Beranda blog Halaman 315

Polda Jateng Ungkap Pengiriman Sabu 12 Kilo, Amankan 1 Tersangka Residivis Narkoba

0

Polda Jateng, Kota Semarang | Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamin (sabu-sabu) seberat 12 kilogram. Satu orang tersangka residivis kasus narkoba turut diamankan petugas beserta barang bukti narkotika.

Hal itu diungkapkan Waka Polda Jateng Brigjen Pol Agus Suryonugroho saat memimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkotika di Mapolda Jateng pada Senin, (30/9/2024) siang. Dalam kegiatan tersebut, Waka Polda didampingi oleh Kabidhumas Kombes Pol Artanto, Dirresnarkoba Kombes Pol Anwar Nasir, Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY Ahmad Rofiq dan Kepala Bea Cukai Tanjung Emas Tri Utomo.

Wakapolda menyebut, pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima Polda Jateng dari Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas mengenai adanya barang mencurigakan yang disamarkan sebagai barang kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pada Rabu, (4/9/2024).

“Barang ini sebenarnya tujuan Jakarta, namun masuknya melalui Pelabuhan Semarang,” kata Wakapolda.

Barang mencurigakan tersebut adalah satu paket berisikan pakaian bekas, makanan kering, peralatan dapur dan 2 (dua) kotak kardus warna coklat berisikan 24 (dua puluh empat) kaleng susu bubuk.

“Dari pemeriksaan petugas, terdapat 24 kaleng susu bubuk yang didalamnya tersimpan paket sabu dengan berat masing-masing 500 gram per paket,” lanjutnya.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan ‘control delivery’ terhadap barang kiriman tersebut. Dari penelusuran yang dilakukan, petugas kemudian mengamankan seorang perempuan berinisial VS asal Pontianak yang bertindak sebagai kurir yang bertugas menerima kiriman tersebut.

“Tersangka VS ini merupakan residivis kasus narkoba yang baru beberapa bulan bebas,” terangnya.

Dari pengakuannya, tersangka VS diperintahkan oleh seseorang berinisial R dari Malaysia untuk mengambil barang tersebut. Dirinya dijanjikan upah sebesar Rp. 5 juta yang hingga kini tak kunjung diterimanya.

“Saat ini kami masih memburu pemilik serta pengirim barang yang berasal dari Malaysia tersebut,” tegasnya.

Berkat pengungkapan ini, disebut telah menyelamatkan 60 ribu jiwa masyarakat dari potensi penyalahgunaan Narkotika. Ditegaskan pula bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di Jawa Tengah.

“Seluruh jajaran Polda Jateng tidak ada toleransi dan ruang bagi bandar maupun pengedar narkoba. Pendekatan hukum yang kami lakukan dengan menghukum berat pelaku dan pengedar narkoba serta menerapkan TPPU pada para tersangka narkoba,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka VS dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

 

Red”

Pastikan Pelayanan Dirasakan Masyarakat, Wakapolresta Banyumas Cek Personel Yanmas Pagi

0

Wakapolresta Banyumas Polda Jateng AKBP Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., melakukan pengecekan personel yang tersprin dalam pelaksanakan yanmas pagi, Senin (30/9/24).

Dalam pengecekan tersebut Wakapolresta Banyumas didampingi oleh Kabag SDM Kompol Sukarwan, S.H., M.M., dan Kasi Propam Iptu Sabar Riyadi, S.H.

“Yanmas pagi yang dilakukan oleh personel Polresta Banyumas adalah bentuk pelayanan yang diberikan untuk membantu kelancaran masyarakat dalam melaksanakan aktifitas di pagi hari seperti mengantar sekolah anak, pergi ke kantor maupun aktifitas lainnya”, tutur AKBP Hendri.

Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk memastikan personel Polresta Banyumas ada dan hadir pada titik ataupun plotingan yanmas yang menjadi tanggung jawabnya untuk melayani masyarakat sehingga kehadiran petugas dapat dirasakan dan menjadikan aktifitas mereka aman dan lancar, tutupnya.

