Beranda blog Halaman 337

Pendaratan Pasukan Gabungan Multinasional Tandai Operasi Amfibi Di Pantai Banongan

0

(Puspen TNI). Pendaratan pasukan gabungan multinasional di pantai Banongan menandai
dimulainya Serbuan Operasi Amfibi ke daerah sasaran musuh. Latihan ini merupakan salah satu dari rangkaian latihan puncak Super Garuda Shield 2024 yang digelar di pantai Banongan, Situbondo Jawa Timur. Kamis (5/9/2024).

Operasi amfibi adalah operasi militer yang dilakukan oleh pasukan yang dapat bergerak di atas air dan di darat. Tujuan utama dari operasi amfibi adalah untuk menyerang atau mengambil alih daerah yang terletak di dekat pantai atau pulau. Operasi ini melibatkan koordinasi yang ketat antara pasukan laut, pasukan udara, dan pasukan darat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dalam latihan puncak Operasi Amfibi pada Super Garuda Shield tahun 2024
ini melibatkan empat negara pelaku latihan yakni Indonesia yang menerjunkan pasukan Marinir TNI AL, pasukan Marinir AS (USMC), Pasukan Amphibious Rapid Deployment Brigade (ARDB) Jepang serta pasukan militer Singapura (SAF).

Dalam skenario latihan, disimulasikan sebelum pasukan pendarat gabungan multinasional menyerbu pulau yang dikuasai musuh, dilaksanakan infiltrasi
atas permukaan yang dilakukan oleh penerjun pasukan Intai Amfibi TNI AL, US Recon dan tentara ARDB Jepang yang dilaksanakan secara senyap.

Setelah mendapatkan dislokasi serta kekuatan musuh, tim pengintai memberi isyarat kepada Pusat Kendali Operasi untuk mengerahkan pesawat tempur T50 TNI AU untuk melumpuhkan senjata Artileri lawan kemudian dilanjutkan penyerbuan pantai oleh pasukan pendarat.

Adapun Alutsista yang terlibat dalam Operasi Amfibi ini terdiri dari KRI
Makasar-590, KRI FKO-368, Heli Panther dan Tank Amfibi milik TNI AL, pesawat tempur T50 milik TNI AU, USS Green Bay milik AS dan RSS Resolution milik Singapura serta puluhan perahu karet yang digunakan oleh pasukan pendarat.

Hadir pada kegiatan tersebut Komandan Kodiklat TNI Laksamana Madya Maman Firmansyah beserta seluruh delegasi observer dari berbagai negara meninjau langsung jalannya Serbuan Operasi Amfibi dari Menara tinjau.

#tniprima
#profesional
#responsif
#inovatif
#modern
#adaptif
#sgs24

Autentikasi:
Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Cba Tedi Rudianto

Menhan Prabowo Temui Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman, Bahas Kerja Sama Pertahanan

0

Bandar Seri Begawan – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto menemui Yang Maha Mulia Seri Sultan Haji Hassanal Bolkiah di ruang Audience Ratna Kencana, Istana Nurul Iman. Pertemuan dimulai sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Kamis (5/9/2024).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Kedua pihak membahas berbagai isu strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama pertahanan antara kedua negara.

Menhan Prabowo dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjajaki peluang kerja sama dengan Brunei dalam bidang industri pertahanan. “Saya yakin bahwa dengan berbagi teknologi dan keahlian, kita dapat bekerja sama mengembangkan sistem dan peralatan pertahanan yang memenuhi kebutuhan spesifik kita,” kata Menhan Prabowo.

Adapun pembahasan mengenai kerja sama pendidikan di mana Menhan Prabowo menyatakan harapan untuk dapat menyambut lebih banyak personel militer Brunei untuk melanjutkan studi di Indonesia di masa mendatang.

Kemhan RI saat ini tengah melakukan transformasi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (The Republic of Indonesia Defence University/RIDU) menjadi lembaga yang berorientasi pada penelitian dan berkelas dunia.

“Dengan senang hati kami mengundang para perwira Angkatan Bersenjata Brunei untuk mendaftar di program magister yang ditawarkan di RIDU,” jelas Menhan Prabowo.

