Beranda blog Halaman 306

Panglima TNI Kunjungi Pondok Pesantren MIRA Institute di Pandeglang Banten

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Ma’had Islam Rafiah Akhyar (MIRA Institute), bertempat di Jl. Baru Cemplang, Cadasari, Pandeglang, Banten, Selasa (08/10/2024).

Dalam kunjungannya, Panglima TNI berkeliling area pondok dan bencengkraman dengan para santri, Beliau juga menyerahkan santunan serta cendera mata berupa buku kepada pihak Pondok Pesantren Ma’had Islam Rafiah Akhyar sebagai simbol penghargaan dan dukungan terhadap peran penting pesantren dalam membangun generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Pondok Pesantren Ma’had Islam Rafiah Akhyar (MIRA Institute) didirikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH). MIRA Institute juga dikenal dengan sistem beasiswa penuh untuk para santri, yang mencakup kebutuhan pendidikan hingga pakaian, dan bekerja sama dengan berbagai institusi internasional untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Kunjungan ini juga mempertegas komitmen TNI dalam menjaga hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama dan pesantren, sebagai bagian penting dari upaya menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. Turut mendampingi Panglima TNI diantaranya Asintel Panglima TNI, Aspers Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Danrem 064/Maulana Yusuf.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

KN Pulau Dana-323 Milik Bakamla RI Tiba di Vietnam

Vietnam – KN Pulau Dana-323 yang merupakan unsur milik Bakamla RI mengadakan kegiatan Port Visit (Muhibah) ke Vietnam dan Singapura, telah tiba di TSC Port Vung Tau City, Ba Ria, Vietnam, Selasa (08/10/2024).

Kedatangan unsur milik Bakamla RI tersebut disambut oleh Commander Vietnam Coast Guard (VCG) Region 3 Major General Ngo Binh Minh, Athan Vietnam Kolonel Laut (P) Dian Tri Hutanto, perwakilan Kedutaan Besar RI di Vietnam, dan jajaran instansi pemerintah lainnya.

Setelah diadakan Welcome Ceremony, perwakilan Bakamla RI yang dipimpin oleh Kasubdit Penyelenggaran Operasi Direktorat Operasi Laut Kolonel Bakamla David Hastiadi dan Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Umar Dhani, melakukan kegiatan Ramah Tamah dengan VCG. Kemudian, para Petinggi VCG melaksanakan Ship Tour yang dipandu oleh Letkol Bakamla Umar Dhani guna melihat fasilitas kapal.

Port Visit KN Pulau Dana-323 di Vietnam dilaksanakan selama tiga hari hingga 16 Oktober 2024. Tujuan dilaksanakannya Port Visit ini yaitu meningkatkan kerja sama antara Bakamla RI dengan Vietnam Coast Guard dengan melakukan berbagai kegiatan Diplomasi Maritim, meliputi Courtesy Call dengan Vice Chairman of People’s Committee Ba Ria -Vung Tau Province. Serta, pada hari terakhir kunjungan, akan diadakan Joint Exercise antara KN Pulau Dana-323 dan Kapal VCG. (Humas Bakamla RI)

Autentifikasi : Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Kunjungan Kerja Kapolda Sulsel

Makassar – Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Bonang Bayuaji G., S.E., M.M., CHRMP., menerima Kunjungan Kerja Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Dr. Yudhiawan, S.H., S.I.K., MHa., M.Si., bertempat di Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (07/10/2024).

Kunjungan ini merupakan silaturahmi sekaligus perkenalan Kapolda Sulsel yang baru usai dilantik sebagai Kapolda Sulsel beberapa waktu yang lalu. Irjen Pol Dr. Yudhiawan menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan hangat Komandan Lanud Sultan Hasanuddin beserta jajaranya. “Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulsel,” ucapnya.

