Beranda blog Halaman 255

Pentingnya pengelolaan sampah hotel & restoran di Bandung Raya AMPHIBI lakukan koordinasi lintas Relawan

0

Kabupaten Bandung – Amphibi.net
Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia ( AMPHIBI) melakukan koordinasi dan sosialisasi Pengelolaan Sampah mandiri dengan mengundang para aktivis lingkungan di wilayah Bandung Raya (26/12/24).

Ketua umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung menyampaikan, sosialisasi pengelolaan sampah ini terkait regulasi dalam UU RI no 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan Permen No 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya. Kegiatan bertempat di Leuwi Bilik Wanareksa Training Camp, Desa Cikoneng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung yang berada tepat di tepi sungai Ciwidey.

Dirinya menambahkan, sosialisasi dan diskusi mengenai regulasi juga rencana aksi ini dipilih di wilayah Bandung karena Bandung adalah salah satu primadona destinasi wisatawan menikmati keindahan alam. “Jika sampah-sampah yang dihasilkan para wisatawan baik dari hotel maupun restoran tidak terkelola dengan baik, maka akan menjadi masalah lingkungan jika dibuang ke sungai-sungai, pinggir jalan bahkan ke perkebunan,” ungkapnya.

Salah satu aktivis lingkungan hidup Edison Mahardika menyampaikan, “Bandung saat ini sudah kesulitan dalam mengelola sampahnya, sehingga peran masyarakat sangatlah penting sebagai bentuk solusi agar masalah sampah di Bandung Raya segera teratasi dan pemerintah menjadi terbantu,’ tegasnya.

Dalam akhir diskusi dan sosialisasi ini, Agus Salim Tanjung juga menekankan bahwa peran Pemerintah Pusat hingga Daerah wajib mendorong masyarakat yang aktif melakukan pengurangan sampah karena selain lingkungan bersih, masyarakat setempat dapat menghidupkan ekonomi sirkuler dari hasil mengolah sampah, tutupnya.

Red”

Doa dan Tahlil Digelar Pengurus AWPI untuk Mengenang Jasa Pendiri AWPI Alm Ir Dedinadiyanto

0

Kota Bekasi, -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bekasi menggelar acara tahlilan dan doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya almarhum Ir. Dedinadiyanto, yang merupakan pendiri AWPI.

Acara ini berlangsung di kantor Sekretariat DPC AWPI yang terletak di Bekasi Selatan dan dihadiri oleh pengurus serta anggota AWPI, termasuk Ketua DPD DKI Jakarta, Abdul Haris, Ketua AWPI Kabupaten Bekasi, Sofiyah Prilestari, serta Korwil FWJI Rudi kosasih (Romo) bersama Sekretaris GPN 08,Muhamad Dirham.

Ketua DPC AWPI Kota Bekasi, Jerry, menjelaskan bahwa acara ini adalah inisiatif dari pengurus untuk mendoakan almarhum.

“Pentingnya mengenang jasa almarhum dalam perkembangan AWPI dimana kala itu beliau merupakan pimpinan dan pendiri organisasi pers AWPI,” ujar Jerry seusai acara pada Kamis (26/12/2024).

Jerry mengatakan acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antar anggota AWPI serta mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

“Acara ini juga menjadi momen refleksi bagi anggota AWPI untuk menghargai kontribusi yang telah diberikan oleh Ir. Dedinadianto dalam membangun organisasi ini, ” paparnya.

Menurut Jerry, dengan suasana penuh khidmat, para anggota AWPI melakukan doa bersama dan mengingat kembali berbagai jasa serta dedikasi almarhum dalam dunia jurnalistik dan organisasi wartawan.

“Semoga almarhum Ir. Dedinadianto mendapatkan pahala yang berlimpah dan dikelilingi oleh rahmat Allah SWT, “ujarnya.

Jerry juga menyampaikan terimakasih kepada teman-teman yang sudah memberikan partisipasi baik materi tenaga pikiran sehingga acara ini.

