Beranda blog Halaman 426

Ketum dan Sekjen PWI Pembohong, LIRA: Rusak Citra Wartawan Seluruh Indonesia

Jakarta – Memalukan..!! Itulah kata yang tepat atas perilaku bejat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (Ketum PWI), Hendri Chairuddin Bangun, dan Sekretaris Jenderal PWI, Sayid Iskandarsyah, yang telah melakukan kebohongan besar terkait kasus penggelapan dana hibah BUMN. Mereka berdua kompak mengatakan tidak mengambil uang dari bantuan hibah Rp. 6 milyar Kementerian BUMN untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.

Kebohongan keduanya terungkap saat acara meeting zoom yang diikuti oleh para Ketua PWI daerah yang dipimpin Ketum PWI peternak koruptor binaan Dewan Pers, Hendri Chaeruddin Bangun bersama Sekjen, Sayid Iskandarsyah. Rapat online tersebut mengagendakan klarifikasi adanya korupsi dan atau penggelapan uang dari dana bantuan Kementerian BUMN, pasca Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat memberikan sanksi.

Sebagaimana viral di publik, kasus dugaan korupsi dan atau penggelapan bantuan dana dari Kementerian BUMN senilai Rp. 2,9 milyar dari total Rp. 6 milyar pertama kali dibongkar Ketua DK PWI Pusat, Sasongko Tedjo. Dewan penjaga marwah pers di organisasi PWI ini mensinyalir bahwa telah terjadi pengambilan uang secara tidak sah yang melibatkan empat oknum pengurus pusat PWI, yaitu Ketua, Hendri Chaeruddin Bangun; Sekjen, Sayid Iskandarsyah; Wabendum, Muhamad Ihsan; dan Direktur UKM, Syarif Hidayatullah.

Atas kasus ini, keempat pengurus pusat PWI itupun dianggap melanggar konstitusi dan menguasai uang tanpa hak. Sebagai sanksinya, DK PWI memberikan teguran keras kepada Hendri Chaeruddin Bangun dan kewajiban mengembalikan dana yang dikuasainya Rp. 1,7 milyar dalam jangka waktu 30 hari. Sementara, untuk tiga pengurus lain yang terlibat direkomendasikan agar diberhentikan dari kepengurusan pusat PWI oleh Hendri Chaeruddin Bangun.

Dalam rekaman pertemuan online yang sempat bocor ke Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dimaksud, disebutkan bahwa Hendri Chaeruddin Bangun dicecar berbagai pertanyaan. Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat, secara gamblang meminta konfirmasi tentang berita yang berkembang terkait dugaan korupsi dan atau penggelapan uang dana bantuan Kementerian BUMN ke Hendri Chaeruddin Bangun dan Sayid Iskandarsyah.

“Saya mau bertanya apa memang Ketum dan Sekjen mengambil uang bantuan dana BUMN itu untuk pribadi atau tidak. Biar clear. Itu saja,” tegas Hilman Hidayat sambil menambahkan bahwa jika tidak benar Hendri dan Sayid tidak melakukan korupsi, maka organisasi wartawan media online (dalam hal ini PWMOI – red) harus disomasi.

Secara spontan Hendri Chaeruddin Bangun menjawab tidak. Hendri dan Sayid berupaya meyakinkan pengurus PWI daerah bahwa mereka bersih dari perilaku buruk tersebut dengan mengatakan tidak benar berita yang mengatakan mereka telah melakukan korupsi atau penggelapan dana hibah BUMN untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Merespon hal tersebut, Presiden LIRA, Yusuf Rizal, mengatakan bahwa karakter Ketum dan Sekjen PWI, Hendri Chaeruddin Bangun dan Sayid Iskandarsyah, sangat memalukan. Dalam konteks menjawab keresahan pengurus PWI daerah-daerah inilah, menurut pria berdarah Madura-Batak itu, Ketum PWI Hendri Chaeruddin Bangun dan Sekjen Sayid Iskandarsyah telah melakukan kebohongan dan tidak jujur. Mereka telah memberikan informasi palsu kepada semua Ketua PWI daerah yang tidak sesuai fakta dan tentu saja kepada insan pers seluruh Indonesia.

