Beranda blog Halaman 234

Keluarga Pasien Sangat Puas, Dengan Pelayanan Yang di Berikan RS Ananda Babelan Kepada Masyarakat

Bekasi – Rumah Sakit Ananda Babelan Yang Beralamat di Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi,terus melakukan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan masyarakat.Hal ini terbukti mendapatkan apresiasi langsung dari masyarakat di rumah sakit tersebut. Masyarakat bukan hanya memuji pelayanan dan lingkungan rumah sakit juga sudah sangat bersih.Kamis (30/01/2025).

Hal ini dikatakan Namih Ibunya pasien yang bernama Natasya Nur Hazizah warga Kp gombang jaya mengatakan saya melihat banyak sekali perubahan di RS Ananda Babelan saat ini, baik disisi pelayanan, sarana maupun kebersihannya. Semoga saja, kondisi ini dapat terus dipertahankan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan tenaga medis dan dokter RS Ananda Babelan yang ramah kepada pasien, terutama kepada anak saya dan pelayanan administrasi yang diberikan juga cepat. Kebersihan juga, membuat pasien nyaman,”Ucap Namih.

Sementara itu Misnan pamannya pasien mengatakan,”Saya mengucapkan terimakasih kepada Dokter Lili Masliyah Mars Direktur RS Ananda Babelan dan Tim Manajemen,banyak sekali perubahan di RS Ananda Babelan terutama, dalam meningkatkan pelayanan untuk masyarakat dan kebersihan lingkungan rumah sakit juga sangat luar biasa bersihnya.

“Saya sangat puas dengan pelayanan di RS Ananda Babelan yang sudah merawat ponakan saya, Karena dokter dan perawatnya sangat ramah dan profesional dalam memberikan pelayanan dan kami sebagai masyarakat tidak dipersulit untuk berobat maupun untuk pengurusan keperluan administrasi,”Allhmadulilah kondisi ponakan saya sudah berangsur-angsur membaik,” Pungkasnya Misnan.

(Red)

Palang merah indonesia (PMI) Kecamatan Patimuan dan Pemerintah Desa Sidamukti Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban

Bencana Puting Beliung
Patimuan, 30 Januari 2025 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Patimuan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sidamukti menyalurkan bantuan sembako kepada korban bencana puting beliung yang terjadi di Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana.
Bencana puting beliung yang terjadi pada 30 Januari 2025 mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di Desa Sidamukti. PMI Kecamatan Patimuan bersama Pemerintah Desa Sidamukti segera bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada para korban. Bantuan sembako yang disalurkan berisi bahan-bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan kebutuhan lainnya.
Ketua PMI Kecamatan Patimuan, Santo Purwo Wahyono menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian PMI terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana puting beliung,” ujarnya.
Kepala Desa Sidamukti sutrisno mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PMI Kecamatan Patimuan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PMI. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Penyaluran bantuan sembako ini dilakukan secara langsung kepada warga yang terdampak bencana. PMI Kecamatan Patimuan dan Pemerintah Desa Sidamukti juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para korban.
Selain memberikan bantuan sembako, PMI Kecamatan Patimuan juga memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami luka-luka akibat bencana puting beliung. PMI juga membuka posko kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PMI Kecamatan Patimuan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. PMI akan terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya.(Tugiman).e

Korban Terakhir Tragedi Laka Laut Pantai Drini Dipulangkan

GUNUNGKIDUL ~ Petugas gabungan berhasil menemukan korban keempat laka laut Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, pasa Rabu, (29/1/2025). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban atas nama RYP (13), yang hilang terseret ombak di Pantai Drini, di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, pada Selasa (28/1/2025) kemarin.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan, korban ditemukan pada pukul 07.30 WIB.

“Korban atas nama RYP (13) berhasil di ketemukan dengan keadaan Henti Nafas Pada Pukul 07.30 WIB,” kata Kapolres Gunung Kidul AKBP Ary Murtini saat diwawancarai wartawan Rabu (29/1/2025).

