Beranda blog Halaman 120

PT. Mekarjaya Wanayasa Putra, Diduga zolimi Tujuh Anggota PMI Migran Indonesia

Cilacap – Jawa Tengah.04 – 07 – 2025

Tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) sedang berjuang keras untuk mendapatkan keadilan setelah mengalami kerugian akibat dugaan praktik tidak adil oleh PT. Mekarjaya Wanayasa Putra.

Mediasi pertama, yang difasilitasi oleh P4MI Cilacap pada 3 Juli 2025, sayangnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Para PMI—Erna Marlina, Ratman, Sarikan, Gilang Yani Setiawan, Nidia Daffi Nurrachman, Buji Mukaluk, dan Hendrik Wijayanto—mengungkapkan kekecewaan mendalam.

Mereka merasa diabaikan oleh perusahaan yang mencoba menghindari tanggung jawab dengan alasan tidak mengetahui tindakan kepala cabang mereka, Sarwan, padahal Sarwan merupakan bagian integral dari perusahaan.

Perusahaan, diwakili Ibu Iis Susanti, Direktur Utama PT. Mekarjaya Wanayasa Putra, menyatakan kesediaan bertanggung jawab, tetapi meminta waktu untuk berdiskusi internal terkait pembayaran yang seharusnya dilakukan oleh Sarwan.

Selain itu, perusahaan juga telah melaporkan kasus penggelapan dana ke Polda Jawa Tengah, dengan Sarwan sebagai terlapor.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT. Mekarjaya Wanayasa Putra terkait tuntutan para PMI.

Ini menunjukkan kurangnya itikad baik perusahaan dalam menyelesaikan masalah ini.

Para PMI menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan hanya sebatas ganti rugi materi, tetapi juga keadilan dan transparansi serta pertanggungjawaban penuh dari PT. Mekarjaya Wanayasa Putra.

Mereka menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri: “Sebagai calon penghasil devisa negara, kami berharap kisah kami menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi pekerja migran,” ungkap salah seorang PMI.

Mereka berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Mereka juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih perusahaan penyalur kerja ke luar negeri, dan untuk selalu memastikan legalitas dan kredibilitas perusahaan sebelum memutuskan untuk bekerja. Jangan tergiur oleh iming-iming gaji tinggi tanpa memverifikasi kredibilitas perusahaan terlebih dahulu.

Hal ini sangat penting untuk menghindari eksploitasi dan penipuan.

Menanggapi kasus ini, Bapak Pujiono dari BP3MI Jawa Tengah, yang dihubungi awak media melalui pesan singkat WhatsApp, menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah tegas.

Jika perusahaan terus mengabaikan panggilan kedua dan ketiga, BP3MI akan merekomendasikan peninjauan ulang, atau bahkan pencabutan izin kantor cabang PT. Mekarjaya Wanayasa Putra kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah.

Bapak Pujiono menekankan komitmen BP3MI untuk melindungi PMI dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Mediasi kedua akan segera dilakukan, dan diharapkan akan menghasilkan solusi yang adil bagi para PMI.

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan pekerja migran Indonesia.

Perjuangan tujuh PMI ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan perlindungan bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri.

Awak media berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan keadilan tercapai bagi para PMI.

Semoga kisah ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya perlindungan dan pengawasan yang ketat terhadap sektor Pekerja Migran Indonesia.

Perlindungan yang lebih baik bagi PMI sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(Tg)

Tim:Redaksi

Kapolri: Perwira Baru Harus Terus Adaptif Demi Kesiapan Hadapi Berbagai Tantangan

Sukabumi. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang | dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-10 di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi. Total 1.848 perwira Polri resmi dilantik dalam upacara tersebut.

Para personel yang dilantik tergabung dalam Resimen Darma Raksaka Nayaka. Mereka kini siap bertugas sebagai pemimpin di lapangan.

Jenderal Sigit Prabowo memberikan arahan kepada para perwira yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. Kapolri mengingatkan bahwa perwira memiliki tanggung jawab besar sebagai supervisor dan pemimpin yang harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya.

“Yang jelas saat ini mereka sudah menjadi seorang perwira, tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harapkan mereka jadi pemimpin yang bisa memimpin, memotivasi, dan jadi contoh bagi anak buahnya, serta hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan,” jelas Jenderal Sigit, Kamis (3/7/2025).

