Beranda blog Halaman 174

Jaga Kebugaran Personel, Polda Sulawesi Tengah Gelar Kesamaptaan Jasmani

Palu – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar kegiatan kesamaptaan jasmani tahap I Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dimulai tanggal 16 hingga 29 April 2025 dan diikuti oleh seluruh satuan kerja dan satuan wilayah di lingkungan Polda Sulteng.

Kesamaptaan jasmani merupakan Program Kegiatan berkala yang bertujuan untuk mengukur serta menjaga tingkat kebugaran dan kesiapan fisik seluruh personel Polri.

Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang memerlukan kondisi fisik yang prima dan sigap.

Sebelum menjalani tes kebugaran, para peserta dilakukan pemeriksaan tekanan darah oleh tim medis serta pemanasan fisik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulteng melalui Kabagwatpers, AKBP Dwi Hari Harsono menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat formalitas, namun merupakan bagian penting dari pembinaan personel.

“Kesamaptaan jasmani ini menjadi sarana evaluasi bagi setiap anggota Polri dalam menjaga kebugaran fisik. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat pun akan lebih optimal,” ujar AKBP Dwi Hari Harsono kepada awak media di Palu, Jumat (25/4/2025).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus diawasi secara ketat oleh panitia pelaksana guna memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

“Kami berharap, melalui kegiatan kesamaptaan jasmani ini, seluruh personel mampu meningkatkan disiplin, etos kerja, serta kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan,” pungkasnya.

Red”

APTIKNAS Turut Berpartisipasi di Solartech Indonesia 2025, Pameran Dagang Terbesar di ASEAN

Setelah sukses di tahun 2024, GEM Indonesia kembali hadir dengan Solartech Indonesia 2025. Pameran Dagang Terbesar di ASEAN untuk Tenaga Surya Fotovoltaik dan Penyimpanan Energi ini diselenggarakan bersamaan dengan sub-acara Battery & Energy Storage Indonesia, Smart Energy Indonesia, INALIGHT, Cable & Wire Indonesia, Smart Home+City Indonesia, Smart IoT Indonesia, dan INATRONiCS.

Ajang ini diikuti oleh lebih dari 1.000 perusahaan global terkemuka, termasuk Atelier Solar Indonesia, JA Solar, AE Solar, Jinko Solar, Ginlong Solis, Utomodeck, Solar Mart Energi, dan masih banyak lagi.

Dalam sambutannya Presiden Direktur PT GEM Indonesia, Baki Lee mengatakan Pameran ini mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), serta sejumlah asosiasi seperti APAMSI, ALINDO, APERLINDO, AESI dan NBRI.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga ikut mendukung dan kehadirannya diwakili Ir. Elisabeth Ratu Rante Allo, MM., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM Provinsi DKI Jakarta.

“Solartech Indonesia 2025 ini (diperkirakan) akan dihadiri lebih dari 35.000 pengunjung selama tiga hari (23–25 April 2025) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Indonesia. Ajang ini juga menghadirkan kesempatan utama untuk terhubung dengan para pakar industri terkemuka, membangun hubungan penting, dan memperoleh pengetahuan terbaru di bidang ini,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Ketum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH yang hadir bersama Sekjen APTIKNAS Fanky Christian dan Ketua Komtap Kegiatan APTIKNAS Yolanda Roring mengatakan, kegiatan expo ini sangat berkaitan bidang usaha anggota APTIKNAS. “Kami sangat mengapreasiasi ajang ini karena terkoneksi dengan jenis usaha anggota APTIKNAS yang berkaitan dengan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi,” ungkap Soegiharto.

Ia juga mengungkapkan, APTIKNAS terus melakukan sosialisasi transformasi digital, terutama program APTIKNAS Smart Nation, dimana di dalamnya ada 2 pondasi, yaitu; Talenta Digital dan Digital Leadership, serta 6 pilar yaitu; Digital City atau Smart City, Artificial Intelligence, Cloud Computing, Cybersecurity, Blockchain dan Hardware.

