Beranda blog Halaman 184

Bukan Rakyat yang Harus Memahami UU-KIP, Birokrat dan Komisi Informasi Jangan Gagal Nalar

Tangsel — Presiden Prabowo Subianto dalam sidang perdana Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Oktober 2024 lalu, menekankan perlunya reformasi birokrasi secara total. Ia mengingatkan bahwa pola lama di tubuh birokrasi harus segera ditinggalkan karena menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Bahkan ada yang mengatakan, kalau bisa dibuat sulit kenapa dibuat mudah,” ujar Presiden Prabowo di depan jajaran pemerintahannya saat itu.

Pernyataan tersebut sejalan dengan harapan publik akan pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit. Sayangnya, praktik di lapangan justru masih jauh dari harapan rakyat. Salah satunya terlihat dalam proses pengaduan atau gugatan pelayanan publik yang diajukan masyarakat, termasuk media, namun kerap ditolak dengan alasan administratif.

*Pelayanan Publik adalah Hak Rakyat*

Secara normatif, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan hak setiap warga negara. Pasal 10 UU tersebut mewajibkan penyelenggara pelayanan untuk terus mengevaluasi kinerja pelaksananya secara berkala dan berkelanjutan.

Selain itu, Pasal 36 dan 37 mewajibkan penyediaan sarana pengaduan dan penunjukan pelaksana yang kompeten dalam pengelolaan pengaduan.

“Pelayanan publik secara umum merupakan tugas abdi negara, baik itu pejabat negara, pejabat pemerintahan, pegawai BUMN, BUMD atau dalam sebutan lain, yang apabila gajinya bersumber dari APBN dan atau APBD,” ungkap sumber Skalainfo.net.

Namun dalam praktiknya, banyak pengaduan masyarakat yang tidak ditanggapi secara profesional. Bahkan, masyarakat sering dibebani dengan kewajiban memahami seluruh regulasi tentang keterbukaan informasi publik hanya untuk sekadar mengajukan keberatan atau gugatan.

*Ironi Gugatan Ditolak, Informasi Tak Terbuka*

Hal ini dialami oleh Skalainfo.net dalam proses sengketa informasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan. Dalam persidangan terakhir di Komisi Informasi Banten, majelis tidak menanyakan substansi gugatan yang diajukan Pemohon, Skalainfo.net, terkait penggunaan anggaran tahun 2023.

Lebih miris lagi, gugatan tersebut akhirnya DITOLAK oleh Komisi Informasi Banten. Padahal, Pasal 18c UU KIP menyatakan bahwa masyarakat berhak mendapat tanggapan terhadap pengaduan yang diajukan dan memberitahukan kepada pimpinan penyelenggara untuk memperbaiki pelayanan apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar pelayanan, sesuai yang termaktub dalam Pasal 18e UU itu.

Sebenarnya, masyarakat hanya menuntut kepastian hukum tanpa perlakuan diskriminatif. Alih-alih diberikan ruang dan kemudahan, mereka justru diminta memahami berbagai regulasi teknis yang seharusnya menjadi tanggung jawab birokrat untuk menjelaskan secara transparan.

Pers, sebagai bagian dari kontrol sosial sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, seharusnya mendapat ruang dalam mengawasi penggunaan anggaran negara. Namun ketika lembaga pers pun dihambat oleh birokrasi yang kaku dan tidak berpihak pada keterbukaan informasi, maka publik patut bertanya: “Mana hati nuranimu wahai birokrat..?”

*Komisioner Gagal Nalar*

Menanggapi fenomena penolakan gugatan Media Skalainfo terhadap Dinas Kominfo Tangsel oleh Komisi Informasi Banten, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, menilai para komisioner Komisi tersebut tidak kompeten dan tidak memiliki kapasitas untuk mengadili gugatan masyarakat. Tokoh pers nasional ini mengatakan bahwa ketiga komisoner itu ibarat orang buta huruf yang dipaksa membaca tulisan.

