalangan mereka, buruh, dan masyarakat umum melalui email. Hal ini kemudian yang mengkristal menjadi apa yang kita kenal saat ini sebagai Gerakan Reformasi 1998.

Secara faktual, disadari atau tidak dan diakui atau tidak, setiap perkembangan peradaban manusia, dari jaman dunia ini ada hingga kini, total jenderal semuanya ditentukan oleh eksistensi ‘wartawan’, ‘jurnalis’, ‘pembawa berita’, ‘pewarta’, ‘juru warta’, ‘penulis’, dan berbagai julukan lainnya. Merekalah sesungguhnya yang menentukan kemenangan dan kekalahan manusia dan kelompok manusia dalam mengatasi persoalan kehidupan ini. Para juru warta membawa dan/atau memberi informasi kepada masyarakat tentang segala sesuatu. Mereka hakekatnya ‘tukang cat langit’ yang memberi corak bagi dunia ini.

Saya pernah menulis, bahwa sosok nabi-nabipun sesungguhnya adalah hasil karya para pemberita di jaman itu yang kemudian diterjemahkan oleh para juru warta di jaman berikutnya dengan persepsi masing-masing. Bentuk dan macam sosok nabi-nabi tersebut yang publik terima hari-hari ini merupakan hasil kumulatif dari persepsi dan imajinasi para penulis atau pewarta dari jaman ke jaman. Oleh karena itu, dapat kita asumsikan bahwa bentuk sosok seseorang yang hidup berabad lampau bisa berbeda dengan yang kita kenal hari ini. Demikian juga, apa yang kita kenal hari ini bisa jauh berbeda pada abad-abad mendatang. Semuanya itu ditentukan oleh mereka yang disebut ‘wartawan’, yang untuk konteks 30 tahun terakhir ditambah dengan ‘pewarta warga’.

So, apa arti fenomena itu jika dihubungkan dengan judul tulisan ini? Secara singkat jawabannya adalah bahwa ‘akibat wartawan Indonesia terlibat korupsi, maka wajah Indonesia hari-hari ini dan kedepannya adalah wajah Bangsa Koruptor yang mustahil dapat dibersihkan dengan muda!’ Mengapa bisa begitu? Karena raut wajah ‘juru penerangnya’, terutama yang berbaju Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah berubah hitam legam penuh lumpur bercampur tahi kerbau yang busuk dan menjijikan. Bagaimana mungkin wartawan PWI bisa menjadi pemberi ‘terang’ dalam kegelapan jika ‘lampu penerang’ mereka sendiri telah padam dan mustahil bisa dihidupkan lagi?

Ibarat logika Einstein yang mengatakan sesungguhnya kegelapan itu tidak pernah ada, darkness never exists. Yang benar adalah ketiadaan cahaya terang dalam sebuah ruang, itulah yang kita sebut gelap. Maka, kealpaan atau ketiadaan juru penerang di bangsa ini merupakan kegelapan menyeramkan. Ketiadaan wartawan jujur dan amanah di negara ini merupakan lahan subur bagi setiap orang untuk tidak jujur dan amanah dalam hidupnya. Ketiadaan wartawan yang dapat menjadi contoh tauladan adalah bencana bagi bangsa Indonesia. Kehancuran moral dan ahlak wartawan adalah bahan bakar terbaik bagi percepatan kehancuran negara ini.

Skandal UKW-Gate yang bermula dari kebaikan hati Presiden Joko Widodo menggunakan tangan BUMN untuk mengucurkan dana rakyat dalam ‘amplop hibah’ ke para dedengkot koruptor PWI, Hendry Ch Bangun cs, merupakan tragedi peradaban yang dapat dipastikan membawa Indonesia kepada kehancuran. Sebagian orang dapat saja berpendapat bahwa statemen ini berlebihan, dibesar-besarkan. Namun saya pastikan bahwa orang yang berpendapat demikian itu adalah para pengikut dan atau bahkan mbah-nya para koruptor.

Pengalaman jaksa investigator Ken Starr di Amerika yang pada awalnya kesulitan membongkar kasus Bill Clinton, seketika dia berjingkrat-jingkrat ibarat tertimpa durian runtuh saat mendapatkan rekaman Linda Tripp. Demikianlah juga lembaga-lembaga pemberantas kejahatan korupsi para pejabat dan aparat di negeri ini akan mengalami kesulitan besar di saat para wartawan diam seribu bahasa karena mulutnya tersumbat uang korupsi. Apakah Anda berpikir sang koruptor Hendry Ch Bangun cs bersama Dewan Pers masih mampu bicara soal korupsi di saat diri mereka sendiri bergelimang kotoran korupsi uang rakyat? Anda pemimpi utopis di siang bolong sobat!

Korupsi adalah kejahatan luar biasa, extra-ordinary crime. Kita tidak boleh mentolerir senoktah pun tentang korupsi. Triliunan uang APBN telah dikucurkan Pemerintah ke seluruh desa se Indonesia selama 10 tahun pemerintahan Joko Widodo. Mengapa jumlah warga miskin tidak beranjak turun? Hampir pasti karena kebocoran dana-dana desa selama ini sangat besar, baik karena dikorupsi aparat desa maupun disalahgunakan oleh pengelola anggaran dana desa itu.

Keberadaan wartawan sebagai juru penerang yang sekaligus menjadi mata dan telinga pemerintah, aparat, dan masyarakat merupakan suatu keharusan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Para juru penerang itu akan memampukan setiap pengguna anggaran negara untuk berhati-hati karena mereka bekerja di bawah sinar terang, tiada tempat dan celah gelap untuk melakukan penggelapan uang negara. Mereka juga akan tahu, mengerti dan paham apa yang harus dilakukan karena ada petunjuk arah yang diberikan juru penerang.

Dalam kondisi keterhempasan organisasi wartawan korup PWI yang digawangi Hendry Ch Bangun, Sayid Iskandar, Muhamad Ihsan, dan Syarief Hidayatullah, dan kroni lainnya, plus ketiada-gunaan Dewan pecundang Pers, satu-satunya penyelamat yang tersisa adalah keberadaan para pewarta warga yang telah tumbuh massif di negeri ini. Merekalah sesungguhnya harapan peradaban bangsa yang dapat diandalkan untuk menggantikan peran para wartawan korup yang selama puluhan tahun terakhir menyalahgunakan jubah wartawan untuk ikut menjarah uang rakyat yang ada di BUMN, kementerian/lembaga negara, dan pemerintah daerah di seluruh pelosok nusantara.

Walaupun sering dipandang sebelah mata oleh banyak pihak, sesungguhnya keberadaan pewarta warga yang menyebar di setiap tempat dari pusat hingga ke pelosok desa, dusun, dan kampung adalah kekuatan yang tidak dapat dipatahkan oleh Napoleon sekalipun. Para pewarta warga siap senantiasa 24 jam, menjadi juru penerang di tempat mereka masing-masing untuk mengungkap skandal ‘Bill Clinton’, sekaligus menumbangkan si angkara murka ‘Husni Mubarak’ yang sewaktu-waktu bisa muncul di manapun di tanah air Indonesia ini. (*)

_Penulis adalah Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI)_