Soegiharto menambahkan, APTIKNAS terus aktif berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengadakan berbagai Seminar, Webinar dan Workshop dengan tujuan peningkatan SDM dibidang TIK, termasuk telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SDM TIK yang terlisensi dari pihak BNSP RI.

“APTIKNAS saat ini sedang berinisiatif menjalankan program nasional yaitu pelatihan AI untuk 100,000 UMKM di 20 kota besar Indonesia, sepanjang tahun 2025 – 2026, yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui pemanfaatan Teknologi Kecerdasan buatan (AI),” ujar Hoky sapaan akrabnya yang juga menjabat Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Pendiri dan Sekjen Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Waketum Serikat Pers Republik Indonesia, serta Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

Hoky menyampaikan apresiasi kepada EO GEM Indonesia yang telah berhasil menghadirkan para peserta dari luar negeri, yang pada pelaksanaan kali ini terdapat sekitar 600 peserta. Banyak peserta sebelumnya yang telah melakukan investasi membangun parbiknya di Indonesia, untuk memenuhi regulasi terkait TKDN.

Disampaikan pula tentang APTIKNAS yang tetap concern terkait isu TKDN dalam Negosiasi dengan AS. Sebab menurut Hoky sesungguhnya TKDN adalah kebijakan yang pro-pertumbuhan industri lokal, bukan proteksi yang tidak fair. “TKDN justru mendorong investasi asing untuk berkontribusi pada pembangunan kapasitas industri Indonesia melalui transfer teknologi, alih pengetahuan, dan penciptaan lapangan kerja,” imbuhnya.

Saran dari APTIKNAS adalah perkuat data dampak positif TKDN, seperti : peningkatan investasi, lapangan kerja, atau ekspor produk IT lokal, bahkan sesungguhnya TKDN sejalan dengan semangat kemitraan global, bukan sebagai penghalang.

“Kita bisa memilah mana yang memang harus TKDN dan mana yang tidak perlu, karena ada produk produk yang memang belum mampu diproduksi di Indonesia” tuturnya.

Ia juga menambahkan, APTIKNAS sangat mendukung kegiatan pameran ini sebab event ini turut mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di 2060 nanti. Termasuk dapat menciptakan Smart City dan Smart Home hingga Smart Village.

“Saya selaku Ketua Umum bersama jajaran pengurus APTIKNAS akan terus berupaya menjalin sinergi dan berkolaboarsi dengan berbagai pihak dalam hal memperkenalkan produk dan solusi untuk implementasi demi mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060 dan program Digitalisasi demi kemajuan serta kemandirian kita dibidang TIK,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan ini berlatar belakang pertimbangan bahwa jumlah penduduk Indonesia lebih dari 280 juta jiwa, yang merupakan pemain utama dalam lanskap energi terbarukan di Asia-Pasifik, di mana tenaga surya fotovoltaik (PV) diperkirakan akan mendominasi, mencakup lebih dari 60% (361 GW) dari kapasitas energi terbarukan yang direncanakan sebesar 587 GW. Kemajuan terkini di sektor tenaga surya Indonesia menunjukkan potensinya untuk menjadi pasar tenaga surya PV teratas di ASEAN.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Indonesia menunjukkan adopsi tenaga surya atap yang kuat. Pada tahun 2024, hampir seluruh alokasi tenaga surya atap sebesar 901 MW telah digunakan, dengan hanya tersisa 90 MW. Kuota ini akan meningkat menjadi 1.004 MW pada tahun 2025 dan selanjutnya menjadi 1.593 MW pada tahun 2028.

Selain itu, Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk pengembangan PV terapung di sekitar 325 danau dan bendungan. Informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan bahwa 259 bendungan saja dapat mendukung proyek tenaga surya terapung dengan total kapasitas hingga 14,7 GW.

