Tahun: 2025

  • Ketua PWK Hadiri Undangan Upacara Bersama HUT TNI ke 80 di Lapangan Kodim 1203 Ketapang

    Ketua PWK Hadiri Undangan Upacara Bersama HUT TNI ke 80 di Lapangan Kodim 1203 Ketapang

    Ketapang,Kalbar –

    Ketua Persatuan Wartawan Kalbar(PWK), Ali Muhamad, turut hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80 yang digelar di lapangan Kodim 1023 Ketapang. Minggu(05/10/2015) pagi.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Bupati Kayong Utara yang diwakili oleh Sekda, Ketua DPRD Ketapang, Ketua DPRD Kayong Utara, Kapolres Ketapang dan Kapolres Kayong Utara dan jajaran.

    Kehadiran Ketua PWK yang juga salah seorang tokoh Pers di Kalimantan Barat ini tidak luput dari sorotan dan mewarnai kebersamaan TNI dengan insan Pers dalam acara yang penuh khidmat tersebut.

    Upacara yang berlangsung pada 5 Oktober 2025 tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh ormas, serta anggota TNI dan Polri. Ali Muhamad yang akrab disapa Verry Liem terlihat hadir sebagai undangan khusus, menunjukkan eratnya hubungan antara media dan TNI, khususnya di wilayah Kabupaten Ketapang.

    Ditemui usai upacara, Verry Liem menyampaikan apresiasinya kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Ia juga berharap sinergitas antara wartawan dan TNI dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal penyampaian informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

    “Kami dari Persatuan Wartawan Kalbar sangat mendukung peran TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami juga siap bersinergi dalam memberikan informasi yang positif dan membangun kepada masyarakat,” ujar Verry Liem.

    “Selamat HUT ke 80 kepada TNI, semoga TNI makin sukses berjaya dekat di hati rakyat. TNI Prima, TNI Merakyat, Indonesia Maju, “ucap Verry.

    Kehadiran Ketua PW Kalbar ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara insan pers dan TNI, serta memperkuat kerjasama dalam membangun daerah Ketapang yang lebih baik.

    Tim PWK

  • Jakarta Darurat Peredaran Obat Keras, APH Tutup Mata, Ketua Umum Elang 3 Hambalang Minta Pemerintah Ambil Sikap

    Jakarta Darurat Peredaran Obat Keras, APH Tutup Mata, Ketua Umum Elang 3 Hambalang Minta Pemerintah Ambil Sikap

    Jakarta, 06-10-2025.
    Jabodetabek saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait peredaran obat keras yang diduga melibatkan oknum aparat penegak hukum (APH). Obat-obatan keras seperti Tramadol dan Eximer dijual bebas di toko-toko kosmetik dan online, meskipun seharusnya hanya dapat diakses dengan resep dokter.

    Obat keras golongan G seperti Tramadol dan Eximer dijual bebas tanpa resep dokter, menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya angka kenakalan remaja dan tindak kriminal.

    Peredaran obat keras ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan membahayakan masyarakat, dengan potensi menyebabkan gangguan kejiwaan, kejang, hingga ketergantungan berat.

    Dugaan keterlibatan oknum APH dalam melindungi jaringan peredaran obat ilegal menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penegakan hukum di Jakarta.

    Pemerintah dan institusi kepolisian perlu melakukan evaluasi terhadap penanganan peredaran obat keras untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil efektif dan tegas.

    Kementerian Kesehatan, BPOM, dan kepolisian perlu mengambil langkah tegas dan terintegrasi untuk membongkar jaringan peredaran obat ilegal dan menghentikan praktik ini.

    Meningkatkan profesionalisme dan humanisme petugas dalam menangani kasus peredaran obat keras sangat penting untuk memastikan bahwa penegakan hukum dilakukan dengan efektif dan manusiawi.

    Produksi dan distribusi obat ilegal dapat diancam dengan pidana penjara hingga 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar, sementara penjualan obat keras tanpa izin dapat dijerat dengan pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

    Masyarakat diharapkan turut serta melakukan pengawasan lingkungan dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran hukum ke aparat berwenang.

    Menurut H.Dedy Safrizal Ketua Umum Elang 3 Hambalang, “Obat ini akan menghancurkan para pemuda/i penerus bangsa yang akan menjadi korban. Saya berharap ini segera ditindak dan jangan ada APH dari tingkat Polda,Polres dan Polsek sampai ikut melindungi.”

