Tanjung Jabung Timur, Jambi — Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, bernama Agus Saputra, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa saat sedang menyampaikan arahan di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan setelah sang guru dilaporkan menakuti para siswa dengan senjata tajam untuk membela diri.
Insiden bermula ketika Agus Saputra memberikan arahan kepada siswa. Namun situasi berubah ricuh setelah muncul tudingan dari sejumlah siswa yang mengaku tersinggung oleh ucapan Agus yang disebut menyebut salah satu murid dengan kata “miskin”. Para siswa menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan yang memicu emosi dan keributan.
Menanggapi tudingan tersebut, Agus Saputra membantah keras bahwa ucapannya bermaksud menghina. Ia menyatakan bahwa perkataan tersebut disampaikan dalam konteks motivasi, bukan merendahkan atau melecehkan kondisi ekonomi siswa.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalami perundungan verbal dari siswa selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Menurut pengakuannya, pada hari kejadian ia hanya berniat menanyakan sesuatu kepada seorang siswa.
Namun karena situasi yang memanas dan refleks spontan, ia mengaku sempat menampar siswa tersebut. Tindakan itu disebutnya langsung memicu reaksi puluhan siswa lain yang kemudian secara bersama-sama mengeroyok dirinya di lokasi kejadian.
Di sisi lain, perwakilan siswa melalui Ketua OSIS menyampaikan versi berbeda. Pihak siswa menilai bahwa Agus Saputra merupakan oknum guru yang kerap melakukan tindakan menindas terhadap siswa. Atas dasar itu, para siswa menyampaikan tuntutan agar guru tersebut dipindahkan ke sekolah lain serta meminta permintaan maaf secara terbuka atas kejadian yang terjadi.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengonfirmasi bahwa persoalan tersebut telah difasilitasi melalui mediasi yang melibatkan guru, siswa, serta Forum Komunikasi Kecamatan. Mediasi dilakukan untuk meredam konflik dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna memastikan fakta yang sebenarnya serta menentukan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Media LIN RI. Com. akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang dan faktual.**
Red”Eko
