BANYUMAS – Aktivitas tambang galian C (pasir hitam) di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, terus menjadi sorotan publik. Meski sering dikeluhkan warga terkait dampak lingkungan dan kerusakan jalan, pantauan di lapangan menunjukkan puluhan truk pengangkut material masih bebas beroperasi setiap harinya.
*Intensitas Tinggi dan Dampak Lingkungan*
Setiap hari, sejak pagi hingga sore, deretan truk terlihat keluar masuk area pertambangan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat mengenai beberapa poin utama:
* Kerusakan Infrastruktur: Jalan desa yang tidak dirancang untuk beban berat mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan lubang.
* Polusi Debu dan Lumpur: Di musim kemarau, debu beterbangan ke pemukiman; sementara di musim hujan, sisa tanah dari ban truk membuat jalanan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara motor.
* Ancaman Ekosistem: Warga mengkhawatirkan rusaknya serapan air dan potensi longsor di titik-titik penggalian yang semakin dalam.
*Pertanyaan Mengenai Izin Operasional*
Meski aktivitas berjalan masif, status perizinan galian C (pasir hitam) di wilayah ini masih menjadi tanda tanya besar. Berdasarkan regulasi, setiap usaha pertambangan harus mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Kami mempertanyakan apakah operasional sebesar ini sudah sesuai prosedur atau justru ada pembiaran dari pihak terkait. Jika berizin, sejauh mana pengawasannya? Jika tidak, mengapa masih dibiarkan beroperasi?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
*Upaya Konfirmasi*
Hingga saat ini, pihak pengelola tambang belum memberikan pernyataan resmi terkait legalitas maupun kompensasi dampak lingkungan bagi warga terdampak. Sementara itu, pihak berwenang di tingkat kecamatan maupun kabupaten diharapkan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan bahwa aktivitas tersebut tidak menabrak aturan hukum yang berlaku.
Masyarakat berharap pemerintah bersikap tegas: jika ditemukan pelanggaran, operasional harus segera dihentikan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup warga Gandatapa.
Edit: Rival R.D.K