Brunei sebelumnya telah mengirimkan satu perwira, yang lulus pada tahun 2014. Hingga saat ini, universitas tersebut telah menerima mahasiswa internasional dari berbagai negara termasuk Australia, Filipina, Tiongkok, Malaysia, Nigeria, Laos, dan lainnya. Beberapa program tersedia untuk para perwira Brunei, termasuk Manajemen Pertahanan, Perang Asimetris, dan Diplomasi Pertahanan.

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Prabowo didampingi sejumlah pejabat antara lain Duta Besar LBBP RI untuk Brunei Darussalam, Prof. Dr. Ahmad Ubaedillah dan Anggota DPR RI Komisi I Sugiono.

Dari pihak Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah didampingi oleh Menteri Pertahanan II, YB Pehin Datu Lailaraja Mayjen (R) Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji M Yussof, Menteri Luar Negeri II, YB Dato Setia Erywan bin Pehin Datu Pekerma Jaya Haji Mod. Yusof, dan pejabat tinggi lainnya termasuk YM Dato Seri Paduka Awang Mohd Riza, YM Brigadir General (B) Dato Seri Pahlawan Haji Alirupendi, serta YM Pengiran Norhashima Pengiran Haji Mohd Hassan.

Usai pertemuan, Menhan Prabowo dijamu makan siang secara privat oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Setelah jamuan makan siang, Menhan Prabowo selanjutnya kembali ke bandara untuk kunjungan kerja ke Laos. (Biro Humas Setjen Kemhan)

Tawuran Pelajar Berhasil Digagalkan, Polres Kebumen Intensifkan Patroli

0

Kebumen – Polres Kebumen berhasil membubarkan dan menggagalkan rencana tawuran antar pelajar di Jalan Raya Guyangan Petanahan, masuk Desa Podourip, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Pembubaran dilakukan oleh petugas piket Polsek Petanahan sebelum tawuran terjadi dan menimbulkan korban jiwa sekira pukul 17.30 WIB, Kamis 5 September 2024.

Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Plt Kasihumas Aiptu Nanang Faulatun mengungkapkan, sedikitnya 4 pelajar diamankan pada peristiwa itu.

“Saat kami membubarkan, banyak pelajar kabur. Namun kami berhasil mengamankan 4 pelajar untuk dimintai keterangan,” jelas Aiptu Nanang, Jumat 6 September 2024.

Selanjutnya Kapolsek Petanahan AKP Supriyo menambahkan, pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap orangtua, pihak sekolah, serta perangkat desa masing-masing, untuk dilibatkan dalam penyelesaian masalah tersebut.

AKP Priyo menuturkan, pembubaran bermula dari informasi yang masuk ke Polsek Petanahan jika ada sekelompok pelajar yang tengah janjian untuk tawuran di sekitar Jalan Raya Guyangan Petanahan. Lalu dari informasi itu, petugas Polsek Petanahan meluncur ke lokasi.

“Saat kami datang ada puluhan pelajar sedang berkumpul di sana. Ada sebagian yang kabur, ada juga yang kita amankan,” ungkap AKP Supriyo.

Dari keterangan para pelajar yang diamankan, mereka tengah membuat janji dengan pelajar salah satu SMK di Kebumen untuk tawuran. Namun sebelum aksi tawuran terjadi, aksinya dibubarkan polisi.

“Pelajar lain yang berhasil kabur, akan kita lakukan pendataan dan pemanggilan. Akan kita lakukan pembinaan kepada para pelajar tersebut supaya tidak mengulangi lagi,” imbuhnya.

Belakangan aksi tawuran remaja atau pelajar cukup meresahkan. Telah terjadi banyak korban jiwa dari aksi tersebut, sehingga hal ini harus ditangani serius bukan hanya kepolisian, namun juga semua pihak.

Polres Kebumen mengimbau kepada seluruh orangtua, agar lebih cermat dalam mengawasi anaknya bermain, jangan sampai menjadi korban.

“Kita akan intensifkan patroli. Namun pesan kami, semua pihak juga wajib aktif mengawasi, baik orangtua, pihak sekolah, juga masyarakat. Jika ditemukan informasi akan terjadi tawuran, laporkan ke kami. Informasi tersebut sangat penting,” AKP Supriyo menandaskan.

Red”

Satsamapta Polres Purbalingga Juara Lomba Pleton Urai Massa Tingkat Polda Jateng

0

Purbalingga – Satsamapta Polres Purbalingga berhasil menjadi juara pertama Latihan Peningkatan Kemampuan Ton Raimas yang diselenggarakan oleh Direktorat Sabhara Polda Jateng. Lomba di gelar di Sirkuit Mijen, Semarang beberapa waktu yang lalu.