Ditegaskan Kapolri terkait arahan
Presiden Rl Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Bhayangkara yang harus menjadi pedoman penting bagi seluruh jajaran Polri, termasuk perwira muda. Dijelaskan Jenderal Sigit, Polri harus terus memberikan pengabdian terbaik, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, dan merespons cepat segala bentuk permasalahan di lapangan.

Lebih lanjut Kapolri menegaskan, Polri harus mendukung penuh program prioritas nasional Asta Cita yang telah dicanangkan Presiden Prabowo. Menurut Jenderal Sigit, keberhasilan pembangunan nasional hanya bisa dicapai dengan sinergi antara Polri, TNI, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

“Keberhasilan negara ini manakala kita mampu menjaga sinergitas antara Polri dengan TNI dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan mendorong program-program pembangunan masyarakat agar lebih baik,” ujar Kapolri.

Menghadapi dinamika global yang berdampak langsung terhadap situasi dalam negeri, Kapolri pun meminta para perwira terus adaptif terhadap perubahan dan meningkatkan kualitas diri. Jenderal Sigit mengemukakan, tantangan Polri ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kesiapan mental dan profesionalitas tinggi dari setiap perwira.

“Polri terus mengikuti dinamika global yang berimplikasi pada situasi dalam negeri. Saya minta seluruh perwira yang baru dilantik untuk terus beradaptasi, mengikuti perkembangan, dan mengembangkan kualitas diri agar siap menghadapi tantangan-tantangan ke depan,” jelas Kapolri.

Red”

Heboh! Kapolri Dituding Permainkan Hukum di PN Jaksel,

Jakarta – Kepercayaan publik terhadap institusi Polri kembali diguncang hebat! Kali ini, bukan isu internal atau sekadar kritik biasa, melainkan tudingan keras yang menyeret langsung Kapolri sebagai pihak yang tidak menghormati hukum dan mempermainkan pengadilan.

Ledakan kontroversi ini terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025, saat sidang pra-peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di mana dua anggota Polri dikirim untuk mewakili Kapolri sebagai Tergugat I dalam perkara yang diajukan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), mewakili seorang warga Semarang yang diduga ditangkap dan ditahan sewenang-wenang oleh Polres Blora.

Namun, kehadiran mereka justru memantik amarah publik. Mereka datang tanpa Surat Kuasa Khusus dari Kapolri, dan langsung ditolak oleh Hakim karena tidak sah secara hukum.

> “Ini penghinaan terhadap pengadilan! Mereka hadir tanpa legalitas sebagai tergugat. Malu-maluin institusi Polri di depan hukum!” tegas Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI sekaligus alumni Lemhannas RI PPRA-48 tahun 2012, dengan nada keras usai sidang.

Birokrasi Zaman Batu di Era Digital?

Dalam pembelaannya, perwakilan dari Mabes Polri hanya menunjukkan Surat Perintah, yang tidak diakui dalam hukum acara pengadilan. Ketika ditanya, mereka berdalih bahwa proses penerbitan Surat Kuasa Khusus dari Kapolri membutuhkan waktu yang sangat lama.

Wilson menanggapi sinis dan mengecam keras:

> “Negara digital kok pikirannya masih analog! Ini bentuk pelecehan hukum dan penghinaan terhadap akal sehat. Rakyat butuh keadilan, bukan birokrasi kolot yang ngeles!”

Ia menuding bahwa kondisi ini hanya memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang sengaja dikaburkan oleh institusi Polri.

Kapolri Dinilai Lebih Sibuk Rayakan HUT daripada Urus Keadilan

Wilson juga menyindir pedas gaya kepemimpinan Polri saat ini yang lebih sibuk memamerkan perayaan ulang tahun mewah, ketimbang memperbaiki kualitas pelayanan publik.

> “Publik tidak butuh robot anjing! Publik butuh polisi yang manusiawi, melindungi, dan melayani dengan nurani, bukan gaya-gayaan pakai anggaran rakyat!” tandasnya.

Rakyat Bertanya, Hukum Dijunjung atau Dipermainkan?

Kasus ini sontak menjadi tamparan keras bagi wajah hukum di Indonesia. Ketika aparat penegak hukum sendiri tidak tunduk pada aturan hukum, siapa lagi yang bisa diharapkan rakyat kecil untuk mencari keadilan?