    Diduga aparat penegak hukum juga sudah tahu keberadaan toko Tramadol berkedok toko kosmetik, bukannya ditindak malah disuruh tutup. Hal seperti ini bukan menjadi rahasia umum lagi, karena banyak toko yang menyamarkan dagangannya dengan label “kosmetik,” “konter HP,” atau “barang kebutuhan rumah tangga,” sementara di bagian dalam toko, transaksi obat daftar G berlangsung rutin.

    “Saya berharap Pemerintah Pusat segera ambil sikap untuk mendorong Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Kepolisian supaya menindak tegas pelaku dan Oknum yang terlibat.” Ujar Ketua Umum Elang 3 Hambalang H.Dedy Safrizal. Minggu 5/10/2025.

    (RedaksiTim)

  • DR.Tahroni,M.pd Resmi Dilantik Sebagai Sekertaris Daerah Brebes Yang Baru

    DR.Tahroni,M.pd Resmi Dilantik Sebagai Sekertaris Daerah Brebes Yang Baru

    Bumiayu,Brebes//Jawa Tengah
    Rombongan Bupati Brebes beserta jajarannya sudah berada dibumiayu sejak Minggu (05/10/2025),untuk persiapan pelantikan Sekertaris Daerah (Sekda) yang baru yaitu DR.Tahroni,M,Pd.
    Acara pelantikan pada Senin (06/10/2025) yang akan diadakan di Pendopo Kawedanan Bumiayu,Brebes.

    Sebelumnya pada 7 Juli 2025,DR.Tahroni,M,Pd.dilantik sebagai Pj (Penjabat) oleh Bupati Brebes Hj.Paramitha Widya Kusuma,SE,Mm.

    Menurut keterangan yang didapat dari masyarakat dan pemerintah daerah DR.Tahroni,M,Pd,salah satu kandidat terbaik yang sangat diminati oleh masyarakat Kabupaten Brebes,dilihat dari hasil poling di media sosial baik Facebook,Tiktok,Tweter(X) dan media media lain.

    Antusiasme masyarakat dengan memberi dukungan kepada DR.Tahroni,M,Pd datang dari wilayah Brebes Selatan,yang meliputi 6 Kecamatan yaitu, Kecamatan Bumiayu, Paguyangan, Sirampog,Tonjong,Bantarkawung dan Salem.

    Dari keterangan tokoh masyarakat Brebes Selatan Usuludin mengatakan,

    “DR.Tahroni kandidat yang tidak diragukan lagi dari pengalamannya dan pas sekali bekerja sama dengan Ibu Pamitha,” katanya

    Dengan dilantiknya Sekertaris Daerah yang baru,semoga amanah,diberikan kelancaran dan kekuatan dalam membangun Kabupaten Brebes dan dapat memberikan perubahan positif.( Team Brebes//Eko Yulianto)

    Redaksi”Eko

  • Peluang dan Tantangan Ketahanan Pangan Global

    Peluang dan Tantangan Ketahanan Pangan Global

    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Ketahanan pangan global adalah isu krusial yang menentukan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik dunia. Di tengah pertumbuhan populasi, perubahan iklim, konflik geopolitik, dan krisis energi, kebutuhan akan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan semakin mendesak. Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga mencakup akses, kualitas gizi, dan stabilitas distribusi pangan.

    Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, berbagai peluang juga muncul berkat kemajuan teknologi, inovasi pertanian, dan kolaborasi global.

    *Tantangan Ketahanan Pangan Global*
    Salah satu tantangan utama adalah pertumbuhan populasi dunia yang pesat. Diperkirakan populasi global akan mencapai hampir 10 miliar jiwa pada tahun 2050. Ini berarti dunia harus meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, sementara sumber daya alam seperti tanah, air, dan energi semakin terbatas.

    Perubahan iklim juga menjadi ancaman besar. Cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, dan naiknya suhu global telah berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan ketersediaan air. Banyak petani kecil yang menjadi tulang punggung produksi pangan dunia sangat rentan terhadap dampak ini.