Red”

Lakukan Pungli Seragam Sekolah, Dedengkot Pungli Saruji Dilaporkan ke Tim Saber Pungli

0

Tembilahan – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), bernama Saruji dilaporkan ke Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Inhil, beberapa hari lalu. Saruji diadukan ke Saber Pungli yang diketuai Wakapolres Inhil, Kompol Rizki Hidayat, oleh Ketua PPWI Inhil, Rosmely, karena Kepsek tersebut diduga kuat telah melakukan praktek pungli dengan dalih jual baju-baju seragam kepada siswanya.

Surat DPC PPWI Inhil dengan perihal Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Pungli tertanggal 25 September 2024 itu telah diterima oleh staf administrasi penerimaan surat di Sekretariat Saber Pungli Inhil. Dalam surat tersebut disebutkan nama Saruji, Kepala Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 01 Tembilahan Hulu sebagai terlapor.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung langkah hukum yang dilakukan pengurus PPWI Inhil dalam menyikapi setiap fenomena tidak amanah yang dilakukan para penyelenggara dan pengguna anggaran negara di wilayah Inhil. Dalam kasus pungli yang disinyalir dilakukan oleh oknum kepala sekolah itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyatakan kekecewaan mendalam atas perilaku buruk sang kepala sekolah yang dicapnya sebagai dedengkot pungli tersebut.

“Sebagai seorang pendidik yang pernah bertugas sebagai Guru PMP-Kn di SMP Negeri Sapat, Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, pada tahun 1990-1993, saya sangat kecewa dan menyayangkan perilaku oknum kepsek, sang dedengkot pungli itu. Guru merupakan sosok teladan yang akan digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Jika pemimpin guru di sebuah sekolah saja sudah menyimpan sifat buruk dan berperilaku menyimpang dari peraturan yang ada, maka jangan heran jika anak muridnya kelak menjadi polisi pemeras, pegawai dan pejabat korup, pengusaha mafia, preman pemalak, dan seterusnya,” jelas Wilson Lalengke kepada media ini saat dimintai komentarnya, Senin, 30 September 2024.

Tokoh pers nasional yang dikenal sangat anti korupsi ini selanjutnya berharap agar pihak aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap yang bersangkutan. Hal ini sangat penting dilakukan agar para kepala sekolah di daerah tersebut segera menghentikan aksi pungli yang selama ini tersiar masih sering dijumpai di sekolah-sekolah di sana.

“Kita harus serius menangani masalah ini. Bibit generasi pungli akan terus bertumbuh jika perilaku pungutan liar di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat paling rendah di taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi tidak diberantas. Pungli itu sangat membebani dan merusak perekonomian sebuah bangsa karena akan merembet ke semua lini, seperti biaya hidup yang tinggi bagi masyarakat. Karena anaknya dipungli sekolah, maka seorang pedagang menaikan harga dagangannya. Sebagian orang tua bahkan bisa melakukan hal-hal yang tidak pada tempatnya untuk dapat memenuhi kebutuhan pungli si dedengkot pungli di sekolah, dan seterusnya, dan lain-lain,” terang Wilson Lalengke sambil mengatakan bahwa saat dirinya bertugas di Sapat berpuluh tahun lalu, dirinya justru membantu anak tidak mampu di kecamatan itu untuk sekolah, mengangkat 3 orang anak asuh, walau gajinya sebagai guru hanya Rp. 61.000,-

Lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, The Netherlands, dan Linkoping University, Sweden, itu mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin atas fenomena hedon, rakus, dan tamak yang dipertontonkan dengan amat vulgar oleh sebagian besar pendidik belakangan ini. Tidak terlihat lagi sifat dan perilaku hidup sederhana dalam keseharian guru seperti yang dicontohkan para guru di jaman dahulu.