Kasat Samapta Polres Purbalingga Iptu Tri Haryanto,S.H. menjelaskan bahwa Satsamapta Polres Purbalingga mengirimkan Pleton Pengurai Massa (Raimas) yang berjumlah 30 orang untuk mengikuti lomba.

“Alhamdulillah berkat kerja keras dan komitmen yang tinggi para personel, kami berhasil meraih juara pertama tingkat Polda Jawa Tengah,” ucapnya, Kamis (5/9/2024).

Disampaikan bahwa sebelum pelaksanaan lomba di tingkat Polda Jateng, sudah dilakukan seleksi di wilayah eks Polwil Banyumas. Tim Samapta dari empat polres yaitu Polresta Banyumas, Polresta Cilacap, Polres Purbalingga dan Polres Banjarnegara dilakukan penilaian.

“Hasil penilaian di ekswil Banyumas kami berhasil menjadi juara pertama, sehingga melanjutkan lomba ke tingkat Polda Jateng,” ungkapnya.

Menurut Kasat Samapta untuk menghadapi lomba tersebut kami melaksanakan latihan secara rutin. Latihan melibatkan 20 personel Raimas, 10 personel pengendara motor, 1 unit mobil patrol, 1 unit ambulans, serta 3 anggota K9 dengan 1 unit mobil K9.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan yang intensif dan persiapan yang matang. Tidak lepas dari latihan-latihan yang rutin dilaksanakan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa metode latihan yang diterapkan sangat realistis, dimana personel Raimas dihadapkan dengan situasi massa yang benar-benar kacau dan rusuh. Tujuan dari latihan ini adalah untuk membiasakan personel dalam menghadapi situasi yang eskalatif secara nyata.

“Dengan demikian mereka mampu bertindak dengan cepat, tepat, dan profesional di lapangan. Latihan ini melibatkan skenario penanganan massa berdasarkan eskalasi situasi, yang kami bagi ke dalam tiga tingkat masing-masing hijau, kuning dan merah,” ucapnya.

Kasat Samapta menambahkan pihaknya akan terus melaksanakan latihan peningkatan kemampuan. Sehingga bisa melaksanakan tugas secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan Bapak Kapolres Purbalingga yang terus memberikan motivasi dan semangat bagi personel Satsamapta untuk giat berlatih,” pungkasnya.

Dari data, penilaian dalam lomba meliputi sikap tampang dan administrasi perorangan, kesiapan kendaraan dan alat khusus Raimas, serta kemampuan menangani permasalahan sesuai dengan skenario penanganan yang diatur dalam Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Hasil lomba Latihan Peningkatan Kemampuan Ton Raimas tingkat Polda Jateng, juara pertama diraih oleh Polres Purbalingga, juara kedua diraih Polres Tegal Kota, dan Polres Karanganyar sebagai juara ketiga.

Red”

In Memoriam Faisal Basri:* *Faisal Bakri, Korupsi Oligarki, dan Politik Dinasti

0

_Oleh: Syaefudin Simon (Kolumnis/Wartawan PPWI)_

Jakarta – Putra terbaik Indonesia, Faisal Basri Batubara (65), tokoh intelektual dan ekonom, yang merawat “kewarasan logika Republik” telah pergi untuk selamanya, Kamis dini hari, 5 September 2024, di RS Mayapada, Jakarta. Ceramah, obrolan, dan tulisan Faisal, telah membuka mata “para pejalan suci” yang ingin membangun negeri ini dengan mata hati dan moralitas tanpa korupsi.

Faisal selalu berteriak hingga kering tenggorokannya untuk mengungkap kebenaran, apa yang terjadi di negeri yang — pinjam istilah sastrawan Mochtar Lubis — penuh kemunafikan dan kebohongan itu. Demi membela kebenaran dan kewarasan logika, Faisal tak pernah takut kepada siapa pun. Ia terus berteriak.

Di jalanan, di kampus, di ruang seminar. Di mana pun, selagi ada angin yang bisa mengantarkan kebenaran, Faisal selalu berteriak. Tanpa lelah.

Seperti kicau burung Manyar yang – kata Anthony de Mello — akan terus bernyanyi. Karena hanya itu “kemampuan alamiah” burung Manyar; menyanyi, menyampaikan isi hati.

