Penulis: lembagainvestigasinegarari

  • Jelang Konfercab, Berikut Dua Nama Bakal Calon Ketua PWI Mojokerto

    Jelang Konfercab, Berikut Dua Nama Bakal Calon Ketua PWI Mojokerto

    MOJOKERTO ~ Tahapan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto terus bergulir. Hal ini terlihat seiring dengan beredarnya surat pengumuman bakal calon Ketua PWI Mojokerto periode 2024-2027. Dari surat tersebut, bakal calon Ketua PWI Mojokerto periode 2024-2027 berjumlah dua orang, yakni Aminuddin, wartawan JTV dan Moch. Chariris, wartawan Radar Mojokerto.

    Surat pengumuman ini mengacu pada Pasal 27 ayat 2 PD/PRT PWI tentang syarat calon ketua PWI, rapat penelitian berkas bakal calon Ketua PWI Mojokerto pada Rabu (04/12/2024) dan rapat pengundian nomor urut pada Senin (09/12/2024). Sementara, calon Ketua PWI Mojokerto periode 2024-2027 akan disahkan dalam sidang ketiga Konfercab ke-V dengan agenda pemilihan Ketua PWI Mojokerto periode 2024-2027 pada tanggal 17 Desember 2024 nanti.

    (lebih…)

  • Pemilihan Ketua DPD RI Terindikasi Money Politic, “Orang Dalam” Lapor ke KPK

    Pemilihan Ketua DPD RI Terindikasi Money Politic, “Orang Dalam” Lapor ke KPK

    Jakarta – Pemilihan Pimpinan DPD RI periode 2024-2029 diduga kuat dikotori penggunaan politik uang alias money politik. Hal itu disampaikan oleh salah satu mantan staf anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Muhammad Fithrat Ilham, kepada wartawan, Kamis, 06 Desember 2024.

    Mantan staf ahli dari anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah itu menjelaskan adanya dugaan bagi-bagi uang saat pemilihan Ketua DPD RI. Saat itu, dia diminta mantan atasannya berisial RAA untuk menukarkan uang dolar Amerika ke mata uang rupiah di salah satu bank.

    Pelapor ke KPK ini mengaku total uang yang dibagikan kepada mantan pimpinannya yang RAA itu senilai 13 ribu dolar Amerika atau setara Rp200 juta lebih. ”Totalnya 13 ribu dolar Amerika atau kalau dirupiahkan 200 juta lebih. Semua bukti percakapan telepon dan lain-lain sudah saya serahkan ke KPK,” kata dia usai melaporkan kasus tersebut ke KPK pada Kamis lalu tersebut.

    Selain itu, ia juga melaporkan anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah atau mantan atasannya, RAA ke KPK dengan laporan serupa, yakni dugaan tindak pidana korupsi. Laporan dari Fithrat Ilham diterima KPK dengan tanda bukti penerimaan laporan/informasi pengaduan masyarakat dengan nomor informasi: 2024-A-04296.

    Fithrat menyampaikan, dirinya telah memberikan laporan ke KPK berikut sejumlah bukti di antaranya rekapan percakapan, foto tangkapan layar, bukti penukaran uang, dan bukti kuat lainny.

    ”Laporan kronologi berikut sejumlah bukti itu sudah saya serahkan ke KPK pada hari ini, Kamis, 6 Desember 2024,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan bahwa anggota DPD RI dari dapil Sulawesi Tengah yang merupakan mantan atasannya itu diduga melakukan rekayasa untuk kepentingan pribadi, yakni mendaftarkan staf ahli fiktif bergelar doktor sebagai modus mendapatkan uang gaji staf ahli fiktif ini. Sementara dia, yang bekerja untuk mantan atasannya itu tidak mendapat gaji selama beberapa bulan.

    ”Padahal saya sudah mendampingi beliau berjuang dari nol. Mulai pendaftaran, kampanye hingga terpilih masuk Senayan. Saya cuma diiming-imingi SK kerja dari Sekjen DPD RI oleh beliau,” keluh Fithrat Ilham.