Danlanud menyambut baik kunjungan Kapolda Sulsel beserta jajaran di Lanud Sultan Hasanuddin. Pada pertemuan tersebut, Marsma TNI Bonang Bayuaji memperkenalkan jajaranya kepada Kapolda Sulsel.

Lebih lanjut, Marsma TNI Bonang Bayuaji, menyampaikan bahwa hubungan baik antara TNI AU dan Polri menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. “Kerja sama ini penting untuk menciptakan stabilitas yang kokoh, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di wilayah Sulsel,” ujarnya.

Kunjungan Kapolda Sulsel ini diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang kuat antara kedua institusi. Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi antara TNI AU dan Polri di wilayah Sulawesi Selatan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Danwing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Agus Rohimat M.avn., Mgt., pcs (j)., Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Hilman L. P. Ambarita M. M. S., Kadispers Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pnb Ari Susiono S. E., Kadislog Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Tek Luqman Hakim S.Pd., M.Int. Sy., Kadispotdirga Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel Pas I Komang Dony Ariyasa Wirayudha., Karumkit dr. Dody Sardjoto Lanud Sultan Hasanuddin, dr. Nikolas Ardito S., Sp., Rad., (K)R., Dansatpom Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Pom Dicky Milano., Kaintel Lanud Sultan Hasanuddin, Mayor Sus Toni Atmaja. Sedangkan Kapolda Sulsel didampingi, Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin , S.I.K., M.S.I., Dir intelkam Polda Sulsel, Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga, S.H., S.I.K., M.M., Dir Samapta Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, S.I.K., M.H., Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., Kabidpropam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy, S.I.K., M.H., Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Heru Novyanto S.I.K., M.Han., dan Dir Polair Kombes Pol Pitoyo Agung Yuwono. S.I.K., M.Hum. (Pen Hnd)

Red”

Panglima TNI Laksanakan Ziarah ke Makam Presiden RI ke-2

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si melaksanakan ziarah ke makam Presiden RI ke-2 Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto dalam rangka peringatan HUT Ke-79 TNI tahun 2024, bertempat di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (07/10/2024).

Selain ziarah ke makam Presiden RI ke-2, Panglima TNI juga ziarah ke makam Kasad ke-17 Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar. Kegiatan ziarah ini merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa almarhum Jenderal Besar Soeharto, yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan TNI.

Turut mendampingi Panglima TNI diantaranya, Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Gabriel Lema, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Jamalullael, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Novy Helmi Prasetya, Pangdam IV/Dipenegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Danlanud Adi Soemarmo Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko, serta Pejabat TNI lainnya.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

National Cybersecurity Connect 2024 Berlangsung Sukses

Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) bekerjasama dengan Naganaya Indonesia kembali mengelar National Cybersecurity Connect 2024 selama 2 hari dari 8-9 Oktober 2024 di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Acara ini merupakan event tahunan yang didukung penuh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

National Cybersecurity Connect 2024 mengusung tema “A Journey Into Cyber Resilience” yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan kemajuan terbaru dalam teknologi, inovasi, dan keamanan digital.

Hadir pada pembukaan NCC 2024 Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN RI Dr. Sulistyo, Ketum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH, Vice President Huawei Indonesia Mr. ⁠Kian Chen, Director Of Governments Affair PT Huawei Indonesia Yenty Joman, VP and GM Public Sector & APAC Mr. Chris Gogoel, dan pakar IT dari APTIKNAS Onno Purbo, Wakil Kepala Badan Riset Inovasi dan Teknologi Bidang Pendanaan, Pajak dan Transfer Pricing KADIN Biben Akbar.

Pelaksanaan NCC 2024 ini merupakan kali ketiga diadakan di Indonesia dan menghadirkan 20 exhibitor dalam dan luar negeri, serta 3456 lebih pengunjung yang sudah mendaftar dan yang hadir di acara pembukaan 2156 pengunjung. Dan Huawei Indonesia tetap konsisten menjadi sponsor utama NCC 2024.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, saat pembukaan sempat didaulat membacakan sambutan mewakili Kepala BSSN RI Letjen (Purn) Hinsa Siburian.