Begitulah Faisal! Ia menyampaikan kebenaran dan merawat kewarasan logika. Karena itulah kemampuan alamiahnya. Faisal terus “menyanyi” di mana pun. Tak peduli orang mendengarnya atau tidak.

Maka tak heran, bila tak sedikit orang menganggap suara Faisal sudah keterlaluan. Tapi tak sedikit pula orang menganggap suara Faisal adalah kebenaran. Ia menyatakan kegelisahan kaum salik. Dan hati yang bersih akan mendengarkannya.

Ketika Presiden Joko “Mulyono” Widodo, yang konon kinerjanya mendapat apresiasi 80 persen rakyat, menepuk dada dengan keberhasilan hilirisasi nikel, Faisal justru mencibirnya.

Senayan terkesima terhadap pidato Mulyono. Dunia bisnis terkesima mengaminkannya. Rakyat yang (konon) 80 persen percaya Mulyono itu hebat, mengelu-elukan keberhasilan hilirisasi nikel — memuja setinggi langit presiden yang tampak lugu itu.

Faisal tidak. Indra penciuman ekonominya, berhasil mendeteksi, apa yang dibangga-banggakan Mulyono omong kosong belaka. Jokowi saat itu (di Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Sabtu 9.3/2024) menyatakan, hilirisasi nikel, dengan membangun smelter, meningkatkan nilai ekspor logam tersebut hingga mencapai 500 Triliun. Dari sebelumnya hanya 50 Triliun. Luar biasa.

Tapi Faisal mencibirnya. Apa yang diperoleh Indonesia dari tambang nikel yang dikeruk Cina itu? Tukas anak marga Batubara itu. Keuntungan yang diperoleh Indonesia Hanya selapis kulit bawang, ujar sang ekonom kritis tersebut.

Ya. Hampir semua semelter milik Cina. Perusahaan tambang nikel milik Cina. Buruh bergaji tinggi dari Cina. Bank yang dipakai milik Cina. Jadi keuntungannya untuk siapa?

Apa yang disebut hilirisasi, tambah Faisal, hanya mengubah biji nikel jadi lembaran (iron pig), atau nickel pig iron (NPI) — bahan mentah yang kemudian diekspor ke Cina dengan harga murah. Lalu Cina mengekspor kembali olahan NPI ke Indonesia dengan harga mahal.

Dan jangan lupa, rejim Jokowi memberikan banyak sekali insentif pada perusahaan Cina itu. Dari perizinan sampai pajak dan energi.

Harap tahu saja, kata Faisal, batubara yang dipakai untuk smelter nikel harganya hanya separuh dari harga ekspor di pasar internasional. Indonesia mensubsidi energi untuk smelter Cina. Tak hanya itu. NPI dari smelter yang ada di Indonesia dihargai sangat murah, kurang dari separuh dari harga di pasar internasional.

Lalu siapa untung? Jika saja uang yang bergulir dari proses hilirisasi kualitas rendah itu 500 Triliun seperti dikatakan Jokowi, Indonesia dapat berapa persen? Sangat liliput.

Hampir semuanya mengalir ke Cina melalui perbankan Cina. Mungkin hanya beberapa orang dan perusahaan oligarki yang dapat keuntungan karena kongkalikong dengan Cina.
Nyinyiran Faisal, dibantah rejim oligarki. Tapi belakangan apa yang dikatakan Faisal, mulai menunjukkan buktinya.

Catatan data impor nikel di Cina yang bisa diakses publik, kata Faisal, jauh lebih besar dari data ekspor nikel di Indonesia. Oligarki yang mencuri bijih nikel dan diekspor ke Cina, mulai terkuak.

Faisal menyebut Airlangga Hartarto (ketum Golkar yang dijatuhkan Jokowi) dan Walikota Medan Bobby Nasution, menantu Sang Presiden, di antara “pebisnis oligarki” yang ikut cawe-cawe di bisnis nikel itu. Abdul Gani Kasuba, mantan Gubernur Maluku Utara, telah menyebutkan adanya “Blok Medan” dalam area tambang nikel yang dipermainkannya.

Sekarang mampukah KPK mencekal pemilik Blok Medan milik dinasti Jokowi itu? Kita tunggu!

Di situlah keberanian Faisal mengungkap sebagian nama-nama sakti para oligark tanpa takut. Demi negara, Faisal pantang menyerah melawan para koruptor. Pantaslah jika Faisal pernah mendapat anugrah sebagai tokoh antikorupsi Indonesia.