“Menurut saya, ini sangat memalukan! Sekelas Ketum PWI dan Sekjen berbohong. Ini merusak citra dan wibawa wartawan, termasuk kawan-kawan wartawan di luar PWI. Nama wartawan secara umum tercoreng dengan kebohongan mereka. Bukan pemimpin yang sportif,” ujar wartawan senior HM Yusuf Rizal, S.H., yang merupakan Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (Ketum PWMOI) kepada media di Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2024.

Kenapa Ketum dan Sekjen PWI Pusat dianggap berbohong? Karena faktanya, sebelumnya sudah ada penguasaan uang secara tidak sah secara pribadi, baik oleh Hendri Chaeruddin Bangun selaku Ketum PWI dan Sayid Iskandarsyah selaku Sekjen.

Sebagaimana dijelaskan oleh Bendahara Umum PWI bahwa telah terjadi peristiwa hukum penguasaan dana bantuan hibah Kementerian BUMN untuk UKW tanpa hak oleh para dedengkot koruptor tersebut dengan modus pengeluaran fee 19% untuk Syarif Hidayatullah senilai Rp. 691 juta dan cashback untuk oknum Kementerian BUMN berinisial G senilai Rp.1.000.080.000,- yang tidak prosedural. Cheque yang dicairkan oleh Sayid Iskandarsyah tidak ditandatangani Bendum PWI, Marthen Selamet Susanto.

Fakta lainnya, ada pengembalian uang Rp. 540 juta melalui transfer ke rekening PWI Pusat oleh Sekjen Sayid Iskandarsyah setelah penerbitan Surat Keputusan DK PWI tentang sanksi ke Hendri cs. Sementara menurut informasi yang diperoleh media ini, Hendri Chaeruddin Bangun secara tunai telah mengembalikan uang yang dikuasai secara pribadi senilai Rp.1.000.080.000,- ke bagian keuangan PWI Pusat.

Berdasarkan kenyataan itu, menurut Yusuf Rizal, Ketum PWI Pusat, Hendri Chaeruddin Bangun dan Sekjen, Sayid Iskandarsyah, telah melakukan kebohongan yang tidak patut dilakukan seorang pemimpin, apalagi Ketua dan Sekjen PWI Pusat.

Sebagai tambahan pengetahuan kita, kasus dugaan penyalahgunaan wewenang, korupsi, suap, dan penggelapan dana hibah BUMN yang dilakukan oleh para dedengkot koruptor PWI binaan Dewan Pers ini telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dan KPK RI. Dalam waktu dekat, komponen masyarakat pers lainnya juga akannelakukan pelaporan ke Kejaksaan Agung perihal dugaan pengelapan dana rakyat itu oleh pengurus pusat PWI.

“Kita berharap semoga aparat penegak hukum bekerja secara professional dalam memproses kasus yang telah mencemarkan dan menghancurkan marwah pekerja pers Indonesia ini,” ujar anggota PWI Jaya, Edison Siahaan, yang merupakan salah satu pelapor, bersama Yusuf Rizal, kasus dugaan korupsi oleh Hendri cs ke Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. (TIM/Red)

Polri Siap Amankan Welcoming Dinner Delegasi World Water Forum ke-10 di GWK

Polri telah menyiapkan pengamanan Welcoming Dinner tamu event World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Minggu malam (19/5/2024).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri melibatkan seluruh Satgas dalam pengamanan welcoming dinner.

“Satgas-satgas yang ada di Operasi Puri Agung telah kita libatkan dari Satgas preemtif, preventif, tindak dan Satgas lainnya,” katanya.

Untuk personel dilibatkan sebanyak 433 personel yang nantinya akan bergabung dengan Paspampres dan TNI. Dimana ring 1 akan ada Paspampres, ring 2 ada TNI dan ring 3 pengamanan dari Polri.

“Tentu langkah-langkah pengamanan dari venue akomodasi sampai dengan kegiatan welcoming dinner ada bid-bid pengamanan walrolakir hingga tempat welcoming dinner,” katanya.

Semua pengamanan tersebut, kata Trunoyudo, sudah direncanakan dan disimulasikan melalui Tactical Floor Game (TFG). Kemudian Satgas juga melakukan latihan pra operasi.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan, semua personel yang dilibatkan dalam pengamanan ini semuanya dalam kontrol atau komando posko 91 Command Center 91 ITDC, Nusa Dua, Bali.