” Terimakasih kami ucapkan atas bantuan dan supportnya,hingga acara ini bisa terlaksana dengan lancar, semoga ini menjadi catatan amal ibadah kelak nanti, jelasnya.

Kita doakan almarhum semoga diampuni dosa dan khilafnya dan diterima amal ibadahnya oleh Allah Subḥanahu wa ta’ala

Ditempat yang sama, Ketua AWPI Kabupaten Bekasi, Sofiyah Prilestari juga turut berduka cita dan mendoakan agar Almarhum Dedinadiyanto dilapangkan kuburnya dan diterima amal ibadah semasa hidupnya.

“Dedikasi Almarhum perlu kita hargai sebagai salah satu pendiri organisasi AWPI sejak 2013 dan sampai saat ini kita bersyukur AWPI masih eksis dan makin berkembang. Kita doakan almarhum semoga diampuni dosa dan khilafnya dan diterima amal ibadahnya oleh Allah Subḥanahu wa ta’ala, ” ucap Sofi.

Red”

Wilson Lalengke Laporkan Dua Polisi Sulsel ke Divpropam Polri atas Dugaan Pelecehan Hari Raya Umat Kristen

0

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, resmi melaporkan dua anggota kepolisian, yaitu AKBP Gany Alamsyah Hatta, S.I.K., dan Kompol Boby Rachman, S.H., S.I.K., ke Divisi Propam Mabes Polri. Laporan ini telah diterima dengan bukti SPSP2 Nomor: SPSP2/006186/XII/2024/BAGYANDUAN, pada, 26 Desember 2024, dan akan ditindak lebih lanjut oleh Divpropam Polri.

Wilson Lalengke mengajukan pengaduan atas tindakan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan kedua perwira kepolisian dari Unit 1 Subdit 5 Tipid Siber Polda Sulawesi Selatan yang tidak menghormati Hari Raya Natal sebagai hari besar umat Kristen. Kasus ini bermula dari pemanggilan terhadap anggota PPWI, Andi Edy Syandy, untuk menghadiri pemeriksaan sebagai saksi di Kantor Ditreskrimsus Polda Sulsel pada Rabu, 25 Desember 2024, pukul 14.00 WITA.

Pemanggilan tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari Kompol Anita Taherong yang menuduh anak-anak Andi Edy Syandy melakukan pencemaran nama baik. Tuduhan ini berkaitan dengan perekaman dan penyebaran video yang memperlihatkan penganiayaan terhadap Andi Edy Syandy oleh Kompol Anita Taherong bersama sejumlah polisi dari Polres Pinrang. Peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terjadi di halaman rumah Andi Edy Syandy di depan istri dan anak-anaknya.

*Tuntutan dan Bukti Pendukung*

Dalam pengaduannya, Wilson menekankan bahwa pemanggilan pada tanggal merah yang juga merupakan Hari Raya Natal menunjukkan tindakan yang tidak menghargai keberagaman dan nilai-nilai agama. Ia menyebut insiden ini sebagai bentuk pelecehan terhadap umat Kristen dan pelanggaran nilai Pancasila. Wilson Lalengke bahkan mensinyalir kedua polisi itu telah terinfiltrasi paham radikal dan terrorise serta anti agama tertentu.

Wilson Lalengke menyerahkan sejumlah bukti untuk memperkuat laporannya, yakni Surat Panggilan Pemeriksaan Saksi oleh kedua oknum polisi bejat itu, juga video berisi pengeroyokan dan penganiayaan yang diunggah di channel YouTube pribadinya, “Wilson Lalengke Official Channel”. Dalam laporan itu, ia menuntut agar kedua polisi tersebut diproses secara hukum dan diberhentikan dari institusi Polri.
Channel di tautan ini: https://youtu.be/x9p4M0CEl3Y

“Kejadian ini sangat melukai perasaan saya sebagai warga negara Indonesia yang beragama Kristen. Tindakan kedua anggota Polri ini tidak hanya melecehkan Hari Raya umat beragama, tetapi juga mencerminkan ketidakpahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” tegas Wilson Lalengke sebagaimana dikutip dari rekaman percakapannya dengan petugas penerima Pengaduan Propam Polri.