“Saat kuliah di Belanda, saya sering diundang ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan Indonesia kepada para siswa dan guru-gurunya. Saya tidak pernah lihat ada mobil atau sekadar sepeda motor parkir di sekolah mereka. Yang banyak itu sepeda. Guru-gurunya pakai sepeda ke sekolah. Keadaan seperti ini juga sama dengan di Inggris dan Swedia; di Jepang yang terkenal sebagai negara pengekspor mobil ke Indonesia, guru-gurunya sangat jarang yang pakai mobil ke sekolah. Di kita malahan merasa gengsi jika tidak pakai mobil atau motor. Akhirnya segala cara dilakukan untuk dapatkan tambahan dana, antara lain jualan buku, baju seragam, les belajar tambahan, bahkan transaksi nilai raport. Sangat menyedihkan!” ujar Wilson Lalengke sedih.

Dalam kasus Kepsek SMP Negeri 1 Tembilahan, Saruji, yang telah dilaporkan tersebut, pendiri dan pemilik SMK Kansai Pekanbaru ini mendesak Wakapolres, Kompol Rizky Hidayat, untuk segera merespon surat pengaduan masyarakat yang dikirimkan Ketua DPC PPWI Inhil, Rosmely, pada 25 September 2024 lalu. “Saya minta Wakapolres Inhil selaku Ketua Tim Saber Pungli Inhil agar segera bertindak, menyelidiki dan menuntaskan kasus ini, sebelum penyakit pungli di sekolah-sekolah di Inhil makin mewabah kemana-mana,” pungkas Wilson Lalengke sambil mengucapkan terima kasih kepada Wakapolres Inhil atas atensinya. (TIM/Red)

DPD Purbalingga GIBRAN CRNTER Serahkan berkas ke Kesbangpol

0

Purbalingga,30/09/2024 Dengan harapan hadirnya Gibran Center di kabupaten Purbalingga semoga menjadi lembaga yang bisa menjadikan pelopor sinergistas di semua sektor pemerintahan sehingga tercipata kundsifitas yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat purbalingga.

Ketua Gibran Center kabupaten Purbalingga Slamet Al Arifin pada saat diwawancara oleh awak media menyatakan ,” Semoga keberadaan Gibran Center kabupaten Purbalingga bisa membantu ataupun memfasilitasi bilamana adanya hal hal tertutupnya informasi /kebuntuan kebuntuan iformasi ataupun membantu memberikan akses untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada semua kementiran ” ungkapnya.

Gibran Center Kabupaten Purbalinga juga telah menyerahkan berkas persyaratan supaya tercatat atau diketahuinya keberadaan Gibran Center di kabupaten purbalingga dengan mendatangi kantor Kesbangpol pada hari ini Senin tgl 30 September 2024 pukul 09.00 WIB dan di sambut baik oleh kabag keorganisasian Joko Suyanto .

Ditempat yang sama Joko menyampaikan ” Kami akan melakukan proses pencatatan setelah semua berkas lengkap,dan untuk berkas kami nyatakan sudah komplit dan berkas untuk selanjutnya akan kami serahkan kepada Pimpinan untuk di kroscek kembali ” tegas Joko.( ***)

Red”

.

Presiden Jokowi Terima Brevet Hiu Kencana di Atas KRI RJW – 992

0

Presiden Joko Widodo menerima penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana dalam upacara yang digelar di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW-992), pada Sabtu, 28 September 2024. Acara tersebut merupakan penghormatan atas dukungan pemerintahan Presiden Jokowi terhadap pengembangan dan peran penting armada kapal selam TNI Angkatan Laut.

Setibanya di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan melewati jajaran kehormatan, Presiden Jokowi langsung menaiki KRI RJW-992 dan menuju geladak heli di kapal tersebut, tempat berlangsungnya acara. Setibanya di geladak heli, rangkaian acara dimulai dengan penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada Presiden Jokowi. Brevet ini melambangkan kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada individu yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap TNI AL, khususnya dalam mendukung armada kapal selam.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Penganugerahan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha kepada KRI Nanggala-402. Pasukan Pataka membawa Tunggul KRI Nanggala-402 menuju tempat penyematan dan menyerahkannya kepada Komandan Satuan Kapal Selam Komando Armada II Kolonel Laut (P) Yulius Azz Zaenal.