    Dia berharap KPK segera melakukan tindak lanjut sesuai dengan semangat Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Ini bagian dan upaya kecil rakyat mendukung asta cita Presiden Prabowo dalam memberantas tindak pidana korupsi,” tegas Fithrat Ilham menutup pernyataannya. (TIM/Red)

  • ASPEN Gelar Pameran Lukisan dan Dialog Kebudayaan Dihadiri Menbud Fadli Zoon

    ASPEN Gelar Pameran Lukisan dan Dialog Kebudayaan Dihadiri Menbud Fadli Zoon

    Menutup tahun 2024, Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) menggelar Pameran Seni Lukis dan Dialog Kebudayaan bertajuk “Harmoni Merah Putih Nusantara” di Menara Imperium Jakarta pada 7 Desember-14 Desember 2024.

    Pada sesi Dialog Budaya Selasa, (10/12/2024), Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para seniman dan pelukis yang hadir di lokasi pelaksanaan Dialog Kebudayaan.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga kolektor lukisan dan benda-benda bersejarah terlihat sangat antusias melihat beragam karya lukis para seniman yang menampilkan karya terbaik bertema kebudayaan, alam, dan dinamika sosial di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handoyo Budhisedjati memberi aprsiasi kepada Asosiasi Pelukis Nusantara dan juga kepada Wakil Ketua Umum FORMAS Bidang Ekonomi Kreatif yang ikut menggagas kegiatan ini.

    “Ini menjadi kehormatan bagi kami untuk ikut mensuport kegiatan ini. Dan kehadiran Menteri Kebudayaan harus kita apresiasi. Kami juga bangga ada peran Waketum FORMAS Bidang Ekonomi Kreatif pak Ardian Elkana dan seluruh tim dalam melaksanakan kegiatan ini. Dan ini perlu dilanjutkan menjadi kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun,” kata Yohanes Handoyo Budhisedjati yang juga menjabat Ketua Umum Fox Point Indonesia dalam sambutan yang disampaikan usai mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zoon meninjau lokasi pameran.

    Acara ini juga bertujuan untuk tidak hanya mempromosikan hasil karya seniman Nusantara tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.

    “Melalui pameran bersama ini, kami berharap seni lukis Nusantara dapat semakin dikenal luas dan menjadi bagian penting dalam mendukung program Ekonomi Kreatif Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) adalah mitra strategis kami dalam menjembatani seni dan pembangunan bangsa,” ujar Ketua Umum ASPEN Kembang Sepatu.

    Pameran ini menghadirkan karya dari 56 pelukis yaitu: A.R Tanjung, Adjar Utomo, Adlianto Zaman, Anni Sofyan, Anni Kholilah, Antonius Kriswanto, Apisarow, Aryo Bimo, Budi Utomo, Carsilah Waes, dan Cecilia D.Kristiari, Chryshnanda Dwilaksana, Dara Sinta, Dayu Sri Herti, Den Anton, Eddy Yoen, Eki Thadan, Elita Elkana, Ernawan Prianggodo, Erwin Setiawirawan, Hartono Wibowo, Hior Yogacesa, Hotly Silalahi, Joko Supratikno, Kembang Sepatu, dan Komarudin Dewang.

    Selain itu ada pelukis Lilik Subekti, M.Adien, M.Sodik,Mahardi, Nadia Iskandar, Ni Made Sri Andani, Novandi, Panji Setia Bangsa, Queen Kuan In, Rahmadi, Reny Alwi, Ridwan Marhid, Rohmad taufiq, Shamadi Nura, Sugiarto, Sulan Lim, Tato Kastareja, Thomas Edi Nugraha, Tomy Faisal Alim, Udin Choiruddin, Wantiyo Indrawan, Wawan S, Wayan Sudana, Yahya Ts, Yayok APFD, Yudi S, Yuhaslinda, Yunti Ars, dan Zamrud Setya Negara.

    Menariknya para seniman berbakat ini dating dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Aceh, Solo Raya, dan Malang, Samarinda Kalimatan Timur.

    Sebelumnya pada 7 Desember 2024, Pameran bertajuk “Harmoni Merah Putih Nusantara” dibuka langsung oleh Kepala Lemdiklat Polri Komjen. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. Dalam sambutannya, Chryshnanda Dwilaksana mengharapkan agar pameran ini menjadi ruang dan jembatan peradaban yang memerdekakan dan menyehatkan jiwa dalam berbagai gatra kehidupan.