Kemajuan substansial Indonesia dalam memanfaatkan berbagai sumber daya energi diharapkan dapat menarik investor domestik dan internasional untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi inovatif di sektor spesifik mereka.

Selain dukungan dari pemerintah dan badan usaha milik negara, GEM Indonesia, penyelenggara acara terkemuka di negara ini, juga secara aktif berperan dalam mencapai tujuan Net Zero Emission 2060. ***

Red”

Danlanud Laksanakan Halal Bihalal Dengan Pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II Lanud Sultan Hasanuddin

Makassar – Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II Lanud Sultan Hasanuddin, Ny. Betty Arifaini Nur Dwiyanto, menggelar acara Halal Bihalal dengan pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II Lanud Sultan Hasanuddin, bertempat di Gedung Serbaguna Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan Halal Bihalal digelar sebagai wujud rasa syukur dalam rangka mempererat tali silaturahmi setelah merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Danlanud Sultan Hasanuddin selaku pembina PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara seluruh elemen di lingkungan Lanud Sultan Hasanuddin, termasuk para pengurus PIA Ardhya Garini yang selama ini turut memberikan dukungan moril dan kontribusi positif bagi satuan. “Halal Bihalal ini merupakan momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam mendukung tugas-tugas Lanud ke depan,” ujar Danlanud.

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar dengan sederhana namun penuh makna tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota PIA Ardhya Garini Cabang 7/D.II Lanud Sultan Hasanuddin. (Pen Hnd)

Kejaksaan Agung Memeriksa 11 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

Kamis 24 April 2025, Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 11 (sebelas) orang saksi, terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023, berinisial:
TA selaku Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional.
DS selaku Departemen Logistik PT Orbit Terminal Merak.
YM selaku Division Head Product Strategic Account PT PPN Tahun 2019 s.d. 2020.
WJY selaku VP Industrial & Marine of Business PT PPN tahun 2020 s.d. 2022.
HR selaku Sr. Account Manager I Mining Industry Sales PT Pertamina Patra Niaga.
SHL selaku Manager Industri PT Pertamina Patra Niaga.
LRA selaku Manager Dealership Sales Support PT Pertamina Patra Niaga.
TNA selaku Quality & Quantity TBBM Tg. Gerem.
DDH selaku Senior Account Manager II Mining Industry Sales PT Pertamina Patra Niaga.
AIS selaku Manager Product Trading PT Pertamina Patra Niaga periode 2023.
AA selaku Manager B2B Commercial and Pricing PT Pertamina Patra Niaga.
Adapun sebelas orang saksi tersebut diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023 atas nama Tersangka YF dkk.
Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud. (K.3.3.1)

Jakarta, 24 April 2025
KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

red”Dr. HARLI SIREGAR, S.H., M.Hum.

Tingkatkan Profesionalitas Personil Pengemban Fungsi Kehumasan, Bidhumas Polda Jateng Gelar Rakernis Libatkan Praktisi Media

Polda Jateng, Kota Semarang | Bidang Humas Polda Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2025 pada Kamis, (24/04/2025) di Hotel Muria Semarang. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas personel humas di jajaran Polda Jateng.

Mengusung tema “Peningkatan Kemampuan Humas Polri dalam Teknis Pemberitaan, Liputan, dan Pengelolaan Media untuk Meningkatkan Transparansi dan Kepercayaan Publik”, Rakernis diikuti 119 peserta dari Humas Polres, PPID Satker, serta menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis dan praktisi multimedia.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa konvergensi media telah mengubah lanskap komunikasi massa secara signifikan. Kabidhumas berharap, para peserta dapat menyerap ilmu dari para narasumber dan menerapkannya dalam tugas keseharian di lapangan.