Ari menjelaskan, petugas menemukan korban dengan jarak sekitar 50 meter dari penemuan ketiga korban pertama kemarin.

“Korban ditemukan saat petugas menyelam. Jarak kurang lebih 50 meter dengan kedalaman 25 MDPL dari titik diketemukanya ketiga korban kemarin,” jelasnya

Setelah berhasil diangkat, korban dievakuasi ke tepian Pantai dengan Kapal Rescue S.R.I Wilayah II Baron kemudian dilanjutkan dibawa menggunakan Ambulan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Ke RSUD Saptosari. Setelah dimandikan, jenazah langsung dibawah ke Mojokerto melalui jalur darat,” pungkas Kapolres Gunung Kidul.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 siswa SMP N 7 Mojokerto, Jawa Timur terseret arus pantai Drini saat sedang bermain air, Selasa (28/1/2025) pagi. Dari jumlah tersebut, 9 siswa diantaranya berhasil diselamatkan, sementara 3 ditemukan meninggal dunia dan 1 masih dalam proses pencarian petugas.

Ketiga korban meninggal dunia tersebut dipulangkan ke Mojokerto, Jawa Timur pada Selasa (28/1/2025) sore. Sementara rombongan lain sudah dipulangkan sejak pukul 13.00 WIB. (red)

Jelang Imlek 2576/2025, Polresta Banyumas Sterilisasi Klenteng

Polresta Banyumas melaksanakan sterilisasi Klenteng menjelang Hari Raya Imlek 2576/2025 di wilayah Kabupaten Banyumas, Selasa (28/1/25).

Adapun Klenteng yang dilakukan sterilisasi, adalah Klenteng Hok Tek Bio komplek Pasar Wage Purwokerto, Klenteng Hok Tek Bio Sokaraja dan Klenteng Boen Tek Bio Banyumas.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S.I.K., M.H, melalui Kabag Ops Kompol Agus Amjat Purnomo, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan sterilisasi ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan perayaan Imlek 2576/ 2025 Polresta Banyumas.

“Hal tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman, serta memastikan tidak ada benda mencurigakan di lokasi maupun tempat peribadatan sehingga ibadah menjadi khusyu”, tutur Kanag Ops.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kasubbag Binops Bag Ops AKP Munasihun, S.H., Kanit Dalmas Iptu Sutrisno, S.H., Kanit 3 Satintelkam Ipda Jaenal Arifin, S.H., Kasubnit Sat Reskrim Ipda Tri Wibowo, S.H., M.H., K-9 dan personel gabungan Polresta Banyumas, Kapolsek Sokaraja AKP Soetrisno, S.H., Kapolsek Banyumas AKP Sudiyono, S.H., dan Kapolsek Purwokerto Timur Kompol Supriyadi, S.H.

Kegiatan sterilisasi yang berlangsung mulai pukul 10.00 wib sampai dengan selesai ini tdak ditemukan adanya benda mencurigakan yang berpotensi menimbulkan kerawanan dan ancaman gangguan Kamtibmas, tutup Kompol Amjat.

Red”

Parah,, BBWS Citanduy Belum Lakukan Penanganan Fisik. Meski Tanggul di Sidamukti Semakin Tergerus Air

Cilacap – Setelah viral diberitakan oleh sejumlah media online dan televisi tentang badan tanggul sungai Citanduy yang longsor karena tergerus air di Dusun Penyeretan, Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejumlah perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy mendatangi lokasi.

Menurut Tugiman, warga setempat merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Patimuan mengatakan kepada awak media. “Setelah viral di beritakan oleh sejumlah media online dan televisi perwakilan dari BBWS Citanduy datang ke lokasi silih berganti”, Rabu ( 29/01/2025).