    Selain itu, konflik dan instabilitas politik, seperti perang di Ukraina dan Timur Tengah, telah mengganggu rantai pasok global untuk komoditas penting seperti gandum, jagung, dan pupuk. Ketergantungan pada impor pangan di banyak negara berkembang juga memperburuk krisis ketika terjadi lonjakan harga pangan dunia.

    Masalah lain adalah ketimpangan distribusi dan pemborosan pangan. Sementara sebagian dunia mengalami kelaparan, sebagian lain justru membuang jutaan ton makanan setiap tahun. Ini menunjukkan bahwa tantangan ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga manajemen distribusi dan konsumsi.

    *Peluang dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan*
    Di balik tantangan tersebut, terdapat banyak peluang untuk memperkuat sistem pangan global. Inovasi teknologi pertanian menjadi salah satu solusi paling menjanjikan. Teknologi seperti pertanian presisi, drone, sensor tanah, dan kecerdasan buatan (AI) telah membantu meningkatkan efisiensi, hasil panen, dan ketahanan tanaman terhadap hama dan iklim ekstrem.

    Urban farming dan pertanian vertikal juga menjadi alternatif masa depan untuk memproduksi makanan di tengah kota, mengurangi ketergantungan pada logistik panjang, dan menekan emisi karbon.

    Selain itu, bioteknologi telah memungkinkan pengembangan varietas tanaman yang tahan kekeringan, tumbuh lebih cepat, dan bernutrisi lebih tinggi.

    Peluang lain terletak pada kerja sama internasional dan kebijakan yang inklusif. Program bantuan pangan dari badan internasional seperti FAO dan WFP, serta kolaborasi dalam riset pertanian global, mampu membantu negara-negara miskin meningkatkan kapasitas produksi mereka. Investasi di sektor pertanian, terutama untuk petani kecil dan perempuan, sangat penting karena mereka memainkan peran besar dalam rantai pangan dunia.

    Kesadaran konsumen yang meningkat terhadap keberlanjutan juga membuka peluang besar bagi sistem pangan global yang lebih adil dan ramah lingkungan. Konsumsi pangan lokal, pengurangan limbah makanan, dan peralihan ke pola makan yang lebih sehat bisa mendorong perubahan dari sisi permintaan.

    Dengan demikian, ketahanan pangan global adalah tantangan multidimensi yang memerlukan respons terpadu dari seluruh elemen masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Dunia dihadapkan pada risiko serius akibat perubahan iklim, konflik, dan ketimpangan.

    Namun, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, memperkuat kerja sama internasional, dan membangun kesadaran publik, peluang untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan tetap terbuka lebar. Masa depan ketahanan pangan global bergantung pada kemampuan kita dalam mengubah tantangan menjadi langkah nyata untuk kemajuan bersama.

    Red”

  • Pilar Ketahanan Pangan Masa Depan Umat Manusia

    Pilar Ketahanan Pangan Masa Depan Umat Manusia

    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Dalam konteks global yang semakin kompleks. Ditandai dengan pertumbuhan populasi yang pesat, perubahan iklim, degradasi lingkungan, konflik geopolitik, dan ketimpangan distribusi sumber daya. Masa depan ketahanan pangan menjadi tantangan serius yang harus dihadapi secara kolektif.

    Untuk memastikan umat manusia memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan, diperlukan pembangunan pilar-pilar ketahanan pangan yang kokoh dan adaptif terhadap dinamika zaman.

    Pilar pertama ketahanan pangan masa depan adalah sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Model pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan pestisida kimia, monokultur, dan eksploitasi lahan secara besar-besaran terbukti menyumbang pada kerusakan lingkungan dan penurunan kualitas tanah. Oleh karena itu, inovasi dalam bidang agroteknologi menjadi kunci. Penggunaan pertanian presisi, teknologi bioteknologi seperti rekayasa genetika untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terhadap hama serta perubahan iklim, serta adopsi sistem pertanian regeneratif akan sangat menentukan kemampuan umat manusia dalam memenuhi kebutuhan pangan tanpa merusak alam.

    Pilar kedua adalah sistem distribusi dan akses pangan yang adil. Masalah ketahanan pangan tidak hanya tentang produksi, tetapi juga tentang bagaimana pangan itu didistribusikan. Saat ini, ironi global terjadi: jutaan orang mengalami kelaparan, sementara di sisi lain, makanan terbuang dalam jumlah besar di negara-negara maju. Untuk masa depan, diperlukan sistem logistik pangan yang efisien, dukungan infrastruktur di wilayah terpencil, serta kebijakan perdagangan yang adil dan tidak diskriminatif. Digitalisasi rantai pasok dan integrasi data produksi-distribusi juga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.