*Tanggapan Divpropam*

Divisi Propam Polri telah menerima laporan tersebut dan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku. Pelapor telah menerima Surat Penerimaan Surat Pengaduan Propam (SPSP2) dari petugas. Ketum PPWI ini meminta agar laporannya segera diproses, kedua oknum polisi tersebut secepatnya diperiksa, sebelum kemarahan publik terlanjur berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan isu sensitif terkait toleransi beragama dan etika institusi Polri. Wilson Lalengke berharap laporan ini dapat menjadi momentum perbaikan institusi kepolisian agar lebih menghormati nilai-nilai keberagaman dan hak asasi setiap warga negara. (TIM/Red)

_Sumber: Laporan Pengaduan Wilson Lalengke ke Divpropam Polri, 26 Desember 2024_

Red”

Enam Korban Nyaris Tenggelam, Berhasil dievakuasi Oleh Polres Pelabuhan Makassar Dan Tim Basarnas

0

Polres pelabuhan makassar dan tim basarnas berhasil mengevakuasi ke Enam Korban kecelakaan laut yang terjadi di Dermaga Pelabuhan Kawasan Paotere pada Rabu (25/12/2024).

Ke enam korban tersebut di duga sedang melaksanakan aktifitas laut atau memancing disekitaran perairan laut Dermaga Pelabuhan kawasan Paotere, Namun nasib sial yang menimpah ke enam korban tersebut,

ketika Kapolsek Paotere IPDA . M. Farly S.H Didampingi Kasat Polairud AKP Rusly dan juga tim Basarnas yang beroperasi di wilayah perairan itu menerima laporan warga dengan adanya Kecelakaan laut diwilayah tersebut.

Personil Polres Pelabuhan makassar pun merespon cepat untuk menyelamatkan para korban yang terdiri dari enam korban kelakaan laut tersebut.

Ia pun mengungkap sedikitnya ada enam orang korban kecelakaan laut tersebut serta alamat lengkap para korban :

1. Kapriandi 33 THN jln barukang
2.Sofyan 25 THN jln sabutung timur
3.Hasheri 26 THN jln sabutung timur
4.lubis Majid 41 THN jln sabutung timur
5.rudi 40 THN Jln pannampu
6.Ismial 30 THN jln barukang lr 3

Personil Polres pelabuhan makassar pun melakukan pencarian dan menyisir sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP), Beruntung ke enam korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Tampak diwajah para korban terlihat rasa trauma yang mendalam dengan insiden ini, dimana perahu yang ia tumpangi mengalami kecelakaan (terbalik).

Terlihat juga Para korban sangat berterima kasih kepada personil polres pelabuhan makassar yang cepat bergerak menyelamatkan nyawa ke enam korban tersebut.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Restu Wijayanto S.I.K juga selalu menekankan kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan aktifitas agar tetap utamakan keselamatan dalam cuaca ekstrem ini di beberapa bulan yang lalu.

AKBP Restu Wijayanto Bahkan Hampir Disetiap Minggunya Memberikan Arahan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga keselamatan bekerja khususnya aktifitas laut.

Dari insiden kecelakaan laut ini kita menjadikan pelajaran untuk mengutamakan keselamatan bekerja, baik di daratan maupun lautan.ungkapnya,

Red”

Pengendalian Pengawasan Operasi jajaran Kodam XIII/Mdk ke Satgas Yonif 715/Mtl

0

Jayapura – Pengendalian Pengawasan Operasi Pangdam XIII/Mdk yang diwakili oleh Asops Kasdam Kodam XIII/Mdk Kolonel Inf Ryan Hanandi S,Sos, M.Han. yang dilaksanakan di Kalan Satgas Yonif 715/Mtl yang berada di Batalyon Yonif 751/VJS Sentani, Jayapura Papua guna melaksanakan pengecekan kondisi Personel maupun materil Satgas selama melaksanakan operasi dalam satu semester (6 bulan) penugasan, pada Kamis (26/12/2024).

