Beranda blog Halaman 175

APTIKNAS Dan SPRI Dukung Peluncuran Program GEMPPAR di acara Halal Bihalal FORMAS

Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menggelar tradisi Halal Bihalal merayakan Idul Fitri 1446 Hijriyah di Ballroom Kuningan City Jakarta, Selasa (15/4/2025). Menariknya pada perayaan Halal Bihalal ini FORMAS secara resmi meluncurkan program Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Rakyat (GEMPPAR).

Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, SH., CCP mengatakan, program melalui program GEMPPAR ini FORMAS akan membuat aplikasi yang di dalamnya memberikan edukasi atau literasi tentang berbagai subjek untuk mendukung pembelajaran yang dapat dijangkau masyarakat dengan harga murah.

“Kami akan melibatkan seluruh anggota untuk untuk menyukseskan program-program pendidikan hingga Sekolah Rakyat melalui bantuan yang diberikan untuk meningkatkan literasi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ungkap Handoyo di sela perayaan Halal Bihalal.

Ia menjelaskan Formas akan membuat gerakan satu orang dari kalangan mampu untuk membantu biaya sebesar Rp200 ribu per tahun, kemudian dikumpulkan untuk membantu para siswa atau mahasiswa yang kurang mampu.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Ir. Soegiharto Santoso, SH dan dan Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Hence Mandagi turut hadir pada kesempatan Halal Bihalal ini. Keduanya mengapresiasi pelaksanaan Halal Bihalal dalam merayakan Idul Fitri bagi segenap anggota dan pengurus FORMAS sekaligus mendukung peluncuran program GEMPPAR oleh FORMAS.

Ketum APTIKNAS Soegiharto Santoso juga menyatakan siap mendukung program GEMPPAR. “Kami organisasi APTIKNAS sebagai bagian dari FORMAS siap mensukseskan pelaksanaan program GEMPPAR. Banyak pakar IT di APTIKNAS yang dapat berkontribusi untuk menambah literasi pendidikan di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), dan Waketum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), serta Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Senada dengan itu, Ketum SPRI Hence Mandagi mengungkapkan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan penanggungjawab program GEMPPAR dan pihak iBlooming Indonesia, salah satu perusahaan penyedia platform pendidikan literasi digital terbaik di Indonesia. “iBlooming Indonesia merupakan partner resmi program GEMPPAR. Dan kami SPRI turut diajak berkolaborasi untuk menyiapkan literasi di bidang pers bagi masyarakat yang tertarik menggeluti praktek jurnalistik,” ujar Mandagi di sela kegiatan Halal Bihalal FORMAS.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki kekuatan finansial yang memadai untuk membuat kehidupan anak-anak Indonesia lebih sejahtera dan maju.

“Presiden Prabowo sudah memutuskan, di setiap kabupaten di Indonesia ada 500 lebih, kita akan bangun Sekolah Rakyat. Sekolah rakyat khusus untuk mendidik anak-anak dan keluarga sangat miskin. Mereka akan dididik dengan program-program pendidikan yang canggih, dan mereka nanti akan ditampung di asrama-asrama khusus, yang tersebar di 534 wilayah di Indonesia,” ungkap Hashim saat menyampaikan sambutannya pada acara Halal Bihalal FORMAS.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang turut menyampaikan sambutan melalui rekaman video, mengatakan, kepedulian antarumat menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas.

“Persatuan, Silaturahim antarwarga bangsa adalah kunci mewujudkan Indonesia Emas. Kepedulian menjadi salah satu komponen yang terus ditekankan oleh Presiden kita dalam menciptakan generasi yang maju,” ujar Menag dalam sambutannya.

Selain meluncurkan program GEMPPAR, FORMAS juga meluncurkan program di bidang seni dan budaya dengan tema GEMPITA.

Rangkaian Halal Bihalal juga dilaksanakan Pengukuhan 17 organisasi baru yang bergabung dengan FORMAS dan saat ini total sudah 73 organisasi bergabung di FORMAS dan yang telah dikukuhkan sebanyak 72 organisasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus APTIKNAS antara lain; Ketua Komtap Smart City Rudi Hidayat, Ketua Komtap Kerjasama Luar Negeri Soetresno Hartanto, Wakil Ketua Komtap Kerjasama Luar Negeri Hartanto Sutardja, Ketua Komtap Sertifikasi Profesi Totok Sedyantoro, dan Ketua Komtap Keanggotaan II Wilayah Indonesia bagian Timur Sonny Soehardjianto, serta Wakil Ketua Komtap Kerjasama Pemda Cepu Supriyanto.