“Kaposko bisa melihat sebaran semua personel yang terlibat dengan aplikasi dimana masing-masing personel bisa terlihat secara GPS dan berkomunikasi melalui body warm dan HT,” ucapnya.

Kaposko akan melihat pengendalian dari mulai pelaksanaan pengamanan akomodasi sampai delegasi, VIP, dan VVIP tiba di lokasi welcoming dinner.

Trunoyudo yang juga menjabat sebagai Kasatgas Humas Operasi Puri Agung 2024 ini mengatakan, Satgas humas juga akan memberikan sosialisasi bahwa akan ada kegiatan welcoming dinner di GWK.

“Tentunya akses-akses dari venue akomodasi ke GWK ini ada beberapa ruas dan waktu tertentu akan dilakukan pengalihan sebagai pengaturan agar seluruh kegiatan aman, nyaman dan lancar,” katanya.

Red”

Pimpin KTT World Water Forum, Panglima TNI Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Di Bali

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo beserta rombongan yang tiba dengan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1, bertempat di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (19/05/2024)

Kedatangan Presiden RI dalam rangka memimpin jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum 2024 yang dihadiri oleh Kepala Negara/Perdana Menteri untuk membahas dengan serius isu krisis air dunia, bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Setibanya di Base Ops Lanud, Presiden RI beserta rombongan langsung menuju acara Welcoming Gala Dinner di Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden.

Untuk diketahui, Welcoming Gala Dinner dihadiri oleh 2.500 orang, terdiri dari 500 orang VVIP dan VIP di GWK Cultural Park, serta 2.000 undangan lainnya di GWK Lotus Pond.

Sumber foto: Muchlis Jr. – Biro Pers, Sekretariat Presiden

#tniprima
#profesional
#responsif
#intergratif
#modern
#adaptif
#PamKttworldwaterforum
#kttworldwaterforum
#10thWorldWaterForum
#WaterForSharedProsperity
#WonderfulIndonesia
#PesonaIndonesia

Autentikasi:
Wadansatgaspen Pam KTT World Water Forum Kolonel Cba Tedi Rudianto

Dandim 1715/Yahukimo Kunjungi Koramil 1715-03/Kurima Untuk Mengecek Perencanaan dan Persiapan Renovasi Kantor Koramil Kurima

Yahukimo — Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan di wilayahnya, Dandim 1715/Yahukimo telah melakukan kunjungan ke Koramil 1715-03/Kurima, Minggu (19/05/2024). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek perencanaan dan persiapan renovasi kantor Koramil Kurima.

Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos.,M.Han. telah melihat langsung kondisi kantor Koramil Kurima. Beliau turut memeriksa rencana renovasi yang telah disusun oleh pihak Koramil serta memastikan bahwa persiapan untuk renovasi tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Renovasi kantor Koramil Kurima ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangunan dan memperluas ruang kerja agar dapat mendukung operasional Koramil dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat setempat. Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan pula dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja Koramil dalam menjalankan tugasnya.

Letkol Inf Tommy Yudistyo menyampaikan renovasi kantor Koramil 1715-03/Kurima sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh TNI AD dalam rangka mendukung tugas pokoknya. Dengan adanya renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas serta memberikan motivasi bagi anggota untuk bekerja dengan lebih baik.

Kunjungan Dandim 1715/Yahukimo ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi dan dorongan positif bagi seluruh anggota Koramil 1715-03/Kurima untuk terus bersemangat dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi kepentingan masyarakat dan negara.

Dengan semangat dan kerja sama yang solid, diharapkan renovasi kantor Koramil 1715-03/Kurima dapat segera diselesaikan dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh anggota TNI yang bertugas di sana serta masyarakat sekitarnya. (Pen Kodim 1715/Yahukimo)

Red”

Kapolda Jateng Instruksikan Tiga Pilar Gunakan Kearifan Lokal dan Adat istiadat Ciptakan Rasa Aman

Polda Jateng| Utamakan kearifan lokal dan libatkan adat istiadat untuk menciptakan rasa aman. Hal tersebut diintruksikan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat Safari Kamtibmas bersama Bupati Purworejo dalam rangka mewujudkan kondusifitas melalui tiga pilar bertempat di Pendopo Kabupaten Purworejo, Minggu (19/5/24)

Turut hadir dalam acara tersebut PJU Polda Jateng, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Zaenul Bahar MSi, Kapolres jajaran ekswil Kedu, Forkopimda Kabupaten Purworejo, serta 3 Pilar se Kabupaten Purworejo (Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Kepala Desa)

Dalam sambutannya, Kapolda Jateng menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu pengecekan kesiapan pengamanan Pilkada.