Saat sesi konferensi pers, Ia mengatakan, kegiatan NCC 2024 ini sangat didukung BSSN. “Dalam pelaksanaan program pengamanan ruang siber, BSSN selalu melibatkan empat pilar yakni pemerintah, pengusaha, akademisi, dan komunitas. Nah pelaksana kegiatan ini sudah mencakup empat pilar itu,” kata Mamung sapaan akrab Slamet Aji Pamungkas saat konferensi pers usai pembukaan NCC 2024 di Menara Bidakara, Selasa (8/10/2024).

Menurutnya, perlindungan data pribadi sudah ada regulasinya, dan penerapannya perlu melibatkan empat sektor tadi yaitu pemerintah, pengusaha, akademisi, dan komunitas.

“Saya melihat pada kegiatan NCC ini ada banyak perusahaan menawarkan jasa pengamanan siber. Kami (BSSN) memfasilitasi perusahaan-perusahaan nasional yang akan memulai kegiatan di bidang siber untuk memastikan kesiapannya,” ujarnya.

Cybersecurity Congres

Menariknya, pada pelaksanaan tahun ini dirangkaikan dengan program baru yakni National Cybersecurity Congress yang akan mempertemukan puluhan pemangku kepentingan dari berbagai sektor termasuk pemerintah, swasta, dan mitra internasional.

“Kongres ini bertujuan untuk menciptakan platform baru guna membahas isu-isu terkini di bidang teknologi informasi dan keamanan siber,” jelas Presiden Direktur Naganaya Indonesia Aditya Adiguna di sela kegiatan NCC.

Pada kesempatan yang sama, Ketum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH mengatakan, teknologi digital telah memberikan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai aktivitas, khususnya pada layanan public.

“Namun di sisi lain, teknologi juga membawa tantangan baru, terutama terkait dengan keamanan siber,” ujar Hoky sapaan akrab Soegiharto yang juga menjabat sebagai Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Wakil Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Hoky juga menambahkan, saat ini sudah ada Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang sanksinya akan berlaku mulai 17 Oktober 2024 ini.

“UU Pelindungan Data Pribadi merupakan langkah maju yang diambil pemerintah dan sangat penting dalam upaya melindungi hak-hak masyarakat atas data pribadinya. Namun, di sisi lain, UU ini juga menjadi tantangan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa sistem dan infrastruktur digital yang mereka miliki telah memenuhi standar keamanan yang tinggi, karena sanksinya sangat berat,” ungkapnya.

Pelaksanaan NCC 2024 ini akan dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan dintaranya : Workshop Interaktif, Panel Diskusi, Cyberfest, dan Kesempatan Jaringan melalui NCC 2024.

Pada kesempatan ini, Wakil Kepala BRITEK KADIN Biben Akbar mengatakan, pelaksanaan event seperti ini sangat diperlukan. “Namun masukan dari kami, perlu ada event serupa yang lebih focus pada setiap sektor. Misalnya keamanan di BUMN, atau sektor lainnya. Sehingga target peserta dan pengunjung bisa lebih segmented,” ujar Biben di sela kegiatan NCC.

Hadirnya National Cybersecurity Connect (NCC) 2024 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keamanan siber di era digital saat ini. Acara ini juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam menghadapi tantangan serta mencari solusi inovatif di bidang cybersecurity.

Selain Huawei Indonesia kegiatan NCC 2024 juga didukung oleh Quokka, Akamai, PT Protergo Siber Sekuriti, EmbedIT, Agress, Naga Cybersecurity, TÜV Rheinland Group, Sandhiguna Widya Proteksi, dan lain lainnya. (**)

Red”

Tak Beretika, Oknum Polisi Polda Metro Jaya Masuk Kamar Ketum PPWI Tanpa Izin

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, melaporkan tindakan lima anggota polisi dari Polda Metro Jaya yang dianggap tidak beretika, berperilaku tidak sopan dan mencederai privasinya. Kejadian ini bermula ketika para anggota polisi tersebut menyambangi rumah Wilson Lalengke di bilangan Slip-29, Jakarta Barat, pada Senin pagi, 7 Oktober 2024, sekitar pukul 06.30 WIB.