Bendera tunggul kemudian diarahkan kepada Presiden Jokowi untuk disematkan tanda kehormatan. Prosesi ini menjadi simbol penghargaan negara kepada kapal selam yang telah menjadi bagian sejarah penting TNI AL.

Setelah penyematan tanda kehormatan, Komandan Satuan Kapal Selam mengembalikan Tunggul KRI Nanggala-402 kepada Pasukan Pataka, menandai berakhirnya prosesi penganugerahan. Presiden juga menyerahkan Patra atau plakat sebagai bentuk penghargaan kepada Komandan Satuan Kapal Selam Komando Armada II.

Acara semakin meriah dengan demo alutsista oleh TNI AL yang menampilkan berbagai kemampuan tempur. Atraksi tersebut mencakup demonstrasi Pasusla (Pasukan Khusus Laut), demonstrasi Kapal Selam Timbul Cepat, Sailing Pass dan Fly Pass, serta manuver udara Rajawali Laut Flight (RaLF). Atraksi ini menunjukkan kesiapan dan kekuatan TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebanggaan. Persembahan alutsista menjadi penutup yang mengesankan, memperlihatkan kekuatan angkatan laut Indonesia yang semakin modern dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurthi Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta, 28 September 2024
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Kodim 1715/Yahukimo Gelar Lomba PBB Antar Sekolah Dalam Rangka HUT TNI Ke-79

0

Yahukimo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-79, Kodim 1715/Yahukimo menggelar lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) antar sekolah yang berlangsung meriah di Lapangan Olahraga Kodim 1715/Yahukimo. Kegiatan ini melibatkan berbagai sekolah mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Kabupaten Yahukimo. Sabtu (28/09/2024).

Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos.,M.Han. menyampaikan bahwa lomba PBB ini merupakan salah satu upaya untuk memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan disiplin di kalangan generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan disiplin kepada para pelajar. Dengan berlatih PBB, para siswa diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih teratur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lomba ini diikuti oleh puluhan sekolah yang mengirimkan tim terbaiknya untuk bersaing dalam pertunjukan keterampilan baris-berbaris. Setiap tim tampil dengan semangat tinggi, menunjukkan dedikasi, kerja sama, dan keterampilan yang telah mereka latih. Penilaian dilakukan oleh juri yang berpengalaman, berdasarkan kriteria ketepatan gerakan, kekompakan, serta semangat para peserta.

Acara berlangsung meriah dengan kehadiran para orang tua, siswa, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh kepada peserta. Perlombaan ditutup dengan penyerahan piala dan medali kepada juara lomba, serta penghargaan kepada semua peserta yang berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, Kodim 1715/Yahukimo berharap bisa menciptakan generasi muda yang tidak hanya disiplin dan terampil, tetapi juga cinta tanah air, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memajukan bangsa. Semangat HUT TNI ke-79 diharapkan tidak hanya dirasakan di kalangan prajurit TNI, tetapi juga menginspirasi generasi muda di seluruh Indonesia untuk terus berjuang dan berkarya bagi negara. (Pen Kodim 1715/Yahukimo)

Red”

Hihadapan Pemilih Pemula, Subsatgas Edukasi Ajak Pelajar Sukseskan Pilkada 2024

0

PALU, Dihadapan pemilih pemula, Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Mantap Praja Tinombala melalui Subsatgas Edukasi melakukan pembinaan dihadapan pelajar SMA Negeri 2 Palu, Senin (30/9/2024)

AKP Reky Pilperi H. Moniung, SH selaku Kasubsatgas Edukasi Satgas Preemtif Operasi Mantap Praja (OMP) Tinombala menjadi pembina upacara bendera mingguan yang diikuti seluruh pelajar, Kepala Sekolah, dewan guru dan staf SMA Negeri 2 Palu.