“Selain bersilaturahmi, hari ini saya lakukan pengecekan, recheck, cross chek dan final check terkait sinergitas tiga pilar dan kesiapan untuk Harkamtibmas menjelang Pilkada di Kabupaten Purworejo, karena rekan-rekan merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling kecil mewakili negara di mana anda bertugas,“ katanya.

Menurut Kapolda, tiga pilar mengelola wilayah desa, situasi kamtibmas dan kemakmuran wilayah adalah tanggung jawabnya.

Saatnya nanti gelaran Pilkada, Kapolda berpesan agar tiga pilar bisa memberikan jaminan keamanan pada masyarakat. Karena akan melakukan operasi secara mandiri dalam rangka memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat yang melakukan Pilkada di Purworejo.

“Oleh karena itu, penting saya kumpulkan tiga pilar, mau tidak mau jaminan keamanan harus diberikan oleh para pengendali wilayah di tingkat desa, utamakan kearifan lokal, libatkan adat istiadat untuk menciptakan rasa aman “ tegasnya.

Kapolda menambahkan tiga pilar harus bersinergi, TNI Polri itu harus runtang-runtung ke mana-mana ditambah kepala desa.

Red”

PP Persis Apresiasi Kapolri Beri Penghargaan Casis Bintara Korban Begal

Jakarta. Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang memberikan penghargaan masuk Bintara Polri kepada Satrio Mukhti. Satrio merupakan calon siswa (Casis) Bintara yang menjadi korban begal hingga dua jarinya terputus.

“Kami sangat mengapresiasi sikap bijak Kapolri yang memberikan kuota khusus bagi casis bintara polisi yang jadi korban pembegalan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/5/24).

Ia menilai, Jenderal Sigit sangat luar biasa menunjukkan sikap humanis dan berempati. Sikap itu pun dipandang patut dijadikan contoh oleh pejabat negara lainnya.

Lebih lanjut ia berpandangan, masyarakat sangat wajar jika merasa salut dan bangga dengan sikap humanisme serta rasa empati tersebut.

“Sikap humanisme, simpati, dan empati Kapolri kepada casis yang jadi korban kejahatan adalah sikap yang luar biasa membanggakan dan membahagiakan, bukan hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga patut jadi teladan bagi para pejabat di instansi lainnya,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada calon siswa (Casis) Bintara Polri yang menjadi korban begal hingga jari tangannya putus. Dia adalah Satrio Mukhti (18).

Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.

“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” ungkap Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/24).

Red”

Diduga Hendak Digunakan Balap Liar, Lima Sepeda Motor Diamankan Polsek Bukateja

Purbalingga – Polsek Bukateja Polres Purbalingga mengamankan lima sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar di jalan raya Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Minggu (19/5/2024) dini hari.

Kapolsek Bukateja Iptu Dono Hendarto mengatakan pihaknya melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Dioptimalkan (KRYD) untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Hasilnya menemukan sejumlah pemuda diduga hendak melakukan balap liar.

“Kami temukan lima sepeda motor yang diduga hendak digunakan balap liar di jalan raya Desa Kedungjati,” ungkapnya.

Menurut kapolsek, saat ditemukan ada dua orang pemilik sepeda motor. Mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat – surat berkendara. Sedangkan tiga orang lainnya kabur.

Sepeda motor juga kondisinya tidak standar diantaranya sudah dimodifikasi, berknalpot tidak sesuai spesifikasi, tidak ada plat nomor dan pengendara tidak menggunakan helm.

“Lima sepeda motor tersebut kemudian diamankan ke Polsek Bukateja bersama dengan dua orang yang ada di lokasi,” jelasnya.

Sepeda motor yang diamankan yaitu Yamaha Jupiter bernomor polisi R-4454-DC, sepeda motor Honda GL 100 R-5728-EC dan tiga kendaraan yang tidak ada plat nomor serta kondisinya sudah di modifikasi untuk balapan.