> “Kalau seperti ini terus, Indonesia bukan lagi negara hukum, tapi negara dagelan! Hukum jadi permainan elite yang kebal kritik!” pungkas Wilson dengan nada tajam.

Publik Menuntut Jawaban Tegas!

Tagar #PolriMainHukum dan #KapolriDipanggilRakyat mulai ramai di berbagai platform sosial media. Desakan agar Presiden dan DPR turun tangan pun mulai bergema. Rakyat tidak lagi bisa ditenangkan dengan pencitraan atau jargon semata.

Pertanyaan publik menggelora:
Sampai kapan institusi sekelas Polri dibiarkan tak taat hukum, sementara rakyat kecil dikejar-kejar karena urusan sepele?

Red”

Diduga Serampangan! Pos KOPPSA-M Dibongkar Oknum Aparat di Lahan Sendiri, Koperasi Tuntut Sikap Tegas Kapolda Riau

Kampar, Riau — Tindakan pembongkaran paksa terhadap pos keamanan milik Koperasi Perkebunan Sawit Mandiri (KOPPSA-M) oleh kelompok yang dikawal personel berseragam polisi bersenjata lengkap kembali menyulut api ketidakadilan. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 3 Juli 2025, di areal sah milik koperasi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

*Pos di Lahan Sendiri Dibongkar Paksa*

Pos keamanan, portal, plang, dan lampu jalan milik KOPPSA-M yang berdiri di atas tanah bersertifikat milik koperasi dibongkar secara sepihak oleh sekelompok Dubalang adat yang dipimpin Aprinus dan Mustakim cs — oknum yang sebelumnya menjabat sebagai pengurus koperasi.

Anehnya, pembongkaran ini dilakukan tanpa dasar hukum, tanpa keputusan pengadilan, dan dilakukan di lahan yang jelas-jelas bukan fasilitas umum.

*Latar Belakang: Jual Beli Ilegal oleh Oknum Pengurus Lama*

Peristiwa ini berakar dari upaya klaim sepihak oleh seorang bernama Suratno, yang mengaku membeli lahan kebun KOPPSA-M dari Aprinus dan Mustakim, mantan pengurus koperasi. Padahal, lahan tersebut telah bersertifikat atas nama koperasi dan proses jual beli ilegal ini sedang bergulir di ranah hukum.

Alih-alih menunggu proses hukum, pihak Suratno justru melakukan manuver fisik dengan menggandeng aparat desa dan sekelompok personel berseragam untuk membongkar aset koperasi.

*Diduga Operasi ‘Orderan’ di Luar Kewenangan*

Yang mengejutkan, aksi pembongkaran dikawal oleh sekitar 25 orang personel yang mengaku dari Tim RAGA Polda Riau. Namun hingga kini, tidak ada bukti resmi bahwa tindakan tersebut berdasarkan mandat institusi kepolisian.

Pihak KOPPSA-M menduga kuat bahwa keterlibatan aparat ini merupakan tindakan serampangan, di luar kewenangan, bahkan diduga “orderan” oleh pihak tertentu yang berkepentingan.

*KOPPSA-M Desak Kapolda Riau Bertindak*

KOPPSA-M meminta Kapolda Riau turun tangan secara langsung untuk mengevaluasi dan menindak tegas keterlibatan aparat dalam perusakan aset koperasi rakyat yang sah.

“Kami dirampas di lahan sendiri. Ini bukan sekadar konflik lahan, tapi penyerangan terhadap legalitas dan kemandirian koperasi rakyat,” ujar salah satu pengurus KOPPSA-M.

Hingga kini, seluruh barang yang dibongkar — termasuk portal besi, pos keamanan, dan lampu jalan — dibawa paksa menggunakan dump truck ke Polda Riau, tanpa berita acara dan dasar hukum.

Red”

Pangdam XII/Tpr Pimpin Sidang Pemilihan Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD TA 2025

Singkawang Kalbar –

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., pimpin Sidang Pantukhir Pemilihan Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD Tahun Anggaran 2025 Sub Panpus Kodam XII/Tpr. Sidang yang merupakan tahapan akhir dalam seleksi penerimaan ini berlangsung di Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr, Kota Singkawang, Kamis (3/7/2025).