Bahkan Saya sendiri, bersama dengan Kepala Desa Sidamukti mendampingi perwakilan dari BBWS Citanduy yang datang pada malam hari untuk melihat lokasi tanggul yang semakin menipis tergerus oleh air.

Meskipun perwakilan dari BBWS Citanduy sudah datang berulang kali, tapi sampai saat ini samasekali belum ada penanganan yang signifikan berupa tindakan fisik untuk memperkuat badan tanggul yang semakin tergerus dan sewaktu-waktu bisa jebol kapan saja, ujarnya.

Disamping itu, Tugiman juga sudah menyampaikan informasi dan foto serta video adanya badan tanggul sungai Citanduy yang longsor dan air sungai sudah rembes ke permukiman warga, melalui pesan singkat WhatsApp kepada Kepala Dinas Pengelolaan sumber daya air (PSDA) Cilacap.

Ini jawaban dari Kepala Dinas PSDA, ujar Tugiman ;
“Lokasi tersebut sudah disurvei berasama UPT pengairan, BPBD, Desa dan sudah dilaporkan ke BBWS Citanduy tapi belum ada tindakan fisik baru cek lokasi dan sudah dibahas di Musrenbang Kec Patimuan di usul ke BBWS insyaallah akan audensi dengan BBWS. Lokasi tersebut selalu dalam pantauan instansi terkait”.

Maka sangat aneh dan heran apabila ada yang memberi apresiasi kepada BBWS Citanduy khususnya Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) II dalam menyikapi atau merespon hal ini. Apalagi yang memberi apresiasi itu tidak tinggal dan menempat di wilayah kecamatan Patimuan yang artinya mereka berkomentar itu tidak sebagai warga yang terdampak seperti Kami, mereka yang memberi apresiasi melalui pemberitaan media online adalah orang yang tinggal dan menetap jauh dari Kecamatan Patimuan, tegasnya.

Dilain tempat, Sanusi warga yang dekat dengan lokasi tanggul mengatakan, ia dan warga di Kecamatan Patimuan sangat menyayangkan pihak BBWS Citanduy yang menurutnya lamban untuk melakukan penanganan awal seperti memperkuat badan tanggul agar tidak terjadi bencana banjir yang berdampak pada 4 desa yaitu desa Patimuan, Purwodadi, Sidamukti dan Desa Rawaapu, mengingat rembesan-rembesan di bawah tanggul semakin banyak air yang keluar, pungkasnya.

Siswanto, warga dari Desa Rawaapu juga menyampaikan kepada awak media, Semua harus tahu bahwa negara ini memiliki UU No.24 Tahun 2007, tentang penanggulangan bencana. Yang bertujuan memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupan termasuk perlindungan atas bencana guna mewujudkan kesejahteraan umum berlandaskan Pancasila, sebagaimana amanat UUD1945. Landasan berpikirnya negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Prinsip-prinsip penanggulangan bencana menurut UU No. 24 tahun 2007 diantaranya adalah cepat dan tepat, prioritas serta non diskriminatif. Cepat yang dimaksud adalah, cepat melakukan penanganan fisik dengan tepat untuk mencegah agar bencana banjir akibat jebolnya tanggul tidak terjadi dengan memperbaiki badan tanggul yang semakin menipis tergerus oleh air sungai, karena mengingat sekarang sering turun hujan sehingga debit air terus naik dan arus semakin deras.