Menurut keterangan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, para polisi itu datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Wilson Lalengke, yang baru bangun tidur, mempersilakan mereka masuk ke ruang tamu untuk berdiskusi. Para polisi itu menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan meminta klarifikasi terkait sebuah video yang diunggah tokoh pers nasional ini di channel YouTube miliknya, ‘Wilson Lalengke Official’, yang menyinggung adanya dugaan jual-beli pangkat di lingkungan Polri.

Saat Wilson Lalengke meminta surat tugas, salah satu anggota polisi menunjukkan surat dari pimpinannya dengan logo Polda Metro Jaya. Namun, peristiwa tak menyenangkan terjadi ketika ia hendak mengambil kacamata di kamar tidurnya. Seorang anggota polisi berbadan gemuk dengan pakaian kaos lengan panjang hitam keabuan, tanpa izin, mengikuti wartawan senior itu ke dalam kamar tidur dan membuka pintu kamar.

Wilson Lalengke yang terkejut dengan tindakan tersebut langsung menyuruh polisi yang tidak bermoral itu keluar sambil marah-marah. Istri mantan trainer jurnalistik warga bagi ribuan anggota TNI/Polri yang sedang menyiapkan kopi di dapur mendengar suara keributan tersebut. Wilson Lalengke kemudian menggiring polisi yang dianggapnya tidak sopan itu kembali ke ruang tamu sambil menegur perilakunya di hadapan rekan-rekan sesama anggota.

Setelah kejadian tersebut, sekitar 15-20 menit kemudian, datang seorang yang diduga pimpinan dari para anggota polisi ini. Sang pimpinan menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk bersilaturahmi sambil menikmati kopi yang disediakan oleh istri Wilson Lalngke. Namun, jebolan pasca sarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht, Belanda, dan Universitas Linkoping, Swedia, ini menyatakan bahwa perilaku salah satu anggotanya sangat mencederai privasi dan mencerminkan kurangnya etika dan sopan-santun dalam bertugas.

Atas kejadian tersebut, Wilson Lalengke telah mengajukan pengaduan resmi dengan nomor registrasi 11241008000006 ke Divpropam Mabes Polri. Aduan tersebut saat ini sedang dalam proses menunggu konfirmasi oleh Bagyanduan Divpropam. Ketum PPWI itu berharap agar tindakan tegas diambil terhadap oknum polisi yang telah melecehkan privasi keluarganya sesuai peraturan internal Polri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini.

Rangkaian kronologi peristiwa tersebut di atas disampaikan oleh Wilson Lalengke pada hari Selasa, 8 Oktober 2024, di Jakarta. Kejadian ini mengundang perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian untuk menjaga etika dan sopan-santun dalam bertugas. (TIM/Red)

Kejaksaan Agung Memeriksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara PT Duta Palma Korporasi

Kejaksaan Agung, Jakarta – Selasa 8 Oktober 2024, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 1 (satu) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indragiri Hulu.

Adapun saksi yang diperiksa berinisial EFW selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Palma Tower, terkait penyidikan perkara TPK dan TPPU dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawityang dilakukan oleh PT Duta Palma Group di Kabupaten Indra Giri Hulu atas nama Korporasi Tersangka PT Palma Satu (TPK & TPPU), PT Siberida Subur (TPK & TPPU), PT Banyu Bening Utama (TPK & TPPU), PT Panca Agro Lestari (TPK & TPPU), PT Kencana Amal Tani (TPK & TPPU), PT Asset Pacific (TPPU), dan PT Darmex Plantations (TPPU). Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. (K.3.3.1)

Red”

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Miras, Judi, Narkoba dan Premanisme

Polres Purbalingga berhasil mengungkap sejumlah kasus saat digelar kegiatan kepolisian yang dioptimalkan dalam rangka cipta kondisi menjelang Pilkada 2024. Selama sepekan pelaksanaan kegiatan, diungkap kasus miras, judi, narkoba dan premanisme.