    Pilar ketiga adalah kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim dan krisis global. Krisis seperti pandemi, konflik geopolitik, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dapat mengganggu sistem pangan global. Oleh karena itu, sistem pangan masa depan harus dirancang dengan ketangguhan (resilience) sebagai prinsip utama. Diversifikasi sumber pangan, pengembangan bank genetik tanaman lokal, cadangan pangan nasional dan regional, serta kolaborasi internasional dalam menghadapi bencana harus menjadi prioritas dalam kebijakan pangan global.

    Pilar keempat adalah pendidikan dan kesadaran masyarakat mengenai pola konsumsi yang sehat dan berkelanjutan. Konsumsi berlebihan, ketergantungan pada produk olahan, serta rendahnya kesadaran gizi menjadi penyebab utama ketidakseimbangan dalam sistem pangan. Kampanye kesadaran pangan, pendidikan gizi, dan promosi gaya hidup ramah lingkungan akan mendorong masyarakat memilih makanan yang sehat, bergizi, dan diproduksi secara etis. Perubahan pola konsumsi ke arah makanan nabati dan lokal juga dapat menekan jejak karbon dari sistem pangan.

    Pilar terakhir yang tidak kalah penting adalah inovasi teknologi dan kebijakan publik yang inklusif. Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga riset harus bersinergi dalam mengembangkan teknologi baru seperti urban farming, vertical farming, protein alternatif (misalnya daging sintetis atau serangga), serta sistem pertanian pintar berbasis Internet of Things (IoT). Di sisi lain, kebijakan publik harus memastikan bahwa inovasi tersebut dapat diakses oleh petani kecil dan komunitas rentan agar tidak terjadi kesenjangan digital atau ketimpangan penguasaan teknologi.

    Ketahanan pangan masa depan bukanlah sekadar urusan produksi, melainkan tantangan multidimensi yang memerlukan pendekatan holistik. Pembangunan lima pilar utama, produksi berkelanjutan, distribusi yang adil, adaptasi terhadap krisis, perubahan pola konsumsi, serta inovasi dan kebijakan adalah langkah strategis untuk memastikan seluruh umat manusia dapat menikmati hak dasar atas pangan. Masa depan pangan dunia terletak di tangan kita: apakah kita mampu membangun sistem yang adil, tangguh, dan berkelanjutan, atau justru membiarkan krisis pangan menjadi kenyataan yang menghantui generasi mendatang.

    Red”

  • Langkau Culture & Art Festival #3 2025, menampilkan ragam seni lintas etnis dari pulau-pulau besar Indonesia

    Langkau Culture & Art Festival #3 2025, menampilkan ragam seni lintas etnis dari pulau-pulau besar Indonesia

    Kubu Raya Kalbar 4 Oktober 2025 –

    Langkau Culture & Art Festival (LCAF) #3 tahun 2025 telah sukses diselenggarakan dari 24 hingga 28 September 2025 di Langkau Etnika Art Space, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Festival yang memasuki tahun ketiga ini menjadi wadah ekspresi budaya inklusif, menampilkan ragam seni lintas etnis dari pulau-pulau besar Indonesia: Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi. Ribuan pengunjung hadir menyaksikan pertunjukan tarian, musik tradisional, sastra, dan kompetisi budaya yang meriah, memperkuat identitas lokal dan persatuan dalam keberagaman.

    Acara dibuka secara resmi pada Jumat, 26 September 2025, dengan seremonial pembukaan di Panggung Ekspresi, diikuti presentasi workshop kesenian Karungut oleh 12 seniman dan diskusi sastra. Penyisihan dan final lomba puisi kategori A dan B berlangsung sengit, sementara lomba mewarnai untuk anak-anak kategori A, B, dan C menarik partisipasi antusias dari generasi muda. Hari berikutnya menyajikan pertunjukan materi ujian Neotar Kids, lomba tari berpasangan, serta hiburan musik tradisional dari komunitas dan sanggar. Pada Minggu, 28 September 2025, lomba sape grup, hiburan komunitas, lomba busana anak, dan serasehan seniman dari berbagai pulau menjadi sorotan.