Mengingat lambannya respon penanganan secara fisik terhadap ancaman bencana banjir yang sangat besar karena badan tanggul sungai Citanduy di Sidamukti semakin tergerus air, sejumlah warga akan membuat dan membacakan surat terbuka yang di tujukan kepada Kepala BBWS Citanduy, kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan kepada Kementrian Pekerjaan Umum serta akan disebarluaskan melalui jejaring sosial, karena di era sekarang ini masy

Red”

Puting Beliung Landa SMA Negeri 1 Patimuan,SDN 01 sidamukti dan sebagian rumah warga rusak parah

Patimuan, 28 Januari 2025 – Sekitar pukul 14:15 WIB, angin kencang disertai hujan menerjang SMA Negeri 1 Patimuan,SDN 01 sidamukti dan beberapa rumah warga Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah.
atap kanopi kantor sekolah atap musola dan masih banyak lainya , “Kami terkejut saat puting beliung tiba-tiba datang,”mutar seperti asap tebal menggulung dan tiba tiba bunyi prang ,;!!! ujar rasiman yg akrab di panggil Ableh .
Di hari yg sama berbarengan juga SD N 01 sidamukti dan sebagian rumah warga yg mengalami nasib yg sama atap rumah dan satu bangunan roboh
dimyatin
khodimun
kunwiyoto
muhdofir
gunadialm
kasiran
mundirin
Jaenal
rasiman
Demikian beberapa nama yg menjadi korban puting beliung

Beberapa pemilik rumah yg di konfirmasi awak media dengan kejadian ini berharap turut campur serta pemerintah terkait ucapnya, dengan nada memelas
untung tidak ada korban jiwa di kejadian ini ungkap rasiman yg akrab di panggil Ableh dengan nada datar.
mengenai upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh pihak sekolah dan warga yg tertimpa musibah sementara masih secara pribadi ungkap beberapa Nara sumber dan warga sekitar yg di temui di lokasi kejadian

Sutrisno selaku kepala desa di temui di rumahnya dengan adanya musibah ini kami selaku pemerintahan desa beserta jajaran telah berkordinasi dengan intansi terkait mengenai musibah tersebut
mengenai perkiraan kerugian materi yang ditimbulkan oleh peristiwa ini di perkirakan puluhan juta rupiah,
mengenai kondisi terkini di SMA Negeri 1 Patimuan, seperti upaya perbaikan atau rencana sekolah untuk mengantisipasi bencana alam? Masih berkordinasi dengan pihak terkait (Tugiman) biro kab Cilacap

Dalam Rangka Cipta Kondusif, Anggota Samapta Polsek Tambelang, Melaksanakan Patroli Biru

Bekasi – AIPTU Aiptu Saroha S.Anggota Samapta dan Aiptu H Toni S.Anggota Samapta Polsek Tambelang,melaksanakan Patroli Biru Kewilayahan Harkamtibmas Menjelang Jam Rawan dalam rangka Cipta Kondusif serta memberikan himbauan Kamtibmas ke masyarakat. Selasa (28/01/2025) Pukul 02:30 Wib.Dini Hari.

AKP Yugo Pambudi S.H.,MH Kapolsek Tambelang, menjelaskan Patroli Biru Kewilayahan Harkamtibmas Menjelang Jam Rawan yang dilakukan anggota samapta,dalam rangka Cipta Kondusif serta memberikan himbauan Kamtibmas ke masyarakat antisipasi.

“Tawuran, 3C, Premanisme, Begal, Geng Motor, Kejahatan jalanan lainnya, membubarkan anak-anak remaja yang masih nongkrong dan cegah Guantibmas memberikan rasa aman untuk masyarakat di wilayah hukum Polsek Tambelang, situasi mulai menyepi terpantau aman kondusif, kepada masyarakat untuk mewaspadai situasi dilingkunganya dan melaporkan setiap kejadian kepada petugas Kepolisian,”Jelas’nya AKP Yugo Pambudi S.H.,MH.

Sementara itu Anton warga Tambelang menyambut baik Polsek Tambelang”Kami merasa sangat lebih tenang dengan adanya patroli seperti ini,semoga keamanan di desa khususnya diwilayah Tambelang kami tetap terjaga.Kami berharap dengan patroli rutin ini angka kejahatan di wilayahnya dapat ditekan dan warga dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa rasa khawatir,”Pungkasnya Anton.