Sedangkan dua orang yang ada di lokasi yaitu DF (19) warga Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga dan AY (17) warga Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja.

Kapolsek menambahkan kepada dua orang pemilik kendaraan kemudian dilakukan pembinaan, untuk sementara diperbolehkan pulang. Sedangkan tiga kendaraan masih dilakukan penyelidikan dan identifikasi siapa pemiliknya.

“Kami undang seluruh pemilik kendaraan pada hari Senin (20/5/2024) di Polsek Bukateja untuk dilakukan upaya pembinaan. Selain itu, mereka harus melengkapi kendaraan sesuai ketentuan dan membawa surat kendaraan tersebut,” pungkasnya.

Red.

JPU Tuntut Terdakwa Rudy Derwawan Muliadi 8 Bulan Penjara Dengan Perintah Ditahan

 

Sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik yang dilakukan terdakwa Rudy Dermawan Muliadi terhadap Ketua Umum APKOMINDO Ir. Soegiharto Santoso, SH sudah mulai memasuki babak akhir. Sebelumnya pada sidang di PN Jakarta Pusat (22/4/2024) lalu, terdakwa Rudy Dermawan Muliadi telah dituntut 8 bulan penjara dengan perintah penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sidang berikutnya untuk perkara pidana khusus No. 731/Pid.Sus/2023/ PN Jkt.Pst. ini akan berlangsung pada Rabu (22/5/2024) mendatang dengan agenda replik dari JPU.

Pada agenda sidang sebelumnya, JPU Frederick Christian S, SH, MH, membacakan tuntutannya antara lain; “Supaya majelis hakim PN JakPus yang memeriksa dan memutus perkara ini memutuskan perkara dengan terdakwa Rudy Deramawan Muliadi terbukti bersalah melanggar UU ITE dalam Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana didakwakan dalam dakwaan penuntut Umum.”

Sidang tuntutan JPU itu dipimpin Majelis Hakim Toni Irfan, SH. dengan anggota Teguh Santoso, SH., dan I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, SH. serta Penitera Pengganti Min Setiadhi, SH.

Ketika itu, JPU menuntut majelis hakim menjatuhan pidana kepada Terdakwa Rudy Dermawanan Muliadi dengan pidana penjara selama 8 bulan dengan perintah untuk dapat ditahan, dan denda sebesar Rp 20 Juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Terkait tuntutan JPU tersebut, pihak korban Ir. Soegiharto Santoso, SH. yang juga berprofesi sebagai wartawan, mengaku puas atas tuntutan JPU terhadap terdakwa Rudy Dermawan Muliadi.

“Sesungguhnya kami sudah membuka jalan mediasi untuk berdamai yang difasilitasi oleh Polda DIY sebanyak 2 (dua) kali, akan tetapi terdakwa tidak hadir. Jadi saya serahkan kepada yang mulia Majelis Hakim untuk memutus perkara ini. Terlebih bukti dan fakta persidangan terdakwa berani memberikan keterangan palsu kepada majelis hakim dan JPU,” ujar Hoky sapaan akrabnya yang kini menjadi Pengacara dan dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal PERATIN (Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia).

Dalam persidangan sebelumnya terdakwa Rudy Dermawan Muliadi sempat memberikan keterangan bahwa dirinya pernah akan dipertemukan oleh pihak kepolisian Polda DIY agar masalah ini tidak dilanjutkan dan Rudy mengaku datang ke Yogya, tetapi yang bersangkutan (korban/ Hoky) tidak datang.

Keterangan terdakwa itu menurut Hoky adalah bohong atau palsu. “Didalam BAP saya sangat jelas tertuliskan tentang saya hadir di Polda DIY sebanyak 2 kali untuk agenda mediasi dengan Terdakwa, akan tetapi Terdakwa yang tidak hadir. Saya juga telah mengirimkan surat kepada Majelis hakim untuk berkenan membaca ulang isi BAP saya dari Polda DIY, agar menjadi terang dan nyata tentang terdakwa itu berbohong,” ungkapnya.