Dari jajaran pengurus SPRI antara lain Ketua Dewan Kehormatan SPRI Dhoni Kusmanhadji, Wakil Sekretaris Jenderal Yosef Iskandar, Anggota Dewan Penasehat Kusumawati Yudhaningrum, Ketua SPRI Jakarta Adrianus Muntu, dan GM LSP Pers Indonesia Meytha Kalalo, serta Kepala Biro Sertifikasi DPP SPRI Tri Cahyandi Tresnanda.***

Red”

Wauu..!!Diduga Galian C Ilegal Merajalela di sekitar Bantaran Sungai Serayu

Banyumas mpn.com – Jawa Tengah. Galian C ilegal yang sempat viral di aliran sungai Serayu di desa welahar kecamatan Patikraja kabupaten banyumas provinsi jawa tengah. 17 – 4 – 2025.

Galian C diduga semakin meresahkan warga di sekitar bantaran sungai serayu, dan aneh nya beberapa bulan yang lalu sempat di britakan oleh beberapa media, dan di duga ada pengondisian oleh pihak APH dikarnakan sempat ada mediasi di balai desa welahar, miris nya lagi sekarang sudah beroprasi kembali dengan mesin sedot pasir lebih banyak lagi.

Sementara itu dari pihak APH seolah tutup mata, dari dinas bbwso dari kepemerintahan setempat maupun dari institusi kepoliaian,

Inisial (mr) yang sempat ikut dalam rapat pengondisian dan juga yang menjadi salah satu korban pengrusakan kebun semen, yang sudah di rawat dengan tanaman pisang yang sekarang hancur/ gugur dengan adanya penambangan galian c ilegal tersebut.

Inisial (mr) berharap Kapolri berikan edukasi yang baik untuk semua jajaran APH yang berada di Kota maupun Kabupaten, jadilah pengayom masyarakat yg baik bukan mengayomi masyarakat yang berprilaku kurang baik, basmi para mafia yang merugikan negara maupun masyarakat khususnnya, ingat kelangsungan anak cucu kita kalau kita sebagai mausia yang lebih awal hidup tidak bisa menjaga maupun melestarikan lingkungan hidup yang diwariskan dari leluhur kita.ucap nya.

Negri kita negri demokrasi berkedaulatan dengan nilai dan norma Pancasila, apakah semua masyarakat yang ada di alur bawah harus melaporkan semuanya ke publik kalau para APH mengambil langkah diduga sepihak, kami tidak mengecam ataupun mengutuk tindakan tersebut akan tetapi INGAT anak cucu kita di kelak hari, banyak sekarang contoh imbas dari hutan gundul setiap kali hujan sungai atau tanah sudah tidak mampu lagi menahan resapan air, sehingga banjir ada dimana mana penjuru desa tanpa terlewatkan banjir akhir akhir ini, kejadian itu ada dugaan dari maraknya galian tambang yang banyak diduga ilegal, seperti kejadian tambang pasir yang ada di Wilayah Sungai Serayu, apakah kegiatan tersebut tidak merusak ekosistem sungai, ucapnya.

Dengan kejadian tersebut MR minta bantuan dan berharap Lrmbaga LIN bisa membawa perkara yang saat ini sedang bergulir di wilah tersebut, pungkasnya.

Saya Berharap penegakan hukum jangan tumpul ke bawah tetapi tajam ke atas, APH harus bisa bertindak tegas, ucap prio

Red”(prio)

PKL Eks Ujung Tanjung Laporkan Pengerusakan ke Polisi

Merangin – Sejumlah mantan pedagang kaki lima (PKL) dari lokasi Ujung Tanjung, Pasar Bawah, mengadukan kasus pengrusakan ke Polres Merangin, Senin (14/4/2025). Mereka didampingi pengacara, Darul Khotni, melaporkan pihak yang menempati area tersebut tanpa izin.

Menurut Darul, para PKL, berjumlah sekitar 40 orang, sebelumnya ditempatkan di depan RTH Pasar Bawah setelah kebakaran kedua di Ujung Tanjung. Walau perjuangan mereka untuk mendapatkan tempat baru belum sepenuhnya selesai.