(Red)

3,4 Kilogram Ganja Berhasil Diamankan Satgas Pamtas Yonif 131/Brajasakti di Perbatasan RI-PNG

[ KEEROM ] – Personel Satgas Pamtas Yonif 131/BRS kembali gagalkan penyelundupan Narkotika Jenis Ganja Kering seberat 3,4 Kg. Keberhasilan kali ini dilakukan oleh personel yang bertugas di Pos Yamara Kipur B Satgas pada saat melaksanakan pemeriksaan di jalan lintas Kampung Yamara, Distrik Arso Timur, Papua, *Selasa (28/01/2025).*

Penangkapan kepada pelaku pembawa ganja bermula pada sekitar pukul 20.30 WIT waktu setempat, personel Pos Yamara yang dipimpin oleh Serka Syaifudin selaku Danpos saat pelaksanaan pemeriksaan memberhentikan 1 unit mobil Avanza Nopol PA 1789 AV yang sedang melintas di Jalan kampung Yamara, Setelah diperiksa, 2 orang pengendara atas nama JPT (23 thn) dan AV (26 thn) ditemukan membawa ganja kering yang disimpan di dalam tas besar sebanyak 155 bungkus dengan berat 3,4 Kg.

“Saat ini pelaku dan barang bukti telah diserahkan kepada Polsek Arso Timur Polres Keerom dan diterima oleh Bripka Abrianto Bintara Polsek Arso Timur, untuk di proses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.” ucap Syaifudin.

Sementara itu, Dankipur B Yonif 131/BRS, Lettu Inf Recky Wahyudi menyampaikan pemeriksaan yang dilakukan oleh personel Pos Yamara merupakan kegiatan rutin sebagai upaya dalam menjaga keamanan di daerah perbatasan terutama dari peredaran narkoba,” Ucap Dankipur.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Red”

Kapolri Terindikasi Backing Mafia Tambang, Korban Penganiayaan Mafia Tambang Pasir Silika Lampung Timur Tak Tersentuh Hukum

Lampung Timur – Kasus tindak pidana pengeroyokan wartawan Lampung Timur atas nama Sopyanto yang dilaporkan ke Polda Lampung hampir dua tahun lalu terkesan diabaikan. Para terduga pengeroyokan dan penganiayaan sangat sulit diproses hukum oleh aparat di wilayah itu. Fenomena kekebalan hukum yang dimiliki para genster tambang illegal pasir silika Lampung Timur yang terlibat pengeroyokan terhadap korban mengindikasikan keteribatan petinggi di Mabes Polri dalam backing-membacking tambang illegal bersama para gengter-nya.

Hal tersebut disampaikan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, kepada jaringan media se-Indonesia menanggapi keluhan warga Lampung Timur yang menjadi korban kebrutalan para mafia tambang illegal di sana. “Penanganan kasus mandek bertahun-tahun mengindikasikan bahwa ada proses hukum yang terhambat. Mengapa terhambat? Hanya dua alasan, yakni uang setoran atau faktor orang kuat di Polri. Biasanya dua faktor itu berjalan bersamaan, ada uang dan orang kuat. Siapa orang kuat di Polri? Yaa, yang paling kuat Kapolri. Jika Kapolres tidak sanggup menangani seorang pelaku kejahatan, sangat mungkin karena penjahatnya teman Kapolda; jika Kapolda takut menangani si penjahat, bisa berarti sang kriminal itu sahabat alias jaringan mafianya Kapolri,” jelas tokoh pers nasional ini, Senin, 27 Januari 2025.