Sidang kali ini diikuti para pemuda yang berasal dari wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sidang tingkat pusat ini memiliki peran krusial dalam menentukan calon prajurit yang akan diterima menjadi bagian dari TNI AD.

Kapendam XII/Tpr Kolonel Inf Eko Wardono menjelaskan, sidang ini merupakan tingkat pusat. para peserta adalah yang telah melewati berbagai tahapan seleksi sebelumnya, seperti administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, kesehatan jiwa, serta wawancara, menjalani evaluasi akhir pada sidang ini.

“Hanya mereka yang memenuhi seluruh aspek penilaian yang berhak lanjut ke tahap pendidikan dasar militer. Sidang ini menjunjung tinggi norma dan transparansi. Kami ingin memastikan bahwa setiap calon prajurit yang terpilih adalah yang terbaik dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” jelasnya mengakhiri.

Red”

Desa Cinyawang Gelar Ruwat Bumi dan Kirab Adat Memetri Bumi Sambut Tahun Baru 1447 Hijriyah, Dimeriahkan Prosesi Ruatan, Begalan, Wayang Kulit, serta Perebutan Hasil Bumi

Cinyawang, 03 Juli 2025 – Kepala Desa Cinyawang, Bapak Wasikun Budiarto, menegaskan pentingnya pelestarian budaya dalam menyambut Tahun Baru 1447 Hijriyah melalui acara “Ruwat Bumi dan Kirab Adat Memetri Bumi”.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi ruatan, begalan, pagelaran wayang kulit, hingga tradisi perebutan hasil bumi, bertujuan untuk memeriahkan perayaan sekaligus melestarikan kekayaan seni tradisi Banyumasan.

“Ruatan adalah inti dari permohonan keberkahan, Begalan dan wayang kulit adalah bagian tak terpisahkan dari budaya kita, dan tradisi berebut hasil bumi ini merupakan simbol rasa syukur atas karunia Tuhan.

Kami berharap, acara ini menjadi hiburan yang edukatif dan mampu mempererat kebersamaan antarwarga,” ujar Bapak Wasikun Budiarto.

Hari ini, masyarakat Desa Cinyawang, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, antusias menggelar acara sakral tersebut.

Perayaan yang sarat makna ini dimeriahkan dengan berbagai prosesi adat yang kental, menunjukkan kekayaan budaya lokal.

Kegiatan diawali dengan prosesi Ruatan, sebuah ritual pembersihan dan penyelarasan diri serta alam.

Dalam Ruatan Bumi ini, doa-doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, tolak bala, serta keberkahan bagi seluruh warga dan kesuburan tanah.

Sesaji dan persembahan disiapkan sebagai wujud syukur kepada alam semesta dan permohonan perlindungan dari segala marabahaya, memastikan keseimbangan antara manusia dan lingkungannya tetap terjaga.
Setelah prosesi Ruatan yang penuh khidmat, dilanjutkan dengan kirab budaya.

Kirab ini menampilkan berbagai potensi desa, termasuk hasil bumi yang melimpah, diarak oleh seluruh elemen masyarakat yang mengenakan pakaian adat, menciptakan pawai penuh warna dan semangat kebersamaan.

Puncak kemeriahan siang hari terjadi saat acara perebutan hasil bumi dimulai.

Berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan hasil panen lainnya yang telah diarak selama kirab, menjadi rebutan warga. Suasana riang gembira dan antusiasme tinggi mewarnai momen ini, melambangkan harapan akan rezeki yang berlimpah di tahun yang baru.

Tak ketinggalan, kesenian Begalan khas Banyumasan turut memukau para penonton.

Begalan, sebuah seni pertunjukan yang menggunakan peralatan dapur sebagai simbol, menyampaikan pesan-pesan luhur dan nasihat dengan sentuhan humor, menambah semarak suasana.

Kemeriahan berlanjut hingga malam hari dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Ki Dalang Guntur Riyanto dari Maos, Cilacap.

Dengan lakon “Wahyu Cakra Ningrat”, Ki Dalang Guntur Riyanto menjaga tradisi adiluhung Jawa tetap hidup dan relevan bagi masyarakat.

Lakon ini, yang mengisahkan tentang pusaka kepemimpinan dan keadilan, menambah kedalaman makna bagi perayaan syukur ini.