Darul menjelaskan, lokasi tersebut telah diberikan izin kepada mereka berdasarkan SK 67 dari Pemkab Merangin. Namun, pembangunan tempat tersebut dianggap tidak sesuai spesifikasi, sehingga menunggu gambar desain dari Sekda yang sudah ditandatangani oleh Dinas PUPR, Diskoperindag, dan Kabid Cipta Karya.

“Yang terjadi, baru-baru ini, para PKL mendapati lokasi tersebut telah diisi oleh orang lain. Kami mempertanyakan hal ini, namun tidak mendapat jawaban pasti,” kata Darul.

Para PKL khawatir dengan keberadaan pihak yang tidak dikenal di lokasi tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk pengrusakan. Mereka pun melaporkan kejadian ini kepada polisi dengan harapan mendapat keadilan dan kepastian hukum.

Red”( Gondo irawan )

Bakamla RI Bahas International Humanitarian Law Bersama ICRC

Jakarta – Bakamla RI menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Introduction to International Humanitarian Law (IHL) at Sea bersama International Committee of Red Cross (ICRC) Regional Delegation for Indonesia and Timor Leste, di Jakarta Selatan, Kemarin.

FGD yang diikuti langsung oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI Laksma Bakamla Askari P.S.C., S.I.Kom., M.Sc., M.A., dan Head of Regional Delegation ICRC Vincent Ochilet, bertujuan mendiskusikan Hukum Humaniter atau Kemanusiaan Internasional (IHL) mengenai konflik bersenjata di laut, khususnya terkait dengan tugas Bakamla RI.

Dalam FGD tersebut dibahas mengenai prinsip dasar IHL, penyusunan SOP terkait, serta penyelenggaraan pelatihan IHL pada konflik bersenjata di laut dan penanganan jenazah kepada personel Bakamla RI pada tahun ini.

Diharapkan dengan adanya forum diskusi tersebut terdapat kesepakatan mengenai pelatihan yang tidak hanya berlangsung pada tahun ini, namun juga pada tahun-tahun berikutnya agar menjangkau seluruh personel Bakamla RI. (Humas Bakamla RI)

Red : Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S. Pd

Panglima TNI Sambut Kedatangan Presiden RI Usai Lawatan ke Timur Tengah

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto usai melaksanakan kunjungan kerja ke lima negara di kawasan Timur Tengah, bertempat di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (15/04/2025).

Kunjungan kerja Presiden Prabowo mencakup Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania. Dalam setiap kunjungan, Presiden melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat dan membahas kerja sama strategis, termasuk isu pertahanan, diplomasi regional, dan upaya perdamaian global.

Dalam agenda kunjungan ke Turki, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menjadi pembicara pada Antalya Diplomacy Forum Ke-4 pada 11 April 2025. Sedangkan di Yordania, Presiden bertemu secara empat mata dengan Raja Abdullah II dan memimpin pertemuan bilateral yang diakhiri dengan penandatanganan tiga MoU (Memorandum of Understanding) serta satu perjanjian kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Yordania.

Lawatan ini juga menjadi bagian dari upaya diplomatik Indonesia dalam mendukung perdamaian di Timur Tengah, termasuk membahas rencana kemanusiaan untuk mengevakuasi warga Palestina dari Gaza ke Indonesia.

Foto: BPMI Setpres

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Red: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Kepala Bakamla RI Panen Kacang Tanah di Karangasem Bali

Bali – Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., melaksanakan panen kacang tanah di lahan Bakamla RI yang terletak di Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Selasa (15/4/2025). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bakamla RI dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Didampingi Kepala Zona Bakamla Tengah Laksma Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., Laksdya Irvansyah secara simbolis melakukan panen kacang tanah yang berhasil mencapai hasil sebanyak 800 kilogram dari lahan seluas satu hektar. Panen ini melanjutkan kesuksesan panen jagung sebelumnya yang menghasilkan satu ton hasil panen.

“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bakamla RI mendukung Asta Cita dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Laksdya Irvansyah, sembari mengapresiasi kinerja Stasiun Bakamla Bali atas keberhasilan merealisasikan program ketahanan pangan di wilayahnya.

Selain kacang tanah dan jagung, lahan pertanian Bakamla RI di Bali juga menghasilkan berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti cabai, kacang panjang, tomat, terong, pepaya california, dan singkong. Diversifikasi tanaman ini menunjukkan keseriusan Bakamla RI dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DWP dan IKKT PWA Penghubung 04 Bakamla RI, Ny. Yuanita Irvansyah, Ketua Unit Pelaksana DWP Zona Tengah Ny. Dyah Teguh Prasetya, Kepala Stasiun Bakamla Bali Mayor Bakamla Kadek Lis Martiaveni, S.Pd., M.A.P., serta para staf Stasiun Bakamla Bali.