    Malam puncak pada 28 September 2025 berlangsung megah di Panggung Liuk, diawali prosesi penyambutan, ceremonial, penyerahan hadiah pemenang, penampilan seniman dari berbagai pulau, dan pertunjukan kesenian Karungut. Acara ini resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mewakili Bupati, yang menyampaikan apresiasi atas kreativitas panitia dan komunitas seni. Yusran menekankan festival sebagai simbol persatuan dan pelestarian budaya, serta layak menjadi event wisata resmi Kabupaten Kubu Raya. “Hadir di sini penampilan dari beberapa etnis, Ini suatu cikal bakal betapa besarnya bangsa ini,” ujar Yusran dalam pidato penutupannya.

    Kepala Dinas Disporapar Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, juga turut hadir mendampingi penutupan. LCAF #3 tidak hanya hiburan, tapi juga memperkuat kearifan lokal dan mendorong generasi muda berkarya dalam seni.

    LCAF #3 2025 membuktikan diri sebagai platform pelestarian seni dan budaya Indonesia, dengan harapan terus berkembang di tahun mendatang.

    Red”

  • Ketum AMI Apresiasi KPK, Desak Kasus KONI Jatim Dibongkar Tuntas

    Ketum AMI Apresiasi KPK, Desak Kasus KONI Jatim Dibongkar Tuntas

    Surabaya – Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, memberikan apresiasi atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menahan 4 dari 21 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur.

    Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bukti nyata komitmen KPK dalam menegakkan hukum serta memberantas praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

    “Kami mengapresiasi kinerja KPK yang sudah melakukan penahanan terhadap 4 tersangka. Namun, kami juga berharap agar 17 tersangka lain yang sejak beberapa bulan lalu sudah ditetapkan status hukumnya segera ditangkap dan ditahan. Jangan sampai penegakan hukum terkesan tebang pilih,” ujar Baihaki dalam keterngannya.

    Lebih lanjut, Baihaki menegaskan bahwa kasus dana hibah Pemprov Jatim, termasuk aliran anggaran ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, harus diusut secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

    “Kasus hibah ke KONI Jatim ini harus dibuka seterang-terangnya. Kami menduga masih ada keterlibatan kepala dinas, wakil kepala dinas, sekretaris dinas, pejabat struktural, hingga pihak swasta. Semua harus ditelusuri agar publik mengetahui siapa saja yang bermain di balik kasus ini,” tegasnya.

    Dalam pernyataannya, Baihaki juga meminta agar KPK berani memanggil dan memeriksa sejumlah tokoh penting Jawa Timur yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kasus dana hibah tersebut. Ia menyebut nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, serta Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti.

    “Tidak ada yang kebal hukum. Kami meminta KPK segera melakukan pemanggilan, pemeriksaan, bahkan penahanan bila memang ditemukan keterlibatan. Rakyat Jawa Timur menunggu ketegasan lembaga antirasuah ini,” tandas Baihaki.

    Ia menegaskan, Aliansi Madura Indonesia akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mendukung penuh langkah KPK agar pemberantasan korupsi di Jawa Timur berjalan transparan serta tidak setengah hati.

    Red”

  • Anjang Sana Dalam Rangka HUT Rindam IV/ Diponegoro Ke  64 Tahun    2025

    Anjang Sana Dalam Rangka HUT Rindam IV/ Diponegoro Ke 64 Tahun 2025

    Magelang , — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Rindam IV/ Diponegoro ke 64 tahun 2025 melaksanakan Ziarah Ke Taman Makam Pahlwan Giriloyo dan kunjungan anjangsana bertempat di Pondok Pesantren Selamat Dukuh Klontong Desa Jambewangi ,Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Jawa Tengah
    Jum’at ( 3/ 10/025)

    ” Kegiatan anjang sana tersebut di pimpin oleh Wakil Komendan Rindam IV/ Diponegoro Kol inf Edy Widyanto S.Sos.M.I.P di dampingi ibu Persit Serta Pejabat Utama Rindam IV/ Diponegoro .