“Sebagai bentuk edukasi kepada pemilih pemula, Satgas OMP Tinombala melakukan pembinaan kepada para pelajar,” kata Wakasatgas Humas OMP Tinombala AKBP Sugeng Lestari di Palu, Senin (30/9/2024)

Kali ini pembinaan diarahkan kepada pemilih pemula, utamanya pelajar setingkat SMA, dilakukan oleh Subsatgas Edukasi dengan bertindak sebagai Pembina upacara di SMA Negeri 2 Palu, jelas Wakasatgas Humas.

Sementara itu AKP Reky Pilperi H. Moniung dalam arahannya mengatakan, para pelajar yang telah memenuhi syarat sesuai undang-undang memiliki hak pilih dalam Pilkada 2024, agar turut memberikan suaranya.

“Gunakan hak pilih adik-adik sekalian dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Pilih calon Gubernur Wakil Gubernur, calon Walikota Wakil Walikota sesuai dengan hati nurani jangan karena imbalan uang atau money Politik” pesannya

Saat sekarang ini kata AKP Reky, Pilkada 2024 memasuki tahap Kampanye. Pesan saya, bijaklah menggunakan media sosial, tidak menyebar konten ujaran kebencian, kampanye hitam melalui medsos, sebarkan berita bohong atau hoax.

“Ingat jarimu adalah harimaumu. Karena kurang bijak di media sosial, akan berakibat dengan urusan pidana yang diatur dalam UU ITE,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Kasubsatgas Edukasi juga mengajak pelajar untuk tidak terlibat dalam kelompok atau Geng Motor, terlibat narkoba, minuman beralkohol dan pergaulan sex bebas

“Mari kita jaga agar situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Red”

Ikut Jejak Ayah Jadi Abdi Negara, Atlet Paralimpik Ini Masuk Bintara Polri

0

Siswa Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktukba) Inklusif Polri dari jalur disabilitas, Rendi Arif Pratama, kini menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Utara (Sumut). Rendi merupakan atlet paralimpik cabang olahraga atletik.

Pemuda 17 tahun ini mengatakan dirinya ingin mengikuti jejak Sang Ayah sebagai abdi negara. Ayahnya merupakan prajurit TNI AD yakni Sersan Kepala (Serka) Hendri Saputra.

“Saya ingin seperti ayah saya, menjadi abdi negara. Awal sebelum Polri membuka penerimaan anggota disabilitas, cita-cita saya jadi guru,” kata Rendi di SPN Polda Sumut, Hinai, Langkat, Sumut pada Minggu (29/9/2024).

Peraih medali perunggu cabang olahraga lari cepat 100 meter Peparpernas X 2023 ini menceritakan antusiasmenya saat tahu Polri membuka kesempatan untuk penyandang disabilitas menjadi seorang polisi. Kala itu dia membuka media sosial TikTok, dan melihat unggahan perihal kebijakan inklusif Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penerimaan anggota, yaitu merekrut penyandang disabilitas.

“Awalnya saya lagi scroll media sosial, TikTok. Lalu saya jumpa FYP bahwa ada pembukaan siswa Bintara Polri untuk khusus disabilitas. Lalu saya langsung bilang ke orang tua bahwasanya ada pembukaan Bintara Polri untuk disabilitas. Dan orang tua langsung mendukung dan kami mencari informasi lebih lanjut dengan pergi ke Polres Deli Serdang,” cerita Rendi yang juga peraih medali emas cabor Lempar Lembing Peparprov II Sumut.

Sesampainya di polres, personel SDM setempat lalu berbincang terkait persyaratan pendaftaran Bintara Polri jalur disabilitas. Singkat cerita, Rendi akhirnya mendapat nomor pendaftaran dan mengikuti serangkaian tes masuk Bintara Polri hingga dinyatakan lolos seleksi.