“Menurut saya, para komisioner di Komisi Informasi Provinsi Banten itu tidak memiliki kapasitas, tidak kompeten, bukan sosok yang mampu mengadili gugatan sengketa informasi yang diajukan warga masyarakat terhadap penyelenggara negara. Mereka itu ibarat orang buta huruf yang dipaksa membaca buku, yaa pasti hasil bacaannya ngawur,” jelas Wilson Lalengke sembari menambahkan bahwa sebaiknya mereka diganti dengan personil yang memiliki latar belakang hukum atau ilmu filsafat dan mampu memahami dan menterjemahkan peraturan perundangan.

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menambahkan bahwa menjadi seorang pengadil haruslah mereka yang memiliki kemampuan analisis logis terhadap suatu permasalahan, bukan hanya sekadar melakukan persidangan dan menghasilkan keputusan apa adanya. “Komisioner yang diberi tugas mengadili para pihak haruslah orang yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, memiliki otak yang cerdas, kritis dan analistik, berpikir logis, dan berwawasan luas. Hanya orang yang memiliki kemapuan semacam itu yang bisa memberikan keadilan bagi para pihak yang bersengketa, bukan orang-orang gagal nalar seperti para komisioner Komisi Informasi di Banten itu,” tegas Wilson lalengke. (TIM/Red)

Presiden Apresiasi Kapolri, Menhub, dan TNI Atas Pengamanan Mudik Membanggakan

Majalengka. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo atas pengamanan mudik yang sangat baik. Presiden juga mengapresiasi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto atas hal itu.

“Kita ucapkan terima kasih kepada semua unsur untuk keamanan mudik, keamanan selama bulan puasa, selama mudik, dan kembali dari mudik. Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolri, Menhub, TNI di semua jajaran,” ujar Presiden Prabowo di Majalengka, pada acara panen raya serentak di 14 provinsi, Senin (7/4/25).

Menurut Presiden, apa yang dilakukan TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan sangat membanggakan.

“Atas nama pemerintah dan atas nama rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih. Saudara sebagai pimpinan, saudara sangat bertanggung jawab dan saudara pantas diberi penghormatan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Kapolri menyatakan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2025 mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Dirinci Jenderal Sigit, berdasarkan data yang melintas di tol, terjadi penurunan 12 persen.

“Atas kerja keras seluruh rekan-rekan dengan berbagai macam alternatif dan rekayasa. Dari sisi jumlah masyarakat yang mengalami kecelakaan ini juga mengalami penurunan, di jalan tol turun 12 persen dan yang fatalitas turun 88 persen,” ujar Kapolri, Minggu (6/4/25).

Ditambahkan Jenderal Sigit, untuk di seluruh jalur termasuk arteri, khususnya Jawa Barat, mengalami penurunan hingga 64 persen. Hal itu menandakan bahwa masyarakat semakin mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan mudik maupun balik.

“Jadi Alhamdulillah artinya masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik tahun ini bisa lebih aman dan bisa lebih lancar,” jelas Kapolri.

Red”

Penurunan Arus Kendaraan, One Way Lokal dari Tingkir ke Kalikangkung Dinormalisasi

Polda Jateng-Kota Semarang| Situasi arus balik di sejumlah jalur utama wilayah Jawa Tengah terpantau mulai mengalami penurunan volume kendaraan pada Senin pagi ini. Berdasarkan data Traffic Counting yang dihimpun Jalan Tol Trans Jawa, arus kendaraan dari arah timur (Ngawi) dan selatan (Yogyakarta–Solo) menuju arah barat mengalami penurunan signifikan mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polda Jateng memutuskan untuk menormalisasi skema One Way Lokal yang sebelumnya diberlakukan. Penormalisasian dilakukan di ruas GT Tingkir KM 459 hingga GT Kalikangkung KM 414, mencakup Tol Dalam Kota Semarang A, B, dan C. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang dan akses yang lebih luas bagi pengguna jalan di jalur arteri.