Kapolres Purbalingga AKBP Rosyid Hartanto saat memimpin konferensi pers, Selasa (8/10/2024) menyampaikan bahwa kami telah melaksanakan kegiatan cipta kondisi yang dilakukan selama seminggu dengan sasaran tindak pidana yang termasuk dalam penyakit masyarakat.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi untuk mewujudkan Pilkada 2024 yang aman, damai dan kondusif,” ucap Kapolres.

Disampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan berhasil diungkap sejumlah kasusnya mulai dari penjualan miras ilegal, premanisme, judi dan narkoba. Dari kasus tersebut diamankan lima orang yang terlibat.

“Ada dua pelaku penjualan miras ilegal, dua pelaku kasus perjudian dan satu pelaku penyalahgunaan narkoba,” jelas Kapolres.

Dari pengungkapan kasus tersebut diamankan minuman keras berbagai jenis sebanyak 213 botol, 67 liter tuak dan 2 liter tuak. Sedangkan kasus premanisme dilakukan penindakan terhadap 33 orang. Kepada mereka diberikan langkah pembinaan dengan membuat surat pernyataan.

Untuk kasus penyalahgunaan narkotika lanjut Kapolres, ada satu orang tersangka yang diamankan berinisial PRW (39) warga Kabupaten Banjarnegara. Dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,26 gram.

Sedangkan kasus perjudian diamankan dua orang berinisial S (46) dan KK (60). Keduanya warga Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten PurbaIingga. Barang bukti yang diamankan berupa kartu ceki dan uang puluhan ribu rupiah.

“Kita harus pahami bahwa perjudian bentuk apapun di Purbalingga dilarang, walaupun sifatnya permainan tetap dilarang. Polres Purbalingga tidak mentoleransi adanya perjudian. Jadi mari bersama-sama menertibkan perjudian di masyarakat,” katanya.

Kapolres menambahkan untuk kasus perjudian dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sedangkan kasus penyalahgunaan narkotika dikenakan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman penyalahgunaan narkotika berupa pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 8 Miliar,” jelas Kapolres.

Untuk kasus penjualan miras ilegal menurut Kapolres dikenakan tindak pidana ringan. Sedangkan prosesnya melalui sidang secara di Pengadilan Negeri PurbaIingga.

Red”

Kemnas Pramuka AL Wasliyah:Membaca Masa Lalu Dan Masa Depan.

Kemah Nasional (Kemnas) Pramuka Al Washliyah akan diselenggarakan pada tanggal 8-10 Nopember 2024 di Kempa 2 Buperta Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-94 Al Washliyah tahun 2024 dengan tema: “Menyongsong Satu Abad Al Washliyah, Tingkatkan Peran dan Kolaborasi Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045”. Apa yang bisa dipetik dari perkemahan nasional yang baru pertama kali dadakan oleh Al Washliyah tersebut? Satu hal yang paling utama tentu saja adalah bahwa ajang Kemnas Pramuka Al Washliyah itu mengajak kita semua untuk membaca kembali sejarah panjang Al Washliyah, sebagai sebuah organisasi keagamaan yang lahir di tahun 1930 lalu.