Pagelaran ini menjadi penutup rangkaian acara syukuran yang penuh khidmat.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Patimuan, termasuk Camat, Kapolsek, dan Danramil beserta jajarannya.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian tradisi budaya lokal dan mempererat sinergi antara pemerintah desa dengan unsur Muspika.

Ribuan warga dari berbagai usia juga tumpah ruah menyaksikan dan berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara.

Kehadiran berbagai seni tradisi, mulai dari Begalan hingga wayang kulit, tidak hanya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda, tetapi juga menghibur seluruh masyarakat.

Tradisi perebutan hasil bumi pun menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan kegembiraan dan mempererat rasa kebersamaan.

Perayaan Ruwat Bumi dan Kirab Adat Memetri Bumi yang dipadukan dengan prosesi ruatan, seni Begalan, pagelaran wayang kulit, dan perebutan hasil bumi ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur dan harapan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya dan penguatan tali persaudaraan di Desa Cinyawang.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tak hanya melestarikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian dari luar daerah, menjadikan Desa Cinyawang sebagai destinasi budaya yang kaya dan autentik di Kabupaten Cilacap.Tg

Redaksi”

Sampaikan Pesan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Sukakerta Hadiri Rapat Minggon

Bekasi – Dalam meningkatkan pelayanan dan sampaikan pesan kamtibmas kepada Aparatur Desa Serta masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Sukakerta Brigadir Mahmud Hadiri Rapat Minggon Kegiatan Tersebut Bertempat di Aula Kantor Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi.Kamis (03/07/2025).

Dalam kegiatan rapat minggon tersebut dihadiri Disan Kepala Desa Sukakerta,Midih Sekertaris Desa Sukakerta, Brigadir Mahmud Bhabinkamtibmas Desa Sukakerta, Masnawaroh Ketua BPD Desa Sukakerta dan Aparatur Desa Sukakerta.

Akp Yugo Pambudi S.H.,MH Kapolsek Tambelang menjelaskan kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Sukakerta Brigadir Mahmud Dalam Rapat Minggon,tersebut menyampaikan pesan kamtibmas kepada Aparatur Desa dan masyarakat agar tetap menjaga kamtibmas dan peduli terhadap lingkungan jangan sampai terjadi guantibmas.

“Dan sampaikan secara cepat kejadian yang bisa menimbulkan guantibmas ke Bhabinkamtibmas dan menjelang liburan sekolah kami mengingatkan ke warga agar lebih mengawasi anak-anak kita agar tidak nongkrong/begadang untuk antisipasi tawuran yg merugikan diri sendiri dan juga orang lain dan perbuatan tersebut adalah melanggar hukum,”Jelasnya.

Lebih lanjutnya Kapolsek, bahwa kegiatan rapat minggon desa merupakan sarana saling berkomunikasi dan dengar pendapat antar lembaga,perangkat desa dan masyarakat terkait tentang Kamtibmas.

“Mari kita bersama-sama mencegah terjadinya peredaran Narkoba, Minuman keras di wilayah masing masing, agar situasi Kamtibmas tetap aman dan Kondusif diwilayah hukum Polsek Tambelang,”Pungkasnya.

(Red)

Apel Pamen Tanjungpura Bacuramin Bersaudara, Pangdam XII/Tpr Ajak Jajarannya Tonton Film Believe

Kubu Raya Kalbar –

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., memimpin Apel Pamen Tanjungpura Bacuramin Bersaudara. Apel dilaksanakan di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, pada Rabu (2/7/2025).

Apel ini dilaksanakan secara tatap muka maupun dalam jaringan. Diikuti para Perwira Menengah jajaran Kodam Tanjungpura. Dalam apel kali ini dilaksanakan pemutaran trailer film Believe The Ultimate Battle, Takdir, Mimpi, Keberanian.

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Jamallulael dalam arahannya menghimbau kepada para Pamen untuk mensosialisasikan film Believe yang akan tayang perdana pada 24 Juli 2025 kepada seluruh Prajurit, PNS, keluarga besar TNI serta masyarakat di sekitar satuannya.

Setelah dirinya menonton trailer, Pangdam menilai film Believe ini sangat bagus. Selain menampilkan perjuangan dan pengorbanan para pejuang, film ini juga menyampaikan pesan nilai-nilai kemanusiaan, cinta tanah air dan semangat juang yang tak kunjung padam.