“Memang benar selakuTerdakwa punya hak ingkar, namun saya yakin hukum akan menjadi panglima. Orang yang bersalah pasti akan menerima ganjaran sesuai perbuatannya, apalagi saya pernah mengalami kriminalisasi dan pernah ditahan selama 43 hari, atas ulah Terdakwa dan kelompoknya, padahal saya tidak bersalah, terbukti saya diputus bebas oleh Pengadilan,” beber Hoky.

Kemudian, lanjut Hoky, dalam sidang pembacaan pledoi Terdakwa yang dibacakan oleh kuasa hukum atas nama Dr. H. D. Djunaedi, SH., Sp.N, MH. pada Rabu 08 Mei 2024 lalu, pada intinya menyatakan Terdakwa tidak melakukan perbuatan pidana sesuai dakwaan dari JPU.

Menariknya, masih menurut Hoky, dalam pembacaan surat pledoi Terdakwa tersebut, kuasa hukum Terdakwa secara berulang kali menyatakan tentang Ketua Umum APKOMINDO yang sah adalah terdakwa Rudy Dermawan Muliadi, karena telah menang di PN Jakarta Selatan, menang di PT DKI Jakarta, menang Kasasi di MA, bahkan menang perkara PK di MA, padahal Terdakwa diduga menggunakan dokumen palsu dan saat ini telah dilaporkan di Polda Metro Jaya.

Hoky selaku korban yang selalu hadir dalam persidangan menyatakan, hal tersebut tentu sangat ironis, karena Terdakwa terus melakukan kebohongan dalam persidangan.

“Jadi selayaknya ia divonis seberat-beratnya. Karena pihak Terdakwa dan kelompoknya sebelumnnya telah melakukan gugatan di PTUN, PT TUN dan Kasasi di MA, terkait SK KUMHAM RI APKOMINDO, dan telah gagal total, sehingga telah berkekuatan hukum tetap sejak tahun 2016. Namun mereka terus melakukan gugatan lagi di PN JakSel pada tahun 2018 dengan dugaan menggunakan dokumen palsu akan tetapi bisa menang terus dari tingkat Pengadilan Negeri hingga PK,” terang Hoky.

Hoky berharap majelis hakim dapat memberikan efek jera terhadap terdakwa yang diduga dapat merekasaya hukum agar marwah peradilan di Indonesia dapat terjaga dengan baik.

Terlebih, menurut Hoky, dalam sidang kriminalisasi terhadap Hoky di PN Bantul telah terungkap tentang ada pihak yang sengaja menyiapkan dana agar Hoky masuk penjara.

Faktanya, Hoky sempat ditahan selama 43 hari di Rutan Bantul namun akhirnya divonis tidak bersalah oleh PN Bantul dan upaya kasasi JPU telah ditolak oleh MA. (***)

Red”

Santri Ponpes AL MUTQQIN Ancol, Sukses Tabligh Keliling Di Jagakarsa.

Jakarta, Sm- Sebanyak delapan orang santri dari Ponpes Al Mutaqin Ancol Jakarta Utara sukses menyelenggarakan Jaula, Tabligh keliling, bertatap Silaturahmi dengan warga di lingkungan kelurahan Jagakarsa.

Mereka hadir sejak Kamis, selama 4 hari, dan program kerjanya yaitu dalam upaya mengaplikasikan perkara agama lewat Silaturahmi dan mengajak warga yang didatangi untuk meramaikan mesjid.

Tim Tabligh Santri dikoordinir oleh Syamsudin menyampaikan fadilah Al quran kepada warga dari hadis yang sangat berkesan bagi warga yang didatangi sebab adanya unsur yang menggugah dan mengingat dalam pesan mereka.

“Hidup di dunia tidak lama, tetapi hidup di akhirat selamanya untuk itu mari kita laksanakan sholat pada waktunya dan berjamaah, ” kata Kamal Santri asal Cibinong Bogor.

Fadilah hadis Al quran yang disampaikan oleh santri kepada warga supaya sholat diawal waktu, tengah malam diiringi Tahajut, lanjut sholat subuh.

Setelah sholat subuh, tim bermusyawarah, dan lanjut mengunjungi rumah rumah warga lagi dan silaturahmi untuk menyampaikan misi dan visinya.