Asops Kasdam XIII/Mdk menyampaikan pesan dari Pangdam XIII/Mdk Mayor Jenderal TNI Candra Wijaya, M.A. didalam melaksanakan tugas yang telah dilalui selama enam bulan seluruh personel harus saling menjaga, mensupport satu sama lain, setiap personel harus tetap menjaga kesehatan didalam penugasan, yang terpenting didalam setiap melaksanakan kegiatan faktor keamanan adalah yang utama jangan sampai ada personel lengah dan harus terus meningkatkan naluri tempur disaat bertugas karena tidak ada sejengkal tanahpun yang aman di wilayah operasi.

Dansatgas Yonif 715/Mtl Letkol Inf Dwi Hertanto, S.Sos mengucapkan banyak terimakasih kepada Pangdam XIII/Mdk dan jajaran Kodam XIII/Mdk telah sangat mendukung satgas Yonif 715/Mtl di setiap kegiatannya juga telah memberikan dukung materil berupa dukungan obat, DRON, dan bibit tanaman guna melaksanakan ketahanan pangan di tiap-tiap Pos Satgas Yonif 715/Mtl.

Turut hadir acara tersebut, Asops Kasdam XIII/Mdk Kol inf Ryan Hanandi S,sos M. Han., Danbrigif 22/OM Letkol Inf Arianto Maskare Subagyo S.Sos, Dansatgas Yonif 715/Mtl Letkol Inf Dwi Hertanto, S.Sos. Danyonif 751/VJS Letkol Inf erwan Haryanto, S.H., M.Han., Pabandya Ops Kodam XIII/Mdk Mayor inf Gunadi Hapsary dan para Perwira Staff Satgas Yonif 715/Mtl.

Red : Penerangan Satgas Yonif 715/Motuliato

Penanganan Perkara oleh Polri Penuh Tipu-tipu, di Mabes Lebih Parah

0

_Oleh: Wilson Lalengke_

Jakarta – Ribuan kasus yang ditangani aparat di kantor polisi, Polsek, Polres, dan Polda tidak jelas ujung-pangkalnya. Penanganan kasus di Mabes Polri lebih parah lagi, hampir tidak ada perkara yang bisa diselesaikan dengan benar sesuai aturan hukum yang ada.

Salah satu penyebabnya adalah karena hampir semua kasus yang masuk ke kantor-kantor polisi itu, dalam penanganannya penuh tipu-tipu, rekayasa, dan putar sana putar sini. Aparat polisi, terutama di unit reskrim dan lantas, selalu melihat laporan masyarakat dengan dua perspektif: berkas-beras dan pelapor-terlapor. Kasusnya dijadikan berkas ke kejaksaan dan pengadilan atau diselesaikan dengan sekian liter beras. Juga, penanganan dikaitkan dengan siapa pelapor, siapa terlapor, dan keinginan masing-masing dari keduanya.

Sisi manapun dari dua perspektif tersebut yang dominan, tujuan proses penanganan kasus yang penuh tipu, rekayasa, dan putar-putar itu hampir pasti adalah UUD, ujung-ujungnya duit. Jikapun ada yang lain, biasanya untuk kepentingan mendapatkan kesempatan emas, jabatan, pangkat, dan dalam banyak kasus mendapatkan layanan seks gratis.

Tidak terhitung sudah, pakar dan praktisi hukum mengungkap soal fenomena unik nan buruk di institusi yang dapat nama baru ‘parcok’ ini. Bukti empiris-nya pun tak terbilang banyaknya, bertebaran di puluhan ribu media online, media sosial, layanan berbagi informasi dan channel audio visual.

Banyak warga yang berurusan dengan hukum berasumsi bahwa untuk mengatasi mandeknya perkara di tingkat Polsek atau Polres, harus didorong agar penanganan kasusnya diambil alih oleh Mapolda atau Mabes Polri. Harapannya, penuntasan perkara akan lebih professional, cepat, dan sesuai harapan.