Untuk itu, Pangdam menekankan kepada para Pamen mensosialisasikan film ini secara maksimal. Pemutaran film Believe ini merupakan salah satu upaya TNI untuk meningkatkan semangat perjuangan, cinta tanah air dan sebagai wujud apresiasi kepada karya anak bangsa.

Untuk diketahui, Film Believe, Takdir, Mimpi, Keberanian ini menyuguhkan kisah perjuangan di medan perang yang menegangkan, sekaligus mengangkat konflik keluarga yang emosional dan menyentuh hati.

Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan diproduseri oleh Celerina Judisari, Believe diadaptasi dari buku Believe – Faith, Dream and Courage. Ceritanya berfokus pada Dedi, seorang prajurit yang terjun dalam Operasi Seroja tahun 1975.

Namun, pengorbanan Dedi tidak sepenuhnya dimengerti keluarganya, terutama sang anak, Agus, yang tumbuh tanpa kehadiran ayah dan menjadi pribadi pemberontak.

Kematian Dedi menjadi titik balik dalam hidup Agus. Di tengah duka, Agus mulai menyadari betapa besar perjuangan ayahnya untuk bangsa.

Perubahan besar terjadi dalam dirinya hingga ia memutuskan mengikuti jejak sang ayah menjadi prajurit. Agus pun turut dalam operasi militer ke Timor Timur pada tahun 1995 dan 1999.

Dengan sentuhan sinematografi yang realistis, film ini dikemas secara emosional dan dramatis. Sutradara Rahabi Mandra menyebutkan bahwa penonton akan benar-benar dibawa masuk ke dalam suasana perang, dari dentuman senjata hingga perihnya pengorbanan para pejuang.

Film ini dibintangi oleh Ajil Dito, Wafda Saifan, Marthino Lio, Maudy Koesnaedi, Adinda Thomas, serta aktor cilik Muhammad Faqih Alaydrus.

Teaser Believe pertama kali ditayangkan dalam malam penganugerahan Military Short Movie Festival 2024 di Jakarta. Film hasil kerja sama antara rumah produksi Bahagia Tanpa Drama dan Pusat Penerangan TNI ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025.

Red”

Polda Jateng Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Demak dan Kawanan Perampok Spesialis Bobol Minimarket di Kendal

Polda Jateng-Kota Semarang | Polda Jateng melalui jajaran Resmob Ditreskrimum serta Polres Demak kembali mengungkap dua kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat Jawa Tengah. Satu pelaku pencurian dengan kekerasan yang menewaskan wanita muda di Demak dan empat pelaku pencurian dengan pemberatan spesialis minimarket dan toko kelontong berhasil ditangkap petugas beserta barang bukti kejahatan.

Hal ini diungkapkan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio di dampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto serta Kapolres Demak Akbp Ari Cahya Nugraha dalam sebuah konferensi pers ungkap kasus di Loby Mako Ditreskrimum Polda Jateng pada Kamis, (3/7/2025) pagi.

Dalam keterangannya, Dirreskrimum menyampaikan bahwa pengungkapan kedua kasus ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, serta menjawab keprihatinan publik atas meningkatnya tindak kejahatan terhadap warga sipil maupun pelaku usaha kecil.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah tindak pidana Pencurian dengan kekerasan yang disertai pembunuhan (curas) di kawasan persawahan Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Korban adalah seorang perempuan muda yang ditemukan tak bernyawa di antara tanaman padi pada Selasa pagi, (24/6/2025), sekitar pukul 06.30 WIB.

“Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara mencekik korban hingga meninggal dunia, lalu membawa kabur sepeda motor dan barang-barang milik korban,” terang Kombes Pol Dwi Subagio.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka memar pada bagian leher dan tubuh korban. Dari hasil penyelidikan intensif, pelaku berhasil ditangkap dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya seseorang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, pada kasus kedua, tim Resmob Ditreskrimum juga berhasil menangkap empat orang pelaku pencurian dengan pemberatan yang menyasar pertokoan di wilayah Kabupaten Kendal. Aksi kejahatan ini terjadi pada Selasa dini hari, (22/4/2025), dengan kerugian mencapai lebih dari Rp. 450 juta.