Sementara itu, untuk One Way Nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 236 Pejagan (Brebes) masih diberlakukan. Sistem ini akan terus dipantau dan dievaluasi berdasarkan dinamika arus lalu lintas di lapangan serta instruksi dari Korlantas Polri.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Brigjen Pol Sonny Irawan, menyampaikan bahwa secara umum situasi arus balik di jalur tol terpantau aman, lancar, dan terkendali.

“ Hingga pagi ini, arus lalu lintas di jalur tol masih dalam kondisi aman dan terkendali. Meskipun ada penurunan volume kendaraan, kita tetap waspada dan terus melakukan pemantauan. Untuk jalur arteri seperti di wilayah Pejagan memang masih ramai namun tetap lancar. Sepanjang pelaksanaan arus mudik dan balik, kami sudah menerapkan 33 kali rekayasa lalu lintas untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan,” jelas Brigjen Pol Sonny

Menutup keterangan nya Dirlantas menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini jumlah Volume kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta melalui Jalur Tol Trans Jawa sampe dengan pukul 06.00 Wib sejumlah 72 %.

Dirlantas juga mengimbau kepada seluruh pemudik agar tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kondisi fisik dan kendaraan, serta memanfaatkan rest area secara bijak demi keselamatan selama perjalanan kembali ke tempat tinggal masing-masing

Red”

Sidakaya: Warga Gintungreja Geram, Akses Utama Lumpuh Akibat Jalan Rusak Parah

Cilacap, 6 April 2025 – Warga Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, kini berada di ujung kesabaran akibat kondisi jalan utama desa yang semakin memprihatinkan.

Bertahun-tahun lamanya dibiarkan rusak parah, jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sehari-hari warga ini kini berubah menjadi mimpi buruk yang melumpuhkan mobilitas dan mengancam keselamatan.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang menganga dan permukaan yang bergelombang layaknya “kubangan kerbau” ini bukan lagi sekadar pemandangan yang tidak enak dipandang. Bagi para pengguna jalan, melintasi ruas jalan ini adalah sebuah perjuangan berat. Mereka harus ekstra hati-hati menghindari lubang-lubang besar yang mengintai dan permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi ini semakin berbahaya saat musim hujan tiba, di mana jalanan berubah menjadi lautan lumpur licin yang meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
“Sudah seperti ini kondisinya dari dulu, Mas. Rasanya tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah,” ungkap seorang warga dengan nada penuh kekecewaan, menggambarkan frustrasi yang dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Gintungreja.
Kepala Desa Gintungreja, Yanto, membenarkan keluhan warganya tersebut.

Ia mengakui bahwa kondisi jalan yang rusak parah ini telah menjadi masalah menahun yang belum mendapatkan solusi nyata. “Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini, namun hingga kini belum ada tindakan perbaikan yang signifikan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Dampak dari kerusakan jalan ini tidak hanya dirasakan oleh para pengendara. Akses menuju fasilitas-fasilitas penting seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan juga menjadi terhambat. Hal ini secara langsung memperlambat roda kehidupan dan perekonomian desa. Warga kesulitan untuk beraktivitas dengan lancar, dan biaya transportasi pun meningkat akibat kerusakan kendaraan yang sering terjadi akibat jalan rusak.

Di tengah keputusasaan yang melanda, warga Sidakaya masih menyimpan harapan kepada Bupati Cilacap. Mereka berharap agar pemimpin daerah dapat melihat dan merasakan langsung kesulitan yang mereka alami akibat infrastruktur jalan yang buruk ini. Desakan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan utama desa pun semakin kuat.

“Kami sangat memohon kepada Bapak Bupati untuk meninjau langsung kondisi jalan kami. Kami ingin jalan yang mulus, agar kami bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman. Ini bukan hanya untuk kami pribadi, tapi juga untuk kemajuan desa kami,” ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada memelas, mewakili harapan seluruh warga.
Warga Sidakaya tidak lagi ingin sekadar dijanjikan perbaikan. Mereka mendambakan tindakan nyata yang cepat dan tepat dari pemerintah. Impian akan infrastruktur yang layak adalah hak setiap warga negara, dan kini, warga Gintungreja menanti realisasinya demi kesejahteraan bersama.