“Saat ini media konvensional dan digital sudah terintegrasi. Hal ini berdampak langsung pada industri media dan perilaku konsumsi informasi masyarakat. Maka dari itu, kemampuan teknis personel Humas harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Narasumber pertama Ahmad Rofiq dari Detik Jateng menjelaskan mengenai pentingnya penyusunan narasi berita yang kuat sebagai alat komunikasi organisasi. Ia menekankan bahwa setiap personel humas harus memahami peran ganda mereka sebagai komunikator, pembentuk citra, hingga pemecah masalah.

“Menulis berita itu seperti memasak. Kita perlu bahan yang bagus, teknik yang tepat, dan penyajian yang menarik,” ungkapnya.

Sementara itu Roni Yuwono (Suara Merdeka) membahas mengenai pemahaman terhadap unsur 5W+1H yang merupakan dasar utama dalam setiap peliputan berita, baik yang bersifat terencana maupun mendadak. Roni juga menekankan pentingnya profesionalisme wartawan yang mencakup kepekaan, ketepatan informasi, dan tanggung jawab etik.

“Tidak semua informasi layak diberitakan. Kita harus memilah dengan tetap memegang etika,” tegasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Youlanda Muhammad dari Suara Merdeka yang menyampaikan teknik produksi konten visual. Ia memaparkan pentingnya teknik pengambilan gambar, variasi shot, serta pengeditan video yang menarik namun tetap sederhana.

“Visual adalah kekuatan utama kita dalam membangun persepsi positif publik,” jelasnya.

Adapun materi terakhir disampaikan oleh Aulia dari Tim Multimedia Polda Jateng yang memaparkan mengenai pentingnya respons cepat dan interaksi dua arah di media sosial. Ia menjelaskan bahwa pilar utama keberhasilan media sosial adalah pada kekuatan caption, visual yang menarik, serta kecepatan dan kualitas respon terhadap komentar dan pesan langsung dari publik.

“Komentar dan DM itu bukan sekadar pesan, tapi ruang dialog. Ketika kita respons cepat, kita sedang mengendalikan opini publik di ruang digital,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan sesi tanya jawab yang membahas hubungan antara Humas Polri dan media, serta tantangan menjaga profesionalisme dalam peliputan di era digital. Di akhir sesi, peserta diajak untuk terus meningkatkan respon cepat terhadap hoaks dan menguasai teknik framing positif sebagai bagian dari strategi komunikasi kelembagaan.

Red”

Saksi Tak Dipanggil, Pengacara Gatot Handoko Pertanyakan Komitmen BK DPRD Klaten: Dugaan Konflik Kepentingan Mencuat

Klaten | Proses penanganan dugaan pelanggaran etik yang menjerat Anggota DPRD Klaten dari Partai Golkar, H. Triyono, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, tim kuasa hukum pengadu, Gatot Handoko, menyuarakan kekecewaan terhadap Badan Kehormatan (BK) DPRD Klaten yang dinilai tidak transparan dan terkesan mengabaikan proses hukum yang telah diajukan.

> “Kami sudah ajukan saksi-saksi sejak 15 April lalu, namun hingga sekarang tidak ada satupun yang dipanggil oleh BK. Padahal kami diberi ruang untuk itu dalam pertemuan sebelumnya,” tegas Subandi, kuasa hukum Gatot Handoko, dalam keterangannya kepada media, Rabu (24/4).

Menurut Subandi, ketidaktertiban BK dalam memproses keterangan saksi merupakan bentuk pelanggaran prosedural yang berpotensi merusak kredibilitas lembaga tersebut. Padahal, Pasal 27 Peraturan DPRD Klaten Nomor 3 Tahun 2018 menyebut bahwa keterangan saksi merupakan bukti utama dalam sidang etik.

> “Saksi adalah alat bukti vital yang harus dihormati. Mereka bisa memberikan keterangan di bawah sumpah, dan itu merupakan dasar pencarian kebenaran materiil,” ujar Subandi.

Lebih jauh, Subandi menyebutkan kekhawatiran adanya conflict of interest dalam proses penanganan kasus ini. Pasalnya, pihak teradu yakni H. Triyono merupakan bagian dari struktur BK DPRD Klaten itu sendiri.