Red: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd

Panglima TNI Tinjau Pembangunan Fasilitas Prajurit di Brigif 17/Kostrad: Wujud Nyata Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau secara langsung progres pembangunan fasilitas satuan di Markas Komando Brigade Infanteri (Brigif) 17/Kostrad, Cijantung, Jakarta Timur, pada Selasa (15/4/2025). Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI terhadap peningkatan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI menerima paparan dari Danbrigif 17/Kostrad Kolonel Inf Mohammad Benrieyadin, serta meninjau langsung pembangunan sejumlah fasilitas, antara lain 60 unit rumah dinas prajurit, aula dan kantor Persit Kartika Chandra Kirana, renovasi selasar Mako Brigif, dan lapangan sepak bola.

Pembangunan ini diharapkan menjadi penunjang utama dalam meningkatkan kenyamanan, semangat, dan motivasi prajurit dalam menjalankan tugas. Fasilitas yang layak dan memadai juga menjadi bagian penting dari modernisasi satuan TNI dalam rangka mewujudkan prajurit yang profesional dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan.

Upaya pembangunan sarana dan prasarana satuan seperti ini merupakan bagian dari transformasi TNI yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan personel di seluruh matra.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Red: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Perkuat Sinergitas, Panglima TNI Terima Kunjungan Ketua BPK RI di Mabes TNI

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima kunjungan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Ir. Isma Yatun, M.T., CSFA., di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/04/2025).

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan kunjungan ini merupakan wujud sinergi dan komunikasi positif antara TNI dan BPK RI serta menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pemikiran strategis antara dua institusi negara dalam memperkuat pengawasan serta akuntabilitas pengelolaan anggaran.

“TNI membutuhkan peran BPK RI sebagai konsultan dalam pengelolaan keuangan negara sehingga terwujud tata kelola keuangan negara di lingkungan TNI yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Mabes TNI dan BPK RI dapat terus ditingkatkan. “Harapannya komunikasi Mabes TNI dan BPK RI semakin meningkat dan optimal, sehingga permasalahan terkait pengelolaan keuangan negara mampu dimitigasi dan diselesaikan dengan tepat dan tuntas,” tutup Panglima TNI.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Red : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Rumah Senilai Miliaran Rumah Milik Wanita Lansia di Lippo Karawaci Dirampas Penipu Ulung

TANGERANG | Ketua Bidang Advokasi FWJ Indonesia, Agus Darma Wijaya singgung persoalan adanya pemain dana Bank merimbas perampasan rumah senilai miliaran rupiah adalah bentuk pidana murni yang mengakibatkan pemilik (korban) harus menanggung beban moral, materiil serta beban psikologis.

Sebuah kisah memilukan itu dikatakan Darma Wijaya terjadi di wilayah Lippo Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

“Yang mengalami itu seorang wanita lanjut usia bernama Oma Lusiana. Dia menjadi korban dugaan penipuan dan perampasan aset miliknya yang dilakukan oleh seseorang yang menawarkan bantuan kerjasama pinjaman bank. Namun berujung menjadi perampasan aset secara paksa rumah pribadi miliknya. “Jelas Darma melalui siaran pers nya, Rabu (16/42025)

Lebih lanjut dia mengatakan peristiwa tersebut bermula sekitar dua tahun silam, saat Oma Lusiana dikenalkan Yeni kepada seorang pria bernama Stefanus Ernest Halim. Hingga akhirnya Oma mengetahui bahwa Ernest adalah seorang yang bisa membantu pencairan pinjaman bank dengan agunan properti.

Awalnya, Oma mempercayakan hal itu kepada Ernest, namun akhirnya dia mengetahui bahwa Ernest adalah orang yang pandai mengedit rekening dan data-data lain untuk diedit / dipaksakan, dan bermain dengan oknum marketing bank.