Jeritan aspal Sidakaya ini diharapkan dapat segera didengar dan direspon dengan solusi konkret, membawa angin segar perubahan bagi kehidupan masyarakat setempat.
Penulis: tugiman

Redaksi”

Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek

Jakarta. One way nasional dari Km 414 Gerbang Tol Kalikangkung sampai Km 70 Gerbang tol Cikampek Utama diberlakukan hari ini, Minggu (6/4/2025) untuk arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung flag off atau pelepasan one way nasional itu.

Kapolri tiba di Tol Kalikangkung sekitar pukul 09.35 WIB. Ia sempat menyapa sejumlah pemudik yang menunggu one way nasional dibuka.

Setelah itu, Kapolri memimpin langsung flag off one way nasional tersebut. Terlihat Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho mendampingi langsung di lokasi.

Hadir pula beberapa pejabat lain, seperti Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut Jasa Jasa Raharja Rivan Purwantono. Selain itu, ada Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir mendampingi.

Sebelum one way nasional ini diberlakukan, Korlantas lebih dulu membersihkan lajur dan rest area dari arah Jawa Tengah ke Jakarta. Kendaraan ke arah Jawa Tengah dialihkan ke jalan arteri.

Penerapan rekayasa one way juga dilakukan bertahap. Awalnya Korlantas membuat one way lokal dari Km 70 Tol Japek hingga Km 36.

Kemudian pada Kamis (3/4) lonjakan kendaraan mulai meningkat sehingga one way lokal diperpanjang mulai Km 188 hingga Km 70, lalu diperpanjang lagi ke Km 219 Tol Pejagan-Pemalang. Seiring berjalannya waktu volume kendaraan terus meningkat hingga 6 April sebagai puncak arus balik.

Red”

Polres Purbalingga Pastikan Informasi Begal di Mrebet Merupakan Berita Hoaks

Polres Purbalingga memastikan bahwa informasi terjadinya kasus begal sepeda motor dan handphone di Mrebet yang beredar melalui media sosial Facebook adalah hoaks. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim AKP Siswanto, Minggu (5/4/2025) siang.

“Hasil dari penyelidikan yang dilakukan Polsek Mrebet dapat dipastikan bahwa postingan di Facebook tentang begal yang terjadi di Mrebet adalah hoaks,” tegas Kasat Reskrim didampingi Kasi Humas AKP Setyo Hadi dan Kanit Reskrim Polsek Mrebet Aiptu Rino Waluyo.

Disampaikan Kasat Reskrim bahwa bermula saat adanya postingan di grup Facebook Sekilas Info Purbalingga dan Sekitarnya, pada Sabtu (5/4/2025) pagi. Akun bernama Raden Hakim memposting informasi telah terjadi begal sepeda motor dan handphone terhadap istrinya di wilayah Kecamatan Mrebet.

“Berbekal informasi tersebut Polsek Mrebet kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya dapat diketahui identitas pemilik akun tersebut berikut orang yang mengaku sebagai korban pembegalan,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik akun yang bernama Senna (27) warga Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, diketahui bahwa informasi begal ternyata berasal dari tunangannya yang berinisial Eka Triani (27) perempuan warga Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Perempuan tersebut melapor ke tunangannya bahwa dia telah menjadi korban begal. Menurut pengakuannya sepeda motor serta handphone dibawa kabur oleh dua orang pelaku.

“Informasi tersebut kemudian diposting oleh Senna di grup Facebook sehingga menimbulkan banyak reaksi dan membuat resah masyarakat,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan, perempuan tersebut mengaku menjadi korban begal dengan kerugian sepeda motor dan handphone di wilayah Mrebet. Padahal sepeda motor tersebut sebenarnya dibawa kabur kenalannya seorang laki-laki yang mengaku bernama Elga di wilayah Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara.

Sepeda motor yang dibawa kabur tersebut dipinjam dari kakak sepupunya yang bernama Warti (40) warga Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Sepeda motor tersebut jenis Honda Vario bernomor polisi R-5486-HV.