    Sambutan Danrindam IV/ Diponegoro Briqjen TNI Hindratno Devidanto S.E.M.M.Han yang di bacakan oleh Wadanrindam IV/ Diponegoro Kol inf Edy Widyanto S.Sos M.I.P. menyampaikan mohon maaf Danrindam tidak bisa hadir karena sedang mengikuti kegitan H.U.T.TNI di Jakarta.ucap Kol inf Edy.

    ” Lebih lanjut beliau menyampaikan salam hormad kepada Romo K.H. Abburrosyid M.Hum. sebagai pengasuh pondok Pesantren Selamat, di dampingi putra sulungnya Gus Tansil.Kami mewakili Danrindam IV/ Diponegoro mengucapkan terima kasih yang telah meluangkan waktunya berkunjung

    Di tempat Pondok Pesantren Selamat dalam rangka H.U.T Rindam IV/ Diponrgoro yang ke 64 tahun 2025 ini.ujarnya.

    Semoga senantiasa Allah Subhanallahhu wa ta’ ala selalu memberikan kesehatan,Keselamatan,Kesuksesan,kegitan anjangsana ini berharap TNI membangun keakraban,hubungan yang baik antara pondok pesantren Selamat dan masyarakat di sekitarnya.

    ” Serta bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini .Tegas Kol Inf Edy.

    Sementara di tempat yang sana pengasuk pondok Selamat K.H Abburrosyid M.Hum mengucapkan selamat datang kepada Danrindam beserta jajaranya.
    Tambahnya.

    ” Kami atas nama pengasuh Pondok Pesantren Selamat,mohon maaf bila kami menyediakan tempat kurang berkenan di hati bapak/ ibu semuanya.

    Kami atas nama warga masyarakat dan pengasuh pondok pesantren selamat ikut berbahagia atas Rindam IV/ Diponegoro bertambah usia 64 tahun 2025.

    Perlu kami sampaikan bahwa Pondok pesantren selamat mengasuh para santri putra 12 orang dan santriwati 53 orang jumlah 65 orang yang datang dari berbagai kota dan tidak di pungut biaya sedikitpun alias gratis.ungkapnya.

    ” Semoga Rindam IV/ semakin Diponegoro bertambah usia bisa memberikan keberkahan, bagi seluruh para prajurit, serta keluarganya.

    Dan dapat meningkatkan Dharma Baktinya sesuai tugas dan amanat yang menjadi tanggung jawabnya.

    ” Selamat H.U.T Rindam IV/ Diponegoro yang ke 64,TNI adalah garda terdepan bangsa, bsemoga semangat juang dan patriotisme menyala dalam melangkah dirgahayu TNI yang ke 80 tahun 2025. Pungkas K.H Abburrossyid M.Hum.

    Kegiatan tersebut berjalan lancar,di tutup dengan memberikan bantuan sembakau secara simbolis dari Wadanrindam IV/ Diponegoro Kol Inf Edy di berikan kepada Pengasuh pondok pesantren selamat K.H. Abburrosyid M.Hum

    Sedangkan Ketua ibu Persit memberikan sumbangan secara dimbolis di terima oleh ibu Pengasuh Pondok Pesanten Selamat. WASIS )

  • Strategi Peningkatan Kemampuan Bertempur dan Bela Diri Prajurit

    Strategi Peningkatan Kemampuan Bertempur dan Bela Diri Prajurit

    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Peningkatan kemampuan bertempur dan bela diri prajurit bukan sekadar soal mengajarkan teknik fisik. Ini adalah proses sistemik yang menggabungkan aspek fisik, mental, taktis, teknologi, etika, dan logistik. Strategi yang baik harus berfokus pada kesiapan menyeluruh, yaitu kemampuan operasi di medan sesungguhnya, ketahanan psikologis, kemampuan beradaptasi, serta kepatuhan terhadap aturan hukum dan etika.

    Pada kesempatan ini, saya coba paparkan kerangka strategis yang bersifat konseptual dan non-teknis, untuk digunakan sebagai panduan pengembangan kapasitas personel secara berkelanjutan.

    *Prinsip Dasar*
    – Holistik — Melatih fisik, kognitif, emosional, dan sosial secara terpadu.
    – Berkala dan Berkesinambungan — Program periodisasi agar peningkatan kemampuan stabil dan terukur.
    – Relevansi Misi — Materi pelatihan disesuaikan dengan ancaman, lingkungan operasi, dan peran satuan.
    – Keamanan dan Etika — Menanamkan disiplin, penghormatan hukum humaniter, dan kontrol diri.
    – Adaptabilitas — Kemampuan berinovasi menghadapi ancaman baru dan lingkungan yang berubah.

