Juni 24, 2024

PALU, Divisi Humas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Kegiatan kontra radikal dengan mengangkat tema Terorisme adalah musuh kita bersama di wilayah Sulawesi Tengah.

Melalui tim Subsatgas Banops Humas Polri Kontra Radikal dipimpin AKBP Gatot Hendro Hartono, S.E, M.Si ada tiga wilayah yang menjadi sasaran kontra radikal yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Ketua tim Subsatgas Banops Humas Polri Kontra Radikal AKBP Gatot Hendro Hartono menerangkan, kita harus sepakat Terorisme adalah musuh kita bersama, ucapnya di Donggala Kamis (11/8/2022)

Masih kata Gatot, hari ini kami hadir di Sulteng (Palu, Donggala dan Sigi) untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam rangka kegiatan Kontra Radikal.

Kontra radikal merupakan upaya untuk mencegah agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi terhadap berbagai faham radikal yang nantinya akan disampaikan oleh ustadz Makmun Rasyid, M.Ag pengurus harian Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisne (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Sementara itu dalam penyampaian materinya Ustad M. Makmun Rasyid selaku narasumber menyampaikan strategi pencegahan dan penanggulangan radikal-terorisme di Indonesia khususnya wilayah Sulteng

“Hal-hal yang perlu dilakukan dengan menciptakan kewaspadaan dan kepedulian, menumbuhkan naluri kebangsaan, waspada terhadap provokasi, menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan memandaatkan media sosial dengan baik, tegas Ustad Makmun.

Pengurus BPET MUI Pusat ini juga berpesan adanya peran beberapa kelompok strategis untuk turut melakukan pencegahan faham radikal antara lain pemerintah, dunia pendidikan, dunia bisnis, media, TNI Polri, Parpol dan civil soceity

Ditempat yang sama Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid penmas Kompol Sugeng lestari mengatakan, Ada 3 wilayah yang akan dikunjungi tim divhumas Polri untuk menggelar FGD dan sosialisasi dalam rangka kontra radikal, sebutnya

Tim divhumas yang membawa pengurus BPET MUI Pusat ini akan melaksanakan FGD di Kota Palu, Kab. Donggala dan sosialisasi Kontra Radikal di salah satu Ponpes di Kab. Sigi.

Tentunya dengan adanya kegiatan FGD ini diharapkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dapat bersinergi dengan pemerintah dan TNI Polri dalam upaya melakukan pencegahan faham radikal di wilayah Sulawesi Tengah, pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *