Beranda blog Halaman 250

Sebuah Mobil Terbakar di Area SPBU Bobotsari

Purbalingga – Satu unit mobil terbakar di area SPBU 44.533.14, Desa Karangduren, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Minggu (4/1/2025).

Kapolsek Bobotsari, AKP Sarno Ujianto mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekira jam 11.00 WIB. Mobil terbakar diketahui jenis Mitsubishi Jetstar bernomor polisi R-9249-MC.

Pemilik kendaraan bernama Misno Handoko (51) warga Desa Tlahab Lor RT 3 RW 11, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun mobil ludes terbakar,” jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek, peristiwa berawal saat pemilik mobil bersama sopir bernama Heri Wahyudi (47) datang ke SPBU Karangduren. Kemudian mengisi BBM jenis Pertalite seharga Rp 200 ribu.

“Setelah selesai mengisi BBM, sopir menghidupkan mesin mobil namun tidak bisa menyala,” ungkap Kapolsek.

Karena macet, kemudian mobil didorong dan diparkir di area SPBU sebelah selatan. Selanjutnya saat sopir berusaha menghidupkan mesin mobil, tiba-tiba muncul percikan api dari mesin yg dimungkinkan akibat korsleting pada kelistrikan mobil.

“Petugas SPBU sempat berupaya memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) tapi api tidak padam dan semakin membesar,” terang Kapolsek.

Pihak dari SPBU kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran Bobotsari. Satu mobil pemadam kebakaran yang datang kemudian langsung memadamkan api hingga api berhasil dipadamkan. Polisi dari Polsek Bobotsari dan Inafis Polres Purbalingga kemudian melakukan pemeriksaan di TKP.

“Hasil pemeriksaan diduga api berasal dari korsleting instalasi kelistrikan pada mobil,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, meskipun tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 50 juta. Di dalam mobil tersebut ikut terbakar BPKB, STNK dan uang tunai sebesar Rp. 1,5 juta.

Red”

Kunjungi Taman Anggur Ponjay, PPWI Siap Dukung Program Penanaman 2 Juta Pohon Anggur

Tangerang Selatan – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, mengawali hari pertama tahun 2025 dengan melakukan kunjungan studi ke Taman Anggur Ponjay, di wilayah Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 01 Januari 2025. Dalam kunjungan itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini ditemani Wasekjen PPWI, Julian Caisar, staf Sekretariat PPWI, Mbak Wina, dan beberapa anggota PPWI lainnya.

Tim PPWI Nasional, yang turut didampingi PPWI Tangerang Selatan, diterima langsung oleh pemilik Taman Anggur Ponjay, Aat Jamiat. Kepada tamunya, Aat yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) Daerah Tangerang Selatan, menjelaskan secara rinci berbagai hal terkait usaha rumahannya itu.

“Awalnya saya budidaya tanaman bunga, tapi kemudian setelah mendapat informasi tentang tanaman anggur, saya iseng tanam anggur yang akhirnya keterusan menekuni bidang ini,” ungkap Aat memulai ceritanya.

Wilson Lalengke dan rombongan terlihat serius menyimak dan bertanya jawab terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan tanaman anggur. Banyak hal yang diperbincangkan pada pertemuan yang bertema silahturahmi tersebut.

Aat Jamiat juga menyampaikan tentang kebutuhan anggur dalam negeri dan program Kementerian Pertanian dalam bidang budidaya anggur. “Indonesia masih import anggur senilai 7 triliun setiap tahun. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian di tahun 2025 ini menargetkan penanaman 2 juta pohon anggur di seluruh Indonesia,” jelas Aat yang mengaku meraup omset hingga 60 juta per bulan dari usaha budi daya anggur di halaman rumahnya yang hanya berkisar 340 meter persegi ini.

Selama 4 tahun mengembangkan anggur, pria murah senyum itu tidak mengalami banyak kendala. Menurutnya, anggur perlu terkena sinar matahari langsung, namun diupayakan menggunakan naungan agar tidak terkena hujan secara langsung supaya tidak mudah terkena hama jamur.

Apakah sering diganggu hama? Selama ini, kata Aat, sama seperti tanaman buah lainnya tidak luput dari gangguan hama, seperti kutu putih, kutu trips, dan jamur. “Namun semuanya bisa diatasi dengan rutin melakukan pencegahan dan jika diperlukan kita melakukan penyemprotan pestisida,” terangnya.

Persoalan lainnya yang pernah dihadapi adalah dalam hal sertifikasi bibit anggur. Saat ini DPD ASPAI Tangsel sedang proses sertifikasi salah satu varian anggur import untuk menjadi varian lokal.

“Walau sebelumnya menghadapi berbagai kendala namun alhamdulillah saat ini segala persyaratan untuk sertifikasi sudah komplit dan tinggal menunggu hasilnya saja,” terang Aat tersenyum sembringah.

Setelah mengajak Tim PPWI Nasional berkeliling melihat tanaman anggur, mulai dari penyemaian stek bibit hingga ke proses pembuatan wadah media tanam, Ketua ASPAI Tangsel yang sudah memiliki 400 anggota di wilayah Tangerang Selatan itu menyerahkan dua pokok bibit anggur kepada Ketum PPWI, Wilson Lalengke. “Ini sekadar kenang-kenangan untuk ditanam di sekitar rumah yang sekaligus juga sebagai penanda komitmen bersama antara ASPAI dengan PPWI untuk mengembangkan tanaman anggur di seluruh Indonesia,” ujar Aat Jamiat yang diiyakan oleh Ketum PPWI.

Wilson Lalengke selanjutnya merespon pernyataan kolega barunya itu dengan menyampaikan bahwa PPWI Nasional bersama ribuan anggota di seluruh Indonesia siap mendukung program yang amat baik dan prospektif ini demi meningkatkan ketahanan pagan dalam negeri menuju ketahanan nasional yang kokoh. “PPWI Siap berkolaborasi dengan ASPAI membantu pemerintah dalam mewujudkan pencapaian maksimal di bidang budidaya anggur,” sebutnya sambil menambahkan bahwa Pengurus Nasional PPWI akan segera menjadwalkan pelatihan budidaya anggur bagi anggotanya agar siap menjadi petani anggur, baik skala rumahan maupun perkebunan besar.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 15.00 wib itu diakhiri dengan acara memetik anggur dan foto bersama. Bravo ASPAI, bravo Anggur Indonesia. (APL/Red)

Kejaksaan Agung Memeriksa 1 Orang Saksi Terkait Perkara Impor Gula

Kejaksaan Agung, Jakarta – Kamis 2 Januari 2025, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 1 (satu) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan tahun 2015 s.d. 2016.

Adapun saksi yang diperiksa berinisial HFR selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia periode 2022 s.d. 2027, terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan tahun 2015 s.d. 2016 atas nama Tersangka TTL dkk.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. (K.3.3.1)

Red”

Unit Reskrim Polsek Sumbang Dan Resmob Polresta Banyumas Tangkap Pelaku Jambret

Kamis (2/1/25) sekira pukul 15.00 wib, Unit Reskrim Polsek Sumbang bersama Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Banyumas berhasil ungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi pada hari Selasa (3/12/24) sekira pukul 15.00 wib di Jalan Raya Kyai Panumbang Desa Sumbang Kecamatan Sumbang.

Pelaku HLS (35) laki laki warga Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga diamankan berikut barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih, 1 (satu) buah jaket mantel warna hitam bertuliskan AXIO, 1 (satu) buah Handphone merk VIVO type Y35 warna Agate Black dan 1 (satu) buah tas slempang warna hitam.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sumbang AKP Basuki menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban TA (22) perempuan warga Kecamatan Sumbang pulang dari rumah orang tua dengan mengendarai sepeda motor. Korban mengetahui pelaku sudah membututinya dari wilayah Padamara. Sekira jam 16.00 wib saat sampai di jalan Sumbang Kebanggan pelaku memepet dari arah kiri dan mengambil dompet milik korban yang ditaruh di dasboard sepeda motor sebelah kiri, selanjutnya pelaku mempercepat kendarannya pergi ke arah barat.

“Pada saat itu korban sempat berteriak “maliing… maling…”. Korban mengalami kerugian dompet yang berisi Hp VIVO type Y35 warna Agate Black, sebuah bandul emas seberat lupa model love, uang tunai sebesar Rp.250.000,-, dengan total ditaksir senilai Rp.4.149.000,- (empat juta seratus empatbpuluh sembilan ribu rupiah). Kemudian esok harinya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumbang”, tutur AKP Basuki.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sumbang melakukan koordinasi dengan Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Banyumas. Kemudian dilakukan penyisiran dan tim mendapat informasi bahwa terduga pelaku pencurian atau jambret tersebut ciri cirinya identik dengan warga di Kelurahan Purbalingga Wetan Kecamatan Purbalingga dan pelaku berhasil diamankan.

“Dari hasil pengembangan menurut pengakuannya, lelaku melakukan jambret di wilayah Kabupaten Purbalingga sebanyak 6 TKP”, imbuh Kapolsek.

Saat ini HLS kami amankan guna proses hukum lebih lanjut. HLS dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, tutupnya.

Red”

Warga Yang Sakit,Ucapkan Terimakasih Telah Diberikan Sembako Dari Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin

Bekasi – Ibu Arnah dan Bapak Acim Warga Kp Kapek RT 004 RW 09 Desa Mekarjaya Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi,Yang Sedang Sakit Dengan Kepedulian Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin Memberikan Bantuan Sembako.Sabtu (04/01/2024.

Terlihat Kedatangan Ibu Heny Staf Kecamatan Kedungwaringin Didampingi Babinsa Desa Mekarjaya,Puskesmas Kedungwaringin dan Aparatur Desa Mekarjaya dan Media Seputarindonesia.co.id,sangat disambut baik dengan keluarga Ibu Arnah dan Bapak Acim,Dalam Pemberian Sembako Tersebut Diwakili Keluarga Ibu Arnah dan Bapak Acim.

Sementara itu Romi Keluarga Ibu Arnah dan Bapak Acim, mengatakan kami merasa terharu Ibu Arnah dan Bapak Acim telah yang diberikan bantuan sembako, karena telah diperhatikan oleh Pemerintah setempat.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin,Pemerintah Desa Mekarjaya, Puskesmas Kedungwaringin dan Babinsa Desa Mekarjaya,yang telah berkunjung dan membatu meringankan beban kami, semoga Allah SWT dapat membalas ke Bapak-bapak semua,”ucap Romi.

(Red)

Tak Transparan, CSR PT Sambu Grup Dipertanyakan Masyarakat

Tembilahan – Kemana dan siapa yang sebenarnya menikmati dana CSR PT Sambu Grup? Sebagai perusahaan terbesar di wilayah Indragiri Hilir, Riau, PT Sambu Grup memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Namun, hingga kini, alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka masih menjadi misteri.

Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Inhil, Rosmely, mengungkapkan keresahannya terhadap transparansi dan implementasi dana CSR PT Sambu Grup. “Selama ini, dana CSR PT Sambu Grup diduga tidak disalurkan pada tempat yang semestinya. Tidak ada keterbukaan informasi yang jelas mengenai kemana dan bagaimana dana tersebut dialokasikan,” ujar Mely kepada media ini, Jumat, 3 Januari 2024.

Keresahan ini semakin mengemuka ketika banjir melanda Kecamatan Kemuning beberapa hari yang lalu. Dalam situasi darurat tersebut, peran perusahaan besar seperti PT Sambu Grup sangat diharapkan untuk membantu masyarakat terdampak. Sayangnya, hingga kini belum terlihat aksi konkret dari perusahaan tersebut dalam mendukung upaya penanganan maupun pemulihan pasca bencana.

Tanggung jawab sosial perusahaan diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menyebutkan bahwa perusahaan yang menjalankan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Tujuan dari CSR adalah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah operasional perusahaan.

Selain itu, dalam PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, ditegaskan bahwa program CSR harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa prinsip ini sering kali tidak dipenuhi.

Banyak pihak mendesak agar PT Sambu Grup membuka laporan penggunaan dana CSR secara berkala kepada publik. Langkah ini penting untuk menghilangkan dugaan penyalahgunaan dana CSR sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

Program CSR harus diselaraskan dengan kebutuhan mendesak masyarakat, seperti bantuan logistik, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur di daerah terdampak banjir. Selain itu, perusahaan juga wajib menyalurkan CSR-nya dalam bentuk pemberdayaan UMKM dan peningkatan SDM masyarakat lokal.

PT Sambu Grup seharusnya menjadi pelopor dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Ini bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

“Banjir di Kemuning adalah pengingat bahwa tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambah Rosmely.

Kini, apakah PT Sambu Grup akan menunjukkan kepedulian, atau terus membuat masyarakat bertanya-tanya tentang manfaat CSR yang tidak kunjung dirasakan? Tanpa keterbukaan, CSR hanya menjadi formalitas dan hanya akan jadi kepentingan beberapa instansi dan dinduga untuk kepentingan pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupa mengkonfirmasi pihak PT Sambu Grup dan aparat penegak yang bertugas mengawasi terkait CSR Perusahaan.(TIM/Red)

Upacara Penyambutan Purna Tugas Operasi Damai Cartenz, Kapolda Sulteng Apresiasi Keberhasilan Tugas

Palu – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, memimpin upacara penyambutan bagi 104 personel Satuan Brimob Polda Sulteng yang telah menyelesaikan tugas operasi Damai Cartenz 2024 BKO Polda Papua. Upacara tersebut digelar di Mako Satbrimob Polda Sulteng, pada Jumat (3/1/2025).

Dalam arahannya, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas pengabdian dan kesuksesan personel Brimob yang telah menjalankan tugas mereka dengan baik selama operasi di Papua.

“Kami merasa sangat bangga dan hormat kepada seluruh personel yang telah berhasil melaksanakan tugas dengan dedikasi tinggi dan semangat juang yang luar biasa,” kata Irjen Pol. Agus Nugroho.

Operasi Damai Cartenz 2024, yang berlangsung selama satu tahun dari 1 Januari hingga 31 Desember 2024, berhasil menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.

Selama operasi, tim yang terdiri dari 104 personel Brimob Polda Sulteng berhasil mencapai sejumlah prestasi penting, antara lain pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, melalui pendekatan persuasif tanpa kekerasan, serta penangkapan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan pengamanan senjata api serta amunisi.

Kapolda juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya kebanggaan bagi personel yang terlibat, melainkan juga kebanggaan seluruh keluarga besar Polda Sulteng.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari profesionalisme, komitmen, dan integritas yang telah ditunjukkan oleh saudara-saudara dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan agar kesuksesan operasi ini menjadi motivasi dan sumber inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam menghadapi tantangan tugas di wilayah hukum Polda Sulteng.

“Kita harus tetap semangat dalam mengamankan wilayah Sulawesi Tengah, terutama dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024-2025,” tegas Agus Nugroho.

Upacara ini dihadiri oleh Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Putra Rauf, jajaran pejabat utama Polda Sulteng dan personel Brimob, serta menjadi ajang penghargaan bagi mereka yang telah berjasa dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Dengan semangat yang tinggi, seluruh personel Brimob diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan situasi aman dan damai di wilayah Sulteng.

Red”

FKUB Sulteng apresiasi Kepolisian-TNI amankan Nataru

Palu, 2/1 (UIN-DK) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru 2025, sehingga berlangsung dengan aman, damai, dan rukun.

Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Profesor Kiai Haji Zainal Abidin, di Kota Palu, Kamis, mengemukakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Kepolisian dan TNI dalam pengamanan Nataru, menjadi satu upaya perlindungan masyarakat.

“Karena itu, FKUB Sulteng mengucapkan terima kasih kepada Polri dan TNI, serta mengajak semua pihak untuk mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kepolisian dan TNI,” ujar Profesor Zainal Abidin.

Dalam pengamanan Nataru, Kepolisian dan TNI melaksanakan Operasi Lilin Tinombala. Sebanyak 296 personel Polda Sulteng dari berbagai satuan tugas (satgas) terlibat dalam operasi ini, yakni satgas preventif, satgas preemtif, satgas gakkum, satgas kamseltibcarlantas, satgas humas dan satgas bantuan operasi (Banops).

operasi ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam rangka perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Polda Sulteng juga telah mendirikan 76 pos pengamanan, 17 pos pelayanan dan enam pos terpadu gabungan untuk menjamin keamanan 2.768 objek pengamanan.

Operasi Lilin Tinombala juga melibatkan 804 personel Polres/Polresta di Sulteng, serta unsur TNI sebanyak 305 personel, instansi lainnya sejumlah 1.559 personel, yang berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2024 sampai dengan 2 Januari 2025.

Zainal Abidin mengatakan, upaya pengamanan yang dilakukan oleh Kepolisian dan TNI, dapat dikatakan berhasil dalam menjaga situasi dan kondisi Kamtibmas pada momentum Nataru.

Hal ini karena, sepanjang momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, tidak ada kejadian atau peristiwa yang mengganggu harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama.