Pandu Al Washliyah sendiri yang lahir pada tanggal 8/9 Mei 1940 telah dileburkan ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, sebagai satu-satunya organisasi resmi kepanduan yang ada di Indonesia. Peleburan itu sudah pasti tidak mengurangi sama sekali kecintaan atau pengabdian para anggota Pramuka Al Washliyah terhadap Al Washliyah, sebagai kapal besar organisasi. Justru makin menumbuhkan rasa cinta dan pengabdian terhadap Al Washliyah. Peleburan Pandu Al Washliyah ke dalam Gerakan Pramuka juga adalah sebuah symbol dari bagaimana Al Washliyah sangat menghormati/ menghargai segala jeputusan Pemerintah RI, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena memang kelahiran Pandu Al Washliyah pada awalnya sangat kuat didorong oleh keinginan akan kemerdekaan, yang pada perjalanan selanjutnya menguatkan semangat NKRI.

Kemah Nasional (Kemnas) Pramuka Al Washliyah 2024 sejatinya memang mengajak semua untuk membaca kembali sejarah panjang Al Washliyah pada wilayah kebangsaan. Namun di balik itu, ada sesuatu yang lain, yang harus juga dicermati, yaitu bagaimana perhelatan Kemah Nasional (Kemnas) Pramuka Al Washliyah 2024 mampu membaca masa depan Al Washliyah sebagai sebuah organisasi, dalam kaitannya dengan perjalanan Republik Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara. Jika Al Washliyah telah mengukir sejarah, maka pertanyaan selanjutnya adalah: seberapa besar Al Washliyah lebih mampu lagi bergandengan tangan debgan elemen bangsa kita yang lain untuk menyongsong masa depan NKRI?

Dalam konteks perjalanan atau perkembangan bangsa dan negara, tantangan yang dihadapi oleh Al Washliyah di masa lalu tentu saja amat berbeda dengan tantangan di masa depan. Setidaknya, ada kompleksitas yang berbeda, karena memang berbeda secara ruang dan waktu. Jika di masa lalu tantangan yang dihadapi oleh Al Washliyah adalah bagaimana membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan, maka saat ini hingga ke depan adalah justru Al Washliyah ditantang untuk bagaimana memberikan kontribusi yang besar untuk mengisi kebebasan tersebut, seraya mempertahankan diri dari serbuan nilai-nilai budaya, moralitas dan modernitas dari luar, yang sangat gencar menyerang dan berpotensi merusak tatanan budaya dan moralitas bangsa dan negara Indonesia. Kontribusi besar itulah yang sangat diharapkan dari Al Washliyah.
Apa yang ada saat ini dan ke depan sebenarnya adalah sesuatu yang memiliki kecenderungan untuk membuat segenap anak bangsa terbuai di dalam alam mimpi dan progresivitas yang mampu mencabut akar budaya bangsa. Begitu terbukanya sistem informasi dalam balutan globalisasi akan merontokkan nilai-nilai budaya bangsa, jika saja tidak dicermati dan diperkuat oleh pertahanan moralitas. Modernitas – dalam bentuk apa pun – sudah pasti sulit untuk dihindari, tetapi yang bisa dilakukan adalah bagaimana menyaring segala hal yang masuk di dalam ukuran atau tata nilai yang ada dan terus ada di dalam perjalanan bangsa ini. Pada posisi inilah peran besar Al Washliyah sangat diharapkan. Intinya, jika di awal kelahirannya Al Washliyah mampu membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan, maka hari ini dan ke depan Al Washliyah selayaknya mampu mempertahankan bangsa dan negara dari potensi penjajahan budaya asing, serta mampu mempersiapkan generasi muda yg militant dan menjaga serta melindungi NKRI tercinta. KBP(P) DR.M.ZARKASIH, SH.,MH.,MSi / Ketua Sako Pramuka Alwasliyah tingkat Nasional/ Pembina Komenwa Indonesia/Ketua BPW Peradin Jkt .