    Harapan Pelukis Untuk Masa Depan ASPEN

    Harapan tentang ASPEN disampaikan juga oleh Dr. Moh. Rusnoto Susanto, S.Pd, M.Sn, MCE. Praktisi seni yang merupakan Dewan Pakar ASPEN, Kurator L-Project, dan Dosen PSR UST Yogyakarta menuturkan, pameran ini merupakan perayaan transformasi.

    “Transformasi perkembangan seni kekinian dalam menampilkan Indonesia dalam konteks bingkai multikultural dengan detail-detail potret khasanah keberagaman Budaya Nusantara yang yang laras, liris, optimis, dan nuansa reflektif kritis,” ujar Rusnoto di lokasi pameran.

    Ia juga berharap, ASPEN sebagai fasilitator dapat mengakomodasi para pelukis baik individu maupun kelompok atau komunitas diseluruh Indonesia dalam upaya peningkatan kapasitas, potenis kreatif, jejaring kerja, jejaring pasar seni nasional maupun global.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua PPPSRS Menara Imperium, H. Ali Maksum mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan ASPEN. Harapannya, semoga kedepan penyelenggaraan pameran lukisan di Menara Imperium yang megah dapat berlangsung terus.

    Pada sesi Dialog Kebudayaan turut hadir Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso,SH, Ketua KPTIK Ir. Dedi Yudianto, MBA, Ketum SPRI Hence Mandagi, dan puluhan seniman.

    Kegiatan ini juga dimeriahkan penampilan tarian dan pertunjukan seni lainnya. ***

  • Polri Akan Gelar Apel Kasatwil 2024 Hari Ini, Fokus Wujudkan Keamanan Dalam Negeri

    Polri Akan Gelar Apel Kasatwil 2024 Hari Ini, Fokus Wujudkan Keamanan Dalam Negeri

    Semarang – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan kesiapan menghadapi berbagai tantangan yang akan mewarnai agenda nasional 2024. Dalam Apel Kasatwil yang akan digelar di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Hari ini (11/12), Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan memerlukan kesiapan dari semua elemen, termasuk Polri.

    “Agenda nasional 2024 tidak terlepas dari tantangan, seperti dinamika geopolitik, dampak perubahan iklim, perkembangan teknologi digital yang luar biasa, dan kondisi living with endemi pasca pandemi. Tantangan ini harus diwaspadai dan diantisipasi,” ujar Brigjen Trunoyudo.

    Ia menambahkan, meskipun tantangan tersebut nyata, ada peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Polri, dengan konsep Presisi yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak 2021, akan terus memainkan peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

    “Konsep Presisi menekankan pentingnya pendekatan pemolisian prediktif dengan menganalisis data dan metode cegah dini terhadap setiap gangguan keamanan. Hal ini dikombinasikan dengan responsibilitas dan transparansi berkeadilan, sehingga Polri mampu bertindak cepat, tepat, dan humanis,” jelas Brigjen Trunoyudo.

    Lebih lanjut, ia menegaskan peran Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga stabilitas politik, hukum, dan keamanan. Selama 2024, Polri berkomitmen memastikan seluruh agenda nasional berjalan aman, tertib, dan lancar.

    “Stabilitas Kamtibmas adalah pondasi utama untuk mendukung kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan keamanan yang terjaga, kita bisa mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri (Kamdagri) yang kokoh,” tutupnya.

    Polri bertekad untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan visi membangun Indonesia yang aman dan sejahtera.

    Red”

  • Pangkoops Udara I Pimpin Sertijab Asren Koops Udara I dan Tiga Danlanud Wilayah Sumatera.

    Pangkoops Udara I Pimpin Sertijab Asren Koops Udara I dan Tiga Danlanud Wilayah Sumatera.

    JAKARTA – Jabatan Asisten Perencanaan (Asren) Koopsud I, Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) – Natuna, Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) – Tanjung Pinang dan Komandan Lanud Soewondo (SWO) – Medan, diserah terimakan dalam Upacara Serah Terima Jabatan yang dipimping langsung oleh Pangkoops Udara I Marsda TNI Mohammad Nurdin yang berlangsung di Gedung Antarikshe, Makoopsud I. (Selasa, 10-12- 2024).

    Beberapa jabatan penting di jajaran Koops I tersebut, yaitu Asisten Perencanaan (Asren) Koopsud I yang semula dijabat oleh Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa A. diserahterimakan kepada Kolonel Pnb Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S., M.Han., yang sebelumnya sebagai Komandan Lanud Raden Sadjad sekaligus kedua pejabat tersebut melaksanakan pertukaran jabatan yaitu Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa menduduki jabatan Danlanud Raden Sadjad, jabatan Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah dari pejabat lama Kolonel Pnb Andi Nur Abadi, S.T., M.M., diserahkan kepada penggantinya Kolonel Pnb Roni Widodo, S.T., M.M., M.Han. Sedangkan jabatan Komandan Lanud Soewondo dari pejabat lama Kolonel Pnb Ucok Enrico H., S.H., M.M., CHRMP., diserahkan kepada penggantinya Kolonel Nav Sonny Benny Simanjuntak, M.Si.(Han).

    Selanjutnya berlangsung pula serah terima jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Cab.17 Lanud RSA, Cab.13 Lanud RHF dan Cab.15 Lanud SWO dengan disaksikan Ketua PIA Ardhya Garini Daerah I Koopsud I Ny. Erin M. Nurdin.

    Pada kesempatan tersebut Pangkoops Udara I menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang baru saja dilantik untuk memiliki dedikasi, loyalitas, disiplin dan integritas yang tinggi terhadap tugas-tugas yang diemban, sehingga Koops Udara I mampu menjadi Kolakops yang profesional sesuai harapan kita bersama.

    Lebih lanjut Pangkoopsud I menekankan bahwa keberadaan Lanud RSA, Lanud RHF dan Lanud SWO sangat penting, karena berfungsi sebagai pangkalan udara penyangga perbatasan NKRI wilayah barat terhadap kemungkinan terjadinya berbagai bentuk pelanggaran wilayah yurisdiksi nasional khususnya di udara.

    “Begitu juga dengan jabatan Asren Koopsud I merupakan jabatan penting dan strategis di Makoopsud I dalam menyiapkan kebijakan dan perencanaan strategis, struktur kekuatan dan pengelolaan sumber daya, maupun program kerja dan anggaran serta pembinaan sistem dan manajemen dalam rangka penyelenggaraan pembinaan Komando Operasi Udara I,” tambahnya.

    Hadir dalam upacara serah terima jabatan tersebut yaitu Kaskoopsud I Marsma TNI Prasetiya Halim, S.H., Irkoopsud I Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., para pejabat utama Makoopsud I dan sebagai peserta upacara para Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil anggota Makoopsud I.

    Sumber : Pen Koopsud I

    Red”

  • Berlaga di Vietnam 2024 Asian Open Police Taekwondo Championsip, Atlit Polda Sulteng Sumbang 2 Emas 1 Perunggu

    Berlaga di Vietnam 2024 Asian Open Police Taekwondo Championsip, Atlit Polda Sulteng Sumbang 2 Emas 1 Perunggu

    PALU, Kembali Atlit kebanggaan Polda Sulawesi Tengah membawa nama harum Kepolisian Negara Republik Indonesia di Kejuaraan Taekwondo “Vietnam 2024 Asian Open Police Taekwondo Championsip” di Sport Quang Ninh, Vietnam, 6-9 Desember 2024.

    Adalah Bripda Johansen Vicenzo Angtolis atlit Taekwondo Polda Sulteng berhasil menyumbangkan 2 emas dan 1 perunggu untuk tim Garuda Bhayangkara Presisi Polri.

    Johansen meraih medali emas kategori individual recognize, beregu putra recognize dan 1 perunggu nomor individual poomsae yang merupakan nomor andalannya.

    Dalam ajang ini Polda Sulteng mengirimkan dua atlit andalannya yakni Vicenzo dan Firilia Dinisa. Dimana Tim Taekwondo Garuda Bhayangkara Presisi Polri, meraih juara umum kedua setelah tuan rumah Vietnam dalam kejuaraan yang diikuti oleh tim kepolisian dari 19 negara itu.