> “Jika saksi kami tidak diperiksa, maka patut dipertanyakan objektivitas dan netralitas BK. Kami khawatir ini bukan sekadar kelalaian, tapi ada intervensi atau upaya melindungi sesama anggota dewan,” imbuhnya.

Subandi mengingatkan bahwa keputusan BK DPRD Klaten tidak boleh hanya berdasarkan formalitas administratif, melainkan harus berpijak pada asas-asas etik dan moral yang tinggi.

> “Ada empat dasar pertimbangan dalam keputusan BK: asas kepatutan, moral dan etika; fakta dalam sidang; fakta dalam pembelaan; dan ketentuan kode etik. Yang utama tentu adalah etika. Jangan sampai BK justru mengkhianati prinsip moral yang harusnya mereka jaga,” tegas Subandi.

Dalam rangka memperjuangkan keadilan, tim hukum Gatot Handoko juga telah menyurati sejumlah pihak, termasuk DPD Partai Golkar baik di tingkat provinsi Jawa Tengah maupun tingkat kabupaten. Selain itu, mereka juga telah menjalin komunikasi dengan Ombudsman Republik Indonesia yang kini mulai memantau kasus ini secara serius.

> “Kami tidak akan berhenti sampai pengadu mendapat keadilan. Kami percaya publik mendambakan proses yang bersih, terbuka, dan berintegritas,” pungkas Subandi.

Hingga berita ini diturunkan, BK DPRD Klaten belum memberikan keterangan resmi terkait belum dipanggilnya saksi-saksi dari pihak pengadu. Publik kini menanti: akankah BK DPRD Klaten menunjukkan keberpihakannya pada kebenaran—atau justru membiarkan etika tersandera kepentingan politik internal?

Red”

Putusan PN Pati Kepada Karmisih Dianggap Terlalu Ringan, Zana Banding

Pati, Pati hari ini kembali digelar sidang dugaan tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan dengan terdakwa Karmisih dari kecamatan Juwana melawan Siti Fatimah Al Zana Nur Fatimah atau Zana di pengadilan Negeri Kelas I A Pati. Sidang pembacaan putusan Perkara Nomor 24/Pid.B/2025/PN.Pti, oleh Ketua Majelis Hakim, Erni Priliawati, S.H,M.H. Pengadilan memberikan putusan bahwa Karmisih telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik kepada Zana, oleh karenanya pengadilan memberikan hukuman penjara tiga bulan dengan masa percobaan 6 bulan. Dirasa ringan, pihak Zana melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. 24 April 2025.

Perseteruan panjang kasus investasi kapal membawa kisah yang melegenda seperti drama yang berjilid jilid, hingga pada hari ini seret nama Karmisih sebagai imbas dari kasus Perdata dan Pidana antara Zana melawan Budi dan Suwarti. Kasus Perdata dan Pidana yang berlalu sudah dimenangkan oleh Zana. Kasus Karmisih adalah buntut kasus Perdata yang disidangkan di persidangan setempat di atas kapal Manis Sejahtera beberapa tahun silam, karena di persidangan setempat Karmisih berteriak bahwa Zana Rentenir kini dia mendapat hukuman. Meskipun di beberapa persidangan di depan majelis hakim Karmisih mengaku menyesal dan tidak mengulanginya lagi namun proses hukum tetap berjalan dan putusan Palu Hakim ketok dengan 3 bulan penjara masa percobaan 6 bulan.