Ketika aku menyaksikan film pendek Bloody Nickel yang menggambarkan kebrutalan pertambangan nikel yang dipuja-puja Mulyono, aku langsung teringat apa yang dikatakan Faisal. Tambang nikel di Sultra dan Maluku Utara adalah contoh, bagaimana negara dan oligarki merusak alam dan menyengsarakan rakyat. Tanah adat dilenyapkan.

Tanah rakyat dibeli hanya dua ribu perak permeter. Sungai hancur. Laut tercemar. Rakyat di lokasi tambang nikel dipinggirkan demi oligarki dan industri nikel Cina.

Hasilnya: Sultra dan Malut tercatat sebagai dua provinsi di antara lima wilayah dengan tingkat kemiskinan terparah di Indonesia.

Kemana larinya uang nikel dari dua provinsi kaya sumber daya alam itu? Faisal menjawab, ke Cina dan oligarki. Termasuk ke kantong dinasti.

Bagi Faisal, Rejim Jokowi — tidak hanya brutal dan ugal-ugalan dalam membangun infrastruktur tanpa logika yang waras, tapi juga merusak tatanan demokrasi dengan membangun dinasti. Presiden Jokowi — pinjam omongan ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia — adalah raja Jawa yang tak terkalahkan.

Dinasti dan demokrasi adalah oksimoron dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Di balik dinasti, pasti bermunculan korupsi, inkonsistensi, dan interest pribadi. Dan itu sudah mulai terlihat di akhir rejim Jokowi. Negara porak poranda demi kepentingan oligarki dan dinasti keluarga.

Selamat jalan sang legenda! Perjuanganmu memberantas korupsi dan menjaga kewarasan logika menjadi warisan anak bangsa yang abadi. Namamu terpatri di hati setiap orang yang menjaga etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara! (*)

Red”

Dede Farhan Aulawi Bicara Tingginya Ketergantungan Produk Impor Dalam Perspektif Hankam

0

“ Dalam setiap perisitiwa dimanapun yang kita ketahui, baik yang terjadi pada diri sendiri ataupun terjadi pada orang lain pada dasarnya ada sebuah hikmah dan pelajaran yang harus kita petik. Lakukan analisis yang benar untuk mengetahui akar masalah sesungguhnya, apa dampaknya, dan bagaimana strategi untuk memperbaiki kondisi dan mengantisipasi jika hal tersebut terjadi. Hal ini yang seringkali terlupakan, sehingga kita lalai dalam mempelajarinya sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ada yang bersifat strategis, operasional dan taktis, serta bisa dilihat dari berbagai perspektif seperti perspektif pertahanan. Contohnya, masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap beberapa komoditi strategis, misalnya pemenuhan kebutuhan beras dan susu impor “, ujar Pemerhati Hankam Dede Farhan Aulawi di Bandung, Rabu (4/9).

Hal tersebut ia sampaikan dalam obrolan santai dengan beberapa koleganya terkait dengan kondisi peperangan di beberapa kawasan yang belum memperlihatkan ada tanda – tanda akan selesai. Malah yang terjadi sebaiknya, yaitu ada potensi perluasan konflik yang melibatkan banyak negara atas dasar kepentingan, solidaritas, atau perspektif lainnya. Pada kesempatan ini, Dede mencontohkan perihal pelajaran yang bisa dipetik dalam konflik perang Rusia vs Ukraina yang berdampak sangat signifikan pada perekonomian Jerman. Meskipun Jerman sebenarnya tidak secara langsung berkonflik, tetapi karena Jerman menjadi salah satu anggota Uni Eropa, maka walau bagaimanapun Jerman harus mengikuti kebijakan Uni Eropa untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Rusia. Akibatnya Jerman ikut mengalami kerugian terkait kebijakan sanksi yang dijalankannya sehingga terjadi dilema antara mengikuti kebijakan Uni Eropa atau terus bekerjasama dengan Rusia untuk menjaga stabilitas pasokan gas alam dan industrinya. Hal ini terjadi karena Jerman merupakan salah satu negara pengimpor gas alam terbesar dari Rusia untuk keperluan keperluan industri dan yang lainnya.

“ Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara menjadikan kerjasama antar negara sebagai solusi untuk saling mengisi sesuai kebutuhan strategis masing – masing negara. Jerman mendapatkan supplai yang cukup terkait kebutuhan gas alamnya dari Rusia, sementara Rusia juga merasa diuntungkan dengan adanya sumber pendapatan negara dari hasil penjualan gas alamnya ke Jerman. Sepanjang kondisinya baik tentu saling menguntungkan kedua belah pihak, namun ketika terjadi gangguan hubungan politik maka akanmengganggu kepenting keduanya “, tambah Dede.

Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa dari peristiwa tersebut seyogyanya Indonesia bisa memetik hikmah dan segera membuat langkah – langkan terobosan yang strategis. Indonesia saat ini masih memiliki ketergantungan terhadap beberapa komoditi impor, misalnya saja keperluan pemenuhan beras dan produk susu. Tentu bukan hanya itu karena masih banyak momoditi impor lainnya. Hal ini disebabkan karena Indonesia belum bisa mencapai kembali swasembada pangan atau yang dikenal dengan istilah kedaulatan pangan. Di sisi lain juga harga produk impor juga dinilai jauh lebih murah dibandingkan produk serupa yang dihasilkan di dalam negeri. Di sisi lain lahan pertanian non produktif juga masih sangat luas, sehingga produktivitas setiap sentimeter lahan masih sangat rendah.

Belum lagi masalah penunjang lainnya seperti kelangkaan pupuk, irigasi / pengairan yang belum merata terutama di musim kemarau, buruh tani yang semakin berkurang karena beralih profesi menjadi pekerja pabrik, kesejahteraan petani yang relatif masih rendah, dan sebagainya. Oleh karena itu, penghijauan dan upaya menjaga sumber mata air harus mendapat atensi penuh agar sumber – sumber mata air warga tidak beralih kepemilikan menjadi milik korporat yang banyak dieksploitasi sebagai tambang ekonomi.

Fakta – fakta tersebut berdampak pada tingginya ketergantungan pangan terhadap import. Ketergantungan impor merupakan salah satu indikator pengukuran tingkat kemandirian pangan dan ketahanan pangan. Salah satu ukuran tingkat kemandirian pangan nasional adalah dengan mengukur seberapa besar tingkat ketergantungan ketersediaan pangan terhadap impor (dan atau net-impor) dalam neraca pangan. Termasuk juga impor barang elektronik seperti smartphone, televisi, laptop, AC, mesin cuci, dan lain-lain. Negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang menjadi negara utama penyuplai barang elektronik ke Indonesia.

“ Begitupun dengan ketergantungan terhadap produk susu impor dengan rata – rata sebesar 40,42 persen kebutuhan susu Indonesia. Produksi susu sapi dari peternak domestik tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Impor susu Indonesia sebagian besar adalah produk susu untuk bahan baku industri pengolahan susu dalam negeri. Impor produk susu sebaiknya dilakukan secara terdistribusi secara geografis agar tidak tergantung pada satu negara asal impor. Di samping itu juga agar produk susu menjadi lebih kompetitif secara harga dan kualitas, serta dalam jumlah yang stabil dan mencukupi. Secara empiris, semakin terkonsentrasi impor secara geografis, maka semakin besar ketergantungan impor. Apalagi jika ditinjau dari asper pertahanan dan keamanan, maka semakin tinggi ketergantungan suatu negara terhadap produk impor, maka negara tersebut akan semakin rentang dari kemandirian sikap dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya “, pungkas Dede.

Kejaksaan Agung Memeriksa 4 Orang Saksi Terkait Perkara Komoditi Emas

0

Kamis 5 September 2024, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 4 (empat) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022, berinisial: 1. EEL selaku Pengguna Jasa Manufaktur pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk.

2. DF selaku Metallugical & Material Engineering Department. 3. GAR selaku Pengguna Jasa Manufaktur pada UBPP LM PT Antam Tbk. 4. STY selaku Pegawai PT Antam Tbk.

Adapun keempat orang saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 s/d 2022 atas nama Tersangka HN dkk. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. (K.3.3.1)

Red”

Latihan Penanggulangan Konflik Sosial; Polda Jateng Bersama Masyarakat Wujudkan Pilkada Aman

0

Polda Jateng-Kota Semarang | Meningkatnya intensitas situasi politik di tengah proses kampanye Pilkada 2024 menimbulkan gesekan antar pendukung paslon peserta kampanye. Hal ini diperparah dengan pernyataan salah satu paslon yang menyinggung SARA saat berorasi dalam kegiatan kampanye.