    Dari 10 pertandingan, Tim Garuda Bhayangkara meraih 16 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Total 26 medali yang dipersembahkan untuk Indonesia.

    Atas capaian itu, Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada tim, atlet, pelatih, official yang sudah bekerja keras.

    “Kerja keras dengan waktu yang cukup singkat bisa meraih prestasi yang patut disyukuri,” kata Komjen Dedi dalam keterangan tertulis, Senin 9 Desember 2024.

    Kejuaraan ini diikuti oleh 19 tim polisi dari sejumlah negara yakni Kanada, China Taipei, India, Indonesia, Korea, Monggolia, Oman, Singapore, Tunisia, Vietnam, Sri Lanka, Filipina, Nepal, Malaysia, Iran, Hongkong, Kamboja, China dan Bangladesh.

    Red”

  • Buka Rakernis Fungsi Lantas, Wakapolda Sulteng Tekankan Polantas Jaga Citra dan Layanan Publik Berkualitas

    Buka Rakernis Fungsi Lantas, Wakapolda Sulteng Tekankan Polantas Jaga Citra dan Layanan Publik Berkualitas

    Palu – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah Tahun 2024 di hotel Best Western Palu, Senin (10/12/2024).

    Dengan mengangkat tema “Polantas Presisi Hadir Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Wujudkan Indonesia Emas” ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan undangan dari berbagai instansi terkait.

    Dalam sambutannya, Wakapolda Sulteng menyampaikan, bahwa rakernis ini bertujuan untuk menindaklanjuti kebijakan strategis Korps Lalu Lintas Polri, baik di bidang pembinaan maupun operasional, serta untuk menyamakan persepsi terkait fungsi teknis lalu lintas di jajaran Polda Sulteng.

    “Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengevaluasi kinerja personel Polantas serta merumuskan rencana kerja dan program kerja ke depan,”

    Salah satu poin penting yang ditegaskan Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta adalah pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik oleh Polantas.

    “Fungsi lalu lintas adalah etalase Polri, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga citra Polri agar tidak tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

    Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan serta penerapan teknologi informasi dalam modernisasi sistem pelayanan, seperti Electronic Registration Identification (ERI), Electronic Law Enforcement (ETLE), dan Integrated Road Safety Management System (IRMS).

    Lebih lanjut, Wakapolda menekankan agar seluruh anggota Polantas di Sulteng menjalankan tugas dengan profesional, transparan, dan akuntabel, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.

    “Kita harus menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra institusi Polri,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga mengingatkan pentingnya penegakan hukum lalu lintas yang lebih tegas untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

    “Melalui edukasi dan pengawasan yang ketat, kita dapat menciptakan masyarakat yang tertib dan patuh hukum,” tutupnya.

    Rakernis ini dihadiri oleh Irwasda Polda Sulteng, para pejabat utama Polda Sulteng, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta para peserta dari jajaran Polantas Polda Sulteng dan instansi terkait.

    Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan pelayanan lalu lintas dan mendukung program transformasi ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

    Red”

  • Polda Sulteng Ikuti Dialog Publik Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024

    Polda Sulteng Ikuti Dialog Publik Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024

    Palu – Divisi Humas Polri menggelar kegiatan dialog publik dengan tema Strategi Polri dalam Mengimplementasikan Cooling System Guna Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Divisi Humas Polri dan dihadiri seluruh jajaran Bidhumas, perwakilan tokoh masyarakat serta mahasiswa melalui sarana zoom meeting, Selasa 10/12/2024 pagi, dengan membahas berbagai strategi dalam menciptakan situasi aman, damai, dan tertib pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dr H Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum yang diwakili oleh Karo PID Brigjen Pol Tjahyono Saputro, mengapresiasi pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang berjalan dengan aman dan lancar.

    Ia juga mengatakan harapan agar Pilkada yang saat ini masih berlangsung juga dapat berjalan sukses.

    “Implementasi cooling system pasca Pilkada sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dengan mengedepankan pendekatan dialogis kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

    Kadiv Humas melalui Karo PID menekankan bahwa kebijakan cooling system sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Pendekatan ini bertujuan mencegah potensi konflik melalui dialog dan komunikasi yang baik, sehingga dapat memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya.

    Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., dalam kesempatan itu juga menyampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan Pilkada yang aman dan kondusif.

    “Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan stabilitas sosial, khususnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia pasca Pilkada 2024,” tegasnya.

    Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat terus bersinergi dengan semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik demi kemajuan bangsa.

    Red”

  • Hadiri Hakordia, Kapolri Apresiasi Peluncuran 2 Buku Antikorupsi

    Hadiri Hakordia, Kapolri Apresiasi Peluncuran 2 Buku Antikorupsi

    Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara peluncuran buku pendidikan antikorupsi yang disusun oleh Satgassus Pencegahan Tipikor Polri. Kegiatan itu dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

    Dalam acara tersebut, diluncurkan dua buku. Yang pertama berjudul ‘Pendidikan Antikorupsi Transdisiplin’. Buku ini ditulis berbagai tokoh yang berpengalaman dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi.

    Para penulis buku tersebut ialah mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW), mantan Penyidik KPK yang kini ASN Polri Novel Baswedan, mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo, mantan Pimpinan KPK Busyro Muqoddas, mantan Direktur KPK Giri Supradiono, Ketua Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Herry Muryanto, Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, akademisi UI Gandjar Laksamana Boanprapta, ahli hukum tata negara Bivitri Susanti, Sekretaris TII Danang Widoyoko dkk.

    Buku berikutnya yang diluncurkan ialah ‘Buku Orang Baik Belajar Antikorupsi (BOBA)’. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi Satgassus Pencegahan Tipikor dengan Universitas Islam Indonesia (UII).

    Kapolri mengatakan, dua buku tersebut tak dipungkiri juga mengulas kritik terhadap institusinya. Sebab, berbagai aktivis dan akademisi turut memberikan karyanya mengenai anti korupsi dalam buku tersebut.

    “Pada saat itu, dalam rapat kita sepakat itu kita berikan ruang yang seluas-luasnya, sehingga kemudian ya memang apa yang ditulis di buku ini kalau kita baca isinya pedes gitu,” ungkap Kapolri.

    Menurut Kapolri, segala kritik harus dijadikan sebagai cara bebenah menjadi yang lebih baik lagi agar bisa maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    “Karena memang itu ya hal-hal yang kita lalui misalnya, termasuk di dalamnya perilaku birokrat, ada juga di dalamnya institusi Polri, itu memang satu hal yang harus kita perbaiki, kita evaluasi,” jelas Kapolri.

    Red”

  • 8 Tahun Berjuang Cari Keadilan, Soegiharto Santoso Surati Ketua MA

    8 Tahun Berjuang Cari Keadilan, Soegiharto Santoso Surati Ketua MA

    Perjuangan Ir. Soegiharto Santoso, SH selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) mencari keadilan selama 8 tahun lamanya rupanya tak kunjung surut. Kriminalisasi yang dialaminya pada tahun 2016 silam mendorong Soegiharto Santoso, tokoh nasional yang juga berprofesi sebagai wartawan dan advokat, terus berjuang menuntut keadilan dan penegakan hukum terhadap para pelaku kriminalisasi dan penghinaan terhadapnya ketika ia ditahan selama 43 hari (24 November 2016 hingga 05 Januari 2017) di sel tahanan Rutan Bantul.

    Soegiharto Santoso pun melayangkan surat kepada Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, SH., MH., dan juga kepada Juru Bicara Mahkamah Agung RI, Dr. Yanto, SH., MH., serta kepada Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI, Dr. Sobandi, SH., MH., pada Senin (9/12/2024) di Jakarta.

    Hal itu dilakukan Soegiharto untuk memperjuangkan keadilan bagi dirinya karena ada putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta perkara No. 165/PID.SUS/2024/PT DKI dengan Majelis hakim ketua DR. H. Yahya Syam, SH., MH., bersama hakim anggota Sugeng Riyono, SH., MHum. dan H. Andi Cakra Alam, SH., MH., yang dinilainya mencederai penegakan hukum dan keadilan, karena hanya dalam waktu 28 hari PT DKI membatalkan putusan PN JakPus.