Dirasa sangat ringan pihak Zana didampingi Kuasa hukumnya dari LSBH Teratai yang di nahkodai oleh Dr Nimerodin Gulo S.H., M.H lakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. “Jadi putusan hakim megatakan bahwa Karmisih terbukti melakukan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik, Namun karena dirasa sangat ringan maka kami putuskan untuk banding ke pengadilan tinggi agar upaya yang kita lakukan selama ini mendapat keadilan yang seadil-adilnya,” ungkap Kristoni tim LSBH Teratai. “Dengan hukuman percobaan apakah membuat efek jera, saudari Karmisih harus bisa merasakan penderitaan seperti yang saya derita, tuduhan rentenir sampai sekarang nyatanya juga tidak bisa dibuktikan, yang katanya saya membungakan uang hingga bunga berbunga dan perbulan 7%, Mana buktinya. Kalau memang dia bisa membuktikan membayar bunga satu bulan saja, sudah pernah saya sayembarakan dengan hadiah Pajero dan uang ratusan juta, nyatanya tidak bisa membuktikan,” ungkap Zana kepada awak media usai lakukan upaya banding di Kejaksaan Negeri Pati.

Red”tim

UNJUK RASA TOLAK CECEP ASEP BUPATI TASIKMALAYA

Tasik – Seputar Indonesia – Rakyat Tasik unjuk rasa dan menolak kemenangan pasangan Cecep – Asep bupati dan wakil bupati Tasikmalaya pada Pilkada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Sabtu (19/4) pekan lalu.

Rapat pleno rekapitulasi suara oleh KPU dan Bawaslu pada Pilkada pemungutan suara ulang (PSU) Kabupaten Tasikmalaya berlangsung tegang dan penuh sorak sorai yang mengheboh kan negeri santri itu.

Rekapitulasi PSU dilaksanakan di aula Gedung Dakwah Indonesia (GDI) SINGAPARNA, Rabu (23/4) dan suasana semakin tegang dan memanas ketika sejumlah saksi dari pihak 03 pasangan Ai Diantani – Lip Miftshu Faoz dan warga geruduk tempat rapat pleno.

Mereka menyuarakan keberatan atas hasil rekapitulasi dari 39 Kecamatan di kabupaten Tasikmalaya yang memilih calon bupati dan wakil bupati pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) tersebut.

Demonstrasi yang terjadi di sekitar lokasi pleno mencermin kan kekecewaan publik terhadap mekanisme penghitungan suara yang dianggap kurang transparan dan berpotensi menyisakan ruang manipulasi.

Beberapa saksi pengawas, yang dikenal dengan sebutan Saksi 01 (Irwan Saputra – Dede Muksit) raih suara 16.29% dan Saksi 03 ( Ai Diantani – Lip Miftahul Faoz) raih suara 29.18%, menyatakan penolakan mereka terhadap hasil rekapitulasi suara pada PSU.

Menurut keterangan yang disampaikan pendemo, terdapat perbedaan signifikan antara data yang dihasilkan di berbagai kecamatan, sehingga menimbulkan dugaan adanya praktik politik uang.

” Kecurigaan ini menambah panjang daftar tantangan dalam menjaga integritas proses demokrasi di masa Pilkada 2025, ” ungkap pengamat Sospol di daerah itu.

Di sela-sela berlangsungnya rapat pleno, aksi demo mulai mencuat. Ratusan Para demonstran yang mengatas namakan dari pendukung pasangan calon nomor urut 3 yaitu Ai Diantani – Lip Miftahul Paoz.

Rakyat Tasik kolaborasi dengan Gerakan Rakyat Anti Politik Uang (GERAK TIPU) menggeruduk tempat pleno dan berkumpul di depan gerbang Gedung Dakwah Indonesia (GDI) Singaparna.

Mereka melakukan aksi demo dalam hal penolakan hasil PSU pada tanggal 19 April 2025 lalu yang dimenangkan oleh nomor urut 2 (Cecep – Asep) raihan suara 53.19% dianggap banyak kecurangan akibat adanya dugaan maraknya politik uang.