“Sepeda motor tersebut dipinjam dengan alasan untuk pergi kondangan di wilayah Kecamatan Mrebet. Karena hilang dibawa kabur, kemudian membuat cerita bohong ke tunangannya,” jelasnya.

Kasat Reskrim menambahkan kepada dua orang tersebut kami berikan langkah pembinaan. Mereka membuat surat pernyataan serta kesanggupan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Mereka juga sanggup mengklarifikasi berita bohong yang sudah dibuatnya melalui media sosial.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar bijak bermedsos, sehingga tidak menyebar informasi bohong yang bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat,” pesan Kapolsek.

Red”(Humas Polres Purbalingga)

Kapolri Cek Arus Balik Lebaran di Tol Cikatama

Jakarta. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek arus balik Lebaran 2025 di Tol Cikampek Utama (Cikatama), Jawa Barat. Ia ingin memastikan langsung pelaksanaan pengamanan dan pelayanan arus balik Lebaran.

Pengecekan langsung dilakukan Kapolri, tepatnya di Km 70 Tol Cikatama arah Jakarta, Minggu (6/4/2025). Terlihat Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho mendampingi langsung di lokasi.

Hadir pula dalam pengecekan ini sejumlah pejabat yakni Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hingga Dirut Jasa Raharja Rivan Purwantono. Selain itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus juga hadir mendampingi.

“Hari ini kita mengadakan pengecekan langsung di KM 70 Cikatama untuk memastikan terkait dengan bagaimana pelaksanaan dari rangkaian pengamanan dan pelayanan terkait dengan arus mudik dan arus balik,” jelas Kapolri, Minggu (6/4/2025).

Dari laporan Jasa Marga, tercatat sudah 52% kendaraan masuk ke Jakarta saat one way nasional dilakukan dari Km 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga Km 70 GT Cikampek Utama. Kapolri menyebut sebelum one way nasional ini, pihaknya sudah menerapkan one way lokal kemarin malam.

“Alhamdulillah tadi dilaporkan oleh Dirut Operasi Jasa Marga khususnya untuk jalan tol bahwa sampai saat ini sudah 52% yang masuk Jakarta dan sebelum kita laksanakan kita one way nasional, kita juga menerapkan rekayasa baru yang namanya one way lokal dan one way lokal ini sudah kita laksanakan mulai dari kemarin malam,” ujar Kapolri.

“Kita geser mulai dari Jawa Barat dan kemudian menyambung ke Jawa Tengah dan tadi pagi jam 9 kita sambung semuanya secara nasional,” tambah Kapolri.

Ia menuturkan skema rekayasa arus lalu lintas itu membuat mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan lancar. Kapolri menyebut terjadi peningkatan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah dari rekayasa yang ada, kita mendapatkan laporan bahwa baik dari sisi kelancaran ini juga terjadi peningkatan dibanding tahun 2024, di mana untuk mudik 5 jam 46 menit dan untuk balik 5 jam 6 menit ini jauh lebih cepat dibandingkan tahun 2024,” tutup Kapolri.

Red”

SKKP Mimika Bersiap Melaksanakan Pembangunan dan Pengelolaan 18 SPPG di Wilayah Kabupaten Mimika

Mimika, Papua Tengah – Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP) Mimika akan melaksanakan acara peluncuran (launching) pembangunan18 Dapur Sehat (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi – SPPG) yang akan mengelola penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Menurut rencana, acara tersebut akan berangsung pada tanggal 15 April 2025 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD SKKP Mimika, Tuan Stingal Johnny Beanal, kepada media ini melalui jaringan WhatsApp-nya. “Acara peluncuran 18 Dapur Sehat atau disebut juga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)) ini akan dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Mimika, pada tanggal 15 April 2025. Acara ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), Pemda dan DPRK Mimika, SKKP Pusat, para pengelola Dapur Sehat, dan berbagai organisasi masyarakat,” jelas Beanal, Jumat, 4 Maret 2025.