“Saat itu saya menyiapkan fisik saya, contohnya berenang dan berlari. Kemudian belajar untuk tes akademik,” ucap sulung dari tiga bersaudara ini.

Rendi sejak kecil mengaku berjuang untuk mandiri dan memilih menghadapi perundungan dari teman-temannya. Rendi lalu menyadari dirinya harus semangat dan ‘bangkit’ dari kondisi tersebut.

“Saya waku masih kecil saya pikir saya tidak disabilitas, saya pikir saya normal. Saya tahu saya disabilitas setelah teman-teman saya bilang saya cacat kelas 3 SD. Saya diejek teman saya. Kelas 6 juga saya diejek satu kelas, akhirnya saya ngadu. Lalu saya berpikir apakah saya harus selalu sedih? Jawabannya ‘tidak’. Saya melihat (penyandang) disabilitas yang lain, jadi saya harus lebih semangat dari mereka,” ungkap peraih medali perak cabang olahraga Lempar Cakram Peparprov II Sumut ini.

Dia bercerita ibunya pernah menguncinya di dalam sebuah ruangan. Dan ruangan itu, sambung Rendi, baru akan dibuka ibunya jika Rendi sudah bisa memakai baju sendiri. Rendi menuturkan hal tersebut merupakan salah satu cara ibunya mendidiknya untuk mandiri.

“Nggak lama saya ketuk (pintu) dari dalam, saya bilang sudah berhasil pakai baju sendiri. Ibu menangis terharu,” kata Rendi.

Rendi yang juga meraih medali perak di cabor Tolak Peluru Peparprov II Sumut ini menyampaikan kedua orang tuanya selalu melapangkan dadanya, dan memberi motivasi dirinya bisa mencapai cita-cita. Rendi menyebut kedua orang tuanya selalu menyebut dirinya anak istimewa.

“Kata orang tua, ‘Sabar saja, ini jalan kamu, ini takdir kamu. Tapi yakinlah suatu hari kamu bakal jadi apa yang kamu mau’. Motivasi lainnya, ‘Kamu itu istimewa, jadi jangan berkecil hati kalau diejek. Kamu lebih daripada yang lain, kamu itu istimewa’,” ungkap Rendi.

Rendi mengatakan sedari kecil juga ayahnya telah membekali dirinya dengan pengetahuan, semisal terkait komputer. Rendi menuturkan dia memiliki kemampuan di bidang komputer, sehingga dia yakin selain prestasi atletik, kemampuannya itu dapat memberi kontribusi untuk Polri.

“Mereka (orang tua) memberikan contoh agar saya tidak lemah atau dimanja-manja. Saya selalu dibuat mandiri. Saya yakin dengan kemampuan komputer saya dan saya yakin bisa bermanfaat untuk Polri,” ujar Rendi.

Pertama masuk SPN Polda Sumut sebagai siswa Bintara, Rendi mengaku kaget dengan kehidupan yang serba cepat, disiplin dan tegas. Namun di sisi lain dia terkesan dan bersyukur.

“Yang paling terkesan waktu saya datang kemari (SPN Polda Sumut), waktu disuruh cepat-cepat pakai baju dan sepatu. Saya merasakan, ‘Oh begini sekolah polisi’. Lama saya terbiasa. Dan kalau dulunya saya ngomong lemah lembut, sekarang saya berani tegas. Saya juga dulu tidak rapih dalam pakaian, sekarang sudah lebih rapih,” ucap Rendi.

Rendi pun bersyukur karena dia diperlakukan sama oleh siswa lainnya. Dia merasa diperlakukan setara.

“Di lingkungan SPN saya merasa rekan-rekan dan pengasuh, terutama pengasuh tidak ada bedakan satu dengan yang lain. Mau saya begini, mau saya begitu, sama di sini semua, rata,” kata remaja berusia 17 tahun ini.

Diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.

Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian.

“Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, ‘Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri’,” tutur Irjen Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu.