    *Komponen Utama Strategi*
    1.Kondisi Fisik dan Kesehatan
    – Program kebugaran terpadu (kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan) yang disesuaikan untuk peran (infanteri, dukungan, spesialis).
    – Pencegahan cedera melalui latihan mobilitas, pemulihan aktif, dan pendidikan nutrisi serta tidur.
    – Pemeriksaan kesehatan berkala dan program rehabilitasi cepat untuk menjaga kesiapan tempur.

    2.Keterampilan Bela Diri dan Bertahan
    – Pengajaran dasar-dasar bela diri yang menekankan pengendalian diri, pertahanan diri, dan keterampilan pelolosan non-agresif.
    – Fokus pada teknik yang aman, mudah diingat, dan relevan dengan kondisi lapangan (mis. kendali fisik, pelepasan genggaman, pertolongan pertama darurat).
    – Penekanan pada aspek hukum dan etika penggunaan tenaga: kapan dan bagaimana menggunakan kekuatan sesuai aturan.

    3.Pelatihan Taktis dan Keputusan
    – Skenario taktis berjenjang yang melatih pengambilan keputusan di bawah tekanan, pemecahan masalah, dan koordinasi tim.
    – Latihan komando dan kontrol sederhana yang mengasah komunikasi, pendelegasian, dan penggunaan prosedur operasi standar.
    – Integrasi latihan bersama antar-units (joint exercises) untuk meningkatkan interoperabilitas.

    4.Kesiapan Mental dan Ketahanan Psikologis
    – Program ketahanan mental yang mengajarkan manajemen stres, kontrol emosi, dan pemulihan pasca-insiden.
    – Pelatihan kepemimpinan yang menekankan empati, moralitas, dan pengambilan keputusan etis.
    – Dukungan psikologis preventif dan akses ke layanan kesehatan mental tanpa stigma.

    5.Penggunaan Teknologi dan Simulasi
    – Pemanfaatan simulasi non-merugikan (simulator, role-play, latihan virtual) untuk melatih keputusan kompleks tanpa risiko fisik berlebih.
    – Integrasi alat bantu latihan (mis. umpan balik video, sensor kebugaran) untuk evaluasi objektif.
    – Pelatihan siber dasar dan pemahaman terhadap teknologi yang memengaruhi medan operasi modern.

    6.Pendidikan dan Pembelajaran Berkelanjutan
    – Kurikulum yang menggabungkan teori, praktik, dan refleksi; modul modular agar dapat diperbarui sesuai ancaman.
    – Pembelajaran berbasis pengalaman (after-action reviews) untuk menangkap pelajaran dari latihan dan operasi nyata.
    – Program instruktur profesional untuk menjaga kualitas pengajaran.

    *Implementasi Program*
    – Analisis Kebutuhan — Identifikasi gap kemampuan berdasarkan misi, lingkungan, dan profil ancaman.
    – Desain Kurikulum — Susun modul jangka pendek, menengah, dan panjang dengan indikator keberhasilan.
    – Pilot dan Evaluasi — Uji pada satuan kecil, evaluasi hasil kuantitatif/kualitatif, lalu skalakan.
    – Sumber Daya — Pastikan fasilitas, peralatan non-berbahaya untuk latihan, tenaga instruktur terlatih, dan dukungan medis.
    – Sustainability — Anggaran berkelanjutan, rotasi pelatihan agar personel lain tidak kehilangan kesiapan operasional.

    *Pengukuran Keberhasilan*
    – Indikator fisik: peningkatan skor kebugaran, penurunan cedera.
    – Indikator kognitif: waktu pengambilan keputusan pada simulasi, kualitas keputusan berdasar after-action review.
    – Indikator moral/discipline: kepatuhan terhadap aturan penggunaan kekuatan, laporan insiden.
    – Indikator kesiapan unit: tingkat kesiapan operasional, kemampuan interoperabilitas dalam latihan gabungan.