Contoh kecil, kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah investasi bodong koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) yang ditangani Polres Kediri yang bertahun-tahun kasusnya tidak selesai. Setelah para korban penipuan berteriak histeris di Gedung DPR RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menarik penanganan kasus itu ke Mabes Polri.

Hasilnya? Ternyata penanganan kasus di Mabes Polri lebih parah. Publik bisa memaklumi apabila kasusnya tidak mampu diselesaikan di tingkat polres. Aparat yang menangani di Polres Kediri hanya polisi kroco alias para tamtama dan bintara yang kecerdasan intelektual dan kemampuan kerjanya masih taraf amatiran.

Namun, ketika kasus itu ditangani oleh ‘orang pusat’, tentu saja logika awam akan mengatakan kasusnya ditangani para polisi professional yang memiliki inteletualitas dan ketrampilan penyidikan yang mumpuni dan hebat-hebat. Faktanya? Kasusnya meliuk sana meliuk sini kemudian meliuk ke sono. Diputar-putar kesana-kemari sesuka hati para penyidik, yang tentu saja bertujuan agar kasusnya semakin kabur dan akhirnya hilang.

Untuk menghindari pertanyaan dan desakan dari para korban atau kuasa hukumnya, para penyidik yang dipimpin oleh Brigjenpol Helfi Assegaf di Dittipideksus Bareskrim Polri yang menangani kasus NMSI itu tidak mencantumkan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi dalam SP2HP untuk korban. Helfi Assegaf juga berupaya sembunyi dari tanggung jawab atas penanganan kasus tersebut. Dihubungi tidak merespon, didatangi di kantor, sibuk acara di luar. Aparat wercok benar-benar licik!

Dalam kasus yang dilaporkan ke Polda Lampung beda lagi. Korban pengeroyokan, Sopyanto, warga Lampung Timur, melaporkan nasib nahas yang dialaminya ketika menginvestigasi kegiatan penambangan illegal pasir silika di kampungnya, ke Polda Lampung. Harapannya, agar proses penanganan kasus dapat ditangani secara lebih professional dan cepat.

Ternyata, oleh Polda Lampung kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Lampung Timur. Yaah, Anda sudah bisa menebak hasilnya. Lebih dua tahun berlalu, kasusnya tiada kabar lagi. Polda saja tidak sanggup, bagaimana mungkin polres diharapkan bisa menyelesaikan kasusnya? Sekali lagi, aparat wercok benar-benar licik.

Ada lagi satu cerita terkait penanganan kasus oleh Dittipidkor Barestkrim Polri. Pada 22 November 2024 lalu saya melaporkan penyidik AKBP H. Yusami, S.I.K., M.I.K., ke Divisi Propam Polri akibat janji-janji kosong. Oknum perwira menengah bergelar haji itu berjanji berkali-kali untuk memberikan informasi terkait penanganan dugaan tindak pidana korupsi/suap dan penggelapan uang rakyat, dana hibah BUMN, yang melibatkan para dedengkot koruptor pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Hendry Ch Bangun, dan kawan-kawan.

Esoknya, pada Sabtu (23 November 2024) Dittipdikor Bareskrim Polri mengirimkan SP2D atau yang lebih dikenal sebagai SP2HP. Saya sempat gembira menerima SP2D itu, tapi kemudian harus mengelus dada.

Mengapa? Ternyata dalam SP2D itu disampaikan bahwa laporannya dilimpahkan ke Biro Wassidik. Padahal, yang dilaporkan bukan soal penanganan kasusnya, tapi perilaku bohong, dusta, dan tidak professional si oknum polisi bernama AKBP H. Yusami yang harus diproses oleh Propam.