Menurut Profesor Zainal, keamanan dan ketertiban masyarakat, menjadi kata kunci utama dalam menyukseskan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sehingga, kata dia, dibutuhkan partisipasi semua komponen dan elemen masyarakat untuk bersama – sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Inilah yang menjadi salah satu tujuan dari Tagline FKUB Sulteng BahagiaBeragama BeragamaBahagia, yaitu bersama – sama semua komponen masyarakat dan umat beragama, serta seluruh elemen masyarakat mempromosikan toleransi dan kerukunan antar sesama manusia,” ucapnya.***

Red: FKUB Provinsi Sulteng

Kapolres Pelabuhan Makassar Beserta Jajarannya Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025

MAKASSAR – Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., bersama dengan Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan, Ny. Ruthi Restu, mengucapkan selamat Tahun Baru 2025 kepada seluruh masyarakat. Ucapan ini dis ampaikan dalam suasana penuh harapan dan semangat untuk memulai tahun yang baru. Dalam pernyataannya, Kapolres menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk merayakan Tahun Baru dengan cara yang positif dan penuh makna. Ia berharap agar setiap individu dapat merenungkan pencapaian yang telah diraih di tahun sebelumnya dan menetapkan tujuan yang lebih baik untuk tahun yang akan datang. “Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk berbenah dan berkontribusi lebih bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Restu Wijayanto juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berjanji akan terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Makassar, serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada warga. “Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Ketua Bhayangkari Cabang Pelabuhan, Ny. Ruthi Restu, turut menyampaikan harapannya agar organisasi Bhayangkari dapat berperan aktif dalam mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh anggota Bhayangkari untuk berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai penutup, Kapolres Pelabuhan Makassar mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama perayaan Tahun Baru. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran penyakit. “Mari kita rayakan dengan bijak dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Dengan semangat baru di tahun 2025, Kapolres dan jajarannya berharap agar semua elemen masyarakat dapat bersatu padu dalam membangun Kota Makassar yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Ucapan selamat Tahun Baru ini menjadi simbol harapan dan komitmen untuk terus berjuang demi kebaikan bersama.ungkapnya

Red”

Tabrak Aturan Disiplin, Sekcam Tarumajaya Yang Memiliki 2 istri, Terancam di Berhentikan Sebagai ASN

BEKASI – Polemik ASN ( Aparatur sipil Negara) beristri dua atau lebih adalah topik sensitif dan komplek pasalnya ASN harus bersyarat.

Ijin tertulis istri pertama dengan alasan yang sah, ijin pengadilan dan pemberitahuan pada instansi perolehan ijin poligami

Ajo berani beristri dua dengan salah seorang guru P3K di SMPN 2 Kedungwaringin, diduga tanpa melalui proses dan labrak aturan kalau Ajo seorang ASN yang dapat gaji dari pajak masyarakat

Vera istri muda ajo yang berhasil di konfirmasi Manuvernews.com melalui seluler mengakui kalau dia istri mudanya ajo yang kini menjabat sekcam di Kecamatan Tarumajaya yang dulu hanya staf biasa di Kecamatan Serang Baru

“Kenapa sih baru ramai sekarang saya kan sudah 4 tahun nikah dengan Ajo, Ajo mah cuma sekcam miskin ” jelas Vera heran dan mengaku sudah 4 tahun menikah, padahal menurut sumber baru 9 bulan mereka menikah

Camat Tarumajaya H. Dede Maulidin yang saat di konfirmasi tentang kelakuan sekcamnya yang tadinya jumawa mau tegur sekcam untuk benahi administrasi Poligaminya, kini malah memblokir no hp wartawan diduga pak camat ini punya kisah yang sama

Hidayat Ketua LSM Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi hal ini Kepada manuver news.com mengatakan Sebagai seorang ASN mestinya Ajo Menjalankan kedisiplinan selayaknya seorang ASN.

“Jangan hanya demi kepuasan Nafsunya hingga menabrak aturan yang ada.
Karna Poligami ASN tanpa ijin Akan diskriminatif terhadap istri istrinya dan kalau dapat laporan dari istri pertamanya Ajo bisa di berhentikan,” Jelas hidayat

Sampai berita ini di turunkan Ajo selaku sekcam Taruma jaya yang Poligami belum bisa di konfirmasi

Red(ARS)