” Modus para pelaku adalah berpura-pura menjadi pembeli untuk survei toko pada siang hari, Lalu pada malam hari, mereka masuk melalui atap dengan cara merusak genteng dan pintu gudang, serta membawa kabur berbagai jenis rokok untuk dijual kembali,” jelas Dirreskrimum.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit mobil Daihatsu Xenia, berbagai alat seperti linggis dan obeng, serta puluhan bungkus rokok dari berbagai merek. Keempat tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari eksekutor, pengintai, hingga penjual hasil curian. Satu pelaku lainnya masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para pelaku dalam kasus pencurian dengan pemberatan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun. Sementara seorang pelaku lain yang berperan sebagai penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga 4 tahun.

Atas pengungkapan cepat kasus curat ini, perwakilan Alfamart, Bapak Daru, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jateng. Ia menilai tindakan kepolisian sangat cepat dan berdampak besar dalam menjaga rasa aman bagi pelaku usaha ritel.

“Kami mewakili pihak manajemen Alfamart mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah, khususnya tim Resmob Ditreskrimum atas respon cepat dalam pengungkapan kasus ini. Kami sebagai masyarakat merasa bangga mempunyai Polri yang dapat mengungkap banyak kasus dalam waktu singkat,” ungkap Daru.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan langkah-langkah preemtif, preventif, dan represif untuk menjamin keamanan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan segala bentuk kejahatan ke kantor polisi terdekat.

“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras aparat, tetapi juga karena dukungan dan kepercayaan masyarakat. Kami minta kepada siapa pun yang mengetahui pelaku kejahatan untuk segera melapor. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegas Kombes Pol Artanto.

Red”

Jeritan PKL Kuningan Usai Relokasi: Dagangan Sepi, Rumah Disita, Kehidupan Terpuruk

Kuningan |

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Kuningan menyuarakan keluh kesah mereka dalam aksi damai yang berlangsung di depan Kantor Bupati Kuningan, Senin (1/7/2025). Mereka menuntut agar pemerintah daerah mengkaji ulang kebijakan relokasi yang dinilai justru memiskinkan para pedagang.

Dalam aksi tersebut, puluhan PKL yang berasal dari kawasan Puspa Siliwangi, Langlang Buana, dan Taman Kota (Tamkot) Kuningan didampingi mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Massa menyuarakan penderitaan 357 pedagang yang terpaksa berpindah ke lokasi baru yang minim pengunjung.

“Banyak yang bangkrut, bahkan ada yang bercerai karena ekonomi hancur. Ada juga yang sampai kehilangan rumah karena tak sanggup bayar utang ke bank,” ujar Romli, Koordinator Aksi dari PMII, dalam orasinya.

H. Rahmat, salah satu koordinator PKL, mengungkapkan bahwa banyak pedagang kini hanya bisa bertahan dengan berjualan secara asongan di trotoar, namun tetap diusir oleh petugas.
“Derita kami lengkap, Pak. Untuk sekadar memberi makan anak istri saja, saya kesulitan,” keluhnya.

Sayangnya, Bupati dan Wakil Bupati tidak dapat menemui langsung para pedagang. Mereka diterima oleh Penjabat Sekda Kuningan, Deni, bersama jajaran Dinas Perdagangan (INDAG), Dishub, dan Satpol PP. Aparat keamanan dari Polres, Kodim, dan Satpol PP turut mengawal jalannya aksi damai tersebut.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Dinas Perdagangan, Trisman, enggan memberikan komentar terkait tuntutan pedagang untuk kembali berdagang di kawasan lama.
“No comment, kebijakan tertinggi ada di tangan Bupati,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pj. Sekda Deni menjelaskan bahwa relokasi dilakukan atas dasar regulasi dan pertimbangan estetika kota, ketertiban umum, serta upaya pemberdayaan PKL. Ia menyebut bahwa Pemkab telah memberikan insentif sebesar Rp100 ribu per bulan sebagai bentuk perhatian.

“Memang kecil nilainya, namun itu adalah bentuk komitmen kami untuk membantu para PKL,” ucapnya.

Meski demikian, para pedagang berharap adanya solusi yang lebih berpihak dan manusiawi. Mereka meminta agar pemerintah tidak hanya berpegangan pada regulasi, namun juga mendengar langsung jeritan rakyat kecil yang kini semakin terpuruk.

( Red/AH)