Ini bukan satu-satunya kasus lempar sana lempar sini yang dilakukan oleh aparat di lembaga partai coklat itu, yang tujuannya tidak lain adalah untuk mengelabui warga pencari keadilan. Kasus serupa juga dialami korban tindak pidana penipuan dana umroh, Abdul Manan, S.Pd, yang dilaporkan ke Mabes Polri sejak Februari 2018. Hingga korban penipuan oleh Direktur PT. Azizi Tour & Travel, Nazlah Lubis, ini meninggal dunia dunia awal tahun 2024 lalu, penanganan kasusnya tidak selesai sampai kini.

Melihat kinerja dan perilaku buruk hampir semua anggota wercok dimana-mana, publik sangat berharap pimpinan Polri bersikap tegas memberikan sanksi terhadap mereka yang lalai tersebut. Rakyat dapat memahami dan tetap respek kepada institusi Polri walaupun banyak hama parasit di sana, sepanjang pimpinan Polri melakukan pembersihan terhadap anggota Polri yang menyalahgunakan kewenangannya.

Namun, aneh bin ajaib, polisi-polisi yang menurut publik harus dirumahkan alias dipecat, justru dipromosikan ke jabatan dan pangkat yang lebih mentereng. Para wercok bobrok yang oleh si oknum ketua parcok akan dipotong kepalanya, malahan jadi jenderal semua.

Mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susanto, yang dicopot dari jabatan Kapolres karena terlibat kasus rekayasa dan perusakan barang bukti kasus Sambo, sekarang dinaikan pangkatnya menjadi Brigjenpol dengan jabatan baru sebagai Kepala Biro Perawatan Personel (Karowatpers) Polri. Begitu juga kawan-kawannya, Kombes Murbani Budi Pitono, Kombes Denny Setia Nugraha Nasution, Kombes Susanto, AKBP Handik Zusen, dan Kompol Chuck Putranto, mendapatkan promosi jabatan. Edan!

Setelah para polisi yang terlibat dalam tipu-tipu dan rekayasa kasus polisi Sambo bunuh polisi disanksi kurungan ‘penempatan khusus’ dan dimutasi ke unit Yanma, kini mereka justru diberikan tempat terhormat oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saksi yang diberikan itu hanyalah tipu-tipu belaka. Lengkaplah sudah tipu-tipu wercok terhadap rakyat pembayar PPN 12% ini. Sontoloyo! (*)

__Penulis adalah korban kriminalisasi tipu-tipu Polres Lampung Timur_

Red”

Mursyidah, Pengurus PPWI Pidie, Raih Rekor MURI Se-ASEAN

0

Pidie – Penulis pantun Karmina asal Pidie Jaya, Mursyidah, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih penghargaan Rekor MURI Se-ASEAN. Prestasi gemilang ini diraih setelah mengikuti rangkaian kegiatan Festival Pantun Nusantara 2024 yang digelar di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu dan Minggu, 21–22 Desember 2024.

Selain dikenal sebagai penulis pantun, Mursyidah juga aktif sebagai pengurus di DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Dia juga merupakan guru di salah satu sekolah menengah di Pidie.

*Festival Pantun Nusantara 2024*

Festival yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) ini berlangsung selama dua hari dengan berbagai acara bertema seni pantun yang memukau. Acara pembukaan festival dilaksanakan di Anjungan Riau, pada Sabtu, 21 Desember 2024, pukul 19.30 WIB.

Rangkaian pembukaan diawali dengan Pawai Pantun, yang diikuti oleh lebih dari 500 pemantun dari berbagai negara ASEAN. Sambutan hangat disampaikan oleh Kaban Penghubung Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah, S.STP., serta Pimpinan PERRUAS, Dato’ Sri Asrizal Nur.

Acara pembukaan semakin meriah dengan Pembacaan Pantun ASEAN oleh sejumlah tokoh ternama Indonesia, antara lain Yahya Andi Saputra, H. Erman Zaruddin, Sam Mukhtar Chaniago, dan Mohd. Nasir. Sementara itu, hadir juga tokoh seni pantun negara jiran, Mohd. Rosli Bakir dari Malaysia, serta Suraidi Sipan dan Rohana Din dan Singapura.