Peluncuran Dapur Sehat tersebut, lanjutnya, merupakan wujud nyata komitmen SKKP Mimika untuk mendukung program Pemerintah Indonesia bersama-sama Pemerintah Daerah setempat dan seluruh masyarakat dalam rangka menyediakan makanan bergizi gratis bagi generasi masa depan Indonesia, khususnya generasi Papua. “Kami berharap pendirian dan pengelolaan Dapur Sehat ini sekaligus dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah gizi buruk di Papua, khususnya di wilayah Kabuapten Mimika,” tambah Beanal.

Sementara itu, Bupati Mimika, Yohannes Rettop, S.Sos, M.M., menyambut baik rencana peluncuran 18 SPPG tersebut. “Kami sangat mengapresiasi upaya SKKP dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa ke depannya,” kata Bupati Rettop.

Pada saat yang sama, Sekretaris DPD SKKP Mimika, Johan Fransiskus Wenehen, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengundang sekitar 150 undangan untuk hadir di acara peluncuran 18 Dapur Sehat mendatang. Dirinya juga menjelaskan bahwa di seluruh wilayah Kabupaten Mimika terdapat tidak kurang dari 62.000 anak sekolah yang akan dilayani oleh dapur-dapur sehat yang dibangun dan dikelola oleh DPD SKKP Mimika melalui Yayasan SKKP.

“Jumlah siswa di sekolah-sekolah di Kabupaten Mimika kurang-lebih 62 ribu siswa, yang tersebar di 6 distrik yaitu Distrik Mimika Baru, Distrik Wania, Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Timur, Distrik Kwamki Narama, dan Distrik Iwaka,” ungkap Wenehen.

Walaupun demikian, Pengurus DPD SKKP Mimika itu mengakui bahwa implementasi program makan bergizi gratis ini bukan pekerjaan mudah. Banyak kendala dalam pelaksanaannya, baik dari sisi penyediaan infrastruktur maupun penyediaan bahan pangan dan pengelolaan SDM yang akan bekerja sebagai volunteer di dapur-dapur sehat. Oleh karena itu, dirinya berharap dukungan semua pihak, terutama dari Pemerintah Kabupaten Mimika dan pihak swasta seperti perusahaan Freeport dan lainnya.

“Kami sangat mengharapkan dukungan Pemda Mimika dan Pemprov Papua Tengah, PT. Freeport Indonesia, dan CSR perusahan swasta lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mimika, demi menyukseskan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mimika,” ujar Wenehen berharap.

Dalam acara tersebut, akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara SKKP dengan Pemerintah Daerah Mimika untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika. “Peluncuran SPPG ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk peletakan batu pertama di lokasi yang akan dibangun Dapur Sehat dan penyerahan bantuan kepada masyarakat,” tambah Wenehen.

Dari Jakarta, Ketua Umum SKKP menyatakan mendukung penuh rencana pembangunan dan pengelolaan SPPG di seluruh wilayah Tanah Papua, khususnya 18 Dapur Sehat yang akan diluncurkan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada 15 April 2025 mendatang. “Melalui pembangunan 18 Dapur Sehat atau SPPG ini diharapkan masyarakat Mimika, khususnya anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, dapat menikmati makanan bergizi dan seimbang, serta terhindar dari masalah kelaparan dan gizi buruk,” sebut Ketum SKKP, Brigjenpol (Purn) Drs. Hilman Thaib Mandagi. (TIM/Red)

Kapolri Cek Langsung Pelayanan Arus Balik di Stasiun Tawang, Dorong Pemudik Gunakan Kereta Api

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelayanan arus balik Lebaran di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan balik ke kota masing-masing.

Dalam kunjungannya, Kapolri berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mendengarkan paparan dari pihak PT KAI Daops 4 Semarang terkait pelayanan yang diberikan selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

“Pada hari ini kita sengaja melaksanakan pengecekan untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mengetahui langsung terkait dengan pelayanan mudik dan balik yang dilaksanakan di Stasiun Tawang yang masuk wilayah Daops 4 Semarang,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dari hasil pantauan dan interaksi di lapangan, Kapolri menyebut banyak masyarakat yang memilih menggunakan moda transportasi kereta api karena dinilai lebih tepat waktu, aman, dan nyaman.