“Awalnya Ernest mengajukan tawaran kerjasama kepada Oma Lusiana, yang saat itu memiliki sebuah rumah bernilai tinggi di kawasan Taman Diponegoro, Lippo Karawaci. Ernest menyatakan ingin membantu mencairkan pinjaman dari Bank Maybank dengan menggunakan sertifikat rumah tersebut sebagai jaminan. Dalam pembicaraan awal, Ernest menawarkan sistem kerja sama bagi hasil: 65% untuk Oma Lusiana dan 35% untuk dirinya. Semua proses dan dokumen perbankan akan diurus oleh Ernest, sementara Oma hanya perlu menyediakan sertifikat rumah sebagai agunan,” ujar Oma Lusiana kepada Agus Darma Wijaya dikediamannya, Taman Cibodas (7/4/2025).

Menurutnya, tanpa adanya penjelasan biaya dan tidak ada dokumen resmi pada saat itu, dirinya kena bujuk rayu tawaran tersebut karena iming-iming pencairan dana besar dari bank, serta sertifikat rumah miliknya akan dibantu ditebus di BPR daerah Jakarta, diserahkan dan dijadikan jaminan di Maybank cabang Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Tidak hanya itu, ternyata Ernest juga mengambil alih buku Cek, ATM, Buku Tabungan, dan tidak mengerti akan terjadi sesuatu yang merugikan seperti sekarang,” terang Oma Lusiana melalui Darma Wijaya.

Lanjut Darma Wijaya, Oma Lusiana mengalami dugaan penipuan mengingat seiring berjalannya waktu tiba-tiba ada perubahan perjanjian secara sepihak. Ernest yang awalnya menyebut sebagai kerjasama pinjaman, namun menyatakan bahwa rumah tersebut akan dibeli sebesar 4.3 miliar saat akan pencairan di Notaris yang ditunjuk May Bank, dan ternyata pencairan mencapai 5.5 miliar dari Aset Oma Lusi.

“Setelah penandatanganan di notaris, Oma hanya menerima sisa uang sebesar 300 juta dari pencairan senilai 5.5 miliar dengan deal harga rumah 4.3 miliar. Atas kejanggalan itu, akhirnya Oma Lusiana mengambil sikap, menghubungi May Bank untuk membatalkan jual beli dan memblokir Rek yang dimana ATM dan Buku BCA ada pada Ernest. Dia tidak ingin melanjutkan transaksi tersebut karena diduga banyak kejanggalan. “Ungkapnya.

Dalam pencairan ini, diketahui Ernest memanfaatkan aset Oma, yang bisa cair 5.5 miliar. Ernest memutuskan membeli saja, karena dia bisa mendapatkan selisih 1.2 miliar untuk pribadi dari nilai beli yang disampaikannya hanya 4.3 miliar (Dapat Rumah dapat Uang dengan Aset Oma Lusiana).

“Ernest dikejar May Bank dan Kawannya (Sorba), kenapa Oma Lusiana berubah pikiran, Ernest panik dan mulai melakukan penekanan phisikis terhadap Oma Lusi, dengan menteror, dan menuduh penipu, memaki bahkan menaikan pemberitaan memojokan Oma. Dalam tekanan, akhirnya diajak mediasi kembali dan setuju menjual rumah dengan harga 4,3 miliar, padahal proses pencairan dana pinjaman yang diajukan Ernest ke Maybank mencapai 5.5 miliar jauh di atas nilai pembelian rumah yang dijanjikan, “bebernya.

Atas hal tersebut, akhirnya Ernest hitung biaya yang dikeluarkan Sorba dalam proses pencairan May Bank yaitu menebus sertifikat 1,2 miliar dengan bunga denda 300 juta, total 1.5 miliar (Tanpa rincian dr Bank BPR daerah Roxi) dengan bunga 10% 150 juta, uang dari pihak ketiga, yaitu Sorba rekan Ernest.

Dana talangan membengkak menjadi 1 milyar 650 Juta, 250 Juta Oma untuk Iwan juga Ernest pinjam 150 Jt, semua dibebankan ke Oma hingga dinyatakan total keseluruhan membengkak menjadi 2.5 miliar yang akan dipotong dari pencairan May Bank, Bahkan ada Jasa oknum marketing May Bank Nabila (berhenti ketika Oma Lusiana Lappran di Polda Metro Jaya) sebesar 7% dari pencairan yang juga dibebankan ke Oma Lusiana.

“Pada bulan Januari 2024, Oma Lusiana diajak ke kantor notaris oleh tim Ernest untuk pencairan, Dalam proses ini, anak kandung Oma (Hilda) sempat diusir dari ruang notaris dengan dalih bahwa Oma tidak memiliki ahli waris. Dalam kondisi tertekan dan tidak memahami sepenuhnya isi perjanjian, Oma dipaksa menandatangani dokumen- dokumen tanpa disertakan ahli waris, yang menurutnya “sangat mencurigakan”. Dan belakangan diketahui, perjanjian tersebut menyatakan penjualan rumah, bukan perjanjian kerja sama pinjaman seperti yang semula disepakati. “Ucap Darma Wijaya.