Red”

Seminar Kebangsaan PP Polri Dan Perjuangan Tak Berujung

PP Polri (Persatuan Purnawirawan Polri) akan menyelenggarakan sebuah acara penting, yaitu seminar kebangsaan, pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2024 bertempat Balai Pertemuan Polda Metro Jaya. Seminar Kebangsaan itu akan diikuti oleh peserta dari PP POLRI sebanyak 250 orang dan juga ornas lainnya. Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan Dir Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Dekananto Eko Purwono,SIK.,MH serta KBP.Dr.H.Md.Shodiq,MH dari Densus 88 AT yg juga seorang Dosen di Univ Jayabaya Jkt akan menjadi narasumber pada acara tersebut.

Acara Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PP Polri (Persatuan Purnawirawan Polri) ini tentu saja menarik, terkait dengan aktivitas para anggota PP Polri (Persatuan Purnawirawan Polri) sendiri, yang secara notabene telah melepaskan tugas resmi dari kepolisian. Dalam koridor resmi seluruh anggota PP Polri memang telah mengakhiri masa tugas, namun di dalam wilayah pengabdian, anggota PP Polri tidak lantas berhenti dan tidak lagi melakukan langkah yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Bagai sebuah adagium yang pernah diucapkan oleh Jenderal Douglas MacArthur di tahun 1951 bahwa “The Old Soldiers Never Die”.

Sejatinya, perjuangan bukanlah masalah fisik atau usia semata, namun jauh lebih daripada itu adalah soal semangat, soal jiwa. Pada kaitan dengan perjalanan usia, secara fisik barangkali seseorang memiliki keterbatasan yang membuatnya berkurang dalam hitungan ketahanan dan kecepatan, namun siapa yang bisa membendung sebuah semangat kuat yang ada di dalam diri orang tersebut? Semangat tidak secara otomatis berhubungan dengan kondisi fisik atau usia, bisa saja terjadi semangat itu makin membara justru pada saat usia makin bertambah dan kondisi fisik tak sekuat sebelumnya.

Anggota PP Polri benar telah melepaskan diri secara resmi di dalam kaitan tugas aktif sebagai anggota kepolisian, tetapi itu tidak serta-merta berarti juga telah lepas semangat juang dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Tetap ada rasa tanggung jawab yang kuat atas seluruh keadaan yang terjadi di masyarakat, tetap memiliki sensitivitas atas elemen-elemen buruk yang mungkin saja muncul. Sikap antisipatif dan kepedulian ini telah ada sejak anggota PP Polri baru memasuki tugas di kepolisian hingga mereka purna tugas. Ibaratnya, setiap anggota Polri, entah masih bertugas secara aktif mau pun telah purna tugas, tetap memegang teguh pengabdian kepada bangsa dan negara. Yang berbeda barangkali adalah perwujudan pengabdian di setiap masa tersebut.

Dengan tetap mengusung semboyan “sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara, sekali berjuang tetap berjuang” maka sejatinya PP Polri tak pernah benar-benar sampai pada titik henti pengabdian kepada bangsa dan negara. PP Polri selaku bagian dari insan bhayangkara sangat diharapkan terus pengabdian dan perhatiannya karena para purnawirawan sudah menjadi bagian dari masyarakat, sekaligus menjadi corong dan mitra polri dalam memberikan edukasi masyarakat dilingkungan masing-masing. Dari PP Polri juga diharapkan muncul usaha-usaha perbaikan bangsa dan negara, khususnya kepolisian.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka rasanya Seminar Kebangsaan yang diadakan oleh PP Polri DMJ dibawah pimpinan IJP(P) Drs.Mudji Waluyo / Ketua PP.POLRI DMJ, nanti menjadi kontekstual dan memiliki nilai positif bagi perwujudan sikap pengabdian yang dipegang teguh oleh PP Polri. Anggota PP Polri telah melepaskan uniform resmi kepolisian, tetapi semangat perjuangan dan pengabdiannya tak pernah lepas dari setiap jiwa mereka. KBP(P) Dr(c) M.Zarkasih, SH.,MH.,MSi/ biro Polhukam PP.POLRI DMJ/ Pembina Komenwa Indonesia/ Ka Pusdiklatda Jakarta/

 

Red”