Situasi ini mengakibatkan pendukung paslon lain merasa tersinggung kemudian mengerahkan ratusan massa ke Simpang Lima Kota Semarang. Kemarahan massa yang tak terbendung kemudian dilampiaskan dengan merusak sejumlah fasilitas umum serta melakukan tindakan anarkis lainnya.

Guna meredam aksi anarkis massa, Polda Jateng dibantu Kodam IV Diponegoro menerjunkan personil anti huru-hara ke Lapangan Simpang Lima Kota Semarang. Melalui serangkaian tindakan taktis serta kerjasama yang harmonis dan sinergi dengan berbagai instansi pemerintahan, aparat keamanan berhasil membubarkan aksi massa serta mengembalikan ketertiban di tengah masyarakat.

Rangkaian peristiwa ini menjadi gambaran umum situasi yang digelar dalam latihan simulasi Penanggulangan Konflik Sosial oleh Polda Jateng di Lapangan Pancasila Kota Semarang pada Kamis, (5/9/2024) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, serta jajaran TNI Polri lainnya.

Sebagai bentuk rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka Operasi Mantap Praja Candi 2024, simulasi tersebut melibatkan 1996 personil gabungan TNI, Polri, dan stakeholder terkait dalam pengamanan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Tengah.

Dalam arahannya usai menyaksikan simulasi yang digelar, Kapolda Jateng menyampaikan apresiasi atas latihan yang disebutnya sebagai bentuk kesiapan TNI Polri di Jawa Tengah dalam mengamankan Pilkada Serentak 2024. Tahap-tahap yang dilakukan oleh petugas dalam penanganan dan meredam aksi massa dalam latihan disebutnya telah sesuai dengan undang-undang dan peraturan Kapolri.

“Inilah gambaran yang kita hadapi saat massa tidak terkendali, Pedomani terus aturan dan tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam menangani kerusuhan massa,” ungkap Kapolda.

Dirinya berharap melalui upaya sinergi dan kolaborasi yang harmonis antara Polri dengan berbagai instansi yang bertugas mengamankan dan menyelenggarakan Pilkada Serentak dapat membawa manfaat dan berkah bagi seluruh masyarakat di Propinsi Jawa Tengah.

“Prinsipnya kita siap melindungi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Apapun yang terjadi, Jawa Tengah harus aman, nyaman dan kondusif,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi turut mengapresiasi kekompakan TNI Polri dan seluruh stakeholder yang terkait dalam simulasi yang digelar. Dirinya berharap kerusuhan yang digambarkan dalam simulasi latihan tidak terjadi di lapangan.

“Apa yang kita lakukan pagi ini adalah dalam rangka menyiapkan seluruh personil dan stake holder terkait agar selalu siap sedia. Latihan ini sebagai antisipasi dan mudah-mudahan (situasi rusuh massa) tidak terjadi di lapangan,” ujarnya.

Dalam keterangan persnya dihadapan wartawan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa kegiatan latihan ini selain sebagai bentuk kesiapan Polda Jateng mengamankan Pilkada Serentak 2024 juga agar menjadi pedoman bagi personil di lapangan.

“Diharapkan personil yang terlibat Operasi Mantap Praja Candi 2024 siap dalam menghadapi situasi yang meningkat. Diharapkan kesiapan hari ini dapat menjadi suatu pedoman bagi anggota di lapangan,” terangnya.

Dirinya menegaskan bahwa aparat keamanan yang tergabung dalam Operasi Mantap Praja Candi 2024 akan mengedepankan upaya-upaya preemtif dan prefentif guna menciptakan situasi yang sejuk di masyarakat.

“Tentu eskalasi keamanan akan meningkat, tapi kita akan melakukan Cooling System agar situasi tetap adem dan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam aktifitas sehari-hari. Semoga proses pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Tengah dapat berjalan dengan aman dan tertib seperti harapan kita semua,” tandasnya

Red”

Perbaiki Atap, Warga Desa Karangbanjar Meninggal Tersengat Listrik

0

Seorang pria warga Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga tersengat listrik saat sedang memperbaiki atap rumah, Kamis (5/9/2024) pagi. Akibatnya korban meninggal dunia.