    Padahal sebelumnya perkara tersebut telah disidangkan melalui proses panjang selama 7 bulan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat perkara No. 731/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Pst dengan Majelis Hakim Ketua Toni Irfan, SH bersama hakim anggota Teguh Santoso, SH., dan I Gusti Ngurah Partha Bhargawa, SH.

    Dalam proses sidang perkara di PN JakPus tersebut telah menghadirkan sejumlah saksi dan ahli yang memberatkan, sementara dari pihak Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi tidak mampu menghadirkan seorangpun saksi yang meringankan perbuatannya, sehingga mejelis hakim menjatuhkan vonis hukuman pidana penjara selama 4 bulan dan denda 20 Juta Rupiah, subsider 1 bulan penjara.

    Sesungguhnya jauh sebelum surat itu dilayangkan, kronologis perjuangan itu dimulai pada saat proses hukum di PN Bantul dan Mahkamah Agung RI memutuskan Hoky sapaan akrab Soegiharto Santoso dinyatakan tidak bersalah. Tekanan dan hinaan melalui media sosial yang dialami Hoky saat dirinya dikriminalisasi, disikapi dengan melaporkan balik oknum-oknum tersebut ke aparat penegak hukum.

    Dari laporan Polisi tersebut di Polda DIY ada 3 (tiga) orang yang menjadi Tersangka dan berlanjut ketiga-tiganya menjadi Terdakwa. Salah satunya Ir. Faaz terbukti bersalah dan telah divonis dan dipenjarakan di Lapas Wirogunan Yogyakarta. Sementara Terdakwa lainnya Michael Sunggiardi sudah mengakui kekeliruannya dan meminta maaf secara resmi, sehingga Hoky menyatakan memaafkan dan proses hukum tidak berlanjut.

    Berbanding terbalik denganTerdakwa Rudy Dermawan Muliadi yang tidak pernah mau meminta maaf kepada Hoky agar kasus ini dihentikan. Hoky menduga itu karena terdakwa bersama kelompoknya merasa kebal hukum, namun oleh majelis hakim PN JakPus terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dengan dijatuhi vonis hukuman 4 bulan penjara.

    Akan tetapi, putusan tersebut dibatalkan oleh Majelis Hakim PT DKI Jakarta, sehingga Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi kembali dinyatakan lolos dari jerat hukum lagi.

    Menyikapi hal itu, Hoky pun menyurat Ketua MA RI dan Juru Bicara MA RI, serta kepada Kepala Biro Hukum dan Humas MA RI untuk meminta keadilan berlaku atas dirinya yang pernah mengalami kriminalisasi dan penghinaan.

    Dalam suratnya, Ia juga mempertanyakan proses putusan Banding yang diajukan Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi hanya selang 28 hari sudah ada putusan. “Biasanya perkara seperti ini memakan waktu yang cukup lama. Dibanding perkara yang saya kawal di PN JakPus dengan pemberitaan media massa, saya hadir langsung setiap sidang sejak awal hingga putusan, itu saja memakan waktu sekitar 7 bulan,” ungkap Hoky.

    Saat mengantar langsung surat ke MA RI, Hoky didampingi oleh wartawan senior Ferdinand L. Tobing dan Ramdhani. Hoky juga memberikan keterangan pers di depan wartawan peliput MA, bahwa sebagai warga negara yang berhak menuntut keadilan, Ia mengaku sangat merasa kecewa dengan diperlakukan tidak adil oleh lembaga Peradilan dalam hal ini Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

    Padahal menurutnya Ir. Faaz dalam perkara yang sama telah menjadi Terpidana dan pihak Terdakwa Rudy telah divonis bersalah di PN Jakarta Pusat, namun sayangnya oleh PT DKI Jakarta memutuskan hal yang berbeda. “Putusan PT DKI Jakarta tersebut sangat mencederai rasa keadilan. Saya menduga karena ada peran dari pihak tertentu untuk membatalkan putusan PN Jakarta Pusat,” kata Hoky kepada wartawan di Gedung MA RI, Senin (9/12/2024).