    *Risiko dan Mitigasi*
    – Overtraining → Terapkan periodisasi dan pemantauan beban kerja.
    – Normalisasi Kekerasan → Program etika, hukum, dan pengawasan komando harus diperkuat.
    – Ketergantungan Teknologi → Latih keterampilan dasar tanpa teknologi agar tetap operasional jika perangkat gagal.
    – Stigma Kesehatan Mental → Sediakan layanan rahasia dan kampanye pendidikan untuk mengurangi hambatan mencari bantuan.

    Dengan demikian, strategi peningkatan kemampuan bertempur dan bela diri prajurit harus menekankan pembangunan personel yang kuat secara fisik dan mental, cakap secara taktis, serta bertanggung jawab secara etika. Pendekatan holistik, berkelanjutan, dan berbasis bukti akan menghasilkan prajurit yang bukan hanya efektif dalam menghadapi ancaman, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Implementasi yang bijak mengutamakan keselamatan personel, akuntabilitas, dan kesiapan jangka panjang bagi satuan serta masyarakat yang dilindungi. Semoga bermanfaat.

    Red”

  • Kades Boja DASTO Belum Tunjukkan Niat Baik Profesional, Permintaan Maaf Via WhatsApp Dinilai Ejekan Terhadap Pers

    Kades Boja DASTO Belum Tunjukkan Niat Baik Profesional, Permintaan Maaf Via WhatsApp Dinilai Ejekan Terhadap Pers

    Cilacap – 03-102025.

    Kepala Desa Boja, DASTO, hingga saat ini diduga kuat tidak memiliki niat tulus untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka di hadapan dua awak media yang merasa dilecehkan.

    Alih-alih melakukan pertemuan tatap muka yang menunjukkan rasa penyesalan, Dasto hanya menyampaikan maaf melalui panggilan telepon WhatsApp pada salah satu tim awak media SF, pada hari Kamis, 02/10/2025, sekitar pukul 14:20 WIB.

    Sikap Kades Dasto ini menuai kecaman keras dari kalangan jurnalis.

    Tri, Pimpinan Redaksi Media Lin-Ri dan perwakilan awak media di wilayah tersebut, menyatakan bahwa permohonan maaf via telepon tersebut “sangat tidak menunjukkan profesionalisme” seorang pejabat publik.

    “Permohonan maaf seperti itu sangat tidak menunjukan ke-profesionalan-nya selaku pejabat pemerintah desa,” tegas Tri.

    “Harusnya ia mengundang dan bertemu secara tatap muka dengan rekan media yang diduga dilecehkan. Ini adalah masalah integritas dan penghormatan terhadap profesi pers.”

    Mediasi Tak Lengkap, Kades Diduga Tak Tulus
    Meskipun Kades Dasto sebelumnya telah menghadiri pertemuan mediasi pada hari Rabu, 01/10/2025, bersama rekan-rekan media di Cilacap Barat , pertemuan tersebut dinilai cacat dan tidak tuntas.

    Alasannya jelas: dua rekan awak media utama dari tim Kasikin yang menjadi korban dugaan pelecehan tidak hadir.

    Ketidakhadiran kedua jurnalis ini bukan tanpa sebab. Mereka menolak datang karena Dasto selaku Kepala Desa tidak pernah menyampaikan undangan resmi, baik lisan maupun tertulis, kepada keduanya.

    Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa kehadiran Dasto pada mediasi tersebut bukan atas dasar kesadaran dan kehendak hati untuk menyelesaikan masalah mendinginkan suasana.”

    Tuntutan: Maaf Terbuka dan Resmi
    Kalangan pers menilai, sikap Dasto yang hanya meminta maaf via telepon dan mengabaikan undangan resmi kepada korban utama, seolah meremehkan fungsi kontrol sosial dan profesi jurnalis.

    Hal ini semakin menguatkan indikasi bahwa Kades Boja belum memiliki niat sungguh-sungguh untuk bertanggung jawab atas dugaan pelecehan yang telah ia lakukan.

    Tim awak media menuntut Kades Dasto untuk segera mengambil langkah profesional: mengundang secara resmi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan kedua awak media yang bersangkutan, sebagai bentuk pertanggungjawaban pejabat publik dan penghormatan terhadap Undang-Undang Pers.

    Aksi bertele-tele dan tidak profesional ini dikhawatirkan akan memicu reaksi lebih lanjut dari komunitas pers di Cilacap dan berpotensi menyeret kasus dugaan pelecehan ini ke ranah hukum.***

    Redaksi”