Tim Tabligh Santri selalu mengajak ummat untuk meramaikan mesjid, sholat berjamaah dan pada waktunya, ulangnya berkali kali di setiap bertemu warga yang dikunjungi. Kegiatan mereka berakhir Minggu dinihari (19/5)

Jaula keliling santri didampingi senior dan.pembina Risman Thomas, yang bergerak dari posko .pasar Timbul kelurahan Cipedak Jagakara Jakarta Selatan.

Para Santri, selain koordinasi, bersilaturahmi juga mengimbau warga untuk dapat hadir di Mesjid Madina Al Karim ikut tauziah. Mereka berdoa dan bermohon agar hamba Allah jauh dari musibah, malapetaka, dan marabahaya, tutup Syamsudin.

Para Jamaah Santri, yang datang dan belajar dari berbagai daerah diluar kota Jakarta tampaknya bersemangat menggelorakan perkara agama yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

Pasar Timbul yang menyediakan tempat jamaah untuk belajar agama sebab bagian dari Mesjid Madina Al Karim di bidang pendidikan, merangkul semua warga dan milenial belajar untuk menyongsong masa depan lebih baik.

Para santri dari Pesantren Al Muttaqin ikut bergabung belajar mempertajam pelajaran bahasa inggris di ILS yang dipandu oleh Risman.

Pelajar juga ada ibu ibu yang belajar TAHFIZ Alquran usai belajar, dilanjutkan dengan belajar bahasa Inggris, dengan jadwal Kamis dan Sabtu. kata Risman.

Motto TLS, Learning by doing yang diselenggarakan di Sekolah Bahasa Inggris Pasar Timbul Jagakarsa, ungkap Agus ketua DKM Mesjid MADINA Al Karim Jagakarsa Jakarta Selatan. an.

Tunjuk Keseriusan,, Handayani Lansung Pimpin Tim,, Kembalikan Berkas Pendaftaran Ke Partai Hanura Merangin.

Merangin-Jambi
hari ini Handayani bersama tim keluarga mendatangi DPC Partai Hanura Kabupaten Merangin dengan bertujuan mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon Kepala Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Merangin tahun 2024 mendatang.

kedatangan Handayani beserta tim keluarga disambut baik oleh tim Penjaringan penetapan dan pemenangan TPPP DPC Hanura Kabupaten Merangin.18/5/2024.

Zainuri sebagai Ketua, menyambut baik atas kedatangan Handayani sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Sekretariat DPC Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kab. Merangin, dalam rangka pengembalian Berkas Formulir Pendaftaran Calon Bupati Merangin periode 2024-2029, dalam sambutannya,,Zainuri sangat mengapresiasi atas keseriusan Handayani dengan menggandeng Partai HANURA dalam berlayar menuju Merangin 1 di Kontestasi Pilkada Merangin 2024.

,”Kami ucapkan terima kasih atas keseriusan Bapak dengan menggandeng Partai Kami (HANURA) dalam Kontestasi Pilkada Merangin tahun 2024, Insyaallah kalau bapak bersungguh-sungguh ingin dapat perahu Hanura, kami pun begitu,,tegas Zainuri

,”Saya tahu sepak terjangnya Bapak Handayani, orangnya memang terlihat biasa-biasa, sederhana, tapi beliau adalah tokoh Merangin yang tak asing lagi dikalangan masyarakat, kalau bapak serius, kami pun siap jiwa dan raga,,puji Ketua Hanura (Zainuri).

Disesi penyampaian sambutan dari Tim, Handayani mengambil kesempatan tersebut dengan menyampai atau pemaparan sekilas program program atau Visi-Misi, Seandai dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Merangin kedepannya.

,” Insya Allah saya serius dalam Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Merangin 2024 ini, kalau saya dipercayakan oleh masyarakat, insya allah saya berusaha dan berniat dalam 3 tahun kepemimpinan saya, selain meningkatkan PAD, perioritas pertama yang saya bangun adalah akses transportasi disetiap wilayah pedesaan karena kita sama sama tau bahwa banyaknya jalan jalan yang rusak parah,”Terang Handayani dalam sambutannya.

Acara penyampaian berkas formulir pendaftaran tersebut berlangsung dengan hikmat, kemudian disesi acara penutup dilakukan penyerahan secara seremonial sekaligus penyerahan Surat Tanda Terima Formulir dari Tim Penjaringan, Penetapan dan Pemenangan (TPPP) DPC Hanura Kab.Merangin.*(Tim)