“Tadi banyak masyarakat yang memilih menggunakan kereta karena memang di satu sisi jadwal waktunya juga tepat, dan kurang lebih untuk sampai di Jakarta hanya sekitar lima jam. Sebagian juga menyampaikan bahwa kereta terasa lebih aman,” jelasnya.

Kapolri juga mendorong masyarakat yang masih akan melakukan perjalanan balik untuk mempertimbangkan menggunakan kereta api sebagai alternatif. Selain lebih aman dan terjangkau, moda transportasi ini juga dinilai mampu membantu mengurangi kepadatan di jalur darat.

“Kita anjurkan menggunakan kereta menjadi salah satu alternatifnya karena di samping aman, juga harganya cukup terjangkau. Ini bisa digunakan untuk mengurai beban angkutan darat di arus balik,” tutup Kapolri.

Red”

Parah,,Diduga Paman Ipar,Cabuli Keponakan Dibawah Umur, Warga Minta APH Bertindak Cepat.

Lumajang – Warga Kecamatan Ranuyoso digemparkan oleh dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial T terhadap keponakannya sendiri, seorang gadis remaja berusia belasan tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kasus ini menjadi perbincangan hangat dan memicu keresahan masyarakat, terlebih karena pelaku disebut-sebut masih bebas berkeliaran.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban berinisial N diketahui telah menghentikan pendidikannya usai mengalami peristiwa tragis tersebut. Situasi ekonomi dan kondisi keluarga yang memprihatinkan ditengarai menjadi salah satu faktor lemahnya pengawasan terhadap gadis malang tersebut. Korban saat ini tinggal bersama nenek dan ibunya yang keduanya menderita stroke, sehingga tidak mampu memberikan pengawasan serta perlindungan optimal.

“Dia (N) seperti kehilangan masa depan, sejak kejadian itu dia tidak lagi sekolah. Kami sangat prihatin,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Jono.

Jono juga menambahkan bahwa pelaku T masih memiliki hubungan keluarga dekat karena berstatus sebagai suami dari bibi korban. T sendiri tinggal dalam satu lingkungan dengan korban, yang membuatnya leluasa dalam melakukan aksi bejatnya.

“Saya dengar, perbuatannya sudah dilakukan lebih dari sekali. Ironisnya, kasus ini seperti hendak ditutup-tutupi. Katanya diduga pelaku sempat mengeluarkan uang hingga Rp50 juta untuk meredam kasus ini agar tidak masuk ke ranah hukum,” lanjut Jono.

Masyarakat sekitar merasa khawatir dan tidak nyaman dengan keberadaan T yang masih bebas tanpa proses hukum. Mereka menilai bahwa tindakan pelaku sudah sangat meresahkan dan berpotensi mengancam anak-anak lainnya.

“N sekarang jarang keluar rumah, kalau pun keluar, kelihatan seperti anak yang depresi. Wajahnya murung dan selalu tampak ketakutan,” imbuh Jono.

Yang lebih membuat warga geram, hingga saat ini tidak ada tindakan tegas dari pihak pemerintah desa setempat. Diduga kasus ini sengaja ditutup rapat oleh pihak keluarga korban dan perangkat desa. Namun begitu, informasi telah menyebar luas di masyarakat dan menjadi buah bibir.

“Kami minta aparat penegak hukum segera turun tangan. Jangan sampai kasus ini dibiarkan begitu saja. Hukum harus ditegakkan, apalagi ini menyangkut anak di bawah umur,” tegas Jono.

Warga berharap, aparat penegak hukum (APH) seperti pihak kepolisian dan kejaksaan segera mengambil langkah hukum yang tegas agar tidak muncul korban-korban berikutnya. Mereka juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum di wilayah mereka.

“Kami sebagai orang tua, sangat khawatir. Kalau pelaku dibiarkan berkeliaran, siapa yang bisa menjamin anak-anak lain tidak jadi korban?” pungkas Jono. (**)

Red”