Kapolsek Bojongsari AKP Kusmono menjelaskan korban meninggal dunia yaitu Hadi Wiyatno Rasdi (76) warga Desa Karangbanjar RT 6 RW 2, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

“Korban meninggal dunia akibat tersengat listrik saat memperbaiki atap rumah. Peristiwa terjadi sekira jam 08.30 WIB,” ungkap kapolsek.

Kejadian bermula saat korban naik ke atap rumah untuk memperbaiki seng yang mengalami kebocoran. Saat itu, cuaca hujan gerimis. Istri korban sempat memperingatkan agar jangan memperbaiki atap dulu namun korban tetap naik ke atap.

Menurut istri korban, beberapa saat kemudian terdengar suara seperti benda jatuh di atap rumah. Saat dilakukan pengecekan diketahui korban sudah tergeletak di atap.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Bojongsari. Petugas polisi yang datang kemudian bersama warga mengecek dan mengevakuasi korban dari atap.

“Saat dilakukan pengecekan korban sudah meninggal dunia. Korban selanjutnya dievakuasi dari atap rumah,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan Polsek Bojongsari dan Inafis Polres Purbalingga diduga korban meninggal dunia akibat sengatan listrik kabel di atap rumah. Saat memperbaiki atap korban tersengat listrik hingga meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan jenazah oleh dokter Puskesmas Bojongsari, korban mengalami luka bakar dan lebam akibat sengatan listrik. Tidak ada tanda kekerasan yang mengarah tindak pidana,” ungkap kapolsek.

Red”

Dua Orang Pengedar Sabu di Banyumas Ditangkap Polisi

0

Satresnarkoba Polresta Banyumas, Polda Jateng, berhasil mengamankan dua orang laki-laki berinisial RTH (23) warga Desa. Keniten, Kec. Kedungbanteng, Kab. Banyumas.
dan AAK (22) warga Kel. Karanglewas Lor, Kec. Purwokerto Barat, Kab. Banyumas. Mereka ditangkap karena diduga menjadi pengedar Narkotika jenis sabu.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, SIK, MH, melalui Kasat Narkoba Kompol Willy Budiyanto, SH, MH, mengatakan bahwa penangkapan terhadap pelaku bermula adanya informasi dari masyarakat terkait peredaran Narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Banyumas.

“Kami menerima informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran Narkotika jenis sabu yang meresahkan di Kabupaten Banyumas”, kata Kasat Narkoba saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/24).

Menindaklanjuti aduan tersebut, petugas Sat Res Narkoba Polresta Banyumas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial RTH pada hari Selasa, 27 Agustus 2024, pukul 08.00 wib di sebuah rumah yang beralamat di Desa Keniten, Kec. Kedungbanteng.

Dari penangkapan tersebut, petugas mendapatkan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik klip transaparan yang di dalamnya berisi serbuk kristal Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat netto 26,9615 gram yang dililit lakban warna merah, 1 (satu) buah plastik klip transaparan yang di dalamnya berisi serbuk kristal Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat netto 19,4530 gram yang dililit lakban warna merah dan 1 (satu) buah plastik klip transaparan yang di dalamnya berisi serbuk kristal Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat netto 16,5086 gram yang dililit lakban warna merah, sehingga didapat total berat netto sebanyak 62,9231 gram.

“Setelah dilakukan interogasi, terduga pelaku RTH mengaku bahwa barang tersebut berasal dari seorang laki-laki berinisal AAK yang beralamat di Kel. Karanglewas Lor, Kec. Purwokerto Barat, Kab. Banyumas dan bertujuan untuk diedarkan atau dijual kembali”, ungkap Kasat Narkoba.

Dari hasil pengembangan, selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap AAK dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik klip transparan yang didalamnya berisi serbuk kristal Narkotika jenis sabu dengan berat netto 0,5331 gram, 1 (satu) buah plastik klip transparan yang didalamnya berisi serbuk kristal Narkotika jenis sabu dengan berat netto 0,5345 gram dan 1 (satu) buah plastik klip transparan yang didalamnya berisi serbuk kristal Narkotika jenis sabu dengan berat netto 0,5379 gram, sehingga didapat total berat netto sebanyak 1,6055 gram.

Kasat Narkoba menyebutkan, saat ini kedua pelaku berikut barang bukti diamankan di kantor Satresnarkoba Polresta Banyumas untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) undang – undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 55 ayat (1) angka 1, Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP)”, kata Kasat Narkoba.

Red”