CILACAP –
Kampung Laut, Harapan besar siswa-siswi di Kecamatan Kampung Laut untuk mendapatkan asupan nutrisi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya masih jauh dari panggang api. Di balik antusiasme siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, tersimpan kekecewaan mendalam akibat buruknya manajemen distribusi, kualitas makanan, hingga lemahnya kedisiplinan petugas pengawas di lapangan, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, salah satu titik yang terdampak serius adalah PAUD Asyifa di Kalenbener, serta sejumlah sekolah SD, SMP, hingga SMA di pelosok Kampung Laut. Para siswa sering kali harus menunggu dalam ketidakpastian akibat keterlambatan armada pengiriman yang sudah menjadi rahasia umum.
Kualitas Bahan Pangan yang Memprihatinkan
Bukan hanya soal keterlambatan, kualitas menu yang disajikan pun menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Beberapa temuan di lokasi menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan:
* Buah-buahan Busuk: Ditemukan paket buah yang sudah tidak layak konsumsi dan berbau.
* Lauk Pauk Tidak Higienis: Keluhan muncul terkait daging yang masih mentah di bagian dalam, sehingga sangat berisiko bagi kesehatan pencernaan siswa.
* Ketidaksesuaian Anggaran: Komposisi menu yang diterima dinilai sangat minim dan tidak sebanding dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan pemerintah untuk program nasional ini.
Sorotan Tajam pada Kinerja Pengawas
Persoalan semakin pelik dengan adanya temuan terkait perilaku oknum petugas pengawas program di wilayah tersebut. Selain pengawasan yang dianggap “mandul” terhadap vendor, oknum pengawas juga dilaporkan seringkali tidak masuk kerja tepat waktu. Ketidakhadiran petugas pada jam-jam krusial distribusi ini diduga kuat menjadi penyebab utama tidak terkontrolnya kualitas makanan yang sampai ke tangan siswa.
”Bagaimana kualitas makanan mau terjaga kalau petugas yang seharusnya mengawasi saja jarang terlihat atau datang semaunya sendiri? Ini adalah bentuk pembiaran yang merugikan anak-anak kita,” ujar salah satu narasumber yang memantau jalannya program di Kampung Laut.
Desakan Evaluasi dan Sanksi Tegas
Kecamatan Kampung Laut memang memiliki tantangan logistik perairan yang tinggi, namun hal tersebut tidak boleh dijadikan tameng atas kelalaian rekanan dan ketidakdisiplinan aparatur pengawas.
Masyarakat dan pihak sekolah kini mendesak Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui dinas terkait untuk:
1).Melakukan Evaluasi Total terhadap vendor atau pihak ketiga penyedia jasa makanan.
2).Menindak Tegas Oknum Pengawas yang tidak disiplin dan mengabaikan tanggung jawabnya di lapangan.
3).Transparansi Anggaran agar menu yang disajikan benar-benar mencerminkan standar gizi nasional.
Jika pembenaran ini tidak segera dilakukan, program MBG yang sejatinya bertujuan mencetak generasi emas pesisir dikhawatirkan justru menjadi bumerang bagi kesehatan dan masa depan siswa.
(Syai).