Politik uang yang dilakukan oleh tim sukses pasangan calon nomor urut 02 Cecep-Asep meraih 59.19% suara, diduga didukung oleh Amir Amir Mahfud Dirut PT Primajasa, ujar warga pemilih di desa Singasari kecamatan Taraju. Rt

Red”

Bakamla RI Gelar Latihan Kesiapan Tugas Tingkat I dan II KN. Bintang Laut-401 di Batam

Batam – Dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional dan profesionalisme personel, Bakamla RI melalui Direktorat Latihan menggelar Latihan Kesiapan Tugas Tingkat I dan II Tahun 2025 bagi KN. Bintang Laut-401. Latihan ini diikuti oleh 23 personel kapal serta 2 personel dari Zona Bakamla Barat, dan berlangsung di atas KN. Bintang Laut-401 yang tengah bersandar di Batam, Kamis (24/4/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla., yang diwakilkan oleh Direktur Latihan Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Ermawan Susilo, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya latihan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawak Kapal Negara Bakamla RI.

“Latihan ini merupakan bentuk implementasi dari buku induk tugas KN Bakamla RI. Melalui latihan ini, diharapkan terbentuk kesatuan yang terpadu di atas kapal, dengan pemahaman pola sikap dan pola tindak yang seragam, sehingga setiap bagian dapat bersinergi dalam sistem operasi kapal,” ujar Laksma Bakamla Ermawan Susilo.

Lebih lanjut, Laksma Ermawan Susilo menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan selama pelatihan, serta menjunjung tinggi kedisiplinan, semangat, dan kekompakan antar peserta latihan.

Latihan ini digelar selama lima hari dan menghadirkan pengajar serta instruktur profesional dari Kolat Koarmada RI, yakni Kasubdit Renopslat Kolat Koarmada RI Letkol Laut (P) Muhammad Rajiman, S.E., M.Tr.Opsla, serta personel Ditops Kolat Koarmada RI Sertu Kom Saprudin. (Humas Bakamla RI)

Autentikasi : Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S. Pd

Red Humas Bakamla RI

Menyentuh Hati Melalui Tenaga Kesehatan, Satgas Yonif 715/Mtl Terus Tunjukkan Kepedulian Kepada Masyarakat

Menyentuh Hati Melalui Tenaga Kesehatan, Satgas Yonif 715/Mtl Terus Tunjukkan Kepedulian Kepada Masyarakat

Puncak Jaya – Salah satu Masyarakat kampung Moulo, Bapak Pilemon Enumbi (57) yang datang ke Pos Tinolok untuk berobat dengan keluhan Sakit pinggang, sesak nafas dan Batuk langsung di respon cepat oleh tim kesehatan Pos Tinolok, ternyata tidak hanya untuk sekedar untuk berobat Bapak Pilemon juga mencurahkan isi hati dan kendala-kendala masyarakat yang ada di Kampung Moulo Distrik Yambi Puncak Jaya karena Dia merasa Pos Tinolok adalah tempat pengaduan satu-satunya masyarakat kampung Moulo yang sampai saat ini selalu membantu mereka saat dalam kesulitan, Kamis (24/04/2025).

Tim Kesehatan Pos Tinolok langsung melakukan pengecekan guna memastikan sakit yang diderita oleh Bapak Pilemon Enumbi, kemudian bisa memberikan obat yang seharusnya di konsumsi sesuai penyakit yang diderita untuk membantu mengatasi kesulitan-kesulitan masyarakat yang ada di Kampung Moulo.

Tim Kesehatan juga memberikan beberapa Vitamin guna untuk menjaga daya tahan tubuh dari pasien, usia dari Bapak Pilemon Enumbi juga sudah tergolong tua dan rentan terkena penyakit sehingga Tim Kesehatan memberikan Vitamin.

“Terimakasih anak selalu ada untuk kita disini, tong sangat bersyukur ada anak-anak Pos yang selalu peduli deng Tong dsni, semoga anak selalu di berkati disetiap tugas,” tandas Bapak Pilemon sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca. (Pen Satgas 715/Mtl)

Red”