*Rangkaian Kegiatan*

Hari pertama festival diisi dengan beragam kegiatan menarik, yakni Peraduan Pantun, Parade Pantun, Parade Karmina Pelajar, Lagu Pantun, diakhiri pengumuman dan penyerahan Piagam Penghargaan 10 Besar Pemenang Pantun dan Karmina. Selanjutnya, pada hari kedua, Minggu, 22 Desember 2024, dilangsungkan malam puncak festival yang digelar pada di Sasono Langen Budoyo, mulai pukul 19.30 WIB.

Acara bertajuk Malam Anugerah Pantun 2024 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional. Hadir memberi sambutan di acara ini Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Malam anugerah ini juga diisi dengan orasi pantun oleh Presiden Penyair, Sutardji Calzoum Bachri, pembacaan Puisi Pantun oleh Rida K. Liamsi dan Ahmadun Yosi Herfanda. Terakhir, acara penyerahan Piagam Rekor MURI oleh Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si.

Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan Paduan Suara Mari Berpantun serta lagu pantun dari Tuti Tarwiyah Adi dan Ririn (Indonesia), serta Yusyazana (Malaysia).

Mursyidah mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. “Ini adalah wujud apresiasi terhadap seni pantun yang merupakan warisan budaya bangsa,” ujarnya dengan wajah sembringah. (MGA/Red)

Polres Kebumen Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja, Belasan Remaja Diamankan Berikut Senjata Tajam yang Akan Digunakan

0

Polres Kebumen – Polres Kebumen berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja pada Kamis (26/12/2024) dini hari. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 11 remaja diamankan di salah satu rumah warga di Kelurahan Selang, Kecamatan Kebumen. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

Kapolres Kebumen, AKBP Recky, mengungkapkan bahwa ke-11 remaja yang diamankan merupakan anggota kelompok yang menamakan diri mereka “Gerakan Anak Liar Kebumen” atau GALAK. Mereka berkumpul di lokasi untuk tawuran dengan kelompok remaja lain dari Kecamatan Sruweng, Kebumen.

“Hasil penyelidikan kami, kelompok GALAK memiliki anggota sekitar 76 orang, sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Tawuran ini berhasil kami gagalkan berkat laporan warga yang curiga melihat banyak remaja berkumpul di rumah tersebut,” kata AKBP Recky.

Ketika polisi tiba di lokasi, para remaja sedang berkumpul dan menunggu anggota lainnya. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah celurit, sebilah golok, tiga ikat pinggang dengan ujung cakram sepeda motor, batu, dan delapan unit handphone.

Menurut AKBP Recky, barang-barang tersebut diduga disiapkan untuk menyerang kelompok lawan. “Ini adalah bentuk tindakan pre-emptive kami untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat luas,” ujarnya.

Setelah diamankan, para remaja tersebut dibawa ke Polres Kebumen untuk pemeriksaan dan pembinaan. Pihak kepolisian juga memanggil orang tua dari masing-masing remaja untuk memberikan pemahaman serta memastikan anak-anak mereka tidak mengulangi perbuatannya.

AKBP Recky menegaskan bahwa Polres Kebumen akan terus melakukan patroli dan pengawasan terhadap aktivitas remaja untuk mencegah hal serupa. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan.

Selain itu, Polres Kebumen akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya tawuran dan dampak hukum yang ditimbulkannya. “Langkah ini penting agar para remaja memahami risiko dari tindakan mereka,” jelasnya.

Dengan upaya pencegahan yang intensif, Polres Kebumen berharap kasus serupa tidak terulang lagi. “Kami ingin Kebumen menjadi wilayah yang aman dan kondusif, tenang tanpa adanya gangguan,” tutup AKBP Recky.