Sekadar flash back, peristiwa kekerasan yang menimpa Bung Fyan, demikian sapaan akrab Sopyanto, dilakukan oleh segerombolan penambang liar pasir silika di Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada 30 April 2023 lalu. Berita terkait di sini: Tidak Terima Diberitakan, Pengusaha Pasir Silika Ilegal Keroyok dan Aniaya Wartawan (https://pewarta-indonesia.com/2023/05/tidak-terima-diberitakan-pengusaha-pasir-silika-ilegal-keroyok-dan-aniaya-wartawan/)

Kasus pengeroyokan itupun dilaporkan ke Polda Lampung oleh korban 2 hari kemudian yakni pada 2 Mei 2023. Laporan tersebut diterima oleh petugas SPKT dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bernomor: LP/B/178/V/2023/SPKT/POLDA LAMPUNG.

Ajaibnya, kasus yang sangat jelas peristiwa, tempat, dan pelakunya itu tidak kunjung mampu ditindaklanjuti oleh polisi-polisi di Polda Lampung sebagaimana mestinya. Mungkin Kapoldanya takut karena para mafia tambang itu adalah geng-nya Kapolri. “Mungkin yaa, orang kuat di Mabes Polri itu ada di belakang mafia tambang illegal di sana,”

Untuk menghindari ‘pelototan mata merah’ alias dimarahi orang kuat dari Mabes Polri, pihak Polda Lampung kemudian melimpahkan penanganan kasusnya ke Polres Lampung Timur dengan alibi ngibul bin ngawur bahwa ‘bobot kasusnya masih dapat diselesaikan oleh Polres Lampung Timur’.

Namun, hingga menjelang dua tahun berlalu, ternyata kasus itu tidak kunjung selesai. Artinya, para polisi di Polres Lampung Timur tidak mampu menindak para pelaku pengeroyokan sesuai hukum yang berlaku walaupun menurut Polda bobot kasusnya masih dapat diselesaikan oleh Polres Lampung Timur. “Hal itu dapat dimaklumi, kapolda saja tidak berani terhadap bossnya mafia yang adalah kepalanya wereng coklat se-Indonesia, bagaimana mungkin kapolres bisa diharapkan dapat menangani kasus itu?” ujar Wilson Lalengke menyindir Kapolres Lampung Timur yang disebutnya hanya bisa urus masalah receh, mengkriminalisasi wartawan yang menerima uang ‘take-down’ berita 100-200 ribuan rupiuah.

Berita terkait di sini: Penanganan Kasus Mandek, Wilson Lalengke: Kapolres Lampung Timur Hanya Bisa Urus Sempak Istri (https://pewarta-indonesia.com/2024/05/penanganan-kasus-mandek-wilson-lalengke-kapolres-lampung-timur-hanya-bisa-urus-sempak-istri/)

“Kapolres dan para polisi di Lampung Timur ini lucu-lucu yaa. Untuk peristiwa karangan papan bunga yang isinya melecehkan wartawan se-Indonesia yang saya rebahkan tempo hari, hanya jelang sehari kemudian mereka menangkap dan memproses saya bersama 2 rekan saya yang tidak bersalah apa-apa. Mereka terapkan pasal pengeroyokan terhadap papan bunga. Lah ini ada korban manusia, warga negara Indonesia, yang luka-luka dan pakaiannya koyak akibat dikeroyok para preman bejat, polisinya tidak mampu berbuat apa-apa. Kapolres macam apa itu? Sontoloyo! Sebaiknya urus sempak istrimu saja sana, Indonesia tidak butuh polisi macam anda!” ujarnya beberapa waktu lalu dengan menambahkan bahwa urusan mafia tambang illegal yang melibatkan jaringan mafia petinggi di Mabes Polri memang terlalu berat bagi aparat selevel kapolres.