    Hoky juga mengungkapkan, pihak JPU Frederick Christian S, SH, MH., telah melakukan upaya kasasi di MA sejak tanggal 08 Agustus 2024 artinya telah 4 bulan yang lalu. “Upaya itu untuk memberi jaminan rasa keadilan bagi saya sebagai warga negara yang menjadi korban mafia hukum dan korban penghinaan, ironisnya pihak Majelis Hakim di PT DKI Jakarta tidak melihat ataupun tidak merasakan penderitaan saya dan keluarga saat saya ditahan selama 43 hari tanpa melakukan kesalahan, hal tersebut adalah bentuk kriminalisasi, lalu saya masih dihina di media sosial, Para Hakim tersebut belum merasakan ditahan lalu dihina pula di media sosial,” tandas Hoky.

    “Untuk itu saya mengetuk hati nurani Bapak Ketua MA selaku pemberi keadilan terakhir bagi warga negara yang menuntut keadilan, agar kiranya upaya Kasasi JPU dapat dikabulkan demi memenuhi rasa keadilan di negeri ini,” kata Hoky berharap.

    Ia juga menyadari bahwa pihak Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi dengan kelompoknya memiliki pengaruh dan kekuasaan serta kemampuan finasial yang sangat besar, dimana terbukti Rudy mampu menang perkara No. 633/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL di PN JakSel hingga tingkat PK di MA.

    Padahal Hoky menduga saat melakukan gugatan pihak Rudy menggunakan dokumen palsu dan telah dilaporkannya ke pihak kepolisian sejak tanggal 06 Juli 2020 dengan laporan Polisi No. LP/3894/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ di Polda Metro Jaya yang di limpahkan ke Polres Jakarta Selatan.

    “Artinya telah lebih dari 4 tahun yang lalu, namun hingga saat ini masih proses penyelidikan terus dan terus di Polres JakSel. Akan tetapi saya tetap yakin dan percaya, bahwa kebenaran pasti akan menang, kekuasaan dan kekayaan tidak bisa membeli hukum serta keadilan di negeri ini,” tegas Hoky.

    Sementara wartawan senior Ferdinand L. Tobing dan Ramdhani yang mendampingi Hoky saat mengantar surat ke MA mengatakan, pihaknya sudah mengikuti persoalan hukum yang dihadapi rekan sejawatnya itu sejak 8 tahun lalu.

    “Saya 8 tahun yang lalu sempat beberapa kali membesuk Pak Hoky di Rutan Bantul dan hadir dalam persidangan Pak Hoky di PN Bantul, saya malah sempat mendengar salah satu saksi yang menyatakan bahkan menyebutkan nama seseorang yang diduga menyiapkan dana agar Hoky masuk penjara, dan itu tertuliskan dalam salinan putusannya, sungguh keji perbuatan kelompok Terdakwa Rudy ini, kita harus bantu viralkan peristiwa ini agar Pak Hoky memperoleh keadilan.” ungkap Ferdinand

    Ia menambahkan, “saya mendukung perjuangan Hoky menuntut keadilan bukan hanya kepada Ketua MA tapi harus juga ke Juru Bicara Mahkamah Agung RI dan Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung RI yang selama ini menjadi mitra kita sebagai wartawan peliput di MA,” ujar Ferdinand.

    Senada dengan hal itu, Ramdhani yang ikut mendampingi Hoky menyerahkan surat ke MA, memberi dukungan moril kepada rekan sejawatnya itu. “Saya berharap agar permohonan yang Pak Hoky ajukan mendapat perhatian serius dari Mahkamah Agung untuk mewujudkan keadilan yang sesungguhnya. Saya juga akan terus mengikuti perkembangan perkara ini dan memberikan informasi lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berjalan,” ujar Ramdhani.

    Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Hence Mandagi turut menanggapi perjuangan Hoky selama 8 tahun mencari keadilan. Menurut Mandagi, selama ini Hoky konsisten memperjuangkan kemerdekaan pers di berbagai kesempatan.

    “Jadi ini saatnya beliau memperjuangkan keadilan bagi dirinya. Dan kami sebagai rekan seperjuangan sangat mendukung upaya beliau. Untuk itu kami meminta Majelis Hakim Mahkamah Agung RI dapat melihat perkara yang dialami Bang Hoky ini dari sisi kemanusiaan. Jangan sampai mafia hukum menang. Hukum harus menjadi panglima di negeri ini,” tandas Mandagi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/12/2024). ***

    Red”