Red”

Berbagi Kebahagiaan Jelang Natal, Kapolda Sulteng Anjangsana ke Panti Asuhan dan Warakawuri Purnawirawan Polri

0

PALU, Menjelang perayaan ibadah Natal 2024, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho berbagi kebahagiaan dengan mengunjungi panti asuhan dan warakawuri Purnawirawan Polri di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (24/12/2024)

Berbagi kebahagiaan Kapolda didampingi beberapa pejabat utama dalam wujud bakti sosial anjangsana ini merupakan bentuk perhatian dan cinta kasih Polri kepada masyarakat yang bersukacita di hari Natal 2024.

Bakti sosial ini juga dilakukan Polda Sulteng, dalam rangka pembinaan terpadu perubahan maindset dan cultureset momen Natal 2024 Polda Sulteng.

Kapolda Irjen Pol. Agus Nugroho berkesempatan menyerahkan bingkisan kepada pengelola panti asuhan di Kota Palu, seraya mengucapkan Selamat Hari Natal 2024 dan tahun baru 2025

“Wujud Cinta dan kasih kami dari Polda Sulteng dan turut memberikan rasa kebahagiaan di perayaan Natal 2024 ini,” ucap Kapolda Sulteng.

Selamat merayakan ibadah Natal 2024 dan menyambut tahun baru 2025, semoga kita tetap dalam kebersamaan, sebutnya

“Dalam kebersamaan ini, semoga kita semua diberikan cinta dan kedamaian yang sejati. Selamat merayakan Natal dengan penuh kebahagiaan!” ungkap Kapolda Sulteng.

Selain mengunjungi panti asuhan, Kapolda Sulteng juga berkesempatan melakukan anjangsana kepada warakawuri purnawirawan Polri.

Ada dua panti asuhan yang berkesempatan di kunjungi rombongan Kapolda Sulteng yaitu panti asuhan Bunda Hati Kudus dan panti asuhan Bala Keselamatan Sejahtera di Kota Palu.

Red”

Polisi Amankan Senjata Rakitan dan Amunisi yang ditemukan Warga Poso

0

POSO – Kesadaran masyarakat Kabupaten Poso untuk menjaga situasi agar tetap aman dan damai sudah semakin meningkat.

Hal itu dibuktikan disaat mereka menemukan dua pucuk senjata api (senpi) rakitan dan puluhan amunisi dalam kondisi berkarat kepada pihak Kepolisian.

Penemuan warga desa Alitupu Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso dipinggir aliran sungai pada Senin (23/12) lalu sontak menarik perhatian masyarakat setempat.

Kapolsek Lore Utara Polres Poso Iptu Septimon Tansile saat dikonfirmasi membenarkan temuan senpi dan amunisi di wilayahnya, Rabu (25/12/2024)

“Betul ada warga Desa Alitupu Kecamatan Lore Utara yang menemukan senpi rakitan dan amunisi,” kata Iptu Septimon

Temuan senpi dan amunisi tersebut kata Kapolsek, disaat dua warganya tersebut menyusuri sungai untuk mencari kayu bakar dan akan memetik buah cokelat.

“Senpi dan amunisi saat ditemukan terbungkus kantong plastik yang diikat karet tergeletak dipinggir sungai. Saat dibuka ternyata berisi senpi dan amunisi,” jelas Septimon.

Kapolsek juga menyebut, Ada dua pucuk senpi laras pendek dan puluhan amunisi dalam kondisi berkarat yang ditemukan warganya dan oleh Kepala Desa selanjutnya dilaporkan kepada pihak Kepolisian

Kapolsek Lore Utara, selajutnya mengunjungi rumah warga tersebut untuk dikonfirmasi dan mengamankan temuan senpi dan amunisi serta mendatangi TKP.

“Apresiasi dan terima kasih atas kesadaran masyarakat untuk segera melapor adanya temuan senpi dan amunisi ini,” terang Iptu Septimon.

Hal ini sebutnya, menunjukan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk kedamaian dan keamanan di wilayah Kabupaten Poso.

“Mari kita jaga bersama keamanan dan kedamaian di Kabupaten Poso, terlebih disaat masyarakat sedang merayakan Ibadah Natal dan tahun baru 2025,” pungkasnya.

.red”