Red”

Aksi Sosial Satgas Madago Raya Bangun Rumah untuk Warga Sigi yang Lumpuh

0

Sigi – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO) melalui Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya Kombes Pol. Boy F.S. Samola kembali menunjukkan kepeduliannya melalui aksi sosial melakukan bedah atau bangun rumah salah satu warga kurang mampu di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Kali ini, Kaops Madago Raya didampingi Kombes Pol. Heni Agus Sunandar selaku Pembina Bhayangkara Tadulako Offroader (BTOF) beserta tim dengan menggunakan 8 (delapan) unit kendaraan offroad, Minggu (29/9/2024).

Selain melalukan bedah rumah, Kaops Madago Raya juga memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Bapak Nurdin selaku kepala rumah tangga yang akan dibedah rumahnya, saat ini sedang mengalami lumpuh atau sakit menahun sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

Dalam kesempatannya, Kaops Madago Raya Kombes Pol. Boy F.S. Samola mengatakan, bahwa aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

“Aksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Sigi merupakan salah satu kabupaten yang menjadi salah satu wilayah operasi Satgas Madago Raya yang bertujuan untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme maupun terorisme melalui kegiatan preemtif dan preventif,” ujar Kombes Boy Samola.

Kaops Madago Raya juga menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya melibatkan komunitas Bhayangkara Tadulako Offroad dan dan masyarakat setempat untuk melakukan peletakkan batu pertama.

Proses pengerjaannya dilaksanakan secara gotong royong dengan masyarakat, aparat pemerintah seperti ketua RT/RW, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat. Semoga dalam waktu sebulan bisa selesai dan dapat digunakan.

“Dengan demikian, aksi ini diharapkan tidak hanya memberikan perubahan fisik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk saling bergotong royong, bantu-membantu dan mendukung satu sama lain,” kata Kombes Boy Samola.

Kaops Madago Raya juga berpesan pada masayarakat yang hadir disekitar lokasi untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial sehingga tidak terpengaruh dengan ajakan yang bersifat intoleransi, radikalisme dan terorisme serta tidak terpancing provokasi atau berita hoax dalam pelaksanaan tahapan pilkada yang sementara berlangsung.

Aksi sosial dan kemanusiaan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Warga yang rumahnya dibedah, Bapak Nurdin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Kapolda Sulteng dan Satgas Madago Raya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sulteng dan Kaops Madago Raya serta Bhayangkara Tadulako Offroader. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga kedepan, usai dilakukan bedah rumah kami bisa tinggal di rumah yang lebih layak huni,” ujarnya dengan haru.

Hal ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat, Nur Aida Selaku Ketua RT 01 Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolda Sulteng atas bantuan bedah rumah dan kursi roda yang telah diberikan kepada warga kami, karena bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupannya,” pungkasnya.

Red”

Polisi Amankan Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi Diaspora di Kemang

0

Jakarta – Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku pembubaran paksa acara diskusi “Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional” yang digelar leh Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Kemang Jakarta Selata, Sabtu (28/9/2024) kemarin.

“Telah kita amankan beberapa pelaku, nanti lebih lengkapnya akan disampaikan Polda Metro Jaya,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Minggu (29/9).

Dirinya mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Selain itu Trunoyudo mengajak seluruh pihak menciptakan alam demokrasi yang lebih baik dengan menghargai kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh konstitusi.

“Kita imbau seluruh pihak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, dan menjaga alam demokrasi, kebebasan berpendapat dilindungi oleh konstitusi yang harus dihormati” ucapnya.

Untuk diketahui, acara diskusi diaspora dihadiri oleh sejumlah tokoh dan aktivis nasional membahas tentang isu kebangsaan dan kenegaraan. Beberapa tokoh diundang sebagai narasumber diantaranya pakar hukum tata negara Refly Harun, Said Dieu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah dan Soenarko.

Acara diskusi yang berlangsung Sabtu pagi, berujung ricuh setelah sekelompok orang melakukan pembubaran paksa dengan merusak panggung, menyobek backdrop dan mengancam para peserta yang hadir

 

Red”