Oma Lusiana juga mengaku dipaksa dan dijebak dalam proses jual beli tersebut, bahkan selesai dari Notaris diluar ada team Ernest kurang lebih ada 10 orang di lokasi notaris. Oma sempat dibisiki oleh anaknya, Hilda, yang berusaha memberitahu bahwa perjanjian tersebut penuh kejanggalan dan kemungkinan besar mengarah pada penipuan.

Lebih tragis lagi, pada saat Oma menghadiri acara pernikahan di Singapura pada 20 Mei 2024, rumah miliknya dieksekusi secara sepihak dan secara paksa dengan merusak barang barang yang ada dirumah oleh beberapa preman yang diduga suruhan Ernest. Eksekusi dilakukan pada 24 Mei 2024 tanpa seijin Oma Lusiana, dan ketika Oma kembali ke Indonesia pada 26 Mei 2024, rumahnya telah digembok, dan semua barang-barang pribadinya di dalam rumah telah diangkut oleh kelompok yang diduga suruhan Ernest. Bahkan, dipasang pengumuman “Rumah Ini Di Jual”

“Ironinya, diduga kuat juga ada oknum wartawan yang disebut-sebut berafiliasi dengan pihak Ernest dengan menyebarkan berita bohong bahwa Oma Lusiana telah menipu dua pengusaha muda. Tuduhan tersebut menyebar hingga ke lingkungan yang membuat RT dan RW sekitar ikut terpengaruh dan menganggap Oma sebagai penipu. Hal ini menyebabkan tekanan psikologis berat bagi Oma, yang merasa nama baiknya dihancurkan. “Tegas Darma Wijaya.

Akhirnya Oma Lusiana melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 25 Juli 2024, dengan nomor laporan STTLP/B/4246/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, Oma mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan berdasarkan Pasal 378 dan 372 KUHP.

“Dari total pencairan dana sebesar Rp 5,5 miliar, ia hanya menerima Rp 1,395 miliar, dan pinjaman untuk mengambil sertifikat di BPR bengkak Menjadi 2.5 miliar dengan dalih sisanya tidak jelas, rumah Oma juga masih dikuasai oleh pihak Ernest. “Ulasnya.

Lebih rinci Darma Wijaya juga menyayangkan proses hukum di Polda Metro Jaya yang hingga saat ini laporan tersebut mati suri dan belum ada tindaklanjutnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Umum FWJ Indonesia yang juga ketua tim Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mendesak Kapolda Metro Jaya segera memproses laporan STTLP/B/4246/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya. Hal itu guna memberikan penjelasan keadilan serta status terlapor atas apa yang dilaporkan Oma Lusiana terhadap Ernest.

“Kami akan kawal prosesnya, hingga korban mendapatkan keadilan sebagaimana yang dimaksud dalam kronologis perkara diatas. “Pungkas Opan.[]

Red”

Perkuat Diplomasi Militer, Panglima TNI Terima CC Panglima Tentera Malaysia

(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Courtesy Call (CC) Panglima Angkatan Tentera (PAT) Malaysia Jeneral Datuk HJ Mohd Nizam Bin HJ Jafar didampingi pejabat utama ATM (Angkatan Tentera Malaysia) yang diawali dengan prosesi jajar dan upacara kehormatan, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/04/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menyampaikan kebahagiaannya atas kunjungan orang nomor satu di Angkatan Bersenjata Malaysia di Mabes TNI. “Hal ini semakin memperkuat komitmen untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam bidang pertahanan,” ungkap Panglima TNI.

“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkokoh kerja sama antara kedua Angkatan Bersenjata kita demi kepentingan bersama, serta menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan,” imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Panglima Angkatan Bersenjata juga membahas rencana pelaksanaan HLC (High Level Committee) Malaysia – Indonesia (Malindo) ke-18 tahun 2025 di Jakarta serta mengundang Jeneral Datuk Hj Mohd Nizam bin Hj Jaffar untuk hadir dalam perhelatan Indo-Defence pertengahan Juni mendatang.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#nkrihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat

Redi: Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Cba Tedi Rudianto