Atas kecurigaan keterlibatan Kapolri jadi backing mafia tambang itu, Wilson Lalengke mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera men-nonaktifkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Dengan demikian, jajaran aparat pelaksana teknis penegakan hukum dapat lebih berani melaksanakan tugasnya secara profesional, tidak lagi takut terhadap ‘pelototan mata merah’ dari Trunojoyo 3 Jakarta Selatan,” jelas trainer jurnalistik yang sudah melatih ribuan anggota TNI dan Polri itu sambil meminta Kapolri membantah pernyataannya dengan memerintahkan aparatnya menangkap para pengeroyok Sopyanto. (APL/Red)

Wercok Bintoro Klarifikasi Soal Keterlibatannya Memeras Boss Prodia, Wilson Lalengke: “Maling Ngaku, Malaekat Langsung Bunuh Diri”

Jakarta – Tingkat kepercayaan publik terhadap profesionalisme aparat penegak hukum, baik di kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan bahkan pengacara semakin terkikis nyaris punah. Berbagai kasus kriminal yang melibatkan sejumlah oknum yang terjadi di hampir semua sudut negeri, silih berganti sambung-menyambung terjadi tanpa jedah. Kasus teranyar adalah keterlibatan oknum wereng coklat alias polisi AKBP Bintoro, mantan Kasatreskrim Polresto Jakarta Selatan, yang diduga kuat memeras boss klinik kesehatan Prodia, menambah panjang daftar pelaku kejahatan dari kalangan aparat hukum.

Sebagaimana viral di ribuan media, termasuk jejaring media sosial dan WhatsApp, diberitakan bahwa oknum perwira menengah itu melakukan pemerasan terhadap pelaku kejahatan seksual dan tindak pidana narkotika dengan iming-iming kasusnya dihentikan. Versi berita yang beredar, nominal uang damai yang diminta oknum polisi ini tidak main-main, 20 miliar, termasuk sejumlah kendaraan super mewah sitaan yang kini tidak diketahui rimbanya.

Berita lengkapnya di sini: Polisi ini Peras Bos Prodia Rp 20 Miliar, Wilson Lalengke: “Dia Nabung buat Beli Pangkat Jenderal” (https://pewarta-indonesia.com/2025/01/polisi-ini-peras-bos-prodia-rp-20-miliar-wilson-lalengke-dia-nabung-buat-beli-pangkat-jenderal/)

Setelah melalui proses pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya selama 8 jam, sang lulusan akademi kepolisian itu memberikan klarifikasi, dengan menyebutkan bahwa semua yang dituduhkan kepadanya adalah fitnah belaka. “Faktanya, semua ini adalah fitnah. Tuduhan bahwa saya menerima uang sebesar 20 miliar sangat mengada-ngada,” tegas AKBP Bintoro dalam potongan video berdurasi 4 menit 1 detik yang dibuatnya usai diperiksa petugas, 26 Januari 2025.

Masih merujuk pada video klarifikasi tersebut, Bintoro mengatakan bahwa dia digugat perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus yang sama. Dia digugat karena ingkar janji atau wanprestasi oleh korban pemerasan yang merupakan pelaku kejahatan yang diprosesnya. Dalam gugatan tersebut, kata Bintoro, dia dituduh menerima Rp. 5 milyar uang tunai dan Rp. 1,6 milyar melalui transfer sebanyak 3 kali.

Satu hal yang juga disampaikan Bintoro adalah tentang tuduhan bahwa dirinya menambung uang untuk beli pangkat jenderal. Padahal, katanya, dia adalah orang yang paling terlambat jenjang karirnya di antara teman-teman seangkatannya. Berita lengkapnya di sini: AKBP Bintoro Klarifikasi Dugaan Pemerasan terhadap Bos Prodia, Gemetar Diperiksa 8 Jam (https://pewarta-indonesia.com/2025/01/akbp-bintoro-klarifikasi-dugaan-pemerasan-terhadap-bos-prodia-gemetar-diperiksa-8-jam/)

Menanggapi video dan pernyataan AKBP Bintoro tersebut, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, mengatakan bahwa tindakan polisi yang menjadi obyek pemberitaan itu bagus dan seharusnya begitu. “Ini merupakan bentuk hak jawab dari yang bersangkutan atas pemberitaan terhadap dirinya di media-media. Itu sikap yang bagus dan sudah seharusnya demikian,” katanya, Senin, 27 Januari 2025.

Namun, secara substansial isi pernyataan Bintoro di video tersebut, terdapat beberapa hal yang mesti dianalisis dan dikritisi untuk kemudian diproses lebih lanjut agar fakta dan kebenaran diungkapkan secara transparan dalam penegakan hukum. Terkait dengan substansi kasus ini, Wilson Lalengke menyampaikan terima kasih kepada pihak Polri yang terus mendalami kasusnya, tidak terpengaruh dengan klarifikasi yang diduga bohong, bahkan saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di tahanan Paminal Propam Polda Metro Jaya.

“Singkatnya, jika maling jujur mengaku maling, yaa malaekat langsung bunuh diri ramai-ramai karena mereka tidak diperlukan lagi memonitor kelakuan manusia. Kira-kira begitu kalimat sindiran yang pas untuk menggambarkan pernyataan si oknum yang menolak mengakui perbuatannya,” jelas Wilson Lalengke saat diminta tanggapan atas video klarifikasi itu oleh rekan-rekan media.

Soal nominal 5 milyar atau 20 milyar, atau bahkan 1 juta rupiah saja, sambung Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu, hal ini tidak menghapus adanya perbuatan kriminal di dalamnya. “Soal angka 5 milyar plus 1,6 milyar sebanyak 3 kali transfer dan tudingan 20 milyar yang ditujukan kepadanya, tidak jadi soal. Yang menjadi inti kasus adalah tindak kriminal pemerasan yang dilakukan. Faktanya ada gugatan oleh pelaku kejahatan yang merasa jadi korban cedera janji, diminta membayar sekian milyar agar lepas dari jerat hukum. Dus, pelapor diminta cabut laporan dengan iming-iming uang Rp. 50 juta, edan!” cetus Wilson Lalengke sambil mempertanyakan kemana kendaraan mewah sitaan dari para pelaku kejahatan yang diprosesnya itu.

Wilson Lalengke juga menilai bahwa kecerdasan literasi para wereng coklat dan sebagian warga masyarakat sangat memprihatinkan. Pasalnya, mereka tidak mampu mencerna informasi dengan pemahaman yang baik dan mumpuni terkait kalimat ‘menabung untuk beli pangkat bintang atau jenderal’.

“Haha, ini lucu tapi menyedihkan. Si Bintoro itu mengartikan kalimat saya soal ‘dia nabung untuk beli pangkat jenderal’ secara lugu ala anak kecil tak berdosa. Apalagi dia kaitkan soal pangkatnya yang masih AKBP yang tidak mungkin serta-merta naik jadi jenderal. Pernyataan saya itu merupakan sindiran yang artinya ‘kumpulkan uang banyak demi menyogok orang-orang penting di atas sana agar mudah naik pangkat dan dapat jabatan empuk’. Itu sindiran untuk para pimpinan Polri dan budaya setoran ke pimpinan di tubuh institusi itu, yang pada akhirnya memaksa bawahan cari cuan dengan segala macam cara, haram-halal hantam kromo, peras habis penonton Malaysia, jadi bandar narkoba internasional, hingga jadi backing tambang illegal. Level perwira menengah koq dungu begitu yaa?” ketus tokoh pers nasional yang sudah melatih ribuan anggota Polri dan TNI serta masyarakat umum di bidang jurnalistik warga ini.

Sebagai penutup pernyataan persnya, lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, the Netherlands, dan Linkoping University, Sweden, itu menyarankan kepada oknum polisi Bintoro untuk menjadi whistle-blower dalam kasus yang menjeratnya. “Saya berharap, dia bersedia menjadi whistle-blower dalam proses penuntasan kasus ini. Saya yakin, dia tidak kerja sendiri, hampir pasti melibatkan jaringan mafia hukum di lingkungan Polri (Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri – red), plus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” pungkasnya berpesan. (APL/Red)